📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 6,268 dokumen

ANALISIS PENGGUNAAN FLY ASH PADA STABILISASI TANAH SEMEN UNTUK MENINGKATKAN STABILITAS TANAH.

Tanah lempung plastisitas tinggi (CH) menyajikan tantangan geoteknik yang signifikan untuk pembangunan infrastruktur, termasuk kekuatan rendah dan potensi perubahan volume yang tinggi. Meskipun stabilisasi semen merupakan solusi umum, biaya ekonomis dan dampak lingkungannya mendorong eksplorasi alternatif yang berkelanjutan. Penelitian ini menginvestigasi penggunaan fly ash Kelas F sebagai material tambahan pada stabilisasi tanah lempung plastisitas tinggi dari Meulaboh, Aceh, untuk meningkatkan sifat-sifat rekayasanya dan mengevaluasi potensi reduksi semen. Pengujian laboratorium, meliputi Batas Atterberg, pemadatan, dan Kuat Tekan Bebas (UCS) pada umur 7 hari, dilakukan pada sampel yang distabilisasi dengan 5% dan 10% semen, yang masing-masing dikombinasikan dengan 0%, 20%, 30%, dan 40% fly ash. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fly ash sangat efektif dalam memperbaiki sifat indeks tanah, dengan menurunkan Indeks Plastisitas (PI) dari 31.995% menjadi serendah 18.039%1. Nilai UCS juga meningkat signifikan dari kuat tekan tanah asli sebesar 1.044 kg/cm²; kadar optimum untuk seri 5% semen tercapai pada 20% fly ash (4.73 kg/cm²), sedangkan kekuatan tertinggi untuk seri 10% semen dicapai pada 40% fly ash (11.05 kg/cm²). Studi ini menyimpulkan bahwa kadar optimum fly ash bergantung pada kadar semen, yang berperan sebagai aktivator kimia. Sebuah analisis kesetaraan kekuatan menunjukkan bahwa fly ash memiliki potensi untuk mereduksi semen sekitar 1.57%.

2025
👤 Penulis: Mohammad Fathan Islamika
🏷️ Stabilitas Tanah 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

ANALISIS PANEL DATA KRISIS EKONOMI ASIA DARI SUDUT PANDANG KEBIJAKAN FISKAL DAN MONETER

Krisis Ekonomi Asia 1997–1998 merupakan salah satu krisis keuangan paling signifikan dalam sejarah ekonomi modern. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau kembali Krisis Ekonomi Asia melalui dua kerangka teori kebijakan moneter dan fiskal dengan menerapkan metodologi data panel kuantitatif untuk menilai interaksi antara alat kebijakan moneter dan fiskal serta indikator-indikator makroekonomi utama di beberapa negara Asia Timur dan Tenggara. Studi ini didorong oleh kebutuhan ilmiah untuk memahami bagaimana koordinasi kebijakan makroekonomi membentuk krisis dan dampaknya. Penelitian ini menerapkan model regresi data panel yang mencakup delapan negara Asia, termasuk Indonesia, Thailand, Korea Selatan, Malaysia, Filipina, Singapura, Hong Kong, dan Jepang, selama periode dari 1995 hingga 2005. Studi ini beroperasi di bawah serangkaian dalil teoritis yang didasarkan pada teori moneter, teori fiskal, dan teori siklus bisnis. Hipotesis ini mengeksplorasi apakah kebijakan moneter dan fiskal memiliki hubungan dengan Krisis Ekonomi Asia yang mengambil peran sebagai penyebab atau sarana mitigasi krisis. Di luar kontribusi empirisnya, studi ini juga menawarkan implikasi teoritis dengan meninjau kembali asumsi-asumsi utama dalam teori moneter, fiskal, dan siklus bisnis dalam konteks ekonomi terbuka yang rentan terhadap arus modal yang fluktuatif. Hasil riset menunjukkan bahwa kebijakan moneter yang memiliki efek terkuat pada indikator makroekonomi, sementara kebijakan fiskal menunjukkan pengaruh terlemah terhadap performa makroekonomi, namun dapat menstimulasi ekonomi negara Penelitian ini tidak hanya memberikan validasi empiris bagi teori-teori ekonomi makro yang berlaku, tetapi juga menawarkan wawasan kebijakan praktis tentang bagaimana instrumen fiskal dan moneter dapat dikoordinasikan secara efektif di masa krisis sistemik. Kontribusinya terhadap sains terletak pada pendekatan metodologisnya yang terintegrasi, sudut pandang komparatif regionalnya, dan relevansinya terhadap tantangan kebijakan kontemporer di era interkoneksi keuangan yang semakin meningkat.

