📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 4,000 dokumenANALISIS POTENSI BANJIR DI PULAU SUMATRA BERDASARKAN SIMULASI RUNOFF MENGGUNAKAN MODEL VIC (VARIABLE INFILTRATION CAPACITY)
Pulau Sumatra memiliki tingkat kerawanan banjir yang tinggi akibat kejadian hujan ekstrem, namun kajian hidrologi di Indonesia masih didominasi pada skala daerah aliran sungai (DAS). Penelitian ini bertujuan mengembangkan pemodelan hidrologi regional menggunakan Variable Infiltration Capacity (VIC) yang dikombinasikan dengan model river routing RAPID untuk menganalisis potensi banjir di Pulau Sumatra. Parameter model dikalibrasi menggunakan algoritma Dynamically Dimensioned Search (DDS) pada DAS Sei Wampu dan divalidasi pada DAS Batanghari tanpa dilakukan kalibrasi ulang untuk mengevaluasi transferabilitas parameter. Hasil kalibrasi menghasilkan NSE sebesar 0,42 dan KGE sebesar 0,60, sedangkan validasi menghasilkan NSE sebesar 0,07 dan KGE sebesar 0,60. Meskipun nilai NSE menurun, nilai KGE yang tetap menunjukkan bahwa model masih mampu merepresentasikan dinamika hidrologi pada DAS yang berbeda. Simulasi regional menunjukkan bahwa distribusi spasial surface runoff memiliki kesesuaian dengan lokasi kejadian banjir pada periode 25–27 November 2025, sehingga surface runoff dapat digunakan sebagai indikator awal potensi banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter hasil kalibrasi memiliki transferabilitas yang baik dan model VIC–RAPID berpotensi digunakan untuk analisis banjir regional pada wilayah dengan keterbatasan data hidrologi.
PERENCANAAN PENANGGULANGAN SEDIMENTASI DI PELABUHAN TANJUNG ADIKARTO, KABUPATEN KULON PROGO, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Pelabuhan Tanjung Adikarto yang berlokasi di muara Sungai Serang, Kabupaten Kulon Progo, kini menghadapi kendala operasional yang serius akibat penutupan alur navigasi oleh sedimentasi masif. Permasalahan ini tidak hanya melumpuhkan aktivitas operasional pelabuhan, tetapi juga memicu risiko banjir akibat efek air balik (backwater) yang mengancam sistem drainase Kawasan Strategis Nasional (KSN) Yogyakarta International Airport (YIA). Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan perencanaan penanggulangan sedimentasi secara terpadu dan komprehensif melalui analisis hidrologi, analisis hidro-oseanografi yang mencakup pasang surut dan gelombang, serta pemodelan hidrodinamika dan transpor sedimen menggunakan perangkat lunak Delft3D. Hasil analisis hidro-oseanografi menunjukkan bahwa pasang surut di lokasi studi bertipe campuran condong ke harian ganda (Mixed Semidiurnal) dengan nilai Formzahl sebesar 0,4203. Sementara itu, debit andalan Sungai Serang berfluktuasi antara 4,77 m³/s hingga 28,02 m³/s. Kondisi penutupan alur teridentifikasi paling kritis saat musim kemarau, di mana penurunan debit sungai menghilangkan kapasitas penggelontoran alami (self-cleansing). Kondisi ini menyebabkan angkutan sedimen menyusur pantai (longshore transport) bergerak bebas membentuk lidah pasir yang menutupi mulut muara. Simulasi hidrodinamika membuktikan bahwa skenario pembangunan struktur jeti efektif untuk memotong laju transpor sedimen menyusur pantai sekaligus memblokir energi gelombang dominan, dengan estimasi Rencana Anggaran Biaya (RAB) konstruksi mencapai Rp295.625.334.684,49. Walaupun struktur jeti telah direncanakan, interaksi dinamis di muara tetap berpotensi membawa masuk sedimen halus ke dalam alur pelayaran pelabuhan dengan laju 274.247,75 m³/tahun. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan skema Operasi dan Pemeliharaan (O&P) melalui program pengerukan tahunan berkala agar pelabuhan beroperasi optimal dan kawasan terlindungi.
