πŸ“š Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 5,228 dokumen

STUDI PENGARUH ROTASI LUBANG HITAM TERHADAP PERGERAKAN BENDA SEKITARNYA: KASUS LUBANG HITAM SAGITARIUS A* MELALUI ANALISIS BINTANG S.

Lubang hitam Kerr merupakan solusi persamaan medan Einstein untuk benda bermassa yang berotasi, dan menjadi model yang lebih realistis dibandingkan lubang hitam Schwarzschild dalam mendeskripsikan objek astrofisika seperti Sagitarius A* (Sgr A*), lubang hitam supermasif di pusat Galaksi Bimasakti. Penelitian ini mengkaji pengaruh rotasi lubang hitam terhadap kelengkungan ruangwaktu, struktur fisis lubang hitam Kerr, serta dampaknya terhadap presesi apsidal ekuatorial orbit bintang S (S2, S38, dan S55) yang mengorbit Sgr A*. Kajian dilakukan secara analitik melalui penurunan metrik Kerr dalam koordinat Boyer-Lindquist dan secara numerik menggunakan metode integrasi terhadap persamaan geodesik di bidang ekuatorial, dengan parameter rotasi divariasikan dari a = 0 (kasus Schwarzschild) hingga a = 1M (kasus rotasi maksimum). Hasil analitik menunjukkan bahwa rotasi lubang hitam menghadirkan suku silang gt? ?= 0 pada metrik, yang mencerminkan efek frame-dragging dan membedakan geometri Kerr secara mendasar dari geometri Schwarzschild. Secara struktural, lubang hitam Kerr memiliki beberapa perbedaan dibandingkan dengan lubang hitam Schwarzschild: yaitu perbedaan bentuk singularitas, terdiri dari dua event horizon, dan memiliki lapisan ergosfer yang tidak ditemukan pada kasus Schwarzschild. Hasil numerik menunjukkan bahwa pengaruh rotasi terhadap presesi apsidal ekuatorial orbit bintang S bervariasi bergantung pada parameter orbital masing-masing bintang. Presesi orbit S2 berkurang dari 11, 927? per orbit pada a = 0 menjadi 11, 789? per orbit pada a = 1M, sedangkan S55 berkurang dari 6, 701? per orbit menjadi 6, 563? per orbit. Sementara itu, presesi S38 tidak menunjukkan perubahan yang terdeteksi pada ketelitian orde menit busur, yakni tetap pada 7, 114? per orbit. Selain itu, ditemukan bahwa metrik Schwarzschild merupakan aproksimasi yang valid selama jarak periapsis orbit memenuhi rpe ? 2848M pada eksentrisitas ? = 0, 7.

2026
πŸ‘€ Penulis: Syauqi Nawawi
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

SINTESIS POLI((3-(DIMETOKSI(METIL)SILIL)PROPIL METAKRILAT)-KO- DIVINILBENZENA) TERMODIFIKASI DIMETILDIMETOKSISILAN DAN POTENSINYA SEBAGAI FASE DIAM KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI

Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) merupakan teknik analisis yang dapat memisahkan campuran analit berdasarkan afinitas, ukuran, dan interaksi elektrostatis. Performa KCKT sangat bergantung pada material fase diam di dalam kolom yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menyintesis material fase diam KCKT menggunakan prekursor 3- (Dimetoksi(metil)silil)propil Metakrilat (DMMSPMA), divinil benzena (DVB), dan dimetildimetoksisilan (DMDMS). Sintesis ini dilakukan dengan membentuk matriks polimer dengan metode ikatan silang antara DMMSPMA dan DVB. Selanjutnya untuk meningkatkan hidrofobisitas dari polimer yang disintesis, maka dilakukan modifikasi menggunakan DMDMS. Keberhasilan proses modifikasi poli(DMMSPMA-ko-DVB) dan poli(DMMSPMA-ko-DVB) termodifikasi dimetildimetoksisilan (poli(DMMSPMA-ko- DVB)-DMDMS) dibuktikan dengan karakterisasi FTIR yang menunjukkan vibrasi gugus Si- O-Si (1091 cm-1), C=C (804-900 cm-1), C=O (1720 cm-1), dan C-H (2920 cm-1). Hasil karakterisasi SEM menunjukkan poli(DMMSPMA-ko-DVB) dan poli(DMMSPMA-ko- DVB)-DMDMS berbentuk sferis namun dengan ukuran beragam. Peningkatan hidrofobisitas diamati melalui pengukuran sudut kontak. Poli(DMMSPMA-ko-DVB) memiliki sudut kontak sebesar 112Β°, sedangkan poli(DMMSPMA-ko-DVB)-DMDMS memiliki sudut kontak sebesar 127Β°. Poli(DMMSPMA-ko-DVB)-DMDMS telah dimuat dalam kolom berukuran 150 mm Γ— 4,6 mm sebagai fase diam. Fase diam tersebut belum berhasil memisahkan campuran senyawa organik yang digunakan, namun terdapat potensi poli(DMMSPMA-ko-DVB)- DMDMS sebagai adsorben.

