📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 6,268 dokumenUJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK DAN FRAKSI CENDAWAN ENDOFIT KNUFIA SP. KPO 3.13B TERHADAP BERBAGAI MIKROORGANISME UJI
Jerawat merupakan salah satu gangguan pada kulit yang penyebabnya seringkali dikaitkan dengan adanya pertumbuhan C. acnes pada kulit. Jerawat dan kondisi infeksi lainnya umumnya ditangani dengan antibiotik. Akan tetapi, penggunaan antibiotik secara tidak rasional dapat meningkatkan potensi terjadinya resistensi antibiotik. Oleh karena itu, dibutuhkan substitusi selain antibiotik yang memiliki aktivitas antimikroba sehingga tingkat kejadian resistensi berkurang. Cendawan endofit diketahui mengandung metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antimikroba dari ekstrak dan fraksi cendawan endofit Knufia sp. KPO 3.13b terhadap E. coli, S. aureus, C. acnes, dan C. albicans. Penelitian dilakukan dengan memisahkan bagian biomassa dan media fermentasi menggunakan sentrifugasi yang kemudian diekstraksi menggunakan ultrasound-assisted extraction (UAE) untuk biomassa dan ekstraksi cair-cair (ECC) untuk media fermentasi. Aktivitas antimikroba ekstrak diuji dilakukan melalui mikrodilusi untuk menentukan KHM dan drop test untuk menentukan KBM. Ekstrak kemudian difraksinasi menggunakan kromatografi cair vakum (KCV) dan aktivitas antimikrobanya diuji kembali menggunakan metode yang sama. Fraksi yang aktif disubfraksinasi menggunakan kromatografi lapis tipis preparatif (KLTP) dan subfraksi yang diperoleh diidentifikasi golongan senyawanya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kedua ekstrak tidak memiliki aktivitas terhadap E. coli dan C. albicans, tetapi menunjukkan aktivitas pada S. aureus dan C. acnes dengan KHM 2048 µg/mL, serta KBM 2048 µg/mL terhadap C. acnes. Beberapa fraksi menampilkan aktivitas antimikroba terhadap S. aureus dan C. acnes dengan fraksi media 3 menunjukkan aktivitas bakteriostatik tertinggi (KHM 256 µg/mL). Fraksi media 4 menunjukkan aktivitas bakterisidal tertinggi hanya pada C. acnes dengan KBM 1024 µg/mL. Fraksi media 3 disubfraksinasi dan teridentifikasi didominasi oleh senyawa yang diduga golongan steroid/triterpenoid.
AKTIVITAS PENGHAMBATAN ENZIM TIROSINASE OLEH EKSTRAK KULIT BUAH, DAUN, DAN PERASAN BUAH JERUK NIPIS (CITRUS X AURANTIIFOLIA (CHRISTM.) SWINGLE) SERTA FRAKSI TERPILIH
Hiperpigmentasi kulit merupakan masalah yang dipicu oleh aktivitas berlebih dari enzim tirosinase dalam biosintesis melanin akibat paparan sinar ultraviolet. Selain berperan dalam melanogenesis, enzim tirosinase juga bertanggung jawab atas pencoklatan yang terjadi pada buah dan sayuran. Pencarian inhibitor tirosinase alami yang aman dan efektif menjadi fokus penting dalam industri kosmetik dan farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi ekstrak etanol daun, kulit buah, dan perasan buah jeruk nipis (Citrus x aurantiifolia (Christm.) Swingle) serta fraksi terpilih sebagai inhibitor enzim tirosinase secara in vitro. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak yang menunjukkan aktivitas terbaik kemudian difraksinasi menggunakan metode ekstraksi cair-cair bertingkat dengan pelarut n-heksana, etil asetat, dan air. Aktivitas inhibisi enzim tirosinase dilakukan secara in vitro menggunakan metode microplate assay yang diukur absorbansinya pada panjang gelombang 475 nm. Asam kojat digunakan sebagai kontrol positif dengan IC?? sebesar 2,806 ± 0,186 µg/mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun jeruk nipis memiliki aktivitas inhibisi tirosinase terbaik di antara ketiga ekstrak dengan persentase inhibisi 24,591 ± 0,689% pada konsentrasi 400 µg/mL, diikuti oleh ekstrak kulit buah 15,696 ± 0,493% dan perasan buah 11,576 ± 0,299%. Analisis statistik dengan uji Kruskal-Wallis menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antar kelompok ekstrak (p = 0,015). Fraksi etil asetat dari daun jeruk nipis menunjukkan aktivitas inhibisi tirosinase terbaik dengan IC?? sebesar 251,917 ± 1,841 µg/mL dan persentase inhibisi 60,91% pada konsentrasi 400 µg/mL. Uji Kruskal-Wallis pada data fraksi menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p = 0,025). Analisis KLT mengindikasikan keberadaan senyawa fenolik dan flavonoid dengan menunjukkan nilai Rf yang serupa dengan kuersetin pada ekstrak dan fraksi etil asetat. Fraksi etil asetat memiliki kadar fenol total (8,810 ± 0,361 g GAE/100 g) dan kadar flavonoid total (2,118 ± 0,036 g QE/100 g) yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak etanol. Analisis korelasi Pearson menunjukkan hubungan positif sangat kuat antara kadar fenolik dan flavonoid dengan aktivitas inhibisi tirosinase (r = 0,998 dan 0,978; p < 0,01). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa ekstrak dan fraksi etil asetat daun jeruk nipis mengandung senyawa fenolik dan flavonoid yang berperan sebagai inhibitor enzim tirosinase, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai agen antitirosinase alami yang lebih aman
PERANCANGAN GAME DENGAN TEMA SISTEM IMUN TUBUH MANUSIA UNTUK AUDIENS 18-23 TAHUN
Sistem imun tubuh manusia merupakan mekanisme pertahanan alami tubuh manusia untuk menghadapi ancaman asing yang dapat membahayakan tubuh. Pengetahuan mengenai sistem imun tubuh manusia seringkali sulit dipahami oleh audiens awam karena sifatnya yang sering dianggap rumit dan membosankan. Media konvensional seringkali dirasa terlalu monoton dan tidak memiliki daya tarik yang dapat membuat dewasa muda, khususnya usia 18-23 tahun tertarik untuk mempelajari topik ini. Perancangan ini bertujuan untuk menciotakan sebuah game yang mengutamakan aspek hibutan dan kesenangan (entertain anda happiness) sebagai daya tarik utamanya, dimana pemahaman mengenai sistem imun hadir sebagai dampak dari proses bermain. Perancangan ini menerapkan strategi personifikasi, dimana aspek yang ada pada sistem imun tubuh manusia akan diterjemahkan menjadi karakter dan objek di dalam game, dengan menyeimbangkan aspek tantangan dan keseruan yang diberikan. Hasil akhir perancangan ini diharapkan berupa game yang interaktif dan imersif, dimana pemain bisa berfokus pada kemenangan dan kesenangan dari mekanik dan visual, namun secara tidak langsung memperoleh pengetahuan mengenai cara kerja sistem imun tubuh manusia.
ANALISIS PREFERENSI PELANGGAN TERHADAP ATRIBUT MOBILE BANKING BNI (WONDR BY BNI): PENDEKATAN CHOICE-BASED CONJOINT
Sektor perbankan digital di Indonesia telah mengalami transformasi besar. Empat bank terbesar berdasarkan modal inti di Indonesia, bersaing secara agresif untuk menarik klien melalui aplikasi mobile banking mereka. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk akan meluncurkan platform mobile banking unggulannya, "Wondr by BNI", pada tahun 2024. Penelitian ini memiliki tiga tujuan yang saling berkaitan: mengukur nilai utilitas nasabah (estimasi part-worth) untuk atribut-atribut mobile banking beserta levelnya; mengidentifikasi kombinasi profil fitur yang paling disukai pasar secara umum maupun segmen nasabah yang berbeda; serta menghasilkan rekomendasi strategis berbasis data untuk memperkuat proposisi nilai kompetitif Wondr. Desain penelitian kuantitatif dengan metode Choice-Based Conjoint (CBC) analysis diterapkan. Sebanyak 230 pengguna mobile banking aktif di kawasan metropolitan Jabodetabek menyelesaikan dua belas tugas pilihan (sepuluh tugas desain dan dua tugas holdout), menghasilkan 2.276 total observasi pilihan. Biaya transfer menjadi atribut dominan (dengan tingkat kepentingan relative = 26.9%), dimana transfer gratis menjadi pendorong utama yang mempengaruhi pilihan nasabah. Terdapat perbedaan preferensi pada berbagai segmentasi: Kesiapan teknologi sedang terpengaruh dengan harga, kesiapan teknologi rendah terpengaruh dengan promosi dan kesingkatan, dan kesiapan teknologi tinggi berpengaruh kepada keamanan dan fitur tampilan. Temuan-temuan ini mendukung imperatif strategis bagi BNI. Perusahaan harus mempertimbangkan biaya transfer mengingat hal tersebut memiliki kepentingan realtif tertinggi di studi ini. Untuk ekosistem mobile banking ekspansinya harus dilakukan bertahap, dengan pertama membangun fitur dasar pada aspek transaksional sebelum melakukan ekspansi kepada fitur pinjaman, gaya hidup maupun investasi. Studi ini juga menggabungkan teori Lancaster dan TRI 2.0 untuk membuat studi yang komprehensif dan mengisi kesenjangan penelitian.
