📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 6,268 dokumenPERANCANGAN KIT EDUKASI INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN PENTINGNYA KONSUMSI AIR MINUM PADA ANAK USIA DASAR (6-8 TAHUN)
Air merupakan salah satu komponen penting yang dibutuhkan manusia untuk menjaga kesegaran dan kebugaran jasmani. Meskipun sebagian besar tubuh manusia tersusun dalam bentuk cairan, masih banyak individu yang cenderung abai dalam memenuhi kebutuhan air harian. Kebiasaan kurangnya asupan cairan menjadi kondisi yang mengkhawatirkan dan perlu dibenahi sejak dini. Oleh karena itu, edukasi serta penanaman kebiasaan konsumsi air pada anak perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan pendekatan yang sesuai dengan usia perkembangan mereka. Buku dan buklet interaktif dipilih sebagai media edukasi utama karena mampu menghadirkan pengalaman membaca yang menarik, menyenangkan, dan partisipatif bagi anak. Pembelajaran didukung oleh jurnal minum harian dan botol minum dengan indikator asupan cairan sebagai media aplikatif, sehingga kit edukasi yang dirancang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mendorong anak untuk mempraktikkan kebiasaan minum air sejak dini. Metode yang digunakan meliputi studi literatur mengenai pentingnya konsumsi air, perkembangan anak usia dasar, serta edukasi visual; observasi terhadap kebiasaan minum anak; serta wawancara dengan ahli gizi, psikolog anak, penulis buku anak, ilustrator buku anak, praktisi media baca nonkonvensional, dan anak-anak usia 6-8 tahun selaku target perancangan. Hasil dari perancangan berupa kit edukasi interaktif yang menggunakan personifikasi tetes air sebagai karakter pemandu untuk mendorong anak membangun kebiasaan mencukupi kebutuhan air harian. Melalui pendekatan yang partisipatif dan merangkul anak, kit edukasi interaktif ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran anak terhadap pentingnya konsumsi air serta mendorong mereka untuk membiasakan diri memenuhi kebutuhan air harian.
DYNAMIC MODEL DEVELOPMENT OF A COAL?FIRED POWER PLANT WITH GAS TURBINE REPOWERING FOR FLEXIBILITY OPERATION
Meningkatnya energi terbarukan yang intermiten menjadikan dekarbonisasi sektor kelistrikan sambil menjaga keandalan jaringan sebagai prioritas yang mendesak. Hal ini menuntut fleksibilitas yang lebih tinggi dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), yang secara tradisional dirancang untuk operasi beban dasar yang stabil dan hanya mampu melakukan ramp sekitar 1%/menit di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan dan memvalidasi model dinamik PLTU subkritis, menganalisis perilaku transiennya, dan mengevaluasi pengaruh repowering pemanasan air umpan dengan turbin gas (TG) terhadap fleksibilitas ramp-up-nya. Repowering TG merupakan retrofit yang memanfaatkan panas gas buang TG untuk memanaskan air umpan sekaligus menambah keluaran listrik. Model dinamik Plant Tanjung Jati B, PLTU subkritis 695,7 MW, dikembangkan dalam Aspen HYSYS dan divalidasi terhadap data operasi nyata, dengan mereproduksi variabel utama pada rata-rata galat di bawah 10%. Model TG berbasis Siemens SGT5-2000E, diverifikasi terhadap spesifikasi pabrikan, diintegrasikan dengan model PLTU melalui kopling panas air umpan dan keluaran listrik. Plant baseline (Skenario A) dan plant dengan repowering (Skenario B) kemudian dibandingkan pada variasi fraksi beban TG, waktu penghentian TG, dan beban awal PLTU. Plant dengan repowering mampu mengikuti permintaan ramp 8%/menit, melampaui target fleksibilitas 6%/menit yang tidak dapat dipenuhi oleh plant baseline. Manfaat terbesar diperoleh pada ramp beban rendah, dengan menurunkan rata-rata galat beban dari 19,56% menjadi 2,29% pada beban awal 40%, dengan manfaat kecil pada beban awal 80%. Waktu penghentian TG optimal meningkat seiring beban awal, bukan bernilai tetap. Repowering TG memperbaiki akurasi pengikutan beban dan mengurangi kedalaman penurunan tekanan uap utama, dengan biaya sekunder berupa waktu penetapan tekanan yang lebih lama.
