📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 6,268 dokumenPENGUKURAN FOSFAT (PO43-) DAN KROMIUM HEKSAVALEN (CR(VI)) BERBASIS IMAGE PROCESSING TECHNIQUE PADA AIR PERMUKAAN DENGAN PENDEKATAN INTENSITAS WARNA
Aktivitas manusia dapat menjadi salah satu sumber masuknya polutan seperti fosfat dan kromium heksavalen ke air permukaan. Pengukuran kedua polutan tersebut umumnya menggunakan metode kolorimetri dan spektrofotometer yang membutuhkan biaya tinggi untuk pembelian alat dan reagen yang dibutuhkan. Oleh karena itu dikembangkan metode pengukuran Image Processing Technique (IPT) yang menggunakan alat measurement chamber berbasis kamera dengan harga terjangkau untuk melakukan pengambilan dan pemrosesan gambar berbasis intensitas warna. Gambar dianalisa secara otomatis oleh software ImageJ untuk mengukur komponen warna dari gambar dan mengolahnya menjadi nilai grayscale yang merepresentasikan intensitas cahaya. Dari pengujian fosfat didapatkan nilai R 2 , r, dan RSD untuk metode IPT adalah 0,983, -0,991, dan 2,378% dan nilai pvalue untuk perbandingan metode IPT dan metode konvensional adalah 0,552. Dari pengujian kromium heksavalen didapatkan nilai R2 , r, dan RSD untuk metode IPT 0,926, -0,962, dan 0,294% dan nilai p-value untuk perbandingan metode IPT dan metode konvensional adalah 0,993. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan secara keseluruhan dari metode IPT dan kolorimetri untuk pengujian sampel air artifisial dan sampel air permukaan dan metode IPT memiliki kepresisian dan linearitas yang baik dan memiliki potensi untuk dikembangkan dan ditingkatkan lebih lanjut.
PENGEMBANGAN PEMANFAATAN LIMBAH CANGKANG TELUR MENJADI POT PENCEGAH KELAINAN BLOSSOM-END ROT PADA TANAMAN SOLANACEAE
Limbah cangkang telur ayam merupakan masalah lingkungan signifikan, dengan proyeksi volume mencapai 623 ribu ton pada tahun 2024. Tingkat dekomposisi yang sangat rendah menjadikannya sumber polusi serius, memicu bau tak sedap dan pertumbuhan berbagai mikroba patogen. Penelitian ini hadir sebagai pencarian solusi dengan mengeksplorasi potensi daur naik (upcycling) limbah ini, mengubahnya menjadi produk yang fungsional dan ramah lingkungan. Penelitian ini berupaya memanfaatkan limbah cangkang telur ayam tersebut melalui proses eksplorasi ke bentuk produk yang fungsional dengan pendekatan daur naik (upcycling) kontekstual. Penelitian eksploratif ini menemukan bahwa limbah cangkang telur dapat diolah menjadi sebuah produk yang bermanfaat lebih terhadap tanaman tertentu, khususnya dengan genus Solanum seperti tomat dan terong berupa dengan sebuah pot yang dapat terdegradasi secara alami dan menjadi sumber kalsium untuk mencegah kelainan blossom-end rot.
KAJIAN PENGELOLAAN AIR BERKELANJUTAN DI PERGURUAN TINGGI - STUDI KASUS: INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG (KAMPUS GANESHA)
Pengelolaan air yang berkelanjutan menjadi hal yang krusial dalam menjawab tantangan global terkait deplesi sumber daya alam dan perubahan iklim. Penerapan ini dapat dimulai dari lingkungan terkecil, seperti rumah, sekolah, kantor, universitas, hingga pemerintah. Universitas menjadi faktor pendorong dalam pengembangan pengetahuan dan contoh bagi lingkungan lainnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan penilaian dan evaluasi dalam pengelolaan air yang berkelanjutan pada universitas untuk menghasilkan rekomendasi dalam optimalisasi pengelolaan air yang berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai tingkat penerapan air yang berkelanjutan di ITB menggunakan kuesioner UI (Universitas Indonesia) GreenMetric, mengidentifikasi faktor pendorong dan penghambat dalam menerapkan konsep pengelolaan air yang berkelanjutan pada universitas, serta memberikan rekomendasi agar penerapan pengelolaan air yang berkelanjutan dapat berjalan optimal dan aman. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pengukuran lapangan, hingga kuesioner, sedangkan pengolahan data menggunakan metode penilaian dari UI GreenMetric dan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk memberikan rekomendasi dalam optimalisasi penerapan pengelolaan air yang berkelanjutan. Didapatkan skor dalam penerapan pengelolaan air yang berkelanjutan di kampus ITB sebesar 550 dari 1.000. Adapun faktor pendorong dalam penerapan air yang berkelanjutan adalah peran dan wewenang pemangku kepentingan, beban biaya air bersih ke pihak ketiga berkurang, dan lainnya. Sedangkan faktor penghambat adalah keterbatasan dana, lahan, hingga pemilihan teknologi yang masih konvensional. Rekomendasi dalam penerapan air yang berkelanjutan di lingkup universitas berupa analisis keuangan proyek dengan NPV dan BCR, pelatihan bagi pimpinan, studi kelayakan, advokasi kebijakan, implementasi Water Safety Plan, dan penerapan teknologi sederhana seperti Rain Water Harvesting (RWH).