2025
👤 Penulis: Azra Adianski
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

ANALISIS VARIABEL YANG MEMENGARUHI KEBERLANJUTAN TEMPAT PEMROSESAN AKHIR (TPA) SAMPAH DI PROVINSI JAWA BARAT PASCA KEBAKARAN MENGGUNAKAN METODE STRUCTURAL EQUATION MODELING (SEM) (STUDI KASUS: TPA BURANGKENG, TPA JALUPANG, DAN TPA CIKOLOTOK)

Pengelolaan sampah di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 dengan prinsip penanganan, termasuk pemrosesan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah. Namun, penerapan sistem open dumping menyebabkan kebakaran di beberapa TPA Jawa Barat seperti TPA Burangkeng, Jalupang, dan Cikolotok sehingga tidak dapat mencegah terjadinya kebakaran hingga menimbulkan dampak lanjutan, yaitu penutupan TPA resmi yang hanya satu satunya di wilayah masing-masing. Penelitian ini bertujuan menganalisis variabel yang memengaruhi keberlanjutan TPA pasca kebakaran, menyusun strategi pencegahan kebakaran berulang, dan menganalisis variabel yang memengaruhi kesediaan masyarakat membayar pengelolaan sampah termasuk mengetahui besaran kesediaan dan kemampuan masyarakat untuk membayar jasa pengelolaan sampah di TPA. Metode yang digunakan meliputi Structural Equation Modeling (SEM) untuk variabel keberlanjutan TPA pasca kebakaran, Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT) untuk strategi, dan Contingent Valuation Method (CVM) untuk kesediaan membayar. Hasil menunjukkan variabel yang berpengaruh secara signifikan berdasarkan perspektif masyarakat adalah pembiayaan di TPA Burangkeng, peraturan di TPA Jalupang, dan teknis operasional di TPA Cikolotok. Sedangkan, tidak secara signifikan berdasarkan perspektif pengelola adalah peraturan di TPA Burangkeng, kelembagaan di TPA Jalupang, dan pembiayaan di TPA Cikolotok. Strategi SWOT pada masing-masing TPA lebih difokuskan berdasarkan aspek keberlanjutan masing-masing TPA. Kesediaan membayar dipengaruhi oleh pendapatan, pengeluaran, dan layanan di TPA Burangkeng; pendidikan, kepemilikan rumah, serta penanganan sampah di TPA Jalupang; dan pengeluaran (tidak signifikan), penanganan sampah, serta layanan di TPA Cikolotok.

2025
👤 Penulis: Ninne Sevtiana Dewi
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

DINAMIKA KOMUNITAS MIKROBA PADA AIR BUDIDAYA DAN KINERJA KULTUR IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) MENGGUNAKAN SISTEM AKUAKULTUR TERTUTUP HYBRID: BIOFLOC - RECIRCULATING AQUACULTURE SYSTEM (RAS)

Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar dengan konsumsi terbesar kedua di Indonesia. Namun, sistem budidaya ikan nila di Indonesia masih didominasi oleh metode konvensional dengan padat tebar yang rendah, kualitas air yang kurang terkontrol, serta kualitas dan kuantitas produksi yang tidak stabil. Pengembangan sistem akuakultur tertutup antara bioflok dan Recirculating Aquaculture System (RAS) diharapkan dapat menjadi alternatif untuk mengatasi masalah tersebut, dengan mengontrol kadar Total Ammonium Nitrogen (TAN), nitrit, dan nitrat yang bersifat toksik bagi ikan menggunakan kombinasi bakteri heterotrof pada bioflok dan bakteri nitrifikasi pada biofilter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika komunitas mikroba yang terjadi pada air budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus) pada sistem akuakultur tertutup Hybrid: Bioflok–Recirculating Aquaculture System (RAS) serta pengaruhnya terhadap performa budidaya. Penelitian ini dilakukan dalam empat langkah utama: (1) persiapan konsorsium mikroba heterotrof pembentuk bioflok dan konsorsium mikroba nitrifikasi; (2) persiapan, pengkondisian, dan pemasangan komponen sistem RAS dan bioflok; (3) aklimatisasi ikan dari tingkat air bioflok 0%, 10%, lalu 30% dengan selang waktu 24 jam; (4) budidaya ikan selama 60 hari diikuti dengan analisis parameter fisika kimia air, dinamika komunitas mikroba, dan parameter biologis, serta analisis data menggunakan t-test dan one-way ANOVA. Sistem Hybrid dilakukan dengan menggabungkan komponen RAS dan bioflok. Tanki kultivasi ikan dikondisikan dengan penambahan komponen mikroba heterotrof pembentuk bioflok selama 24 jam, sementara biofilter dikondisikan dengan dari tingkat NH4Cl 5 ppm menjadi 200 ppm secara berkala. RAS dioperasikan setiap 48 jam dengan durasi 2 jam. Parameter kualitas air selama masa budidaya berada dalam batas toleransi, serta menunjukkan bahwa sistem Hybrid: Bioflok-RAS mampu mempertahankan kualitas air lebih baik dibandingkan sistem kontrol bioflok dengan perbedaan yang signifikan (p < 0,05) untuk kadar TAN (1,15 ± 1,78 dan 2,38± 3,43 ppm) dan kadar nitrit (1,3 ± 1,0 dan 2,4± 1,6 ppm). Pada akhir masa budidaya, sistem Hybrid: Bioflok-RAS memiliki nilai diversitas mikroba total yang lebih rendah serta nilai dominansi yang lebih besar dibandingkan kontrol bioflok berdasarkan indeks Shannon (0,57 ± 0,10 dan 0,890 ± 0,16) dan Simpson (0,70 ± 0,24 dan 0,47 ± 0,13), serta dinamika komunitas mikroba yang relatif stabil berdasarkan dendogram komunitas mikroba menggunakan metode Bray-Curtis dissimilarity. Hasil analisis statistik menunjukkan performa pertumbuhan pada sistem Hybrid: Bioflok-RAS yang lebih baik dibandingkan kontrol bioflok dengan total biomassa akhir (10,4 ± 0,3 dan 8,9 ± 0,5 kg) yang berbeda secara signifikan (p< 0,05), serta tingkat kesintasan (83,7 ± 0,9 dan 79,3 ± 0,9 %) dan rasio konversi pakan (1,9 ± 0,1 dan 2,3 ± 0,1) yang tidak berbeda secara signifikan (p> 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa sistem Hybrid: Bioflok-RAS memiliki produktivitas dan efektivitas budidaya yang lebih baik dibandingkan sistem kontrol bioflok, yang didukung oleh dinamika komunitas mikroba yang lebih stabil dan parameter kualitas air yang lebih baik. Secara keseluruhan, penerapan sistem Hybrid: Bioflok-RAS dapat menjaga kualitas air dengan lebih baik dengan profil komunitas mikroba air kultur yang lebih stabil dan meningkatkan performa budidaya ikan nila, serta berpotensi untuk diaplikasikan pada skala produksi yang lebih besar.