PEMANTAUAN ESP CERDAS MENGGUNAKAN PERAMALAN SENSOR MULTI-MODEL, ESTIMASI LAJU ALIR BERBASIS FISIKA, DAN KLASIFIKASI KEGAGALAN DINI BERBASIS MAJORITY VOTING UNTUK PEMELIHARAAN PREDIKTIF
Electrical submersible pumps (ESPs) play a significant role as artificial lift systems in the oil and gas industry, installed in over 33% of operational wells and contributing approximately 60% of global oil production. Despite their widespread use, ESP systems are highly vulnerable to unplanned failures caused by electrical faults, mechanical degradation, and gas interference, often leading to costly production losses and workover operations. Conventional reactive and fixed interval preventive maintenance strategies are insufficient for early fault detection, motivating the development of a more proactive, data driven predictive maintenance approach. This study proposes an AI-based framework for early failure detection of ESP systems integrating downhole sensor forecasting, physics based virtual flow metering, multi classifier ensemble failure prediction, and a decision support dashboard. Three deep learning architectures Long Short Term Memory (LSTM), Bidirectional LSTM (BiLSTM), and Gated Recurrent Unit (GRU) were evaluated to identify the most suitable model for each of six downhole sensor parameters: discharge pressure, intake pressure, intake temperature, motor temperature, average ampere, and vibration. Data from seventeen ESP-equipped wells, recorded at ten minute intervals from April to July 2020, were used for model development and validation. BiLSTM achieved the best forecasting performance for four parameters, while LSTM and GRU were optimal for discharge pressure and vibration, respectively. All selected models produced Mean Absolute Percentage Error (MAPE) values below 10%, confirming highly accurate three day ahead sensor predictions. For wells with incomplete production data, liquid flow rates were estimated using the Power Equilibrium Equation, yielding a deviation of only 5.56% against available well test measurements. For failure classification, five supervised learning algorithms Logistic Regression, Random Forest, Support Vector Machine, K-Nearest Neighbor, and Decision Tree were trained on slope based sensor features with SMOTE oversampling and Optuna hyperparameter optimization. Random Forest and Decision Tree achieved the highest test accuracy of 99.09%, and an ensemble majority voting mechanism was applied to consolidate predictions across all classifiers. This framework detects ESP operating conditions in ten minute intervals over three days and generates prescriptive maintenance recommendations for each predicted failure mode. The key novelty of this study lies in integrating the comparative evaluation and selection of the most suitable deep learning architecture for each sensor, physics based liquid flow rate estimation, and majority voting failure classification into a unified decision support dashboard, advancing beyond previous single model approaches by providing engineers with early warnings and actionable maintenance guidance up to three days before potential ESP failure.
PREMI ASURANSI PRODUKSI KELAPA SAWTI BERBASIS VARIABEL AGROKLIMAT
Asuransi indeks cuaca merupakan instrumen mitigasi risiko iklim yang semakin relevan bagi perkebunan kelapa sawit, tetapi pengembangannya di Indonesia belum mengakomodasi heterogenitas kondisi agroklimat antarwilayah dan antarmusim. Penelitian ini mengembangkan kerangka penentuan premi asuransi indeks cuaca kelapa sawit melalui penjabaran matematis model PalmSim, dengan kebaruan utama berupa segmentasi simultan menurut wilayah (Sumatra dan Kalimantan) dan musim (hujan dan kemarau). Kerangka pemodelan disusun dalam lima tahap: penentuan musim secara deterministik berdasarkan pola curah hujan aktual, disagregasi produktivitas tahunan ke resolusi bulanan dengan metode Chow-Lin multivariat (indikator dipilih per pulau berdasarkan korelasi empiris atau relevansi agronomis, tanpa reduksi dimensi), estimasi regresi panel ordinary least squares dengan koreksi Newey-West HAC, penetapan distribusi Normal sebagai konsekuensi langsung asumsi galat regresi, dan perhitungan premi analitik disertai selang kepercayaan bootstrap. Data mencakup 21 kota di Sumatra dan Kalimantan periode 2012–2016, dengan produktivitas bersumber dari Ditjenbun serta variabel agroklimat dari NASA POWER. Regresi panel diestimasi langsung pada level kota-bulan (n = 250–385 observasi per segmen), dan keempat segmen dinyatakan sesuai pada uji-F (? = 0,10), dengan R2 berkisar 3–22%. Premi kotor untuk keempat segmen berkisar antara Rp 338.691 hingga Rp 997.974/ha/musim, berada 25–270% di atas premi Asuransi Usaha Tani Padi (Rp 45.000/bulan) sebagai konsekuensi variabilitas produksi yang lebih tinggi pada resolusi kota-bulan dibanding estimasi agregat. Analisis sensitivitas menunjukkan premi murni menurun 57–72% ketika ambang trigger dinaikkan dari rata-rata historis ke persentil ke-80. Kerangka ini menyediakan dasar kuantitatif bagi perancangan produk asuransi indeks cuaca kelapa sawit yang tersegmentasi.