2026
πŸ‘€ Penulis: Saskia Aulia
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

MODEL SIKLUS PROGRAM PENGEMBANGAN UNTUK KEUNGGULAN OPERASIONAL DAN NILAI BERKELANJUTAN β€” STUDI KASUS PADA PT DA SEBAGAI PENGELOLA KAWASAN

Sumber Daya Manusia (SDM) adalah kunci utama untuk mempertahankan nilai aset perusahaan di industri real estat komersial yang sangat kompetitif. Namun, program pelatihan SDM yang ada sering kali tidak sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan. Penelitian ini mengkaji penurunan kinerja operasional pada divisi Manajemen Real Estat PT DA, di mana indikator kinerja utama (KPI) turun drastis menjadi 89,43 pada tahun 2024. Data menunjukkan adanya "Kesenjangan Relevansi Pelatihan" yang kritis. Karyawan teknis di lapangan kekurangan pelatihan fungsional karena perusahaan lebih memprioritaskan pelatihan kepemimpinan umum untuk sekadar memenuhi target kuota pembelajaran. Budaya perusahaan yang hierarkis ini menciptakan paradoks antara tingginya volume pelatihan namun rendahnya nilai aplikatif, yang berujung pada defisit kompetensi teknis hingga lima puluh persen. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendiagnosis akar masalah tersebut dan merancang intervensi SDM yang tepat sasaran untuk memulihkan kinerja operasional perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus campuran terapan dengan kerangka pemecahan masalah yang diadaptasi dari konsep design thinking. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, dirancanglah sebuah matriks Analisis Kebutuhan Pelatihan (TNA) yang spesifik dan kamus kompetensi yang telah diperbarui untuk menargetkan kekurangan keahlian secara akurat. Selain itu, penelitian ini merumuskan kurikulum pembelajaran campuran (blended learning) dengan metode 70:20:10, yang memindahkan fokus belajar dari ruang kelas ke praktik langsung di lapangan melalui pengalaman kerja dan bimbingan sosial (mentoring). Sebagai hasil akhir, penelitian ini menciptakan "Model Umpan Balik Siklikal" (Cyclical Feedback Model). Model ini merupakan sistem evaluasi berkelanjutan yang menerapkan audit perilaku Kirkpatrick Level 3 untuk memastikan bahwa hasil pelatihan benar-benar diterapkan saat bekerja. Kerangka kerja ini menjamin strategi pelatihan perusahaan selalu sejalan dengan eksekusi operasional di lapangan, sehingga daya saing organisasi tetap terjaga.

2026
πŸ‘€ Penulis: Setia Permana
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Kebutuhan Pelatihan

PENGEMBANGAN MODEL PENGAMBILAN KEPUTUSAN MULTI-KRITERIA UNTUK PEMILIHAN PENERIMA BANTUAN: STUDI KASUS BANTUAN PUPUK BAGI PETANI PERKEBUNAN

Pemilihan penerima bantuan pupuk bagi petani perkebunan masih menghadapi berbagai permasalahan, khususnya terkait subjektivitas pengambilan keputusan, dominasi pendekatan administratif, serta belum terintegrasinya sistem evaluasi yang mampu merepresentasikan hubungan multidimensional antar faktor penentu efektivitas bantuan. Oleh karena itu, diperlukan model pengambilan keputusan yang lebih objektif, sistematis, dan berbasis data. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pengambilan keputusan multi-kriteria untuk pemilihan penerima bantuan, dengan studi kasus pada bantuan pupuk bagi petani perkebunan tembakau di Provinsi Jawa Barat. Model yang dikembangkan mengintegrasikan metode Delphi, DEMATEL (Decision Making Trial and Evaluation Laboratory), dan EDAS (Evaluation based on Distance from Average Solution). Delphi digunakan untuk memvalidasi struktur kriteria melalui konsensus pakar, DEMATEL digunakan untuk menganalisis hubungan sebab-akibat serta tingkat pengaruh antar supporting criteria, sedangkan EDAS digunakan untuk mengevaluasi dan memeringkat alternatif kelompok tani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model akhir terdiri atas eligibility criteria, outcome criteria, dan supporting criteria. Analisis DEMATEL menunjukkan bahwa dimensi teknis dan agroteknologi serta kelembagaan dan administrasi merupakan faktor penggerak utama dalam sistem bantuan pupuk. Hasil EDAS menunjukkan bahwa kelompok tani dengan produktivitas tinggi, kualitas hasil panen yang baik, kapasitas kelembagaan yang kuat, dan penerapan budidaya yang optimal memperoleh prioritas tertinggi sebagai penerima bantuan. Penelitian ini menghasilkan model pengambilan keputusan multi-kriteria yang sistematis, objektif, dan berbasis data untuk mendukung pemilihan penerima bantuan pupuk secara lebih transparan dan tepat sasaran. Model ini juga dapat diposisikan sebagai kerangka evaluasi penerima bantuan yang adaptif, dengan penyesuaian indikator, kriteria, dan bobot sesuai karakteristik program bantuan yang diterapkan.