PEMODELAN CADANGAN ASURANSI MENGGUNAKAN MODEL LINEAR TERAMPAT YANG MEMPERTIMBANGKAN FAKTOR MAKROEKONOMI
Penentuan cadangan asuransi yang akurat merupakan aspek penting dalam menjaga kemampuan perusahaan asuransi dalam memenuhi kewajiban klaim. Data klaim asuransi umumnya memiliki karakteristik bernilai positif, menceng ke kanan, dan tidak memenuhi asumsi normalitas, sehingga diperlukan metode pemodelan yang fleksibel. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan Model Linear Terampat (MLT) dalam memodelkan cadangan per klaim, mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap cadangan, serta mengevaluasi akurasi model terhadap data aktual. Data yang digunakan merupakan data historis klaim asuransi jiwa tahun 2019–2023 yang dipadukan dengan variabel makroekonomi berupa inflasi, BI Rate, dan nilai tukar USD/IDR. Tahapan penelitian meliputi prapemrosesan data, deteksi pencilan, analisis korelasi, uji normalitas, fitting distribusi, pembagian data menggunakan time-based split, serta pemodelan menggunakan MLT dengan distribusi Gamma dan fungsi link logaritmik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model terbaik adalah Stepwise MLT Gamma-log pada data tanpa pencilan. Variabel yang berpengaruh signifikan terhadap cadangan per klaim adalah Total_Tagihan, Limit_Klaim, Deductible, Lama_Dirawat, Status_Klaim, Smoker, dan BMI, sedangkan inflasi, BI Rate, dan USD_IDR tidak signifikan secara statistik. Model terbaik menghasilkan MAE sebesar Rp392,215.02, MSE sebesar 4.08E+11, MAPE sebesar 10.57%, dan MSPE sebesar 1.94%. Dengan demikian, MLT Gamma-log mampu memodelkan cadangan per klaim dengan cukup baik, terutama setelah pengaruh pencilan dan variabel yang tidak signifikan dihilangkan.
INFERENSI BAYES PADA MODEL REGRESI LINIER MENGGUNAKAN ALGORITMA MARKOV CHAIN MONTE CARLO (STUDI KASUS: DATA SAHAM IDX80)
Regresi linear Bayes digunakan untuk memodelkan hubungan antara karakteristik historis saham tahun 2024 dan return saham IDX80 tahun 2025 dengan merepresentasikan ketidakpastian parameter melalui distribusi posterior. Model dibangun menggunakan prior semi-konjugat independent Normal–Inverse-Gamma dan diestimasi dengan algoritma Gibbs Sampling. Prediktor terpilih merepresentasikan momentum tiga bulan, momentum enam bulan, dan risiko berbasis Log VaR 95%. Simulasi dilakukan menggunakan tiga rantai independen, 15.000 iterasi per rantai, burn-in 5.000 iterasi, dan thinning sebesar 5, sehingga diperoleh 6.000 sampel posterior. Hasil diagnostik menunjukkan konvergensi yang baik dengan ˆR sebesar 1,00 untuk seluruh parameter. Berdasarkan posterior mean, model yang diperoleh adalah ˆy = 0,03610 + 0,15308x1 ? 0,13986x2 + 0,04625x3. Hasil inferensi menunjukkan bahwa momentum tiga bulan berpengaruh positif terhadap return, momentum enam bulan berpengaruh negatif, sedangkan risiko berbasis Log VaR 95% belum menunjukkan pengaruh yang kuat. Evaluasi prediksi menghasilkan RMSE sebesar 0,2392, MAE sebesar 0,1914, R2 prediksi sebesar 0,1674, dan coverage interval prediksi posterior 95% sebesar 96,25%. Dengan demikian, regresi linear Bayes memberikan hasil yang konsisten dengan OLS serta mampu merepresentasikan ketidakpastian parameter dan prediksi secara eksplisit.
