📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 6,268 dokumenPENGEMBANGAN BACKEND APLIKASI DAN MODUL PEMBELAJARAN STRUKTUR DATA STACK PADA BEBRAS QUEST UNTUK PEMBELAJARAN COMPUTATIONAL THINKING INTERAKTIF
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul yang memanfaatkan konsep struktur data stack untuk mengajarkan Computational Thinking (CT) melalui pendekatan yang lebih interaktif dan praktis. Modul ini menggunakan mekanisme stack yaitu LIFO (Last-In First-Out) untuk menyimulasikan skenario dinamis dalam permainan, di mana pemain mengatur urutan masuk dan keluar objek atau karakter permainan ke dalam lubang-lubang sebagai representasi konkret dari operasi push dan pop. Dengan pendekatan ini, pemain dapat memahami prinsip kerja stack serta teknik pemecahan masalah berbasis logika urutan dan kontrol alur. Sebagai bagian dari game edukatif, modul ini mengintegrasikan elemen-elemen gamifikasi seperti sistem poin, feedback visual, serta leaderboard yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa. Visualisasi stack dalam game ditampilkan secara jelas dan real-time, sehingga memungkinkan pemain melihat perubahan kondisi stack berdasarkan input mereka serta mengevaluasi hasilnya melalui umpan balik langsung. Dengan ini, siswa tidak hanya memahami prinsip struktur data stack, tetapi juga dilatih dalam proses dekomposisi, abstraksi, dan berpikir algoritmis dalam konteks penyelesaian masalah komputasional. Hasil pengujian modul melalui usability testing menggunakan metode System Usability Scale (SUS) menghasilkan skor rata-rata 69.0 yang termasuk dalam kategori cukup baik. Pengujian menunjukkan bahwa pengguna secara umum merasa modul mudah digunakan, meskipun masih ada catatan untuk perbaikan seperti kejelasan narasi, affordance UI, serta metafora elemen. Secara keseluruhan, modul memenuhi ukuran keberhasilan yang telah ditetapkan, yaitu keterpenuhan kebutuhan fungsional, visualisasi stack yang konkret, integrasi backend yang stabil, serta antarmuka yang interaktif.
PENDEKATAN RADIANCE CASCADES DALAM TEKNIK ILUMINASI GLOBAL
Iluminasi global adalah masalah besar yang tak kunjung selesai dalam dunia grafika komputer karena kebutuhan daya komputasinya yang cukup besar. Penelitian ini menyajikan implementasi dan analisis kinerja radiance cascades, salah satu teknik pendekatan iluminasi global yang dikembangkan oleh Alexander Sannikov, seorang senior game developer pada game studio Grinding Gear Games. Salah satu varian teknik ini, bernama Screen-space Probes with World-space Intervals (RC- SPWI), diimplementasikan dalam sebuah renderer menggunakan Vulkan. Hasil analisis menunjukkan bahwa radiance cascades dapat diimplementasikan menggunakan Vulkan, dengan performa 22% lebih lambat dibandingkan referensi, yaitu renderer yang sama namun menggunakan ray-tracing, namun tidak memerlukan input geometri dan sumber cahaya. Analisis bottleneck pada GPU mengidentifikasi bahwa proses cascade merging yang intensif pada texture sampling menjadi kendala utama. Meskipun berhasil membuktikan prinsip teoritisnya, yaitu jejak memori yang konstan dan independensi dari kompleksitas scene, implementasi ini menghadapi tantangan signifikan dalam mencapai kualitas visual yang akurat seperti referensi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa radiance cascades memiliki potensi yang kuat, namun penerapannya memerlukan penelitian lebih lanjut dan optimasi desain dan arsitektur lebih lanjut.
