📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 173 dokumenPERBEDAAN NILAI PARAMETER KESTABILAN TEROWONGAN DENGAN MENGGUNAKAN KRITERIA KERUNTUHAN MOHR-COULOMB DAN HOEK-BROWN
Dalam pembuatan terowongan, salah satu hal yang menjadi fokus utama adalah kondisi batuan di sekitar terowongan tersebut. Kondisi batuan yang ada di sekitar terowongan mempengaruhi kestabilan yang terjadi pada terowongan. Penelitian ini, bertujuan untuk menganalisis faktor keamanan, besar deformasi, dan zona runtuhan terowongan yang dapat terjadi dengan menggunakan perangkat lunak RockScience 2 (RS2). Analisis dilakukan dengan membandingkan kriteria keruntuhan Mohr Coulomb dan kriteria keruntuhan Hoek-Brown. Besar deformasi, dan zona runtuhan yang didapat dengan menggunakan kriteria Hoek-Brown lebih kecil dibandingkan menggunakan kriteria Mohr Coulomb, sehingga Faktor keamanan yang dihasilkan kriteria Hoek-Brown lebih besar dibandingkan Mohr Coulomb. Faktor yang mempengaruhi perbedaan tersebut karena Hoek brown melakukan pendekatan kohesi (c) dan sudut gesek dalam (?) menggunakan parameter mb (konstanta material) dan s (konstanta massa batuan) yang nilainya jauh lebih kecil.
DESAIN PERANCANGAN PERBAIKAN TANAH LUNAK DAN PERKUATAN LERENG GALIAN TIMBUNAN PADA PROYEK JALAN TOL JAKARTA – CIKAMPEK II SELATAN STA 09+775 DAN STA 15+000
Proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional yang dibangun melalui kerjasama Badang Usaha Jalan Tol (BUJT) PT. Jasa Marga dan PT. Wiranusantara Bumi. Jalan Tol ini dibangun sepanjang 64 km dan terbagi ke dalam 3 (tiga) seksi konstruksi, yaitu seksi 1 Jatiasih – Setu sepanjang 9.3 km, seksi 2 Setu – Taman Mekar sepanjang 24.85 km, dan seksi 3 Taman Mekar – Sadang sepanjang 27.85 km. Berdasarkan hasil investigasi lapangan, proyek ini memiliki berbagai masalah dalam bidang geoteknik, yaitu adanya konstruksi timbunan setinggi 8 meter di atas tanah lempung lunak sedalam 17 meter pada STA 09+775 s.d STA 09+900 dan adanya konstruksi lereng tegak atau memiliki kemiringan sebesar 90???? pada STA 15+000 s.d. 15+125. Tanah lempung lunak memiliki dampak yang cukup buruk dalam konstruksi jalan karena akan menyebabkan penurunan struktur cukup parah dan ironisnya proses penurunan ini akan berlangsung cukup lama sebagai akibat dari nilai permeabilitas tanah lempung yang sangat kecil. Akibatnya, penurunan tanah yang berlangsung cukup lama ini akan memberi kerusakan yang cukup parah pada struktur jalan. Adapun timbunan tinggi yang mencapai 8 meter dan lereng galian tegak dengan kemiringan 90???? memiliki potensi keruntuhan yang lebih tinggi sehingga penting untuk diberikan perkuatan. Metode perbaikan tanah lempung lunak yang diajukan dalam tugas akhir ini adalah pemberian beban preloading dan pemasangan prefabricated vertical drain (PVD) dengan konfigurasi segitiga pada variasi pemasangan spasi PVD sebesar 1 meter, 1.25 meter, dan 1.5 meter. Pemasangan ini dilakukan untuk mempercepat waktu penurunan konsolidasi. Dari hasil pemasangan, diperoleh bahwa waktu yang dibutuhkan untuk proses penurunan konsolidasi pada masing-masing variasi pemasangan spasi PVD berturut-turut adalah 183 hari, 281 hari, dan 421 hari. Adapun metode perkuatan lereng timbunan yang diajukan adalah dengan menggunakan geotekstil berkekuatan 100 kN/m pada zona atas dan 150 kN/m pada zona bawah. Dari hasil pemeriksaan keamanan global menggunakan aplikasi PLAXIS 2D didapatkan bahwa nilai keamanan lerengnya adalah sebesar 1.478 untuk kondisi short term dan 1.589 untuk kondisi long term. Berdasarkan standard yang telah