MODEL PENGAMBILAN KEPUTUSAN KEBIJAKANPENGENDALIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KOTAPALU DAN KABUPATEN BUTON TENGAH
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penularannya dipengaruhi oleh dinamika kasus dan kondisi iklim, sehingga perencanaan kebijakan pengendaliannya perlu mempertimbangkan ketidakpastian dan risiko. Penelitian ini bertujuan menyusun model pengambilan keputusan kebijakan pengendalian DBD di Kota Palu dan Kabupaten Buton Tengah selama periode 2019 sampai 2024, serta menganalisis pengaruh penyertaan faktor iklim terhadap rekomendasi kebijakan. Perubahan status risiko DBD yang dikelompokkan menjadi Aman, Waspada, dan Bahaya dimodelkan menggunakan rantai Markov. Faktor iklim berupa suhu, kelembapan, dan curah hujan diringkas menjadi indeks iklim berbasis pembobotan setara, kemudian digunakan untuk membentuk matriks transisi kondisional. Kebijakan optimal ditentukan melalui kerangka pohon keputusan dengan fungsi kerugian relatif yang nilai harapannya ditaksir menggunakan bootstrap resampling nonparametrik dan simulasi Monte Carlo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model tanpa faktor iklim merekomendasikan kebijakan Ringan pada seluruh status risiko di kedua wilayah dengan kestabilan yang tinggi. Sebaliknya, model dengan faktor iklim menghasilkan rekomendasi terdiferensiasi, yaitu kebijakan Ringan pada kondisi iklim Rendah dan kebijakan Sedang pada kondisi iklim Tinggi, dengan perbedaan yang terlokalisasi pada kondisi iklim Tinggi. Dengan demikian, penyertaan faktor iklim memberikan nilai tambah berupa kemampuan diferensiasi keputusan sehingga model menjadi lebih informatif dan adaptif untuk mendukung kebijakan pengendalian DBD.
PENENTUAN KONTROL OPTIMAL DAN PREMI ASURANSI PADA KEAMANAN SIBER
Meningkatnya ketergantungan terhadap sistem digital menyebabkan risiko serangan siber semakin tinggi dan berpotensi menimbulkan kerugian finansial yang signifikan. Oleh karena itu, diperlukan strategi mitigasi yang mengombinasikan penerapan kontrol keamanan dan asuransi siber. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model matematika penyebaran virus siber, menentukan strategi kontrol optimal untuk menekan penyebaran virus, serta menghitung premi asuransi siber berdasarkan tingkat risiko penyebaran virus. Oleh karena itu, penelitian ini mengembangkan suatu kerangka pemodelan yang menghubungkan dinamika penyebaran virus siber, strategi kontrol optimal, dan penentuan premi asuransi sehingga tingkat risiko penyebaran virus yang dihasilkan model dapat dimanfaatkan sebagai dasar dalam menentukan premi asuransi siber. Model dikembangkan menggunakan pendekatan epidemiologi kompartemen untuk menggambarkan dinamika penyebaran virus siber. Analisis model meliputi penentuan titik kesetimbangan, analisis kestabilan, perhitungan bilangan reproduksi dasar menggunakan Next Generation Matrix, analisis sensitivitas, serta penentuan kontrol optimal menggunakan Prinsip Minimum Pontryagin yang diselesaikan dengan metode Forward-Backward Sweep. Model selanjutnya dikembangkan dengan laju transmisi yang bergantung pada tingkat proteksi sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter laju infeksi merupakan faktor yang paling memengaruhi penyebaran virus. Selain itu, penerapan kontrol optimal mampu menurunkan jumlah maksimum komputer terinfeksi hingga lebih dari 12% dibandingkan kondisi tanpa kontrol, sedangkan peningkatan tingkat proteksi sistem turut menurunkan tingkat risiko penyebaran virus sehingga premi asuransi yang ditentukan berdasarkan tingkat risiko juga menjadi lebih rendah. Dengan demikian, model yang dikembangkan dapat digunakan sebagai dasar dalam menentukan strategi pengendalian dan premi asuransi siber berdasarkan tingkat risiko
ANALISIS RISIKO DALAM KOMPETISI DUA BRAND SMARTPHONE PREMIUM DENGAN MODEL STOKASTIK DAN VARIASI LÉVY JUMP
Persaingan Samsung dan iPhone di pasar smartphone premium mengandung ketidakpastian yang tidak dapat ditangkap oleh model deterministik. Model deterministik hanya memberikan satu lintasan pasti tanpa informasi mengenai seberapa besar kemungkinan penyimpangan yang dapat terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko dalam kompetisi dua brand tersebut dengan mengembangkan model deterministik menjadi model Jump-Diffusion stokastik yang menggabungkan fluktuasi kontinu (difusi Wiener) dan lompatan diskontinyu (proses Poisson). Parameter pertumbuhan diestimasi dari data Google Trends menggunakan model Kurva Richards dengan metode Least Square. Risiko diukur melalui lebar interval kepercayaan 95% dari lintasan stokastik yang dihasilkan oleh simulasi Monte Carlo dengan metode Euler-Maruyama. Hasil simulasi mengungkapkan bahwa brand pesaing mencapai kerentanan risiko maksimum di sekitar puncak pertumbuhannya. Variasi parameter menunjukkan bahwa dampak lompatan (??) memiliki pengaruh yang jauh lebih dominan dibandingkan frekuensi lompatan (?) untuk menghasilkan pelebaran interval kepercayaan yang setara, ?? hanya perlu dinaikkan empat kali lipat, sedangkan ? perlu dinaikkan hampir tiga belas kali lipat. Dominasi ini merupakan konsekuensi dari kontribusi kuadratik ?? terhadap variansi, berbeda dengan ? yang hanya bersifat linier. Sementara itu, sentimen pasar (??) yang tidak netral menyebabkan divergensi rata-rata stokastik dari prediksi deterministik. Lebih lanjut, teridentifikasi efek limpahan (spillover effect) di mana guncangan pada brand eksis justru menciptakan ketidakpastian yang lebih besar bagi brand pesaing, menegaskan bahwa risiko dalam kompetisi pasar bersifat sistemik, bukan individual.