PEMODELAN STABILITAS LERENG DENGAN TENSION CRACK BERDASARKAN INTERPRETASI MODIFIED SELF-POTENSIAL DAN UJI GEOTKNIK DI SEKITAR JEMBATAN CIPADA
Jembatan Cipada di Kabupaten Bandung Barat, Padalarang berada pada kawasan perbukitan dengan risiko longsor tinggi akibat kondisi geologi, topografi, dan curah hujan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kestabilan lereng dengan memperhatikan pengaruh tension crack melalui interpretasi Modified Self-Potential dan data uji geoteknik yang kemudian dimodelkan menggunakan perangkat lunak Rocscience Slide 2.0 dengan metode Spencer. Analisis dilakukan pada kondisi tension crack kering, terisi air 50%, dan penuh, baik statis maupun dinamis dengan beban seismik sebesar 0,073 g. Hasil menunjukkan bahwa tipe longsor dominan adalah translasi non-circular pada kontak tanah lempung dan pasir tufaan, dengan penurunan faktor keamanan paling signifikan terjadi pada tension crack terisi air, terutama di dekat crest, serta semakin kritis saat dipengaruhi beban dinamis. Secara umum, lereng baru memenuhi standar kestabilan secara keseluruhan menurut SNI 8460:2017 dan KEPMEN ESDM No. 1827 pada jarak ?17,5 meter dari crest. Berdasarkan hasil tersebut, upaya mitigasi yang direkomendasikan meliputi pemantauan deformasi lereng, pembangunan sistem drainase, pembuatan dinding penahan, serta penanaman vegetasi berakar kuat, dengan kesimpulan bahwa keberadaan tension crack berisi air merupakan faktor paling berpengaruh terhadap kestabilan lereng di sekitar Jembatan Cipada.
PERANCANGAN BERBASIS MDA DAN PENGEMBANGAN MODUL FILTERING DATA BERDASARKAN ATRIBUT PADA BEBRAS QUEST UNTUK PEMBELAJARAN COMPUTATIONAL THINKING INTERAKTIF
Penyaringan data berdasarkan atribut merupakan salah satu konsep fundamental dalam basis data relasional dan menjadi bagian penting dalam pengembangan keterampilan Computational Thinking (CT). Namun, konsep ini seringkali dianggap abstrak dan membingungkan oleh siswa, terutama karena penyajiannya yang dominan bersifat tekstual dan teoritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah modul pembelajaran berbasis web yang mengintegrasikan proses filtering data berdasarkan atribut dengan menggunakan logical operator AND melalui pendekatan gamifikasi dengan kerangka Mechanics, Dynamics, and Aesthetics (MDA). Modul ini diimplementasikan dalam bentuk permainan The Mimic dan dievaluasi melalui pengujian fungsionalitas serta usability dengan lima responden. Hasil System Usability Scale (SUS) menunjukkan skor rata-rata sebesar 69,5, yang termasuk dalam kategori marginally acceptable, menandakan bahwa modul cukup mudah digunakan namun masih memiliki ruang untuk penyempurnaan. Selain itu, evaluasi menggunakan Game Experience Questionnaire (GEQ) menunjukkan respons positif dari pengguna, terutama pada aspek challenge, discovery, dan narrative, yang menandakan bahwa permainan ini mampu menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna. Modul ini diharapkan dapat menjadi alternatif soal latihan computational thinking berbasis logika yang lebih aplikatif dan adaptif terhadap kebutuhan siswa di era digital.
PENGEMBANGAN FRONTEND APLIKASI DAN MODUL PEMODELAN DATA GRAF BERARAH PADA BEBRAS QUEST UNTUK PEMBELAJARAN COMPUTATIONAL THINKING INTERAKTIF
Pembelajaran Berpikir Komputasional (Computational Thinking/CT) seringkali menyajikan soal dalam format statis dan non-interaktif, seperti pada platform Bebras Challenge konvensional, yang belum optimal dalam membangun pemahaman siswa terhadap konsep abstrak seperti pemodelan data graf berarah. Tugas Akhir ini merancang dan membangun modul soal interaktif berbasis Bebras Challenge dengan elemen gamifikasi sebagai bagian dari Bebras Quest, mengadaptasi metodologi pengembangan incremental yang sistematis melalui tahapan analisis kebutuhan, desain sistem, implementasi modul interaktif, hingga pengujian fungsionalitas dan kegunaan. Metode teknis yang diterapkan berfokus pada transformasi konsep graf berarah menjadi modul interaktif kontekstual dan visual menggunakan elemen-elemen gamifikasi seperti poin, level, dan tantangan, serta implementasi sistem yang memungkinkan visualisasi hubungan antar simpul dan arah busur dalam bentuk tantangan edukatif interaktif. Hasil dari tugas akhir ini adalah sebuah aplikasi fungsional yang telah divalidasi; pengujian unit testing, integration testing, dan usability testing menghasilkan nilai rata-rata SUS sebesar 68,5 dalam kategori "Marginally Acceptable". Dapat disimpulkan bahwa penelitian ini berhasil menciptakan modul pembelajaran graf berarah yang interaktif untuk mendukung kemampuan berpikir komputasional siswa, sekaligus membuktikan bahwa implementasi elemen gamifikasi perlu didukung dengan antarmuka pengguna yang mudah dipahami guna mencapai efektivitas pembelajaran yang optimal.