2025
👤 Penulis: Darryl Francis
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Bioflok 🏷️ Recirculating Aquaculture System (Ras)

PENAMBAHAN PEWARNA ALAMI PADA PRODUK PANGAN SARAPAN FERCAF YANG DIPRODUKSI DENGAN METODE EKSTRUSI

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan pewarna alami terhadap kualitas produk sereal berbasis tepung singkong terfermentasi (Fercaf) yang diproduksi dengan metode ekstrusi. Tiga jenis pewarna alami yang digunakan yaitu ekstrak kulit buah naga (merah), kunyit (kuning), dan bunga telang (biru), dengan kadar 10% dan 20%. Pewarna ditambahkan melalui dua metode, yakni sebelum dan setelah ekstrusi, dengan tambahan bahan penyalut maltodekstrin atau gum arabic pada metode setelah ekstrusi. Analisis dilakukan terhadap parameter warna (L*, a*, b*), derajat pengembangan, dan kekerasan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode penambahan warna dan kadar pewarna berpengaruh signifikan terhadap intensitas warna produk. Produk dengan pewarnaan setelah ekstrusi menghasilkan warna lebih pekat, sementara pewarnaan sebelum ekstrusi memberikan distribusi warna yang lebih merata dan degradasi warna yang lebih rendah selama penyimpanan. Uji ANOVA menunjukkan bahwa metode pewarnaan berpengaruh signifikan terhadap derajat pengembangan dan kekerasan produk, di mana produk dengan pewarnaan sebelum ekstrusi cenderung memiliki derajat pengembangan yang lebih tinggi dan kekerasan yang lebih rendah. Namun, variasi jenis pewarna dan jenis aditif tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap derajat pengembangan maupun kekerasan. Metode terbaik untuk menambahkan pewarna alami pada produk sereal Fercaf adalah penambahan warna sebelum ekstrusi. Penelitian ini menunjukkan potensi Fercaf sebagai bahan baku sereal sarapan bebas gluten, serta penambahan pewarna alami untuk meningkatkan daya tarik visual produk sekaligus mendukung inovasi pangan berbasis bahan lokal.

2025
👤 Penulis: Tiara Nur Insyirah
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

USULAN SISTEM MANAJEMEN PENGETAHUAN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DI DIVISI STRATEGI DAN ANALITIK PT XL AXIATA TBK