PERENCANAAN KLASIFIKASI TENAGA KEPENDIDIKAN BERBASIS AKTIVITAS PADA UNIT KERJA PENDUKUNG INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
Institut Teknologi Bandung (ITB) menghadapi permasalahan inefisiensi komposisi sumber daya manusia, khususnya rasio dosen dan tenaga kependidikan (tendik) yang belum sesuai dengan kondisi ideal yang diharapkan. Hingga saat ini, belum terdapat model acuan yang mengklasifikasikan jenis tendik berdasarkan karakteristik aktivitas di setiap unit kerja. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan proses bisnis saat ini dan proses bisnis yang seharusnya dilakukan oleh setiap unit kerja, memetakan peran pada setiap proses bisnis dengan matriks RAOSI, serta mengklasifikasikan tenaga kependidikan berbasis aktivitas pada empat Unit Kerja Pendukung (UKP) ITB, yaitu Ditmawa, DSDM, DKST, Ditkeu. Penelitian ini menggunakan kerangka workforce planning ISO 30409:2016 dengan pendekatan task-based segmentation. Pemetaan proses bisnis dilakukan melalui wawancara terstruktur dengan pejabat struktural di setiap direktorat yang divalidasi dengan peraturan yang berlaku serta standar acuan. Model klasifikasi dikembangkan berdasarkan empat dimensi penilaian yaitu Strategic Value, Uniqueness, Needs Private Information Access, dan Repetitiveness and Standardization of the Task. Penilaian dilakukan melalui kuesioner berskala ordinal 1–4 yang diisi oleh pejabat struktural, dengan hasil yang kemudian divalidasi kepada pimpinan masing-masing unit. Proses bisnis saat ini berjumlah 236 (Ditmawa), 261 (DSDM), 243 (DKST), dan 344 (Ditkeu). Setelah evaluasi kesesuaian, proses bisnis yang seharusnya dilakukan bertambah menjadi 347, 309, 360, dan 421 untuk masing-masing direktorat. Dari keseluruhan proses bisnis dengan operate pada level staf, hasil klasifikasi menunjukkan dominasi kategori tendik tetap di seluruh unit yaitu 162 aktivitas di Ditmawa, 84 di DSDM, 165 di DKST, dan 199 di Ditkeu. Sisanya terdistribusi pada kategori KJP/MK, dan TAD. Penelitian ini menghasilkan model klasifikasi tenaga kependidikan berbasis aktivitas yang dapat digunakan sebagai acuan oleh DSDM ITB dalam perencanaan, rekrutmen, dan penempatan tenaga kependidikan, serta menjadi landasan implementasi pada seluruh Unit Kerja Pendukung di ITB.