PERSONALISASI ALGORITMIK, BUKTI SOSIAL, DAN KEPERCAYAAN: MEMAHAMI PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP PERILAKU KONSUMEN DI INDONESIA
Di era digital, algoritma media sosial memainkan peran yang semakin dominan dalam membentuk perilaku pengambilan keputusan konsumen. Dengan konten yang dipersonalisasi, umpan yang didorong oleh algoritma, dan mekanisme validasi sosial, platform seperti Instagram dan TikTok secara signifikan mempengaruhi niat pembelian online pengguna. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana personalisasi, bukti sosial, dan kepercayaan mempengaruhi niat konsumen untuk membeli secara online, khususnya dalam konteks penggunaan media sosial. Pertanyaan penelitian utama adalah: Bagaimana personalisasi, bukti sosial, dan kepercayaan yang dimediasi oleh pengiriman konten algoritmik mempengaruhi niat pembelian online? Metode penelitian kuantitatif digunakan, dengan survei yang didistribusikan kepada 38 konsumen online aktif yang sering berinteraksi dengan iklan media sosial. Data dianalisis menggunakan uji validitas dan reliabilitas untuk menguji model yang diusulkan. Berdasarkan hasil deskriptif, tampaknya personalisasi dan kepercayaan mungkin terkait dengan niat pembelian online, sementara bukti sosial memiliki hubungan positif, tetapi hubungan yang kurang menonjol. Secara spesifik, uji inferensial diperlukan untuk memverifikasi hubungan-hubungan ini. Temuan ini menyoroti mekanisme psikologis dan perilaku yang mendasari cara paparan algoritmik membentuk sikap dan keputusan konsumen. Studi ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam tentang efektivitas pemasaran digital dan memberikan implikasi praktis bagi merek yang memanfaatkan iklan algoritmik. Penelitian lebih lanjut dianjurkan untuk mengeksplorasi variabel tambahan seperti dinamika spesifik platform atau peran skeptisisme konsumen dalam lingkungan iklan digital.
PENGOLAHAN AMPAS NIRA SAWIT UNTUK MEDIA PEMBIAKAN BSF
Indonesia adalah negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia. Dengan tujuan meningkatkan produktivitas, pemerintah melakukan program replanting yang berakibat kepada peningkatan limbah kelapa sawit. Penelitian ini ditujukan untuk mengatasi masalah tersebut dengan mengolah kembali limbah kelapa sawit. Batang sawit tanpa nira atau ampas nira sawit dapat difermentasikan untuk dijadikan sebagai media pembiakan larva Black Soldier Fly (BSF). Larva BSF dapat dijual sebagai pakan untuk hewan yang menguntungkan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan variasi proses hidrolisis ampas nira sawit terbaik dari seluruh variasi yang diteliti, berdasarkan parameter-parameter yang telah ditetapkan. Tahap Penelitian dimulai dengan persiapan alat dan bahan baku. Selanjutnya, media maggot dibuat dan dihidrolisis menggunakan salah satu larutan. Tahap terakhir, Maggot dibesarkan di media. . Pada penelitian ini, Media terbaik dihasil dari ampas nira sawit yang dihidrolisis selama 4 hari dengan enzim selulase 1% + urea 1% dengan ukuran 20 Mesh dengan pertambahan berat maggot tertinggi sebesar 0,638 gram, survival rate tertinggi sebesar 100%, FCR terendah yaitu 1,017, dan persentase media terkonsumsi yang tertinggi yaitu 91,20%.
