📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 6,268 dokumenPEMURNIAN AFINITAS BERBASIS MEMBRAN UNTUK PENGAYAAN ANTIBODI IGY ANTI-PLASMODIUM FALCIPARUM LACTATE DEHYDROGENASE (PFLDH) DAN EVALUASINYA SEBAGAI KANDIDAT BIORESEPTOR RAPID DIAGNOSTIC TEST MALARIA
Deteksi dini malaria sangat penting dilakukan untuk mempercepat penanganan pasien, mencegah penyebaran penyakit, serta menurunkan angka kematian. Salah satu metode deteksi malaria secara cepat adalah Rapid Diagnostic Test (RDT) berbasis deteksi antigen Plasmodium falciparum Lactate Dehydrogenase (PfLDH). RDT umumnya menggunakan antibodi IgG mamalia sebagai komponen penangkap maupun pendeteksi antigen, namun dalam pengembangannya diperlukan waktu yang relatif lama dan biaya yang tinggi. Oleh karena itu, antibodi IgY hasil imunisasi ayam menggunakan protein rekombinan PfLDH berpotensi dikembangkan sebagai bioreseptor pada RDT malaria. Penelitian ini bertujuan untuk memurnikan, mengkarakterisasi, dan mengevaluasi potensi IgY anti-PfLDH sebagai kandidat bioreseptor pada pengembangan RDT malaria. Pemurnian dilakukan menggunakan metode affinity purification berbasis membran nitroselulosa, kemudian dikarakterisasi melalui analisis konsentrasi protein, SDS-PAGE, indirect ELISA, dan dot blot. Selanjutnya, IgY hasil pemurnian dikonjugasikan dengan gold nanoparticle (AuNP) dan dievaluasi melalui pengujian direct binding strip test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses affinity purification menghasilkan fraksi IgY anti-PfLDH dengan konsentrasi 0,22 mg/mL sebanyak 0,1 mL yang diperoleh dari 1 mL IgY crude extract konsentrasi 1 mg/mL. Analisis SDS-PAGE menunjukkan pita protein khas IgY pada kisaran ±65 kDa yang merepresentasikan heavy chain IgY. Hasil indirect ELISA menunjukkan peningkatan aktivitas pengikatan terhadap protein rekombinan PfLDH sekitar 4,47 kali dibandingkan sebelum pemurnian dengan titer endpoint fraksi murni 1:800. Uji dot blot menunjukkan IgY hasil pemurnian mampu mengenali antigen PfLDH secara spesifik pada sampel darah tanpa memberikan sinyal terhadap kontrol non-target, sedangkan konjugat IgY-AuNP menghasilkan sinyal pada membran nitroselulosa melalui direct binding strip test. Berdasarkan hasil tersebut, IgY anti-PfLDH hasil pemurnian menunjukkan aktivitas pengikatan yang lebih tinggi serta kemampuan mengenali PfLDH secara spesifik, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai bioreseptor pada Rapid Diagnostic Test malaria.
PERENCANAAN KLASIFIKASI TENAGA KEPENDIDIKAN BERBASIS AKTIVITAS PADA UNIT KERJA PENDUKUNG INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
Institut Teknologi Bandung (ITB) menghadapi permasalahan inefisiensi komposisi sumber daya manusia, khususnya rasio dosen dan tenaga kependidikan (tendik) yang belum sesuai dengan kondisi ideal yang diharapkan. Hingga saat ini, belum terdapat model acuan yang mengklasifikasikan jenis tendik berdasarkan karakteristik aktivitas di setiap unit kerja. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan proses bisnis saat ini dan proses bisnis yang seharusnya dilakukan oleh setiap unit kerja, memetakan peran pada setiap proses bisnis dengan matriks RAOSI, serta mengklasifikasikan tenaga kependidikan berbasis aktivitas pada empat Unit Kerja Pendukung (UKP) ITB, yaitu Ditmawa, DSDM, DKST, Ditkeu. Penelitian ini menggunakan kerangka workforce planning ISO 30409:2016 dengan pendekatan task-based segmentation. Pemetaan proses bisnis dilakukan melalui wawancara terstruktur dengan pejabat struktural di setiap direktorat yang divalidasi dengan peraturan yang berlaku serta standar acuan. Model klasifikasi dikembangkan berdasarkan empat dimensi penilaian yaitu Strategic Value, Uniqueness, Needs Private Information Access, dan Repetitiveness and Standardization of the Task. Penilaian dilakukan melalui kuesioner berskala ordinal 1–4 yang diisi oleh pejabat struktural, dengan hasil yang kemudian divalidasi kepada pimpinan masing-masing unit. Proses bisnis saat ini berjumlah 236 (Ditmawa), 261 (DSDM), 243 (DKST), dan 344 (Ditkeu). Setelah evaluasi kesesuaian, proses bisnis yang seharusnya dilakukan bertambah menjadi 347, 309, 360, dan 421 untuk masing-masing direktorat. Dari keseluruhan proses bisnis dengan operate pada level staf, hasil klasifikasi menunjukkan dominasi kategori tendik tetap di seluruh unit yaitu 162 aktivitas di Ditmawa, 84 di DSDM, 165 di DKST, dan 199 di Ditkeu. Sisanya terdistribusi pada kategori KJP/MK, dan TAD. Penelitian ini menghasilkan model klasifikasi tenaga kependidikan berbasis aktivitas yang dapat digunakan sebagai acuan oleh DSDM ITB dalam perencanaan, rekrutmen, dan penempatan tenaga kependidikan, serta menjadi landasan implementasi pada seluruh Unit Kerja Pendukung di ITB.
