๐Ÿ“š Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 6,268 dokumen

PERAN PEMANGKU KEPENTINGAN DALAM KONTRIBUSI PENYERAPAN CO2 DI HUTAN KOTA BABAKAN SILIWANGI

Kota Bandung merupakan salah satu penyumbang emisi karbon yang berasal dari aktivitas transportasi, industri, dan kepadatan penduduk. Keberadaan hutan kota dengan pohon penyusunnya berperan dalam menyerap CO? di udara dan menyimpannya dalam bentuk biomassa dan karbon melalui proses fotosintesis. Dalam mendukung keberlanjutan fungsi ekologis, maka tidak lepas dari aspek kelembagaan yang melibatkan pemangku kepentingan. Potensi pohon sebagai penyimpan karbon dan menyerap CO?, dilakukan dengan metode belt transek dengan plot transek ukuran 60 m x 10 m berjumlah 20 plot transek. Peran pemangku kepentingan dilakukan metode triangulasi yaitu observasi, studi literatur, dan wawancara dengan metode snowball diperoleh 5 informan, serta dilanjutkan dengan analisis 3Rs (rights, responsibilities, revenue) pada setiap pemangku kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total simpanan karbon pohon Hutan Kota Babakan Siliwangi yaitu sebesar 84,44 ton/ha dengan di dominasi dengan pohon DBH ? 20 cm. Pada penyerapan CO?, Hutan Kota Babakan Siliwangi memiliki kemampuan sebesar 26,56 ton/ha/tahun. Daya serapan tertinggi terdapat pada Samanea saman yaitu 5,93 ton/ha/tahun. Kontribusi dari Hutan Kota Babakan Siliwangi pada pengurangan emisi di Kota Bandung masih tergolong kecil. Pada analisis 3Rs peran pemangku kepentingan menunjukkan pemangku kepentingan sekunder yaitu perguruan tinggi relatif seimbang karena memiliki tanggung jawab yang diiringi dengan revenue. Sedangkan pemangku kepentingan kunci yaitu DPKP dan Bappeda, serta pemangku kepentingan primer yaitu pengunjung, relatif tidak seimbang karena dominasi hak terdapat pada pemerintah tetapi tidak disertai dengan revenue.

2025
๐Ÿ‘ค Penulis: Brigita Hasibuan
๐Ÿท๏ธ Hidrologi ๐Ÿท๏ธ Manajemen Rantai Pasok ๐Ÿท๏ธ Kecerdasan Buatan

MODIFIKASI PROPERTI AKUSTIK POLYVINYL ALCOHOL HYDROGEL UNTUK APLIKASI PHANTOM ULTRASOUND

Phantom ultrasound merupakan sistem tiruan jaringan tubuh yang memerlukan material dengan sifat akustik menyerupai jaringan lunak manusia, khususnya kecepatan rambat suara sekitar 1540 m/s sesuai standar IEC 61685. Penelitian ini bertujuan memodifikasi sifat akustik Polyvinyl alcohol hydrogel (PVA-H) yang disintesis dengan metode freeze-thaw melalui penambahan aditif cair berupa etanol, asam asetat, dan aseton. Larutan PVA dicampur dengan DMSO, air, dan variasi aditif, kemudian dikarakterisasi menggunakan perangkat ultrasonik FD800 Series. Hasil pengujian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi PVA dari 11,5%wt menjadi 15%wt meningkatkan kecepatan rambat suara dari 1824,56 m/s menjadi 1957,68 m/s. Selain sifat material, frekuensi probe turut memengaruhi hasil, di mana probe 9 MHz menghasilkan nilai lebih rendah dibanding 5 MHz. Untuk variasi etanol, sampel PVA 15% dengan etanol 9,35%wt (1573 ยฑ 233 m/s) paling mendekati standar IEC dari sisi akurasi, sementara PVA 11,5% dengan etanol 4,87%wt (1683 ยฑ 160 m/s) lebih unggul dari sisi presisi. Sebaliknya, sampel dengan etanol berlebih (1491 ยฑ 249 m/s) memiliki akurasi rendah dan tidak transparan, sehingga tidak direkomendasikan. Penambahan asam asetat menghasilkan gel cepat terbentuk namun tidak homogen dan tidak stabil, sedangkan aseton tidak membentuk gel sama sekali. Dengan demikian, etanol terbukti sebagai aditif paling potensial untuk menurunkan kecepatan rambat suara hidrogel PVA agar mendekati nilai jaringan lunak, sementara asam asetat dan aseton tidak direkomendasikan. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi variasi konsentrasi etanol dan kombinasi aditif lain agar menghasilkan phantom ultrasound yang lebih stabil.