MANAJEMEN RISIKO MALPRAKTEK SEBAGAI RISIKO PERUSAHAAN DI RUMAH SAKIT (STUDI KASUS DI RUMAH SAKIT UMUM PINDAD TUREN)
Pada pelaksanaan pelayanan kesehatan, hubungan antara dokter dan pasien menghasilkan suatu persetujuan dalam pemberian dan penerimaan pelayanan medis yang dapat dibenarkan dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan identifikasi dan penilaian risiko malpraktik sebagai bagian dari manajemen risiko korporasi di Rumah Sakit Umum Pindad Turen sebelum terjadinya kasus malpraktik operasi katarak tahun 2024, serta faktor-faktor dalam manajemen risiko korporasi di Rumah Sakit Umum Pindad Turen menyebabkan kegagalan pencegahan risiko malpraktik pada kasus operasi katarak tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Anali sis penelitian ini dilakukan dengan pendekatan tematik deduktif yaitu menggunakan kerangka konseptual Governance, Risk and Compliance (GRC) sebagai dasar dala m menetapkan tema, kategori dan kode awal sebelum proses analisis data dimulai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan identifikasi dan penilaian risiko malpraktik sebagai bagian dari manajemen risiko korporasi di Rumah Sakit Umum Pindad Turen sebelum terjadinya kasus operasi katarak tahun 2024 menunjukkan si stem manajemen risiko telah diterapkan melalui pendekatan GRC. Pada aspek gove rnance, rumah sakit telah memiliki struktur tata kelola yang mendukung pengelolaa n risiko melalui penerapan clinical risk management yang terintegrasi dalam sistem mutu, pre-operative assessment, SOP, WHO Surgical Safety Checklist, risk register clinical audit dan sistem pelaporan insiden. Pada aspek risk management, identifika si dan penilaian risiko dilakukan melalui klasifikasi tingkat risiko sebagai dasar pen gambilan keputusan klinis dan penyusunan langkah mitigasi. Namun aspek complia nce, implementasi beberapa prosedur belum dilaksanakan secara konsisten terkait p elaksanaan skrining pra operasi yang belum didukung pemeriksaan kadar gula dara h pada tahap awal pelayanan, belum adanya standar baku mengenai batas aman kad ar gula darah sebagai dasar penundaan operasi, pelaksanaan tindak lanjut pascaoper asi yang belum optimal, serta belum seragamnya pelaporan insiden dan komunikasi antar unit. Faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan pencegahan risiko malpraktik pada kas us operasi katarak tahun 2024 di Rumah Sakit Umum Pindad Turen diidentifikasi m elalui Fishbone Analysis yang menunjukkan penyebabnya berasal dari berbagai fakt or yang saling berkaitan. Pada aspek Man, kegagalan dipengaruhi oleh variasi komp etensi, pengalaman, kedisiplinan dan kepatuhan tenaga medis terhadap prosedur, se rta belum optimalnya budaya pelaporan risiko. Pada aspek Method, penyebab utama meliputi belum tersusunnya standar skrining praoperasi yang mewajibkan pemeriks aan GDS sejak kunjungan awal, belum adanya batas ambang klinis yang terstandar sebagai dasar kelayakan operasi pada pasien diabetes, serta belum optimalnya meka nisme follow-up dan pelaporan insiden. Pada aspek Equipment, faktor penyebab ber asal dari belum optimalnya pemanfaatan sistem informasi rumah sakit dan belum ter sedianya sistem peringatan dini berbasis data klinis. Pada aspek Material, kegagala n dipengaruhi oleh ketidaklengkapan informasi riwayat medis pasien serta belum te rsedianya checklist risiko praoperasi yang baku. Pada aspek Environment, tekanan b eban kerja, kondisi kegawatdaruratan dan budaya komunikasi risiko yang belum ter buka turut memengaruhi proses pengambilan keputusan klinis. Sementara aspek M anagement, kegagalan disebabkan oleh pengawasan risiko yang masih bersifat reakt if, belum optimalnya internalisasi budaya keselamatan pasien dan budaya risiko di s eluruh organisasi
INVESTIGASI POTENSI KURKUMIN-RESVERATROL SEBAGAI TERAPI KOMBINASI PADA LINI SEL KANKER PAYUDARA T47D: PENELUSURAN JALUR MEKANISME DAN TARGET MOLEKULER PROLIFERASI SEL
Kanker payudara luminal A ditandai oleh ekspresi estrogen receptor (ER) dan progesterone receptor (PR) yang berperan dalam proliferasi sel. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antiproliferatif kombinasi kurkumin (CUR) dan resveratrol (RES) pada sel T47D serta mekanismenya melalui analisis siklus sel dan ekspresi gen ER/PR. Aktivitas antiproliferatif dianalisis menggunakan Cell Counting Kit-8, distribusi siklus sel dengan flow cytometry, dan ekspresi gen menggunakan qPCR. Hasil menunjukkan IC50 kurkumin dan resveratrol berturut-turut sebesar 0,229 mM dan 6,87 mM. Kombinasi CUR-RES menginduksi akumulasi sel pada fase S dari 30,91% menjadi 44,31%. Selain itu, kombinasi CUR-RES menurunkan ekspresi gen ER dan PR secara signifikan (p<0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi CUR-RES berpotensi sebagai kandidat terapi adjuvan kanker payudara luminal A melalui penghambatan proliferasi, induksi S-phase cell cycle arrest, dan penekanan ekspresi reseptor hormon.