KUANTIFIKASI NITROGEN PADA BUDIDAYA RUMPUT LAUT (EUCHEUMA COTTONII) DENGAN SISTEM RESIRKULASI BERBASIS DARAT
Indonesia merupakan produsen rumput laut terbesar kedua di dunia dengan produksi mencapai 10,8 juta ton pada tahun 2024. Eucheuma cottonii merupakan komoditas rumput laut paling dominan karena kandungan kappa-karagenan yang tinggi sebagai bahan baku industri pangan, farmasi, dan kosmetik. Namun, sistem budidaya konvensional di laut terbuka seperti long line dan rakit apung menghadapi tantangan berupa fluktuasi suhu, serangan penyakit ice-ice, biofouling epifit, serta cuaca ekstrem akibat perubahan iklim yang menyebabkan fluktuasi produksi dan penurunan kualitas hasil budidaya. Kondisi ini mendorong pengembangan budidaya menggunakan sistem resirkulasi berbasis darat sebagai alternatif yang mampu mengendalikan parameter lingkungan secara real-time, meningkatkan biosekuriti, dan mengurangi ketergantungan pada kondisi iklim dan lokasi budidaya. Dalam sistem tersebut, nitrogen merupakan unsur hara pembatas yang secara langsung menentukan pertumbuhan biomassa, sintesis klorofil, dan kandungan fikobiliprotein pada E. cottonii sehingga pengelolaannya perlu dilakukan secara tepat dan terukur. Meskipun demikian, kajian kuantitatif mengenai dinamika aliran nitrogen dan neraca massa pada budidaya E. cottonii dengan sistem resirkulasi berbasis darat masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika perubahan kadar nitrogen dan menentukan neraca massa nitrogen pada budidaya E. cottonii dengan sistem resirkulasi berbasis darat. Penelitian dilaksanakan di Screen House B3 dan Laboratorium Teknik 1A ITB Kampus Jatinangor pada September 2025–Februari 2026. Sistem budidaya menggunakan dua ulangan sistem yang masing-masing terdiri dari tiga tangki dalam konfigurasi resirkulasi yang dilengkapi filtrasi, sterilisasi UV, dan aerasi. Sebanyak 96 sampel E. cottonii yang terdiri dari 64 sampel destruktif dan 32 sampel non destruktif berbobot awal seragam 50 gram dibudidayakan pada media air laut dengan konsentrasi NO3-N terkontrol sebesar 0,1–0,5 mg L ?1 melalui pemupukan NaNO3 . Parameter yang diamati meliputi konsentrasi NO3?-N pada media budidaya, kandungan nitrogen jaringan rumput laut, kualitas air, kelimpahan mikroba total, dan bakteri penambat nitrogen. Konsentrasi nitrat ditentukan menggunakan metode kolorimetri brusin, kandungan nitrogen jaringan dianalisis menggunakan metode Kjeldahl, sedangkan kelimpahan mikroba total dan bakteri penambat nitrogen dikuantifikasi menggunakan metode Total Plate Count (TPC). Neraca massa nitrogen disusun berdasarkan kesetimbangan kuantitatif antara total nitrogen masukan, akumulasi nitrogen pada biomassa, nitrogen tersisa dalam media air, dan nitrogen yang tidak terukur dari sistem budidaya. Seluruh data dinyatakan sebagai rerata ± simpangan baku dan dianalisis secara deskriptif-kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya E. cottonii dengan sistem resirkulasi berbasis darat selama 64 hari memiliki laju laju rata-rata perubahan nitrogen tersedia dalam media air sebesar 242,56 ± 63,57 mg hari?1, laju akumulasi nitrogen pada jaringan E. cottonii sebesar 0,29 ± 0,27 mg-N g DW?1 hari?1, dan rata-rata kelimpahan bakteri pemfiksasi nitrogen sebesar 1.922,96 ± 260,53 CFU mL?1. Neraca massa nitrogen menunjukkan total input nitrogen sebesar 16.301,25 mg NO3-N yang berasal dari stok awal media air laut sebesar 4.245,0 mg NO3-N dan penambahan pupuk NaNO3 sebesar 12.056,25 mg NO3-N. Dari total masukan tersebut, 6.793,8 mg-N (41,68%) terasimilasi ke dalam jaringan E. cottonii, 777,5 mg NO3-N (4,77%) tersisa dalam media air, dan 8.729,95 mg NO3-N (53,55%) merupakan nitrogen tidak terukur. Budidaya E. cottonii dalam sistem resirkulasi berbasis darat menunjukkan peningkatan penyerapan nitrogen jaringan seiring pertambahan biomassa. Namun, sebagian besar nitrogen masukan belum termanfaatkan menjadi biomassa. Oleh karena itu, optimalisasi manajemen nutrien dan pengendalian epifit diperlukan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan nutrien. Temuan ini menjadi dasar ilmiah bagi pengembangan sistem budidaya makroalga berbasis darat yang lebih efisien dan berkelanjutan.