ditetapkan, dapat disimpulkan bahwa nilai keamanan lereng ini telah memenuhi batas minimum, yaitu 1.3 untuk kondisi short term dan 1.5 untuk kondisi long term. Pada kasus lereng galian, metode perkuatan yang diusulkan adalah soil nailing dan sheet pile. Untuk soil nailing, perkuatan direncanakan akan dibuat adalah pola segiempat dengan spasi horizontal dan vertikal sebesar 1.5 meter dengan diameter lubang bor sebesar 100 mm. Adapun kemiringan nail bar dibuat bervariasi, yaitu sebesar 10????,15????, dan 20????. Dari hasil perancangan, didapatkan bahwa metode perkuatan ini untuk masing-masing variasi telah memenuhi syarat keamanan global, kegagalan cabut, kegagalan tarik, kegagalan geser, kegagalan dinding, kegagalan punching shear, dan kegagalan facing head stud. Namun, nilai defleksi yang terjadi masih belum memenuhi kriteria batas izin maksimum, yaitu sebesar 4.7 cm. Berdasarkan proses pengecekan ini, dapat disimpulkan bahwa metode perkuatan soil nailing untuk seluruh variasi belum mampu memenuhi kriteria desain yang telah ditetapkan. Untuk sheet pile, perkuatan direncanakan menggunakan sheet pile baja PZ27 yang memiliki nilai driving distance 457.2 meter dan panjang penetrasi sedalam 9.5 meter. Dari hasil perancangan, didapatkan bahwa metode perkuatan ini untuk masing-masing variasi telah memenuhi syarat keamanan global, kegagalan basal heave, kegagalan blow-in, dan kegagalan piping. Namun, nilai defleksi yang terjadi masih belum memenuhi kriteria batas izin maksimum, yaitu sebesar 4.7 cm. Berdasarkan proses pengecekan ini, dapat disimpulkan bahwa metode perkuatan sheet pile untuk seluruh variasi belum mampu memenuhi kriteria desain yang telah ditetapkan.
EFEK GALIAN EARTH PRESSURE BALANCE (EPB) MASS RAPID TRANSIT JAKARTA (MRTJ) TERHADAP PERILAKU DEFORMASI DAN BANGUNAN SEKITAR
Jakarta sebagai salah satu kota terpadat mengalami permasalahan seiring dengan peningkatan pertumbuhan penduduk yang signifikan. Hal ini menuntut adanya solusi dari tantangan mobilitas yang terjadi untuk meningkatkan kualitas hidup serta pertumbuhan ekonomi kota. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dalam beberapa tahun terakhir ini terjadi peningkatan pembangunan terowongan untuk MRT (Mass Rapid Transit) Jakarta. Namun, Pembangunan MRT ditengah area perkotaan yang padat bangunan juga dapat mengganggu fungsi tiang pondasi disekitar konstruksi terowongan, Oleh karena itu, perlu untuk dilakukan peninjauan mengenai pengaruh konstruksi terowongan terhadap pondasi sekitar. Pada studi ini, dilakukan analisis pengaruh jarak dan kedalaman terowongan terhadap pondasi sekitar dan dilakukan juga analisis pengaruh perubahan kelas situs tanah dan bentuk pondasi terhadap nilai gaya dalam tiang eksisting. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan gaya dalam seiring dengan semakin dekatnya jarak antara pondasi eksisting dengan terowongan. Dari hasil juga dapat terlihat peningkatan bending momen yang dapat mencapai 15% , juga peningkatan deformasi lateral yang dapat mencapai dua kali lipat dari nilai awal. Konstruksi terowongan kedua juga akan memberikan pengaruh yang lebih besar apabila pondasi yang digunakan untuk bangunan Tingkat tinggi dan tidak akan terlalu berpengaruh untuk pondasi dengan konfigurasi 2x2. Selain itu, kondisi tanah yang semakin lunak akan meningkatkan perubahan gaya dalam yang terjadi. Dari hasil yang didapatkan, interaksi antara terowongan dan pondasi eksisting perlu untuk dipertimbangkan pada desain untuk mencegah adanya pengurangan fungsi tiang atau kerusakan tiang eksisting lainnya.