PROTOTIPE HARDWARE DAN SOFTWARE UNTUK JAVA-PROGRAMMABLE SMART CARD PADA FPGA
Smart card merupakan perangkat komputasi yang tertanam dalam bentuk kartu. Sejak pengembangan pertama pada tahun 1950, smart card terus dikembangkan dan digunakan secara global. Pada tahun 2025, diperkirakan penggunaan smart card berada pada rentang 30 – 50 miliar unit dengan kebutuhan per tahun mencapai 10 miliar unit. Dari nilai tersebut, 40 – 67% smart card merupakan Java Card. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengembangan platform Java Card sebagai bagian dari pengembangan smart card. Tulisan ini berfokus pada pengembangan prototipe hardware dan software untuk Java-programmable smart card. Pengembangan dilakukan pada tiga bagian, yaitu perangkat keras diskret, arsitektur komputasi, dan implementasi Java Card Virtual Machine (JCVM). Perangkat keras diskret dikembangkan dalam bentuk system-on-module (SoM) yang bersifat configurable, meskipun memerlukan carrier board. Di sisi lain, pengembangan arsitektur komputasi dan implementasi JCVM dilakukan secara bersamaan dengan pendekatan hardware-software co-design. Pengembangan JCVM dilakukan untuk memaksimalkan figure-of-merit (FoM) yang didefinisikan berdasarkan luas area, frekuensi clock maksimum, ukuran kode, dan banyaknya instruksi per bytecode. Pada sisi perangkat keras diskret, telah dikembangkan model smart card berbasis FPGA Xilinx Artix-7. FPGA ini bersifat mass-producable, reconfigurable, serta dapat digunakan untuk menyimulasikan hampir semua aplikasi smart card, kecuali medical record. Dibandingkan dengan prototyping board sebelumnya yang berbasis Altera Cyclone III, kapasitas logic resource dan memory resource pada FPGA ini masing-masing meningkat sebesar 412% dan 818%. Pada sisi arsitektur komputasi, pengembangan dilakukan dengan dua macam processor, yaitu MC8051 dan PicoRV32. Jika dilihat murni dari segi hardware, FoM untuk PicoRV32 berada pada rentang 2,837 sampai 6,546 kali lebih tinggi dibandingkan MC8051. Jika dilihat murni dari segi implementasi JCVM, FoM untuk PicoRV32 berada pada rentang 3,516 sampai 4,781 kali lebih tinggi jika dibandingkan MC8051. Secara keseluruhan, sistem yang dikembangkan menghasilkan peningkatan yang mencapai 23,01 kali lebih tinggi.
PENINGKATAN KETAHANAN DIGITAL WATERMARKING TERHADAP SERANGAN DETEKSI MELALUI KOMBINASI PEMILIHAN PIKSEL BERBASIS ENTROPI DAN OBFUSKASI STATISTIK
Penyebaran konten visual di media sosial telah meningkatkan kebutuhan akan perlindungan hak cipta dan jaminan keaslian karya digital. Meskipun steganografi Least Significant Bit (LSB) umum digunakan, metode konvensional memiliki kelemahan mendasar berupa kerentanan terhadap serangan deteksi statistik. Untuk menjawab tantangan tersebut, penelitian ini mengembangkan sebuah metode steganografi baru yang dirancang untuk menyisipkan watermark secara kuat dan tidak kasat mata. Metode yang diusulkan secara cerdas memanfaatkan area gambar yang paling ramai atau bertekstur sebagai lokasi penyisipan data, sehingga memastikan kualitas visual tetap terjaga. Untuk memperkuat keamanannya, dua strategi utama diterapkan: (1) penggunaan pseudo-random number generator (PRNG) yang diinisiasi dengan kunci rahasia untuk menyebar lokasi penyisipan secara acak, dan (2) pengenalan teknik unik LSB zero-biasing yang secara khusus dirancang untuk menetralkan serangan deteksi berbasis Chi-Square. Efektivitas dan kelayakan praktis dari metode ini dibuktikan melalui implementasinya pada sebuah aplikasi web media sosial yang bertujuan untuk menegakkan kepemilikan digital. Serangkaian pengujian komprehensif menunjukkan bahwa metode ini mencapai tingkat kualitas visual yang sangat baik, dibuktikan dengan skor Peak Signal-to- Noise Ratio (PSNR) yang melampaui 63 dB. Lebih lanjut, metode ini berhasil mencapai keseimbangan yang optimal antara kapasitas penyisipan data dan efisiensi komputasi. Dalam hal keamanan, metode yang diusulkan terbukti unggul ketika diuji bersamaan dengan empat teknik canggih lainnya dalam menghadapi serangan RS, SPAM, dan Chi-Square. Hasil penelitian ini mengukuhkan bahwa metode yang diusulkan merupakan sebuah solusi yang ringan, efektif, dan praktis untuk mengamankan properti intelektual di era digital saat ini.