EVALUASI ANOTASI DAN KARAKTERISASI IN SILICO KANDIDAT GEN DELTA-GUAIENE SYNTHASE DARI TRANSKRIPTOM DE NOVO TANAMAN GAHARU GYRINOPS VERSTEEGII (GILG.) DOMKE PASCAINOKULASI JAMUR FUSARIUM SOLANI
Agarwood merupakan salah satu komoditas bernilai ekonomis. Resin agarwood dimanfaatkan sebagai bahan baku parfum dan obat tradisional karena aroma khasnya yang berasal dari kandungan metabolit sekunder. Resin ini dihasilkan oleh tanaman dari famili Thymelaeaceae, khususnya genus Aquilaria dan Gyrinops, sebagai respons terhadap infeksi mikroba. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa seskuiterpen merupakan komponen utama penyusun resin agarwood. Pendekatan bioteknologi memungkinkan pemahaman proses pembentukan metabolit tersebut melalui kajian ekspresi gen dan karakterisasi enzim yang terlibat. Studi sebelumnya pada semai Gyrinops versteegii yang diinokulasi dengan jamur Fusarium solani menunjukkan perubahan pola ekspresi gennya. Peningkatan ekspresi teramati pada gen-gen yang berperan dalam mekanisme pertahanan tanaman, seperti gen-gen pada jalur asam mevalonat dan jalur metileritritol fosfat yang terlibat dalam biosintesis senyawa terpenoid. Penelitian tersebut juga mengidentifikasi dua gen dengan peningkatan ekspresi relatif tertinggi, yaitu germacrene-? synthase dan deltaguaiene synthase (DGS). Penelitian ini difokuskan pada evaluasi dan karakterisasi gen DGS berdasarkan data transkriptom de novo. Sebanyak sembilan sekuen yang dianotasi sebagai DGS dievaluasi menggunakan database NCBI. Analisis filogenetik awal menunjukkan bahwa hanya Sekuen 8 dan 9 berkelompok dengan referensi DGS, sementara sekuen lainnya berada pada kelompok berbeda. Hasil BLAST-n dan BLAST-x menunjukkan bahwa beberapa sekuen memiliki kemiripan lebih tinggi dengan gen alpha-humulene synthase (AHS) yang juga berasal dari keluarga gen sesquiterpene synthase. Analisis lanjutan dengan referensi terpilih mengonfirmasi pengelompokan dua sekuen sebagai DGS dan tiga sekuen sebagai AHS, sementara sekuen lainnya membentuk klaster tersendiri. Analisis conserved motif melalui multiple sequence alignment menunjukkan bahwa kedua kelompok memiliki motif DDxxD yang identik, namun berbeda pada motif RRx?W. Perbedaan pada motif ini diduga menjadi faktor penentu spesifisitas produk seskuiterpen, yaitu delta-guaiene atau alpha-humulene. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi penelitian lanjutan dalam pengembangan strategi molekuler untuk optimalisasi produksi resin agarwood.