PERANCANGAN FONDASI DAN DINDING PENAHAN TANAH PADA TANAH CLAY SHALE: PROYEK PEMBANGUNAN KAMPUS 2 POLMAN MAJALENGKA
Proyek pembangunan Kampus 2 POLMAN Majalengka membutuhkan perancangan fondasi dan dinding penahan tanah yang andal guna menjamin stabilitas bangunan serta keselamatan pengguna. Tugas akhir ini bertujuan untuk merancang fondasi dan dinding penahan tanah dengan kondisi tanah didominasi oleh clay dan clay shale serta permukaan tanah ber-slope. Perancangan diawali dengan memproses data geoteknik yang diperoleh dari pihak proyek. Dalam mendesain fondasi, daya dukung aksial fondasi dihitung secara manual, daya dukung lateral dihitung dengan aplikasi Rocscience RSPile, reaksi pada pile top dianalisis dengan aplikasi Ensoft GROUP, dan kurva P-M tiang dianalisis menggunakan aplikasi Rocscience RSPile. Dinding penahan tanah didesain secara manual. Analisis stabilitas global dilakukan dengan limit equilibrium method (LEM) menggunakan bantuan aplikasi Rocscience Slide2. Fondasi tiang bor berdiameter 0.8 m dengan panjang tiang 15 m dipilih sebagai solusi untuk kondisi geoteknik di lokasi proyek. Sementara itu, dinding penahan tanah dirancang menggunakan MSE wall berupa geotextile-reinforced retaining wall.
PENGARUH PANJANG PENETRASI DIAPHRGM WALL TERHADAP STABILITAS GALIAN PADA PROYEK STASIUN MRT
Proyek Stasiun MRT Sawah Besar merupakan proyek galian dalam yang berlokasi di pusat kota Jakarta. Pembangunan proyek Stasiun MRT Sawah Besar ini dilakukan pada badan Jalan Gadjah Mada dan disekitarnya terdapat bangunan tinggi dan Sungai Ciliwung. Hal ini menjadi tantangan dikarenakan luas area kerja yang dimiliki menjadi sempit sehingga dilakukan metode konstruksi top-down dengan perkuatan strut berupa pelat beton. Laporan tugas akhir ini meliputi interpretasi data tanah hasil penyelidikan tanah, penentuan panjang penetrasi, pengecekan stabilitas, pengecekan batas defleksi lateral, penulangan diaphragm wall, hingga desain dewatering. Selain itu, pada pengerjaan tugas ini juga terdapat analisis pengaruh panjang penetrasi diaphragm wall terhadap angka keamanan, kuantitas rembesan, dan defleksi. Pemodelan dengan software PLAXIS 2D dengan menggunakan tiga variasi panjang penetrasi yaitu 18 , 22, hingga 26 meter. Berdasarkan hasil pengecekan stabilitas global, stabilitas dasar galian, dan batas defleksi lateral terpilih variasi panjang penetrasi sepanjang 18 meter sebagai rekomendasi desain panjang penetrasi proyek Stasiun MRT Sawah Besar. Melalui analisis pengaruh panjang penetrasi dinding diafragma yang dilakukan, diketahui bahwa angka keamanan stabilitas global dan dasar galian akan meningkat seiring bertambahnya panjang penetrasi. Selain itu, diketahui juga bahwa kuantitas rembesan yang masuk ke dalam area galian akan berkurang seiring bertambahnya panjang penetrasi dinding diafragma.
