📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 6,268 dokumen

FABRIKASI MATERIAL FOTOKATALIS BERBASIS KOMPOSIT PVA/PANI/FE-DOPED ZNO UNTUK DEGRADASI TETRASIKLIN DI BAWAH CAHAYA TAMPAK

Pencemaran air oleh polutan antibiotik, khususnya tetrasiklin, telah menjadi isu genting dalam skala global. Pendekatan konvensional melalui metode fisik dan biologis memiliki kelemahan seperti hanya mampu memisahkan polutan dari air tanpa mendegradasinya serta perlu pH dan suhu kerja terkontrol. Dalam rangka mengatasi kekurangan ini, diperkenalkan metode Advanced Oxidation Processes (AOPs) yang menawarkan konsep oksidasi polutan oleh spesies radikal oksidatif dengan bantuan cahaya dan material fotokatalis secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk membuat fotokatalis berbentuk serbuk PANI/Fe-doped ZnO dan film PVA/PANI/Fe-doped ZnO berbasis zinc ash untuk mendegradasi tetrasiklin dengan bantuan cahaya tampak. Prekursor ZnO diekstraksi dari zinc ash dengan menggunakan metode hidrometalurgi dan presipitasi. Kemudian, komposit PANI/ Fe-doped ZnO disintesis menggunakan metode polimerisasi in-situ. Selanjutnya, film komposit PVA/PANI/Fe-doped ZnO difabrikasi menggunakan metode dropcasting. Hasil karakterisasi XRD memvalidasi keberadaan struktur ZnO wurtzite dan NaCl dalam sampel zinc ash dan PANI/Fe-doped ZnO. Analisis XRF mengonfirmasi keberadaan unsur Zn sebagai unsur penyusun utama dan terdapat unsur Fe serta pengotor lain dalam konsentrasi yang ditemukan lebih kecil pada pH 10 dibanding pH 11. Selanjutnya, uji degradasi fotokatalisis tetrasiklin oleh sampel PANI/Fe-doped ZnO menunjukkan degradasi di bawah cahaya tampak untuk berbagai variasi massa dalam rentang 31,99% hingga 38,36%, sedangkan pada sampel Fe-doped ZnO berkisar antara 71,59% hingga 77,99%. Diperoleh kesimpulan bahwa Fe-doped ZnO berbasis zinc ash berhasil disintesis dan menunjukkan potensi yang menjanjikan dalam mengurai tetrasiklin dengan menggunakan mekanisme AOPs.

2026
👤 Penulis: Salma Aridha Muflihah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

KUANTIFIKASI PERTUMBUHAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT ( EUCHEUMA COTTONII ) DENGAN SISTEM RESIRKULASI BERBASIS DARAT

Rumput laut merupakan komoditas maritim strategis di Indonesia dengan nilai ekonomi yang tinggi, terutama dalam industri pangan, farmasi, dan kosmetik. Salah satu spesies yang banyak dibudidayakan adalah Eucheuma cottonii yang menjadi sumber utama penghasil karagenan. Namun, kendala dalam sistem budidaya konvensional di perairan terbuka menyebabkan ketidakstabilan produksi dan keberlanjutan pasokan rumput laut. Pendekatan budidaya dengan sistem resirkulasi berbasis darat dapat menjadi alternatif yang menjanjikan untuk meningkatkan stabilitas produksi rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkuantifikasi perubahan pertumbuhan dan membuat pemodelan matematis pertumbuhan Eucheuma cottonii yang dibudidayakan dengan sistem resirkulasi berbasis darat. Penelitian ini dilakukan di Screen House B3 Institut Teknologi Bandung, Kampus Jatinangor, selama 64 hari. Budidaya dilakukan menggunakan sistem resirkulasi yang terdiri dari rangkaian tangki, yang terhubung dengan sistem penyaring di dalam container box . Bibit Eucheuma cottonii yang digunakan berasal dari hasil budidaya petani di lampung yang diseragamkan bobot awal nya sebesar ±50 g. Pengukuran pertumbuhan dilakukan melalui pengukuran bobot basah dan bobot kering. Model pertumbuhan matematis diuji dengan pendekatan curve fitting menggunakan model eksponensial, logistik, dan gompertz melalui MATLAB Online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama 64 hari pemeliharaan, bobot basah rata-rata meningkat dari 50,05 g menjadi 145,42 g, sementara bobot kering meningkat dari 4,62 g menjadi 13,33 g. Nilai Growth Rate (GR) bobot basah tercatat sebesar 1,490 g/hari dengan Specific Growth Rate (SGR) 1,667%/hari, sedangkan GR bobot kering sebesar 0,136 g/hari dengan SGR 1,655%/hari. Pada penelitian ini pertumbuhan berlangsung melalui beberapa fase, yaitu fase adaptasi awal (0–12 HST), fase pertumbuhan aktif (12–20 HST), penurunan sementara (20–24 HST) yang dipicu oleh tekanan epifit, pertumbuhan aktif kembali secara landai (24–44 HST), dan fase pemulihan aktif lanjutan (48–64 HST). Melalui analisis Goodness of Fit , model Gompertz terbukti menjadi model terbaik secara statistik untuk menggambarkan pola pertumbuhan bobot basah maupun bobot kering E. cottonii , dengan nilai R² tertinggi untuk bobot basah (98,34%) dan bobot kering (98,81%) dibandingkan model logistik dan eksponensial, serta nilai SSE dan RMSE terendah untuk bobot basah (247,25 ; 4,36) dan bobot kering (1,51 ; 0,34) dibandingkan model logistik dan eksponensial. Persamaan untuk model pertumbuhan bobot basah dan bobot kering berturut-turut adalah f(x) = 38,3819 + (1018000 - 38,3819) .exp (-exp ( - 0,0660.(x - 35,1488))) dan f (x) = 3,6433 + (151450 - 3,6433) .exp (-exp (-0,0680. (x- 34,9020))). Sistem resirkulasi berbasis darat menunjukkan hasil yang positif dalam mendukung pertumbuhan Eucheuma cottonii , meskipun masih terdapat gangguan seperti adanya tekanan epifit yang mempengaruhi hasilnya. Sehingga, sistem ini masih belum mencapai hasil yang setara dengan metode konvensional. Dengan pengelolaan yang lebih baik terhadap gangguan biologis dan lingkungan, sistem ini berpotensi untuk lebih optimal di masa depan.