STUDI PEMBANDINGAN METODE KOMPOSIT R2SCAN-3C DAN ?B97X-3C DALAM PENENTUAN PKA DAN VISUALISASINYA DENGAN MD BLYP UNTUK PENGEMBANGAN BAHAN AJAR
Peningkatan literasi sains dan pemerataan keterampilan peserta didik merupakan agenda strategis dalam pendidikan global saat ini, sebagaimana tercermin dalam indikator-indikator yang dievaluasi melalui Programme for International Student Assessment (PISA). Capaian literasi sains Indonesia yang masih berada di bawah rerata negara-negara OECD mengindikasikan adanya kesenjangan mendasar dalam proses pembelajaran sains, khususnya kimia, yang selama ini cenderung disampaikan secara prosedural dan hafalan tanpa penguatan pada kemampuan bernalar sistematis. Salah satu penyebab utama kesenjangan tersebut adalah karakteristik konsep-konsep kimia yang bersifat abstrak dan multirepresentasional serta mencakup level makroskopik, submikroskopik, dan simbolik yang seringkali sulit untuk dijembatani melalui metode pembelajaran konvensional. Di sisi lain, keterampilan Computational Thinking (CT) yang meliputi dekomposisi masalah, pengenalan pola, abstraksi, dan penyusunan algoritma, telah diakui secara luas sebagai keterampilan abad ke-21 yang esensial namun belum terintegrasi secara eksplisit dalam kurikulum kimia di tingkat menengah maupun awal perguruan tinggi di Indonesia. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang, mengintegrasikan, dan menguji kelayakan suatu media pembelajaran interaktif berbasis modul dan platform web kimia yang disusun dengan berlandaskan pada model multiple representation dan kerangka Computational Thinking. Pendekatan ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara pemahaman konseptual yang abstrak dengan keterampilan pemecahan masalah yang terstruktur, sekaligus memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan relevan dengan tuntutan literasi sains global. Secara metodologis, penelitian ini dilaksanakan melalui dua tahap utama yang saling berkesinambungan. Tahap pertama merupakan tahap komputasi kimia kuantum, yang difokuskan pada penentuan nilai pKa senyawa asam melalui perbandingan dua metode komposit -3c, yaitu r²SCAN-3c dan ?B97X- 3c. Perhitungan dilakukan dengan pendekatan cluster-continuum solvation menggunakan gugus air eksplisit pada berbagai ukuran klaster yang dikombinasikan dengan model solvasi implisit SMD pada saat melakukan optimasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode ?B97X-3c memberikan konvergensi dan konsistensi hasil yang lebih optimal dibandingkan r²SCAN-3c, yang pada beberapa sistem dianion menunjukkan penyimpangan akibat self-interaction error yang melekat pada fungsional meta-GGA. Untuk memperkaya pemahaman visual mengenai dinamika molekular sistem yang dikaji, dilakukan pula simulasi Molecular Dynamics (MD) menggunakan metode BLYP, yang hasilnya kemudian divisualisasikan dalam bentuk representasi tiga dimensi yang informatif dan mudah diinterpretasikan oleh peserta didik dalam web pembelajaran. Tahap kedua penelitian ini berfokus pada pengembangan dan integrasi produk pembelajaran. Hasil visualisasi komputasi dari tahap pertama diintegrasikan ke dalam sebuah platform web yang dirancang secara khusus untuk mendukung pembelajaran kimia berbasis multiple representation dan CT terkhusus dalam topik kesetimbangan larutan. Produk yang dihasilkan kemudian melalui proses validasi dan uji keterbacaan oleh dosen ahli di bidang kimia, mahasiswa, dan guru SMA. Proses validasi ini mencakup aspek kelengkapan materi, kesesuaian konten dengan capaian pembelajaran, serta kualitas bahasa dan penyajian, dengan menggunakan skala Likert sebagai instrumen penilaian kelayakan. Selanjutnya, untuk mengukur efektivitas media dalam mengembangkan keterampilan CT peserta didik, dilakukan evaluasi pedagogis melalui desain tes awal-tes akhir yang instrumennya disusun mengikuti sintaks CT dan Taksonomi Bloom. Analisis terhadap data hasil tes dilakukan menggunakan pendekatan pemodelan Rasch, yang memungkinkan pengukuran kemampuan peserta didik dan tingkat kesulitan butir soal pada satu skala interval yang setara, sehingga diperoleh gambaran profil kognitif peserta didik yang lebih akurat dan objektif dibandingkan analisis skor mentah. Hasil validasi oleh dosen ahli maupun mahasiswa pada media pembelajaran yang dikembangkan memenuhi kriteria kelayakan dengan kategori sangat baik, baik dari segi kelengkapan, kesesuaian konten, dan kebahasaan dengan diperlukannya revisi di beberapa bagian. Adapun analisis Rasch mengonfirmasi bahwa instrumen tes yang digunakan memiliki tingkat validitas dan reliabilitas yang memadai, serta mampu mengukur profil kemampuan kognitif peserta didik secara konsisten, sebagaimana ditunjukkan oleh peningkatan reliabilitas individu dari kondisi tes awal ke tes akhir. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa integrasi antara model multiple representation, kerangka Computational Thinking, serta pendekatan komputasi kimia kuantum dan visualisasi molekularnya, dapat menghasilkan sebuah produk pembelajaran yang tidak hanya layak secara saintifik didukung oleh akurasi metode komputasi yang digunakan tetapi juga layak secara pedagogis, sebagaimana dibuktikan melalui proses validasi ahli dan evaluasi keterampilan kognitif peserta didik. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya peningkatan literasi sains dan pemerataan keterampilan abad ke-21 bagi peserta didik di Indonesia, sekaligus menjadi model pengembangan media pembelajaran kimia yang dapat direplikasi pada topik-topik kimia lainnya.