TINJAUAN EFEKTIFITAS PENGGUNAAN LEAD RUBBER BEARING (LRB) PADA JEMBATAN CISUMENGKA TOL CISUMDAWU
Jembatan Cisumengka, sebagai elemen vital dalam infrastruktur transportasi regional, menjadi pusat perhatian dalam konteks mitigasi risiko gempa bumi. Wilayah tempat jembatan ini berdiri memiliki sejarah aktivitas seismik yang signifikan, meningkatkan kebutuhan mendesak akan peningkatan ketahanan struktural untuk meminimalkan risiko kerusakan akibat gempa. Dalam upaya meningkatkan ketahanan struktural Jembatan Cisumengka terhadap gempa bumi, penelitian dilakukan dengan fokus pada penerapan Lead Rubber Bearing (LRB) dengan tujuan untuk menganalisis performa struktur menggunakan Non-Linier Time History Analysis (NLTHA) berdasarkan 11 pasang data ground motion yang dipilih berdasarkan jarak serta nilai magnitude yang paling mendekati dengan lokasi Jembatan Cisumengka, kemudian data ground motion tersebut disesuaikan dengan respon spektra pada Jembatan Cisumengka menggunakan metode spectral matching. Berdasarkan NLTHA, dapat diketahui level kinerja menggunakan analisis performa (Performance Seismic Based Design) untuk mengetahui level kinerja struktur (performance level) yang mengacu pada batasan-batasan dari National Cooperative Highway Research Program Synthesis 440 (NCHRP 440). Tingkatan parameter level kinerja struktur yang digunakan antara lain fully operational, operational, life safety, near collapse dan collapse. Berdasarkan hasil analisis, performa struktur menggunakan LRB berdasarkan parameter deformasi, regangan baja, regangan beton serta gaya dalam menunjukkan bahwa struktur berada pada level fully operational. Dengan kata lain, Jembatan Cisumengka dengan menggunakan LRB efektif dalam meningkatkan perfoma/kinerja struktur.
ANALISIS UJI SENTRIFUGAL DENGAN MENGGUNAKAN PEMODELAN NUMERIK 2 DIMENSI PADA DINDING PENAHAN TANAH ELASTIS
Dinding penahan tanah adalah salah satu infrastruktur penting yang memerlukan analisis dinamis untuk memastikan stabilitas dan keselamatannya, terutama selama gempa bumi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menentukan nilai koefisien ?????????????, parameter kunci dalam analisis tekanan tanah aktif dinamis pada dinding penahan tanah selama gempa. Analisis ini mencakup perhitungan gaya-gaya lateral dan momen yang bekerja pada dinding penahan tanah dengan terlebih dahulu menentukan parameter-parameter tanah yang dibutuhkan. Metode penelitian ini meliputi pendekatan simulasi komputasi. Uji laboratorium menggunakan kotak geser dinamis dilakukan untuk mengukur tekanan tanah aktif pada berbagai jenis tanah di bawah kondisi gempa yang disimulasikan oleh Atik-Sitar (2008). Selanjutnya, model numerik dikembangkan menggunakan perangkat lunak elemen hingga PLAXIS 2D untuk memprediksi respons dinamis tanah terhadap gempa. Metode pseudo-statik dan dinamik dilakukan dengan menggunakan teori Mononobe-Okabe (1929), yang telah dikenal memberikan perkiraan tinggi dari gaya lateral pada dinding penahan tanah selama gempa. Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup analisis kondisi dinamik dinding penahan tanah sesuai dengan pemodelan pada Report Atik dan Sitar (2008), perhitungan koefisien lateral gempa, dan hubungan antara koefisien lateral gempa dari percobaan Atik dan Sitar dengan hasil perhitungan menggunakan PLAXIS 2D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ???????????? bervariasi secara signifikan tergantung pada jenis tanah dan intensitas gempa. Model numerik menunjukkan kesesuaian yang baik dengan data eksperimen, mengkonfirmasi validitas pendekatan simulasi untuk analisis tekanan tanah dinamis. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman tekanan tanah aktif dinamis dan menawarkan panduan praktis bagi dunia geoteknik dalam mendesain dinding penahan yang lebih aman dan efisien terhadap gempa. Penelitian ini juga merekomendasikan verifikasi hasil uji sentrifugal dari Atik dan Sitar (2008) serta studi parametrik terhadap model dinding penahan tanah untuk mengoptimalkan desain dan mengurangi biaya konstruksi tanpa mengorbankan keselamatan.