DESAIN INTERAKSI APLIKASI SISTEM TIMBANGAN CERDAS KHUSUS JERUK UNTUK MENINGKATKAN USABILITY
Jeruk sebagai komoditas buah hortikultura penting di Indonesia menghadapi inefisiensi di rantai pasoknya secara signifikan akibat proses kerja di level lapak yang masih manual, terfragmentasi, dan rentan kesalahan. Ketergantungan pada pencatatan manual dan alat terpisah menyebabkan keterlambatan informasi, kerugian finansial, dan menurunnya kepercayaan antaraktor. Solusi mengintegrasikan proses seperti timbang dan catat melalui timbangan yang terhubung dengan aplikasi telah ada di pasaran, contohnya aplikasi ALEXA. Akan tetapi, aplikasi ALEXA memiliki tingkat usability yang rendah dan fungsionalitas yang belum memenuhi kebutuhan pengguna di lapak. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan penelitian dengan metodologi design thinking yang merupakan proses inovatif dan berpusat pada pengguna. Pengujian awal dilakukan terhadap aplikasi ALEXA kepada 5 pedagang dan 5 pekerja kasar. Pengujian menghasilkan skor System Usability Scale (SUS) yang sangat rendah, yaitu 46,5 untuk pedagang dan 40 untuk pekerja, yang keduanya masuk dalam kategori poor (buruk). Berdasarkan temuan tersebut, dirancang sebuah prototipe baru yang menyesuaikan kebutuhan pengguna. Pengujian iterasi pertama menunjukkan peningkatan usability yang tinggi, dengan skor SUS mencapai 80,25 untuk pedagang dan 80,75 untuk pekerja, masuk dalam kategori good (baik). Meskipun itu, iterasi pertama masih mengidentifikasi beberapa area perbaikan, terutama pada fitur "mode pasif" yang tingkat kemudahannya belum optimal, diindikasikan dengan skor Single Ease Question (SEQ) 4,85 untuk pedagang dan 4,9 untuk pekerja. Setelah dilakukan perbaikan yang terfokus, pengujian pada iterasi kedua menghasilkan desain final yang lebih optimal, skor SUS meningkat menjadi 84,75 untuk pedagang dan 83,75 untuk pekerja, mencapai kategori excellent. Peningkatan ini membuktikan bahwa pendekatan yang berpusat pada pengguna berhasil merancang solusi yang tidak hanya fungsional tetapi juga sangat mudah digunakan, efektif, dan mampu menjawab kebutuhan spesifik di lapangan.
MENGURANGI WAKTU PROSES PENGADAAN UNTUK AGREED STOCK ITEMS DI DIVISI PENGADAAN PT ALAMI MANDALA INDONESIA
Penelitian ini mengkaji permasalahan keterlambatan waktu pengadaan (lead time) pada Agreed Stock Items (AGSI) di Divisi Pengadaan PT Alami Mandala Indonesia (AMI). AGSI merupakan material yang sering dipesan ulang dan telah disepakati spesifikasinya, sehingga seharusnya dapat diproses dengan lebih cepat dan efisien. Namun, data menunjukkan bahwa lead time dari Purchase Requisition (PR) ke Purchase Order (PO) secara konsisten melebihi target OKR perusahaan sebesar 14 hari. Kondisi ini menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti terganggunya operasi, potensi keterlambatan proyek, hingga kerugian finansial akibat keterlambatan pengiriman material ke lokasi tambang. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran, menggabungkan analisis kualitatif dan kuantitatif. Studi ini mengidentifikasi beberapa akar penyebab, antara lain proses tender manual yang berulang, spesifikasi bahan yang tidak lengkap atau kurang jelas, database pemasok yang terbatas, serta tantangan logistik akibat lokasi perusahaan yang terpencil. Masalah-masalah ini akan dianalisis lebih lanjut menggunakan Diagram Tulang Ikan (Fishbone Diagram) dan Current Reality Tree. Untuk mengatasi tantangan tersebut, beberapa solusi alternatif dipilih dan dievaluasi menggunakan metode AHP. Evaluasi didasarkan pada empat kriteria: potensi pengurangan lead time, efisiensi biaya, dampak terhadap ketersediaan bahan, dan jadwal implementasi. Dari solusi yang diajukan, penerapan Perjanjian Jangka Panjang (Long Term Agreements/LTAs) diidentifikasi sebagai opsi yang paling praktis dan efektif. Penelitian ini memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti dan rekomendasi praktis bagi AMI serta organisasi serupa yang bertujuan mengoptimalkan operasi pengadaan, mengurangi keterlambatan, dan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan. Studi ini menyoroti pentingnya hubungan sinergis antara perbaikan proses internal, hubungan dengan pemasok, dan pemanfaatan teknologi dalam mencapai keunggulan pengadaan di lingkungan operasional yang menantang.
