📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 5,228 dokumenPERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI COMPETITION CORE UNTUK ORKESTRASI ATTEMPT, INTEGRASI FIELD AGENT, DAN AUDIT HASIL PADA SISTEM PENGUKURAN LOMPAT JAUH OTOMATIS TERINTEGRASI
Sistem penjurian lompat jauh otomatis membutuhkan lapisan koordinasi yang mampu menghubungkan proses pengamatan lapangan, pengelolaan status percobaan, pengukuran jarak, pencatatan hasil, tampilan operator, dan peninjauan bukti ke dalam satu alur kerja yang terpadu. Pada proses penjurian manual, keputusan sah atau foul, pengukuran bekas pendaratan terdekat, pencatatan skor, dan penyediaan bukti masih dilakukan oleh beberapa petugas secara terpisah. Kondisi tersebut dapat menimbulkan ketidakkonsistenan status percobaan, keterlambatan pencatatan, kesalahan input, serta keterbatasan audit ketika terjadi protes atau kebutuhan peninjauan ulang. Tugas akhir ini membahas perancangan dan implementasi Competition Core untuk orkestrasi attempt, integrasi Field Agent, dan audit hasil pada sistem pengukuran lompat jauh otomatis terintegrasi. Bagian yang dikerjakan pada tugas akhir ini berfokus pada Competition Core sebagai subsistem user interface, backend, dan integrasi lapangan. Competition Core berfungsi sebagai pusat orkestrasi yang menghubungkan dashboard operator, backend core-service, Raspberry Pi Field Agent, subsistem foul detection, subsistem distance measurement, halaman hasil, competition display, dan evidence audit. Secara fungsional, subsistem ini mengelola data atlet dan nomor BIB, membentuk active attempt state, menerima status valid atau foul, menentukan apakah measurement gate dibuka atau diblokir, menerima hasil jarak, menyimpan riwayat hasil, serta mengaitkan setiap hasil dengan bukti visual. Secara perilaku, Competition Core memastikan bahwa data dari perangkat lapangan tidak langsung menjadi hasil resmi sebelum melewati alur validasi attempt. Apabila attempt berstatus foul, jalur pengukuran diblokir sehingga hasil jarak tidak masuk ke rekap resmi. Sebaliknya, apabila attempt dinyatakan valid, sistem membuka jalur pengukuran sehingga proses ROI, scan runtime, alignment, pembacaan laser, dan pencatatan hasil dapat dilanjutkan. Implementasi sistem dilakukan dengan membagi peran antara laptop operator, backend core-service, Raspberry Pi Field Agent, dan node perangkat lapangan. Laptop operator menjalankan dashboard dan halaman hasil sebagai antarmuka utama bagi pengguna. Backend core-service berperan sebagai lapisan otoritatif untuk pengelolaan status attempt, validasi command, penyimpanan hasil, dan penghubung antarmodul. Raspberry Pi Field Agent berfungsi sebagai gateway sisi lapangan yang meneruskan command dari backend ke runtime pengukuran, kamera, motor, dan laser. Antarmuka komunikasi diimplementasikan melalui endpoint REST, jalur status, command proxy, penyimpanan hasil berbasis SQLite, serta penyimpanan evidence berbasis filesystem dan metadata. Sistem juga menyediakan tampilan official score sheet, competition display, halaman Evidence & Audit, serta log per attempt untuk mendukung keterlacakan keputusan. Validasi dilakukan dengan memisahkan dua jalur utama, yaitu jalur foul-gate dan jalur valid measurement. Pada jalur foul-gate, sistem memperoleh waktu pemrosesan rata-rata sebesar 423,29 ms dan waktu pemrosesan P95 sebesar 446,67 ms, sehingga memenuhi target respons di bawah 0,5 s pada kondisi uji. Hasil ini menunjukkan bahwa Competition Core mampu memproses status foul dan menutup measurement gate sebelum proses pengukuran dilanjutkan. Pada subset valid measurement, galat pada domain citra berhasil dikurangi dari sekitar 66-67 px hingga berada dalam zona mati 3 px, dengan waktu settling antara 7,76 s hingga 13,68 s untuk posisi target antara 0,503 m hingga 0,955 m. Selain itu, estimasi kebutuhan penyimpanan result dan evidence adalah sekitar 2,45 MB per attempt, sehingga masih layak untuk kebutuhan audit dan dokumentasi percobaan. Hasil tugas akhir menunjukkan bahwa Competition Core mampu mengoordinasikan masukan dari subsistem lapangan melalui alur dashboard–backend–Field Agent dan mendukung alur kerja operasional penjurian lompat jauh otomatis. Sistem berhasil menjaga keterkaitan antara atlet, nomor BIB, attempt ID, status valid atau foul, hasil pengukuran, timestamp, bukti visual, dan log per attempt. Namun, hasil waktu dan performa yang dilaporkan masih diperlakukan sebagai validasi integrasi fungsional dan diagnostik integrasi, bukan sebagai klaim akhir kepatuhan penuh terhadap kondisi kompetisi nyata. Pengujian lanjutan masih diperlukan untuk memvalidasi performa sistem pada jumlah attempt yang lebih besar, kondisi lapangan yang lebih bervariasi, serta kestabilan perangkat dan jaringan pada penggunaan kompetisi sebenarnya.