EVALUASI POTENSI ANTI-FATIGUE KOMBINASI EKSTRAK KUNYIT (CURCUMA LONGA L.) DAN KAYUMANIS (CINNAMOMUM BURMANNI (NEES DAN T.NEES) BLUME) MENGGUNAKAN METODE FORCED SWIMMING TEST
Kelelahan merupakan kondisi yang ditandai dengan menurunnya kemampuan otot dalam mempertahankan aktivitas fisik akibat berkurangnya kapasitas menghasilkan gaya atau kontraksi. Kunyit (Curcuma longa L.) dan kayu manis (Cinnamomum burmanii (Nees & T.Nees) Blume) mengandung senyawa bioaktif, seperti kurkumin dan sinamaldehid, yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi serta berpotensi sebagai agen anti-fatigue. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis tunggal optimum ekstrak etanol rimpang kunyit dan ekstrak etanol kulit batang kayu manis serta mengevaluasi aktivitas anti-fatigue kombinasi kedua ekstrak menggunakan metode forced swimming test. Ekstrak diperoleh melalui maserasi menggunakan etanol 96% dan dikarakterisasi menggunakan kromatografi lapis tipis dan KLT densitometri. Aktivitas anti-fatigue diuji pada mencit jantan galur ddY, disertai analisis histologi otot gastrocnemius menggunakan pewarnaan hematoksilin dan eosin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol rimpang kunyit mengandung golongan fenol, flavonoid, kuinon, triterpenoid, dan kumarin dengan kadar kurkumin 23,923 ± 4,25%, sedangkan ekstrak etanol kulit batang kayu manis mengandung fenol, flavonoid, tanin, kuinon, saponin, triterpenoid, dan kumarin dengan kadar sinamaldehid 1,29 ± 0,39%. Pada forced swimming test, durasi berenang pada mencit yang diberi ekstrak etanol rimpang kunyit dosis 65 dan 130 mg/kg bobot badan (BB) tidak berbeda bermakna (p>0,05) dibandingkan kontrol negatif. Kunyit dengan dosis 260 mg/kg BB meningkatkan durasi renang secara signifikan (p < 0,05). Ekstrak etanol kulit batang kayu manis pada dosis 65, 130, dan 260 mg/kg BB meningkatkan durasi renang secara bermakna (p<0,05) dibandingkan kontrol negatif. Pemberian kombinasi kunyit dosis 130 mg/kg BB dan kayu manis 65 mg/kg BB menunjukkan peningkatan durasi berenang yang signifikan (p<0,05) dibandingkan kontrol negatif dan kelompok yang diberikan kunyit atau kayu manis tunggal. Dari keseluruhan hasil yang diperoleh, dosis optimum ekstrak etanol rimpang kunyit dan ekstrak etanol kulit batang kayu manis sebagai anti-fatigue adalah, berturut-turut, 260 dan 130 mg/kg BB. Efek anti-fatigue pada model mencit yang diinduksi renang paksa dari kombinasi ekstrak kunyit dan kulit batang kayu manis lebih baik dibandingkan efek ekstrak tunggalnya.
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI COMPETITION CORE UNTUK ORKESTRASI ATTEMPT, INTEGRASI FIELD AGENT, DAN AUDIT HASIL PADA SISTEM PENGUKURAN LOMPAT JAUH OTOMATIS TERINTEGRASI
Sistem penjurian lompat jauh otomatis membutuhkan lapisan koordinasi yang mampu menghubungkan proses pengamatan lapangan, pengelolaan status percobaan, pengukuran jarak, pencatatan hasil, tampilan operator, dan peninjauan bukti ke dalam satu alur kerja yang terpadu. Pada proses penjurian manual, keputusan sah atau foul, pengukuran bekas pendaratan terdekat, pencatatan skor, dan penyediaan bukti masih dilakukan oleh beberapa petugas secara terpisah. Kondisi tersebut dapat menimbulkan ketidakkonsistenan status percobaan, keterlambatan pencatatan, kesalahan input, serta keterbatasan audit ketika terjadi protes atau kebutuhan peninjauan ulang. Tugas akhir ini membahas perancangan dan implementasi Competition Core untuk orkestrasi attempt, integrasi Field Agent, dan audit hasil pada sistem pengukuran lompat jauh otomatis terintegrasi. Bagian yang dikerjakan pada tugas akhir ini berfokus pada Competition Core sebagai subsistem user interface, backend, dan integrasi lapangan. Competition Core berfungsi sebagai pusat orkestrasi yang menghubungkan dashboard operator, backend core-service, Raspberry Pi Field Agent, subsistem foul detection, subsistem distance measurement, halaman hasil, competition display, dan evidence audit. Secara fungsional, subsistem ini mengelola data atlet dan nomor BIB, membentuk active attempt state, menerima status valid atau foul, menentukan apakah measurement gate dibuka atau diblokir, menerima hasil jarak, menyimpan riwayat hasil, serta mengaitkan setiap hasil dengan bukti visual. Secara perilaku, Competition Core memastikan bahwa data dari perangkat lapangan tidak langsung menjadi hasil resmi sebelum melewati alur validasi attempt. Apabila attempt berstatus foul, jalur pengukuran diblokir sehingga hasil jarak tidak masuk ke rekap resmi. Sebaliknya, apabila attempt dinyatakan valid, sistem membuka jalur pengukuran sehingga proses ROI, scan runtime, alignment, pembacaan laser, dan pencatatan hasil dapat dilanjutkan. Implementasi sistem dilakukan dengan membagi peran antara laptop operator, backend core-service, Raspberry Pi Field Agent, dan node perangkat lapangan. Laptop operator menjalankan dashboard dan halaman hasil sebagai antarmuka utama bagi pengguna. Backend core-service berperan sebagai lapisan otoritatif untuk pengelolaan status attempt, validasi command, penyimpanan hasil, dan penghubung antarmodul. Raspberry Pi Field Agent berfungsi sebagai gateway sisi lapangan yang meneruskan command dari backend ke runtime pengukuran, kamera, motor, dan laser. Antarmuka komunikasi diimplementasikan melalui endpoint REST, jalur status, command proxy, penyimpanan hasil berbasis SQLite, serta penyimpanan evidence berbasis filesystem dan metadata. Sistem juga menyediakan tampilan