2025
๐Ÿ‘ค Penulis: Ilsa Rostiana
๐Ÿท๏ธ Kecerdasan Buatan ๐Ÿท๏ธ Hidrologi

PENERAPAN ALGORITMA GRADIENT BOOSTING DALAM MODEL PREDIKSI CURAH HUJAN SUBSEASONAL TO SEASONAL (S2S) DI JAKARTA DAN BANDUNG

Jakarta dan Bandung sebagai wilayah urban dengan variabilitas curah hujan tinggi rentan terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir dan kekeringan, dipengaruhi fenomena iklim seperti ENSO, IOD, dan MJO. Prediksi curah hujan S2S mengisi celah antara prakiraan cuaca dan musiman, namun model numerik global seperti CanCM3, CanCM4, FLORB, dan CCSM4 memiliki keterbatasan dalam menangkap variabilitas lokal. Penelitian ini bertujuan menyusun dan mengevaluasi model prediksi menggunakan algoritma gradient boosting untuk meningkatkan performa S2S. Penelitian menggunakan data observasi MSWEP sebagai referensi dan data model iklim periode 1982-2011. Data diproses melalui preprocessing, pembagian temporal training (1982-2002) dan testing (2003-2011), serta implementasi tiga varian gradient boosting (CatBoost, LightGBM, XGBoost) dengan konfigurasi baseline. Evaluasi dilakukan menggunakan metrik bias, MAE, RMSE, dan korelasi, dengan analisis keseluruhan, per lead time, per musim, serta time series. Hasil menunjukkan model global memiliki bias signifikan, dengan CanCM3 terbaik di Jakarta dan error lebih tinggi di Bandung. Algoritma gradient boosting memberikan perbaikan beragam, di mana CatBoost unggul dalam mengurangi bias sistematis. Namun, korelasi tetap rendah hingga sedang, dengan degradasi performa seiring lead time (terbaik di Lead 0) dan kesulitan menangkap ekstrem, menghasilkan prediksi lebih halus. Analisis time series menunjukkan kemampuan mengikuti tren musiman, meskipun dengan deviasi pada puncak hujan. Gradient boosting memberikan perbaikan incremental, tetapi masih terbatas untuk akurasi operasional. Saran mencakup hyperparameter tuning mendalam menggunakan Grid Search atau Bayesian Optimization, serta perpanjangan periode evaluasi dengan temporal cross-validation.

2025
๐Ÿ‘ค Penulis: Ray Sanjaya Habungaran S
๐Ÿท๏ธ Kecerdasan Buatan ๐Ÿท๏ธ Analisis Curah Hujan Subseasonal ๐Ÿท๏ธ Manajemen Risiko Banjir

PENGARUH VEGETASI TERHADAP TINGKAT KEBISINGAN SERTA PERSEPSI KENYAMANAN PENGUNJUNG DI HUTAN KOTA BABAKAN SILIWANGI, KOTA BANDUNG

Hutan kota memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan, salah satunya melalui fungsi peredaman kebisingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur dan komposisi vegetasi, mengukur tingkat kebisingan, mengevaluasi pengaruh vegetasi terhadap peredaman kebisingan, serta memahami persepsi pengunjung terhadap kondisi kebisingan di Hutan Kota Babakan Siliwangi, Kota Bandung. Struktur dan komposisi vegetasi diperoleh melalui analisis vegetasi pada 20 plot transek, sedangkan tingkat kebisingan diukur pada jarak 0 m, 30 m, dan 60 m dari jalan raya. Kerapatan kanopi dianalisis dengan metode leaf area index (LAI) menggunakan citra hemisferis. Persepsi pengunjung diperoleh melalui survei kuesioner dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vegetasi di kawasan ini memiliki struktur regeneratif dengan luas bidang dasar sebesar 22,74 mยฒ/ha dan estimasi biomassa total 637,38 ton. Nilai LAI rata-rata sebesar 4,21 menunjukkan tajuk yang cukup rapat. Kebisingan menurun secara signifikan pada jarak 30 m dari jalan, dengan rerata peredaman sebesar 5,05 dB (p-value = 0,0000553), sementara pada jarak 60 m rerata peredaman sebesar 1.53 dB menunjukkan hasil tidak signifikan (p-value = 0,0797) akibat gangguan dari aktivitas manusia. Korelasi antara efektivitas peredaman dengan parameter vegetasi menunjukkan bahwa LAI memiliki hubungan paling kuat (r = 0,3739). Mayoritas pengunjung menilai suasana di Hutan Kota Babakan Siliwangi tenang dan nyaman, dengan vegetasi berperan dalam meredam kebisingan. Sebagian masih merasakan gangguan suara, namun umumnya tidak sampai mengganggu aktivitas mereka saat berkunjung.

