📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 6,268 dokumen

PENGENDALIAN PERSEDIAAN SPARE PARTS DI WAREHOUSE SUPPLY DEPARTMENT PT INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA TBK. PLANT CIREBON DENGAN MODEL P BACK ORDER UNTUK MEMINIMASI BIAYA PERSEDIAAN

Penelitian ini dilakukan di warehouse supply department PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk., plant Cirebon, dengan tujuan utama mengembangkan metode pengendalian persediaan yang lebih efisien untuk komponen spare parts KIND-13 General Metalc. Fokus penelitian adalah mengurangi biaya persediaan yang disebabkan oleh overstock spare part yang sering terjadi akibat kurangnya evaluasi terhadap pengendalian persediaan eksisting. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis XYZ untuk mengklasifikasikan komponen berdasarkan variasi penggunaan dan model P guna menentukan periode waktu antar pemesanan (T) dan titik persediaan maksimum (R). Penelitian ini mengandalkan data historis penggunaan dan harga komponen spare parts tahun 2023. Hasil penelitian ini yaitu tingkat variasi penggunaan komponen auto purchase KIND-13 General Metalc dengan analisis XYZ menghasilkan 2 (dua) kelas yaitu kelas Y dan kelas Z dari 47 komponen yang menjadi objek penelitian. Dari 47 komponen, hanya 9 (sembilan) komponen yang masuk kelas Y, sisanya masuk ke kelas Z. Komponen kelas Z akan dilanjutkan pada perhitungan pengendalian persediaan usulan dengan model P, karena kelas tersebut adalah kelas dengan variasi penggunaan sangat tinggi. Oleh sebab itu, perlu dievaluasi pengendalian persediaanya lebih lanjut. Perhitungan pengendalian persediaan usulan dengan model P dilakukan dan menghasilkan periode waktu antar pemesanan (T) dan titik inventori maksimum (R) setiap komponen berbeda karena bergantung pada rata-rata penggunaan per bulan (D) masing-masing komponen tersebut. Solusi optimal telah diperoleh untuk masing- masing komponen setelah melalui iterasi dengan metode Hadley-Within. Total biaya persediaan dari komponen yang diteliti sebesar Rp869.094.879,66. Model pengendalian persediaan usulan dibandingkan dengan model eksisting yaitu min-max, akan dilihat model mana yang lebih meminimasi total biaya persediaan. Hasil perbandingan menunjukan bahwa model P lebih meminimasi total biaya persediaan dengan penghematan sebesar Rp2.309.158.762,54 setara dengan menghemat biaya 72,65% dari total biaya eksisting dengan model min-max.

2025
👤 Penulis: Ana Dhofatul Khotimah
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

PERANCANGAN SISTEM EVALUASI UNTUK PENGEMBANGAN PENGELOLAAN PELANGGAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH (UMKM)

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu tulang punggung dari ekonomi di Indonesia. Namun, dari tahun ke tahun, banyak UMKM yang harus mengalami kegagalan dan menutup bisnisnya dalam waktu singkat. Banyak faktor yang memengaruhi hal tersebut, salah satunya adalah karena belum adanya sistem pengelolaan pelanggan yang diterapkan oleh UMKM untuk melakukan manajemen pelangannya. Hal tersebut terjadi karena UMKM terkadang belum memiliki kemampuan dan kapabilitas dalam membangun sistem pengelolaan pelanggan yang sesuai dengan kebutuhan bisnisnya. Untuk itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk membangun suatu sistem yang dapat mengevaluasi pengelolaan pelanggan UMKM dengan mengidentifikasi area perbaikan, serta memberikan rekomendasi arah strategi pengeloalaan pelanggan yang terstruktur. Penelitian dilakukan dengan menyusun asesmen berbasis model Payne dan Gartner, yang kemudian diolah untuk menghasilkan analisis pengelolaan pelanggan. Asesmen akan diintegrasikan ke dalam sistem menggunakan Macro VBA sehingga dapat menghasilakn dashboard yang memuat tingkat maturitas, grafik importance-performance analysis, serta rekomendasi arah strategi untuk mengoptimalkan performansi. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata UMKM berada pada tingkat maturitas menengah, dengan kelemahan utama pada aspek kepemimpinan strategis, nilai umur pelanggan, kepuasan pelanggan, dan akses pelanggan. Secara keseluruhan, penelitian ini dilakukan dengan harapan dapat menghasilkan sistem evaluasi yang sederhana dan praktis untuk digunakan, serta menjadi pijakan awal bagi UMKM untuk mengembangkan strategi pengelolaan pelanggan yang lebih terarah dan berbasis data.