EVALUASI KESTABILAN LERENG LOW WALL PIT 14 BLOCK 16-19 TAMBANG BATUBARA PT ARUTMIN INDONESIA SITE ASAMASAM
PT Arutmin Indonesia Site Asamasam merupakan salah satu perusahaan tambang terbuka batubara yang berlokasi di Desa Asamasam, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Pada Pit 14 Block 16 dan 17 memiliki catatan longsoran serta telah dilakukan analisis kestabilan dengan menggunakan metode kesetimbangan batas. Pada penelitian kali ini metode analisis kestabilan lereng yang digunakan adalah metode elemen hingga dengan pendekatan shear strength reduction menggunakan perangkat lunak Phase2. Kriteria keruntuhan yang digunakan pada analisis ini merupakan Mohr-Coulomb. Parameter kestabilan pada penelitian ini berupa Faktor Keamanan yang didekati dengan nilai Strength Reduction Factor (SRF). Analisis kestabilan lereng dilakukan pada empat block di pit 14 dengan model penampang A-A’ (B16), B-B’ (B17), C-C’ (B18), dan D-D’ (B19). Hasil analisis kestabilan lereng menunjukkan bahwa keempat lereng dalam kondisi stabil karena memenuhi syarat minimum berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 1827 K/30/MEM/2018 untuk lereng keseluruhan dengan keparahan longsor menengah, yaitu FK Dinamis ???? ????????????????. Rekomendasi penanganan lereng yang diberikan adalah pemantauan lereng menggunakan EDM serta Pemantauan Drainase Air Permukaan untuk menjaga kondisi lereng tetap stabil.
ANALISIS KESTABILAN TIMBUNAN JALAN DENGAN PERKUATAN GEOTEKSTIL DAN PVD MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA DUA DIMENSIANALISIS KESTABILAN TIMBUNAN JALAN DENGAN PERKUATAN GEOTEKSTIL DAN PVD MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA DUA DIMENSI
Jalan Trans Papua Selatan merupakan proyek strategis yang menghubungkan Kabupaten Merauke, Kabupaten Tanah Merah, dan Provinsi Papua Pegunungan sepanjang ±533,06 km. Kondisi tanah di lokasi didominasi oleh tanah lunak dengan ketebalan dapat mencapai 20 m, yang menyebabkan permasalahan daya dukung rendah dan ketidakstabilan lereng galian serta timbunan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kestabilan lereng dan mempercepat proses konsolidasi pada km 168+770 ruas Merauke-Tanah Merah. Metode perbaikan yang digunakan adalah kombinasi geotekstil untuk meningkatkan faktor keamanan, Prefabricated Vertical Drain (PVD) dan preloading untuk mempercepat proses penurunan. Pemodelan tanah menggunakan model Mohr-Coulomb dengan metode analisis elemen hingga dua dimensi. PVD dipasang dengan konfigurasi segitiga dengan spasi 1 m dan panjang 10 m. Tahapan konstruksi dioptimalkan untuk mencapai kestabilan dan penurunan yang memenuhi syarat jalan kelas I. Hasil menunjukkan peningkatan faktor keamanan dari 1,3 menjadi 1,7 pada kondisi statis, dan percepatan waktu konsolidasi 90% dari 21,5 tahun menjadi 204 hari. Penelitian ini juga menemukan bahwa efek smear, yaitu gangguan pada tanah di sekitar PVD akibat instalasi, memiliki pengaruh yang relatif kecil terhadap besaran dan durasi penurunan. Perbedaan penurunan dengan dan tanpa mempertimbangkan efek smear hanya sebesar 5% dalam durasi konsolidasi. Kombinasi geotekstil dan PVD terbukti efektif dalam meningkatkan kestabilan lereng timbunan dan mempercepat proses disipasi air pori.
