📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 6,268 dokumen

EVALUASI PROTOTIPE MODUL PELATIHAN KESELAMATAN BERBASIS VIRTUAL REALITY (VR) TERKAIT PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG MATA PADA PEKERJA MANUFAKTUR

Keselamatan kerja merupakan aspek yang sangat penting untuk diperhatikan pada industri manufaktur yang memiliki berbagai jenis risiko bahaya dan kecelakaan. Salah satu bentuk pencegahan yang dilakukan adalah dengan melakukan pelatihan keselamatan. Kendala yang dihadapi saat ini adalah masih terbatasnya media penyampaian dari pelatihan keselamatan yang sering kali belum cukup representatif dan menggambarkan situasi nyata. PT Motiolabs Digital Indonesia sebagai perusahaan pengembang perangkat lunak dan teknologi digital berusaha menjawab tantangan tersebut dengan mengembangkan pelatihan keselamatan berbasis virtual reality untuk para pekerja manufaktur. Pelatihan keselamatan yang dilakukan dikembangkan saat ini berupa prototipe pelatihan keselamatan terkait penggunaan alat pelindung mata pada pekerja manufaktur. Penelitian dilakukan untuk mengukur efektivitas prototipe pelatihan keselamatan berbasis virtual reality dan dibandingkan dengan pelatihan keselamatan berbasis video. Penelitian juga mengukur tingkat usability prototipe serta mengukur beban kerja mental pengguna saat menjalani pelatihan keselamatan berbasis virtual reality. Penelitian terdiri dari evaluasi prototipe modul keselamatan yang dilakukan berdasarkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Evaluasi dilakukan dengan eksperimen between-subject pada 24 responden dengan 12 responden pada setiap kelompok. Kelompok pertama mendapatkan pelatihan keselamatan berbasis virtual reality sementara kelompok kedua mendapat pelatihan keselamatan berbasis video. Kedua kelompok responden mendapatkan pelatihan keselamatan tentang penggunaan alat pelindung mata pada lingkungan manufaktur. Dilakukan pengukuran performansi, beban kerja mental, dan penilaian tingkat usabaility pada setiap responden. Performansi diukur dengan pengerjaan pre-test dan post-test oleh responden. Beban kerja mental diukur secara subjektif menggunakan NASA-RTLX dan secara objektif menggunakan Heart Rate Variability (HRV). Usability diukur secara kualitatif menggunakan Retrospective Thinking-Aloud (RTA) dan secara kuantitatif dengan kuesioner System Usability Scale (SUS) dan kuesioner Virtual Reality System Usability Questionnaire (VRSUQ). Penelitian mengungkapkan bahwa metode pelatihan berbasis VR dan video tidak memiliki perbedaan signifikan dalam hal performansi responden. Sementara pada aspek beban kerja mental, responden dengan metode pelatihan berbasis VR terbukti mengalami tingkat stres dan beban kerja mental yang lebih tinggi. Pada pengukuran usability tidak ditemukan perbedaan signifikan pada tingkat usability kedua metode. Berdasarkan temuan pada penelitian yang telah didukung pengujian secara statistik tersebut, perlu dilakukan evaluasi usability pada metode pelatihan VR untuk memberikan pengalaman usability dan tingkat performansi yang lebih baik. Kemudian disusun 11 rancangan perbaikan yang disusun berdasarkan hasil kuesioner usability serta masukan partisipan pada RTA. Perbaikan yang dirancang juga disusun dengan mempertimbangkan usability heuristic.

2025
👤 Penulis: Jonathan Quesera Deva Leuweheq
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

EVALUASI SKEMA PARAMETERISASI KUMULUS DAN MIKROFISIKA DALAM MODEL WEATHER RESEARCH AND FORECASTING (WRF) TERHADAP AKTIVITAS PETIR DI BANDUNG (STUDI KASUS: 10 FEBRUARI 2024)

Kejadian petir di wilayah tropis seperti Bandung merupakan indikator penting dari aktivitas konvektif yang kompleks dan sulit diprediksi. Akurasi simulasi petir dalam model numerik sangat bergantung pada pemilihan parameterisasi fisik, khususnya skema konveksi dan mikrofisika. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kombinasi skema parameterisasi tersebut dalam mensimulasikan kejadian petir pada 10 Februari 2024 menggunakan model Weather Research and Forecasting (WRF). Simulasi dilakukan dengan enam kombinasi skema parameterisasi dan konfigurasi domain bertingkat (9 km, 3 km, 1 km). Evaluasi dilakukan terhadap enam parameter meteorologis: SBCAPE, Lifted Index, K-Index, vertical velocity, equivalent potential temperature (??), dan Ice Mixing-Ratio (QICE). Data petir diperoleh dari Lightning Detector dan dianalisis menggunakan regresi OLS, Ridge, dan Lasso setelah transformasi logaritmik dilakukan untuk memenuhi asumsi normalitas. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi Betts-Miller-Janjic dan WSM6 (BMWSM) memberikan performa terbaik dalam semua model regresi, dengan nilai koefisien determinasi (R²) tertinggi dan galat kuadrat rata-rata (RMSE) terendah. Sebaliknya, kombinasi Grell-Devenyi dan WSM6 menunjukkan performa terendah. Temuan ini menegaskan pentingnya pemilihan skema parameterisasi yang sesuai dalam meningkatkan kualitas simulasi kejadian petir untuk mendukung sistem peringatan dini cuaca ekstrem.