STABILITY AND GLOBAL MOTION ANALYSIS FOR MCT OFFSHORE WIND TURBINE WITH ADJUSTABLE CLUMP WEIGHT DURING INSTALLATION
Dengan kapasitas global tenaga angin lepas pantai yang diproyeksikan meningkat hingga hampir 500 GW pada tahun 2030, salah satu kendala utama yang masih dihadapi adalah tingginya biaya serta kompleksitas dalam pemasangan turbin di lokasi perairan dalam. Tension Leg Platform (TLP), khususnya varian Multi-Column Tension Leg Platform (MCT), merupakan solusi yang menjanjikan karena jejak fondasi pada dasar laut yang lebih kecil serta proses instalasi yang lebih efisien. Namun demikian, platform ini, seperti halnya seluruh struktur tenaga angin terapung, memiliki permasalahan mendasar terkait stabilitas. Tingginya titik pusat gravitasi (KG) dari turbin dan rotor secara signifikan mengurangi momen penegak sistem, sehingga membuatnya rentan terhadap risiko terbalik akibat gaya lingkungan yang dinamis. Kerentanan ini semakin nyata pada fase pra-pengencangan (pre-tensioning installation), ketika platform belum sepenuhnya terpasang dengan aman. Untuk mengatasi keterbatasan mendasar tersebut, proyek ini mengusulkan perancangan dan penerapan sistem beban pemberat yang dapat disesuaikan (adjustable clump weight system) guna menurunkan KG platform secara aktif. Analisis instalasi akan dilakukan menggunakan simulasi domain waktu (time domain simulation). Metode ini sangat penting karena mampu menangkap secara akurat gerakan global platform serta interaksi kompleks dan non-linier antara turbin, sub-struktur, dan lingkungan. Dengan memodelkan perilaku dinamis tersebut di bawah kondisi cuaca terbatas, studi ini akan menunjukkan secara kuantitatif bagaimana beban pemberat yang dapat disesuaikan meningkatkan stabilitas dan keselamatan selama fase kritis ini. Selain itu, proyek ini juga akan merancang konfigurasi instalasi yang spesifik, termasuk desain dan penempatan tali tugboat (towline) serta penentuan kapasitas daya tarik tugboat (bollard pull) yang diperlukan. Temuan ini akan memberikan solusi berbasis data yang kuat untuk memastikan keberhasilan dan keandalan dalam proses pemasangan MCT.
STUDI KONSEP STRUKTUR URBAN AIR MOBILITY JOBY S4
Urban Air Mobility (UAM) merupakan konsep transportasi udara berbasis electric Vertical Take-Off and Landing (eVTOL) yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan mobilitas perkotaan yang efisien dan berkelanjutan dengan emisi rendah. Tantangan utama dalam pengembangan UAM adalah merancang struktur yang ringan namun kuat, mampu mengintegrasikan sistem propulsi listrik, serta tetap menjamin keselamatan operasional. Joby S4, sebagai salah satu prototipe eVTOL berkonfigurasi tiltrotor, dipilih sebagai studi kasus karena menampilkan kompleksitas desain yang relevan dengan tuntutan tersebut. Penelitian ini merekonstruksi struktur Joby S4 secara bertahap dengan tujuan analisis. Tahap awal mencakup pemetaan struktur makro pesawat—fuselage, wing, empennage, sistem propulsi, landing gear, dan baterai—untuk memahami konfigurasi umum. Selanjutnya, fokus diarahkan pada rekonstruksi internal wing sebagai pusat distribusi gaya angkat dan integrasi sistem propulsi. Proses dilakukan melalui kajian literatur teknik serta interpretasi data visual terbuka (gambar teknis, paten, dan publikasi industri), sehingga diperoleh pemetaan komponen utama wing—spar, rib, flapperon, baterai, dan nacelle—beserta fungsi struktural dan load path yang ditransfernya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur wing Joby S4 terdiri dari dua spar utama (front spar dan rear spar) dengan konfigurasi C-beam composite, didukung oleh sebelas rib internal yang menjaga kontur aerodinamika sekaligus mendistribusikan beban lokal. Sambungan wing–fuselage direkonstruksi dengan konsep integral joint berbasis composite fitting untuk memastikan kontinuitas load path. Selain itu, rekonstruksi menunjukkan bahwa baterai ditempatkan dalam wing dan terintegrasi dengan nacelle, dengan struktur berperan sebagai penopang sekaligus pelindung untuk menahan beban lokal serta vibrasi dari sistem propulsi. Struktur utama direpresentasikan dengan carbon-fiber reinforced polymer (CFRP), sesuai praktik umum pada desain eVTOL modern, yang dirancang untuk menahan beban bending, shear, dan torsion. Temuan ini memberikan pemahaman teknis mengenai integrasi struktur makro Joby S4 dengan rancangan internal wing, serta kontribusi elemen struktural tersebut terhadap performa aerodinamika dan kekuatan pesawat. Selain itu, penelitian ini menegaskan bahwa konfigurasi dan pemilihan material Joby S4 mendukung rasional desain eVTOL berbasis green energy. Hasil studi diharapkan dapat menjadi referensi akademik dalam validasi desain eVTOL sekaligus mendukung pengembangan kajian UAM di Indonesia.