2025
๐Ÿ‘ค Penulis: Septian
๐Ÿท๏ธ Hidrologi ๐Ÿท๏ธ Kecerdasan Buatan ๐Ÿท๏ธ Manajemen Rantai Pasok

PEMODELAN KONDISI KESEHATAN SISTEM GERAK MAKAN (FEED DRIVE SYSTEM) BERBASIS STANDAR ISO 10791-4

Ball screw sebagai komponen utama pada feed drive system mesin CNC memiliki peran krusial dalam memastikan akurasi gerak linier. Namun, seiring waktu operasi, terjadi degradasi preload yang menurunkan kekakuan aksial dan menimbulkan backlash. Penelitian ini bertujuan mengembangkan pemodelan kondisi kesehatan feed drive berbasis standar ISO 10791-4 dengan memanfaatkan indikator sensor-less berupa sinyal arus servo motor dan validasi sensor-rich melalui pengukuran laser triangulation sensor dari Keyence. Data arus motor diolah melalui segmentasi kecepatan konstan, pembersihan pencilan, dan peringkasan harian untuk membentuk Health Index (HI) yang dinormalisasi 0โ€“1. Tren HI kemudian dimodelkan menggunakan Gaussian Process Regression (GPR) guna mengekstrak pola degradasi beserta interval kepercayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan HI konsisten dengan kenaikan backlash, yang dipetakan dalam zona hijau (?8 ?m), kuning (8โ€“10 ?m), dan merah (?10 ?m) sesuai ISO 10791-4. Integrasi kedua indikator ini membuktikan bahwa arus servo dapat dijadikan parameter prognostik dengan prognosability tinggi, sehingga dapat mendukung strategi predictive maintenance pada sistem feed drive.

2025
๐Ÿ‘ค Penulis: Ratna Devinta Salsabila
๐Ÿท๏ธ Kecerdasan Buatan ๐Ÿท๏ธ Analisis Data ๐Ÿท๏ธ Manajemen Rantai Pasok

SIMULASI SISTEM DISTRIBUSI IKAN BERBASIS ALGORITMA DIJKSTRA DAN GREEDY UNTUK EFISIENSI PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS

Untuk menunjang program makan bergizi gratis dan mendukung gerakan blue economy, diperlukan suatu sistem perencanaan distribusi ikan yang efisien. Permasalahan dalam perencanaan distribusi mencakup pencarian rute dengan biaya terendah serta alokasi distribusi sesuai dengan angka persediaan dan permintaan. Untuk menjawab permasalahan tersebut, di dalam Tugas Akhir ini, dikembangkan sistem simulator distribusi ikan berbasis algrotima Dijkstra dan Greedy. Pengembangan solusi didasarkan pada struktur graf sebagai representasi permasalahan. Permasalahan perencanaan distribusi dibagi menjadi dua submasalah utama. Pertama-tama, diperlukan pencarian rute dengan biaya minimum dari titik sumber ke titik tujuan. Kedua, diperlukan penentuan alokasi distribusi sesuai dengan angka persediaan pada titik sumber dan angka permintaan pada titik tujuan. Oleh karena itu, graf berbobot berarah dipilih untuk merepresentasikan permasalahan. Algoritma Dijkstra dipilih untuk pencarian rute terpendek. Algoritma Greedy dipilih untuk penentuan alokasi distribusi. Sistem simulator distribusi ini disajikan dalam antarmuka sederhana yang menyediakan detail lokasi, detail rute distribusi, serta peta yang memvisualisasikan hasil simulasi. Dari Tugas Akhir ini, dapat disimpulkan bahwa algoritma Dijkstra yang dikombinasikan dengan Greedy dapat memberikan rencana distribusi dengan biaya yang cukup optimal.

2025
๐Ÿ‘ค Penulis: Tabitha Permalla
๐Ÿท๏ธ Kecerdasan Buatan ๐Ÿท๏ธ Manajemen Rantai Pasok ๐Ÿท๏ธ Hidrologi

PENDEKATAN NUMERIK, EMPIRIS, DAN PENGAMATAN LABORATORIUM UNTUK MENGANALISIS EFISIENSI PEMOTONGAN BATUAN MENGGUNAKAN SIMPLE CHISEL PICK CUTTER

Performa alat gali mekanis memiliki peranan signifikan dalam ketepatan penjadwalan proyek dan efisiensi perencanaan biaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis performa alat gali mekanis yang disimulasikan menggunakan smallscale linear rock cutting tests (core-cutting tests) berbasis laboratorium. Pengujian dilakukan pada sampel claystone, sandstone, siltstone, dan shalestone yang memiliki diameter 60 mm dan panjang 200 mm. Variasi kedalaman yang digunakan 1, 3, 5 dan 7 mm. Gaya potong (Fc) yang diamati melalui loadcell menjadi basis perhitungan Energi Spesifik (SE). Semakin kecil nilai SE, maka pemotongan batuan akan semakin efisien. Perhitungan SE dilakukan melalui tiga metode, yaitu pendekatan numerik, empiris, dan pengamatan laboratorium. Setelah dilakukan uji pemotongan, fragmentasi akan dikumpulkan dan dilakukan uji ayak (sieve test). Coarseness index (CI) dihitung sebagai parameter yang merepresentasikan distribusi ukuran dari fragmentasi batuan. Selanjutnya, dilakukan analisis bentuk fragmentasi dengan menggunakan grafik klasifikasi Sneed & Folk (1958) dan Zingg (1935). Ditemukan adanya korelasi positif antara kekuatan batuan dengan nilai Fc. Pada penelitian ini, model Evans (1965) berhasil memprediksi kekuatan batuan untuk litologi shalestone dan siltstone. Nilai CI berbanding lurus dengan penambahan kedalaman pemotongan (d). Sebanyak 69% fragmentasi yang dianalisis berbentuk Very-Platy. Harapannya, penelitian ini akan menambah wawasan mengenai pemotongan batuan di Indonesia. Sehingga dapat diaplikasikan lebih lanjut untuk pengujian skala besar pada operasi penambangan sesungguhnya.