Penelitian ini membahas permasalahan produktivitas di divisi Strategy and Analytics PT. XL Axiata Tbk, seperti ketergantungan yang berlebihan pada individu tertentu, minimnya dokumentasi terpusat, lamanya proses onboarding, dan kualitas deliverable yang tidak konsisten. Permasalahan ini telah menyebabkan keterlambatan, rendahnya tingkat First Time Right (FTR), dan menurunnya kelincahan operasional. Pendekatan kualitatif digunakan dengan menggabungkan wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Analisis tematik mengidentifikasi empat kesenjangan utama: tidak adanya dokumentasi yang terstandarisasi dan terpusat, tingginya ketergantungan pada PIC kunci, kurangnya evaluasi pengetahuan, serta terbatasnya praktik berbagi pengetahuan. Penelitian ini menggunakan Strategi Knowledge Management (KM) yang berbasis pada tiga komponen—People, Process, dan Technology—yang diintegrasikan dengan Model SECI (Socialization, Externalization, Combination, Internalization) untuk mengatasi permasalahan tersebut. Integrasi ini menawarkan metode yang terstruktur untuk mengumpulkan, menyebarluaskan, dan menerapkan pengetahuan organisasi dengan mengintegrasikan praktik KM ke dalam operasi sehari-hari. Solusi utama yang diusulkan meliputi pengembangan tata kelola KM, penunjukan KM Champions, standarisasi template dokumentasi, integrasi repositori DataHub terpusat, dan penerapan prosedur peer review. Peta jalan KM yang terdiri dari tiga tahap—Foundational, Implementation, dan Evaluation—dirancang untuk memandu pelaksanaan serta mengukur hasil melalui KPI seperti peningkatan tingkat FTR, pengurangan waktu onboarding, penggunaan repositori, dan kepuasan karyawan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan penerapan KM memerlukan upaya transformasi organisasi secara menyeluruh, bukan sekadar inisiatif teknologi. Melalui intervensi pada aspek organisasi, prosedur, dan teknologi, divisi dapat meningkatkan produktivitas, memperbaiki kualitas deliverable, serta membangun budaya berbagi pengetahuan yang berkelanjutan untuk mendukung tujuan strategis XL Axiata di industri telekomunikasi yang kompetitif.

2025
👤 Penulis: Dimas Natajiwa
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

ANALISIS KEBERLANJUTAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM BERBASIS MASYARAKAT (SPAM) PROGRAM PAMSIMAS DENGAN SUMBER AIR TANAH DI KECAMATAN TANJUNGSARI, KABUPATEN SUMEDANG, JAWA BARAT

Salah satu target Sustainable Development Goals (SDGs) tahun 2030 adalah akses universal air minum, terutama di perdesaan yang rentan krisis akibat peningkatan jumlah penduduk dan kebutuhan air. Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan akses air di perdesaan. Namun implementasinya masih belum berfungsi optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor yang mempengaruhi keberlanjutan Program PAMSIMAS menggunakan metode CFA (Confirmatory Factor Analysis) dan merumuskan strategi berkelanjutan menggunakan metode SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Penelitian dilakukan pada lima lokasi PAMSIMAS di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang dengan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan kuesioner. Penelitian ini menganalisis keberlanjutan terhadap lima aspek keberlanjutan, yaitu teknis, kelembagaan, keuangan, sosial, dan lingkungan. Hasil analisis CFA menunjukkan seluruh aspek keberlanjutan berkontribusi dalam mengukur keberlanjutan program dengan dengan aspek keuangan menjadi aspek paling berpengaruh ditinjau dari sisi pengguna sedangkan dari sisi pengelola adalah aspek kelembagaan. Faktor-faktor utama yang berkontribusi tinggi mempengaruhi keberlanjutan dari perspektif pengguna meliputi kemampuan membayar, kepercayaan terhadap pengelola, regulasi keuangan, kuantitas air, kondisi lingkungan. Dari perspektif pengelola meliputi pembuatan laporan kinerja, keteraturan pembayaran, ketersediaan sumber air, dan perlindungan sumber air. Faktor-faktor tersebut memiliki nilai factor loading berkisar 0,578 – 0,923. Semakin mendekati 1, semakin besar kontribusinya. Hasil analisis SWOT menunjukkan empat lokasi PAMSIMAS berada pada kuadran I yang memerlukan strategi agresif (menggunakan kekuataan untuk mengambil peluang). Untuk satu lokasi PAMSIMAS tersisa berada pada kuadran III yang memerlukan strategi turnaround (mengurangi kelemahan yang ada dengan memanfaatkan peluang). Penelitian ini diharapkan memberi masukan bagi pihak terkait dalam penyusunan strategi keberlanjutan program PAMSIMAS.

2025
👤 Penulis: Regia Afiyanti Putri
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