PENGEMBANGAN SUBSISTEM PEMANTAUAN, KEAMANAN, DAN SIKLUS HIDUP DATA PADA NETFLOW: SISTEM UTILITAS PRABAYAR BERBASIS INTERNET OF THINGS
Pengelolaan utilitas listrik dan air pada gedung hunian bertingkat masih banyak dijalankan secara manual, yaitu pencatatan meter melalui foto, penagihan yang disusun tangan, serta pengisian token listrik secara fisik di loket, tanpa jalur komunikasi data dua arah. Cara ini menanggung biaya operasional tinggi, rentan salah baca, serta lambat mendeteksi kebocoran maupun manipulasi meter, sejalan dengan tingginya angka air tak berekening dan susut listrik secara nasional. Tugas akhir ini mengembangkan subsistem perangkat lunak pada sistem pengukuran utilitas prabayar berbasis Internet of Things bernama Netflow, dengan lingkup empat subsistem, yaitu deteksi anomali multi-tingkat, kontrol akses berlapis, pemeliharaan dan pembaruan jarak jauh, serta manajemen siklus hidup data. Pengembangan mengikuti proses siklus hidup ISO/IEC/IEEE 12207, dengan arsitektur dimodelkan menggunakan Model C4 dan setiap rancangan diturunkan langsung dari analisis kebutuhan. Hasil pengembangan berupa mesin deteksi deterministik berbasis aturan atas delapan kondisi anomali, kendali akses yang memadukan token web JSON, autentikasi pihak ketiga, dan daftar kendali akses pesan yang menolak akses secara baku, distribusi pembaruan melalui antrean tugas, serta retensi data yang mematuhi ketentuan SNI 2416:2021 dan KUH Perdata. Logika deteksi diverifikasi melalui empat puluh pengujian unit deterministik yang seluruhnya lulus, sedangkan verifikasi fungsional dijalankan terhadap armada perangkat di lingkungan produksi, dengan basis data yang dirancang menampung lebih dari sepuluh ribu unit. Secara kuantitatif, latensi peringatan anomali terukur di bawah sembilan puluh detik dan tidak ada akses lintas unit yang lolos pada pengujian, sehingga keempat tujuan tugas akhir tercapai dan proses manual tergantikan oleh pengawasan yang terpusat, otomatis, serta dapat ditelusuri.
MEMBRAN KITOSAN/?-KARAGENAN YANG RESPONSIF TERHADAP PH UNTUK FILTRASI ADSORPTIF ZAT WARNA ORGANIK MENGGUNAKAN SISTEM ATOMASI ULTRASONIK
Perkembangan teknologi membran sejalan dengan prinsip teknologi hijau yang berfokus pada efisiensi energi dan pembuatan membran ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menyintesis membran ramah lingkungan menggunakan polimer alami kitosan (CS) dan ?- karagenan (CG) untuk metode filtrasi sistem atomasi ultrasonik. Metode penelitian meliputi fabrikasi membran CS-CG dengan penambahan asam tanat (TA) sebagai cross-linker, uji performa membran dalam memfiltrasi zat warna metil jingga (MO) dan metilena biru (MLB), serta studi isoterm dan kinetika adsorpsi untuk menentukan mekanisme adsorpsi yang terjadi. Proses fabrikasi membran dilakukan menggunakan alat filtrasi vakum, yang mana larutan CS- CG dengan berbagai rasio dideposisiskan pada membran pendukung. Analisis menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) menunjukkan gugus-gugus fungsi yang khas terhadap senyawa CS dan CG, sehingga mengkonfirmasi keberhasilkan dari proses fabrikasi. Hasil analisis X-Ray Photoelectron Spectroscopy (XPS) dari membran menunjukkan adanya ikatan C=N hasil reaksi pembentukan basa Schiff antara TA dan CS sehingga mengkonfirmasi fungsi TA sebagai cross-linker. Membran CS-CG bersifat hidrofilik bedasarkan hasil analisis sudut kontak air yang kurang dari 90°. Potensial zeta mencapai nilai +27,45 mV pada pH 3,15 dan ?27,05 mV pada pH 10,15. Kedua nilai pH tersebut merupakan pH optimum untuk filtrasi zat warna, dimana zat warna anionik terfiltrasi pada pH asam dan zat warna kationik pada pH basa. Pengujian filtrasi zat warna dilakukan menggunakan energi getaran dari sistem atomasi ultrasonik. Membran yang optimal diperoleh pada CS1CG0,25, dengan fluks dan rejeksi untuk MO sebesar 312 L·m?2·h?1 dan 99,1%. Sedangkan fluks dan rejeksi zat warna untuk MLB diperoleh sebesar 721 L·m?2·h?1 dan 90,24%. Hasil studi isoterm dan kinetika adsorpsi menjelaskan bahwa MO mengalami adsorpsi fisik akibat gaya van der Waals yang terjadi antara membran dan zat warna, sedangkan MLB mengalami ikatan ionik/kovalen dengan membran sehingga mengalami adsorpsi kimia.