2025
👤 Penulis: Istiqomatunnisa
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

USULAN INTERVENSI BERDASARKAN ANALISIS INTENSI DAN PERILAKU SCRAMBLING PENGENDARA SEPEDA MOTOR INDONESIA

Kecelakaan lalu lintas di Indonesia merupakan isu krusial dalam manajemen sistem transportasi yang mengakibatkan kerugian jiwa dan ekonomi secara signifikan. Pusiknas Polri mencatat bahwa tingginya angka kecelakaan lalu lintas didominasi oleh sepeda motor sebanyak 76,42% dari total seluruh kendaraan yang terlibat per tahunnya. Penyebab utama terjadinya kecelakaan diakibatkan oleh faktor manusia sebanyak 81,72% yang dapat terwujud dalam bentuk perilaku berkendara berisiko. Salah satu bentuk perilaku berisiko yang umum ditemukan namun istilahnya belum umum dikenal adalah scrambling. Scrambling berkaitan dengan tindakan memperebutkan hak melintas dengan pengguna jalan lain di jalan raya. Mengingat adanya urgensi peningkatan keselamatan lalu lintas serta keterbatasan kajian ilmiah di Indonesia terkait perilaku yang umum dilakukan masyarakat, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap intensi dan perilaku pengendara sepeda motor dalam melakukan scrambling di jalan raya Indonesia dan merancang usulan berdasarkan faktor yang berpengaruh secara signifikan pada intensi dan perilaku tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 415 responden di Indonesia yang merupakan pengendara sepeda motor dengan status Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki pengalaman mengendarai sepeda motor setidaknya satu tahun lamanya. Data yang dihasilkan melalui kuesioner kemudian diolah menggunakan metode PLS-SEM. Konstruk dan indikator kuesioner yang digunakan mengacu pada model modifikasi Theory of Planned Behavior yang mencakup attitude, subjective norm, perceived behavioral control, behavior intention, serta behavior yang terbagi menjadi dua tipe, yaitu behavior towards other vehicles dan behavior towards pedestrians. Hasil penelitian menunjukkan bahwa attitude, subjective norm, dan perceived behavioral control berpengaruh secara signifikan terhadap intensi pengendara sepeda motor Indonesia dalam melakukan scrambling di jalan raya. Hasil analisis ini menjadi input perancangan usulan dalam beberapa bentuk, yaitu media komunikasi audiovisual, edukasi keselamatan lalu lintas, driver training, serta traffic enforcement. Usulan ini diharapkan dapat menurunkan intensi scrambling pengendara sepeda motor sebagai upaya peningkatan keselamatan lalu lintas Indonesia.

2025
👤 Penulis: Hafizhah Wahyu Pratiwi
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

MENEMUKAN & MENGHIDUPKAN KEMBALI RUANG KOTA YANG HILANG: EKSPLORASI PENDEKATAN SISTEMATIS UNTUK MEREGENERASI LOST SPACE

Lost space adalah ruang yang kehilangan fungsi dan makna, sering ditemukan di bawah infrastruktur seperti jalan layang. Banyak upaya penataan fisik tidak berhasil mengubahnya menjadi tempat yang aktif dan bertahan karena pendekatan yang digunakan cenderung perbaikan visual, serta tidak people-centered, dan belum didukung metode perancangan yang sistematis berbasis pengguna. Penelitian ini bertujuan menyusun pendekatan sistematis untuk meregenerasi lost space, mengujinya di koridor bawah Jalan Layang Pasupati sebagai laboratorium studi, lalu menyempurnakannya menjadi versi akhir yang dinamai 4R+4M. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, behavior mapping, dan kuesioner kognisi– persepsi–preferensi, dengan sampel segmen yang mewakili empat tipologi: unused, underutilized, neglected, dan abandoned. Hasil penelitian berupa alur sistematis yang terdiri dari tahapan deliniasi–diagnosis, klasifikasi tipologi, pemetaan perilaku, serta analisis kognisi–persepsi–preferensi untuk menghasilkan arahan regenerasi yang kontekstual. Instrumen yang disusun dinilai jelas dan dapat digunakan oleh praktisi, sehingga pendekatan awal disempurnakan menjadi 4R+4M yang memadukan tahapan regenerasi fisik dan pengelolaan berkelanjutan. Penelitian ini berkontribusi pada praktik regenerasi dengan menghadirkan pendekatan yang dapat digunakan secara universal, sehingga mendukung kota-kota menjadi lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan dalam menghidupkan kembali lost space.