PENGEMBANGAN MODEL PENGUKURAN ECHO CHAMBER DENGAN ANALISIS SENTIMEN BERBASIS ASPEK BEBAS DOMAIN DAN KONSENSUS GROUP DECISION MAKING
Media sosial menjadi ruang penting bagi masyarakat Indonesia untuk berinteraksi dan membentuk opini, namun pola komunikasi di dalamnya kerap melahirkan echo chamber yang memperkuat polarisasi. Meskipun begitu, studi echo chamber di Indonesia masih terbatas pada analisis manual atau analisis jaringan tanpa mempertimbangkan sentimen konten. Penelitian ini mengembangkan model pengukuran echo chamber pada percakapan media sosial berbahasa Indonesia dengan Analisis Sentimen Berbasis Aspek (ASBA) bebas domain dan metrik konsensus dalam kerangka Group Decision Making (GDM). Rancangan mencakup lima tahap: praproses teks, ASBA bebas domain, pembentukan graf interaksi, deteksi komunitas, dan perhitungan konsensus GDM. Pada ASBA, berbagai pendekatan dievaluasi untuk menemukan model bebas domain terbaik. Hasil menunjukkan bahwa metode zero-shot LLM generatif dengan model Gemini-2.5-flash memberikan performa terbaik, dengan F1 makro 0,4178 pada dataset Pilkada DKI dan 0,4990 pada dataset Indo Vaccination, serta Penalized Brier Score lebih baik dibanding baseline. Pengujian model pengukuran echo chamber dilakukan pada tiga dataset percakapan X berbahasa Indonesia: Indo Vaccination, Budget Efficiency, dan Pilpres 2024. Hasil menunjukkan nilai Echo Chamber Ratio (ECR) yang konsisten dengan analisis pakar terdahulu mengenai echo chamber di Indonesia. Nilai ECR tersebut antara lain, 1,13 pada Indo Vaccination, 4,55 pada Budget Efficiency, dan 2,92 pada Pilpres 2024. Uji hipotesis dengan null atribut (pengacakan sentimen) dan null topologi (rewiring jaringan) memperkuat temuan ini. Nilai z-score antara 3,37–303,99 dan empirical p-value ? 0,01 menunjukkan hasil signifikan secara statistik dan jauh dari distribusi acak. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis ASBA dan konsensus GDM dapat memberikan ukuran ringkas melalui nilai ECR yang bermakna dan konsisten dengan analisis pakar. Pendekatan ini juga memungkinkan analisis kualitatif terhadap konsensus hingga tingkat komunitas.
PENGEMBANGAN MODEL MACHINE LEARNING UNTUK DETEKSI DAN KLASIFIKASI KENDARAAN PADA INFRASTRUKTUR BILLBOARD (STUDI KASUS: JALAN R.A KARTINI, CILANDAK, JAKARTA SELATAN)
PT Jakarta Infrastruktur Propertindo sebagai salah satu pelaku industri periklanan luar ruang di Jakarta sedang melakukan pengembangan sistem automated counting untuk mengganti sistem counting manual dalam perhitungan value dari billboard. Komponen utamanya berupa model machine learning yang siap pakai mayoritas dilatih menggunakan dataset internasional seperti COCO atau ImageNet memiliki performa kurang optimal pada kondisi lokal Jakarrta, terutama deteksi sepeda motor yang mendominasi 75% lalu lintas Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengembangan model menggunakan dataset lokal berjumlah 2.100 citra dengan 7.758 instance kendaraan dari Jalan R.A Kartini, Jakarta Selatan, mencakup empat kelas kendaraan dengan variasi kondisi pencahayaan dan cuaca. Metodologi menggunakan pendekatan CRISP-DM dengan preprocessing, augmentasi data, fine-tuning model, dan evaluasi menggunakan metrik mAP, precision, recall, F1- score, dan counting accuracy. Hasil evaluasi untuk kemampuan deteksi menunjukkan model optimized mencapai mAP@0.5 sebesar 88,6% dengan peningkatan 63,8 poin, precision 92,1%, recall 94,9%, dengan peningkatan signifikan pada deteksi motor dari 3,5% menjadi 91,9%. Hasil evaluasi untuk kemampuan klasifikasi menunjukkan model optimized mencapai accuracy sebesar 98,8% dengan peningkatan 9,4 poin, precision, recall, dan F1-score secara keseluruhan mencapai 98,8%. Counting accuracy sistem dengan model optimized rata-rata diatas 80% dibandingkan 28,5% model pre-trained. Pengembangan model dengan dataset lokal terbukti meningkatkan performa deteksi dan klasifikasi kendaraan Indonesia, menghasilkan sistem automated counting billboard dengan akurasi tinggi yang mendukung transformasi digital industri periklanan luar ruang Jakarta.