ANALISIS KESTABILAN LERENG DESAIN DISPOSAL MATERIAL OVERBURDEN TAMBANG NIKEL PT XYZ DI PROVINSI SULAWESI TENGGARA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kestabilan lereng desain disposal material overburden tambang nikel di PT XYZ Provinsi Sulawesi Tenggara. PT XYZ adalah perusahaan tambang nikel yang menggunakan metode penambangan terbuka yang menghasilkan material berharga berupa saprolite dan material tidak berharga yang disebut material overburden. Material overburden ini perlu ditimbun di area disposal yang telah dipersiapkan. Penelitian dilakukan di area Pit South yang direncanakan untuk menampung material overburden dengan volume sekitar 500 ribu BCM. Data geoteknik diperoleh dari hasil uji geoteknik Tim Geoteknik PT XYZ. Analisis kestabilan lereng menggunakan software Slide2 dan kriteria keruntuhan yang digunakan adalah Mohr-Coulomb. Faktor keamanan (FK) dan probabilitas longsor (PoF) dianalisis dalam kondisi statis dan dinamis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai faktor keamanan dan probabilitas longsor dari desain lereng disposal di area Pit South memenuhi standar Keputusan Menteri ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018.
PENGUKURAN KURVA KARAKTERISTIK TANAH-AIR (SWCC) PENGERINGAN PADA DAERAH ISAPAN MATRIC RESIDUAL UNTUK SHALE PADA DAERAH CISOMANG DAN PENGAPLIKASIAN METODE REGRESI UNTUK PERSAMAAN SWCC FREDLUND DAN XING (1994)
Fenomena geoteknik pada daerah Cisomang melibatkan jenis tanah shale tak jenuh yang rentan mengalami perubahan kuat geser akibat perubahan kadar air. Pada tanah takjenuh, siklus basah-kering dapat dikuantifikasi dengan menggunakan kurva karakteristik tanah-air (SWCC). Penelitian ini mengukur isapan matric untuk menyusun SWCC shale di Cisomang menggunakan metode kertas saring Leong (2002). Metode kertas saring menggunakan kurva kalibrasi untuk menentukan nilai isapan matric untuk nilai kadar air kertas saring pada kondisi ekuilibrium – waktu tercapainya kesetimbangan antara kertas saring dan sampel shale saat dilakukan pemeraman. Rekomendasi waktu ekuilibrium yang diakui secara umum hanya disebutkan lebih dari 7 hari untuk berbagai kadar air. Penelitian ini melakukan pengujian langsung di laboratorium untuk mengukur pengukuran SWCC pengeringan sampel shale pada kadar air 5,5% dan 6,5%. Pengamatan pada proses pengujian laboratorium menghasilkan temuan bahwa kelembapan relatif rata-rata Kota Bandung pada Bulan Januari-Juni yang sebesar 77,3% hanya dapat mengakomodasi kadar air sebesar sekitar 5,45%. Pengukuran pada laboratorium menghasilkan waktu ekuilibrium 28 hari untuk kadar air 5,5% dan 6,5% dengan kadar air kertas saring berturut-turut sebesar 4,34% dan 4,74%. Hasil pengukuran laboratorium kemudian digunakan sebagai data untuk memperbarui fitting curve dengan persamaan Fredlund dan Xing (1994). Parameter SWCC pengeringan yang dihasilkan adalah: (1) a = 6809,6; m = 2,4; n = 0,5 dalam kadar air gravimetrik, (2) a = 8115,3; m = 2,0; n = 0,5 dalam kadar air volumetrik, (3) a = 9995,1; n = 2,4; m = 0,5 dalam derajat kejenuhan. Hasil waktu ekuilibrium pengukuran laboratorium diverifikasi dengan modul SEEP/W pada aplikasi Geostudio dan menghasilkan waktu ekuilibrium 18 hari untuk kadar air 5,5% dan 16 hari untuk kadar air 6,5%. Optimasi dari proses iterasi untuk mendapatkan parameter regresi persaman SWCC Fredlund dan Xing (1994) dapat dilakukan dengan menggunakan gradient descent method dengan fungsi biaya berupa SSE (dinyatakan dalam parameter a, m, n). proses perhitungan dapat dilakukan dengan lebih efisien karena tidak menggunakan metode brute-force.