2025
👤 Penulis: Abhi Kurniawan
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PENGEMBANGAN PRODUKSI ENZIM PETASE MUTAN PADA BAKTERI REKOMBINAN ESCHERICHIA COLI STRAIN SCM 6 ?LPP

Limbah plastik, khususnya polyethylene terephthalate (PET), merupakan limbah yang paling berkontribusi dalam pencemaran lingkungan akibat sifatnya yang sangat resisten terhadap degradasi alami. Enzim PETase (polietilen tereftalat hidrolase) merupakan enzim yang memiliki kemampuan untuk menghidrolisis plastik PET menjadi monomer penyusunnya, Enzim ini pertama kali ditemukan pada bakteri Ideonella sakaiensis. Salah satu penelitian yang telah dilakukan sebelumnya adalah mengekspresikan PETase mutan dalam sistem ekspresi Escherichia coli BL21 (DE3). Namun, sebagian besar protein tertahan dalam fraksi intraseluler yang tidak larut (insoluble). Oleh karena itu, pada penelitian ini mengeksplorasi sistem ekspresi alternatif, yaitu Escherichia coli strain SCM6 ?lpp, yang memiliki delesi pada gen lpp untuk meningkatkan permeabilitas membran luar untuk meningkatkan sekresi enzim ke fraksi ekstraseluler. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonstruksi plasmid, menguji ekspresi gen PETase mutan pada E. coli SCM6 ?lpp, dan optimasi ekspresi enzim. Konstruksi plasmid ekspresi yang membawa gen PETase mutan dilakukan dengan metode Gibson Assembly, selanjutnya ditransformasikan ke E. coli TOP10 untuk amplifikasi, kemudian ke E. coli SCM6 ?lpp sebagai inang ekspresi. Keberadaan gen target PETase dikonfirmasi dengan PCR dan sekuensing DNA. Ekspresi enzim PETase mutan dianalisis menggunakan SDS-PAGE dan uji aktivitas enzim terhadap substrat p-nitrofenil butirat (PNPB). Optimasi ekspresi dilakukan terhadap konsentrasi IPTG (0; 0,25; 0,5; 1 mM) pada suhu 24 °C, dilanjutkan dengan variasi waktu inkubasi (8, 12, 18, dan 24 jam). Fraksi ekstraseluler dari kondisi terbaik kemudian dipurifikasi menggunakan kolom Ni-NTA. Aktivitas enzim hasil purifikasi diuji terhadap PET film, dan dianalisis menggunakan mikroskop elektron (SEM). Hasil dari penelitian ini, plasmid rekombinan berhasil dikonstruksi dan ditransformasikan ke E. coli SCM6 ?lpp. Optimasi konsentrasi IPTG menunjukkan bahwa 0,5 mM menghasilkan aktivitas tertinggi pada fraksi ekstraseluler dengan aktivitas 58 unit/mL enzim dan menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan 0 mM dan 0,25 mM (p < 0,05). Pada optimasi waktu induksi, aktivitas enzim pada 24 jam menunjukkan aktivitas tertinggi secara signifikan (p < 0,05) yaitu mencapai 78 unit/mL enzim pada fraksi ekstraseluler. Purifikasi protein menggunakan kolom Ni-NTA menunjukkan efisiensi yang rendah. Namun demikian, uji aktivitas terhadap substrat PET film menunjukkan adanya aktivitas degradasi yang jelas pada PET murni, PET crude, dan flowthrough, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan aktivitas. Dapat disimpulkan bahwa penelitian ini menunjukkan E. coli SCM6 ?lpp memiliki potensi sebagai sistem ekspresi alternatif untuk produksi enzim PETase mutan, dan optimasi konsentrasi IPTG dan waktu inkubasi menghasilkan peningkatan ekspresi dan aktivitas enzim, terutama pada fraksi ekstraseluler.

2025
👤 Penulis: Fifi Handayani
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

RESERVOIR SIMULATION: EVALUATION OF CO2 INJECTION FOR ENHANCED OIL RECOVERY IN NORNE FIELD

The global demand for energy, coupled with the need to reduce carbon emissions, has driven the exploration of innovative methods such as CO2 injection for Enhanced Oil Recovery (EOR). This study evaluates CO2 injection in the Norne Field, focusing on its potential for improving oil recovery and CO? sequestration. compositional PVT modeling is used and the variation of CO2 injection scenarios for simulating field conditions, which is explored in this study. The methodology involved history matching to calibrate the reservoir model, followed by simulations of different CO2 injection scenarios. The results indicated that CO2 injection significantly enhances oil production, with Scenario X achieving the highest cumulative oil production due to the addition of water injection wells. Additionally, CO2 sequestration was effective, with significant storage achieved through structural, residual, and solubility trapping mechanisms. The findings suggest that combining high CO2 injection rates with optimized water injection wells can improve both oil recovery and CO2 storage. Further economic analysis considering carbon taxes could provide a more comprehensive evaluation of the optimal development scenario.