2026
πŸ‘€ Penulis: Mia Lestari
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Sebab-Akibat

PERANCANGAN KEY PERFORMANCE INDICATORS BERBASIS BALANCED SCORECARD DI PEXA MEDIKA

Pexa Medika merupakan lembaga bimbingan belajar daring yang bergerak di bidang persiapan seleksi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Seiring pertumbuhan perusahaan, Pexa Medika menghadapi dua permasalahan utama yakni belum adanya perumusan dan pemetaan strategi secara terstruktur, serta belum tersedianya sistem pengukuran kinerja yang komprehensif dan sistematis. Kondisi ini menyebabkan arah inisiatif perusahaan masih bertumpu pada intuisi Chief Executive Officer (CEO) dan evaluasi kinerja hanya bergantung pada indikator finansial tunggal berupa pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang peta strategi berbasis Balanced Scorecard (BSC) serta Key Performance Indicators (KPI) yang selaras dengan strategi Pexa Medika sebagai fondasi sistem manajemen kinerja perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) yang menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif secara komplementer. Pengumpulan data dilakukan melalui unstructured interview dan in-depth interview bersama CEO dan CFO Pexa Medika, focus group discussion (FGD), kuesioner evaluasi KPI, studi literatur, dan studi dokumentasi. Identifikasi strategi perusahaan dilakukan secara induktif menggunakan pendekatan affinity-based grouping terhadap hasil wawancara untuk menghasilkan strategi yang tervalidasi. Strategi tersebut kemudian diturunkan menjadi objektif strategis yang dipetakan ke dalam kerangka BSC melalui empat perspektif: Financial, Customer, Internal Business Process, serta Learning & Growth. Perancangan KPI dilakukan melalui penyusunan KPI usulan berbasis studi literatur, seleksi KPI melalui FGD dengan CEO, evaluasi oleh CEO dan COO, serta penetapan target dan pembobotan KPI melalui FGD bersama CEO. Penelitian menghasilkan peta strategi yang memuat 16 objektif strategis dari keempat perspektif BSC, yaitu 5 objektif di perspektif Financial, 5 objektif di perspektif Customer, 3 objektif di perspektif Internal Business Process, dan 3 objektif di perspektif Learning & Growth. Peta strategi menggambarkan hubungan sebab-akibat antar objektif dari perspektif Learning & Growth sebagai fondasi hingga perspektif Financial sebagai puncak pencapaian strategis, dan telah divalidasi oleh CEO melalui metode face validity. Dari proses perancangan KPI, dihasilkan 29 KPI final dari keempat perspektif BSC, dilengkapi dengan kamus data yang mendefinisikan setiap KPI secara operasional serta formulir pelaporan kinerja sebagai instrumen pemantauan pencapaian KPI secara berkala.

2026
πŸ‘€ Penulis: Aditia Muhammad Rafael
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PERANCANGAN AGEN ARTIFICIAL INTELLIGENCE UNTUK RISET HUKUM PIDANA INDONESIA BERBASIS RETRIEVAL-AUGMENTED GENERATION DAN KNOWLEDGE GRAPH

Volume putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia yang mencapai 30.908 perkara pada tingkat kasasi pada tahun 2024 menyulitkan praktisi hukum dalam menemukan preseden pidana yang relevan secara cepat dan akurat. Platform teknologi hukum yang tersedia di Indonesia umumnya bersifat tertutup, tidak fokus pada hukum pidana, dan rentan terhadap halusinasi karena hanya bergantung pada Large Language Model (LLM) tanpa landasan dokumen yang tepercaya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi sistem agen Artificial Intelligence (AI) yang mengintegrasikan Retrieval-Augmented Generation (RAG, basis data vektor Milvus Lite) dan knowledge graph (basis data graf Neo4j) untuk membantu riset hukum pidana di Indonesia. Sistem dibangun di atas korpus Indo-Law yang berisi 22.630 putusan pidana tingkat pertama, dengan alur agen empat tahap yang mencakup penerimaan narasi, inferensi kategori melalui pemungutan suara tiga sinyal (LLM, vektor, dan kata kunci), pencarian hibrida dua tahap pada Milvus Lite dan Neo4j, serta penyusunan ringkasan faktual dengan dua LLM pembanding yaitu Gemini Flash Lite dan Llama 3.1 8B Instant. Evaluasi dilakukan pada 116 kasus uji yang terdiri atas 114 kasus stratified sampling dan dua kasus reliabilitas penanganan kondisi di luar cakupan korpus. Hasil pengujian menunjukkan akurasi pencarian Precision@5 sebesar 0,8070 dan NDCG@5 sebesar 0,8227 pada konfigurasi dengan Gemini Flash Lite sebagai pengindeks kategori, dengan faithfulness pasal sempurna sebesar 1,0000 dan waktu tanggap rata-rata tercepat 17,15 detik per kueri pada konfigurasi dengan Llama 3.1 8B Instant sebagai pengindeks kategori dan Gemini Flash Lite sebagai penyusun ringkasan. Pendekatan RAG dengan dukungan knowledge graph terbukti menekan halusinasi pasal dari 100% pada baseline LLM-only menjadi 0% pada konfigurasi terbaik, sekaligus menurunkan halusinasi nomor putusan dari rentang 57,89–97,37% menjadi 0,57–4,75%. Kesimpulannya, integrasi RAG dengan knowledge graph efektif menjadi landasan teknis bagi pembangunan asisten riset hukum pidana Indonesia yang andal, dapat dipertanggungjawabkan, dan responsif untuk skenario kerja praktisi.