REKONSEPSI PASAR KOSAMBI DALAM PARADIGMA PRODUKSI RUANG

Pasar Kosambi merupakan salah satu dari sekian kasus revitalisasi pasar tradisional di Indonesia yang hasilnya tidak berfungsi secara optimal. Kami melihat permasalahan ini disebabkan oleh ketidaksesuaian antara ruang yang direncanakan dengan kebutuhan ruang masyarakat yang kemudian kami sebut sebagai kesenjangan spasial. Ruang pasar cenderung diperlakukan secara kaku, homogen, dan netral, padahal dalam praktiknya terdapat aktivitas sosial yang berlapis dan dinamis. Tesis ini menggunakan paradigma teori produksi ruang oleh Henri Lefebvre—yang memandang ruang terdiri dari conceived space, perceived space, dan lived space—sebagai kerangka berpikir perancangan untuk memetakan konflik spasial antar dimensi ruang yang terjadi dalam praktik keseharian masyarakat. Hasil pemetaan tersebut kemudian diterjemahkan menjadi hipotesis perancangan melalui beberapa pendekatan, antara lain; adaptive reuse sebagai siasat terhadap conceived space, deconstructive programming untuk perceived dan lived space, serta open building untuk mengantisipasi siklus produksi ruang di masa depan. Temuan dalam tesis ini menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan ruang pasar di luar dari apa yang sudah direncanakan, termasuk di antaranya bagaimana pasar dipersepsikan dan dihidupi tidak hanya sebagai ruang niaga, tetapi juga sebagai ruang untuk aktivitas sosial. Selain itu, masyarakat kerap melakukan penyesuaian terhadap ruang pasar sesuai dengan kebutuhan mereka. Di satu sisi, tindakan ini dapat memberikan dinamika dan warna baru pada ruang pasar, namun di sisi lain juga berpotensi menimbulkan konflik spasial serta mengganggu kelancaran aktivitas lain. Oleh karena itu, rancangan yang dihasilkan berupaya mengakomodasi dan menyinergikan praktik sosial tersebut melalui penyesuaian terhadap ruang yang telah dirancang sebelumnya. Tesis ini mencoba merekonsepsi ruang pada Pasar Kosambi dengan menawarkan perancangan yang lebih inklusif di mana kesenjangan spasial antara kebutuhan ruang masyarakat dan ruang hasil revitalisasi dapat diminimalkan sehingga pasar dapat lebih relevan dan tepat guna bagi masyarakat.

2025
👤 Penulis: Muhammad Alim Hanafi
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan

PENGUKURAN KELIMPAHAN MIKROPLASTIK POLIVINYL CHLORIDE DAN POLYETHYLENE TEREPHTHALATE BERBASIS IMAGE PROCESSING TECHNIQUE PADA AIR PERMUKAAN

Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan kebutuhan industri, plastik menjadi salah satu produk yang bermanfaat namun dapat membawa dampak besar bagi lingkungan. Pengelolaan limbah yang belum optimal menjadikan plastik yang tidak terolah mengalir ke badan air dan dapat terdegradasi atau mengalami fragmentasi menjadi mikroplastik yang dapat membahayakan lingkungan dan kesehatan manusia. Salah satu pengembangan metode kuantifikasi mikroplastik secara cepat dan praktis yaitu dengan image processing technique (IPT). Metode IPT memanfaatkan kamera untuk menangkap citra digital dan menghitung partikel mikroplastik dalam region of interest (ROI) dengan bantuan larutan dispersant optimum. Penelitian ini berfokus pada pengukuran kelimpahan dan validasi metode IPT menggunakan artificial sample mikroplastik jenis polivinyl chloride (PVC) dan polyethylene terephthalate (PET), serta sampel air permukaan. Dispersant optimum untuk mikroplastik jenis PVC adalah larutan ZnCl2 48% dengan tambahan 0,01% SDS dan untuk mikroplastik jenis PET adalah larutan ZnCl2 62%. Uji korelasi antara konsentrasi massa dengan jumlah partikel mikroplastik yang ditandai dengan R2 > 90 dan nilai p-value < 0,05 menunjukkan terdapat hubungan signifikan. Hasil pengujian sampel air permukaan menunjukkan mikroplastik jenis PVC dan PET mendominasi jumlah total mikroplastik dan dibuktikan dengan terdeteksinya polimer pada uji FTIR. Nilai %RSD dan %Recovery kedua metode menunjukkan hasil yang presisi dan akurat dengan nilai %RSD di bawah 15% dan %Recovery berada tidak lebih dari toleransi 10%. Uji-t menunjukkan nilai p-value > 0,05 yang menandakan tidak ada perbedaan signifikan dari rata-rata variasi hasil pengukuran jumlah partikel mikroplastik dengan menggunakan metode mikroskop dan metode IPT.

2025
👤 Penulis: Ikhlasul Qolby Zacky N.
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Limbah Air 🏷️ Hidrologi