PERANCANGAN PAKET LAYANAN CRISIS MANAGEMENT BERTINGKAT UNTUK PT SONAR ANALITIKA INDONESIA: STUDI SOLUSI BISNIS DAN IMPLEMENTASI BERBASIS SIMULASI
Layanan Crisis Management PT Sonar Analitika Indonesia saat ini bergantung pada mekanisme alert generik bervolume tinggi yang membutuhkan triase manual secara ekstensif, menciptakan kendala kapasitas yang mengikat pertumbuhan klien secara langsung terhadap jumlah tenaga analis dan membuat perusahaan belum memiliki penawaran komersial bertingkat yang terdiferensiasi. Penelitian ini mengembangkan dan mengevaluasi business case untuk memposisikan ulang kapabilitas crisis-ready alert perusahaan, yang secara internal dikenal sebagai Smart Alert, menjadi penawaran layanan bertingkat yang terdiri dari paket Standard, Premium, dan High-Sensitivity, masing-masing dipetakan ke profil risiko dan kebutuhan pemantauan klien yang berbeda. Menggunakan simulasi backtesting pada episode krisis historis dan survei praktisi mengenai faktor pendorong adopsi serta preferensi performa, penelitian ini mengukur trade-off antara performa deteksi dan biaya operasional pada sembilan konfigurasi alert, serta mengintegrasikan temuan tersebut menggunakan Multi-Attribute Utility Theory (MAUT) dan analisis Pareto frontier untuk merekomendasikan struktur paket yang menyeimbangkan performa, biaya, dan kesesuaian segmen klien. Selain rekomendasi paket, penelitian ini mengusulkan rencana implementasi yang mencakup roadmap peluncuran bertahap, pembagian tanggung jawab lintas departemen, dan kerangka key performance indicator pasca-peluncuran yang membedakan komitmen layanan kontraktual dari target tata kelola kualitas internal. Temuan penelitian ini dimaksudkan untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen terkait pengemasan komersial, penetapan harga, dan kesiapan organisasi untuk menskalakan lini layanan Crisis Management, sekaligus memberikan kontribusi metodologis dalam menerjemahkan evaluasi teknis berbasis simulasi menjadi strategi produk dan implementasi yang siap bisnis.
STUDI PENGARUH METODE EKSTRAKSI DAN PELARUT TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAUN SEREH DAPUR (CYMBOPOGON CITRATUS (DC.) STAPF)
Cymbopogon citratus (sereh dapur) memiliki senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antioksidan untuk mengatasi penyakit degeneratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan pengaruh metode ekstraksi dan pelarut terhadap aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun C. citratus. Penelitian ini juga mengukur kandungan total fenol, flavonoid total, dan kadar senyawa flavonoid dalam ekstrak terpilih. Aktivitas antioksidan diukur menggunakan metode DPPH, CUPRAC, FRAP, dan ABTS menggunakan spektrofotometer UV-sinar tampak. Penentuan kadar senyawa flavonoid dalam ekstrak terpilih dilakukan menggunakan High-Performance Liquid Chromatography (HPLC). Ekstrak etanol daun sereh dapur menunjukkan nilai TPC tertinggi sebesar 15,211 ± 0,760 mg GAE/g, sedangkan nilai TFC tertinggi sebesar 10,195 ± 0,469 mg QE/g. Hasil menunjukkan nilai aktivitas antioksidan tertinggi pada uji DPPH (R96 = 15,395 ± 0,263 mg AEAC/g), CUPRAC (R70 = 25,297 ± 0,937 mg AEAC/g), FRAP (R96 = 23,823 ± 1,902 mg AEAC/g), dan ABTS (M96 = 16,706 ± 1,984). Kadar kuersetin yang dianalisis menggunakan HPLC sebagai senyawa flavonoid dominan dalam ekstrak terpilih diperoleh sebesar 1,726 ± 0,304 mg/g. Studi ini menyoroti metode refluks dengan pelarut etanol 96% sebagai teknik ekstraksi yang lebih efektif untuk menghasilkan aktivitas antioksidan yang lebih tinggi pada ekstrak etanol daun C. citratus, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami untuk aplikasi industri.
KUANTIFIKASI FOSFOR PADA BUDIDAYA RUMPUT LAUT (EUCHEUMA COTTONII) DENGAN SISTEM RESIRKULASI BERBASIS DARAT
Indonesia merupakan produsen rumput laut terbesar kedua di dunia dengan produksi mencapai 9,85 juta ton pada tahun 2024 dengan sekitar 6,12 juta ton (62%) di antaranya berasal dari Eucheuma cottonii. Meskipun memiliki nilai ekonomi yang tinggi sebagai bahan baku utama karagenan, produktivitas budidaya E. cottonii di perairan terbuka masih menghadapi berbagai kendala akibat fluktuasi kualitas air, perubahan iklim, serangan penyakit, dan organisme pengganggu. Sistem budidaya resirkulasi berbasis darat menawarkan kondisi lingkungan budidaya yang lebih terkontrol. Namun, keberhasilan sistem tersebut ditentukan oleh pengelolaan nutrien dengan fosfor sebagai salah satu unsur pembatas pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika perubahan kadar fosfor serta menentukan neraca massa fosfor pada budidaya E. cottonii dengan sistem resirkulasi berbasis darat. Penelitian dilaksanakan menggunakan sistem budidaya E. cottonii berbasis darat selama 64 hari. Parameter yang diamati meliputi konsentrasi PO?