2026
👤 Penulis: Muhamad Bilal Basayev
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PERANCANGAN BUKU ILUSTRASI INTERAKTIF SEBAGAI MEDIA PENGENALAN TUMBUHAN ENDEMIK INDONESIA KANTONG SEMAR UNTUK SISWA KELAS 5 SD

Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia, namun pengetahuan masyarakat, khususnya anak-anak, terhadap tumbuhan endemik masih tergolong rendah. Kantong semar adalah tumbuhan karnivora yang memiliki morfologi dan mekanisme penangkapan serangga yang menarik untuk dipelajari, namun materi mengenai tumbuhan ini belum banyak ditemukan dalam media pembelajaran anak. Penelitian ini berfokus pada perancangan buku ilustrasi interaktif sebagai media pengenalan tumbuhan endemik Indonesia, yaitu kantong semar (Nepenthes), bagi siswa kelas 5 Sekolah Dasar. Kantong semar dikenal sebagai tumbuhan karnivora yang unik, tetapi keberadaannya belum banyak dipahami secara mendalam oleh siswa sekolah dasar, baik dari segi morfologi, habitat, maupun perannya dalam ekosistem. Kurangnya media edukasi yang menarik dan sesuai dengan karakteristik anak menjadi salah satu penyebab rendahnya minat dan pemahaman terhadap tumbuhan tersebut. Oleh karena itu, perancangan buku ilustrasi interaktif dengan mekanisme lift the flap dipilih sebagai solusi untuk menyampaikan informasi secara edukatif sekaligus menyenangkan. Metode perancangan yang digunakan adalah design thinking yang meliputi tahap empati, perumusan masalah, pengembangan ide, pembuatan prototipe, dan pengujian. Data diperoleh melalui studi literatur, observasi lapangan, wawancara dengan ahli kantong semar, serta wawancara dan survei kepada target audiens. Hasil perancangan menunjukkan bahwa buku ilustrasi interaktif mampu meningkatkan ketertarikan, pemahaman, dan keterlibatan siswa dalam mempelajari tumbuhan kantong semar. Dengan penyajian visual yang menarik, bahasa yang sederhana, serta elemen interaktif, buku ini diharapkan dapat menjadi media pembelajaran pendukung yang efektif, sekaligus menumbuhkan kesadaran sejak dini terhadap pentingnya pelestarian tumbuhan endemik Indonesia.