POTENSI BAKTERI GRAM POSITIF PENGHASIL BAKTERIOSIN YANG DIISOLASI DARI SAMPEL FEKAL BAYI STUNTING DAN NON-STUNTING UNTUK PENANGANAN STUNTING
Stunting masih menjadi salah satu masalah utama di Indonesia dengan nilai prevalensi nasional mencapai 19,8% pada tahun 2024. Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan jumlah bayi stunting tertinggi, yaitu sekitar 638.000 bayi. Stunting adalah kondisi terhambatnya tumbuh kembang anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi dan infeksi berulang selama 1000 hari pertama kelahiran sehingga menyebabkan ketidakseimbangan mikrobiota usus atau disbiosis. Senyawa antibiotik telah lama digunakan sebagai terapi pencegahan dan pengobatan infeksi bakteri, tetapi penggunaan berlebihan telah memicu resistensi, sehingga dieksplorasi senyawa alternatif lain dengan resiko toksisitas rendah, yaitu bakteriosin. Bakteriosin adalah senyawa antimikroba jenis peptida yang umumnya diproduksi oleh bakteri Gram-positif, terutama bakteri asam laktat, yang dapat berperan dalam menjaga keseimbangan mikrobiota usus. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah: (1) menentukan kelimpahan bakteri golongan asam laktat (BAL) dari sampel fekal bayi dengan prevalensi stunting dan bayi non-stunting (berusia kurang dari 12 bulan), (2) menentukan isolat bakteri Gram-positif yang berpotensi menghasilkan senyawa bakteriosin dari sampel fekal bayi, (3) menentukan profil pertumbuhan bakteri Gram-positif penghasil senyawa bakteriosin dan profil produksi bakteriosin yang dihasilkan. Sampel diambil dari fekal bayi berusia kurang dari 12 bulan, baik yang mengalami stunting maupun non-stunting, di Rancakalong, Kabupaten Sumedang. Isolasi sampel menggunakan media selektif berupa Pantothenate Lactose Agar (PTTL) dan deMan, Rogosa, Sharpe Lactose Agar (MRSL) yang diinkubasi pada suhu 37ºC selama 24–48 jam. Isolat Gram-positif potensial diseleksi dengan metode pewarnaan Gram dan endospora. Bakteriosin diekstraksi dengan metode presipitasi menggunakan amonium sulfat. Skrining aktivitas antimikroba dilakukan dengan uji Kirby-Bauer pada media uji aktivitas antibiotik Mueller-Hinton Agar (MHA) terhadap bakteri uji Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus, dan Bacillus subtilis berkonsentrasi ±108 CFU/mL. Kurva pertumbuhan dan kurva produksi bakteriosin dari isolat kandidat terpilih dipanen setiap 3 jam sekali selama 24 jam dalam media MRSL pada kondisi suhu 37ºC, tanpa agitasi, dan konsentrasi sel awal ±10? CFU/mL. Profil produksi bakteriosin diamati secara semi-kualitatif berdasarkan aktivitas bakteriosin dari setiap waktu panen kultur terpilih terhadap bakteri uji dengan metode Kirby-Bauer. Berdasarkan hasil penelitian, kelimpahan bakteri asam laktat yang dihasilkan dari isolasi kedua medium selektif pada sampel stunting 8,54 log CFU/g dan sampel bayi non-stunting 8,67 log CFU/g. Dari 53 isolat hasil isolasi, 8 isolat dengan karakteristik mikroskopis Gram-positif, berbentuk basil, dan non-endospora dipilih. Berdasarkan hasil skrining aktivitas bakteriosin diperoleh dua isolat dengan kemampuan penghambatan stabil dan tertinggi, yaitu OBI 19 (10,85 mm) dan OBI 20 (10,5 mm). Berdasarkan kurva pertumbuhan, kedua isolat berada pada fase log selama 21 jam dengan masing-masing laju pertumbuhan 0,35/jam dan 0,36/jam. Kurva produksi kedua kandidat isolat menunjukkan aktivitas zona bening yang kuat terhadap E. coli dan S. aureus, lemah terhadap P. aeruginosa, serta tidak menunjukkan aktivitas zona bening terhadap B. subtilis. Bakteriosin dari kedua isolat tersebut dominan dihasilkan selama fase logaritmik mulai dari jam ke-6 hingga jam ke-24 dengan nilai tertinggi 9,5 mm dan 9 mm terhadap bakteri uji S. aureus. Hasil ini menunjukkan bahwa bakteriosin dari isolat OBI 19 dan OBI 20 berpotensi menjadi agen antimikroba untuk mendukung keseimbangan mikrobiota usus pada bayi stunting.