PERENCANAAN REKLAMASI RIGPAD DI KABUPATEN LANGKAT, PROVINSI SUMATERA UTARA
Terdapat potensi sumber daya alam minyak bumi untuk di eksplorasi di Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Namun, upaya pengambilan sumber daya ini menghadapi beberapa permasalahan. Pengeboran yang biasanya dilaksanakan di daratan atau lepas pantai harus dilaksanakan di zona laut dangkal. Penulis merencanakan reklamasi pantai yang dilengkapi pelindung pantai sebagai solusi untuk permasalahan pengeboran di wilayah tersebut. Solusi ini direncanakan dengan melakukan tinjauan terhadap kondisi wilayah tersebut, yakni pengaruh gelombang dan geoteknik, agar reklamasi yang direncanakan dapat mendukung keberjalanan kegiatan pengeboran. Diharapkan dengan perencanaan reklamasi pantai ini, dapat menyediakan landasan yang stabil dan aman untuk pelaksanaan pengeboran.
PERANCANGAN FONDASI PILE-RAFT RUMAH SUSUN 1 SEMPER (CAKUNG DRAIN), JAKARTA UTARA
Rumah Susun 1 Semper (Cakung Drain) merupakan rumah susun yang dibangun di Jalan Inspeksi Cakung Drain, Kelurahan Semper Timur, Kecamatan Cilincing, Kota Administrasi Jakarta Utara. Rumah susun ini terdiri dari 8 gedung dengan masing-masing gedung memiliki 16 lantai tanpa basemen. Tugas Akhir ini memiliki tujuan untuk menentukan parameter tanah pada lokasi proyek dan merancang sistem fondasi yang dapat memikul beban dari struktur. Pada lokasi proyek terdapat lapisan tanah lempung lunak di dekat permukaan dengan rata-rata nilai N-SPT sebesar 2 – 3 hingga kedalaman 14,5 meter. Penentuan parameter tanah dilakukan menggunakan korelasi N-SPT. Fondasi yang digunakan adalah fondasi rakit bertiang (pile-raft) dengan tebal raft sebesar 1,6 meter, diameter tiang sebesar 1 meter, dan panjang total tiang 34 meter. Jenis tiang yang digunakan adalah tiang bor. Beban yang digunakan untuk analisis fondasi merupakan joint reaction kolom hasil dari pemodelan struktur. Proses perancangan fondasi dilakukan dengan perhitungan manual untuk analisis daya dukung aksial tiang tunggal dan menggunakan bantuan perangkat lunak Ensoft LPILE untuk analisis daya dukung lateral tiang tunggal serta Ensoft GROUP untuk analisis kelompok tiang. Dilakukan juga analisis penurunan fondasi dengan bantuan perangkat lunak MIDAS GTS NX. Penulangan tiang bor dimodelkan dengan perangkat lunak SpColumn, sedangkan penulangan raft dimodelkan dengan perangkat lunak CSI SAFE.