2025
👤 Penulis: Jemima Eydie Alissia Siahaan
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Data

PENENTUAN MODEL KEBIJAKAN INVENTORI UNTUK PRODUK MUDAH RUSAK DENGAN MEMPERTIMBANGKAN KETIDAKPASTIAN SUPPLIER DAN TINGKAT PELAYANAN UNTUK CUSTOMER B2B SAYURBOX HUB LEMBANG

Sayurbox Hub Lembang menghadapi tantangan manajemen inventori untuk produk mudah rusak dalam melayani customer B2B yang menyumbang 60% total pendapatan. Kesenjangan waktu antara penerimaan purchase order final dan jadwal pengiriman memaksa pembelian last minute harian, mengakibatkan kerugian finansial 10-20% dari profit penjualan akibat waste dan reject tinggi. Ketidakpastian waktu tenggat dari supplier yang tidak selalu dapat mengirimkan pesanan secara penuh menyebabkan gangguan kontinuitas pasokan dan memperburuk pembelian last minute, sementara kebijakan inventori saat ini hanya digunakan untuk menyimpan sisa PO, bukan sebagai safety stock untuk kebutuhan mendadak, walaupun sudah menerapkan strategi FEFO (First-Expired-First-Out). Penelitian ini menggunakan adaptasi model two-stage stochastic mixed-integer linear programming (MILP) dengan mengembangkan kebijakan inventori (s,S) yang menentukan reorder point dan order up to level optimal, serta mempertahankan strategi FEFO untuk produk perishable. Ketidakpastian supplier dimodelkan probabilistik menggunakan distribusi Bernoulli berdasarkan data historis reliabilitas pengiriman penuh, sedangkan skenario permintaan dibentuk melalui klasifikasi statistik yang tervalidasi sesuai karakteristik data Sayurbox tanpa pola temporal. Pendekatan solusi mengombinasikan Optimasi Grid Search dan Simulasi Monte Carlo untuk evaluasi sistematis setiap kombinasi kebijakan dalam kondisi ketidakpastian waktu tenggat. Implementasi kebijakan inventori (s,S) dengan strategi FEFO berhasil mempertahankan service level di atas 98,7% untuk semua produk meskipun turun dari kondisi eksisting 100%, dengan pencapaian tertinggi Sawi Putih (100%), Tomat Merah (99,9%), dan Timun (99,3%). Waste rate mengalami penurunan signifikan pada 5 dari 8 produk: Kol Putih menurun 92% (3,9% menjadi 0,3%), Selada Iceberg menurun 87% (8,3% menjadi 1,1%), Sawi Putih menurun 76% (9,6% menjadi 2,3%), Tomat Merah menurun 58% (3,1% menjadi 1,3%), dan Timun menurun 44% (3,2% menjadi 1,8%). Dampak finansial menunjukkan tujuh produk menghasilkan penghematan total Rp 508,8 juta per tahun, dengan kontribusi terbesar Sawi Putih (Rp 200,7 juta) dan Tomat Merah (Rp 147,5 juta), namun Selada Iceberg mengalami peningkatan biaya Rp 31,9 juta karena holding cost tinggi.

2025
👤 Penulis: Rifqi Ilham Pratama
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PERANCANGAN PERBAIKAN KUALITAS LAYANAN PADA PLATFORM EDUCATION TS DENGAN PENDEKATAN FUZZY KANO MODEL DAN FUZZY IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS

TS merupakan platform edutech yang menyediakan layanan bimbingan belajar daring dan luring bagi siswa SMP dan SMA. Selama lima tahun beroperasi, TS belum melakukan evaluasi kepuasan pelanggan secara menyeluruh, meskipun data internal menunjukkan adanya fluktuasi signifikan pada pendapatan bulanan dan jumlah pengguna aktif antara Januari 2024 hingga April 2025. Hasil wawancara dengan stakeholder dan hasil observasi menunjukkan adanya berbagai keluhan pelanggan. Kondisi ini menunjukkan adanya permasalahan dalam pengelolaan kualitas layanan, kurangnya pemetaan kebutuhan pelanggan, dan tidak adanya sistem evaluasi kepuasan yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk merancang perbaikan kualitas layanan TS melalui identifikasi atribut layanan yang memengaruhi kepuasan pelanggan, penentuan atribut kritis yang diprioritaskan untuk perbaikan, serta penyusunan usulan implementasi solusi. Metodologi penelitian mengacu pada engineering design process dengan dukungan pendekatan Fuzzy Kano Model dan Fuzzy Importance Performance Analysis (FIPA). Data primer diperoleh melalui kuesioner kepada 102 pelanggan aktif TS periode Januari–April 2025. Analisis dilakukan untuk mengklasifikasikan atribut layanan, menentukan tingkat kepentingan dan performansi, serta menyusun prioritas perbaikan melalui situation analysis dan prinsip TRIZ. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 23 atribut layanan yang memengaruhi kepuasan pelanggan. Dari jumlah tersebut, 7 atribut teridentifikasi sebagai kritis, dan 5 atribut diprioritaskan untuk perbaikan. Usulan implementasi dituangkan dalam bentuk project charter yang dapat dijadikan pedoman manajerial. Penelitian ini berkontribusi dengan memberikan kerangka evaluasi layanan berbasis data serta rekomendasi perbaikan strategis yang dapat meningkatkan kepuasan pelanggan, memperkuat kualitas pembelajaran, dan mendukung daya saing TS di industri pendidikan digital.