EVALUASI KEMAMPUAN FITOREMEDIASI CENTROSEMA PUBESCENS DAN RUMPUT GAJAH (PENNISETUM PURPUREUM) YANG DIPERKAYA OLEH BAKTERI TANAH DI TANAH TAILING TAMBANG EMAS
Dalam proses pemisahan emas, sisa sianida akan dibuang bersama dengan sisa kotoran sehingga menghasilkan limbah berbahaya yang dinamakan tailing. Proses remediasi sianida dapat dilakukan secara alami dengan vegetasi seperti cover crops, disebut sebagai fitoremediasi. Selama proses fitoremediasi, pertumbuhan vegetasi dapat terganggu karena lingkungan yang tidak optimal sehingga memerlukan intervensi untuk meningkatkan pertumbuhan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan mengevaluasi kemampuan dari cover crops yaitu Centrosema pubescens dan Pennisetum purpureum dalam menyerap sianida serta membandingkan efektivitas kedua tanaman dalam fitoremediasi, dengan bantuan bakteri tanah selaku intervensi biologis. Dilakukan pengujian Siklus Nutrisi, Biokimia, serta pengamatan karakteristik makroskopis dan mikroskopis untuk menentukan dan mengkarakterisasi isolat bakteri terpilih. Inokulasi isolat bakteri dilakukan pada media tanam yang sudah dicampur tailing untuk penanaman benih Centrosema pubescens dan Pennisetum purpureum yang dilakukan di Screenhouse Labtek IA, Kampus ITB Jatinangor. Sampel tanah tailing, akar, dan batang/daun dianalisis kadar sianida dengan menggunakan UV-Visible Spectrophotometer dan hasil dianalisis menggunakan Two-Way ANOVA (p-value < 0,05) dan Tukey’s Test untuk mengetahui derajat pengaruh. Penentuan efektivitas fitoremediasi menggunakan Translocation Factor (TF), Removal Efficiency (RE), dan Bioconcentration Factor (BCF) sebagai parameter remediator. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan isolat bakteri dan perbedaan jenis tanaman tidak berpengaruh nyata dalam penyerapan sianida. Hasil ANOVA menunjukan nilai sebesar 0,526 dan 0,126 untuk hubungan kadar sianida dengan jaringan akar dan kadar sianida dengan isolat, serta nilai 0,778 dan 0,488 untuk hubungan kadar sianida dengan jaringan batang/daun dan kadar sianida dengan isolat. Nilai TF dan BCF > 1 menunjukan bahwa C. pubescens berpotensi sebagai tanaman fitoekstraksi. Hasil TF > 1 dan BCF < 1 untuk P. purpureum menunjukan ada potensi kecil sebagai tanaman fitoekstraksi dan tidak ada potensi sebagai tanaman fitostabilisasi. Nilai RE menunjukan C. pubescens lebih efektif dalam menyerap sianida dibandingkan P. purpureum.