2026
👤 Penulis: Lintang Shafa Kirana
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

MENDEFINISIKAN PENDAPATAN HIDUP LAYAK BAGI PETANI KAKAO DALAM KORELASINYA DENGAN KONTINUITAS PRODUKSI KAKAO DI INDONESIA

Industri kakao menghadapi ketidakstabilan rantai pasok karena petani kesulitan untuk mendapatkan penghidupan yang layak. Studi kualitatif ini meneliti tolak ukur pendapatan hidup layak di Indonesia dengan mengidentifikasi harga minimum yang dapat diterima dan harga ideal bagi petani. Dengan menggunakan metode studi kasus ganda Robert Yin dan Kerangka Penghidupan Berkelanjutan, kami mengamati realitas ekonomi rumah tangga petani di sentra produksi Lampung dan Sulawesi Barat. Analisis lintas kasus menunjukkan bahwa ketika harga kakao turun di bawah ambang batas, petani terpaksa berada dalam mode bertahan hidup. Selanjutnya, tesis ini mengevaluasi melalui lensa bisnis strategis, dengan melihat kesulitan ekonomi petani sebagai kerentanan kritis yang secara langsung berdampak pada stabilitas rantai pasok industri kakao saat ini dan jangka panjang. Model bisnis yang diusulkan memposisikan industri kakao sebagai mentor ekosistem yang menerapkan keahlian agronomi teknis dan peningkatan kapasitas pasca panen secara langsung kepada koperasi lokal dan kelompok tani untuk menstandarisasi kualitas biji kakao. Dengan mengubah koperasi lokal menjadi pusat kualitas yang terpusat dan bernilai tambah, petani dapat secara mandiri memperoleh harga pasar yang lebih tinggi berdasarkan peningkatan kualitas biji kakao. Pendekatan praktis yang didorong oleh tim ahli ini memberikan jalur realistis untuk memenuhi persyaratan kebutuhan hidup layak, meniadakan siklus menunda perawatan kebun, dan mengamankan ketahanan pasokan jangka panjang untuk industri kakao nasional. Studi ini mengidentifikasi bahwa menurut petani kakao Indonesia, Rp 70.000 – 75.000/ Kg biji kakao kering merupakan harga ideal, sedangkan Rp 25.000 - 30.000/ Kg biji kering kakao merupakan harga minimum yang masih diterima untuk mempertahankan produksi. Data dianalisis menggunakan kerangka kerja pencocokan pola dan lingkaran kausal, dengan ambang batas harga yang diperoleh dari median untuk menetralkan outlier ekstrem dan mencerminkan realitas yang sebenarnya.

2026
👤 Penulis: Maria Benedikta Prematirosari
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

PENGEMBANGAN DAN EVALUASI SISTEM PENGUKURAN TRANSEPITHELIAL ELECTRICAL RESISTANCE SEDERHANA BERBASIS ARDUINO UNTUK KARAKTERISASI INTEGRITAS BARIER SEL IN VITRO

Integritas barier sel epitel merupakan parameter fisiologis penting dalam berbagai studi in vitro, termasuk penelitian farmakologi, toksikologi, dan pemodelan jaringan. Pengukuran Transepithelial Electrical Resistance (TEER) merupakan metode non-destruktif yang banyak digunakan untuk mengevaluasi fungsi barier sel, karena mencerminkan hambatan listrik yang dihasilkan oleh tight junction pada monolayer sel. Meskipun instrumen TEER komersial tersedia, harganya yang tinggi menjadi hambatan bagi banyak laboratorium dengan sumber daya terbatas. Penelitian ini bertujuan membuktikan konsep (proof of concept) bahwa karakterisasi integritas barier sel in vitro dapat dilakukan menggunakan perangkat pengukuran sederhana berbasis mikrokontroler Arduino. Sistem yang dikembangkan menggunakan prinsip pembagi tegangan dengan eksitasi bipolar terpulsa berfrekuensi rendah, dua elektroda platina (Pt) pada sistem dua kompartemen berbasis insert Transwell, dan antarmuka berbasis web untuk akuisisi serta pemrosesan data. Penekanan diletakkan pada kemampuan sistem mendeteksi perubahan relatif kondisi barier dan pada kesesuaian pembacaan terhadap instrumen TEER komersial yang tersedia. Validasi sistem dilakukan melalui dua pendekatan. Pertama, kalibrasi terhadap beban resistif standar untuk memverifikasi linearitas respons sistem pada rentang resistansi yang relevan secara biologis. Kedua, pengujian pada kultur sel Caco-2 dengan membandingkan nilai TEER yang diperoleh terhadap instrumen komersial Millicell sebagai cross-check kualitatif untuk menilai konsistensi pembacaan sistem.