2025
👤 Penulis: Akhmad Mamduuh Naayif
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

EMISSION INVENTORY OF AIR POLLUTANTS AND GREENHOUSE GASSES FROM VEHICULAR SOURCES AT INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG (CASE OF GANESHA AND JATINANGOR CAMPUS)

Emisi kendaraan merupakan kontributor signifikan terhadap polusi udara perkotaan. Penelitian ini menyajikan inventarisasi emisi dari sumber kendaraan di lingkungan ITB Ganesha dan Kampus Jatinangor untuk mendukung upaya pengelolaan kualitas udara dan mempromosikan praktik sadar lingkungan sebagai lembaga pendidikan. Metodologi ini menggabungkan pengumpulan data primer dan penerapan faktor emisi berdasarkan pedoman nasional. Survei lapangan dan catatan kampus digunakan untuk mengumpulkan data yang tepat tentang jenis kendaraan, jumlah, dan proporsi penggunaan bahan bakar. Emisi polutan udara dari sektor transportasi seperti CO, NO?, PM, THC, dan SO?, dan gas rumah kaca seperti CO?, CH?, dan N?O dihitung menggunakan faktor emisi yang ditetapkan dari inventarisasi emisi nasional dan rekomendasi IPCC. Studi ini menggunakan pendekatan berjenjang, memanfaatkan Tier 2 untuk data yang tersedia (misalnya, jumlah kendaraan) dan Tier 1 dengan menerapkan faktor emisi nasional untuk data yang kurang dapat diakses (misalnya, proporsi penggunaan bahan bakar). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sepeda motor berbahan bakar bensin adalah kontributor terbesar. Total emisi tahunan ITB Ganesha dan Kampus Jatinangor dihitung sebesar 77.884 kgCO/tahun, 5.387 kgNOx/tahun, 227 kg SO?/tahun, 257 kgPM/tahun, 742 kgTHC/tahun, 451.235 kg CO?/tahun, 113 kgCH?/tahun dan 1.734 kgN?O/tahun. Inventarisasi emisi menyediakan data dasar penting untuk kebijakan pengurangan emisi yang ditargetkan dan inisiatif keberlanjutan kampus. Temuan tersebut memberikan bukti ilmiah untuk mengoptimalkan manajemen lalu lintas, meningkatkan ketersediaan data, dan memperkuat inisiatif Kampus Hijau ITB untuk menjaga kualitas udara dan keberlanjutan di kampus.

2025
👤 Penulis: Kamila Maharani
🏷️ Emisi Kendaraan 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

OPTIMASI SISTEM HIDRAULIKA PENGEBORAN PADA SUMUR Y DI LAPANGAN Z DALAM KONDISI NARROW MUD WINDOW

This study aims to evaluate the drilling hydraulics of Well Y located in Jambi Province, which is characterized by dominant claystone, sandstone, shale, and siltstone formations. Well Y also exhibits pore pressure and fracture gradient conditions that are closely spaced, indicating the presence of a narrow mud window that increases the technical risks during drilling operations. The research focuses on analyzing the relationship between minimum flow rate and rate of penetration (ROP), pressure losses, equivalent circulating density (ECD), flow regime, annular velocity, as well as bit optimization using the hydraulic horsepower per square inch (HSI) parameter. The study was conducted using reference data from wells X-1 and X-2, and modeling was performed with Landmark software. Compass was used for trajectory design, StressCheck for casing design and strength evaluation, and WellPlan for BHA design and hydraulic optimization. The evaluation covered the relationship between minimum flow rate and ROP, distribution of pressure losses, ECD analysis, flow regime and annular velocity, and bit optimization by considering nozzle size and pump rate. The results indicate that the minimum flow rate requirement increases with higher ROP. In Section 9 5/8”, the required flow rate ranged from 380–410 GPM at low ROP and increased to >740 GPM at 320 ft/hr, while in Section 7” the requirement was lower, ranging from 170–340 GPM, and started to increase after the ROP exceeded 160–200 ft/hr. The relationship between flow rate and ROP was strongly influenced by annulus geometry. The largest pressure losses occurred in the drill string, recorded at 1,448.96 psi (59.05%) in Section 9 5/8” and 1,761.76 psi (70.55%) in Section 7”, although the resulting standpipe pressure remained below the maximum operating limit of 2,500 psi. The ECD values were within the mud window, ranging from 9.13–9.16 ppg in Section 9 5/8” and 10.17–10.32 ppg in Section 7”. Flow regime analysis showed laminar flow in Section 9 5/8” at pump rates below 1,100 GPM, while in Section 7” turbulent flow occurred beyond 3,653 ft MD at pump rates greater than 350 GPM. HSI evaluation also indicated optimum conditions, with HSI of 3.0 (TFA = 0.862 in², pump rate 916.5 GPM) in Section 9 5/8” and HSI of 2.1 (TFA = 0.985 in², pump rate 602.6 GPM) in Section 7”, ensuring effective hole cleaning without exceeding the surface pressure limit. This study provides a comprehensive approach to drilling hydraulics optimization by integrating casing design, BHA configuration, and hydraulic system performance. It presents an evaluation of the interaction between flow rate, pressure losses, ECD, and bit hydraulics optimization under geological conditions with a narrow mud window.