IMPLEMENTASI SISTEM TIMBANGAN CERDAS BERBASIS INTERNET OF THINGS DENGAN PENDEKATAN DESENTRALISASI UNTUK MENGURANGI LATENSI
Proses manual dalam rantai pasok jeruk di tingkat lapak yang mencakup sortir, timbang, dan catat, terbukti tidak efisien, memakan waktu, dan rentan terhadap kesalahan. Meskipun solusi berbasis Internet of Things (IoT) dapat mengatasi masalah ini, arsitektur terpusat konvensional berbasis cloud justru menimbulkan masalah baru berupa latensi tinggi yang menghambat alur kerja real-time. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sebuah purwarupa sistem timbangan cerdas berbasis IoT dengan pendekatan desentralisasi (edge computing) untuk meminimalkan latensi dan meningkatkan efisiensi operasional. Metode yang digunakan adalah V-Model yang diwujudkan dalam bentuk perangkat keras dengan arsitektur edge dengan konfigurasi protokol MQTT dan BLE yang mampu mengintegrasikan fungsi timbang dan analisis kualitas citra secara simultan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa purwarupa dengan arsitektur edge computing dengan konfigurasi protokol yang diimplementasikan terbukti mampu mengukur berat dengan akurasi rata-rata sebesar 98,20%, memberikan response di bawah 20 detik yaitu dengan rata-rata latensi 18,05 detik, serta meningkatkan efisiensi waktu kerja operasional secara keseluruhan sebesar 58,32% dibandingkan dengan metode manual. Pengujian Penerimaan Pengguna (UAT) yang melibatkan 30 partisipan juga menunjukkan penerimaan yang sangat positif, dengan skor rata-rata untuk kemudahan penggunaan (5,0/5,0), kejelasan antarmuka (4,87/5,0) dan persepsi kinerja (4,95/5,0). Kesimpulannya, implementasi sistem timbangan cerdas dengan arsitektur desentralisasi terbukti merupakan solusi yang valid dan efektif untuk menjawab permasalahan akurasi, presisi, latensi, dan inefisiensi di lapak. Sistem ini tidak hanya unggulsecara teknis dalam hal performa, tetapi juga fungsional dan dapat diterima dengan baik oleh pengguna akhir, serta berpotensi besar untuk modernisasi rantai pasok agribisnis.
BIOPROSPEKSI AKTINOMISETES BARU ASAL LAUT DALAM SEBAGAI PENGHASIL KANDIDAT SENYAWA ANTI-TUBERKULAR DENGAN PENDEKATAN DIFUSI AGAR PLUG DAN GENOME MINING
Tuberkulosis hingga saat ini masih menjadi salah satu masalah kesehatan global utama dengan meningkatnya kasus resistensi obat, sehingga diperlukan pencarian sumber senyawa anti-tuberkular baru. Mikroorganisme laut dalam, khususnya aktinomisetes diketahui memiliki potensi besar dalam menghasilkan senyawa bioaktif unik yang belum banyak dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, karakterisasi dan bioprospeksi spesies baru aktinomisetes asal sampel sedimen laut dalam (1.457 mbsl) dari perairan Arafuru, Maluku guna mencari kandidat senyawa anti-tuberkular baru menggunakan metode skrining tradisional berbasis agar plug dan genome mining. Aktinomisetes laut dalam diisolasi dengan menggunakan metode pengenceran bertingkat dan teknik soil stamping pada tiga media selektif yaitu ISP-2, AIA dan R2A. Skrining aktivitas senyawa anti-tuberkular terhadap Mycobacterium smegmatis DSM 43756T dilakukan dengan pendekatan difusi agar plug. Isolat terpilih dikarakterisasi secara molekuler dengan sekuensing marka gen 16S rRNA dan Whole Genome Sequencing (WGS). Keberadaan gen kluster penyandi senyawa anti-tuberkular diidentifikasi melalui teknik genome mining. Sebanyak 15 kandidat isolat aktinomisetes berhasil diisolasi dan metode paling baik untuk isolasi aktinomisetes dari sedimen laut dalam yaitu menggunakan media AIA dan ISP-2 dengan teknik pengenceran bertingkat tanpa pre-treatment panas. Hasil skrining aktivitas anti-tuberkular menunjukkan isolat LA_06 dapat