PERANCANGAN STRATEGI RETENSI PELANGGAN BERDASARKAN PERILAKU PELANGGAN DI KURASU KISSATEN
Industri kopi merupakan industri yang saat ini berkembang pesat di Indonesia, khususnya di kota besar seperti Jakarta dengan 7.583 coffee shop yang beroperasi aktif. Kondisi ini memberikan peluang besar bagi pelaku usaha coffee shop. Salah satu usaha yang ada di industri ini adalah Kurasu Kissaten yang beroperasi sejak Agustus 2023. Pada awal pembukaannya, Kurasu Kissaten mengalami kunjungan yang sangat ramai, namun terdapat masalah terkait penurunan kunjungan ulang pelanggan seiring berjalannya waktu. Masalah ini didukung dengan temuan nilai customer retention rate (CRR) Kurasu Kissaten yang rendah (24,16%) dan tren CRR yang relatif menurun setiap periodenya, jika dibandingkan dengan CRR global untuk industri food and beverage (55%). Penelitian ini bertujuan untuk merancang strategi retensi pelanggan berdasarkan pemahaman terhadap perilaku pelanggan. Model utama yang digunakan yaitu Theory of Planned Behavior, dan model-model lainnya sebagai pendukung yang relevan dengan perilaku kunjungan atau pembelian ulang di coffee shop. Data dikumpulkan melalui semi-structured interview kepada 12 pelanggan dengan teknik judgemental dan snowball sampling. Pelanggan yang diwawancara akan dibagi menjadi empat kelompok pelanggan berdasarkan teori recency, frequency, dan monetary (RFM) dan hasil wawancara akan dianalisis menggunakan metode analisis tematik secara induktif dan deduktif. Hasil analisis digunakan untuk menyusun daftar kebutuhan pelanggan yang diklasifikasikan dengan model Kano. Daftar kebutuhan akan menjadi dasar dalam perumusan strategi retensi pelanggan menggunakan kerangka marketing mix 7P. Pemilihan strategi dipilih menggunakan ICE score matrix untuk mendapatkan strategi yang paling relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan terhadap faktor yang memengaruhi kunjungan atau pembelian ulang pada setiap kelompok pelanggan yang berbeda, seperti kebutuhan eksklusivitas bagi pelanggan loyal, insentif sosial bagi pelanggan tidak aktif, dan kesan awal yang baik bagi pelanggan baru.
DESAIN IN SILICO DAN EKSPRESI PROTEIN BINDER PENGHAMBAT INTERAKSI PVRBP2B-TFR1 PADA PLASMODIUM VIVAX DENGAN PENDEKATAN BINDCRAFT
Malaria merupakan penyakit infeksi mematikan yang masih menjadi tantangan kesehatan global, terutama di wilayah tropis dan subtropis, dan disebabkan oleh parasit Plasmodium. Di antara lima spesies yang menginfeksi manusia, Plasmodium vivax mendominasi kasus di Indonesia bersama Plasmodium falciparum, dan sulit dieliminasi karena kemampuannya membentuk hipnozoit dorman di hati yang dapat memicu relaps. Pada tahap darah, keberhasilan infeksi bergantung pada invasi retikulosit yang dimediasi interaksi spesifik antara Plasmodium vivax Reticulocyte Binding Protein 2b (PvRBP2b) dan Transferrin Receptor 1 (TfR1) pada sel inang. Pendekatan pencegahan berbasis vaksin dan antibodi monoklonal memiliki keterbatasan masing-masing, seperti respons imun yang lambat dan poliklonal pada vaksin, serta biaya produksi tinggi pada antibodi monoklonal, sehingga protein binder, molekul kecil dengan spesifisitas tinggi yang dapat dirancang secara komputasional, menjadi alternatif inhibitor yang menjanjikan untuk menghambat interaksi PvRBP2b–TfR1. Penelitian ini bertujuan merancang kandidat protein binder secara in silico dan memproduksi kandidat terpilih menggunakan sistem ekspresi Escherichia coli. Struktur kompleks PvRBP2b–TfR1 dimodelkan menggunakan AlphaFold dan ClusPro, dilanjutkan analisis antarmuka residu dengan PyMOL dan PDBsum untuk menentukan rentang serta residu target interaksi. Berdasarkan residu target tersebut (rentang residu 175– 276, 12 residu target), BindCraft digunakan untuk mendesain kandidat protein binder, menghasilkan 51 model kandidat yang kemudian diseleksi berdasarkan nilai ipTM, pTM, dan energi ikatan (?G) hingga diperoleh dua kandidat terbaik, yaitu peringkat 11 (ipTM 0,89; pTM 0,91; ?G ?10,9 kkal/mol) dan peringkat 39 (ipTM 0,90; pTM 0,92; ?G ?11,7 kkal/mol). Residu permukaan di luar daerah pengikatan dimodifikasi menjadi aspartat untuk meningkatkan stabilitas protein, dengan evaluasi superimposisi model wild-type dan mutan menunjukkan nilai RMSD rendah sehingga modifikasi tidak mengubah konformasi secara signifikan. Kedua kandidat berhasil dikonstruksi ke dalam plasmid rekombinan dan ditransformasikan ke E. coli BL21. Hasil karakterisasi menunjukkan kandidat peringkat 11 (19,5 kDa) berhasil terekspresi dan terverifikasi melalui SDS-PAGE dan western blot, sedangkan kandidat peringkat 39 (17,2 kDa) memerlukan optimasi lebih lanjut sebelum ekspresi dapat dikonfirmasi.