official score sheet, competition display, halaman Evidence & Audit, serta log per attempt untuk mendukung keterlacakan keputusan. Validasi dilakukan dengan memisahkan dua jalur utama, yaitu jalur foul-gate dan jalur valid measurement. Pada jalur foul-gate, sistem memperoleh waktu pemrosesan rata-rata sebesar 423,29 ms dan waktu pemrosesan P95 sebesar 446,67 ms, sehingga memenuhi target respons di bawah 0,5 s pada kondisi uji. Hasil ini menunjukkan bahwa Competition Core mampu memproses status foul dan menutup measurement gate sebelum proses pengukuran dilanjutkan. Pada subset valid measurement, galat pada domain citra berhasil dikurangi dari sekitar 66-67 px hingga berada dalam zona mati 3 px, dengan waktu settling antara 7,76 s hingga 13,68 s untuk posisi target antara 0,503 m hingga 0,955 m. Selain itu, estimasi kebutuhan penyimpanan result dan evidence adalah sekitar 2,45 MB per attempt, sehingga masih layak untuk kebutuhan audit dan dokumentasi percobaan. Hasil tugas akhir menunjukkan bahwa Competition Core mampu mengoordinasikan masukan dari subsistem lapangan melalui alur dashboard–backend–Field Agent dan mendukung alur kerja operasional penjurian lompat jauh otomatis. Sistem berhasil menjaga keterkaitan antara atlet, nomor BIB, attempt ID, status valid atau foul, hasil pengukuran, timestamp, bukti visual, dan log per attempt. Namun, hasil waktu dan performa yang dilaporkan masih diperlakukan sebagai validasi integrasi fungsional dan diagnostik integrasi, bukan sebagai klaim akhir kepatuhan penuh terhadap kondisi kompetisi nyata. Pengujian lanjutan masih diperlukan untuk memvalidasi performa sistem pada jumlah attempt yang lebih besar, kondisi lapangan yang lebih bervariasi, serta kestabilan perangkat dan jaringan pada penggunaan kompetisi sebenarnya.
REKAYASA SUBSTRAT SURFACE-ENHANCED RAMAN SCATTERING (SERS) AG/SIO2 BERMORFOLOGI BICONTINUOUS CONCENTRIC LAMELLAR (BCL) UNTUK DETEKSI RHODAMIN B
Rhodamin B merupakan zat pewarna sintetik yang berbahaya bagi kesehatan, sehingga diperlukan metode deteksi yang sensitif, cepat, dan akurat. Metode analisis konvensional dengan akurasi tinggi umumnya membutuhkan instrumen yang mahal, preparasi sampel yang relatif kompleks, serta waktu analisis yang lama. Metode Surface-Enhanced Raman Spectroscopy (SERS) menjadi alternatif yang potensial karena memanfaatkan penguatan hamburan Raman untuk mendeteksi analit pada konsentrasi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk memfabrikasi substrat SERS berbasis Ag/SiO2-bcl. Morfologi bcl pada silika berfungsi sebagai tempat pembentukan hotspot dan situs adsorpsi Rhodamin B, sehingga diharapkan menghasilkan substrat dengan homogenitas dan performa deteksi yang baik. Fabrikasi substrat dilakukan melalui deposisi film tipis SiO2-bcl, dilanjutkan dengan deposisi Ag dengan reduksi kimia. Karakteristik plasmonik substrat SERS dikonfirmasi melalui munculnya puncak plasmonik pada 420 nm, dengan konsentrasi AgNO3 optimum sebesar 200 mM. Hasil pengujian menunjukkan bahwa substrat Ag/SiO2-bcl mampu mendeteksi Rhodamin B hingga konsentrasi 10?12 M menggunakan laser pengeksitasi 488 nm, 10-9 M menggunakan laser pengeksitasi 532 nm, dan 10-3 M menggunakan laser pengeksitasi 785 nm. Puncak-puncak Raman yang teramati sesuai dengan mode vibrasi Rhodamin B yang dilaporkan dalam literatur yang menunjukkan bahwa substrat Ag/SiO2-bcl memiliki potensi sebagai platform SERS untuk deteksi Rhodamin B pada konsentrasi rendah.
PENGEMBANGAN SUBSISTEM PEMANTAUAN, KEAMANAN, DAN SIKLUS HIDUP DATA PADA NETFLOW: SISTEM UTILITAS PRABAYAR BERBASIS INTERNET OF THINGS
Pengelolaan utilitas listrik dan air pada gedung hunian bertingkat masih banyak dijalankan secara manual, yaitu pencatatan meter melalui foto, penagihan yang disusun tangan, serta pengisian token listrik secara fisik di loket, tanpa jalur komunikasi data dua arah. Cara ini menanggung biaya operasional tinggi, rentan salah baca, serta lambat mendeteksi kebocoran maupun manipulasi meter, sejalan dengan tingginya angka air tak berekening dan susut listrik secara nasional. Tugas akhir ini mengembangkan subsistem perangkat lunak pada sistem pengukuran utilitas prabayar berbasis Internet of Things bernama Netflow, dengan lingkup empat subsistem, yaitu deteksi anomali multi-tingkat, kontrol akses berlapis, pemeliharaan dan pembaruan jarak jauh, serta manajemen siklus hidup data. Pengembangan mengikuti proses siklus hidup ISO/IEC/IEEE 12207, dengan arsitektur dimodelkan menggunakan Model C4 dan setiap rancangan diturunkan langsung dari analisis kebutuhan. Hasil pengembangan berupa mesin deteksi deterministik berbasis aturan atas delapan kondisi anomali, kendali akses yang memadukan token web JSON, autentikasi pihak ketiga, dan daftar kendali akses pesan yang menolak akses secara baku, distribusi pembaruan melalui antrean tugas, serta retensi data yang mematuhi ketentuan SNI 2416:2021 dan KUH Perdata. Logika deteksi diverifikasi melalui empat puluh pengujian unit deterministik yang seluruhnya lulus, sedangkan verifikasi fungsional dijalankan terhadap armada perangkat di lingkungan produksi, dengan basis data yang dirancang menampung lebih dari sepuluh ribu unit. Secara kuantitatif, latensi peringatan anomali terukur di bawah sembilan puluh detik dan tidak ada akses lintas unit yang lolos pada pengujian, sehingga keempat tujuan tugas akhir tercapai dan proses manual tergantikan oleh pengawasan yang terpusat, otomatis, serta dapat ditelusuri.