PERANCANGAN APLIKASI PEMODELAN RISIKO PAPARAN PANAS BERBASISKAN DATA SPASIAL DAN DATA SOSIOEKONOMI
Peningkatan suhu permukaan di wilayah perkotaan akibat urbanisasi dan perubahan tutupan lahan berpotensi meningkatkan risiko paparan panas yang berdampak pada kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Analisis risiko paparan panas umumnya melibatkan berbagai tahapan pengolahan data spasial yang dilakukan secara manual sehingga memerlukan waktu yang relatif lama dan rentan terhadap kesalahan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Thermato (THERMal Risk Mapping and Analysis TOol), yaitu aplikasi pemodelan risiko paparan panas berbasiskan data spasial berupa plugin Quantum Geographic Information System (QGIS) yang mampu mengotomasi proses analisis risiko paparan panas melalui integrasi parameter Land Surface Temperature (LST), Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Normalized Difference Built-up Index (NDBI), dan kepadatan penduduk dalam satu alur kerja terstruktur. Pengembangan produk dilakukan menggunakan metode Waterfall serta memanfaatkan bahasa pemrograman Python, API PyQGIS, dan standar QGIS Plugin Architecture. Model risiko dibangun menggunakan metode Weighted Linear Combination (WLC) dengan mengintegrasikan komponen bahaya (hazard), paparan (exposure), dan kerentanan (vulnerability) berbasiskan data spasial untuk menghasilkan indeks risiko paparan panas. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa Thermato berhasil diimplementasikan sebagai plugin QGIS yang mampu melakukan validasi data, penyamaan resolusi raster, pembobotan parameter, klasifikasi risiko, pembentukan data vektor, dan pembuatan laporan analisis secara otomatis. Pengujian komparatif menunjukkan tingkat kesesuaian sebesar 92,62% pada Risk Continuous Raster serta 95,48% pada Risk Classified Raster dan Risk Vector dibandingkan dengan alur kerja manual. Selain itu, waktu pemrosesan berhasil dikurangi dari ratarata 113,33 menit menjadi 8,67 menit sehingga meningkatkan efisiensi analisis secara signifikan sebesar sekitar 1.307%. Hasil evaluasi pengguna juga menunjukkan tanggapan positif terhadap kemudahan penggunaan, kejelasan alur kerja, dan kualitas keluaran yang dihasilkan. Dengan demikian, Thermato dapat menjadi aplikasi pemodelan risiko paparan panas berbasis data spasial yang efektif untuk mendukung analisis dan pemetaan risiko paparan panas secara lebih cepat, konsisten, dan terstandarisasi dalam lingkungan Sistem Informasi Geografis.
DIAGNOSIS KESULITAN KEUANGAN DAN STRATEGI TRANSFORMASI PADA HOLDING BADAN USAHA MILIK NEGARA PERTAHANAN INDONESIA: PENDEKATAN TERINTEGRASI ADAPTED ALTMAN Z-SCORE DAN SYSTEMS THINKING
DEFEND ID, holding badan usaha milik negara industri pertahanan Indonesia (PT Len Industri bersama PT Dirgantara Indonesia, PT PAL Indonesia, PT Pindad, dan PT Dahana), tetap berada dalam kesulitan keuangan sejak pembentukannya pada 2022: adapted Altman Z-score-nya bergerak dari 0,87-0,93 selama 2021-2024 menjadi 0,70 pada 2025, jauh di bawah ambang zona aman 2,99. Dengan desain metode campuran yang memadukan adapted Altman Z-score, diagnostik DuPont dan delapan rasio terhadap lima belas perusahaan sejenis global, sebelas wawancara, dan diagram lingkar sebab-akibat systems thinking, penelitian ini mendiagnosis kesulitan tersebut dan merancang pemulihan hingga 2030. Kesulitan bersifat struktural dan spesifik bagi DEFEND ID, didorong oleh defisiensi marjin operasi dan produktivitas aset, bukan leverage, serta dipertahankan oleh tiga lingkar umpan balik penguat yang berpasangan: spiral utang–profitabilitas, siklus erosi teknologi, dan jebakan modal kerja. Strategi transformasi terintegrasi enam program memulihkan Z-score menjadi sekitar 3,03 pada 2030, dengan syarat penyertaan modal negara (PMN) bersyarat-milestone sebesar Rp3,0 triliun sepanjang 2026–2027 dan pemulihan marjin yang berkelanjutan, dikoordinasikan oleh Komite Pengarah Bersama tripartit. Penelitian ini memperluas teori turnaround klasik dengan dimensi kelembagaan keempat untuk badan usaha milik negara multi-prinsipal.
DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP LAJU EROSI DAN SEDIMENTASI DAS SERAYU HULU: ANALISIS KOMPARATIF SKENARIO SSP2-4.5, SSP3-7.0, DAN SSP5-8.5 MENGGUNAKAN MODEL SWAT+
DAS Serayu Hulu sebagai daerah tangkapan Waduk Mrica menghadapi permasalahan erosi dan sedimentasi yang tinggi serta berpotensi dipengaruhi oleh perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan karakteristik curah hujan, membandingkan laju erosi dan hasil sedimen pada kondisi baseline dan tiga skenario perubahan iklim (SSP2-4.5, SSP3-7.0, dan SSP5-8.5), serta mengkaji keterkaitan antara perubahan curah hujan dengan perubahan erosi dan hasil sedimen. Analisis dilakukan menggunakan model SWAT+ dengan data iklim historis CHIRPS dan proyeksi CMIP6 ensemble lima model yang telah dikoreksi bias menggunakan metode Quantile Mapping. Simulasi dilakukan pada periode Near Future, Mid Future, dan Far Future. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curah hujan diproyeksikan menurun pada Near Future, kemudian meningkat pada Mid Future hingga Far Future, terutama pada skenario SSP5-8.5. Perubahan tersebut diikuti oleh perubahan limpasan permukaan, laju erosi, dan hasil sedimen dengan pola yang serupa. Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan iklim berpotensi meningkatkan risiko degradasi lahan dan sedimentasi di DAS Serayu Hulu, sehingga diperlukan strategi pengelolaan DAS yang adaptif terhadap perubahan iklim.