STRATEGI KOMPETITIF UNTUK PERUSAHAAN JASA HULU MIGAS NICHE DI PASAR INDONESIA: STUDI KASUS VIKINGR
Industri hulu minyak dan gas Indonesia memasuki fase kematangan, di mana sumur-sumur tua, persoalan integritas sumur, dan kewajiban plug and abandonment (P&A) menjadi tema operasional yang dominan. Pada periode 2025–2030, Indonesia diperkirakan memiliki sekitar 16.143 aktivitas intervensi sumur dan 2.340 aktivitas P&A, dengan estimasi belanja kumulatif masing-masing sekitar US$616 juta dan US$398 juta, sementara pemerintah menetapkan target produksi minyak sekitar 1.000.000 barel per hari (BOPD) terhadap realisasi sekitar 600.000 BOPD dan menerapkan ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam rentang 55% hingga 75% sesuai Permen ESDM No. 15/2013. Kondisi ini menciptakan peluang sekaligus tantangan bagi perusahaan jasa niche berbasis teknologi seperti Vikingr, perusahaan Skandinavia yang beroperasi di Indonesia melalui anak perusahaannya, PT Vikingr Energi Services (VES). Studi ini menyusun kerangka strategi agar Vikingr mampu memperluas dan mempertahankan pertumbuhannya di pasar well intervention dan P&A Indonesia. Penelitian dirancang sebagai studi kasus tunggal yang bersifat kualitatif dan instrumental, dengan kesimpulan yang dibaca sebagai hipotesis yang dapat digeneralisasi secara analitis untuk tindakan manajerial, bukan temuan yang tervalidasi secara statistik. Data primer diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan pengambil keputusan senior di operator; data sekunder bersumber dari laporan industri, publikasi Vikingr, regulasi pemerintah, dan literatur akademik terindeks. Data dianalisis secara tematik melalui kerangka teori inti seperti strategi fokus Porter, resource-based view dan VRIO, teori seleksi pemasok dan relasi B2B, serta Strategy Diamond, dan didukung PESTEL, Porter’s Five Forces, STP, 7P, dan TOWS. Temuan menunjukkan bahwa posisi kompetitif terkuat Vikingr berada pada level pemecahan masalah operasional, dengan menawarkan peralatan well barrier dan P&A spesialis (retrievable bridge plugs, glass plug, HardStone, LiquidResin) untuk aplikasi yang menuntut secara teknis. Ditemukan bahwa kapabilitas teknis saja tidak cukup; kepercayaan dibangun melalui kinerja lapangan terdokumentasi, komunikasi keterbatasan secara transparan, kelengkapan dokumentasi, keterlibatan dini, dan kerapihan proses tender. Risiko terbesar bukan persaingan teknologi langsung dengan kontraktor besar, melainkan kelemahan kesiapan pengiriman, stok dan dukungan lokal, keterlambatan keterlibatan, kekurangan bukti kualifikasi, dan kepatuhan TKDN, meskipun kekuatan kontraktor terintegrasi (bundling, framework MSA, kedalaman konten lokal, dan kemampuan menyerap risiko) tetap menjadi kendala nyata. Strategi yang diusulkan dirumuskan melalui Strategy Diamond: (1) Arena: fokus pada intervensi sumur tua dan kampanye P&A di Indonesia, dengan ekspansi selektif dan bertahap ke completion gas dalam laut melalui komponen niche tersertifikasi; (2) Vehicles: anak perusahaan lokal yang dimiliki sepenuhnya (VES), didukung kemitraan manufaktur/redress lokal terpilih dan kolaborasi (co-opetition) dengan kontraktor terintegrasi untuk lingkup terbundel; (3) Differentiators: peralatan well barrier dan P&A yang fit-for-purpose dengan dokumentasi assurance (“Trust Kit”) dan value engineering yang dikustomisasi per perusahaan; (4) Staging: rencana bertahap Defend–Deepen–Diversify; dan (5) Economic Logic: penetapan harga berbasis nilai dan risiko serta model komersial berbasis hasil. Strategi ini dioperasionalkan melalui rencana implementasi, matriks prioritas impact–feasibility, fokus tiga prioritas pada enam bulan pertama, dan skenario indikatif pengukuran peluang. Kontribusi studi ini bersifat kontekstual dan manajerial, bukan teoretis: menerapkan kerangka strategi baku pada konteks empiris perusahaan niche Indonesia yang masih kurang diteliti dan menghasilkan proposal yang dapat diuji oleh penelitian mendatang.
EVALUASI PERILAKU SIKLIK DAN KINERJA SEISMIK SAMBUNGAN BALOK-KOLOM BAJA DESAIN TIPIKAL INDONESIA DENGAN HAUNCH DAN BOX CONNECTOR PADA SUMBU LEMAH MELALUI PENDEKATAN NUMERIK DAN EKSPERIMENTAL
Sambungan balok-kolom dengan haunch dan box connector pada sumbu lemah kolom merupakan konfigurasi yang masih banyak digunakan pada praktik konstruksi baja di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perilaku siklik dan kinerja seismik sambungan tersebut melalui pendekatan numerik menggunakan ABAQUS serta pengujian eksperimental skala penuh berdasarkan peraturan yang berlaku termasuk SNI 7860, SNI 7972, AISC 358, dan AISC 360. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model numerik mampu merepresentasikan respons global sambungan dengan baik melalui kesesuaian kurva histeresis, kurva selubung, degradasi kekakuan, dam energi disipasi hasil eksperimen. Sambungan memenuhi kriteria penerimaan sambungan momen dengan mampu mempertahankan momen lebih besar dari 0.8 Mp hingga rotasi 0.04 rad. Namun, mekanisme kegagalan tidak memenuhi filosofi desain kapasitas karena deformasi inelastis terkonsentrasi pada elemen sambungan bukan pada balok. Pada pengujian eksperimental, kegagalan diawali oleh pelepasan interface antara weld metal dan base metal di sepanjang toe weld yang berkembang menjadi fraktur pada pelat box connector. Sedangkan hasil numerik menunjukkan kegagalan dikontrol oleh deformasi baut akibat asumsi ikatan las sempurna dan tidak dimodelkannya heat-affected zone (HAZ). Meskipun belum memenuhi persyaratan filosofi desain kapasitas, sambungan tetap menunjukkan perilaku relatif daktail, degradasi kekuatan yang berlangsung progresif, serta tidak mengalami kegagalan getas secara tiba-tiba. Peningkatan kualitas fabrikasi las, mutu baut, dan kapasitas sambungan direkomendasikan agar mekanisme plastis dapat bergeser menuju balok sesuai konsep desain kapasitas.