-P pada media budidaya, kandungan fosfor jaringan rumput laut, kualitas air, serta total mikroba dan mikroba pelarut fosfat. Konsentrasi fosfat dianalisis menggunakan metode kolorimetri asam askorbat, kandungan fosfor jaringan ditentukan melalui destruksi basah dan analisis spektrofotometri, serta mikroba menggunakan metode Angka lempeng total pada media selektif. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk mengevaluasi dinamika fosfor dan menyusun neraca massa fosfor pada sistem budidaya. Dinamika fosfor menunjukkan rata-rata laju perubahan konsentrasi PO?-P di media budidaya sebesar 49,22 ± 13,25 mg hari?¹, laju akumulasi fosfor jaringan rumput laut sebesar (9,45 ± 9,58) × 10?³ mg-P g dw?¹ hari?¹, serta rata-rata total bakteri pelarut fosfat sebesar 634,44 ± 133,67 CFU mL?¹. Neraca massa fosfor menunjukkan total input fosfor sebesar 3.582,80 mg P, yang berasal dari penambahan pupuk KH?PO? sebesar 2.885,00 mg P, fosfat awal dalam media air sebesar 562,50 mg P, dan fosfor awal pada jaringan rumput laut sebesar 135,30 mg P. Dari total input tersebut, 226,06 mg P (6,56%) terasimilasi ke dalam jaringan E. cottonii, sedangkan 3.043,94 mg P (88,29%) tidak diserap oleh rumput laut. Kuantifikasi dan neraca massa fosfor menunjukkan bahwa sebagian besar fosfor yang diberikan tidak terasimilasi ke dalam biomassa E. cottonii. Oleh karena itu, optimalisasi pengelolaan fosfor diperlukan untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan nutrien dan produktivitas budidaya pada sistem resirkulasi berbasis darat.
ANALISIS FLOW ASSURANCE DALAM PERANCANGAN SISTEM PIPA PENYALUR WAXY LIGHT CRUDE OIL DI WILAYAH KERJA COASTAL PLAIN PEKANBARU
Transportasi waxy light crude oil dari Gathering Station (GS) Zamrud menuju North Booster Station (NBS) Minas di Wilayah Kerja Coastal Plain Pekanbaru menghadapi tantangan akibat kandungan wax yang tinggi (15,71 %wt.), dengan Wax Appearance Temperature (WAT) sebesar 58 °C dan Pour Point Temperature (PPT) sebesar 36 °C. Karakteristik tersebut menyebabkan fluida rentan mengalami deposisi wax dan congealing akibat penurunan temperatur selama transportasi. Penelitian ini bertujuan merancang sistem pipa penyalur baru sepanjang 87 km yang layak secara teknis dan operasional, menentukan batas operasi aman pada kondisi tunak dan transien, serta mengevaluasi kebutuhan sistem pemanas untuk menjamin keteraliran fluida selama operasi. Karakterisasi fluida dilakukan menggunakan Multiflash untuk memperoleh model Pressure-Volume-Temperature (PVT) dan karakteristik pembentukan wax, kemudian dikembangkan model termohidrolik sistem pipa menggunakan OLGA yang diverifikasi terhadap perhitungan analitik. Simulasi dilakukan pada tiga variasi laju alir (17.850, 8.000, dan 3.887 BOPD) dan tiga alternatif diameter pipa (Nominal Pipe Size (NPS) 8, 10, dan 12 inci), serta mencakup analisis deposisi wax, kinerja sistem pemanas, kegagalan pemanas, shutdown, restart, dan surging. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanpa pemanas, temperatur fluida pada seluruh kandidat diameter turun di bawah WAT sebelum mencapai NBS Minas, dengan viskositas efektif meningkat hingga 85.796 cP dan kebutuhan tekanan meningkat lebih dari satu orde di atas batas operasi, sehingga sistem tidak layak dioperasikan tanpa pemanas. Risiko dominan adalah hilangnya kemampuan alir akibat lonjakan viskositas, bukan hanya penyempitan penampang aliran, karena tebal deposit wax selama satu bulan operasi hanya berkisar 1,09–2,78 mm. Dengan penerapan sistem Skin Effect Current Tracing (SECT) yang terbagi menjadi sembilan segmen dengan masukan kalor desain 20 W/m, temperatur fluida terjaga di atas WAT sehingga viskositas efektif turun menjadi 6–9 cP. Pada kondisi tersebut, pipa NPS 12 API 5L Grade B Schedule 20 yang mampu memenuhi batas Maximum Operating Pressure (MOP) sebesar 300 psig pada seluruh variasi laju alir, dengan tekanan maksimum sebesar 247 psig. Batas operasi aman yang diperoleh meliputi Maximum Allowable Downtime pemanas selama 4 hari apabila lebih dari tiga segmen pemanas tidak beroperasi, serta durasi shutdown pompa maksimum 8 hari apabila maksimal tiga segmen pemanas tidak beroperasi. Apabila seluruh pemanas tetap menyala, shutdown aman hingga lebih dari 30 hari dengan tekanan restart sebesar 157 psig. Pada skenario isolasi river crossing, tekanan puncak surging sebesar 320,78 psig masih berada di bawah batas tekanan transien 330 psig (110% internal design pressure). Dengan demikian, rancangan sistem pipa memenuhi aspek hidraulik, termal, dan operasional sehingga layak diterapkan sebagai alternatif penyaluran minyak mentah menggantikan moda trucking.