2026
👤 Penulis: Prajnagastya Adhyatmika
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

ENSEMBLE STACKING BERBASIS NEURO-FUZZY UNTUK PREDIKSI GAS KUMULATIF PADA RESERVOIR DELTAIK: STUDI KASUS DI CEKUNGAN NATUNA

Reservoir characterization is essential in field development planning, particularly in heterogeneous formations where accurate interpretation of well log data strongly influences production decisions. Conventional interpretation methods are often subjective and inconsistent due to reliance on expert judgment. To overcome these limitations, this study proposes a data-driven workflow that integrates unsupervised clustering for reservoir zonation based on similar petrophysical characteristics, which is subsequently used to support supervised modeling. A supervised machine learning framework is developed for cumulative gas prediction using conventional well log data, including gamma ray, resistivity, bulk density, and neutron porosity. Data preprocessing is conducted through normalization to ensure feature scale consistency. Multiple base learners are trained to capture nonlinear relationships between log responses and cumulative gas, and their outputs are integrated using a stacking ensemble with a metalearner to improve predictive robustness. To enhance interpretability, an Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System (ANFIS) is incorporated into bridge data-driven learning with rule-based geological reasoning. In addition, Sobol normalized sensitivity analysis is applied to quantify feature contributions and assess model reliability in a consistent interpretability framework. A case study from Field X, Natuna Basin, Indonesia, is used to validate the proposed approach using labeled production and well log data. The results demonstrate that the proposed framework improves cumulative gas prediction while maintaining interpretability and provides a robust data-driven basis for identifying prospective perforation intervals in field development planning.

2026
👤 Penulis: Nasywa Dwiammara
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Log Penggali 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Minyak Dan Gas

PENGEMBANGAN STANDAR UKURAN BLUS WANITA DEWASA MELALUI PENDEKATAN ANTROPOMETRI DENGAN PERTIMBANGAN BENTUK TUBUH

Pertumbuhan industri pakaian jadi di Indonesia dihadapkan pada tingginya frekuensi keluhan konsumen terkait ketidaksesuaian ukuran pakaian. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa standar ukuran pakaian yang tersedia, termasuk Standar Nasional Indonesia (SNI), belum sepenuhnya merepresentasikan keberagaman karakteristik antropometri maupun mempertimbangkan variasi bentuk tubuh wanita dewasa di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengembangkan standar ukuran blus wanita dewasa berdasarkan karakteristik antropometri dengan pertimbangan bentuk tubuh. Penelitian ini menggunakan 1.740 data antropometri wanita dewasa yang diperoleh dari arsip pengukuran pelanggan sebuah studio jahit pakaian wanita. Data terdiri atas sembilan dimensi antropometri, yaitu panjang punggung, lebar punggung, lingkar dada, lebar dada, bahu, lingkar lengan atas, lingkar pinggang, lingkar pinggul atas, dan lingkar pinggul. Bentuk tubuh diidentifikasi menggunakan metode Female Figure Identification Technique (FFIT), kemudian dipilih tiga bentuk tubuh dominan, yaitu rectangle, bottom hourglass, dan triangle, untuk dikembangkan menjadi standar ukuran awal menggunakan algoritma K-Means Clustering. Selanjutnya dilakukan uji Kruskal-Wallis dan uji lanjut Dunn untuk mengevaluasi perbedaan dimensi antropometri antar bentuk tubuh dominan. Hasil pengujian statistik tersebut kemudian digunakan bersama distribusi bentuk tubuh sebagai dasar penyusunan satu standar ukuran akhir. Hasil penelitian menghasilkan standar ukuran blus wanita dewasa yang terdiri atas tiga ukuran, yaitu S, M, dan L, dengan lingkar dada sebagai dimensi utama. Standar ukuran yang dihasilkan mempertimbangkan distribusi bentuk tubuh pada sampel, dengan sebagian besar dimensi mengacu pada karakteristik bentuk tubuh rectangle (46% sampel penelitian), sedangkan dimensi lingkar pinggul mengacu pada karakteristik bentuk tubuh bottom hourglass (32% sampel penelitian) untuk mengakomodasi variasi proporsi pinggul. Dengan demikian, standar ukuran yang dihasilkan tidak hanya mempertimbangkan karakteristik antropometri, tetapi juga variasi bentuk tubuh wanita dewasa sehingga diharapkan mampu meningkatkan kesesuaian ukuran blus.