2026
πŸ‘€ Penulis: Tamara Mayranda Lubis
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

IMPLEMENTASI PURWARUPA SISTEM ASESMEN ADAPTIF BERBASIS ELO RATING DENGAN FITUR SOSIAL UNTUK MEMITIGASI OVERPERSONALIZATION

Perkembangan sistem asesmen adaptif bertujuan untuk mengoptimalkan jalur belajar individu melalui personalisasi konten pembelajaran. Namun, ketergantungan pada algoritma personalisasi yang agresif berisiko memicu fenomena overpersonalization, yang menciptakan filter bubbles akademik dan mengisolasi pemelajar dari keragaman perspektif. Kondisi ini dapat menyebabkan pengambilan sampel informasi yang selektif serta stagnasi pembelajaran (learning plateau). Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan purwarupa sistem asesmen adaptif kolaboratif. Sistem diimplementasikan menggunakan arsitektur client-server dengan algoritma Modified Elo Rating untuk memodelkan kemampuan kognitif pemelajar. Selanjutnya, mekanisme mitigasi diimplementasikan melalui deteksi stagnasi berbasis variansi perubahan skor (??) dan algoritma Constraint-Based Re-ranking untuk memasangkan pemelajar dengan sejawat yang memiliki tingkat kompetensi heterogen (Cohen’s d ? 0,5). Terakhir, evaluasi sistem dilakukan melalui Controlled Lab Study yang melibatkan sepuluh partisipan yang dibagi ke dalam kelompok intervensi dan kontrol pada domain pembelajaran SQL. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kelompok intervensi mencapai peningkatan hasil belajar yang signifikan dengan nilai Normalized Learning Gain (NLG) antara 0,57 hingga 0,69 (kategori sedang ke tinggi), sementara kelompok kontrol mengalami penurunan performa (NLG -0,21). Analisis trajektori kemahiran mengindikasikan intervensi kolaboratif mampu mengembalikan pertumbuhan belajar dengan rata-rata perbedaan gradien sebesar +0,67 setelah titik stagnasi terdeteksi. Algoritma re-ranking juga terbukti efektif menciptakan pasangan heterogen dengan rata-rata Cohen’s d sebesar 1,186. Dari penelitian ini, disimpulkan bahwa integrasi intervensi sosial yang proaktif dan terautomasi menunjukkan indikasi efektif untuk memitigasi overpersonalization dalam lingkungan pembelajaran adaptif. Ke depannya penelitian dapat dikembangkan dengan rekalibrasi parameter stagnasi dan integrasi LLM untuk scaffolding peer review.

2026
πŸ‘€ Penulis: Dama Dhananjaya Daliman
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Data