PERBAIKAN SIFAT MIKROMERITIK, MEKANIS, DAN PROFIL DISOLUSI NAPROKSEN MELALUI TEKNIK KOKRISTALISASI SFERIS DENGAN NIKOTINAMIDA
Naproksen (NPX) merupakan obat golongan non-steroidal anti-inflammatory drug (NSAID) yang termasuk dalam Biopharmaceutics Classification System (BCS) kelas II. Obat ini memiliki kelarutan yang buruk dalam air dan lipofilisitas yang tinggisehingga membatasi laju disolusinya di dalam saluran cerna. Selain itu, sifat alir dan kompresibilitas naproksen yang buruk membuatnya tidak sesuai untuk diformulasikan menjadi tablet dengan metode kempa langsung. Salah satu pendekatan untuk mengatasi keterbatasan tersebut adalah melalui teknik kokristalisasi sferis. Penelitian ini bertujuan untuk membuat aglomerat sferis kokristal naproksen dengan koformer nikotinamida (NCT), sekaligus mengevaluasi pengaruh proses tersebut terhadap sifat mikromeritik, mekanis, dan profil disolusi naproksen. Aglomerat sferis kokristal NPX-NCT dibuat dengan metode quasi-emulsion solvent diffusion (QESD) dan dikarakterisasi menggunakan PXRD, FTIR, dan DSC. Hasil evaluasi mikroskopik menunjukkan bahwa proses kokristalisasi sferis menghasilkan perubahan morfologi partikel menjadi aglomerat sferis dengan distribusi ukuran yang homogen. Perubahan morfologi partikel tersebut berkontribusi terhadap perbaikan sifat mikromeritik bahan yang meliputi peningkatan laju alir, serta penurunan nilai angle of repose, indeks kompresibilitas, dan rasio Hausner. Selain itu, terjadi perbaikan sifat mekanis melalui peningkatan nilai tensile strength dan profil elastic recovery yang lebih baik, meskipun aglomerat menunjukkan friabilitas yang tinggi. Pengujian disolusi serbuk aglomerat sferis juga menunjukkan profil disolusi yang secara signifikan lebih baik dibandingkan dengan NPX murni. Dengan demikian, kokristalisasi sferis naproksen dengan nikotinamida berpotensi meningkatkan karakteristik fisikokimia naproksen untuk sediaan padat oral.
PERANCANGAN SKEMA DANA PENSIUN BAGI DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DENGAN METODE PROJECTED UNIT CREDIT DAN MODEL SUKU BUNGA VASICEK
Penelitian ini membahas perancangan skema dana pensiun bagi dosen dan tenaga kependidikan dengan menggunakan metode Projected Unit Credit (PUC). Data peserta terdiri dari peserta awal serta peserta baru yang disimulasikan. Jumlah peserta baru dibangkitkan menggunakan distribusi Negatif Binomial karena data historis menunjukkan adanya overdispersion. Selain itu, dilakukan simulasi kenaikan golongan untuk menentukan golongan akhir peserta. Golongan akhir tersebut digunakan sebagai dasar dalam menentukan gaji terakhir peserta sebelum pensiun, yang selanjutnya digunakan dalam perhitungan manfaat pensiun. Proyeksi suku bunga dimodelkan menggunakan model Vasicek berdasarkan data historis suku bunga Bank Indonesia. Hasil model suku bunga tersebut digunakan sebagai tingkat diskonto dalam perhitungan Present Value of Future Benefit (PVFB), Normal Cost (NC), Actuarial Liability (AL), Unfunded Actuarial Liability (UAL), serta proyeksi dana pensiun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besar kewajiban aktuaria dipengaruhi oleh golongan akhir, gaji pensiun, usia pensiun, dan tingkat suku bunga. Pada awal pembentukan dana pensiun, nilai UAL relatif besar karena terdapat kewajiban atas masa kerja lalu peserta. Namun, nilai UAL menurun selama periode proyeksi setelah adanya pembayaran supplemental cost dan akumulasi hasil investasi. Dengan demikian, rancangan skema dana pensiun ini dapat digunakan untuk menggambarkan kebutuhan pendanaan dan keberlanjutan program pensiun bagi dosen dan tenaga kependidikan.
STUDI KELAYAKAN AWAL DAN PENERIMAAN PENGGUNA KANA: SEBUAH LAYANAN DUKUNGAN PERKEMBANGAN BERBASIS ORANG TUA SECARA DIGITAL DI INDONESIA
Keluarga di Indonesia yang membesarkan anak-anak dengan kondisi gangguan perkembangan saraf seperti gangguan spektrum autisme atau gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD) menghadapi tantangan yang besar dan berlipat ganda. Bagi banyak rumah tangga berpenghasilan menengah, akses berkelanjutan terhadap dukungan spesialis secara finansial masih sulit dijangkau. Situasi ini dibentuk oleh terbatasnya ketersediaan psikolog klinis dan distribusi geografis mereka yang tidak merata di seluruh negeri, di samping biaya terapi yang tidak dapat dipertahankan oleh sebagian besar keluarga seiring berjalannya waktu. Orang tua diharapkan dapat mendukung perkembangan anak mereka di rumah di antara jadwal kunjungan klinis, tetapi sebagian besar tidak menerima panduan yang terstruktur, berkelanjutan, atau selaras secara profesional tentang bagaimana melakukan hal tersebut. Penelitian ini menyoroti kesenjangan struktural antara perawatan profesional di klinik dan praktik sehari hari di rumah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kelayakan awal dan penerimaan pengguna terhadap KANA, sebuah usulan layanan dukungan perkembangan digital yang dipandu oleh orang tua (parent-led) yang dirancang untuk melengkapi, bukan menggantikan, intervensi profesional. Penelitian ini secara eksplisit bersifat eksploratif dan bertujuan untuk menentukan apakah konsep layanan tersebut dibutuhkan, dipahami, realistis secara perilaku, layak dieksplorasi secara finansial pada tingkat konsep, dan berpotensi menjadi pelengkap