2026
👤 Penulis: Najla Salma Raihanie
🏷️ Antropometri 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PEMETAAN PROFIL DEMOGRAFI PENDERITA TUBERKULOSIS DI INDONESIA TAHUN 2021-2024 DENGAN ANALISIS KORESPONDENSI DAN MODEL SEIR

Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia dengan distribusi kasus yang berbeda antarprovinsi, kelompok umur, dan jenis kelamin. Perbedaan karakteristik demografis tersebut perlu dianalisis secara tahunan agar pola profil penderita TB dan dinamika paparannya dapat dipahami secara lebih terstruktur. Tugas akhir ini bertujuan untuk mendeskripsikan distribusi kasus TB di Indonesia selama periode 2021– 2024, mengidentifikasi pola asosiasi antara provinsi dengan kelompok umur serta provinsi dengan jenis kelamin menggunakan Analisis Korespondensi Sederhana (AK), dan menganalisis dinamika paparan TB berdasarkan kelompok umur menggunakan model SEIR age-structured. Data yang digunakan merupakan data kasus TB berdasarkan provinsi, kelompok umur, dan jenis kelamin, dengan data tahun 2020 digunakan sebagai kondisi awal pemodelan SEIR. Hasil deskriptif menunjukkan bahwa total kasus TB meningkat dari 397.377 kasus pada tahun 2021 menjadi 842.383 kasus pada tahun 2024. Jawa Barat konsisten menjadi provinsi dengan jumlah kasus tertinggi, sedangkan kasus TB pada laki-laki lebih tinggi dibandingkan perempuan sepanjang periode pengamatan. Berdasarkan kelompok umur, kelompok 0–14 tahun menjadi kelompok dengan jumlah kasus tertinggi pada tahun 2023 dan 2024. Hasil AK menunjukkan adanya asosiasi antara provinsi dengan kelompok umur serta provinsi dengan jenis kelamin pada setiap tahun, dengan dua dimensi pertama peta korespondensi provinsi-kelompok umur menjelaskan lebih dari 90% total inersia. Sebagian besar provinsi berasosiasi dengan kelompok umur produktif dan dewasa akhir, sedangkan asosiasi dengan perempuan muncul secara konsisten pada DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua Barat, dan Papua. Hasil model SEIR age-structured menunjukkan variasi laju paparan antar kelompok umur dan antarprovinsi. Sebanyak 32 dari 34 provinsi memiliki MAPE di bawah 10%, sedangkan Papua Barat dan Papua memiliki galat yang lebih besar karena pola data yang lebih fluktuatif. Keterkaitan hasil AK dan model SEIR menunjukkan bahwa terdapat beberapa provinsi dengan kesesuaian penuh maupun sebagian antara kelompok umur dominan hasil AK dan kelompok umur dengan ????! tertinggi. Kesesuaian tersebut menunjukkan bahwa kedua pendekatan dapat saling memperkuat interpretasi, sedangkan perbedaan hasil menunjukkan bahwa AK dan SEIR membaca aspek yang berbeda dari data. Secara umum, AK memberikan gambaran profil relatif kasus TB, sedangkan model SEIR age-structured melengkapi analisis melalui dinamika paparan berdasarkan hasil kalibrasi model.

2026
👤 Penulis: Arsyenala Mutiara Nadin Wowor
🏷️ Analisis Korespondensi 🏷️ Model Seir Age-Structured 🏷️ Kecerdasan Buatan

OPTIMASI PRODUKSI ASAM LAKTAT OLEH LACTOBACILLUS ACIDOPHILUS DENGAN VARIASI KONSENTRASI GLUKOSA DALAM MEDIUM M9 MODIFIKASI

Asam laktat merupakan asam organik yang banyak dimanfaatkan dalam industri pangan, farmasi, dan kosmetik, dengan permintaan global yang terus meningkat. Produksi asam laktat secara komersial umumnya dilakukan melalui fermentasi menggunakan bakteri asam laktat, seperti Lactobacillus acidophilus, karena mampu menghasilkan produk dengan kemurnian tinggi. Namun, penggunaan medium komersial seperti MRS masih menjadi kendala akibat biaya yang relatif tinggi, sehingga diperlukan alternatif medium yang lebih ekonomis, seperti medium M9 termodifikasi.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh variasi konsentrasi glukosa dalam medium M9 termodifikasi terhadap produksi asam laktat oleh Lactobacillus acidophilus, mengidentifikasi kondisi optimum fermentasi, serta menentukan parameter kinetika pertumbuhan dan perolehan produk. Fermentasi dilakukan selama 48 jam pada suhu 37°C tanpa agitasi, dengan konsentrasi inokulum awal 2% (v/v) (105 CFU/mL), pH awal 6,2, serta sumber nitrogen berupa yeast extract sebesar 1,394 g/L. Variasi konsentrasi glukosa yang digunakan adalah 5, 10, 20, dan 40 g/L dengan metode One Variable at a Time (OVAT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi glukosa cenderung menurunkan kinerja fermentasi. Kondisi optimum diperoleh pada konsentrasi glukosa 5 g/L dengan biomassa maksimum sebesar 1,48 g/L dan yield produk terhadap substrat (Yp/s) sebesar 0,993. Parameter kinetika pada kondisi optimum menunjukkan laju pertumbuhan biomassa sebesar 0,031 g/L·jam dan laju konsumsi substrat sebesar 0,067 g/L·jam. Selain itu, diperoleh total asam sebesar 0,116 M dan konsentrasi asam laktat sebesar 0,097 M, dengan yield biomassa terhadap substrat (Yx/s) sebesar 0,1686 serta yield produk terhadap biomassa (Yp/x) sebesar 5,892.Secara keseluruhan, variasi konsentrasi glukosa berpengaruh terhadap produksi asam laktat, di mana konsentrasi rendah memberikan kinerja fermentasi yang lebih optimal, menunjukkan tidak terjadinya inhibisi substrat dan tercapainya keseimbangan antara pertumbuhan sel dan pembentukan produk.