2025
๐Ÿ‘ค Penulis: Muhammad Abizar Rizky Putra
๐Ÿท๏ธ Kecerdasan Buatan ๐Ÿท๏ธ Manajemen Rantai Pasok ๐Ÿท๏ธ Analisis Struktur Batuan

PENGEMBANGAN MODEL EVALUASI KERUSAKAN JALAN DAERAH DI INDONESIA

Penilaian kondisi jalan di Indonesia sering menghadapi tantangan yang kompleks dan dinamis, terutama di jalan-jalan di daerah dengan akses terbatas. Batasan-batasan ini mengakibatkan peralatan yang tidak berfungsi secara optimal, serta biaya operasional yang tinggi yang tidak proporsional dengan anggaran lokal yang tersedia. Selain itu, ketidakmampuan untuk mengidentifikasi dan menilai kondisi permukaan jalan, terutama dalam hal petugas lapangan, juga mempengaruhi akurasi penilaian. Salah satu metode yang sering digunakan untuk mengevaluasi kondisi jalan adalah Surface Distress index (SDI). Meskipun SDI telah diterapkan dalam berbagai kondisi karena implementasinya, metode ini masih memiliki keterbatasan dalam hal akurasi dan konsistensi. Keterbatasan ini dapat menyebabkan ketidakakuratan dalam menggambarkan kondisi jalan, yang berdampak pada kualitas masukan perencanaan pemeliharaan. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan metode penilaian yang akurat dan disesuaikan dengan kondisi lapangan dengan mempertimbangkan keterbatasan sumber daya yang tersedia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model penilaian permukaan jalan dengan memodifikasi deduct value dan corrected deduct value yang disesuaikan menggunakan model Pavement Condition Index (PCI). Deduct value tersebut dimodelkan dengan mempertimbangkan kondisi permukaan jalan yang sebenarnya dan penilaian ahli yang telah diverifikasi, sebagaimana diterapkan di Indonesia. Deduct value dimodifikasi kemudian diintegrasikan ke dalam metode SDI untuk memberikan penilaian yang lebih baik terhadap kondisi jalan. Model SDI yang dimodifikasi ini juga dikembangkan berdasarkan jenis kerusakan individu serta kombinasi dari tiga jenis kerusakan. Model-model ini memberikan fleksibilitas yang lebih baik dalam penilaian kondisi permukaan jalan, memungkinkan analisis terpisah maupun gabungan dari jenis-jenis kerusakan. Selain itu, formulasi model yang diusulkan menyediakan beberapa indeks kriteria, termasuk kurva DV, CDV, skor kondisi, kategori kondisi, dan jenis penanganan yang direkomendasikan. Penggunaan metode jaringan saraf tiruan (JST) kemudian diusulkan untuk meningkatkan ketepatan estimasi, di mana model berbasis ANN memberikan hasil yang lebih baik dalam hal RMSE dan MAPE dibandingkan model konvensional.

2025
๐Ÿ‘ค Penulis: FAISAL GERARDO
๐Ÿท๏ธ Kecerdasan Buatan ๐Ÿท๏ธ Manajemen Jalan Daerah ๐Ÿท๏ธ Analisis Kondisi Jalan

MODELLING CRACK PROPAGATION IN FIBER REINFORCED COMPOSITES USING 3D PHASE FIELD APPROACH

Composite materials are widely used for their low density, high specific strength, and better resistance against adverse environments, making them strong alternatives for metals. Among them, Fiber-Reinforced Polymers (FRPs) consist of two different phases, which are the polymer matrix phase, strengthening fiber phase and an interphase region with distinct properties. Distinct properties of each phase make it more complicated to understand and analyze. Through different conditions and factors, fiber within the FRC will break. Composite may break due to stiffness mismatch and also applied loading, leading to crack propagation. Crack propagation will take place when excess energy released during fiber breakage causes the crack to propagate to the matrix phase. While several numerical models have been developed to study this process, they show notable limitations in capturing the full complexity of fracture mechanisms. Phase field fracture modelling (PFFM) has emerged as a robust approach to predict complex cracking phenomena with mesh objectivity and computational efficiency. In this study, an ABAQUS User-Material (UMAT) implementation of PFFM will be applied and evaluated against finite element models and experimental results.