MEMBRAN KITOSAN/?-KARAGENAN YANG RESPONSIF TERHADAP PH UNTUK FILTRASI ADSORPTIF ZAT WARNA ORGANIK MENGGUNAKAN SISTEM ATOMASI ULTRASONIK
Perkembangan teknologi membran sejalan dengan prinsip teknologi hijau yang berfokus pada efisiensi energi dan pembuatan membran ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menyintesis membran ramah lingkungan menggunakan polimer alami kitosan (CS) dan ?- karagenan (CG) untuk metode filtrasi sistem atomasi ultrasonik. Metode penelitian meliputi fabrikasi membran CS-CG dengan penambahan asam tanat (TA) sebagai cross-linker, uji performa membran dalam memfiltrasi zat warna metil jingga (MO) dan metilena biru (MLB), serta studi isoterm dan kinetika adsorpsi untuk menentukan mekanisme adsorpsi yang terjadi. Proses fabrikasi membran dilakukan menggunakan alat filtrasi vakum, yang mana larutan CS- CG dengan berbagai rasio dideposisiskan pada membran pendukung. Analisis menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) menunjukkan gugus-gugus fungsi yang khas terhadap senyawa CS dan CG, sehingga mengkonfirmasi keberhasilkan dari proses fabrikasi. Hasil analisis X-Ray Photoelectron Spectroscopy (XPS) dari membran menunjukkan adanya ikatan C=N hasil reaksi pembentukan basa Schiff antara TA dan CS sehingga mengkonfirmasi fungsi TA sebagai cross-linker. Membran CS-CG bersifat hidrofilik bedasarkan hasil analisis sudut kontak air yang kurang dari 90°. Potensial zeta mencapai nilai +27,45 mV pada pH 3,15 dan ?27,05 mV pada pH 10,15. Kedua nilai pH tersebut merupakan pH optimum untuk filtrasi zat warna, dimana zat warna anionik terfiltrasi pada pH asam dan zat warna kationik pada pH basa. Pengujian filtrasi zat warna dilakukan menggunakan energi getaran dari sistem atomasi ultrasonik. Membran yang optimal diperoleh pada CS1CG0,25, dengan fluks dan rejeksi untuk MO sebesar 312 L·m?2·h?1 dan 99,1%. Sedangkan fluks dan rejeksi zat warna untuk MLB diperoleh sebesar 721 L·m?2·h?1 dan 90,24%. Hasil studi isoterm dan kinetika adsorpsi menjelaskan bahwa MO mengalami adsorpsi fisik akibat gaya van der Waals yang terjadi antara membran dan zat warna, sedangkan MLB mengalami ikatan ionik/kovalen dengan membran sehingga mengalami adsorpsi kimia.
PERANCANGAN STRATEGI RETENSI PELANGGAN BERDASARKAN PERILAKU PELANGGAN DI KURASU KISSATEN
Industri kopi merupakan industri yang saat ini berkembang pesat di Indonesia, khususnya di kota besar seperti Jakarta dengan 7.583 coffee shop yang beroperasi aktif. Kondisi ini memberikan peluang besar bagi pelaku usaha coffee shop. Salah satu usaha yang ada di industri ini adalah Kurasu Kissaten yang beroperasi sejak Agustus 2023. Pada awal pembukaannya, Kurasu Kissaten mengalami kunjungan yang sangat ramai, namun terdapat masalah terkait penurunan kunjungan ulang pelanggan seiring berjalannya waktu. Masalah ini didukung dengan temuan nilai customer retention rate (CRR) Kurasu Kissaten yang rendah (24,16%) dan tren CRR yang relatif menurun setiap periodenya, jika dibandingkan dengan CRR global untuk industri food and beverage (55%). Penelitian ini bertujuan untuk merancang strategi retensi pelanggan berdasarkan pemahaman terhadap perilaku pelanggan. Model utama yang digunakan yaitu Theory of Planned Behavior, dan model-model lainnya sebagai pendukung yang relevan dengan perilaku kunjungan atau pembelian ulang di coffee shop. Data dikumpulkan melalui semi-structured interview kepada 12 pelanggan dengan teknik judgemental dan snowball sampling. Pelanggan yang diwawancara akan dibagi menjadi empat kelompok pelanggan berdasarkan teori recency, frequency, dan monetary (RFM) dan hasil wawancara akan dianalisis menggunakan metode analisis tematik secara induktif dan deduktif. Hasil analisis digunakan untuk menyusun daftar kebutuhan pelanggan yang diklasifikasikan dengan model Kano. Daftar kebutuhan akan menjadi dasar dalam perumusan strategi retensi pelanggan menggunakan kerangka marketing mix 7P. Pemilihan strategi dipilih menggunakan ICE score matrix untuk mendapatkan strategi yang paling relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan terhadap faktor yang memengaruhi kunjungan atau pembelian ulang pada setiap kelompok pelanggan yang berbeda, seperti kebutuhan eksklusivitas bagi pelanggan loyal, insentif sosial bagi pelanggan tidak aktif, dan kesan awal yang baik bagi pelanggan baru.