2025
👤 Penulis: Husna Qotrunnada
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Pengembangan Layanan Digital

ANALISIS FAKTOR YANG MEMENGARUHI INTENSI PENGGUNAAN MOBILE APPLICATION PAXEL DI CIREBON

Perkembangan internet dan teknologi yang pesat berdampak pada semakin masifnya penggunaan aplikasi daring. Data menunjukkan bahwa 99.5% pengguna internet menggunakan telepon cerdas untuk memenuhi kebutuhannya. Hal ini direspon positif oleh berbagai sektor industri, termasuk industri jasa pengiriman. Industri jasa pengiriman memiliki peran penting dalam menunjang kebutuhan pengiriman barang melalui ekosistem rantai distribusi yang terhubung melalui aplikasi, salah satunya adalah PAXEL. Dengan slogan “sehari sampai”, PAXEL berupaya menciptakan ekosistem pengiriman digital yang dapat diakses dalam satu aplikasi. Intensi penggunaan aplikasi dinilai penting untuk meningkatkan transaksi pengiriman, untuk itu identifikasi faktor perlu dilakukan untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap intensi penggunaan aplikasi PAXEL di Cirebon. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor terhadap intensi pelanggan dalam menggunakan aplikasi PAXEL. Konstruk model didasarkan pada model TAM dan TCV yang dikembangkan menjadi 7 konstruk yaitu perceived usefulness (PU), perceived ease of use (PEOU), trust & brand (TRB), price saving benefit (PSB), time saving benefit (TSB), performance & quality value (PQV), dan visibility (VIS) dengan total instrumen sebanyak 26 pertanyaan. Uji validitas dan uji reliabilitas dilakukan guna memastikan data valid dan reliabel, dilanjutkan analisis mean dan varians, PLS-SEM, uji hipotesis, dan interpretasi hasil kuesioner yang dikumpulkan. Hasil dari penelitian ini berupa variabel pada model yang berpengaruh signifikan terhadap intensi pelanggan dalam mengggunakan aplikasi PAXEL. Saran dan rekomendasi terhadap hasil penelitian disampaikan kepada PAXEL guna meningkatkan intensi pengguna dalam menggunakan aplikasi PAXEL di Cirebon.

2025
👤 Penulis: Mutesra Andhika Gustama P S
🏷️ Integrasi Teknologi Informasi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

PERANCANGAN SKEMA PURCHASING CONSORTIUM LOGISTIC PARTNER PT X UNTUK EFISIENSI BIAYA PENGADAAN BARANG CONSUMABLES

PT X sebagai perusahaan otomotif di Indonesia menjalankan sistem logistik milk run bersama sembilan logistics partner (LP). Dalam praktik eksisting, setiap LP melakukan pengadaan consumables seperti ban dan oli secara individual, sementara biaya ditagihkan kepada PT X dalam bentuk standar Rp/km. Mekanisme ini membuat biaya bersifat langsung variabel terhadap jarak tempuh logistik, tetapi daya tawar pembelian menjadi rendah karena volume yang terfragmentasi. Sebaliknya, PT X Asia di Thailand telah menerapkan fuel bundling scheme dengan mengonsolidasikan kebutuhan LP, sehingga mampu memperoleh harga lebih efisien. Penelitian ini bertujuan merancang model Purchasing Consortium (PC) yang sesuai dengan kondisi Indonesia untuk meningkatkan efisiensi biaya pengadaan consumables. Metodologi yang digunakan meliputi spend analysis dan diagram Pareto untuk menentukan prioritas, regresi linear untuk mengidentifikasi hubungan produksi dengan kilometer logistik, serta metode Holt–Winters exponential smoothing untuk meramalkan kebutuhan hingga 2030. Skema PC kemudian diuji dengan mekanisme Common Replenishment Epoch (CRE), yaitu penjadwalan pemesanan bersama antar-LP agar total volume terkonsolidasi dan syarat diskon atau minimum order quantity dapat tercapai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PC dan CRE mampu memberikan penghematan biaya secara konsisten. Untuk Goodrich EMSA, penghematan tahunan berada pada kisaran Rp814–840 juta (4,81–4,84%), sedangkan untuk Oil Machine sebesar Rp404– 409 juta (4,63–4,69%). Persentase penghematan relatif stabil selama periode 2026–2030. Hal ini menegaskan bahwa skema PC dengan dukungan mekanisme CRE berpotensi menjadi strategi efisiensi biaya yang berkelanjutan serta dapat mendukung daya saing operasional PT X dalam jangka menengah.