2025
๐Ÿ‘ค Penulis: Jesselyn Aurelia Kartawinata
๐Ÿท๏ธ Kecerdasan Buatan ๐Ÿท๏ธ Fraktur Komposit ๐Ÿท๏ธ Model Numerik

PEMODELAN PRODUKTIVITAS GETAH PINUS MERKUSII BERDASARKAN KARAKTERISTIK MORFOMETRIK POHON DI RPH BOJONG, BKPH GUNUNG HALU, KPH BANDUNG SELATAN, PERUM PERHUTANI DIVISI REGIONAL JAWA BARAT DAN BANTEN

Produktivitas getah Pinus merkusii memiliki peran strategis dalam mendukung kontribusi hasil hutan bukan kayu (HHBK) di Indonesia. Namun, variasi produktivitas antar individu pada tegakan dengan kondisi ekologis serupa menunjukkan perlunya pendekatan prediktif berbasis karakteristik pohon. Penelitian ini bertujuan menmbuat model pendugaan produktivitas getah berdasarkan parameter morfometrik pohon di RPH Bojong, BKPH Gunung Halu, KPH Bandung Selatan. Data diperoleh dari 151 pohon sampel melalui pengukuran diameter setinggi dada (DBH), tinggi pohon (TP), tinggi tajuk (TJ), lebar tajuk (LJ), dan hasil penyadapan getah. Analisis dilakukan dengan regresi linier berganda menggunakan metode Backward Stepwise Elimination (BSE), serta evaluasi performa model melalui Repeated Stratified Holdout dengan indikator Root Mean Square Error (RMSE), Mean Absolute Error (MAE), dan Normalized Root Mean Square Error (NRMSE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa DBH dan TP merupakan variabel prediktor dominan dengan kontribusi signifikan terhadap variasi produktivitas getah pinus (adjusted Rยฒ = 64,31%). Model terbaik ditentukan berdasarkan prinsip parsimoni dengan dua variabel (DBH dan TP) dan menghasilkan performa prediktif yang robust (RMSE = 336,53 g; NRMSE = 14%). Hasil penelitian ini men/unjukkan bahwa kombinasi parameter morfometrik pohon (DBH dan TP) dapat digunakan untuk mendukung strategi pengelolaan hutan pinus secara efisien. Lebih lanjut hasil penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas getah pinus dan memperkuat kontribusi ekonomi hutan pinus di Indonesia.

2025
๐Ÿ‘ค Penulis: Demaulidimas Kuncoro
๐Ÿท๏ธ Kecerdasan Buatan ๐Ÿท๏ธ Analisis Regresi Linier Berganda ๐Ÿท๏ธ Manajemen Hutan

ANALISIS PENGARUH KOMPRESI DATA TERHADAP KEANDALAN DAN JANGKAUAN TAUTAN TELEMETRI DI LINGKUNGAN NON-LINE-OF-SIGHT

Keberhasilan sistem pemantauan jarak jauh modern, sangat bergantung pada keandalan dan jangkauan tautan telemetri yang mendasarinya. Namun, pada lingkungan operasional yang nyata, tautan ini seringkali harus beroperasi dalam kondisi Non-Line-of-Sight (NLOS), di mana sinyal mengalami degradasi akibat redaman lintasan (path loss) dan fenomena multipath fading. Efek gabungan ini secara drastis meningkatkan Packet Error Rate (PER), yang tidak hanya mengancam integritas data tetapi juga secara signifikan membatasi jangkauan operasional efektif dari sistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kuantitatif efektivitas kompresi data, bukan hanya sebagai teknik efisiensi bandwidth, tetapi sebagai strategi mitigasi kanal yang proaktif untuk meningkatkan kinerja tautan telemetri di lingkungan NLOS yang menantang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif melalui simulasi perangkat lunak yang dirancang untuk memodelkan perilaku platform komunikasi MotionUAV P400. Sebuah instrumen simulasi virtual, yang disebut Channel Emulator, diimplementasikan untuk mereplikasi karakteristik kanal nirkabel secara realistis. Emulator ini menggabungkan model propagasi skala besar Log-distance untuk menghitung pelemahan sinyal rata-rata sebagai fungsi dari jarak dan lingkungan, dengan model kanal stokastik Gilbert-Elliot untuk mensimulasikan sifat burst error yang merupakan karakteristik dari fading skala kecil. Menggunakan simulator ini, dilakukan analisis komparatif terhadap empat Key Performance Indicator (KPI) utama: keandalan (PER), jangkauan, goodput, dan latensi, antara transmisi data tanpa kompresi dan dengan kompresi pada tiga skenario lingkungan: Line-of-Sight (LOS), NLOS-Vegetasi, dan NLOS-Urban. Hasil pengujian secara konsisten dan meyakinkan memvalidasi hipotesis penelitian. Terbukti bahwa penerapan kompresi data secara signifikan meningkatkan keandalan tautan, yang ditunjukkan dengan penurunan PER hingga 21.8% secara relatif pada kondisi NLOS yang paling sulit. Peningkatan keandalan ini secara langsung diterjemahkan menjadi perluasan jangkauan operasional yang andal (di mana PER < 30%) hingga 14.3% pada skenario NLOS-Urban. Lebih lanjut, analisis mengungkap peran ganda kompresi dalam meningkatkan efisiensi protokol; dengan mengurangi frekuensi retransmisi ARQ, kompresi data berhasil meningkatkan ii goodput hingga 11.8% dan mengurangi latensi rata-rata hingga 41.1% pada skenario yang paling menantang. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada kuantifikasi hubungan kausal antara pengurangan time-on-air melalui kompresi dengan peningkatan terukur pada metrik ketahanan tautan seperti jangkauan dan keandalan. Sumbangan utama dari penelitian ini adalah penyediaan data acuan (benchmark) dan justifikasi rekayasa yang kuat bagi para perancang sistem telemetri, yang membuktikan bahwa kompresi data merupakan strategi desain yang esensial dan efektif untuk membangun sistem komunikasi nirkabel yang lebih tangguh, andal, dan memiliki jangkauan lebih jauh untuk aplikasi di lingkungan NLOS.