PERANCANGAN PERBAIKAN KUALITAS JASA GYM PADA PERUSAHAAN REVOLT SPACE

Revolt Space merupakan pusat kebugaran yang berdiri sejak 2022 dan menargetkan segmen mahasiswa serta pekerja muda di Jawa Barat. Meski berhasil memperluas cabang dan menarik banyak pelanggan melalui harga terjangkau serta diskon promo, perusahaan menghadapi tantangan serius berupa tingkat retensi pelanggan yang rendah. Data 2024 menunjukkan retention rate hanya sebesar 32%, jauh di bawah rata-rata industri sebesar 60%. Ketergantungan pada akuisisi anggota baru membuat omzet fluktuatif, sementara evaluasi kualitas jasa belum pernah dilakukan secara sistematis. Penelitian ini hadir untuk merancang strategi perbaikan kualitas jasa yang dapat meningkatkan kepuasan sekaligus mempertahankan pelanggan Revolt Space. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan kuesioner kepada pelanggan. Analisis diawali dengan service blueprint untuk memetakan proses jasa beserta masalahnya. Selanjutnya, metode fuzzy SERVQUAL digunakan untuk mengukur kesenjangan antara harapan dan persepsi pelanggan yang diperkaya dengan model Kano meliputi fuzzy Kano, hybrid mix Kano, dan better-worse Kano untuk mengklasifikasikan atribut layanan sesuai pengaruhnya terhadap kepuasan. Hasil identifikasi atribut prioritas kemudian diterjemahkan ke dalam solusi melalui pendekatan TRIZ dengan proses pemilihan fokus perbaikan dilakukan menggunakan analisis Pareto. Pendekatan TRIZ menghasilkan empat usulan perbaikan yaitu gym management system, dokumentasi dan standardisasi standard operating procedure (SOP), penyusunan dan penyebaran aturan layanan kepada member, serta edukasi berkelanjutan dan multikanal. Usulan solusi yang dirancang melalui kombinasi service blueprint, SERVQUAL, Kano, dan TRIZ menghasilkan arah perbaikan yang sistematis, inovatif, dan berorientasi pada retensi pelanggan. Dengan penerapan usulan ini, Revolt Space diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada akuisisi anggota baru dan mencapai pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.

2025
👤 Penulis: Burju Eagle P. S.
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

KARAKTERISASI DAN ANALISIS SUMBER POTENSIAL AIRBORNE MICROPLASTICS (AMPS) DI KOTA BANDUNG DAN JAKARTA BARAT

Airborne microplastics (AMPs) berpotensi menimbulkan dampak ekologis dan kesehatan yang serius melalui transportasi atmosferik, deposisi lintas• kompartemen, serta inhalasi. Namun, pengetahuan terkait polutan ini masih terbatas. Penelitian ini mengisi kesenjangan tersebut dengan menentukan konsentrasi, karakteristik, dan sumber potensial AMPs di Kota Bandung (musim basah dan musim kering) serta Kota Jakarta Barat (musim basah). Pengambilan sampel dilakukan secara aktif menggunakan multi-nozzle cascade impactor (MCI) yang memisahkan tiga fraksi ukuran (PM>10, PM2,s-10, PM2,s), kemudian dianalisis menggunakan µ-FTIR. Ditemukan bahwa konsentrasi dan karakteristik AMPs bervariasi secara temporal dan spasial. Bandung musim basah menunjukkan median konsentrasi tertinggi (::::::5,36 partikel/m3, rentang 1,03-13,24 partikel/m3), Bandung musim kering lebih rendah dan stabil (median ::::::2,28 partikel/m3, 1,29- 3,40), sedangkan Jakarta Barat musim basah berada pada level menengah-rendah (median ::::::1,77 partikel/rn'', 1,54-3,91). Fraksi PM2,s dominan di semua kondisi (±54-71 %) sehingga potensi inhalasi tinggi. Terdapat total 16 polimer teridentifikasi. AMPs Bandung musim basah sangat didominasi PE, sedangkan Bandung musim kering dan Jakarta Barat musim basah didominasi PE dan Nylon. Distribusi ukuran fisik miring ke kanan, Bandung kering memiliki ukuran tipikal paling kecil dan homogen (rata-rata 11,00 ± 34,04 µm), diikuti Jakarta Barat basah (12,41 ± 26,53), dan Bandung basah (21,53 ± 26,42). Morfologi pada semua kelompok serupa, dengan dominasi fragment (>74%) dibandingkan granule (0- 14%) danfiber (0-11 %). Sebagian besar AMPs memiliki tingkat degradasi tinggi dengan estimasi usia >28 hari. Sumber potensial utama AMPs rneliputi penggunaan plastik sekali pakai, tekstil, debu j alan, konstruksi, serta industri. Penilaian risiko menunjukkan kategori rendah (Bandung basah) hingga rendah-menengah (Bandung kering dan Jakarta Barat basah). Strategi mitigasi AMPs mencakup pengurangan plastik sekali pakai, pengendalian emisi dari berbagai sektor, perbaikan pengelolaan sampah, dan peningkatan edukasi publik.

2025
👤 Penulis: Aurellia Felita Shandy
🏷️ Airborne Microplastics 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