ANALISIS KEBERLANJUTAN PRODUKSI VANILI ORGANIK DI KABUPATEN LOMBOK UTARA DAN LOMBOK TIMUR
Vanili (Vanilla planifolia) merupakan komoditas perkebunan bernilai ekonomi tinggi yang memiliki potensi besar di pasar global, khususnya untuk segmen organik. Provinsi Nusa Tenggara Barat, khususnya Pulau Lombok, memiliki potensi pengembangan vanili organik, namun dihadapkan pada tantangan produktivitas yang rendah, fluktuasi harga, dan kerentanan terhadap perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan produksi vanili organik, mengidentifikasi peran dan hubungan antar stakeholder, serta merumuskan strategi pengembangan yang berkelanjutan. Penelitian dilakukan di Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Timur menggunakan metode campuran (mixed method). Analisis keberlanjutan dilakukan menggunakan Multiaspect Sustainability Analysis (MSA) pada lima dimensi (lingkungan, ekonomi, sosial, kelembagaan, teknologi). Peran aktor dianalisis menggunakan metode MACTOR (Matrix of Alliances and Conflicts: Tactics, Objectives, and Recommendations), dan perumusan strategi dilakukan melalui Analisis Prospektif. Hasil analisis menunjukkan bahwa status keberlanjutan produksi vanili organik secara agregat adalah berkelanjutan dengan indeks 78,93. Dimensi lingkungan memiliki indeks tertinggi (94,50), sedangkan dimensi teknologi memiliki indeks terendah (47,57) dan berstatus kurang berkelanjutan, menjadi faktor pembatas utama. Analisis stakeholder menempatkan UD. Rempah Organik Lombok dan ICS sebagai aktor dominan, sementara petani berada pada posisi dependen. Faktor kunci penentu keberlanjutan di masa depan adalah dukungan dan peran pemerintah, penggunaan benih unggul, adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim, produktivitas, inovasi teknologi, tingkat adopsi GAP dan pascapanen vanili. Strategi prioritas yang dirumuskan adalah mendorong kebijakan daerah untuk menetapkan vanili sebagai komoditas unggulan dan penyediaan kebun induk benih unggul untuk meningkatkan produktivitas dan adopsi teknologi.
PERANCANGAN KAMPUNG SUSUN NELAYAN PRODUKTIF DI PANTAI KALIBARU, JAKARTA UTARA
Kelurahan Kalibaru di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, memiliki potensi dan kontribusi pada sektor perikanan yang cukup besar. Jumlah nelayan di Jakarta Utara menurut laporan BPS tahun 2019 mencapai sekitar 25.235 orang dengan sebaran besar nelayan di titik pendaratan ikan, seperti Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, dan Kamal Muara. Kecamatan Cilincing adalah salah satu wilayah penghasil perikanan tangkap utama di Jakarta Utara dengan produksi ikan yang mencapai hampir 5,9 juta kg pada tahun 2017. Kalibaru terletak di inti kawasan industri dan pusat logistik, dikelilingi oleh Pelabuhan Tanjung Priok, Pelindo II, dan Kawasan Industri Marunda. Oleh karena itu, perekonomian masyarakat lokal Kalibaru sangat berkaitan dengan simpul-simpul ekonomi di sekitarnya, yang berpusat pada ekonomi perikanan, industri, dan sektor informal. Namun, Kelurahan Kalibaru menduduki peringkat ketujuh di DKI Jakarta sebagai kelurahan dengan jumlah RW kumuh tertinggi (Pendataan RW kumuh 2017 Provinsi DKI Jakarta). Kepadatan penduduk Kalibaru mencapai lebih dari 60.000 jiwa/km². Angka ini sangat tinggi dibandingkan kepadatan rata-rata DKI Jakarta, yakni sekitar 16.704 jiwa/km² sehingga mengakibatkan kualitas kehidupan yang buruk di lingkungan tersebut. Fenomena ini sejalan dengan tema Design for Resilient Communities dan berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goal (SDG) 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta SDG 11: Kota dan Permukiman Berkelanjutan. Tugas akhir ini mengusulkan penataan kawasan permukiman kumuh Kalibaru melalui tipologi kampung susun produktif nelayan yang mengintegrasikan hunian vertikal dengan ruang usaha komersial. Pendekatan force-based approach digunakan untuk merespons dinamika isu dan konteks lingkungan, keterbatasan lahan, serta kebutuhan sosial-ekonomi nelayan. Metode perancangan meliputi analisis konteks dan isu lingkungan, serta observasi lapangan untuk memahami kondisi fisik area kumuh, kepadatan penduduk ekstrem, dan potensi lingkungan pesisir. Selanjutnya, dilakukan pemetaan kebutuhan penghuni, khususnya para nelayan, melalui wawancara dan studi literatur. Langkah ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan spesifik nelayan, mulai dari ruang untuk menyimpan dan memperbaiki alat tangkap hingga area untuk mengolah hasil laut dan berdagang. Data ini kemudian menjadi dasar dalam tahap pengembangan konsep dan perancangan. Dengan memindahkan hunian dari horizontal ke vertikal, lahan dapat dimanfaatkan secara lebih efisien, menciptakan ruang terbuka dan menyediakan area komunal. Desain ini secara langsung mendukung pertumbuhan ekonomi nelayan melalui zona pada lantai dasar kampung susun yang dirancang untuk menampung fasilitas produktif, seperti tempat penyimpanan dan perbaikan alat tangkap, ruang pengolahan hasil laut, serta bangunan komersial terintegrasi untuk menjual hasil bahari. Integrasi hunian dan ruang usaha ini menciptakan ekosistem yang mandiri, di mana nelayan dapat bekerja dan tinggal di satu lokasi, meningkatkan efisiensi dan pendapatan nelayan. Hasil rancangan diharapkan mampu mewujudkan hunian layak yang berkelanjutan, sanitasi yang baik, ruang sosial yang terencana, serta berkontribusi pada ketahanan ekonomi komunitas pesisir.