2025
๐Ÿ‘ค Penulis: Daru Kristian Aji
๐Ÿท๏ธ Kecerdasan Buatan ๐Ÿท๏ธ Manajemen Rantai Pasok ๐Ÿท๏ธ Hidrologi

ANALISIS PENGARUH CLUSTERING BERBASIS JARAK TERHADAP PERFORMA MODEL ENSEMBLE UNTUK PREDIKSI SINYAL SELULER DI AREA URBAN

Prediksi coverage jaringan seluler yang akurat merupakan tantangan penting di area urban yang kompleks. Penelitian ini menganalisis secara komprehensif pengaruh clustering berbasis jarak terhadap performa model Ensemble Learning untuk prediksi sinyal seluler. Metodologi penelitian mencakup pengumpulan data drive test dan operator, pra-pemrosesan data, serta rekayasa fitur. Data kemudian dikelompokkan berdasarkan jarak menggunakan metode Quantile Binning dan Interval Tetap. Beberapa model ensemble dievaluasi dalam tiga skenario pemodelan: model khusus per cluster, model global (baseline), dan model global dengan penambahan fitur cluster. Hasil penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa pendekatan model global (baseline) memberikan performa paling akurat dan robust, dengan model Stacking mencapai kinerja terbaik (R2 = 0.80). Hipotesis awal yang menyatakan error prediksi akan meningkat seiring bertambahnya jarak secara definitif ditolak. Analisis mendalam menemukan bahwa error justru memuncak pada rentang jarak menengah (100-250 meter), yang disebabkan oleh fluktuasi sinyal aktual yang sangat tinggi akibat kondisi lingkungan lokal yang kompleks seperti urban canyon. Temuan ini membuktikan bahwa faktor-faktor lingkungan lokal yang tidak dimodelkan memiliki pengaruh lebih dominan terhadap kesulitan prediksi dibandingkan pelemahan sinyal akibat jarak semata. Penelitian ini menghasilkan sistem prediksi yang andal dan menyajikan temuan melalui dashboard Streamlit interaktif. Didapat wawasan bahwa fitur geospasial yang lebih rinci diperlukan untuk meningkatkan akurasi model di masa depan.

2025
๐Ÿ‘ค Penulis: Fikry Adam
๐Ÿท๏ธ Kecerdasan Buatan ๐Ÿท๏ธ Analisis Data Geografis ๐Ÿท๏ธ Manajemen Rantai Pasok Teknologi

PENINGKATAN KEANDALAN KOMUNIKASI V2V MELALUI KONTROL ADAPTIF DAYA PANCAR DAN MCS MENGGUNAKAN PPO

Komunikasi yang andal pada Vehicular Ad-hoc Network (VANET) merupakan fondasi utama bagi aplikasi keselamatan jalan raya, namun sifat jaringan yang sangat dinamis dan mobilitas tinggi menimbulkan tantangan signifikan dalam manajemen sumber daya radio. Penggunaan parameter komunikasi statis, seperti daya pancar dan laju data, terbukti tidak efisien dalam menghadapi perubahan kondisi kanal dan kepadatan kendaraan, yang berisiko menyebabkan interferensi tinggi dan kegagalan pengiriman pesan kritis. Penelitian ini mengusulkan sebuah sistem kontrol cerdas berbasis Deep Reinforcement Learning (DRL) dengan algoritma Proximal Policy Optimization (PPO) untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan utamanya adalah merancang dan mengevaluasi sebuah agen DRL yang mampu secara adaptif dan simultan mengoptimalkan daya pancar serta skema modulasi-pengkodean (MCS) guna memaksimalkan keandalan komunikasi V2V. Metodologi penelitian ini melibatkan perancangan lingkungan simulasi jalan raya multi-lajur berbasis standar IEEE 802.11bd menggunakan Python. Agen PPO diimplementasikan untuk mempelajari kebijakan kontrol optimal melalui interaksi dengan lingkungan simulasi. Kinerja sistem adaptif ini kemudian dievaluasi dan dibandingkan secara kuantitatif dengan sistem VANET konvensional yang menggunakan parameter statis. Metrik evaluasi utama mencakup Channel Busy Ratio (CBR), Signal-to-Interference-plus-Noise Ratio (SINR), dan Packet Delivery Ratio (PDR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa agen PPO berhasil mempelajari kebijakan yang efektif. Sistem adaptif mampu mengelola beban kanal secara cerdas dengan menekan nilai CBR rata-rata hingga berada pada level moderat sekitar 0.5, jauh lebih rendah dibandingkan sistem statis yang mencapai 0.738. Dengan mengurangi kongesti, agen berhasil mempertahankan PDR pada tingkat yang tinggi dan stabil, berkisar antara 78-80%, yang membuktikan prioritas pada keandalan. Sebaliknya, sistem statis menunjukkan kinerja yang buruk dengan SINR rendah (3.53 dB) dan throughput yang tidak efisien (0.249 Mbps). Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa pendekatan DRL menggunakan algoritma PPO merupakan solusi yang terbukti unggul dan layak untuk manajemen sumber daya radio yang dinamis di lingkungan VANET, serta mampu meningkatkan keandalan komunikasi yang krusial untuk aplikasi keselamatan.