2026
👤 Penulis: Nabila Nisrina
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PERBANDINGAN KINERJA DAN OPTIMASI DESAIN INJEKSI POLIMER SALINITAS RENDAH MENGGUNAKAN PEMODELAN RESERVOIR NUMERIK

Waterflooding in mature reservoirs is usually limited by unfavorable mobility ratios, early water breakthroughs, and bypassed oil, leaving much of the oil in place. Low Salinity Polymer Flooding (LSPF) is a hybrid enhanced oil recovery method that combines microscopic displacement improvement from low salinity with macroscopic sweep improvement from polymer mobility control. However, systematic guidance on the optimal combination of injection water salinity, polymer concentration, and injection rate at the field model scale is still lacking. So, this study compares four injection scenarios and determines the best LSPF design. Numerical simulation was conducted in tNavigator, representing the low salinity effect through salinity dependent relative permeability shifting and the polymer effect through viscosity and mobility control functions. Waterflooding, low salinity water injection (LSWI), polymer flooding, and LSPF were simulated on the same line drive model, with sensitivities on salinity (35,000, 5,000, 120 ppm), polymer concentration at 5.75 cP (2,000, 1,250, 450 ppm), and injection rate (200 to 500 STBD). LSPF yielded the highest recovery factor of 29.68% to 51.11% with cumulative production of 4.89 to 8.42 MMSTB, exceeding waterflooding (25.31% to 34.66%), LSWI (29.01% to 49.17%), and polymer flooding (27.44% to 40.79%). An injection rate of 300 STBD was selected because the 400 and 500 STBD cases at 120 ppm showed injection rate decline and plugging signs from adsorbed polymer accumulation. At this rate, the 120 ppm case with 450 ppm polymer achieved a 38.97% recovery factor, 6.42 MMSTB cumulative production, and delayed water breakthrough relative to waterflooding, and was therefore determined as the best LSPF design

2026
👤 Penulis: Muhammad Vianda Pratama
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

SIMULASI PERMAINAN POKéMON VGC REGULATION SET I DENGAN PENDEKATAN TEORI PERMAINAN

Dengan kondisi Electronic Sports (disingkat E-sports) yang terus berkembang tiap tahunnya, diperlukan cara yang lebih efisien untuk membangun tim kompetitif. Perancangan simulasi permainan turnamen Pokémon VGC dapat memudahkan pengembang game untuk mengembangkan game dan memudahkan pemain profesional dalam membangun tim untuk turnamen. Mempertimbangkan semua faktor pada permainan seperti tipe, kegunaan, kemampuan, jenis serangan, kondisi umum, dan cara penggunaan Pokémon, dikelompokkan tiga dataset yang diperlukan untuk menjalankan simulasi. Simulasi dilakukan dengan mengolah tiga dataset dan memetakan aksi yang paling menguntungkan untuk setiap Pokémon pada setiap giliran. Pada setiap giliran dievaluasi HP setiap Pokémon dan setiap gerakan yang dilakukan, proses ini dilakukan sampai permainan selesai. Pada akhir simulasi, hasil HP historis akan dirangkum dalam bentuk diagram garis, yang dapat memudahkan pembaca dalam menarik kesimpulan mengenai fungsi dan keunggulan dari setiap Pokémon. Simulasi yang dihasilkan dapat menggambarkan permainan VGC secara umum, dengan kekurangan beberapa faktor seperti EV, IV, dan Tera Type.