dalam ekosistem perkembangan anak di Indonesia. Tidak ada hasil klinis (clinical outcomes) yang diukur atau diklaim. Lima pertanyaan penelitian memberikan struktur pada studi ini, di mana masing masing mewakili satu dimensi kelayakan: pasar, layanan, perilaku, finansial, dan strategis. Untuk menguji bagaimana orang tua memandang dan merespons layanan tersebut, penelitian ini menggunakan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 2 (UTAUT2) dan model COM-B sebagai lensa analisis utamanya. Kelayakan layanan dievaluasi dengan menggunakan cetak biru layanan (service blueprint) sebagai unit analisis utama. Penelitian ini menerapkan desain metode campuran (mixed-methods) empat tahap. Tahap 1 terdiri dari wawancara semi-terstruktur dengan delapan orang tua dari anak-anak neurodivergen berusia lima hingga delapan tahun dan tiga psikolog perkembangan anak berlisensi, yang dianalisis menggunakan analisis tematik refleksif. Tahap 2 adalah pengujian interaksi prototipe. Tahap 3 adalah uji coba penggunaan nyata selama satu minggu dengan delapan orang tua yang sama, dilengkapi dengan validasi pakar terstruktur terhadap lima komponen keluaran prototipe. Tahap 4 adalah survei pasca-uji coba yang mengukur konstruk UTAUT2 dan COM-B menggunakan item skala Likert. Di seluruh lima dimensi kelayakan, penelitian ini menemukan sinyal-sinyal awal yang bervariasi dalam kekuatannya. Kelayakan pasar didukung oleh bukti kualitatif yang konsisten mengenai kebutuhan yang dapat ditangani dan belum terlayani secara memadai (underserved need) pada kedelapan informan orang tua. Kelayakan layanan didukung oleh penilaian validasi pakar yang positif di seluruh lima komponen keluaran prototipe. Kelayakan perilaku diindikasikan oleh niat jangka pendek yang tinggi untuk melanjutkan penggunaan setelah uji coba satu minggu, meskipun hal ini mencerminkan niat yang dinyatakan (stated intention), bukan retensi yang diamati. Kelayakan finansial diindikasikan oleh toleransi harga yang dinyatakan secara luas dan sinyal nilai yang dirasakan (perceived-value) secara positif di dalam sampel, dengan tunduk pada bias hipotesis. Kelayakan strategis diindikasikan oleh penerimaan awal dari pakar mengenai penempatan layanan sebagai pelengkap dari satu institusi, bukan dukungan dari ekosistem yang lebih luas. Secara kolektif, penelitian ini menunjukkan bahwa KANA layak untuk pengembangan dan validasi bertahap lebih lanjut. Penelitian ini tidak mendemonstrasikan keamanan klinis, adopsi berkelanjutan, kelayakan kelangsungan finansial, atau skalabilitas, yang masing-masing memerlukan validasi lebih lanjut seperti yang dijelaskan pada Bagian V.2. Penelitian ini mengusulkan pendekatan metode campuran yang terstruktur untuk mengevaluasi layanan kesehatan digital yang dipandu orang tua dalam lingkungan dengan sumber daya terbatas, dan mengilustrasikan bagaimana teori penerimaan teknologi dan metodologi desain layanan dapat diintegrasikan untuk menilai kesiapan pengguna dan kelangsungan layanan pada tahap konsep.
PERANCANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN PESERTA PROGRAM UMKM NAIK KELAS DENGAN MULTI-CRITERIA DECISION ANALYSIS (MCDA)
Program UMKM Naik Kelas merupakan program pembinaan yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM di Jawa Barat. Namun, proses seleksi peserta masih menghadapi beberapa permasalahan, seperti penilaian yang rentan terhadap subjektivitas evaluator, belum adanya prosedur baku dalam pembobotan dan pemeringkatan, serta belum tersedianya sistem yang dapat membantu pengolahan data secara terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pendukung keputusan yang mampu menentukan prioritas peserta Program UMKM Naik Kelas secara lebih objektif, terukur, dan konsisten. Penelitian ini menggunakan pendekatan Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA) dengan kombinasi metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). AHP digunakan untuk menentukan bobot prioritas antar kriteria berdasarkan input perbandingan berpasangan, sedangkan TOPSIS digunakan untuk menghitung nilai preferensi dan menghasilkan peringkat calon peserta. Kriteria yang digunakan terdiri dari kriteria wajib dan kriteria penilaian. Kriteria wajib digunakan sebagai tahap penyaringan awal, sedangkan kriteria penilaian digunakan dalam proses pemeringkatan peserta. Rancangan sistem dikembangkan ke dalam prototipe berbasis Microsoft Excel dengan bantuan Visual Basic for Applications (VBA) yang mencakup pengelolaan data peserta, kriteria, perhitungan AHP, perhitungan TOPSIS, dan tampilan hasil rekomendasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan prototipe sistem pendukung keputusan mampu mengintegrasikan proses penyaringan kriteria wajib, konversi nilai kriteria, pembobotan kriteria, pemeringkatan alternatif, dan penyajian rekomendasi prioritas peserta dalam satu sistem. Evaluasi kesesuaian menunjukkan bahwa sistem telah memenuhi kebutuhan utama dalam mendukung proses seleksi peserta Program UMKM Naik Kelas secara lebih terstruktur, transparan, dan konsisten. Meskipun demikian, pengembangan lebih lanjut masih diperlukan, terutama dalam hal kelengkapan data peserta, integrasi database, validasi langsung dengan pengguna, serta penyesuaian sistem apabila terdapat perubahan kebutuhan seleksi di masa mendatang.
