📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 5,228 dokumen

USULAN STRATEGI RETENSI DONATUR ALUMNI DANA LESTARI BADAN PENGELOLA USAHA DAN DANA LESTARI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

Kemandirian finansial merupakan aspek krusial bagi institusi pendidikan seperti Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Dana lestari (endowment fund) yang dikelola oleh Badan Pengelola Usaha dan Dana Lestari (BPUDL) memegang peranan strategis dalam mendorong kemandirian finansial ITB. Namun, data historis menunjukkan keberadaan fluktuasi dan inkonsistensi dalam penerimaan dana tahunan yang menghambat pertumbuhan dana lestari. Akar permasalahan utama yang teridentifikasi adalah rendahnya tingkat retensi berdonasi alumni ITB dengan mayoritas alumni hanya menjadi one-time-donor saat kelulusan. Rendahnya tingkat berdonasi ini berpotensi mengancam kestabilan finansial jangka panjang yang sedang dibangun ITB melalui dana lestari yang dikelola BPUDL. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berperan dalam menginisiasi dan mendorong retensi donasi dari alumni ITB. Metode pengolahan data kuantitatif multivariat berupa PLS-SEM menjadi pilihan pada penelitian ini untuk mendukung sifat eksploratif dari tujuan penelitian. Model penelitian dikembangkan dengan merujuk pada tiga penelitian terdahulu, yaitu penelitian Behl dkk. (2023), Nasution dkk. (2025), dan Shen & Sha (2020). Penyebaran kuesioner dengan teknik convenience sampling terhadap alumni ITB memperoleh 301 responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa philanthropic intentions, alumni engagement, social impact, openness, dan assurance of legitimacy memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap donation retention. Akan tetapi, konstruk brand equity dan conversational voice teridentifikasi tidak memberikan pengaruh yang signifikan. Analisis tingkat kepentingan dan performa konstruk akan diukur dengan Importance-Performance Map Analysis (IPMA) dan keberadaan heterogenitas kelompok responden diuji dengan Multigroup Analysis (MGA). Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh, penelitian ini mengusulkan strategi retensi donasi dana lestari alumni ITB kepada BPUDL, yaitu: (I) peningkatan intensi filantropi alumni; (II) penyusunan cerita inspiratif dari alumni penerima bantuan filantropi ITB; (III) peningkatan keterikatan alumni terhadap ITB; dan (IV) penyebaran informasi relevan berdasarkan kekhawatiran alumni.

2026
👤 Penulis: Marzel Zhafir Nugroho
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

PENGEMBANGAN MODEL MULTIFIDELITY-PHYSICS INFORMED NEURAL NETWORK BERBASIS MODIFIED CAM CLAY UNTUK MEMPREDIKSI KURVA STRESS-STRAIN TANAH LEMPUNG

Prediksi kurva stress-strain tanah lempung menggunakan machine learning telah berkembang pesat di bidang teknik geoteknik, meskipun sebagian besar pendekatan machine learning hanya melakukan curve fitting — pendekatan tersebut membutuhkan data yang masif, mengabaikan aspek mekanika tanah, dan jarang memperhitungkan pore stress. Sebagian besar penelitian sebelumnya juga berfokus pada tanah pasir dan hanya memprediksi perilaku deviatoric stress. Penelitian ini mengusulkan model neural network berupa Multifidelity–Physics-Informed (MPINN) dua tahap yang memprediksi baik deviatoric stress maupun pore stress tanah lempung berdasarkan index properties-nya. Tahap 1 menggunakan neural network berupa Artificial Neural Network (ANN) untuk mengkalibrasi parameter Modified Cam Clay (MCC) dan menghasilkan kurva low-fidelity yang konsisten secara fisika melalui batasan keras. Tahap 2 menggunakan LSTM atau BiLSTM untuk mempelajari residual antara kurva MCC tahap 1 dan data pengujian laboratoriun Triaxial CU sebagai target, sehingga menghasilkan mekanisme multifidelity berbasis residual. Dalam penelitian ini, hyperparameter dioptimasi menggunakan Bayesian Optimization dan 5-Fold Cross Validation, serta lima model — RF, LSTM-Only, BiLSTM-Only, LSTM-MPINN, dan BiLSTM-MPINN — dibandingkan performanya untuk 176 pasang kurva. LSTM-MPINN memberikan kinerja terbaik dan paling robust (R² = 0,869 pada data uji), dengan performa terbaik berada pada rentang water content 44–85%, plasticity index 58–80%, dan void ratio 1,15–2,17. Selain itu, analisis SHAP menunjukkan bahwa MPINN menggeser fitur penting dari parameter yang secara mekanik merupakan parameter yang lemah (berat jenis basah, gravitasi spesifik) ke parameter yang lebih sesuai dengan mekanika (PI, LI), sehingga menghasilkan prediksi yang tidak hanya lebih akurat tetapi juga dapat diinterpretasikan secara geoteknik. Kerangka ini memberikan model yang efisien dalam penggunaan data dan konsisten secara fisika untuk memprediksi perilaku tanah lempung pada tahap awal selagi menunggu hasil hasil laboratorium. Nilai error E50, puncak q, dan ????? ketika puncak q juga dievaluasi pada penelitian ini. Meskipun hasil penelitian ini tidak menunjukkan pola karakteristik tanah tertentu yang memberikan error terkecil, secara umum seluruh model menunjukkan bahwa error terhadap puncak q lebih kecil dibandingkan error E50 dan ????? ketika puncak q.