2025
๐Ÿ‘ค Penulis: Muhammad Alief Fauzan Bariadi
๐Ÿท๏ธ Kecerdasan Buatan ๐Ÿท๏ธ Komunikasi Vehicular Ad-Hoc Network (Vanet) ๐Ÿท๏ธ Manajemen Sumber Daya Radio

HIDRO-ISOMERISASI BIODIESEL DENGAN KATALIS PADAT SUPER ASAM BERBASIS TIMAH (IV) OKSIDATERSULFATASI TERMODIFIKASI LOGAM PERAK-NIKEL UNTUK MENINGKATKAN SIFAT ALIRAN DINGIN BIODIESEL

Indonesia telah menerapkan kebijakan pencampuran biodiesel dengan solar dalam upaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Namun, peningkatan kadar campuran biodiesel menimbulkan kendala karena kandungan ester lemak jenuh, seperti palmitat dan stearat, yang menyebabkan tingginya sifat aliran dingin. Sifat ini membuat biodiesel mudah mengental dan mengkristal pada suhu rendah sehingga dapat menyumbat filter, injektor, dan saluran bahan bakar. Oleh karena itu, diperlukan strategi untuk menurunkan sifat aliran dingin biodiesel agar penggunaannya lebih optimal. Hidroisomerisasi merupakan salah satu cara untuk menurunkan sifat aliran dingin biodiesel. Penelitian ini menggunakan katalis padat superasam berbasis SnO? tersulfatasi yang dimodifikasi logam Ag-Ni. Katalis dipilih karena keasaman tinggi dan kemampuannya memfasilitasi hidroisomerisasi pada suhu dan tekanan rendah. Impregnasi Ag-Ni berperan dalam tahapan hidrogenasi-dehidrogenasi, sehingga diharapkan meningkatkan aktivitas, selektivitas, serta kestabilan katalis. Meskipun demikian, optimasi tetap diperlukan agar dihasilkan katalis yang mampu menghasilkan biodiesel dengan sifat aliran dingin yang rendah. Penelitian ini bertujuan mengoptimasi sintesis katalis Ag-Ni/SO?/SnO? dengan menggunakan desain faktorial pecahan 2??ยน. Variabel bebas yang digunakan meliputi kadar total logam, rasio Ag-Ni, suhu kalsinasi, dan konsentrasi H?SO?. Variabel bebas yang diamati meliputi konversi metil oleat, konversi metil linoleat, serta penurunan nilai titik awan dan titik tuang biodiesel. Katalis yang dihasilkan akan dikarakterisasi menggunakan XRF, XRD, SEM-EDX, BET, dan TGA-DTA. Selanjutnya, aktivitas katalis diuji pada reaksi hidroisomerisasi biodiesel, dan produk biodiesel dikarakterisasi menggunakan GC-MS serta Cloud, Pour, and Freeze Point Analyzer. Fenomena yang teramati pada penelitian ini adalah terbentuknya isomer trans metil oleat dan penurunan kadar metil linoleat, namun belum terdeteksi adanya isomer rantai bercabang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum katalis Ag-Ni/SO?/SnO? diperoleh pada konsentrasi sulfatasi 3 M, kadar total logam 2%, rasio Ag-Ni 1:1, dan suhu kalsinasi 500 ยฐC, dengan konversi metil oleat sebesar 32% dan metil linoleat sebesar 63,38%. Berdasarkan analisis dengan perangkat lunak Minitab, variabel suhu kalsinasi memberikan pengaruh paling signifikan terhadap konversi kedua senyawa tersebut, yang berkaitan dengan pembentukan gugus asam pada permukaan katalis. Sebaliknya, variabel konsentrasi H?SO?, kadar total logam, dan rasio Ag-Ni tidak menunjukkan pengaruh signifikan karena efeknya tertutupi oleh pengaruh suhu kalsinasi. Meskipun terjadi perubahan yang signifikan komposisi biodiesel, analisis statistik menunjukkan bahwa tidak ada variabel yang berpengaruh signifikan terhadap penurunan nilai titik awan maupun titik tuang.