SINTESIS HIJAU DAN EVALUASI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN NANOPARTIKEL EMAS BERBASIS ALGINAT DARI RUMPUT LAUT UNTUK APLIKASI ANTI-AGING
Indonesia merupakan salah satu produsen rumput laut terbesar di dunia yang berpotensi sebagai sumber polimer alginat. Namun, pemanfaatan rumput laut sebagai biomaterial bernilai tambah untuk aplikasi kesehatan dan kosmetik masih sangat terbatas. Paparan radiasi ultraviolet dan polusi lingkungan meningkatkan pembentukan radikal bebas yang menyebabkan photoaging melalui degradasi kolagen kulit. Penelitian ini bertujuan membandingkan metode ekstraksi asam dan enzim untuk memperoleh alginat dari Sargassum sp. sebagai prekursor sintesis hijau nanopartikel emas (AuNPs), serta mengevaluasi aktivitas antioksidan nanokomposit yang dihasilkan sebagai kandidat material anti-aging. Metode ekstraksi asam menghasilkan rendemen alginat yang lebih tinggi (31,41–62,63%) dibandingkan metode enzim (9,04–12,55%). Keberhasilan isolasi alginat dikonfirmasi melalui spektrum FTIR yang menunjukkan keberadaan gugus karboksilat dan ikatan glikosidik khas, sedangkan analisis 1H-NMR mengonfirmasi struktur polimer dengan rasio M/G sebesar 0,96 dan 1,51. Sintesis hijau AuNPs berhasil dilakukan, ditandai oleh puncak resonansi plasmon permukaan pada 535 nm dan 543 nm. Analisis TEM menunjukkan nanopartikel berbentuk sferis dengan ukuran 20,10–111,90 nm, yang dipengaruhi oleh kondisi pH sintesis. Uji aktivitas antioksidan menggunakan ABTS menunjukkan bahwa nanokomposit berbasis alginat hasil ekstraksi asam memiliki persen inhibisi 28,75–75,76%, jauh lebih tinggi dibandingkan nanokomposit hasil ekstraksi enzim (7,94–17,67%). Alginat dan nanokomposit menunjukkan aktivitas perlindungan UVB yang tinggi dan setara (79,92–81,35%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ekstraksi asam menghasilkan rendemen dan aktivitas antioksidan nanokomposit yang lebih tinggi, sedangkan metode enzim menghasilkan alginat dengan kemurnian struktural dan kestabilan koloid yang lebih baik, sehingga pemilihan metode bergantung pada karakteristik yang diprioritaskan. Temuan ini menunjukkan potensi nanokomposit alginat–AuNPs sebagai biomaterial ramah lingkungan untuk pengembangan produk anti-aging. Kajian biokompatibilitas dan toksisitas seluler masih diperlukan untuk mengonfirmasi keamanan material sebelum pengembangan lebih lanjut.
PENINGKATAN STRATEGI KONTRAK UNTUK MENDUKUNG KEBERLANJUTAN BISNIS PENGANGKUTAN MINYAK MELALUI PIPA PADA SEGMEN TS
Bisnis pengangkutan minyak melalui pipa menghadapi tantangan struktural yang semakin meningkat karena penurunan produksi hulu secara alami, biaya operasi dan pemeliharaan (O&M) yang lebih tinggi akibat aset yang menua, dan fluktuasi harga minyak internasional yang berdampak pada perolehan pendapatan. Dalam situasi ini, model bisnis yang tidak sesuai dengan struktur biaya bisnis, yang memiliki komponen biaya tetap yang signifikan, dapat berisiko terhadap volatilitas arus kas dan keberlanjutan bisnis. Masalah ini menjadi semakin penting di Segmen TS karena kontrak Oil Transportation Agreement (OTA) berakhir pada tahun 2026, yang membutuhkan peningkatan strategi kontrak yang lebih fleksibel dan berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan strategi kontrak untuk mendukung keberlanjutan transportasi minyak melalui pipa di Segmen TS. Metode yang diadopsi adalah studi kasus dengan desain kualitatif dan analisis kuantitatif terintegrasi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara semi-terstruktur dengan pemangku kepentingan internal dan eksternal perusahaan, sedangkan data sekunder dikumpulkan dari data historis perusahaan, dokumen kontrak, dan publikasi akademis tentang bisnis energi midstream. Pendekatan ini melibatkan beberapa tahapan analisis, termasuk analisis tematik untuk menentukan isu-isu, analisis strategis melalui kerangka kerja VRIO, PESTLE dan pemetaan pemangku kepentingan, serta penilaian kinerja historis untuk menentukan tren kinerja operasional dan keuangan. Selanjutnya dilakukan analisis keuangan melalui Discounted Cash Flow (DCF) untuk menilai dampak skenario tarif terhadap kinerja keuangan, serta analisis berbagai strategi menggunakan Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA) dengan metode Kepner-Tregoe. Hasil analisis menunjukkan bahwa model komersial yang ada belum sepenuhnya selaras dengan sifat ekonomi bisnis pipa. Ketergantungan pada skema tarif yang diindeks harga minyak mengakibatkan variabilitas pendapatan yang signifikan dan paparan risiko pasar yang lebih besar. Pada saat yang sama, kurangnya pengaturan kapasitas untuk jangka panjang menyebabkan ketidakpastian volume, sehingga menghasilkan variabilitas arus kas. Meskipun mekanisme perlindungan minimum telah diterapkan, mekanisme tersebut masih belum efektif dalam memberikan keberlanjutan jangka panjang kecuali dilengkapi dengan struktur kontrak yang lebih kuat. Berdasarkan analisis keuangan, struktur tarif tetap per volume terbukti menawarkan karakteristik keuangan yang paling konsisten dan kuat di antara alternatif lainnya, dan berpotensi menghasilkan nilai sekarang bersih (NPV) dan tingkat pengembalian internal (IRR) positif di atas biaya modal pada berbagai skenario. Selain itu, peningkatan desain kontrak dengan menerapkan komitmen kapasitas jangka panjang dengan beberapa fleksibilitas, dan juga peningkatan mekanisme pembayaran minimum, terbukti memiliki dampak signifikan pada stabilitas pendapatan dan risiko volume. Penilaian strategi lain menunjukkan bahwa kombinasi desain tarif yang kuat dan peningkatan mekanisme kontrak adalah strategi yang paling efisien dalam meningkatkan keberlanjutan bisnis pipa minyak. Penelitian ini menyoroti perlunya mempertimbangkan sensitivitas tarif, kontrak, dan biaya dalam pengembangan model bisnis yang berkelanjutan. Penelitian ini memberikan wawasan dalam menciptakan desain kontrak yang berkelanjutan dan fleksibel serta dapat digunakan sebagai panduan untuk manajemen strategis di industri infrastruktur energi.