ANALISIS KRITERIA PENGAMBILAN KEPUTUSAN BID/NO-BID PADA TAHAP PRA-TENDER PERUSAHAAN BUMN KARYA

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kriteria dominan yang memengaruhi keputusan bid/no-bid pada tahap pra-tender di Perusahaan BUMN Karya, serta membandingkan prioritas kriteria tersebut antarperusahaan. BUMN Karya saat ini menghadapi tekanan finansial yang cukup besar, persaingan tender yang semakin ketat, serta risiko winner’s curse akibat memenangkan proyek dengan harga penawaran yang terlalu rendah. Oleh karena itu, tahapan pra-tender menjadi fase yang sangat krusial dalam menentukan kelayakan suatu peluang proyek. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods yang diawali dengan studi literatur dan pilot interview bersama pakar untuk memvalidasi kriteria awal menggunakan Thematic Analysis. Selanjutnya, data kuantitatif dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 11 responden praktisi yang mewakili tujuh entitas BUMN Karya. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode Relative Importance Index (RII) untuk mengukur tingkat kepentingan setiap kriteria. Hasil penelitian menghasilkan 18 kriteria tervalidasi yang dikelompokkan ke dalam lima tema utama, yaitu karakteristik proyek, faktor internal perusahaan, situasi tender, faktor terkait klien, dan kondisi ekonomi. Analisis RII menunjukkan bahwa Ketentuan Pembayaran (RII = 1,000) dan Kemampuan Finansial Klien (RII = 0,982) merupakan faktor penentu utama (deal-breaker) dengan tingkat prioritas tertinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa dalam pengambilan keputusan pra-tender, BUMN Karya lebih menitikberatkan pada aspek kelancaran cash flow dan mitigasi risiko finansial dibandingkan faktor teknis maupun tingkat persaingan eksternal. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi adanya perbedaan prioritas pembobotan antar-BUMN Karya yang menunjukkan variasi preferensi dan pertimbangan strategis masing-masing perusahaan dalam mengevaluasi peluang proyek pada tahap pra-tender.

2026
πŸ‘€ Penulis: Nugtya Maitsaa Nahdah
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Risiko

STUDI KOMPARATIF POLA OPERASI EQUAL SHARING DAN NON-EQUAL SHARING PADA SISTEM WADUK KASKADE DALAM BERBAGAI KONDISI HIDROLOGI (STUDI KASUS WADUK KASKADE CITARUM)

Sistem Waduk Kaskade Citarum yang terdiri atas Waduk Saguling, Cirata, dan Jatiluhur memiliki peran penting dalam mendukung pembangkitan tenaga listrik, penyediaan air baku, dan irigasi di Jawa Barat, Indonesia. Penelitian ini mengevaluasi kinerja strategi operasi Equal Sharing (ES) dan Non-Equal Sharing (N-ES) pada berbagai kondisi hidrologi menggunakan model simulasi operasi waduk. Pada kondisi sangat kering diterapkan prinsip hedging untuk mengelola keterbatasan ketersediaan air. Data historis debit masuk dianalisis menggunakan metode probabilitas Weibull untuk mengidentifikasi tahun representatif dengan kondisi sangat basah (2010), normal (2005), dan sangat kering (2006). Model simulasi menunjukkan kinerja yang sangat baik dalam merepresentasikan elevasi muka air waduk berdasarkan indikator NSE, RMSE, dan PBIAS, sehingga layak digunakan untuk mengevaluasi berbagai skenario operasi waduk kaskade. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada kondisi kering ekstrem, pemenuhan kebutuhan air secara penuh menyebabkan penyusutan tampungan efektif dan penurunan elevasi muka air waduk hingga di bawah batas operasi minimum. Adaptasi prinsip hedging meningkatkan keberlanjutan operasi sistem, sedangkan strategi N-ES memberikan kinerja yang lebih baik dibandingkan ES dengan meningkatkan produksi energi listrik sebesar 2,87% serta menurunkan defisit air dari 34,35% menjadi 29,86%. Pada kondisi normal dan basah, kedua strategi menunjukkan kinerja yang memadai, namun N-ES tetap menghasilkan energi listrik masing-masing 2,65% dan 3,39% lebih tinggi dibandingkan ES. Strategi N-ES memberikan manfaat terbesar pada kondisi kekeringan, sedangkan perbedaan kinerja kedua strategi relatif kecil pada kondisi normal dan basah.

2026
πŸ‘€ Penulis: Adhyatma Taufik A.
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

PERHITUNGAN PENDANAAN PENSIUN DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DENGAN METODE ENTRY AGE NORMAL DAN MODEL SUKU BUNGA VASICEK

Pendanaan danapensiunmemerlukanperencanaanyangtepatagarmanfaatpensiun peserta dapatdipenuhisecaraberkelanjutan.Penelitianinibertujuanuntukmenghi- tung pendanaandanapensiunbagidosendantenagakependidikanmenggunakan metode Entry AgeNormal (EAN) dengantingkatsukubungayangdimodelkanmeng- gunakan modelVasicek.Datapesertaterdiriataspesertaawalsertapesertabaruyang disimulasikan. Selainitu,dilakukansimulasiperjalanankarieruntukmenentukan golonganakhirpesertasebagaidasarpenentuangajiterakhirdanmanfaatpensiun. Berdasarkan hasiltersebut,dihitungkomponenaktuariayangmeliputi PresentValue of FutureBenefits (PVFB), Normal Cost (NC), Actuarial Liability (AL), dan Supplemental Cost (SC). Selanjutnyadilakukanproyeksiakumulasidanapensiunserta evaluasiperkembangan Unfunded ActuarialLiability (UAL)selamaperiodeproyek- si. HasilpenelitianmenunjukkanbahwametodeEANmenghasilkanpola Normal Cost yang relatifstabilselamamasakerjapeserta,sedangkan Actuarial Liability meningkat secarabertahaphinggamemasukimasapensiun.Padaawalpembentukan program danapensiun,nilai UAL relatif besarakibatkewajibanatasmasakerjalalu peserta. Namun,nilaitersebutmenurunsecarabertahapselamaperiodeproyeksi seiring pembayaran Supplemental Cost dan akumulasihasilinvestasi.Penelitian ini diharapkandapatmemberikangambaranmengenaikebutuhanpendanaandan keberlanjutanprogramdanapensiunbagidosendantenagakependidikan.