STUDI PARAMETRIK ANALISIS PERBAIKAN TANAH DENGAN METODE RIGID INCLUSION PADA PROYEK PEMBANGUN JALAN TOL SERANG-PANIMBANG
Jaringan jalan merupakan elemen penting dalam mendorong mobilitas di berbagai sektor ekonomi, sosial, dan budaya. Menjamin efisiensi dan kualitas layanan transportasi memerlukan pendekatan pembangunan daerah yang komprehensif untuk memastikan pembangunan yang seimbang dan berkeadilan, sejalan dengan tujuan pembangunan nasional. Namun, pembangunan jalan tol sering menghadapi tantangan geoteknik akibat karakteristik tanah yang kurang stabil, yang memerlukan perbaikan khusus untuk meningkatkan daya dukung dan stabilitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbaikan tanah menggunakan metode rigid inclusion pada proyek pembangunan jalan tol Serang- Panimbang, di mana tanah eksisting adalah tanah lunak yang rentan terhadap deformasi besar akibat beban berat. Metode perbaikan tanah mengacu pada SNI 8460:2017 dan melibatkan berbagai konfigurasi spasi, panjang, dan tinggi timbunan. Timbunan dengan tinggi 8 meter lebih cocok digunakan dengan berbagai konfigurasi karena perbedaan penurunan yang lebih mendekati garis linear, sehingga lebih efektif saat dilakukan perubahan konfigurasi. Perbandingan antara model dengan dan tanpa geotextile menunjukkan bahwa meskipun tidak ada perbedaan signifikan pada penurunan, penggunaan geotextile berpengaruh terhadap peningkatan faktor keamanan dan stabilitas, terutama pada deformasi lateral kolom. Peningkatan konfigurasi spasi, panjang, dan tinggi timbunan secara signifikan mempengaruhi penurunan tanah, dengan peningkatan spasi sebesar 33,88%, panjang sebesar 5,52%, dan tinggi timbunan sebesar 5,17%. Kesimpulannya, metode rigid inclusion efektif dalam menahan gaya aksial dari beban di atasnya dan mengurangi deformasi lateral dengan penambahan tulangan pada kolom untuk mengantisipasi gaya lateral, lentur, dan tarik.
PERANCANGAN DINDING DIAFRAGMA DAN FONDASI BORED PILE PUSAT 2 PELAYANAN IBU DAN ANAK RUMAH SAKIT HASAN SADIKIN BANDUNG
Pusat Pelayanan ibu dan anak merupakan rumah sakit ibu dan anak yang baru dibangun untuk menunjang kesahatan ibu dan anak. Gedung terdiri dari 8 lantai dengan 1 lantai basement yang berfungsi sebagai lahan parkir. Perancangan geoteknik meliputi perancangan sistem fondasi dan dinding penahan tanah untuk mendukung pekerjaan struktur basement. Dinding penahan tanah dirancang untuk mendukung pekerjaan galian sedalam 6 m. Jenis dinding penahan tanah yang digunakan adalah dinding diafragma dengan sistem pendukung berupa angkur tanah. Dinding diafragma dirancang dengan ketebalan 1000 mm. Angkur tanah akan dipasang di kedalaman 3 m. Adapun pada pekerjaan galian akan dilakukan pemodelan dewatering yang bertujuan menurunkan muka air tanah dari 3 m ke 9 m. Analisis akan dilakukan menggunakan PLAXIS 2D. Sistem fondasi menggunakan tiang bor berdiameter 1000 mm dan akan diikat dengan pile cap. Konfigurasi pile cap antara lain untuk 4 tiang, 6 tiang, 8 tiang, dan 24 tiang. Perancangan tie beam dilakukan pula untuk menghubungkan pile cap yang berdekatan. Tie beam yang digunakan berdimensi 400 mm x 500 mm. Analisis akan dilakukan dengan bantuan perangkat lunak LPILE dan GROUP.