menghambat pertumbuhan M. smegmatis DSM 43756T dengan luas diameter zona hambat sebesar 5,67 ± 0,57 mm. Karakterisasi molekuler menggunakan marka gen 16S rRNA menunjukkan isolat LA_06 merupakan aktinomisetes dari genus Nocardia. Hasil ini dikonfirmasi dengan WGS yang menunjukkan isolat Nocardia sp. LA_06 berkerabat dekat dengan Nocardia spumae DSM 111726T; serta berdasarkan nilai ANI (84,17%) dan dDDH (24,10%), isolat LA_06 diindikasikan merupakan kandidat spesies baru. Isolat Nocardia sp. LA_06 teridentifikasi memiliki klaster gen BGC 19, homolog dengan BGC piericidin A1 dari Streptomyces sp. SCSIO 03032 yang memiliki tingkat similarity yang rendah yaitu 33,3%. Piericidin A1 diketahui mampu menghambat NADH-ubiquinone oxidoreductase (kompleks I) yang telah dilaporkan memiliki aktivitas antimikroba. Analisis domain dan modul PKS menunjukkan bahwa BGC 19 memiliki jumlah gen inti (core genes) dan susunan domain yang berbeda, serta tidak mengandung domain thioesterase (TE) yang berperan penting dalam pembentukan cincin ?-pyridone pada piericidin A1. Selain itu, BGC 19 memiliki gen tailoring seperti oxidoreductase dan aminotransferase yang berpotensi menghasilkan produk akhir dengan modifikasi struktur yang berbeda dari piericidin A1. Oleh karena itu, BGC 19 diprediksi mampu mengkode senyawa analog piericidin A1 dengan struktur dan mekanisme aksi yang berbeda sehingga dapat menghambat pertumbuhan M. smegmatis, meskipun piericidin A1 hanya NADH-ubiquinone oxidoreductase (kompleks I). Temuan ini menunjukkan pentingnya eksplorasi aktinomisetes laut dalam sebagai sumber kandidat antibiotik baru, terutama untuk menghadapi meningkatnya masalah resistensi Mycobacterium tuberculosis.
PREDIKSI UTILISASI PORT SEBAGAI DASAR PERENCANAAN CAPEX MENGGUNAKAN GATED RECURRENT UNIT
Pertumbuhan pengguna internet di Indonesia menuntun peningkatan pada infrastruktur jaringan telekomunikasi, menuntut peningkatan kualitas layanan (QoS) yang berkelanjutan. Tantangan utama yang dihadapi oleh penyedia layanan adalah melakukan ekspansi kapasitas jaringan secara efektif tanpa menimbulkan inefisiensi alokasi Capital Expenditure (CapEx). Perencanaan investasi yang tidak tepat dapat mengakibatkan pemborosan sumber daya yang berdampak negatif pada profitabilitas dan kepuasan pelanggan. Oleh karena itu, diperlukan sebuah pendekatan proaktif berbasis data untuk memprediksi kebutuhan infrastruktur di masa depan. Penelitian ini menerapkan model deep learning Gated Recurrent Unit (GRU) untuk melakukan prediksi terhadap utilisasi port pada jaringan telekomunikasi. Model ini mempelajari pola kompleks dari data historis. Kinerja dan akurasi model dievaluasi secara kuantitatif menggunakan empat metrik standar, yaitu Mean Squared Error (MSE), Mean Absolute Error (MAE), Mean Absolute Percentage Error (MAPE), dan koefisien determinasi (R2). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model GRU yang dikembangkan memiliki performa prediksi yang sangat tinggi dan tingkat kesalahan yang rendah. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai MSE sebesar 0,2774, MAE sebesar 0,1437, dan MAPE sebesar 0,2816. Lebih lanjut, nilai R2 yang mencapai 0,9545 mengindikasikan bahwa model mampu menjelaskan 95,45% variabilitas data utilisasi port, yang menegaskan keandalannya dalam menangkap dinamika lalu lintas jaringan. Kesimpulannya, Gated Recurrent Unit (GRU) efektif untuk melakukan prediksi utilisasi port, memberikan implikasi praktis sebagai alat bantu presisi untuk perencanaan CapEx dan kapasitas. Potensi analisis juga dapat ditingkatkan dengan mengintegrasikan hasil prediksi dan indikator sosio-ekonomi, guna meningkatkan efisiensi serta profitabilitas perusahaan.