PERANCANGAN ANIMASI EKSPERIMENTAL TENTANG PERAN ALGORITMA MEDIA SOSIAL DALAM FENOMENA WITCH HUNT DIGITAL SEBAGAI AWARENESS BAGI GENERASI Z
Sistem algoritma media sosial yang bekerja sebagai invisible gatekeepers cenderung memprioritaskan konten emosional demi keterlibatan (engagement) tinggi, yang kemudian memicu fenomena witch hunt digital atau penghakiman kolektif daring. Fenomena ini berdampak signifikan pada Generasi Z (usia 17–20 tahun) yang rentan mengalami distorsi persepsi akibat paparan konten repetitif dan minim konteks. Perancangan ini bertujuan untuk merancang animasi eksperimental sebagai media awareness mengenai peran algoritma dalam fenomena tersebut dengan menggunakan metode Double Diamond. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, kuesioner target audiens, serta wawancara ahli sosiologi dan animasi. Hasil perancangan berupa animasi eksperimental naratif berjudul World_ dengan gaya visual lineless dan narasi non-linear. Melalui metafora visual seperti elemen "The Eye", animasi ini menggambarkan proses amplifikasi emosi dan distorsi persepsi yang dibentuk oleh sistem. Animasi ini diharapkan dapat mendorong Generasi Z untuk berefleksi kritis terhadap pola konsumsi informasi dan dapat menghindari menjadi partisipan dalam praktik penghakiman kolektif di ruang digital.
ANALISIS EKSPERIMENTAL PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP PERILAKU VISKOSITAS DAN PERMEABILITAS PADA CHIP MIKROFLUIDA MENGGUNAKAN FLUIDA PEREKAHAN BERBASIS CMHPG DENGAN PENAMBAHAN ADITIF BREAKER
Temperature and fluid concentration are key factors influencing the performance of fracturing fluids, not only in terms of rheological properties but also in permeability changes caused by polymer residues remaining in porous media. This study utilizes a microfluidic model with a heterogeneous permeability chip to visualize fluid flow characteristics and residue distribution at the pore scale using CMHPG as the base fluid. Experimental results show that increasing temperature accelerates viscosity degradation, while higher polymer concentration improves fluid stability against early degradation. The addition of the breaker ammonium persulfate (APS) accelerates polymer chain scission, where the degradation effect becomes more significant at higher temperatures and lower polymer concentrations. A comparison between viscosity measurements from rheometer testing and microfluidic injection indicates the influence of pore-scale flow phenomena such as permeability heterogeneity, extensional flow, and permeability changes during injection due to polymer residue retention. The generated residue ranges from 73–81% and increases to 80–85% with breaker addition, indicating a potential formation damage effect. Furthermore, the interaction between temperature, concentration, and breaker also affects the initial viscosity behavior and the subsequent degradation process during injection. Overall, the microfluidic method demonstrates strong potential as a more effective and efficient experimental approach to represent fracturing fluid injection under reservoir-like conditions and to evaluate the relationship between viscosity degradation, residue formation, and permeability changes at the pore scale.
PENERAPAN ILLUMINATING TEXTILE PADA BUSANA OUTDOOR MELALUI INTEGRASI REKAYASA TENUNFIBER OPTIC DAN BENANG POLIESTER
Peningkatan minat pada aktivitas luar ruangan memunculkan tantangan keselamatan terkait keterbatasan visibilitas di kondisi minim cahaya lingkungan. Solusi pencahayaan konvensional saat ini sering kali kurang praktis dan tidak terintegrasi dengan pakaian pengguna. Menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini berfokus pada perancangan busana luar ruangan yang mengintegrasikan teknologi illuminating textile sebagai sistem visibilitas aktif. Tujuan utama penelitian ini adalah mengembangkan purwarupa busana outdoor melalui teknik tenun (weaving) yang memadukan Polymer Optical Fiber (POF) dengan benang poliester sebagai benang dasar. Purwarupa ini dilengkapi sistem otomatisasi menggunakan sensor fotoresistor (LDR) yang dihubungkan pada rangkaian saklar analog untuk memancarkan cahaya secara efisien saat kondisi gelap, dengan tetap mempertahankan kenyamanan pengguna. Metodologi yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan eksperimental berbasis practice-based research. Data dikumpulkan melalui eksplorasi struktur anyaman menggunakan Tableloom, perancangan sirkuit perangkat keras, serta pengujian produk terhadap efektivitas iluminasi, fleksibilitas gerak, dan ketahanan air. Kebaruan penelitian ini terletak pada penyisipan serat optik secara struktural melalui kriya tenun dan pemanfaatan sistem sirkuit analog murni yang tangguh. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan sandang fungsional kontemporer yang responsif dan protektif.