PERENCANAAN KLASIFIKASI TENAGA KEPENDIDIKAN BERBASIS AKTIVITAS PADA UNIT KERJA PENDUKUNG INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
Institut Teknologi Bandung (ITB) menghadapi permasalahan inefisiensi komposisi sumber daya manusia, khususnya rasio dosen dan tenaga kependidikan (tendik) yang belum sesuai dengan kondisi ideal yang diharapkan. Hingga saat ini, belum terdapat model acuan yang mengklasifikasikan jenis tendik berdasarkan karakteristik aktivitas di setiap unit kerja. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan proses bisnis saat ini dan proses bisnis yang seharusnya dilakukan oleh setiap unit kerja, memetakan peran pada setiap proses bisnis dengan matriks RAOSI, serta mengklasifikasikan tenaga kependidikan berbasis aktivitas pada empat Unit Kerja Pendukung (UKP) ITB, yaitu Ditmawa, DSDM, DKST, Ditkeu. Penelitian ini menggunakan kerangka workforce planning ISO 30409:2016 dengan pendekatan task-based segmentation. Pemetaan proses bisnis dilakukan melalui wawancara terstruktur dengan pejabat struktural di setiap direktorat yang divalidasi dengan peraturan yang berlaku serta standar acuan. Model klasifikasi dikembangkan berdasarkan empat dimensi penilaian yaitu Strategic Value, Uniqueness, Needs Private Information Access, dan Repetitiveness and Standardization of the Task. Penilaian dilakukan melalui kuesioner berskala ordinal 1–4 yang diisi oleh pejabat struktural, dengan hasil yang kemudian divalidasi kepada pimpinan masing-masing unit. Proses bisnis saat ini berjumlah 236 (Ditmawa), 261 (DSDM), 243 (DKST), dan 344 (Ditkeu). Setelah evaluasi kesesuaian, proses bisnis yang seharusnya dilakukan bertambah menjadi 347, 309, 360, dan 421 untuk masing-masing direktorat. Dari keseluruhan proses bisnis dengan operate pada level staf, hasil klasifikasi menunjukkan dominasi kategori tendik tetap di seluruh unit yaitu 162 aktivitas di Ditmawa, 84 di DSDM, 165 di DKST, dan 199 di Ditkeu. Sisanya terdistribusi pada kategori KJP/MK, dan TAD. Penelitian ini menghasilkan model klasifikasi tenaga kependidikan berbasis aktivitas yang dapat digunakan sebagai acuan oleh DSDM ITB dalam perencanaan, rekrutmen, dan penempatan tenaga kependidikan, serta menjadi landasan implementasi pada seluruh Unit Kerja Pendukung di ITB.
PERANCANGAN FILM INTERAKTIF ANAK RANTAU: PROSES ADAPTASI MENUJU LINGKUNGAN BARU DENGAN MELIBATKAN PENONTON DALAM MEMILIH ALUR CERITA
Mahasiswa rantau menghadapi berbagai tantangan dalam proses adaptasi sosial dan psikologis akibat perbedaan budaya, lingkungan, serta pola pergaulan di tempat baru. Dalam proses tersebut, individu dihadapkan pada beragam pilihan hidup, baik dalam konteks sosial, akademik, maupun personal, yang masing-masing memiliki konsekuensi terhadap kondisi mental dan hubungan sosialnya. Namun, fenomena ini masih jarang diangkat secara mendalam melalui media film, khususnya dalam bentuk film interaktif yang memungkinkan keterlibatan aktif penonton. Oleh karena itu, perancangan karya ini bertujuan untuk menciptakan film interaktif berjudul ResaHana yang menampilkan konsekuensi sosial dan mental diri dalam pilihan hidup mahasiswa rantau melalui pendekatan visual dan narrative storytelling. Metode perancangan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam terhadap mahasiswa rantau luar daerah Bandung. Data yang diperoleh dianalisis untuk mengidentifikasi pengalaman adaptasi, konflik sosial, serta dampak psikologis yang muncul akibat pilihan hidup yang diambil. Hasil analisis tersebut kemudian diterapkan ke dalam bentuk narasi bercabang (branching narrative) yang memungkinkan penonton menentukan alur cerita melalui pilihan-pilihan tertentu. Film interaktif ResaHana dirancang untuk iv menghadirkan pengalaman imersif, di mana penonton berperan aktif sebagai pengambil keputusan dan secara langsung merasakan konsekuensi dari pilihan tersebut. Karya ini diharapkan dapat menjadi media reflektif bagi mahasiswa rantau serta berkontribusi pada pengembangan film interaktif sebagai medium komunikasi visual yang edukatif di Indonesia.