2026
πŸ‘€ Penulis: Indrawan Junaidi
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PERANCANGAN SISTEM PROTEKSI PETIR EKSTERNAL DAN GROUNDING PADA PRASARANA LIGHT RAILWAY TRANSIT (LRT) JAKARTA-DEPOK-BEKASI

Sistem Light Rail Transit (LRT) modern sangat bergantung pada peralatan listrik dan elektronik yang rentan terhadap tegangan lebih akibat petir. Kerentanan ini menjadi penting pada wilayah Jabodebek yang memiliki kerapatan petir sekitar 40–60 sambaran/kmΒ²/tahun. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik petir, mengevaluasi efektivitas sistem proteksi petir dan pentanahan eksisting, serta merancang sistem proteksi untuk meningkatkan keandalan dan keselamatan sarana maupun prasarana LRT. Metode penelitian meliputi studi literatur, survei lapangan, analisis kondisi eksisting, pemodelan, dan evaluasi alternatif desain menggunakan matriks keputusan berdasarkan aspek teknis, keselamatan, ekonomi, dan kemudahan perawatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem eksisting masih memiliki kelemahan berupa radius area proteksi 31 meter yang belum melindungi stasiun, tidak adanya down conductor setiap pier baik stasiun dan viaduct, hingga tidak terintegrasinya sistem pentanahan. Secara matematis, elevasi tegangan sistem proteksi eksisting dapat mencapai 890 kV. Desain yang diusulkan mengombinasikan IEC 62305 dan SNI 8833:2019 untuk prasarana melalui optimasi 7 pole terminasi udara pada stasiun dan penggunaan Extended Mast Terminal pada viaduct dengan level proteksi II, penggunaan penghantar turun kabel shielded ganda di stasiun, serta koneksi intergrasi sistem pentanahanan antar pier. Rancangan ini meningkatkan cakupan proteksi terhadap sambaran langsung maupun tegangan lebih, memperbaiki sistem pentanahan, serta meningkatkan keandalan operasi dan keselamatan personel maupun peralatan.

2026
πŸ‘€ Penulis: Reyhan Effendi
🏷️ Teknologi Listrik 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

KLASIFIKASI STATUS PENDUDUK ASLI DI MALUKU BERDASARKAN INFORMASI IDENTITAS NAMA DENGAN MENGGUNAKAN METODE KLASIFIKASI PROBABILISTIK: STUDI KASUS KABUPATEN BURU SELATAN

Indonesia memiliki lebih dari 1.300 kelompok etnis dengan beragam sistem penamaan, namun informasi etnis sering tidak tersedia dalam data administrasi. Padahal, identifikasi penduduk asli sangat penting, terutama di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) seperti Maluku, untuk mendukung kebijakan afirmatif yang tepat sasaran. Penelitian ini mengembangkan model klasifikasi probabilistik berbasis nama (depan, tengah, dan belakang) untuk membedakan penduduk Asli Maluku dan Non-Maluku. Data yang digunakan merupakan data kependudukan dari Kabupaten Buru Selatan yang telah dilabeli menggunakan daftar marga dan tempat lahir Maluku. Data tersebut dibagi menjadi data training dan data testing dengan proporsi yang sesuai. Dua kelompok model dibangun, yaitu model dasar Coldman dengan asumsi independensi (aturan multiplikatif, aditif, maksimum, dan nama belakang) serta model modifikasi dengan asumsi dependensi (Chain Rule, Gabungan, dan Maximum). Model dasar menggunakan additive smoothing dengan parameter tertentu, sedangkan model modifikasi menggunakan Lidstone smoothing yang dipilih melalui Stratified 5-Fold Cross-Validation. Threshold (ambang batas) untuk model dasar dihitung dengan estimasi proporsi Coldman, sedangkan untuk model modifikasi dihitung menggunakan Youden’s Index dari kurva ROC. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model dasar Coldman multiplikatif memberikan performa yang baik dengan akurasi dan F1-score yang tinggi pada data testing. Sementara itu, pada kelompok model modifikasi, model Maximum menunjukkan performa yang lebih stabil dan tidak mengalami overfitting dibandingkan model Chain Rule. Dengan demikian, model Maximum dipilih sebagai model terbaik karena memiliki keseimbangan yang baik antara sensitivitas dan spesifisitas, serta lebih robust terhadap overfitting. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan metode klasifikasi probabilistik terhadap karakteristik lokal. Meskipun demikian, masih terdapat keterbatasan dalam penelitian ini, sehingga diperlukan perbaikan yang relevan untuk menunjang penelitian selanjutnya.