2025
๐Ÿ‘ค Penulis: Alif Kembara Alam
๐Ÿท๏ธ Hidrologi ๐Ÿท๏ธ Kecerdasan Buatan ๐Ÿท๏ธ Manajemen Rantai Pasok

DESAIN PLASMID DAN EKSPRESI REKOMBINAN NANOBODI VARIABLE NOVEL ANTIGENT RECEPTOR (VNAR) ANTI-HBSAG IKAN HIU BAMBU TOTOL PUTIH (CHILOSCYLLIUM PLAGIOSUM) PADA E.COLI BL21(DE3)

Hepatitis B merupakan infeksi virus hepatitis B virus (HBV) yang dapat terjadi pada hati manusia dengan prevalensi rata-rata di Indonesia sebesar 2.1% serta prevalensi yang lebih tinggi pada Indonesia bagian timur. Salah satu metode untuk mendeteksi infeksi kronis hepatitis B merupakan deteksi Hepatitis B surface antigent (HBsAg) serum darah pasien menggunakan lateral flow assay atau ELISA. Akan tetapi, salah satu komponen penting untuk uji tersebut berupa antibodi sulit untuk diproduksi dalam skala besar. Teknologi rekombinan merupakan salah satu alternatif produksi antibodi skala besar, akan tetapi terdapat keterbatasan dengan teknologi rekombinan seperti modifikasi pasca translasi dan perbedaan sistem ekspresi prokaryot dengan sistem ekspresi eukaryot. Nanobodi merupakan salah satu alternatif antibodi yang cukup umum dikembangkan akhir-akhir ini. Nanobodi memiliki struktur yang lebih sederhana dibanding antibodi konvensional sehingga lebih mudah diekspresikan secara heterolog oleh organisme prokaryot. Salah satu tipe nanobodi yaitu variable novel antigent receptor (VNAR) dilaporkan memiliki memiliki beberapa keunggulan seperti solubilitas dan stabilitas yang lebih baik dibanding dengan nanobodi tipe lain. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendesain sistem ekspresi dan mengekspresikan VNAR Chiloscyllium plagiosum anti-HBsAg pada E.coli BL21(DE3). Adapun metode yang dilakukan adalah pendesainan gen sintetik menggunakan data sekuens asam amino VNAR HB17 anti HBsAg dari Chiloscyllium plagiosum yang diekspresikan pada E.coli BL21(DE3). Sebelum dilakukan desain gen sintetik, dilakukan karakterisasi hasil prediksi struktur protein. Berdasarkan analisis prediksi struktur VNAR yang dimiliki, didapati 1 ikatan disulfida kanonikal untuk membentuk struktur pengikat antigen yang stabil. VNAR HB17 juga diamati memiliki karakter hidrofilik yang kuat pada permukaan protein. Oleh karena itu, dilakukan penambahan signal peptide DsbA pada N terminal VNAR HB17 sehingga protein dapat membentuk jembatan disulfida kanonikal pada periplasma bakteri. Selain itu pula ditambahkan titik restriksi EcoRI di antara signal peptide dan gen VNAR HB17 sebagai spacer sequence dan tag hexahistidin untuk purifikasi protein. Konstruk insert yang didapatkan memiliki hasil sepanjang 412 bp dengan vektor pET-28a(+) sebagai backbone vektor ekspresi. Plasmid yang sudah disintesis dikloning pada bakteri E.coli DH5?. Plasmid yang dilinearisasi memiliki ukuran ยฑ5600 bp, hasil ini sesuai dengan prediksi desain in silico. Setelah disekuensing, fragmen DNA pengkode VNAR HB17 hasil kloning terkonfirmasi tidak mengalami mutasi. Ekspresi VNAR pada E.coli BL21(DE3) dilakukan dengan menggunakan medium 2xYT selama 4 jam pada temperatur 37ยฐC dan diinduksi dengan IPTG pada konsentrasi 0.25 mM. Protein total lalu diisolasi dari periplasma bakteri dan dianalisis dengan SDS-PAGE. Dapat diamati ekspresi protein dengan ukuran 12-12.5 kDa yang sesuai dengan prediksi ukuran VNAR HB17. Dapat disimpulkan VNAR HB17 anti-HBsAg Chiloscyllium plagiosum dapat diekspresikan secara rekombinan pada periplasma E.coli BL21(DE3)

2025
๐Ÿ‘ค Penulis: Ismoyo Suryorindang
๐Ÿท๏ธ Kecerdasan Buatan ๐Ÿท๏ธ Hidrologi ๐Ÿท๏ธ Bioinformatika
Halaman 104 dari 418
๐Ÿ’ฌ