SISTEM REKOMENDASI MATA KULIAH PILIHAN STRATA 1 INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG KURIKULUM 2024 MENGGUNAKAN CONTENT-BASED FILTERING
Fleksibilitas Kurikulum 2024 di Institut Teknologi Bandung (ITB) memberikan keleluasaan bagi mahasiswa dalam menentukan mata kuliah pilihan. Namun, mahasiswa sering mengalami kelebihan informasi saat menyusun Rencana Studi akibat tersebarnya data silabus akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem rekomendasi mata kuliah cerdas menggunakan pendekatan Content-Based Filtering. Sistem ini memanfaatkan ekstraksi data (web scraping) dari laman akademik SIX ITB untuk mengumpulkan data kurikulum. Metode Term Frequency-Inverse Document Frequency (TF-IDF) diimplementasikan untuk mengekstraksi dan membobotkan fitur tekstual dari silabus, sedangkan Cosine Similarity digunakan untuk mengukur kedekatan spasial antara minat pencarian (query) pengguna dengan dokumen representasi mata kuliah. Purwarupa sistem telah berhasil dibangun dan diintegrasikan dalam antarmuka aplikasi berbasis web yang juga memuat fungsionalitas integrasi jadwal kelas. Hasil pengujian menunjukkan bahwa algoritma TF-IDF dan Cosine Similarity mampu memeringkat dan menyajikan rekomendasi mata kuliah (Top-N Recommendation) yang relevan secara semantik dengan kata kunci input, terlepas dari variasi panjang teks deskripsi. Pengujian User Acceptance Testing (UAT) menunjukkan tingkat penerimaan yang sangat baik, mengonfirmasi bahwa sistem ini efektif dan efisien dalam membantu mahasiswa merencanakan pengambilan mata kuliah pilihan yang sesuai dengan minat akademik serta ketersediaan jadwal mereka.
PERANCANGAN BOARD GAME TEKNOLOGI ANTARIKSA BERBASIS DISEMINASI STEAM UNTUK MENINGKATKAN LITERASI TEKNOLOGI SISWA SMA GENERASI Z
Pesatnya perkembangan teknologi belum sepenuhnya diimbangi dengan peningkatan literasi teknologi pada generasi muda. Meskipun Generasi Z, khususnya siswa SMA, merupakan pengguna aktif teknologi digital, pemahaman mereka terhadap prinsip kerja, fungsi, serta implikasi teknologi secara konseptual masih terbatas, termasuk dalam bidang teknologi antariksa yang memiliki peran penting dalam mendukung kehidupan modern. Perancangan ini bertujuan mengembangkan board game bertema teknologi antariksa berbasis diseminasi STEAM sebagai media pembelajaran alternatif untuk meningkatkan literasi teknologi siswa SMA Generasi Z. Metode perancangan meliputi studi literatur, observasi, wawancara dengan ahli teknologi antariksa, praktisi board game, dan siswa SMA, serta proses perancangan dan playtesting. Board game dirancang dengan menggabungkan mekanik worker placement, technology development, spacecraft development, dan mission progression yang mengadaptasi konsep sistem wahana antariksa serta fenomena Kessler Syndrome sebagai representasi pentingnya keberlanjutan aktivitas antariksa. Hasil perancangan menunjukkan bahwa konsep dan peran strategis teknologi antariksa dapat disampaikan melalui pendekatan subliminal education dan experiential learning, sehingga pemain memperoleh pemahaman mengenai pengembangan teknologi, pembangunan wahana antariksa, serta dampak space debris melalui pengalaman bermain yang interaktif. Perancangan ini diharapkan dapat menjadi media diseminasi STEAM yang menarik sekaligus meningkatkan literasi teknologi dan kesadaran siswa terhadap pentingnya keberlanjutan eksplorasi antariksa.