PERENCANAAN DIMENSI TALANG BANGUNAN BER-GREEN ROOF SUBSTRAT LOKAL BERVEGETASI ARACHIS PINTOI MENGGUNAKAN KOEFISIEN LIMPASAN HASIL UJI SIMULATOR HUJAN
Urbanisasi yang pesat meningkatkan luas permukaan kedap dan memperbesar limpasan air hujan, sehingga membebani sistem drainase perkotaan dan meningkatkan risiko genangan. Salah satu upaya pengendalian limpasan di sumbernya pada bangunan adalah atap hijau (green roof), yang mampu menahan sebagian curah hujan dan memperlambat keluarnya limpasan. Namun, penerapan atap hijau dalam perencanaan drainase dengan metode rasional terkendala oleh langkanya nilai koefisien limpasan, terutama untuk atap hijau bermedia substrat lokal pada iklim tropis dengan hujan berintensitas tinggi dan durasi pendek. Penelitian ini bertujuan menentukan intensitas hujan rancangan Kota Bandung dari kurva Intensity-Duration-Frequency, menganalisis variasi waktu konsentrasi dan koefisien limpasan atap hijau bermedia substrat lokal bervegetasi Arachis pintoi terhadap perbedaan kadar air awal berdasarkan uji simulator hujan, serta menerapkan hasilnya untuk merencanakan dimensi talang gedung tinjauan Labtek 1C ITB Jatinangor. Kinerja hidrologis atap hijau diuji secara eksperimental pada modul simulator hujan berukuran 2 m x 2 m dengan satu nilai intensitas hujan dan beberapa skenario kadar air awal media, mulai dari kondisi kering hingga jenuh, dengan permukaan beton kedap sebagai kontrol pembanding. Substrat lokal diformulasikan dari pasir Malang, tanah Lembang, dan sekam bakar, lalu ditanami penutup tanah legum Arachis pintoi. Dari hidrograf limpasan yang direkam diperoleh koefisien limpasan dan waktu konsentrasi tiap skenario. Intensitas hujan rancangan diturunkan melalui analisis frekuensi terhadap data hujan harian Stasiun Geofisika Bandung menggunakan distribusi Log-Pearson III, kemudian disagregasi dengan metode Mononobe untuk membentuk kurva IDF. Waktu konsentrasi pada skala atap gedung ditaksir dengan rumus Kerby, debit puncak desain dihitung dengan metode rasional, dan dimensi talang datar serta pipa tegak direncanakan mengikuti persamaan Manning dan ketentuan SNI 8153:2015. Hasil pengujian menunjukkan koefisien limpasan meningkat secara monoton seiring bertambahnya kadar air awal media, dari sekitar 0,14 pada kondisi relatif kering menjadi 0,83 pada kondisi jenuh untuk substrat lokal. Pola ini menegaskan bahwa kapasitas retensi atap hijau menurun tajam ketika media mendekati jenuh sehingga pada kondisi paling menuntut perilakunya mendekati permukaan kedap, sedangkan waktu konsentrasi memendek seiring berkurangnya simpanan. Pada kondisi jenuh yang diambil sebagai dasar desain agar konservatif, koefisien limpasan atap beton sebesar 0,90, green roof media komersil 0,74, dan green roof substrat lokal 0,83, dengan waktu konsentrasi atap hijau lebih panjang daripada atap beton karena kekasaran permukaannya lebih besar. Akibatnya, penerapan atap hijau menurunkan debit puncak desain sebesar 29% sampai 37% terhadap atap beton melalui dua mekanisme sekaligus, yaitu koefisien limpasan yang lebih kecil dan waktu konsentrasi yang lebih panjang sehingga intensitas hujan rancangan menjadi lebih rendah. Penurunan ini memperkecil kebutuhan talang datar dari diameter 8 inci menjadi 7 inci, sementara ukuran pipa tegak tetap 4 inci. Analisis biaya menunjukkan bahwa penghematan penampang talang akibat penerapan atap hijau relatif kecil dibandingkan biaya konstruksi media dan vegetasinya, sehingga manfaat utama atap hijau lebih terletak pada kinerja hidrologis dan lingkungannya, bukan pada penghematan dimensi talang. Berbeda dengan penelitian terdahulu yang umumnya memakai media komersil pada iklim sedang dan berhenti pada karakterisasi skala modul, penelitian ini menurunkan koefisien limpasan langsung dari hidrograf uji simulator untuk substrat lokal tropis dan meneruskannya menjadi perencanaan dimensi talang bangunan aktual. Dengan demikian, penelitian ini menyediakan nilai koefisien limpasan atap hijau bermedia lokal yang selama ini langka dan menunjukkan implikasi kuantitatif penerapannya terhadap dimensi talang bangunan, sebagai sumbangan bagi perencanaan drainase atap berbasis kinerja hidrologis.