DESAIN IN SILICO DAN EKSPRESI PROTEIN BINDER PENGHAMBAT INTERAKSI PVRBP2B-TFR1 PADA PLASMODIUM VIVAX DENGAN PENDEKATAN BINDCRAFT
Malaria merupakan penyakit infeksi mematikan yang masih menjadi tantangan kesehatan global, terutama di wilayah tropis dan subtropis, dan disebabkan oleh parasit Plasmodium. Di antara lima spesies yang menginfeksi manusia, Plasmodium vivax mendominasi kasus di Indonesia bersama Plasmodium falciparum, dan sulit dieliminasi karena kemampuannya membentuk hipnozoit dorman di hati yang dapat memicu relaps. Pada tahap darah, keberhasilan infeksi bergantung pada invasi retikulosit yang dimediasi interaksi spesifik antara Plasmodium vivax Reticulocyte Binding Protein 2b (PvRBP2b) dan Transferrin Receptor 1 (TfR1) pada sel inang. Pendekatan pencegahan berbasis vaksin dan antibodi monoklonal memiliki keterbatasan masing-masing, seperti respons imun yang lambat dan poliklonal pada vaksin, serta biaya produksi tinggi pada antibodi monoklonal, sehingga protein binder, molekul kecil dengan spesifisitas tinggi yang dapat dirancang secara komputasional, menjadi alternatif inhibitor yang menjanjikan untuk menghambat interaksi PvRBP2b–TfR1. Penelitian ini bertujuan merancang kandidat protein binder secara in silico dan memproduksi kandidat terpilih menggunakan sistem ekspresi Escherichia coli. Struktur kompleks PvRBP2b–TfR1 dimodelkan menggunakan AlphaFold dan ClusPro, dilanjutkan analisis antarmuka residu dengan PyMOL dan PDBsum untuk menentukan rentang serta residu target interaksi. Berdasarkan residu target tersebut (rentang residu 175– 276, 12 residu target), BindCraft digunakan untuk mendesain kandidat protein binder, menghasilkan 51 model kandidat yang kemudian diseleksi berdasarkan nilai ipTM, pTM, dan energi ikatan (?G) hingga diperoleh dua kandidat terbaik, yaitu peringkat 11 (ipTM 0,89; pTM 0,91; ?G ?10,9 kkal/mol) dan peringkat 39 (ipTM 0,90; pTM 0,92; ?G ?11,7 kkal/mol). Residu permukaan di luar daerah pengikatan dimodifikasi menjadi aspartat untuk meningkatkan stabilitas protein, dengan evaluasi superimposisi model wild-type dan mutan menunjukkan nilai RMSD rendah sehingga modifikasi tidak mengubah konformasi secara signifikan. Kedua kandidat berhasil dikonstruksi ke dalam plasmid rekombinan dan ditransformasikan ke E. coli BL21. Hasil karakterisasi menunjukkan kandidat peringkat 11 (19,5 kDa) berhasil terekspresi dan terverifikasi melalui SDS-PAGE dan western blot, sedangkan kandidat peringkat 39 (17,2 kDa) memerlukan optimasi lebih lanjut sebelum ekspresi dapat dikonfirmasi.
EVALUASI PERILAKU SIKLIK DAN KINERJA SEISMIK SAMBUNGAN BALOK-KOLOM BAJA DESAIN TIPIKAL INDONESIA DENGAN HAUNCH DAN BOX CONNECTOR PADA SUMBU LEMAH MELALUI PENDEKATAN NUMERIK DAN EKSPERIMENTAL
Sambungan balok-kolom dengan haunch dan box connector pada sumbu lemah kolom merupakan konfigurasi yang masih banyak digunakan pada praktik konstruksi baja di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perilaku siklik dan kinerja seismik sambungan tersebut melalui pendekatan numerik menggunakan ABAQUS serta pengujian eksperimental skala penuh berdasarkan peraturan yang berlaku termasuk SNI 7860, SNI 7972, AISC 358, dan AISC 360. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model numerik mampu merepresentasikan respons global sambungan dengan baik melalui kesesuaian kurva histeresis, kurva selubung, degradasi kekakuan, dam energi disipasi hasil eksperimen. Sambungan memenuhi kriteria penerimaan sambungan momen dengan mampu mempertahankan momen lebih besar dari 0.8 Mp hingga rotasi 0.04 rad. Namun, mekanisme kegagalan tidak memenuhi filosofi desain kapasitas karena deformasi inelastis terkonsentrasi pada elemen sambungan bukan pada balok. Pada pengujian eksperimental, kegagalan diawali oleh pelepasan interface antara weld metal dan base metal di sepanjang toe weld yang berkembang menjadi fraktur pada pelat box connector. Sedangkan hasil numerik menunjukkan kegagalan dikontrol oleh deformasi baut akibat asumsi ikatan las sempurna dan tidak dimodelkannya heat-affected zone (HAZ). Meskipun belum memenuhi persyaratan filosofi desain kapasitas, sambungan tetap menunjukkan perilaku relatif daktail, degradasi kekuatan yang berlangsung progresif, serta tidak mengalami kegagalan getas secara tiba-tiba. Peningkatan kualitas fabrikasi las, mutu baut, dan kapasitas sambungan direkomendasikan agar mekanisme plastis dapat bergeser menuju balok sesuai konsep desain kapasitas.