2026
👤 Penulis: Alycia Rebecca Elisabeth
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Simulasi Permainan

REKONSTRUKSI SINYAL FID BERBASIS PHYSICS INFORMED MACHINE LEARNING UNTUK ESTIMASI PARAMETER PADA SISTEM LOW-FIELD NMR SUHU RUANG

Teknologi penginderaan kuantum dan Low-Field NMR berpotensi revolusioner bagi diagnostik portabel, namun terhambat dekoherensi termal suhu ruang yang mereduksi rasio sinyal-terhadap-derau secara ekstrem. Penelitian ini mengatasi batasan tersebut dengan mengembangkan Quantum Decoherence Mitigator (QDM), sebuah arsitektur Hardware-in-the-Loop (HIL) berpendekatan digital-twin. Menggantikan penyaringan konvensional, QDM mengintegrasikan Edge AI berbasis fisika melalui algoritma SINDy [6] pada mikrokontroler STM32 [37]. Sistem beroperasi closed-loop untuk mengestimasi keadaan kuantum sub-termal dan melakukan sintesis fisik deterministik secara real-time. Pengujian empiris membuktikan terjadinya dekopling stokastik-deterministik, di mana sistem menekan indeks rentangan termal ke ekuilibrium absolut 1.0. Ekstraksi ini meningkatkan resolusi spektroskopi secara masif dari 181,53 Hz menjadi 0,10 Hz (peningkatan fidelitas >1700 kali lipat), dengan phase jitter 0,0002 rad, melampaui kinerja arsitektur trigger konvensional [8]. Hasil ini mengonfirmasi bahwa Edge AI sadar-fisika mampu memulihkan koherensi kuantum di bawah derau dasar, membuka transisi dari simulasi perangkat lunak menuju instrumen sintesis keadaan kuantum otonom untuk aplikasi analitik lanjutan.

2026
👤 Penulis: Swivano Agmal
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Sistem Nmr Low-Field 🏷️ Analisis Sinyal Fid

PERANCANGAN INSTALASI PROJECTION MAPPING INTERAKTIF BERBASIS ANIMASI UNTUK MEMBANGUN KESADARAN MASYARAKAT UMUR 25 - 30 TAHUN TERHADAP HILANGNYA SERANGGA BIOINDIKATOR DI KAWASAN URBAN

Hilangnya serangga bioindikator di kawasan urban merupakan fenomena lingkungan yang terjadi secara perlahan dan sering kali tidak disadari oleh masyarakat perkotaan. Serangga seperti kunang-kunang, capung, dan kupu-kupu memiliki peran penting sebagai indikator kualitas lingkungan hidup serta dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Tugas Akhir ini bertujuan merancang konten ruang imersif berbasis projection mapping untuk membangun kesadaran masyarakat usia 25–30 tahun terhadap isu hilangnya serangga bioindikator di kawasan urban. Perancangan dilakukan menggunakan metode Design Thinking dengan pengumpulan data melalui studi literatur, observasi lapangan, studi banding media, serta wawancara dengan ahli dan khalayak sasaran. Pendekatan perancangan didasarkan pada teori imersivitas, yang memaknai pengalaman imersif sebagai kondisi ketika individu “tenggelam” dalam suatu realitas, di mana audiens dikelilingi oleh lingkungan yang berbeda secara sensorik dan emosional. Melalui projection mapping, dunia virtual dan dunia nyata dilebur secara langsung pada permukaan fisik, sehingga menciptakan ilusi ruang yang kuat dan pengalaman yang imersif tanpa memerlukan perangkat tambahan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelompok usia 25–30 tahun memiliki kecenderungan eco-anxiety yang bersifat adaptif, sehingga memerlukan media yang mampu menyampaikan isu lingkungan secara emosional namun tetap seimbang. Tujuan dari perancangan ini adalah menghasilkan ruang imersif yang mampu membangun empati dan mendorong kesadaran serta aksi kecil yang relevan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat urban.

2026
👤 Penulis: Alyssa Putri Azzahra Prayogo
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Imersivitas 🏷️ Manajemen Lingkungan