EVALUASI KINERJA MOBILE CORN DRYER CPI-ITB BERDASARKAN NERACA MASSA, NERACA ENERGI, DAN NERACA EKSERGI

Mayoritas pakan ternak unggas di Indonesia berasal dari jagung. Untuk menjaga kualitas jagung tetap baik dalam waktu yang lama, kadar air jagung harus rendah. Di Indonesia, kadar air jagung hasil panen cukup tinggi dan sentral produksi jagung tersebar di berbagai lokasi. Oleh karena itu, dibutuhkan mesin pengering yang dapat menjangkau area hasil panen jagung. Mobile Corn Dryer (MCD) CPI-ITB hadir sebagai solusi kebutuhan mesin pengering jagung dengan kapasitas dan mobilitas tinggi. Dalam aspek keenergian, pengembangan MCD CPI-ITB memiliki tiga target: kapasitas pengeringan, konsumsi bahan bakar spesifik, dan temperatur akhir jagung. Analisis keenergian dibutuhkan untuk mengetahui kinerja dan potensi peningkatan kinerja MCD CPI-ITB. MCD CPI-ITB merupakan mesin pengering jagung tipe aliran kontinu dengan ruang pengeringan berbentuk drum. Analisis keenergian dilakukan dengan mengevaluasi kesetimbangan massa, energi, dan eksergi MCD CPI-ITB. Skematik sistem secara global dan detail dibuat sebagai dasar persamaan keenergian. Pendefinisian dan perumusan efisiensi pengeringan, konsumsi bahan bakar spesifik, dan efisiensi eksergi pengeringan dijadikan sebagai parameter kinerja pengeringan. Data hasil pengujian digunakan untuk mengevaluasi keenergian dengan menggunakan persamaan yang telah dirumuskan. Analisis terhadap kesetimbangan eksergi dilakukan untuk mendeteksi opsi perbaikan. Hasil evaluasi menunjukkan nilai efisiensi pengeringan, konsumsi bahan bakar spesifik, dan efisiensi eksergi MCD CPI-ITB secara berturut-turut sebesar 48,2 ± 0,3%, 1,58 liter solar/?1%w.b/ton jagung input, dan 43,10%. Nilai efisiensi pengeringan masih rendah dan konsumsi bahan bakar spesifik belum mencapai target. Walaupun demikian, efisiensi eksergi MCD CPI-ITB lebih baik daripada mesin pengering jagung pada umumnya. Peningkatan kinerja dapat dilakukan dengan memperbaiki insulasi termal dan meningkatkan efektivitas perpindahan panas dari udara pengering ke jagung di dalam drum dryer.

2025
👤 Penulis: Yogie Ariana
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PHYSICS-INFORMED NEURAL NETWORKS (PINN) UNTUK PENDEKATAN SOLUSI PERSAMAAN DIFERENSIAL

Penyelesaian persamaan diferensial parsial (PDP) secara numerik seringkali menghadapi tantangan terkait ketergantungan pada diskritisasi domain (mesh). PhysicsInformed Neural Network (PINN) muncul sebagai alternatif metode mesh-free yang menjanjikan dengan mengintegrasikan hukum fisika langsung ke dalam proses optimisasi jaringan saraf tiruan (JST). Tugas akhir ini berfokus pada implementasi suatu kerangka kerja PINN menggunakan PyTorch, serta melakukan evaluasi kinerjanya pada beberapa studi kasus PDP dan menganalisis pengaruh perubahan hyperparameter. Kinerja model diuji pada tiga kasus: persamaan kalor (parabolik) serta persamaan Laplace dua dimensi (eliptik), dengan akurasi yang diukur terhadap solusi analitik atau metode beda hingga (FDM). Selain itu, analisis pengaruh jumlah epoch, jumlah neuron, dan kedalaman JST dilakukan pada persamaan Burgers satu dimensi yang non-linear. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model PINN yang diimplementasikan berhasil mencapai akurasi tinggi di semua studi kasus. Untuk persamaan kalor 1D, galat relatif L2 yang diperoleh adalah 0.95% terhadap solusi analitik. Pada kasus 2D, model menunjukkan kesesuaian yang sangat baik dengan solusi FDM, dengan galat relatif L2 sebesar 4.80% untuk persamaan kalor dan 2.79% untuk persamaan Laplace. Analisis hyperparameter pada persamaan Burgers menunjukkan bahwa peningkatan jumlah epoch dan kapasitas JST (lebar dan kedalaman) secara signifikan meningkatkan kemampuan model dalam menangkap fitur kompleks seperti gelombang kejut, meskipun penambahan kedalaman menunjukkan adanya diminishing returns. Penelitian ini berhasil mendemonstrasikan bahwa PINN merupakan salah satu metode alternatif untuk menyelesaikan berbagai jenis PDP, dengan penekanan bahwa pemilihan arsitektur dan parameter pelatihan yang tepat sangat krusial untuk mencapai kinerja optimal.