PERBAIKAN SIFAT MIKROMERITIK, MEKANIS, DAN PROFIL DISOLUSI NAPROKSEN MELALUI TEKNIK KOKRISTALISASI SFERIS DENGAN NIKOTINAMIDA
Naproksen (NPX) merupakan obat golongan non-steroidal anti-inflammatory drug (NSAID) yang termasuk dalam Biopharmaceutics Classification System (BCS) kelas II. Obat ini memiliki kelarutan yang buruk dalam air dan lipofilisitas yang tinggisehingga membatasi laju disolusinya di dalam saluran cerna. Selain itu, sifat alir dan kompresibilitas naproksen yang buruk membuatnya tidak sesuai untuk diformulasikan menjadi tablet dengan metode kempa langsung. Salah satu pendekatan untuk mengatasi keterbatasan tersebut adalah melalui teknik kokristalisasi sferis. Penelitian ini bertujuan untuk membuat aglomerat sferis kokristal naproksen dengan koformer nikotinamida (NCT), sekaligus mengevaluasi pengaruh proses tersebut terhadap sifat mikromeritik, mekanis, dan profil disolusi naproksen. Aglomerat sferis kokristal NPX-NCT dibuat dengan metode quasi-emulsion solvent diffusion (QESD) dan dikarakterisasi menggunakan PXRD, FTIR, dan DSC. Hasil evaluasi mikroskopik menunjukkan bahwa proses kokristalisasi sferis menghasilkan perubahan morfologi partikel menjadi aglomerat sferis dengan distribusi ukuran yang homogen. Perubahan morfologi partikel tersebut berkontribusi terhadap perbaikan sifat mikromeritik bahan yang meliputi peningkatan laju alir, serta penurunan nilai angle of repose, indeks kompresibilitas, dan rasio Hausner. Selain itu, terjadi perbaikan sifat mekanis melalui peningkatan nilai tensile strength dan profil elastic recovery yang lebih baik, meskipun aglomerat menunjukkan friabilitas yang tinggi. Pengujian disolusi serbuk aglomerat sferis juga menunjukkan profil disolusi yang secara signifikan lebih baik dibandingkan dengan NPX murni. Dengan demikian, kokristalisasi sferis naproksen dengan nikotinamida berpotensi meningkatkan karakteristik fisikokimia naproksen untuk sediaan padat oral.
PERANCANGAN SKEMA DANA PENSIUN BAGI DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DENGAN METODE PROJECTED UNIT CREDIT DAN MODEL SUKU BUNGA VASICEK
Penelitian ini membahas perancangan skema dana pensiun bagi dosen dan tenaga kependidikan dengan menggunakan metode Projected Unit Credit (PUC). Data peserta terdiri dari peserta awal serta peserta baru yang disimulasikan. Jumlah peserta baru dibangkitkan menggunakan distribusi Negatif Binomial karena data historis menunjukkan adanya overdispersion. Selain itu, dilakukan simulasi kenaikan golongan untuk menentukan golongan akhir peserta. Golongan akhir tersebut digunakan sebagai dasar dalam menentukan gaji terakhir peserta sebelum pensiun, yang selanjutnya digunakan dalam perhitungan manfaat pensiun. Proyeksi suku bunga dimodelkan menggunakan model Vasicek berdasarkan data historis suku bunga Bank Indonesia. Hasil model suku bunga tersebut digunakan sebagai tingkat diskonto dalam perhitungan Present Value of Future Benefit (PVFB), Normal Cost (NC), Actuarial Liability (AL), Unfunded Actuarial Liability (UAL), serta proyeksi dana pensiun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besar kewajiban aktuaria dipengaruhi oleh golongan akhir, gaji pensiun, usia pensiun, dan tingkat suku bunga. Pada awal pembentukan dana pensiun, nilai UAL relatif besar karena terdapat kewajiban atas masa kerja lalu peserta. Namun, nilai UAL menurun selama periode proyeksi setelah adanya pembayaran supplemental cost dan akumulasi hasil investasi. Dengan demikian, rancangan skema dana pensiun ini dapat digunakan untuk menggambarkan kebutuhan pendanaan dan keberlanjutan program pensiun bagi dosen dan tenaga kependidikan.