2025
👤 Penulis: Rozan Maulana Amin
🏷️ Logistik 🏷️ Efisiensi Biaya Pengadaan Consumables 🏷️ Kecerdasan Buatan

PERANCANGAN KONSEP PRODUK OIL-BASED CLEANSER PT X DENGAN METODE CHOICE-BASED CONJOINT

Industri farmasi dan kosmetik di Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir, didorong oleh peningkatan permintaan terhadap produk berbahan dasar alami. PT X sebagai perusahaan yang berfokus pada pemanfaatan bahan alam lokal mengembangkan produk oil-based cleanser dengan virgin tamanu oil. Namun, meskipun tren skincare terus meningkat, penjualan produk oil-based cleanser belum menunjukkan performa yang optimal. Salah satu penyebab utama yang teridentifikasi adalah belum dilakukannya riset pemasaran untuk memahami preferensi konsumen. Kondisi ini menimbulkan kesenjangan antara spesifikasi produk dengan ekspektasi pasar. Penelitian ini bertujuan merancang konsep produk oil-based cleanser yang sesuai dengan preferensi konsumen melalui pendekatan choice-based conjoint (CBC) dengan survei daring dan data yang terkumpul sebesar 173 responden. Estimasi nilai utilitas masing-masing atribut dilakukan menggunakan pendekatan hierarchical Bayes (HB) yang memungkinkan analisis pada tingkat individu. Selanjutnya, segmentasi preferensi konsumen dilakukan melalui analisis regresi logistik kelas laten untuk mengidentifikasi kelompok pengguna dengan pola preferensi yang berbeda. Selain itu, metode Van Westendorp price sensitivity meter (PSM) digunakan untuk menentukan rentang harga optimal produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut yang paling memengaruhi keputusan pembelian secara berurutan adalah tingkat keefektifan, konsistensi dan jenis kemasan, ukuran kemasan, tekstur, dan jenis manfaat. Segmentasi berbasis analisis kelas laten menghasilkan empat segmen konsumen dengan preferensi yang berbeda yaitu “Focused Functionalists”, “Daily Comfort Seekers”, “The Begginers”, dan “The Balance”. Berdasarkan simulasi pangsa pasar, konsep produk dengan kombinasi gentle, kemasan pump berukuran 100 ml, tekstur watery, dan dapat digunakan untuk seluruh jenis kulit. Hasil analisis Van Westendorp menunjukkan bahwa rentang harga yang dianggap wajar oleh konsumen berada pada kisaran Rp60.000 hingga Rp120.000 dengan harga optimal di Rp77.500. Kombinasi atribut dan strategi harga ini diharapkan mampu meningkatkan minat beli konsumen terhadap produk oil-based cleanser PT X.

2025
👤 Penulis: Muhammad Abdul Ghaffar Baihaqi
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Regresi Logistik

KARAKTERISASI RESERVOIR DAN ESTIMASI SUMBERDAYA HIDROKARBON PADA FORMASI UPPER RED BED, LAPANGAN BONNIE, CEKUNGAN SUMATRA TENGAH