OPTIMASI KONDISI PRODUKSI DAN UJI AKTIVITAS ENZIM REVERSE TRANSCRIPTASE DARI MOLONEY MURINE LEUKEMIA VIRUS YANG DIFUSIKAN DENGAN PROTEIN SIS7A
Reverse transcriptase (RT) merupakan enzim yang dapat mengkatalisisasi sintesis cDNA dari template RNA. Salah satu RT yang paling umum digunakan adalah moloney murine leukemia virus reverse transcriptase (MMLV RT) yang masih memiliki prosesivitas dan termostabilitas yang rendah. Pada penelitian sebelumnya dilakukan fusi MMLV RT dengan protein Sis7a dari 7 kDa DNA binding protein family yang berhasil meningkatkan termostabilitas, parameter fisikokimia, dan lebih hidrofilik dibandingkan dengan RT komersial (RTK). Namun, produksi MMLV RT fusi masih dilakukan dalam skala kecil, yakni 80 mL. Maka dari itu, dalam penelitian ini dilakukan produksi MMLV RT fusi dalam skala yang lebih besar, yakni 330 mL volume kultur. Yield (konsentrasi protein) dan aktivitas enzim kemudian diukur untuk menentukan kondisi produksi terbaik. MMLV RT fusi diekspresikan pada Escherichia coli (E. coli) BL21(DE3) dengan dan tanpa induksi isopropil ?-D-1-tiogalaktopiranosid (IPTG) selama 24 jam. Saat inkubasi, dilakukan pengukuran pH, OD600, berat kering sel (dry cell weight/DCW) serta ekstraksi MMLV RT fusi setiap 6 jam sekali yang kemudian diuji aktivitasnya. Selain itu, uji aktivitas juga dilakukan dengan membandingkan kultur setelah inkubasi 24 jam dengan metode pemekatan presipitasi dengan aseton dan ultra centrifugal filters. Aktivitas enzim kemudian diukur dengan menggunakan two step RT-qPCR pada protein yang dipurifikasi dengan kolom Ni-NTA dan tidak dipurifikasi (ekstrak kasar). Setelah 24 jam inkubasi, pertumbuhan E. coli BL21(DE3) rekombinan MMLV RT fusi, baik diinduksi maupun tidak, meningkat ditunjukkan oleh kenaikan OD600 dan DCW. Kepadatan sel (OD600 = 1,4725) dan DCW (1,1 mg) kultur yang tidak diinduksi tertinggi pada jam ke-18 sementara pada kultur yang diinduksi (OD600 = 1,5775, DCW = 1.3 mg) diperoleh tertinggi pada jam ke-24 (fase stasioner). Selama 24 jam, pH kedua kultur menurun selama fase log, dan kemudian meningkat saat memasuki fase stasioner yang menandakan adanya perubahan metabolit untuk menghasilkan produk. Berdasarkan hasil uji aktivitas, diperoleh aktivitas MMLV RT fusi tertinggi (Cq = 25,9) saat diinkubasi selama 24 jam dan tanpa induksi. MMLV RT fusi yang tidak dipurifikasi menghasilkan aktivitas yang lebih tinggi (Cq = 31,07) dibandingkan dengan MMLV RT fusi yang dipurifikasi. Sementara itu, kedua proses pemekatan yang berbeda tidak menunjukkan metode yang lebih baik dalam memengaruhi hasil uji aktivitas. Secara keseluruhan, kondisi produksi MMLV RT fusi paling optimal diperoleh ketika sel dipanen saat fase stasioner akhir tanpa induksi dan tanpa purifikasi. .