2026
πŸ‘€ Penulis: Andita Takbir Syamsulily
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Data Administrasi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

KEPUTUSAN STRATEGIS DALAM INTEGRASI KESIAPAN PEMBORAN SUMUR PENGEMBANGAN DENGAN DRILLING PROJECT MANAGEMENT OFFICE (DPMO) DI PT. SINERGI HULU HEBAT (SHH)

Indonesia mengalami penurunan produksi secara sktruktural sebesar 3-7% per tahun selama periode 2019–2025, sementara konsumsi energi Indonesia terus meningkat sebesar 2–4% per tahun. Sebagai kontributor utama produksi nasional, Drilling & Well Intervention PT. SHH menyumbang 68% produksi minyak dan 33% produksi gas Indonesia, yang sangat dipengaruhi oleh pengelolaan kegiatan pemboran yang agresif. Oleh karena itu, kinerja pemboran sumur pengembangan menjadi factor krusial dalam menjaga ketahanan energi nasional. Namun, realisasi pemboran sumur pengembangan PT. SHH masih di bawah target, hanya mencapai 85–90% dari target WP&B selama periode 2021-2025. Kondisi ini berdampak pada penurunan produksi nasional, keterbatasan penggantian cadangan, serta belum optimalnya produktivitas investasi pemboran yang mencapai sekitar USD 12,3 miliar per tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan keputusan strategis dalam mengintegrasikan kesiapan pemboran sumur pengembangan dengan menggunakan pendekatan metode campuran. Analisis diawali dengan metode Critical Path Method (CPM) dan analisis Pareto untuk mengidentifikasi penyebab utama keterlambatan kesiapan, dilanjutkan dengan Current Reality Tree (CRT) untuk mengidentifikasi akar penyebab secara lebih mendalam. Akar penyebab tersebut kemudian distratifikasi menggunakan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) termasuk penentuan Risk Priority Number (RPN). Wawancara sebagai data kualittatitf dilakukan dengan berbagai peran untuk menggali isu tersebut secara lebih mendalam. Hasil analisis menunjukkan bahwa keterlambatan kesiapan sangat dipengaruhi oleh belum adanya system tat kelola yang diberdayakan dan mampu mengelola kesiapan pemboran sumur melalui koordinasi lintas fungsi, khususnya pada aspek perencanaan dan persiapan. Altermatif solusi dipilih menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), yang dinilai berdasarkan empat kriteria, yaitu biaya, waktu, kompleksitas, da konsekuensi sebagai prioritas kriteria. Penilaian dilakukan menggunakan perbandingan analisis risiko komparatif dengan uji konsistensi, serta merancang keputusan berbasis model tata kelola dalam bentuk Drilling Project Management Office (DPMO). DPMO memperluat penyelarasan lintas fungsi, mempercepat kesiapan serta mengurangi risiko keterlambatan pemboran sumur dan sumur yang telah delivered pada tahun 2025 dibandingkan dengan target. DPMO merupakan mekanisme terstruktur secara konsisten untuk meningkatkan realsiasi pemboran sumur yang pada akhirnya dapat meningkatkan revenue dan efisiensi CAPEX PT. SHH serta mendukung ketahanan produksi migas nasional.

2026
πŸ‘€ Penulis: Rocky Charles
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Risiko