Lapangan Bonnie terletak di South Aman Sub- Basin yang merupakan half graben yang terbentuk akibat sistem transtensional pada Eosen hingga Oligosen. Interval penelitian berada pada Formasi Upper Red Bed yang merupakan bagian atas dari Kelompok Pematang dengan litologi yang terdiri dari batupasir dan shale lacustrine. Bentuk karakterisasi yang dilakukan dalam penelitian meliputi interpretasi lingkungan pengendapan dan perhitungan properti petrofisika. Dalam perhitungan estimasi sumberdaya hidrokarbon dilakukan analisis kontak fluida dan perhitungan original oil in place pada interval Sand A dan Sand B. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa empat sumur penelitian dengan ketersediaan data secara umum berupa data log tali kawat, data deskripsi batuan, peta struktur kedalaman, laporan analisis biostratigrafi, dan data uji sumur. Dalam penelitian ini didapatkan tiga fasies arsitektur, yaitu distributary channel, deltafront mouth bar, dan prodelta yang menunjukkan lingkungan pengendapan lacustrine delta. Distribusi nilai properti petrofisika pada fasies distributary channel memiliki distribusi yang paling baik diantara dua fasies lain dengan nilai volume serpih sebesar 0,42, porositas efektif sebesar 0,08, dan saturasi air sebesar 0,70. Berdasarkan data tampilan hidrokarbon, terdapat dua interval reservoir Sand A dan Sand B yang menerus pada sumur B-2 dan B-3. Perhitungan volume sumberdaya dibagi menjadi dua kompartemen karena adanya batas sesar dengan penentuan kontak fluida didasarkan pada lowest tested oil dan lowest known oil. Volume sumberdaya hidrokarbon pada kompartemen 1 memiliki estimasi sebesar 39,602 MMSTB, sementara kompartemen 2 memiliki estimasi sebesar 0,257 MMSTB

2025
👤 Penulis: Arwinda Rosyida Firdaus
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan

KARAKTERISASI RESERVOIR DAN PENENTUAN SUMBERDAYA HIDROKARBON PADA INTERVAL A, FORMASI SIHAPAS BAWAH, LAPANGAN SALVADOR, CEKUNGAN SUMATRA TENGAH

Peran karakterisasi reservoir komprehensif dalam mengoptimalkan perolehan hidrokarbon sangat krusial untuk pengembangan lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi resevoir yang meliputi penentuan geometri, properti reservoir, dan potensi hidrokarbon pada Interval A, Formasi Sihapas Bawah di Lapangan Salvador, Cekungan Sumatra Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan terintegrasi yang menggabungkan data log kawat dari 15 sumur, deskripsi batuan inti dan sidewall core, laporan sumur, serta data seismik 3D. Analisis stratigrafi sekuen dilakukan untuk mengidentifikasi system tract dan set parasekuen. Analisis fasies dilakukan melalui deskripsi inti batuan terinci dan interpretasi elektrofasies. Analisis petrofisika mencakup perhitungan volume serpih, porositas efektif, saturasi air, dan net pay menggunakan model petrofisika standar dan kriteria batas pancung. Sumber daya hidrokarbon diestimasi menggunakan metode volumetrik Original Oil in Place (OOIP). Analisis mengidentifikasi tiga asosiasi fasies utama: Tidal-Fluvial Channel, Tidal Sand Bar, dan Intertidal Flat yang mengindikasikan lingkungan pengendapan Estuari dominasi pasang-surut. Analisis stratigrafi sekuen membagi Formasi Sihapas Bawah menjadi dua set parasekuen yang terdiri dari satu Highstand System Tract dan satu Transgressive System Tract yang didalamnya terdapat Interval A. Analisis petrofisika Interval A menghasilkan nilai rata-rata volume serpih 0,33, porositas efektif 0,17, dan saturasi air 0,77, dengan net pay rata-rata 0,45 yang terdistribusi heterogen. Estimasi Original Oil in Place (OOIP) untuk reservoir Interval A adalah sebesar 8 MMSTB. Interval A Formasi Sihapas Bawah merupakan unit reservoir signifikan di Lapangan Salvador dengan asosiasi fasies dan lingkungan pengendapan yang dapat diidentifikasi dengan jelas. Karakteristik reservoir dan volume hidrokarbon yang terestimasi mendukung potensi untuk kegiatan pengembangan lebih lanjut pada interval ini. Karakterisasi reservoir terintegrasi memberikan wawasan berharga untuk mengoptimalkan strategi perolehan hidrokarbon di lapangan matang ini.