PENGEMBANGAN SISTEM PERSENYAWAAN MULTIKOMPONEN ANTIBIOTIK MOKSIFLOKSASIN DENGAN NSAID GOLONGAN ASAM FENEMAT (ASAM MEFENAMAT, ASAM NIFLUMAT, DAN ASAM FLUFENAMAT)
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengkarakterisasi garam moksifloksasin-asam fenamat: asam mefenamat, asam niflumat, dan asam flufenamat untuk mengetahui dampaknya terhadap kelarutan dan stabilitas yang belum pernah dilaporkan sebelumnya. Garam dibuat menggunakan metode slurry dan dilanjut dengan analisis keadaan padat menggunakan elektrotermal dan Powder X-ray Diffraction (PXRD) untuk mengonfirmasi terbentuknya sistem padatan baru, serta Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) dan ^1H-Nuclear Magnetic Resonance (^1H-NMR) untuk menentukan struktur interaksi antara moksifloksasin dengan asamasam tersebut. Uji kelarutan garam dilakukan menggunakan spektrofotometer UV derivatif dan uji stabilitas (75 ± 5,0% RH/25 ± 3°C) dievaluasi menggunakan FTIR dan PXRD. Hasil karakterisasi PXRD menunjukkan senyawa baru yang terbentuk merupakan garam amorf. Karakterisasi dengan FTIR dan ^1H-NMR mengonfirmasi adanya interaksi ionik pada garam moksifloksasin–asam niflumat (MN) 1:1 dan moksifloksasin–asam flufenamat (MF) 1:1, serta interaksi ionik yang disertai ikatan hidrogen pada garam moksifloksasin–asam mefenamat (MM) 2:1. Seluruh sistem garam menunjukkan stabilitas fisik yang baik selama penyimpanan empat minggu berdasarkan hasil analisis dengan PXRD dan FTIR. Pembentukan garam tersebut meningkatkan kelarutan ketiga asam fenamat secara signifikan dalam medium dapar KCl pH 2 dan hanya meningkatkan kelarutan asam mefenamat dalam medium dapar fosfat pH 6.8, tetapi menurunkan kelarutan moksifloksasin baik dalam medium dapar KCl pH 2, maupun medium dapar fosfat pH 6.8
PERENCANAAN SALURAN DRAINASE JALAN TOL JAKARTA - CIKAMPEK KE ARAH JAKARTA PADA KAWASAN CIKUNIR, KOTA BEKASI, JAWA BARAT
Ruas Jalan Tol Cikampek kilometer 9,8-12,3 ke arah Jakarta merupakan salah satu kawasan yang masih kurang memadai dalam sistem drainase pada sisi arah Jakarta, serta adanya beban drainase akibat pembangunan proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Dengan adanya permasalahan tersebut, perlu dilakukan perencanaan sistem drainase yang terintegrasi dan optimal dengan tujuan air dapat dialirkan ke tempat pembuangan yaitu sungai sebagai titik pembuangan sistem drainase jalan tol tersebut. Perencanaan drainase dilakukan dengan analisis hidrologi berdasarkan data satelit yang dikoreksi terhadap curah hujan dari stasiun terdekat dan pengolahan debit rencana menggunakan metode hidrograf satuan sintetis. Langkah perencanaan dimulai dengan simulasi hidraulika pada Kali Cakung dan dua saluran crossing yaitu Saluran Kalimalang, menggunakan software HEC-RAS yang menggunakan inputan debit rencana. Selanjutnya, dilakukan pemodelan drainase tepi jalan dengan EPA SWMM 5.2 untuk memvalidasi kapasitas saluran terhadap beban air dari jalan tol dan KCIC. Melengkapi sisi teknis, disusun pula Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta skema O&P yang melibatkan koordinasi lintas instansi dan perawatan fisik berkala. Output yang ditargetkan adalah sistem drainase yang mumpuni dalam mengalirkan air ke sungai pembuang sekaligus melindungi aset infrastruktur dari kerusakan dini.
STUDI KELAYAKAN TEKNO EKONOMI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA UNTUK PENGEMBANGAN GREEN HYDROGEN SEBAGAI PENDINGIN GENERATOR PADA PLTGU GRESIK.