PREDIKSI INTERFERENSI DOWNLINK SATELIT LEO TERHADAP TERMINAL GEO PADA PITA KU MENGGUNAKAN RANDOM FOREST
Konstelasi satelit Low Earth Orbit (LEO) berskala besar berpotensi menimbulkan interferensi terhadap terminal Geostationary Earth Orbit (GEO) pada pita Ku karena beroperasi pada rentang frekuensi yang sama pada layanan Fixed Satellite Service (FSS). International Telecommunication Union–Radiocommunication Sector (ITU-R) menetapkan parameter Equivalent Power Flux Density (EPFD) sebagai acuan evaluasi interferensi melalui Article 22 Radio Regulations, dengan metodologi simulasi sesuai ITU-R S.1503-3. Evaluasi EPFD secara konvensional dilakukan melalui propagasi orbit berbasis data Two-Line Element (TLE) menggunakan model Simplified General Perturbations 4 (SGP4) untuk menghasilkan parameter geometri satelit LEO dan GEO. Perhitungan EPFD secara konvensional memerlukan iterasi kontribusi individual, sehingga beban komputasi meningkat seiring jumlah satelit yang harus dijumlahkan kontribusinya pada konstelasi berskala besar, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih efisien untuk memprediksi nilai EPFD secara kontinu. Tugas akhir ini mengembangkan sistem prediksi interferensi downlink satelit LEO terhadap terminal GEO pada pita Ku menggunakan Machine Learning (ML) berbasis Random Forest, dengan studi kasus konstelasi Starlink dan satelit Telkom-3S yang terminalnya berlokasi di Klapanunggal, Bogor. Sistem yang dikembangkan terdiri atas tiga subsistem, yaitu subsistem pemrosesan data orbit, subsistem model prediksi dan analisis, serta subsistem visualisasi dan antarmuka pengguna. Himpunan data (dataset) dibangun melalui propagasi orbit SGP4 selama 32 hari dengan interval 1 menit, menghasilkan 46.080 baris data yang memuat parameter geometri orbit dan nilai EPFD hasil perhitungan mengacu pada ITU-R S.1503-3 dan Article 22 Radio Regulations, serta model gain antena ITU-R S.1428-1. Model Random Forest dilatih menggunakan 16 fitur masukan yang terdiri atas fitur dasar geometri orbit, fitur lag, dan fitur delta, dengan pembagian data latih (training set) dan data uji (testing set) sebesar 75:25 tanpa pengacakan agar evaluasi dilakukan secara forward-looking. Konfigurasi hiperparameter (hyperparameter) terbaik ditentukan melalui GridSearchCV menggunakan metrik Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Selain itu, model Long Short-Term Memory (LSTM) yang dikembangkan oleh anggota kelompok turut diintegrasikan sebagai pembanding performa prediksi. ii Hasil pengujian menunjukkan bahwa model Random Forest mampu memprediksi nilai EPFD dengan tingkat akurasi yang tinggi, ditunjukkan oleh nilai MAPE sebesar 0,2850% dan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,9753 pada testing set. Hasil tersebut menunjukkan bahwa model mampu merepresentasikan hubungan antara parameter geometri orbit dan nilai EPFD dengan baik. Analisis tingkat kepentingan fitur (feature importance) menunjukkan bahwa kontribusi EPFD dari satelit dominan dan sudut separasi minimum merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap hasil prediksi, sementara kontribusi fitur lag dan delta relatif kecil. Hasil tersebut konsisten dengan karakteristik EPFD yang lebih dipengaruhi oleh kondisi geometri orbit suatu waktu dibandingkan ketergantungan terhadap nilai pada waktu-waktu sebelumnya. Sistem yang dikembangkan berhasil diintegrasikan ke dalam dasbor (dashboard) berbasis Streamlit yang menyediakan visualisasi hasil prediksi, status interferensi, serta fasilitas ekspor data, dan telah diuji baik pada periode dalam rentang dataset maupun di luar rentang dataset menggunakan propagasi orbit secara real-time. Hasil tugas akhir menunjukkan bahwa model ML berbasis Random Forest dapat menjadi alternatif yang efisien untuk memprediksi nilai EPFD secara kontinu berdasarkan parameter geometri orbit, sehingga proses evaluasi interferensi dapat dilakukan tanpa menghitung ulang EPFD untuk setiap satelit pada periode simulasi. Hal ini memberikan alternatif yang lebih efisien dibandingkan metode konvensional yang menghitung kontribusi EPFD setiap satelit secara berulang pada setiap waktu simulasi. Hasil tugas akhir juga menunjukkan bahwa Random Forest mampu menghasilkan akurasi yang tinggi dengan kompleksitas implementasi dan kebutuhan komputasi yang rendah. Kontribusi penelitian ini diharapkan dapat mendukung pengembangan sistem pemantauan interferensi satelit yang lebih cepat dan praktis, khususnya untuk skenario interferensi NGSO-GSO.