2025
👤 Penulis: Dzaki Zahirtian Subiakto
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan

PERANCANGAN STRATEGI PENGELOLAAN RISIKO PEMANGKU KEPENTINGAN BERBASIS PROSES BISNIS PADA PT PUTRA KATES SIMOELIKKI

PT Putra Kates Simoelikki merupakan perusahaan keluarga yang bergerak di bidang obat tradisional dengan produk berupa jamu lancar haid. Perusahaan mengalami penurunan volume penjualan dari distributor existing dalam periode 2022 hingga 2024 meskipun permintaan pasar diperkirakan stabil. Hal ini ditandai dengan adanya 8 distributor yang tidak lagi melakukan repeat order. Mereka mengeluhkan keterlambatan pengiriman produk dan inkonsistensi mutu produk yang terjadi secara berulang. Di sisi lain, terjadi peningkatan proporsi biaya pabrik tidak terduga hingga 52%. Setelah ditelusuri, peningkatan ini disebabkan oleh pembelian simplisia pada periode yang tidak tepat sehingga harga tinggi dan kebutuhan biaya perawatan reaktif mesin tak terduga. Permasalahan tersebut menunjukkan adanya hambatan yang tidak diselesaikan sehingga terakumulasi. Hambatan ini dipicu oleh adanya risiko operasional dan kompleksitas interaksi pemangku kepentingan yang ditimbulkan ketidakpastian. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengelolaan risiko berbasis pemangku kepentingan untuk mencegah masalah terhadap pencapaian tujuan strategis terjadi kembali di kemudian hari. Penelitian ini menggunakan risiko pendekatan berbasis pemangku kepentingan yang dipetakan menurut proses bisnis inti dari kerangka American Productivity & Quality Center (APQC). Terdapat 8 pemangku kepentingan utama yang dianalisis, terdiri dari 6 pihak internal (pemilik, manajer umum, produksi, pengemasan, procurement & distribusi, dan SG&A) serta 2 pihak eksternal (distributor dan supplier). Dari identifikasi awal sebanyak 136 risiko, dilakukan 3 tahap penyaringan, yaitu validasi risiko dengan 93 risiko dilanjutkan, Pareto Analysis dari hasil Risk Significance (RS) dengan 50 risiko diprioritaskan, dan pemetaan interaksi antar risiko menggunakan Risk Network Model (RNM) dengan 15 risiko berjenis source terpilih untuk dimitigasi. Strategi pengelolaan yang diusulkan mencakup pendekatan avoid, transfer, mitigate, dan accept, serta strategi keterlibatan pemangku kepentingan melalui communicate, negotiate, monitor, dan collaborate. Setiap strategi dilengkapi dengan penanggung jawab, rencana aksi yang implementasinya disesuaikan dengan Integrated Risk Priority (IRP), output, dan periode pemantauan dalam risk mitigation charter.

2025
👤 Penulis: Amaris Rea Ananda
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Risiko

KARAKTERISASI RESERVOIR DAN ESTIMASI SUMBER DAYA HIDROKARBON PADA FORMASI TALANGAKAR, LAPANGAN MONACO, CEKUNGAN SUMATRA SELATAN

Cekungan Sumatra Selatan, khususnya Formasi Talangakar, memiliki potensi besar sebagai reservoir utama dan telah terbukti menyimpan akumulasi hidrokarbon yang signifikan. Salah satu lapangan prospektif adalah Lapangan Monaco, Formasi Talangakar, yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4. Berdasarkan data DST (drill stem test), sumur MNC-001 dan MNC-002 menunjukkan aliran minyak dari Lapisan A sebesar 1550 BOPD dan 1588 BOPD. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik reservoir melalui analisis fasies, korelasi stratigrafi, analisis properti petrofisika, dan estimasi sumber daya hidrokarbon pada Lapisan A, serta membandingkan properti petrofisika pada asosiasi fasies yang teridentifikasi. Data yang digunakan mencakup enam sumur berupa log talikawat, data DST, batuan inti, dan laporan sumur lainnya. Hasil analisis menunjukkan terdapat 10 litofasies yang dikelompokkan ke dalam empat asosiasi fasies utama: marshes, mud flat, tidal sand bar, dan estuarine channel yang menunjukkan lingkungan pengendapan estuari dominasi pasang surut. Analisis stratigrafi sikuen mengindikasikan bahwa pengendapan Formasi Talangakar pada Lapangan Monaco dimulai dari Highstand System Tract (HST) dan diakhiri oleh Highstand System Tract (HST) dengan total tujuh system tract. Analisis petrofisika menunjukkan asosiasi fasies estuarine channel (Lapisan A) berperan sebagai reservoir terbaik. Berdasarkan analisis properti petrofisika pada Lapisan A, ditetapkan rata-rata volume serpih sebesar 22%, porositas efektif 21%, dan saturasi air sebesar 42%. Pada Lapisan B, ditetapkan rata-rata volume serpih sebesar 27%, porositas efektif 21%, dan saturasi air sebesar 44%. Pada Lapisan C, ditetapkan rata-rata volume serpih sebesar 81%, porositas efektif 3%, dan saturasi air sebesar 85%. Pada Lapisan D, ditetapkan rata-rata volume serpih sebesar 73%, porositas efektif 5%, dan saturasi air sebesar 72%. Estimasi kandungan minyak awal di permukaan (STOIIP) pada Lapisan A sebesar 11,813 juta barel minyak (MMSTB) menunjukkan bahwa zona ini memiliki potensi ekonomis yang layak dikembangkan lebih lanjut.