STUDI KELAYAKAN AWAL DAN PENERIMAAN PENGGUNA KANA: SEBUAH LAYANAN DUKUNGAN PERKEMBANGAN BERBASIS ORANG TUA SECARA DIGITAL DI INDONESIA
Keluarga di Indonesia yang membesarkan anak-anak dengan kondisi gangguan perkembangan saraf seperti gangguan spektrum autisme atau gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD) menghadapi tantangan yang besar dan berlipat ganda. Bagi banyak rumah tangga berpenghasilan menengah, akses berkelanjutan terhadap dukungan spesialis secara finansial masih sulit dijangkau. Situasi ini dibentuk oleh terbatasnya ketersediaan psikolog klinis dan distribusi geografis mereka yang tidak merata di seluruh negeri, di samping biaya terapi yang tidak dapat dipertahankan oleh sebagian besar keluarga seiring berjalannya waktu. Orang tua diharapkan dapat mendukung perkembangan anak mereka di rumah di antara jadwal kunjungan klinis, tetapi sebagian besar tidak menerima panduan yang terstruktur, berkelanjutan, atau selaras secara profesional tentang bagaimana melakukan hal tersebut. Penelitian ini menyoroti kesenjangan struktural antara perawatan profesional di klinik dan praktik sehari hari di rumah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kelayakan awal dan penerimaan pengguna terhadap KANA, sebuah usulan layanan dukungan perkembangan digital yang dipandu oleh orang tua (parent-led) yang dirancang untuk melengkapi, bukan menggantikan, intervensi profesional. Penelitian ini secara eksplisit bersifat eksploratif dan bertujuan untuk menentukan apakah konsep layanan tersebut dibutuhkan, dipahami, realistis secara perilaku, layak dieksplorasi secara finansial pada tingkat konsep, dan berpotensi menjadi pelengkap dalam ekosistem perkembangan anak di Indonesia. Tidak ada hasil klinis (clinical outcomes) yang diukur atau diklaim. Lima pertanyaan penelitian memberikan struktur pada studi ini, di mana masing masing mewakili satu dimensi kelayakan: pasar, layanan, perilaku, finansial, dan strategis. Untuk menguji bagaimana orang tua memandang dan merespons layanan tersebut, penelitian ini menggunakan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 2 (UTAUT2) dan model COM-B sebagai lensa analisis utamanya. Kelayakan layanan dievaluasi dengan menggunakan cetak biru layanan (service blueprint) sebagai unit analisis utama. Penelitian ini menerapkan desain metode campuran (mixed-methods) empat tahap. Tahap 1 terdiri dari wawancara semi-terstruktur dengan delapan orang tua dari anak-anak neurodivergen berusia lima hingga delapan tahun dan tiga psikolog perkembangan anak berlisensi, yang dianalisis menggunakan analisis tematik refleksif. Tahap 2 adalah pengujian interaksi prototipe. Tahap 3 adalah uji coba penggunaan nyata selama satu minggu dengan delapan orang tua yang sama, dilengkapi dengan validasi pakar terstruktur terhadap lima komponen keluaran prototipe. Tahap 4 adalah survei pasca-uji coba yang mengukur konstruk UTAUT2 dan COM-B menggunakan item skala Likert. Di seluruh lima dimensi kelayakan, penelitian ini menemukan sinyal-sinyal awal yang bervariasi dalam kekuatannya. Kelayakan pasar didukung oleh bukti kualitatif yang konsisten mengenai kebutuhan yang dapat ditangani dan belum terlayani secara memadai (underserved need) pada kedelapan informan orang tua. Kelayakan layanan didukung oleh penilaian validasi pakar yang positif di seluruh lima komponen keluaran prototipe. Kelayakan perilaku diindikasikan oleh niat jangka pendek yang tinggi untuk melanjutkan penggunaan setelah uji coba satu minggu, meskipun hal ini mencerminkan niat yang dinyatakan (stated intention), bukan retensi yang diamati. Kelayakan finansial diindikasikan oleh toleransi harga yang dinyatakan secara luas dan sinyal nilai yang dirasakan (perceived-value) secara positif di dalam sampel, dengan tunduk pada bias hipotesis. Kelayakan strategis diindikasikan oleh penerimaan awal dari pakar mengenai penempatan layanan sebagai pelengkap dari satu institusi, bukan dukungan dari ekosistem yang lebih luas. Secara kolektif, penelitian ini menunjukkan bahwa KANA layak untuk pengembangan dan validasi bertahap lebih lanjut. Penelitian ini tidak mendemonstrasikan keamanan klinis, adopsi berkelanjutan, kelayakan kelangsungan finansial, atau skalabilitas, yang masing-masing memerlukan validasi lebih lanjut seperti yang dijelaskan pada Bagian V.2. Penelitian ini mengusulkan pendekatan metode campuran yang terstruktur untuk mengevaluasi layanan kesehatan digital yang dipandu orang tua dalam lingkungan dengan sumber daya terbatas, dan mengilustrasikan bagaimana teori penerimaan teknologi dan metodologi desain layanan dapat diintegrasikan untuk menilai kesiapan pengguna dan kelangsungan layanan pada tahap konsep.
PERANCANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN PESERTA PROGRAM UMKM NAIK KELAS DENGAN MULTI-CRITERIA DECISION ANALYSIS (MCDA)
Program UMKM Naik Kelas merupakan program pembinaan yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM di Jawa Barat. Namun, proses seleksi peserta masih menghadapi beberapa permasalahan, seperti penilaian yang rentan terhadap subjektivitas evaluator, belum adanya prosedur baku dalam pembobotan dan pemeringkatan, serta belum tersedianya sistem yang dapat membantu pengolahan data secara terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pendukung keputusan yang mampu menentukan prioritas peserta Program UMKM Naik Kelas secara lebih objektif, terukur, dan konsisten. Penelitian ini menggunakan pendekatan Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA) dengan kombinasi metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). AHP digunakan untuk menentukan bobot prioritas antar kriteria berdasarkan input perbandingan berpasangan, sedangkan TOPSIS digunakan untuk menghitung nilai preferensi dan menghasilkan peringkat calon peserta. Kriteria yang digunakan terdiri dari kriteria wajib dan kriteria penilaian. Kriteria wajib digunakan sebagai tahap penyaringan awal, sedangkan kriteria penilaian digunakan dalam proses pemeringkatan peserta. Rancangan sistem dikembangkan ke dalam prototipe berbasis Microsoft Excel dengan bantuan Visual Basic for Applications (VBA) yang mencakup pengelolaan data peserta, kriteria, perhitungan AHP, perhitungan TOPSIS, dan tampilan hasil rekomendasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan prototipe sistem pendukung keputusan mampu mengintegrasikan proses penyaringan kriteria wajib, konversi nilai kriteria, pembobotan kriteria, pemeringkatan alternatif, dan penyajian rekomendasi prioritas peserta dalam satu sistem. Evaluasi kesesuaian menunjukkan bahwa sistem telah memenuhi kebutuhan utama dalam mendukung proses seleksi peserta Program UMKM Naik Kelas secara lebih terstruktur, transparan, dan konsisten. Meskipun demikian, pengembangan lebih lanjut masih diperlukan, terutama dalam hal kelengkapan data peserta, integrasi database, validasi langsung dengan pengguna, serta penyesuaian sistem apabila terdapat perubahan kebutuhan seleksi di masa mendatang.