2025
👤 Penulis: Puji Nurhidayah
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Minyak Dan Gas 🏷️ Kecerdasan Buatan

NUMERICAL ANALYSIS OF 3D RE-ENTRANT AUXETIC STRUCTURE USING DIRECT IMPACT HOPKINSON BAR

This study presents a numerical study on the dynamic penetration behavior of 3D re-entrant auxetic honeycomb structures subjected to direct impact using a Hopkinson bar. The research aims to develop and validate a finite element model capable of replicating experimental conditions reported in previous studies. Simulations were conducted in LS-Dyna using polymer-based auxetic specimens manufactured via stereolithography, with three variations of cell strut thickness (1.5 mm, 2.0 mm, and 2.5 mm) tested under three impact velocities (5 m/s, 10 m/s, and 15 m/s). The results show that increasing strut thickness enhances impact resistance by reducing penetration depth and increasing peak force. Comparisons between elasto-plastic and elasto-plastic with damage models revealed consistent auxetic behavior, including effective stress localization and improved energy absorption. The findings confirm that auxetic geometries provide superior load distribution and resilience against catastrophic failure, highlighting their potential for lightweight, impact-resistant applications in aerospace and related engineering fields.

2025
👤 Penulis: Pandya Indra Chayani
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Dinamis 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PERANCANGAN GEDUNG 11 LANTAI DI JAKARTA DENGAN KETIDAKBERATURAN HORIZONTAL DAN VERTIKAL MENGGUNAKAN SISTEM GANDA

Tugas akhir ini membahas perancangan gedung rumah sakit dan pendidikan 11 lantai di Jakarta dengan ketidakberaturan horizontal dan vertikal. Sistem struktur yang digunakan adalah kombinasi Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) dan Sistem Dinding Struktural Khusus (SDSK) untuk meningkatkan kekakuan lateral, mengurangi simpangan antar tingkat, serta memperbaiki distribusi beban gempa akibat ketidakberaturan. Analisis linear dilakukan menggunakan metode respons spektrum ragam dengan perangkat lunak ETABS, serta evaluasi kinerja struktur dilakukan melalui analisis pushover sesuai dengan ASCE 41-17 dan ATC-40. Elemen dirancang menggunakan gaya dalam envelope untuk struktur beton bertulang, meliputi balok, kolom, pelat lantai, dan dinding geser. Dilakukan pemberian penalti pada struktur akibat adanya ketidakberaturan horizontal torsi dan sudut dalam serta ketidakberaturan vertikal berat massa, tindak lanjut dilakukan dengan melakukan analisis desain diafragma. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan sistem ganda mampu menurunkan drift antar tingkat hingga memenuhi batas SNI 1726:2019, mengurangi efek torsi, dan memberikan tingkat kinerja struktur pada kondisi Immediate Occupancy (IO) untuk beban gempa rencana (BSE-1N) dan Life Safety untuk beban gempa MCER (BSE-2N).

2025
👤 Penulis: Missa Divina Marthya Putri
🏷️ Struktur Beton Bertulang 🏷️ Analisis Pushover 🏷️ Kecerdasan Buatan