INVENTARISASI MINERAL KRITIS DAN STRATEGIS DI INDONESIA UNTUK MENDUKUNG IMPLEMENTASI ENERGI HIJAU STUDI KASUS: SCANDIUM BESERTA KEMUNGKINAN KEBERADAAN MINERAL KRITIS DAN STRATEGIS LAINNYA
Endapan nikel laterit tidak hanya mengandung nikel sebagai unsur utama, tetapi juga menunjukkan adanya potensi keberadaan unsur-unsur lain yang diklasifikasikan sebagai mineral kritis seperti scandium (Sc), cobalt (Co), dan chromium (Cr), yang juga mengalami pengayaan selama proses lateritisasi. Selain itu, endapan ini mulai diketahui sebagai media potensial untuk sekuestrasi CO? melalui proses karbonasi mineral, terutama karena kandungan mineral ultramafik seperti olivine dan serpentine, yang reaktif terhadap CO?. Penelitian ini dilakukan di Pomalaa, Sulawesi Tenggara, pada dua lokasi, yaitu Blok Tengah dan Blok Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik endapan nikel laterit, mengidentifikasi distribusi unsur-unsur mineral kritis, dan mengetahui potensi bedrock endapan nikel laterit area penelitian sebagai media sekuestrasi CO?. Sebanyak 57 sampel dikumpulkan menggunakan metode pengambilan channel sampling dan chip sampling. Analisis yang dilakukan yaitu petrografi untuk identifikasi mineral dan menentukan tipe bedrock, XRD untuk menentukan mineral penyusun, dan analisis geokimia menggunakan XRF dan ICP-MS untuk menentukan kandungan unsur-unsur utama dan unsur-unsur jejak. Hasil yang didapatkan yaitu, kadar Sc, Co, dan Cr cenderung lebih tinggi di zona limonite dibandingkan zona lainnya, dengan kadar pada Sc (63-97 ppm), Co (235-1240 ppm), dan Cr (0,71-19,2%). Dari perspektif sekuestrasi CO?, keberadaan bedrock yang kaya akan magnesium oksida menunjukkan potensi awal untuk pengembangan proses karbonasi mineral, yang dapat berkontribusi pada transisi menuju energi hijau.
KUANTIFIKASI NITROGEN PADA UBI JALAR UNGU (IPOMOEA BATATAS) DENGAN APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR DARI LIMBAH MARMOT (CAVIA PORCELLUS)
Abstrak – Ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.). merupakan salah satu komoditas lokal unggul yang dapat dijadikan pangan fungsional. Namun, produktivitas ubi jalar ungu di Indonesia masih rendah karena penurunan kualitas lahan. Hal ini dapat ditanggulangi dengan pemupukan. Pemupukan dapat memperbaiki sifat kimia, fisik, dan biologi tanah serta mempercepat laju penyerapan nutrisi. Pupuk yang digunakan pada penelitian ini adalah pupuk organik cair (POC) limbah marmot yang memiliki hara yang tinggi dan potensial dikembangkan di Indonesia. Namun, pengelolaan unsur makro khususnya Nitrogen (N) pada budidaya ubi jalar ungu harus dilakukan dengan cermat. Kekurangan N menyebabkan pertumbuhan terhambat dan hasil panen rendah, sedangkan kelebihan N menyebabkan pertumbuhan berfokus bagian vegetatif sehingga hasil panen juga rendah. Ketersediaan N diantaranya dipengaruhi oleh pemupukan, mikroklimat, karakteristik tanah, dan bakteri pemfiksasi N2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh aplikasi POC limbah marmot terhadap budidaya ubi jalar ungu, pengaruh bakteri pemfiksasi nitrogen terhadap penggunaan nitrogen ubi jalar ungu, dan menguantifikasi penggunaan nitrogen pada ubi jalar ungu dengan aplikasi POC limbah marmot selama masa budidaya. Budidaya dilakukan sesuai SOP yang ditetapkan oleh BALITKABI. Parameter yang diukur terdiri dari mikroklimat, edafik tanah, bobot tanaman, analisis N total tanah dan tanaman, dan kelimpahan bakteri pemfiksasi nitrogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi POC limbah marmot mampu meningkatkan laju pertumbuhan dan laju pembentukan umbi dan brangkasan secara berurutan 2,72 dan 1,51 kali lipat lebih cepat pada ubi jalar ungu dibandingkan metode konvensional. Bakteri pemfiksasi N2 tidak mengganggu siklus N pada budidaya namun menyebabkan sisa N pada tanah dan tanaman tinggi. Kuantitas N pada setiap fase pertumbuhan ubi jalar ungu yaitu establishment stage terdiri dari input 17,26 kg N/periode dan fiksasi N2 3,91 kg N/periode, serta output 21,17 kg N/periode; intermediate stage input 21,17 kg N/periode, output 20,90 kg N/periode, dan loss 0,27 kg N/periode; final stage input 20,90 kg N/periode, output 15,92 kg N/periode, dan loss 4,98 kg N/periode.