OPTIMASI KONDISI HIDROLISIS ENZIMATIK SUBSTRAT C-FIKOSIANIN DARI EKSTRAK SPIRULINA PLATENSIS UNTUK PRODUKSI PEPTIDA ANTIOKSIDAN
C-Fikosianin (C-PC) merupakan pigmen fikobiliprotein utama dari Spirulina platensis yang memiliki aktivitas antioksidan. Peningkatan aktivitas antioksidan umumnya dalam bentuk peptida bioaktif yang dihasilkan dari proses hidrolisis enzimatis C-PC yang optimum. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi kondisi hidrolisis enzimatis C-PC untuk menghasilkan peptida dengan potensi antioksidan tinggi. C-PC diekstraksi dari biomassa Spirulina platensis, dimurnikan menggunakan metode Aqueous Two-Phase System (ATPS) dan dialisis, kemudian dikarakterisasi menggunakan spektrofotometri UV-Vis dan metode BCA. Optimasi hidrolisis dilakukan menggunakan enzim papain, alkaline protease, dan tripsin dengan variasi rasio enzim terhadap substrat (E/S) 5, 7, dan 10 U/mg serta waktu hidrolisis 1–5 jam. Derajat hidrolisis (DH) ditentukan dengan metode LowryHartree, aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH, dan hidrolisat optimum dikarakterisasi dengan SDS-PAGE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis enzim, rasio E/S, dan waktu hidrolisis memengaruhi nilai DH secara signifikan (p-value<0,05). Hasil DH tertinggi setiap enzim, yaitu hidrolisat tripsin pada rasio E/S 5 U/mg selama 5 jam dengan nilai DH tertinggi sebesar 45,69%, kemudian diikuti hidrolisat hasil papain pada rasio E/S 5 U/mg selama 5 jam pula sebesar 34,97%, dan hidrolisat alkaline protease pada rasio E/S 5 U/mg selama 5 jam dengan nilai DH sebesar 20,20%. Uji aktivitas antioksidan DPPH dilakukan pada 3 kandidat DH tertinggi untuk setiap enzim sebagai bahan evaluasi bioaktivitas hidrolisat. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa hidrolisat papain pada rasio E/S 5 U/mg selama 2 jam menghasilkan aktivitas antioksidan tertinggi, yaitu 44,69%. Sementara aktivitas hidrolisat terendah diperoleh menggunakan hidrolisat tripsin pada rasio 5U/mg selama 5 jam. Hasil penelitian kondisi optimum berdasarkan parameter derajat hidrolisis diperoleh menggunakan enzim tripsin pada rasio E/S 5 U/mg selama 5 jam dengan nilai DH sebesar 45,69%, sedangkan aktivitas antioksidan hidrolisat tidak menunjukkan hubungan yang berbanding lurus dengan nilai DH.
STRATEGI PEMULIHAN BISNIS MELALUI PEMISAHAN ASET UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI BIAYA (STUDI KASUS: PT SEMEN INDONESIA BETON, INDONESIA)
PT SIB, anak perusahaan SIG yang bergerak di industri beton siap pakai (RMX), mengalami laba operasi negatif yang konsisten akibat tingginya biaya tetap dari kepemilikan armada truck mixer (TM). Tingkat utilisasi armada yang rendah secara persisten menciptakan struktur high operating leverage yang sangat rentan terhadap volatilitas demand pada pasar RMX yang berbasis proyek. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak kepemilikan armada TM terhadap efisiensi biaya, merancang strategy aset pemisahan kepada PT SIB Logistik (entitas anak Perusahaan logistik baru), dan mengevaluasi penciptaan nilai bagi entitas penerima. Pendekatan metode campuran diterapkan dengan analisis kuantitatif untuk RQ1 dan RQ3, serta kualitatif berbasis desain kasus untuk RQ2 yang divalidasi melalui wawancara semi terstruktur dengan empat narasumber internal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemisahan aset berhasil mentransformasi struktur biaya SIB dengan menurunkan biaya tetap, memulihkan laba operasi ke posisi positif (pemulihan bisnis), volume titik impas turun, dan Risiko volatilitas margin berkurang dengan ditandai koefisien margin erosion yang menurun. Bagi SIB logistic, pemisahan aset menghasilkan penciptaan nilai sejati melalui pendapatan tambahan dan peningkatan utilisasi, dengan laba operasi positif. Strategi kelayakan divalidasi oleh keempat narasumber yang mengonfirmasi kapabilitas operasional, realisme desain SLA, dan alokasi risiko berdasar kapabilitas kontrol. Penelitian ini berkontribusi dengan mengusulkan kerangka kerja restrukturisasi terapan untuk konversi biaya tetap menjadi biaya variable melalui pemisahan aset.