PENGEMBANGAN BIOMARKER DIAGNOSTIK BERBASIS GEN VIRULENSI PADA ISOLAT KANDIDAT PATOGEN PENYEBAB STUNTING DARI FESES BAYI

Data Kementerian Kesehatan tahun 2023 mencatat prevalensi stunting di Indonesia sebesar 21,5%, lebih tinggi dari target nasional 14%. Kondisi ini mendorong pengembangan pendekatan diagnostik yang mampu mengidentifikasi risiko stunting lebih dini, salah satunya melalui deteksi faktor virulensi bakteri usus. Disbiosis di kolon dapat merusak integritas lapisan usus dan memicu inflamasi yang mengganggu penyerapan nutrisi, sehingga berpotensi berkontribusi terhadap stunting. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi isolat kandidat patogen penyebab stunting yang terdapat pada komunitas bakteri feses; (2) mengidentifikasi gen faktor virulensi yang berasosiasi dengan stunting yang terdapat pada isolat murni kandidat patogen sebagai biomarker diagnostik; (3) mendeteksi keberadaan biomarker pada isolat kandidat patogen dari isolat murni dan komunitas bakteri feses individu sehat dan stunting. Determinasi faktor virulensi dilakukan melalui analisis mikroba patogen terkait stunting berdasarkan data 16S rRNA metagenomics dan isolat kandidat menggunakan Matrix-Assisted Laser Desorption/Ionization Time-of-Flight (MALDI-TOF). Gen virulensi dipilih berdasarkan relevansi mekanisme patogenitas terhadap stunting, kemudian sekuensnya dianalisis untuk menemukan daerah lestari yang digunakan sebagai primer. PCR dilakukan terhadap DNA feses bayi sehat (n = 10) dan stunting (n = 10), yang dikelompokkan berdasarkan usia menjadi 0-6 bulan, 6-12 bulan, dan 12-24 bulan. Data hasil PCR diolah dengan menghitung sensitivitas dan spesifisitas biomarker, serta mengukur intensitas pita DNA sampel menggunakan ImageJ. Analisis 16S rRNA metagenomics dan MALDI-TOF mengidentifikasi patogen dari Klebsiella pneumoniae complex (KpSC), sehingga penelitian difokuskan pada pengembangan biomarker gen virulensinya. Dari faktor virulensi utama KpSC, dipilih tiga gen kandidat, yaitu fimH (fimbriae tipe 1), entB (enterobactin synthase), dan hcp (hemolysin-coregulated protein/T6SS). Hasil visualisasi elektroforesis menunjukkan gen hcp merupakan kandidat biomarker berpotensi dibandingkan yang lain, dengan sensitivitas 100% dan spesifisitas 30%. Di sisi lain, fimH dan entB menunjukkan sensitivitas masing-masing 90%, dengan spesifisitas lebih rendah, yaitu 10% dan 20%. Gen hcp terdeteksi konsisten pada semua sampel stunting usia 0-24 bulan, sedangkan pada kelompok sehat cenderung menurun seiring usia, mengindikasikan stabilitas virulensi pada stunting yang terkait dengan imaturitas mikrobiota Selain itu, kuantifikasi pita DNA menunjukkan perbedaan kelimpahan gen virulensi antar kelompok sehat dan stunting, dengan intensitas tertinggi pada fimH, diikuti hcp dan entB. Penelitian selanjutnya perlu dilakukan pada populasi yang lebih besar, dengan replikasi teknis memadai serta integrasi data klinis dan lingkungan untuk memperkuat relevansi diagnostik.

2025
👤 Penulis: Nicole Prodjomaroeto
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

EFEK KONEKTIVITAS MANGROVE DAN TERUMBU KARANG TERHADAP KOMUNITAS IKAN KARANG DI PULAU SAPARUA, MALUKU TENGAH

Pulau Saparua di Kabupaten Maluku Tengah merupakan biodiversity hotspot yang termasuk ke dalam area Coral Triangle dan bagian dari Kawasan Konservasi Perairan Kepulauan Lease. Pulau ini menjadi habitat yang penting bagi berbagai fauna laut, terutama ikan yang berasosiasi dengan terumbu karang. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa konektivitas antara mangrove dan terumbu karang memberi efek positif terhadap kelimpahan dan keanekaragaman ikan karang di daerah konservasi. Namun, efek konektivitas terhadap komunitas ikan karang bersifat region-specific sehingga diperlukan kajian efek konektivitas mangrove dan terumbu karang terhadap komunitas ikan karang di Pulau Saparua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konektivitas mangrove dan terumbu karang terhadap kelimpahan dan komposisi komunitas ikan karang pada tiga mozaik habitat yang berbeda, yaitu mozaik dengan mangrove, padang lamun, dan terumbu karang yang berdampingan (MSR/mangrove-seagrass-reef); padang lamun dan terumbu karang yang berdampingan (SR); serta terumbu karang yang terisolasi (R). Komunitas ikan karang diamati menggunakan metode Underwater Visual Census (UVC) dan tutupan bentik diamati menggunakan metode Point Intercept Transect (PIT) sebanyak masing-masing tiga kali pada empat stasiun di bulan Februari 2025. Data dianalisis dengan metode PERMANOVA diikuti uji post hoc Pairwise Adonis, Non-metric Multidimensional Scaling (NMDS) diikuti uji post hoc PERMANOVA, dan Similarity Percentage (SIMPER). Berdasarkan hasil pengamatan, didapatkan total 97 spesies dalam 24 famili ikan karang, dengan kelimpahan total 2016 individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konektivitas mangrove-karang memberikan efek positif yang signifikan (p-value<0,01) terhadap kelimpahan ikan karang, tetapi dengan nilai R2 25,6%. Kombinasi variabel konektivitas, tutupan karang, dan habitat mozaik menunjukkan hasil yang signifikan dan menjelaskan 58,7% variasi (p-value<0,01, R2 58,7%). Komposisi ikan karang pada mozaik MSR dan SR, serta MSR dan R menunjukkan perbedaan signifikan (p-value<0,05), sedangkan komposisi ikan karang pada SR dan R tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Hasil ini mengindikasikan bahwa keberadaan dan kedekatan jarak antara mangrove dan terumbu karang dapat memfasilitasi komposisi spesies yang berbeda dibandingkan habitat terumbu karang yang terisolasi. Hal ini dapat disebabkan oleh fungsi mangrove sebagai habitat nursery bagi spesies ikan yang mengalami migrasi ontogenetik (Lutjanus fulvus, L. semicinctus, Cephalopholis boenak, dan Diploprion bifasciatum), dan refugia bagi spesies ikan mangsa (Dascyllus aruanus, Chromis viridis, dan Dascyllus reticulatus). Selain itu, mangrove juga dapat meregulasi mikroklimat di terumbu karang yang berdampingan dengan mangrove sehingga berpotensi meningkatkan tutupan karang di sekitarnya, yang menjadi habitat bagi berbagai ikan karang. Dengan demikian, konektivitas mangrove dan terumbu karang harus dipertahankan karena akan memengaruhi kelimpahan dan komposisi komunitas ikan karang.