2025
👤 Penulis: Muhammad Fadhlan Atsari
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

KARAKTERISASI RESERVOIR INTERVAL FORMASI BATURAJA, LAPANGAN OAP, CEKUNGAN SUMATRA SELATAN

Formasi Baturaja merupakan endapan karbonat yang berperan sebagai reservoir hidrokarbon penting di Cekungan Sumatra Selatan. Salah satu sumur di lapangan minyak dan gas bumi di Sumatra Selatan menghasilkan gas bumi sebesar 1,25 MMSCFD. Namun, belum dilakukan analisis lanjutan terkait hubungan antara litofasies dengan properti petrofisika sehinnga diperlukan karakterisasi reservoir. Studi ini dilakukan untuk melakukan karakterisasi interval reservoir Formasi Baturaja, Lapangan “OAP”, Cekungan Sumatra Selatan. Karakterisasi reservoir terdiri atas analisis persebaran fasies melalui korelasi penampang stratigrafi dan analisis properti petrofisika. Studi ini juga dilakukan untuk mengestimasi volumetrik hidrokarbon interval reservoir Formasi Baturaja, Lapangan “OAP”, Cekungan Sumatra Selatan. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data deskripsi batuan inti, data log tali kawat 14 sumur, peta kedalaman struktur, dan data pendukung lainnya dari laporan sumur. Dalam melakukan analisis persebaran fasies, dilakukan pengelompokan data log (log gamma ray, log densitas, log neutron, resistivitas dalam, dan faktor fotoelektrik) di semua sumur dengan metode Multi Resolution Graphic-based Clustering (MRGC). Hasil MRGC menunjukkan pembagian klaster sebanyak 11 dengan pola klaster yang menyusun litofasies. Berdasarkan analisis fasies yang dilakukan, Formasi Baturaja terdiri atas 5 litofasies (Coral Floatstone, Foraminiferal Grainstone, Skeletal-Coralclast Grainstone, Coral Boundstone, dan Foraminiferal Wackestone) dengan asosiasi fasies dan lingkungan pengendapan berupa Platform Margin Reef. Analisis petrofisika menghasilkan properti petrofisika; seperti volume serpih, porositas efektif, dan saturasi air. Nilai rata-rata volume serpih adalah 0,2; porositas efektif sebesar 0,1; dan saturasi air 0,4 untuk semua closure. Litofasies Foraminiferal Wackestone memiliki nilai properti petrofisika paling baik yaitu volume serpih sebesar 0,2; porositas efektif sebesar 0,1; dan saturasi air sebesar 0,4. Hasil estimasi volumetrik hidrokarbon dari tiga closure sejumlah 951,2 MMSCF.

2025
👤 Penulis: Livia Fernanda Putri Erwin
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

DEKOMPOSISI REGULAR KUAT DARI GRAF LENGKAP

Untuk sembarang bilangan prima ganjil p, graf lengkap dengan p2(p+2) titik, dapat didekomposisi menjadi sebanyak p + 1 graf regular kuat. Sebanyak p graf regular kuat memiliki parameter (p2(p+2), p2+p, p, p) dan sebanyak satu graf regular kuat memiliki parameter (p2(p+2), p2?1, p2?2, 0). Kemudian, akan diberikan metode untuk mengontruksi matriks ketetanggaan dari setiap kelas graf.

2025
👤 Penulis: Yassir Hasbi Muchtar
🏷️ Teori Graf 🏷️ Kecerdasan Buatan

PEMETAAN INDIKASI MINERAL RADIOAKTIF MENGGUNAKAN ANALISIS CITRA SENTINEL-2, INDEKS VEGETASI DAN VALIDASI KANDUNGAN KLOROFIL PADA TUMBUHAN PAKU: STUDI KASUS MAMUJU, SULAWESI BARAT

Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, dikenal memiliki tingkat radioaktivitas alami yang tinggi akibat keberadaan mineral pembawa uranium dan torium pada batuan vulkanik Formasi Gunung Api Adang. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan indikasi sebaran mineral radioaktif menggunakan pendekatan pengindraan jauh dan analisis vegetasi sebagai bioindikator. Metode yang digunakan meliputi analisis rasio saluran citra Sentinel-2 untuk mengidentifikasi mineral alterasi (besi, oksida besi, dan lempung), serta perhitungan indeks vegetasi Red Edge Vegetation Index (REVI) untuk mendeteksi tingkat cekaman vegetasi. Validasi lapangan dilakukan melalui pengukuran kandungan klorofil pada tumbuhan paku dengan Soil Plant Analysis Development (SPAD) meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vegetasi pada daerah dengan tingkat alterasi tinggi mengalami penurunan kandungan klorofil, perubahan warna daun menjadi kemerahan, dan morfologi yang terhambat. Analisis korelasi memperlihatkan hubungan linear dengan gradien negatif antara nilai SPAD dan laju dosis radiasi (R² = 0,90), serta hubungan linear dengan gradien positif antara REVI dan SPAD (R² = 0,76). Hasil integrasi data citra satelit dengan pengukuran vegetasi mampu meningkatkan akurasi pendugaan mineral radioaktif. Penelitian ini memberikan manfaat dalam penyediaan informasi spasial yang efisien untuk eksplorasi awal mineral radioaktif sekaligus mendukung upaya pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia.

2025
👤 Penulis: Nuraisyiah Pertiwi Kamsir
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

ANALISIS PENGARUH BLOCKAGE TERHADAP KINERJA TURBIN ARUS PASANG SURUT SUMBU VERTIKAL TIGA BILAH DENGAN MODEL FISIK

Pengembangan teknologi turbin arus pasang surut sumbu vertikal atau vertical axis tidal turbine (VATT) menawarkan solusi energi terbarukan yang potensial. Namun, model teoretis klasik seperti teori Lanchester-Betz yang berlaku untuk aliran bebas (unconfined flow) membatasi koefisien daya maksimum hingga 0.593. Batasan ini tidak relevan untuk turbin yang beroperasi di saluran terbatas (confined flow), di mana interaksi antara turbin dan dinding saluran menimbulkan fenomena penyumbatan (blockage). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh blockage ratio dan peningkatan kecepatan aliran terhadap performa turbin VATT tipe H-Darrieus. Analisis dilakukan dengan mengacu pada model teori Garrett dan Cummins (GC07) serta Houlsby-Whelan. Teori GC07 menjelaskan bahwa blockage ratio dapat meningkatkan koefisien daya melebihi batas Betz, sementara teori Houlsby-Whelan memperluas konsep tersebut dengan mempertimbangkan pengaruh deformasi permukaan bebas (free-surface deformation) dan bilangan Froude. Pengujian model fisik dilakukan di Laboratorium Gelombang Teknik Kelautan ITB menggunakan dua model turbin dengan dimensi berbeda, yaitu turbin D40 (diameter 40 cm) dengan blockage ratio sebesar 0.4, serta turbin D20 (diameter 20 cm) dengan blockage ratio sebesar 0.1. Pengujian dilakukan pada kolam arus tipe open channel dalam kondisi terendam penuh, dengan empat variasi frekuensi inverter (35 Hz, 40 Hz, 45 Hz, dan 50 Hz). Performa turbin diukur menggunakan sensor Inertial Measurement Unit (IMU) untuk memperoleh data kecepatan sudut dan percepatan sudut, serta load cell untuk mengukur thrust. Data hasil pengujian kemudian diolah untuk memperoleh koefisien daya, koefisien torsi, dan koefisien thrust sebagai fungsi dari kecepatan aliran dan blockage ratio. Hasil pengujian menunjukkan bahwa frekuensi inverter 35 – 50 Hz mampu menghasilkan kecepatan arus sebesar 0.23 – 0.48 m/s. Pada rentang kecepatan arus 0.23 – 0.37 m/s, kinerja turbin meningkat seiring dengan kenaikan bilangan Froude, sesuai dengan prediksi teori Houlsby–Whelan. Selain itu, hasil eksperimen secara signifikan memvalidasi teori GC07, di mana turbin D40 dengan blockage ratio 0.4 menunjukkan performa jauh lebih baik dibandingkan turbin D20 dengan blockage ratio 0.1, ditandai dengan peningkatan koefisien daya hingga 7 – 8 kali lipat. Temuan ini menegaskan pentingnya mempertimbangkan efek blockage dalam perancangan dan analisis kinerja turbin arus pasang surut pada saluran terbatas.

2025
👤 Penulis: Jesa Angelin
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok
Halaman 111 dari 418
💬