2025
👤 Penulis: Muhammad Afief Abdurrahman
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Persamaan Diferensial Parsial 🏷️ Optimisasi Jaringan Saraf Tiruan

ANALISIS LOCAL ECOLOGICAL KNOWLEDGE (LEK) TERKAIT PENGELOLAAN EKOSISTEM PESISIR DAN STRATEGI KEBERLANJUTAN KONSERVASI DI PULAU SAPARUA, MALUKU

Masyarakat adat di wilayah coral trangle pada umumnya membentuk budaya dan pengetahuan lokal terkait ekosistem yang mereka huni, terutama ekosistem pesisir, sehingga membentuk suatu konsep yang disebut Local Ecological Knowledge (LEK). LEK dapat menjadi dasar pertimbangan dalam pengelolaan wilayah konservasi yang berkelanjutan di suatu wilayah dengan sistem adat yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi LEK terkait ekosistem pesisir; mengevaluasi aktivitas pemanfaatan ekosistem pesisir, kondisi ekosistem, perekonomian masyarakat, dan kondisi sosial terhadap potensi LEK; serta merancang rekomendasi strategi terkait pengelolaan konservasi yang berkelanjutan di Pulau Saparua, Provinsi Maluku. Pengambilan data dilakukan dengan observasi lapangan, pembagian kuesioner, dan wawancara para pemangku kepentingan. Data yang dihasilkan berupa data kualitatif dan kuantitatifyang diolah dengan beberapa metode seperti content analysis, statistika dekriptif, uji korelasi Spearman, dan analytic network process (ANP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Pulau Saparua memiliki pemahaman yang cukup tinggi tentang ekosistem pesisir seperti padang lamun, terumbu karang, dan hutan bakau. Aktivitas pemanfaatan jasa ekosistem pesisir oleh masyarakat Pulau Saparua cenderung ekstraktif secara tradisional, namun terdapat pengetahuan dan aturan yang mengatur aktivitasyang dilakukan seperti konsep sasi, sa’aro, nanaku, nase, totem mataruma, dan lain-lain. Kondisi ekosistem di Pulau Saparua menurut persepsi masyarakat telah mengalami penurunan, sedangkan kondisi perekonomian dan sosial di Pulau Saparua mengalami sedikit perbaikan dibandingkan sebelumnya. Pemerintah negeri setara desa yang dipimpin oleh raja (Kepala Pemerintahan Negeri atau KPN) berperan krusial dalam pemerintahan sekaligus adat, di samping gereja (diwakili pendeta sebagai pemuka agama) menjadi pihak dengan tingkat kepercayaan masyarakat tertinggi. Keduanya dapat menjadi kunci dalam pengelolaan konservasi ekosistem pesisir. Tingkat koordinasi dan komunikasi antar pihak di Pulau Saparua masih rendah dan belum dimaksimalkan. Data menunjukkan bahwa LEK cenderung tidak berkaitan dengan aktivitas dan demografi kecuali terkait jenis kelamin dan pekerjaan. Persepsi masyarakat terkait kondisi ekonomi dan sosial dapat mempengaruhi LEK yang berlaku secara positif maupun negatif, serta persepsi masyarakat terkait kondisi ekosistem pesisir masih belum terakomodasi hanya dengan LEK yang berlaku. LEK secara umum juga tidak terkait dengan hubungan antar pemangku kepentingan, kecuali pada beberapa kasus seperti kepercayaan masyarakat terhadap usaha pemerintah dalam mengelola ekosistem pesisir. Alternatif strategi yang diutamakan untuk pengelolaan ekosistem pesisir di Pulau Saparua berdasarkan perhitungan ANP adalah “penguatan kelembagaan adat dan integrasi dengan aspek modern” dan “penguatan forum komunikasi, koordinasi, dan resolusi konflik antar pemangku kepentingan”.

2025
👤 Penulis: Muhammad Rheyhan Izza Wahyudi
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

PENGEMBANGAN STRATEGI UNTUK PERUSAHAAN INTEGRATOR SISTEM ELEKTRIK & OTOMASI UNTUK MENGHADAPI KETIDAKPASTIAN BISNIS DI MASA DEPAN (STUDI KASUS: PT. MITRA)

PT Mitra adalah perseroan terbatas swasta yang telah berdiri sejak tahun 1996. PT Mitra mengkhususkan diri dalam bidang kelistrikan dan otomasi dan memiliki banyak klien di perusahaan milik negara seperti PT. Pertamina, PT Semen Indonesia, PT PLN, PT. Biofarma dan perusahaan swasta seperti PT. British Petroleum Berau, PT Indocement, dll. Dalam empat tahun terakhir, pendapatan PT. Mitra tumbuh secara eksponensial. Hal ini membuat perusahaan tumbuh menjadi perusahaan berskala besar yang dinilai dari pendapatan, karyawan, dan modal mereka. Pertumbuhan PT. Mitra yang tiba-tiba didukung oleh pendapatan siklus mereka yang dapat menimbulkan masalah jika pemilik dan manajemen PT. Mitra tidak dapat mengelola perusahaan dengan baik. Metode SCENARIO PLANNING mencoba memberikan beberapa skenario alternatif dan bagaimana pemilik serta manajemen harus bereaksi dengan mengembangkan strategi mereka. Perencanaan skenario dalam studi ini dirancang untuk durasi lima tahun dan strategi akan dikembangkan menggunakan analisis TOWS untuk membuat strategi yang berbeda untuk setiap skenario.

2025
👤 Penulis: Dody Budi Satriyo
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Swot 🏷️ Kecerdasan Buatan
Halaman 109 dari 418
💬