2025
👤 Penulis: Nabilan Bana Fatin
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PENINGKATAN LEAD TIME PREDIKSI TINGGI MUKA AIR BENDUNG KATULAMPA MENGGUNAKAN MODEL HYBRIDA LSTM DAN HEC-HMS BERBASIS GSMAP

Jakarta merupakan salah satu kota di Indonesia yang hampir setiap tahun mengalami permasalahan banjir. Kota ini terletak di wilayah hilir dari DAS Ciliwung, di mana peristiwa banjir yang terjadi diperparah oleh banjir kiriman dari wilayah hulu melalui luapan sungai Ciliwung. Banjir kiriman ini umumnya dideteksi melalui pembacaan tinggi muka air di Bendung Katulampa dan peringatan dini melalui status siaga yang dikeluarkan sehingga memberikan waktu persiapan untuk warga Jakarta selama 13 hingga 14 jam sebelum banjir mencapai Jakarta. Kerugian yang ditimbulkan akibat peristiwa banjir ini cukup signifikan sehingga dilakukan upaya untuk memperpanjang waktu persiapan melalui prediksi lead time hujan terhadap respon katulampa di DAS Ciliwung Hulu. Metode yang digunakan adalah prediksi berbasis machine learning dengan LSTM, yaitu membaca pola dari data hujan GSMaP untuk memprediksi tinggi muka air di Katulampa. Penggunaan GSMaP dipilih karena akses data hujan yang terbatas dan dibutuhkan sumber data dalam jumlah besar dan realtime. Namun penggunaan kedua sumber data ini memiliki korelasi yang lemah, terbukti dari performa LSTM 1 dengan nilai R² negatif pada set data testing, sedangkan LSTM 2 yang merupakan model pembanding menggunakan data GSMaP dan debit HEC-HMS menunjukkan performa sangat baik pada t=0 dengan nilai R² training 0.999, testing 0.998, dan debit ekstrem pada data testing sebesar 0.998. Selain itu, LSTM 2 juga membuktikan bahwa model mampu mengemulasi proses fisik dan hidrologi HEC- HMS serta memprediksi debit ekstrem (?80 m³/s) hingga 6 jam ke depan dan debit non ekstrem hingga 9 jam.

2025
👤 Penulis: Pascalis Dwi Rosario Deno
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Data Hidrologi

PENGARUH POLIDOPAMIN (PDA) SEBAGAI SENYAWA JANGKAR DALAM SINTESIS PERANCAH ANTIBAKTERI PCL/ZNO UNTUK APLIKASI REKAYASA JARINGAN TULANG