Produksi hidrogen pada PLTGU Gresik digunakan sebagai media pendingin generator, sebagian besar energi listrik yang digunakan untuk memproduksi hidrogen tersebut masih disuplai dari listrik jaringan. Kontribusi PLTS eksisting masih terbatas, sehingga hidrogen yang dihasilkan belum dapat dikategorikan sebagai green hydrogen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan tekno-ekonomi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi listrik untuk produksi green hydrogen pada PLTGU Gresik. Kajian dilakukan dengan mempertimbangkan performa teknis PLTS, kelayakan finansial, emisi gas rumah kaca, serta kestabilan sistem kelistrikan. Metode penelitian dilakukan melalui integrasi tiga perangkat lunak utama. PVsyst digunakan untuk memodelkan produksi energi PLTS berdasarkan data iklim, konfigurasi modul, inverter, orientasi panel, serta rugi-rugi sistem. HOMER Pro digunakan untuk mengevaluasi kelayakan ekonomi, biaya produksi hidrogen, kontribusi energi terbarukan, serta emisi pada setiap skenario. Selanjutnya, DIgSILENT digunakan untuk menganalisis kelayakan integrasi sistem terhadap jaringan kelistrikan melalui simulasi load flow, quasi-dynamic, serta respons dinamis terhadap kehilangan daya PLTS secara instan dan ramping. Skenario yang dianalisis meliputi S0 sebagai kondisi eksisting dengan 10% PV menggunakan 2-unit elektroliser alkalin, S1 dengan 50% PV menggunakan 2-unit elektroliser alkalin, S2 dengan 100% PV menggunakan 4-unit elektroliser alkalin serta S3 dengan 100% PV menggunakan 1-unit elektroliser PEM. Hasil simulasi PVsyst menunjukkan bahwa semua skenario memiliki kinerja teknis yang baik, dengan nilai performance ratio berada di atas 75%. Hasil kelayakan ekonomi pada HOMER Pro menunjukkan hasil yang baik serta kompetitif untuk skenario S2 dan S3. Skenario S3 memberikan performa terbaik dengan nilai LCOH Rp53.904-62.443/kgH2, present worth sebesar Rp1,86-2,96 miliar, ROI sebesar 27,02-50,13%, IRR sebesar 10,93-14,26%, serta discounted payback period sebesar 7,62-10,45 tahun. Hasil evaluasi tingkat emisi menunjukkan bahwa peningkatan kontribusi PLTS mampu menurunkan intensitas emisi secara signifikan, dengan nilai lifecycle GHG intensity sebesar 19,86 kgCO2/kgH2 menjadi 0,13 kgCO2/kgH2 pada skenario S2 dan S3, sehingga hidrogen yang dihasilkan dapat dikategorikan sebagai green hydrogen. Hasil simulasi DIgSILENT menunjukkan bahwa semua skenario masih berada dalam batas operasi kelistrikan yang aman. Deviasi tegangan maksimum berada sekitar -0,64% terhadap tegangan nominal 380 V, sedangkan respons frekuensi akibat kehilangan daya PLTS secara instan maupun ramping tetap berada dalam rentang operasi yang stabil. Berdasarkan hasil scoring, skenario S3 dipilih sebagai skenario terbaik karena memberikan kombinasi paling optimal antara performa teknis, kelayakan ekonomi, penurunan emisi, fleksibilitas operasi elektroliser, dan kestabilan sistem kelistrikan. Analisis sensitivitas pada skenario S3 menunjukkan bahwa kelayakan ekonomi paling dipengaruhi oleh harga jual hidrogen dan tingkat diskonto, sedangkan tarif listrik memberikan pengaruh yang relatif kecil karena suplai energi pada skenario S3 didominasi oleh PLTS. Hasil evaluasi menunjukkan pengembangan PLTS dengan elektroliser PEM layak dipertimbangkan sebagai strategi pengembangan green hydrogen untuk pendingin generator di PLTGU Gresik.
ANALISIS PERBANDINGAN METODE KOREKSI INHOMOGENITAS PARU PADA PERHITUNGAN DOSIS FOTON DALAM FANTOM BERLAPIS AIR- PARU-AIR
Perhitungan dosis yang akurat merupakan salah satu aspek penting dalam radioterapi untuk memastikan dosis yang diterima target sesuai dengan dosis yang direncanakan serta meminimalkan paparan pada jaringan sehat di sekitarnya. Pada kasus penyinaran daerah paru, keberadaan jaringan paru yang memiliki densitas lebih rendah dibandingkan jaringan lunak menyebabkan terjadinya inhomogenitas yang dapat memengaruhi distribusi dosis radiasi. Oleh karena itu, diperlukan metode koreksi inhomogenitas yang mampu memperhitungkan pengaruh perbedaan densitas medium terhadap distribusi dosis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan performa beberapa metode koreksi inhomogenitas, yaitu Equivalent Path Length (EPL), Batho berbasis Tissue-Air Ratio (TAR), Batho berbasis Tissue- Maximum Ratio (TMR), dan Equivalent Tissue-Air Ratio (ETAR), pada medium tidak homogen yang merepresentasikan jaringan paru. Perhitungan dilakukan pada fantom berlapis air–paru–air dengan variasi ketebalan lapisan paru dan ukuran lapangan penyinaran. Distribusi dosis dihitung menggunakan data dosimetri yang diperoleh dari parameter radioterapi yang relevan, kemudian dievaluasi berdasarkan perbedaan hasil yang dihasilkan oleh masing-masing metode koreksi.