KINETIKA PELARUTAN ASAM ORGANIK PADA PENGASAMAN MATRIKS KARBONAT
Conventional carbonate matrix acidizing using hydrochloric acid (HCl) often causes severe corrosion and shallow penetration, thereby necessitating safer alternatives. This study presents a systematic evaluation of commercial bio-lactic acid (88%) as a more environmentally friendly carbonate acidizing fluid, closing two prior gaps: the laboratory-scale kinetic characterization of dissolution under reservoir-like conditions and an integrated procedure to establish the optimum injection rate based on PVbt, pressure-drop (?P) profiles, and wormhole morphology. The research problem is formulated to determine how temperature, stirring speed, and acid concentration govern the dissolution rate and how injection rate controls acidizing efficiency through the formation of a dominant wormhole. Consistent with the objectives, the hypotheses state that dissolution follows pseudo–first-order kinetics with measurable release of (Ca²?) and (Mg²?), and that an intermediate Damköhler regime exists in which a single dominant wormhole forms, PVbt is minimized, and ?P exhibits a clear breakthrough signal. The methodology comprises batch/flocculator tests to obtain the rate constant (k) and activation energy (Ea = 63.8 kJ mol?¹) via Arrhenius analysis with ion concentrations monitored by UV–Vis, and multi-rate core-flooding (0.1, 0.3, 0.5, 0.9 mL/min) at reservoir-like T/P to record ?P–time, compute PVbt, and verify morphology by CT scan and SEM. Results show consistent pseudo–first–order behavior; the rate constant (k) increases with temperature and stirring. In cores, the PVbt–rate relation forms a U-shaped curve: 0.1 mL/min produces face/near-uniform dissolution with high PVbt; 0.5 mL/min yields PVbt = 0.73 accompanied by a sharp ?P drop at breakthrough (dominant wormhole; maximum efficiency); whereas 0.9 mL/min shows a ramified/branching tendency and a renewed rise in PVbt. This synthesis confirms the hypotheses and meets the objectives: bio-lactic acid is practical, quantifiable, and parameterizable (k, Ea); the optimum rate of 0.5 mL/min minimizes acid usage to traverse the core. The Damköhler concept frames engineering implications: to maintain efficiency in hotter reservoirs, the injection rate should be scaled up to remain near the optimal Da. The practical contribution of this work is a kinetic map for bio-lactic acid (k, Ea) and an operational PVbt–?P–CT protocol for setting the optimum rate in carbonate matrix-acidizing design.
PENGEMBANGAN KAKAS PEMBANGKIT KASUS UJI BERBASIS AGENTIC AI DENGAN PEMANFAATAN CONTROL-FLOW GRAPH SEBAGAI MEKANISME EKSPLORASI JALUR EKSEKUSI PROGRAM
Pengujian perangkat lunak merupakan fase krusial dalam siklus pengembangan untuk menjamin kualitas dan keandalan kode, namun proses manual sering kali memakan waktu, repetitif, dan rentan terhadap kesalahan manusia. Otomatisasi pembangkitan kasus uji adalah solusi untuk meningkatkan efisiensi, dengan tantangan utama adalah mencapai cakupan kode (code coverage) yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah kakas (tool) yang mampu membangkitkan kasus uji secara otomatis untuk program Python dengan memanfaatkan pendekatan agentic yang dipandu oleh Control-Flow Graph (CFG). Metodologi yang digunakan adalah dengan merancang sistem yang terdiri dari Test Generator, Test Runner, dan Test Refiner. Generator bertugas membuat kasus uji awal, Runner mengeksekusi, menyederhanakan, dan mengukur cakupan kode, sementara Refiner memperbaiki kasus uji berdsaarkan jalur logika yang belum teruji, kemudian menyempurnakan kasus uji secara iteratif hingga target cakupan tercapai. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah kakas fungsional yang berhasil mengimplementasikan alur kerja agentik tersebut. Berdasarkan pengujian yang dilakukan, kakas ini terbukti efektif dalam mencapai tingkat cakupan kode yang tinggi secara konsisten serta menghasilkan kumpulan kasus uji yang lebih efektif. Kakas ini menunjukkan bahwa sinergi antara Agentic AI dan analisis alur kontrol program merupakan pendekatan yang menjanjikan untuk mengatasi tantangan dalam otomatisasi pengujian perangkat lunak.