STRESS BALL DENGAN SENSOR UNTUK KLASIFIKASI DAN MONITORING KEKUATAN GENGGAMAN PADA ANAK DENGAN AUTISM SPECTRUM DISORDER (ASD)
Anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) seringkali menghadapi tantangan dalam perkembangan keterampilan motorik halus, salah satu indikatornya adalah rendahnya kekuatan genggaman tangan (Hand Grip Strength/HGS). Terapi okupasi, khususnya yang berbasis permainan menggunakan media seperti stress ball, merupakan intervensi yang efektif untuk meningkatkan kemampuan ini. Namun, alat terapi konvensional yang ada saat ini memiliki keterbatasan signifikan, yaitu tidak adanya kemampuan untuk menyediakan data kuantitatif yang objektif mengenai perkembangan kekuatan genggaman anak selama sesi terapi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk merancang, mengimplementasikan, dan menguji sebuah stress ball yang terintegrasi dengan sistem sensor untuk melakukan klasifikasi dan pemantauan kekuatan genggaman tangan pada anak dengan ASD. Sistem perangkat keras dirancang menggunakan sensor Force Sensing Resistor (FSR) tipe Interlink 406 sebagai transduser utama, mikrokontroler Seeed Studio XIAO ESP32S3 sebagai unit pemrosesan data dan komunikasi nirkabel Wi-Fi, serta 5 buah LED Strip WS2812B sebagai umpan balik visual yang intensitas kecerahannya termodulasi secara linear sesuai kekuatan genggaman. Untuk memastikan validitas data, dilakukan proses kalibrasi sensor menggunakan Universal Testing Machine (UTM) A&D Tensilon RTF-1310. Data hasil kalibrasi kemudian dianalisis untuk menemukan model matematis konversi terbaik. Di sisi perangkat lunak, dikembangkan sebuah antarmuka pengguna (UI) di laptop yang mampu menerima data secara real-time melalui protokol UDP, melakukan analisis statistik, dan mengklasifikasikan kekuatan genggaman. Pengujian fungsionalitas prototipe dilakukan secara menyeluruh, mencakup uji akurasi dengan membandingkannya terhadap alat standar Biopac Hand Dynamometer SS25LA, uji presisi, uji responsivitas dinamis, dan uji klasifikasi. Hasil penelitian menunjukkan prototipe stress ball berhasil diimplementasikan dengan baik. Proses kalibrasi sensor menetapkan model interpolasi linear dengan lookup table sebagai metode konversi paling akurat, dengan nilai Root Mean Square Error (RMSE) sebesar 0.128 kg dan koefisien determinasi (R2) 0.9986. Pada uji akurasi, prototipe menunjukkan korelasi linear positif yang sangat kuat (r = 0.986) dengan alat standar, didukung oleh analisis Bland-Altman yang menunjukkan bias sistematis yang dapat diabaikan. Uji presisi membuktikan konsistensi dan presisi alat yang sangat tinggi, dengan nilai Koefisien Variansi ii (CV) di bawah 3% pada pengujian beban berulang. Sistem juga terbukti responsif dalam melacak perubahan kekuatan genggaman secara dinamis tanpa jeda waktu (lag) yang signifikan. Lebih lanjut, fungsi klasifikasi berhasil divalidasi dan mampu mengkategorikan kekuatan genggaman pengguna ke dalam tiga kelas (Lemah, Normal, Kuat) secara akurat untuk kelompok usia 7 dan 8 tahun. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada pengembangan alat terapi yang tidak hanya fungsional sebagai media latihan, tetapi juga sebagai instrumen pemantauan kuantitatif.
MENINGKATKAN MANAJEMEN PERSEDIAAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PERAMALAN: KASUS PERUSAHAAN AFTERMARKET OTOMOTIF
Peramalan inventaris sangat penting untuk memastikan keberlanjutan bisnis, terutama di industri otomotif, di mana fluktuasi permintaan dapat berdampak signifikan terhadap efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan. PT AAC, penyedia terkemuka cakram rem berkinerja tinggi untuk mobil, menghadapi tantangan dalam mempertahankan tingkat inventaris yang optimal untuk memenuhi permintaan pasar sekaligus meminimalkan biaya penyimpanan dan biaya inventaris. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model peramalan inventaris canggih yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik PT AAC, dengan mengintegrasikan data penjualan historis dan tren pasar untuk meningkatkan akurasi prediksi permintaan.Penelitian ini memanfaatkan model statistik seperti pemulusan eksponensial, penelitian ini berupaya menciptakan kerangka kerja prediktif yang beradaptasi dengan kondisi pasar yang dinamis. Penelitian ini berfokus pada perancangan strategi peramalan persediaan yang spesifik untuk PT AAC dengan mengintegrasikan riset pasar dan data penjualan historis. Berdasarkan analisis Pareto, delapan produk penting dipilih dari portofolio produk asli karena produk-produk tersebut menyumbang porsi penjualan terbesar dan, oleh karena itu, memiliki pengaruh terbesar terhadap perencanaan persediaan. Setelah menguji sejumlah model peramalan, hasil Mean Absolute Deviation, Mean Absolute Percentage Error, Mean Absolute Error, Mean Squarred Error, dan Tracking Signal menunjukkan bahwa pemulusan eksponensial dengan ? = 0,8 memiliki akurasi tertinggi. Untuk menciptakan sistem pengendalian persediaan yang lebih andal, pendekatan ini kemudian dikombinasikan dengan perhitungan Economic Order Quantity (EOQ), Safety Stock, dan Reorder Point (ROP). Dengan menggunakan metode ini, biaya persediaan berkurang sekitar 17% sebagai hasil dari peramalan permintaan dan perencanaan pengadaan yang lebih baik. Kesimpulan penelitian ini menawarkan saran praktis bagi PT AAC untuk manajemen lead time, pelacakan permintaan, dan penjadwalan pengadaan. Mereka juga dapat digunakan sebagai panduan oleh bisnis otomotif lain yang ingin meningkatkan kinerja inventaris.