MENINGKATKAN STRATEGI PEMASARAN B2B DALAM LAYANAN KONSULTASI TEKNIK: STUDI KASUS PT EMKA REKAYASA ENERGI

Dalam studi ini meneliti PT EMKA Rekayasa Energi yang merupakan perusahaan konsultasi teknis bergerak dalam layanan jasa berbasis B2B. Selama ini, perusahaan masih cukup bergantung pada relasi dalam memperoleh proyek, khususnya dari sektor energi dan ketenagalistrikan. Di tengah persaingan industri konsultasi teknik yang terus berkembangnya pendekatan pemasaran lebih digital serta terstruktur, kondsi tersebut menjadi suatu tantangan bagi PT EMKA Rekayasa Energi dalam meningkatkan visibilitas pasar dan memperluas peluang bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk membuat strategi pemasaran B2B yang lebih terstruktur bagi PT EMKA Rekayasa Energi untuk meningkatkan serta memperkuat daya saing perusahaan di industri ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus tunggal. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara dengan pihak internal perusahaan dan beberapa klien perusahaan, juga didukung dengan adanya data internal perusahaan. Analisis penelitian ini dilakukan dengan beberapa teori, dari analisis eksternal menggunakan Porter's Five Forces, PESTLE, competitor analysis, dan customer analysis. Analisis internal menggunakan analisis RBV VRIO, analisis STP, dan Marketing Mix 9P. Kemudian dari seluruh temuan analisis eksternal dan internal, digunakan analisis SWOT serta matriks TOWS untuk menyusun strategi pemasaran yang lebih terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan PT EMKA Rekayasa Energi memiliki kekuatan utama dari segi teknis hingga reputasi perusahaan. Tetapi masih memiliki keterbatasan dari segi aktivitas pemasaran. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa visibilitas pemasaran hingga aktivitas pengembangan bisnis menjadi faktor yang penting dalam persaingan industri jasa konsultasi teknik saat ini. Berdasarkan hasil dari analisis, penelitian ini memberi rekomendasi agar PT EMKA Rekayasa Energi dapat mulai memperkuat pengembangan aktivitas pemasaran secara lebih terstruktur untuk meningkatkan visibilitas pemasaran. Dengan strategi pemasaran yang lebih terstruktur, PT EMKA Rekayasa Energi diharapkan dapat meningkatkan daya saing serta mengembangkan peluang bisnis di industri jasa konsultasi teknik.

2026
πŸ‘€ Penulis: Raditya Ova Triandi
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Pemasaran Bisnis B2B 🏷️ Analisis Swot

ANALISA DAMPAK PINJAMAN BERKELANJUTAN DAN BIAYA SOSIAL DAN LINGKUNGAN TERHADAP PROFITABILITAS DAN EFISIENSI BANK DI INDONESIA PADA TAHUN 2019-2024

Perubahan iklim dan dampak merugikannya terhadap umat manusia bersifat segera, bukan sekadar ancaman di masa depan. Indonesia memiliki target ambisius untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Seluruh pemangku kepentingan harus berpartisipasi dalam upaya ini, termasuk industri keuangan. Pada tahun 2019, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi memberlakukan kebijakan keuangan berkelanjutan bagi perusahaan publik dan lembaga keuangan. Keuangan berkelanjutan, yang mencakup kredit hijau serta biaya sosial dan lingkungan, telah menjadi strategi utama dalam menyelaraskan sistem ekonomi nasional dengan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Namun, lambatnya tingkat adopsi kebijakan ini memunculkan pertanyaan mengenai manfaat finansial dari aktivitas tersebut. Berlandaskan teori pemegang saham, teori pemangku kepentingan, dan teori resource based view, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara praktik perbankan berkelanjutan dan kinerja keuangan bank. Kinerja keuangan diukur melalui profitabilitas, yang diproksikan dengan Net Interest Margin (NIM), serta efisiensi operasional, yang diukur dengan rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO). Penelitian sebelumnya telah menunjukkan adanya hubungan antara praktik perbankan berkelanjutan dengan profitabilitas dan efisiensi operasional bank; namun demikian, arah dan signifikansi pengaruh tersebut masih belum menunjukkan kesimpulan yang konsisten. Penelitian ini menganalisis data keuangan konsolidasi yang dipublikasikan dalam laporan tahunan dan laporan keberlanjutan bank. Sampel penelitian terdiri dari 44 bank umum di Indonesia yang memiliki modal inti yang memadai selama periode 2019–2024, sehingga menghasilkan total 264 observasi bank tahun. Analisis data panel, termasuk uji spesifikasi dan uji robustness, digunakan untuk memberikan bukti empiris mengenai hubungan antarvariabel. Variabel kontrol dalam penelitian ini mencakup faktor internal spesifik bank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik ukuran portofolio kredit hijau maupun pengeluaran sosial dan lingkungan tidak memiliki pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap profitabilitas maupun efisiensi operasional bank. Temuan ini mengindikasikan bahwa bank dapat memperluas aktivitas perbankan berkelanjutan tanpa mengorbankan profitabilitas dan efisiensi operasional dalam jangka pendek. Meskipun hal ini menunjukkan bahwa bank dapat meningkatkan partisipasi mereka dalam praktik perbankan berkelanjutan dengan aman, ekspansi yang agresif tetap memerlukan kehati-hatian dan manajemen risiko, karena hasil statistik yang nihil tidak sama dengan hilangnya risiko keuangan sama sekali. Lebih lanjut, penelitian ini menyoroti pentingnya kebijakan pemerintah yang disesuaikan dengan ukuran bank guna menurunkan biaya terkait melalui penyederhanaan persyaratan dan penyediaan insentif untuk menarik pemilik modal. Di sisi lain, bank umum didorong untuk mengintegrasikan aktivitas keberlanjutan ke dalam kegiatan bisnis inti serta mengakui aktivitas tersebut sebagai sumber daya strategis yang bernilai bagi perusahaan.

2026
πŸ‘€ Penulis: Oei Evan Reinaldo Wiratma
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi
Halaman 14 dari 349
πŸ’¬