PREDIKSI TOKSISITAS SENYAWA POTENSI ANTI-AGING SECARA IN SILICO DAN PENGUJIAN TOKSISITAS AKUT PADA EMBRIO ZEBRAFISH (DANIO RERIO)
Penuaan kulit merupakan proses biologis yang dipengaruhi faktor intrinsik dan ekstrinsik, seperti paparan sinar ultraviolet yang menginduksi pembentukan Reactive Oxygen Species (ROS) dan mendegradasi kolagen. Untuk mengatasi gejala penuaan, telah dikembangkan berbagai senyawa aktif sebagai bahan utama produk kosmetika. Aspek keamanan sediaan topikal tersebut harus dievaluasi secara ketat demi menjamin keamanan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menguji profil toksisitas dan keamanan dari 12 senyawa potensial anti-aging, yaitu alfa arbutin, asam askorbat, bisabolol, asam ferulat, asam glikolat, asam laktat, asam maltobionat, niacinamide, pantenol, asam suksinat, feniletil resorsinol, dan asam traneksamat. Penelitian dilakukan melalui prediksi toksisitas secara in silico menggunakan program Toxtree dan pkCSM serta validasi biologis secara in vivo dengan metode Fish Embryo Acute Toxicity (FET) pada embrio zebrafish (Danio rerio) berdasarkan pedoman OECD Guideline Test No. 236. Metode FET dilakukan untuk menentukan LC50 dari senyawa uji dengan pemaparan zat uji pada embrio zabrafish selama 96 jam, mortalitas diamati dengan empat parameter, yaitu koagulasi embrio, kegagalan pembentukan somit, kegagalan pelepasan ekor dari kuning telur, dan tidak adanya detak jantung. Hasil prediksi in silico dengan Toxtree menunjukkan bahwa alfa arbutin, asam ferulat, asam glikolat, asam laktat, dan asam suksinat termasuk dalam Cramer Kelas I (toksisitas rendah), sedangkan tujuh senyawa lainnya termasuk dalam Cramer Kelas III (toksisitas tinggi) karena kompleksitas strukturnya. Toxtree mendeteksi adanya structural alerts sensitisasi kulit pada asam askorbat, asam ferulat, asam traneksamat, dan feniletil resorsinol, sementara pkCSM memprediksi potensi sensitisasi kulit spesifik pada bisabolol dan feniletil resorsinol. Pada pengujian toksisitas akut in vivo melalui limit test (100 bpj), sebanyak 11 dari 12 senyawa menunjukkan LC50 > 100 bpj sehingga dikategorikan sebagai senyawa yang praktis tidak toksik menurut standar OECD. Senyawa feniletil resorsinol menunjukkan profil toksisitas akut yang signifikan dengan mortalitas embrio mencapai 100% pada konsentrasi 100 bpj. Melalui uji definitif (full study test), diperoleh nilai LC50 untuk feniletil resorsinol sebesar 6,882 bpj sehingga termasuk ke dalam kategori senyawa toksik.
PENGEMBANGAN MODEL TAKAFUL HIBRID DENGAN AKUN TABARRU’, AKUN PERUSAHAAN, DAN TABUNGAN BERBASIS TEORI RUIN
Pertumbuhan industri asuransi syariah (Takaful) yang pesat mendorong penerapan model Takaful Hibrid 3-Akun, yang memisahkan kontribusi peserta ke dalam Dana Perusahaan, Dana Tabarru’, dan Dana Tabungan. Namun, pemisahan yang kaku ini menimbulkan fenomena fragmentasi dana yang menyebabkan peluang kebangkrutannya menjadi lebih tinggi dibandingkan asuransi konvensional. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model mitigasi risiko lintas-akun (cross-subsidization) yang patuh syariah untuk menurunkan peluang kebangkrutan tersebut. Mekanisme yang diusulkan bekerja dengan mengalokasikan sebagian porsi keuntungan investasi Dana Tabungan ke dalam Qard Hasan (dana pinjaman tanpa bunga) secara periodik melalui nisbah yang disepakati, sehingga tersedia cadangan likuiditas tambahan tanpa melanggar prinsip syariah. Simulasi Monte Carlo yang diuji menggunakan solusi analitik eksak model Cramer- Lundberg. Hasil simulasi menggunakan asumsi peneliti pada skenario deterministik (V1) menunjukkan peluang kebangkrutan model Takaful modifikasi lebih rendah dibandingkan model konvensional, yaitu 7,751% berbanding 8,463% (selisih penurunan risiko ? = 0,712%). Hasil ini tetap konsisten pada skenario stokastik (V2) dengan volatilitas pasar ? = 12%, dengan peluang 7,814% berbanding 8,469% (selisih ? = 0,655%). Analisis sensitivitas terhadap dua belas parameter internal dan eksternal menunjukkan perilaku model yang stabil, dengan porsi Dana Tabarru’ (?2) dan porsi Dana Tabungan (?2) sebagai parameter internal yang paling berpengaruh terhadap peluang kebangkrutan.