Rekayasa jaringan tulang menawarkan alternatif menjanjikan pencangkokan tulang tradisional. Akan tetapi, infeksi terkait implan tetap menjadi tantangan utama akibat pembentukan biofilm bakteri. Penelitian ini berfokus pada pengembangan perancah antibakteri dengan melapisi perancah polycaprolactone (PCL) hasil 3D-printing dengan partikel nano seng oksida (ZnO). Untuk mengatasi tidak kompatibelnya permukaan antara PCL hidrofobik dan ZnO hidrofilik, polidopamin (PDA) digunakan sebagai senyawa jangkar. Penelitian ini membandingkan tiga metode deposisi untuk memodifikasi permukaan perancah PCL: (i) tanpa dopamin (PCL/ZnO), (ii) dengan PDA melalui imobilisasi satu tahap (PCL/PDA/ZnO-1), dan (iii) dengan PDA melalui imobilisasi dua tahap (PCL/PDA/ZnO-2). Perancah yang dihasilkan dikarakterisasi menggunakan fourier transform infrared (FTIR), thermogravimetric analysis (TGA), scanning electron microscopy – energy dispersive spectroscopy (SEM-EDS), dan pengukuran sudut kontak untuk mengevaluasi kualitasnya. Hasilnya menunjukkan bahwa metode imobilisasi dua tahap adalah yang paling efektif. Hasil TGA menunjukkan bahwa perancah PCL/PDA/ZnO-2 memiliki kandungan ZnO tertinggi (17,8 wt%) dibandingkan dengan PCL/ZnO (12,0 wt%) dan PCL/PDA/ZnO-1 (10,4 wt%). Analisis SEM-EDS mengonfirmasi hal ini dengan temuan bahwa PCL/PDA/ZnO-2 memiliki lapisan partikel nano ZnO yang terdispersi dengan baik. Selain itu, semua perancah yang dilapisi dengan ZnO terbukti menjadi lebih hidrofilik. Kesimpulannya, penggunaan PDA dengan metode imobilisasi dua tahap merupakan metode unggul untuk menempelkan partikel nano ZnO yang terdispersi dengan baik ke perancah PCL, sehingga secara signifikan dapat meningkatkan sifat permukaannya untuk aplikasi potensial dalam rekayasa jaringan tulang antibakteri.

2025
👤 Penulis: Muhammad Alvaro
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

RESPON KUALITAS AIR DAN MIKROBA TERHADAP INJEKSI CO? DI BERBAGAI MEDIA SINTETIK SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN BIOINDIKATOR KEBOCORAN DI SEKITAR LOKASI CARBON CAPTURE AND STORAGE ATAU CARBON CAPTURE UTILIZATION AND STORAGE (CCS/CCUS)

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis respon kualitas air dan mikroba terhadap injeksi CO? pada sistem media sintetik. Fokus kajian mencakup perubahan parameter fisik-kimia, identifikasi keterkaitan pola antarparameter, dan dinamika jumlah koloni serta komunitas mikroba. Eksperimen batch dilakukan menggunakan sedimen lapangan pada media cair. Media yang digunakan meliputi Synthetic Ground Water (SGW), yaitu SGW 6 dengan komposisi menyerupai kondisi eksisting dan SGW 4 dengan komposisi serupa namun dengan konsentrasi sulfat lebih tinggi. Selain itu, digunakan pula media Luria-Bertani (LB) sebagai media kaya nutrien untuk mengamati potensi pertumbuhan mikroba tanpa keterbatasan substrat. Setiap media diuji dengan dua perlakuan, yaitu injeksi CO? dan kontrol tanpa injeksi. Hasil menunjukkan injeksi CO?, dengan kontrol sebagai pembanding, mendorong kondisi yang cenderung asam dan reduktif pada media SGW, memicu mobilisasi ion dan logam berdasarkan parameter-parameter yang diukur (DIC, pH, DO, ORP, TDS, EC, Salinitas, dan Mn). Kondisi ini juga disertai dengan dinamika konsentrasi nitrat dan besi yang menunjukkan adanya aktivitas respirasi sekunder oleh mikroba, sedeangkan sulfat yang terukur tetap stabil. Media LB di lain sisi tidak menunjukkan perbedaan antara perlakuan dan kontrol, menandakan injeksi CO2 tidak mempengaruhi media ini secara signifikan. Berdasarkan Total Plate Count (TPC), mikroba total mengalami penurunan, tetapi inkubasi anaerob menunjukkan mikroba dengan kemampuan adaptasi pada kondisi ekstrem menunjukkan adaptasi dan penyesuaian. Analisis multivariat (Principal Component Analysis dan Hierrarchial Component Analysis) mengelompokkan parameter ke dalam tiga kelompok, yaitu indikator sensitif CO2 (DIC, EC, TDS, salinitas, Mn; pH, DO, ORP), akseptor elektron (nitrat dan sulfat), dan respon sekunder (Suhu, Fe, TPC Aerob dan Anaerob). Analisis metagonemik Nanoporore Sequencing menunjukkan pergeseran komunitas setelah injeksi CO2 selama 14 hari dari filum Firmicutes dan Proteobacteria menjadi Campylobacterota dengan dominasi spesies Acrobacter suis, serta Hydrogenophaga sp. strain SL48 bakteri fiksasi CO2 di media SGW, dan tetap Firmicutes pada media LB.

2025
👤 Penulis: Muhammad Rifqi Adiwangsa
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi 🏷️ Bioindikator Kebocoran
Halaman 107 dari 418
💬