PENGEMBANGAN ALAT BANTU MOBILITAS BAGI LANSIA PENDERITA ANTALGIC GAIT DISORDER UNTUK MENDUKUNG AKTIVITAS SIT TO STAND

Data Riskedas tahun 2018 menunjukkan bahwa angka prevalensi penyakit sendi di Indonesia telah mencapai angka 7,3%. Implikasi penyakit osteoarthritis (OA) pada lansia yang paling umum terjadi adalah timbulnya antalgic gait disorder, yaitu gangguan pola berjalan akibat menahan nyeri. Kondisi ini secara signifikan menghambat aktivitas dasar mobilitas lansia, khususnya pada aktivitas sit-to-stand (STS) fase II (transfer momentum), yang berdampak pada penurunan tingkat kemandirian mereka. Di sisi lain, alat bantu mobilitas eksisting yang ada di pasar belum mampu mengakomodasi kebutuhan transisi pada kondisi spesifik tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain alat bantu mobilitas adaptif yang dapat mendukung kemudahan, stabilitas, dan keamanan aktivitas STS bagi lansia penderita antalgic gait disorder. Metode perancangan yang digunakan berbasis User Centered Design (UCD) dengan menerapkan metode pengukuran Visual Analogue Scale (VAS), analisis proses transisi STS, serta pengujian antropometri lansia. Penelitian ini menghasilkan sebuah rancangan alat bantu mobilitas inovatif yang dilengkapi dengan mekanisme pegas dari helical compression spring untuk mengurangi beban lutut pada saat fase II STS. Melalui pengembangan desain ini, diharapkan kemandirian mobilitas dan kualitas hidup lansia dapat meningkat serta meminimalkan risiko cedera pada saat beraktivitas.

2026
👤 Penulis: Hasna Shafry Lathifah
🏷️ Antalgic Gait Disorder 🏷️ Desain Alat Bantu Mobilitas 🏷️ Kecerdasan Buatan

PERANCANGAN ORGANISASI PT RAVELWARE TECHNOLOGY INDONESIA DALAM MENDUKUNG STRATEGI PERUSAHAAN MENJADI PRODUSEN GRAPHENE

PT Ravelware Technology Indonesia merupakan perusahaan start-up yang bergerak di bidang solusi Internet of Things (IoT) dan rekayasa nanomaterial, tetapi perusahaan melihat adanya peluang pasar terkait dengan material graphene. Oleh karena itu, perusahaan melakukan riset untuk menghasilkan metode dan mesin pengolahan limbah plastik dan FABA (fly ash and bottom ash) menjadi material green graphene. Riset yang dilakukan PT Ravelware Technology Indonesia menjadikan perusahaan sebagai produsen green graphene pertama di Indonesia dengan harga pokok penjualan terendah secara global. Perubahan model bisnis ini menuntut adanya peningkatan kapabilitas organisasi serta penyesuaian struktur, sistem, sumber daya manusia, dan budaya kerja agar perusahaan mampu beroperasi secara efektif sebagai perusahaan yang menjalankan lini manufaktur. Oleh karena itu, diperlukan suatu perancangan organisasi sehingga struktur yang dimiliki oleh perusahaan dapat selaras dengan strategi yang menjadi arah pengembangan perusahaan. Metodologi penelitian mengacu pada Model STAR sebagai kerangka besar penelitian yang akan didetailkan lebih lanjut menjadi tahapan sistematis perancagan organisasi. Perancangan organisasi dimulai dengan menentukan tujuan organisasi yang lebih menekankan pada efektivitas dan efisiensi. Setelah itu, dilakukan identifikasi kondisi internal perusahaan dengan menggunakan analisis rantai nilai, serta identifikasi lingkungan eksternal dengan kerangka yang dikembangkan oleh Daft, menghasilkan 7 poin kelebihan, 5 poin kelemahan, 8 poin peluang, serta 6 poin ancaman. Berdasarkan kondisi internal dan eksternal perusahaan, dirumuskan strategi korporasi dan strategi bisnis prioritas PT Ravelware Technology Indonesia dengan menggunakan QSPM yang bobot setiap faktornya dihasilkan menggunakan AHP, menghasilkan strategi intensif sebagai strategi korporasi dan strategi bestvalue sebagai strategi bisnis perusahaan. Selanjutnya, dirumuskan strategi fungsional menggunakan matriks TOWS yang menghasilkan 19 alternatif strategi fungsional yang diagregasikan menjadi 6 strategi fungsional yang relevan dengan kebutuhan perusahaan terkait dengan pengembangan produk graphene. Strategi fungsional selanjutnya dipetakan menjadi kapabilitas organisasi yang dibutuhkan perusahaan atau kriteria desain organisasi, menghasilkan 5 departemen, dan 17 divisi dengan keterangan 6 divisi usulan baru dan 11 divisi aktual perusahaan. Selanjutnya, setiap divisi dipetakan proses bisnis yang relevan dengan kerangka Process Classification Framework cross-industry. Terakhir, ditentukan pihak penanggung jawab dari setiap aktivitas, serta key performance indicators untuk mengontrol setiap aktivitas dapat mendukung ketercapaian strategi perusahaan.

2026
👤 Penulis: Yosafat Yavier Moses Sirait
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi
Halaman 10 dari 418
💬