PENGARUH KEPERCAYAAN DAN KEAMANAN KONSUMEN TERHADAP NIAT PEMBELIAN ONLINE PADA PRODUK HOME APPLIANCES: PERAN MODERASI LITERASI DIGITAL
Teknologi digital telah berkembang pesat di berbagai bidang dan secara khusus telah mengubah cara bisnis berkomunikasi dengan konsumen melalui platform e commerce. Perkembangan ekosistem digital di Indonesia telah mendorong bisnis untuk menerapkan sistem omnichannel yang menggabungkan saluran pembelian online dan offline. Meskipun pertumbuhan ini jelas terlihat, transaksi offline terus mendominasi pasar peralatan rumah tangga yang menunjukkan bahwa belanja online untuk produk elektronik masih berada pada tahap awal. Produk peralatan rumah tangga diklasifikasikan sebagai produk dengan keterlibatan tinggi karena harga mereka yang relatif tinggi, kompleksitas teknis, dan risiko yang menyertainya dibandingkan dengan barang-barang konsumen sehari-hari. Akibatnya, konsumen sering kali melakukan penilaian yang lebih intensif terhadap perilaku belanja online mereka. Kepercayaan konsumen dan persepsi keamanan oleh karena itu merupakan pendorong kritis dari niat pembelian online dalam konteks ini. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kepercayaan konsumen dan keamanan terhadap niat pembelian produk peralatan rumah tangga secara online menggunakan platform e-commerce. Selain itu, penelitian ini meneliti literasi digital sebagai perspektif moderasi dalam hubungan kepercayaan dan keamanan dengan preferensi pembelian pada belanja online yang paling umum. Motivasi untuk penelitian ini adalah banyaknya konsumen di bidang elektronik yang memilih untuk membeli produk menggunakan toko offline meskipun saluran pembelian digital kini tersedia. Kualitas produk, keaslian produk, keamanan pembayaran, risiko pengiriman, dan ketidakpastian pasca-penjualan adalah beberapa titik sakit yang terkait dengan konsumen. Selain itu, pengetahuan tentang teknologi digital juga dapat mempengaruhi konsumen dalam memproses dan menilai informasi tentang risiko yang dipersepsikan dalam transaksi online. Dalam penelitian ini, kami memiliki studi kuantitatif menggunakan metode survei. Penelitian ini mengandalkan data primer dengan menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengumpulkan dari konsumen yang memiliki pengalaman atau kecenderungan terhadap e-commerce produk peralatan rumah tangga. Teknik pengambilan sampel acak sederhana digunakan untuk mendapatkan 160 responden. Instrumen penelitian menggunakan skala Likert lima poin untuk menilai persepsi kepercayaan, keamanan, literasi digital, dan niat pembelian online di antara responden. Data diproses menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan perangkat lunak SmartPLS. Analisis melibatkan penilaian model luar, di mana validitas konvergen, validitas diskriminan, dan reliabilitas konstruk diperiksa, serta evaluasi model dalam untuk menguji hubungan struktural dan konstruk moderasi. Hasilnya menunjukkan bahwa kepercayaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap niat pembelian online. Konsumen lebih suka membeli fitur produk peralatan rumah tangga secara online ketika mereka merasakan kredibilitas, keandalan, dan transparansi informasi produk dari penjual. Juga terungkap bahwa keamanan dan niat beli online memiliki pengaruh signifikan yang positif. Seseorang dapat lebih percaya diri dalam bertransaksi online, jika mereka percaya bahwa transaksi dan informasi pribadi mereka akan tetap aman, produk pasti melewati jaminan kualitas, dan penjual dapat dipercaya. Literasi digital tidak secara signifikan memoderasi hubungan antara kepercayaan dan niat untuk melakukan pembelian online, menurut analisis moderasi. Kami menemukan bahwa ketika perdagangan dilakukan dalam lingkungan yang dapat dipercaya, kemampuan digital pelanggan tidak memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap keputusan pembelian mereka dibandingkan dengan kepercayaan itu sendiri. Bertentangan dengan prediksi, terdapat efek moderasi positif yang kuat dari literasi digital terhadap hubungan antara keamanan dan niat pembelian online. Pelanggan yang melek digital lebih mampu untuk memeriksa apa yang mereka lihat secara online, mengenali vendor resmi dan prosedur keamanan, serta mengidentifikasi sistem perlindungan transaksi. Karena hal ini, konsumen dengan tingkat literasi digital yang lebih tinggi lebih terpengaruh oleh keamanan saat melakukan pembelian online. Mengingat hal ini, rekomendasi strategis disarankan dalam studi ini dan disusun sesuai dengan 7P Marketing Mix (Produk, Harga, Tempat, Promosi, Orang, Proses, dan Bukti Fisik). Strategi yang diusulkan diharapkan dapat memastikan keamanan transaksi, meningkatkan persepsi literasi digital dalam hal keamanan saat melakukan transaksi online, meningkatkan kualitas layanan, dan meningkatkan kepercayaan konsumen dalam penggunaan saluran pembelian online. Inisiatif-inisiatif ini diasumsikan dapat berkontribusi pada peningkatan niat pembelian online dan memperkuat pertumbuhan penjualan online serta mengurangi perbedaan antara hasil pembelian online dan offline dalam kategori peralatan rumah tangga.