2026
👤 Penulis: Moh. Ilham Ghifari
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

ANALISIS MULTI-LEVEL PERSPECTIVE PADA KASUS PROGRAM PENGEMBANGAN LEMBAGA PENGELOLA SAMPAH TINGKAT KAWASAN DI KOTA BANDUNG

Krisis persampahan di Kota Bandung, khususnya pasca keterbatasan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, menunjukkan perlunya transformasi sistem pengelolaan sampah yang selama ini didominasi pendekatan angkut-buang. Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, dikembangkan Program Pembentukan Lembaga Pengelola Sampah Tingkat Kelurahan (PSTK) yang bertujuan memperkuat pengelolaan sampah organik berbasis pada kelurahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses pembentukan dan pengembangan PSTK sebagai inovasi kelembagaan dalam transisi pengelolaan sampah perkotaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus pada PSTK di Kelurahan Panjunan dan Kelurahan Nyengseret, Kota Bandung. Analisis dilakukan dengan mengintegrasikan kerangka Multi-Level Perspective (MLP), Microfoundations of Sustainability Transitions, Institutional Complexity, dan Niche Configurations untuk memahami interaksi antara inovasi, aktor, institusi, serta dinamika perubahan dalam sistem pengelolaan sampah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PSTK berkembang sebagai institutional niche yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengolahan sampah organik, tetapi juga sebagai inovasi tata kelola yang mengintegrasikan perubahan perilaku, penguatan kapasitas masyarakat, dan pengembangan sistem pengelolaan sampah berbasis kelurahan. Perkembangan PSTK berlangsung dalam situasi institutional complexity yang ditandai oleh interaksi antara logika lingkungan, logika administratif negara, logika komunitas, dan logika ekonomi sirkular yang memengaruhi arah pengembangan kelembagaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa transisi yang terjadi tidak mengarah pada penggantian rezim pengelolaan sampah yang telah ada, melainkan pada proses incremental regime adaptation, yaitu adaptasi rezim melalui integrasi inovasi kelembagaan yang berkembang pada level niche. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan analisis transisi persampahan melalui integrasi perspektif MLP, microfoundations, dan institutional complexity untuk menunjukkan bahwa niche dalam transisi pengelolaan sampah tidak selalu berbentuk inovasi teknologi, tetapi dapat berupa inovasi kelembagaan yang berperan sebagai arena negosiasi berbagai logika kelembagaan dalam mendorong transformasi sistem pengelolaan sampah perkotaan.

2026
👤 Penulis: Mochamad Andi Nurfauzi
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Institusi Komunitas

PERANCANGAN INDUSTRI PRODUKSI TOMAT (SOLANUM LYCOPERSICUM) KERING IRISAN DAN BUBUK

Tomat merupakan komoditas hortikultura dengan produksi tinggi di Indonesia, namun memiliki kadar air yang sangat tinggi (93–95%) sehingga mudah mengalami kerusakan dan kehilangan hasil (food loss) selama penyimpanan dan distribusi. Kondisi ini menyebabkan umur simpan tomat relatif pendek serta fluktuasi harga saat panen raya. Salah satu upaya untuk mengurangi kerusakan pascapanen adalah melalui proses pengeringan yang dapat menurunkan kadar air, menghambat pertumbuhan mikroorganisme, memperpanjang umur simpan, serta meningkatkan nilai tambah tomat. Namun, untuk menghasilkan tomat kering dengan mutu yang baik, proses pengeringan perlu didukung oleh tahapan pengolahan yang tepat. Oleh karena itu, diperlukan perancangan proses yang terintegrasi guna menjaga kualitas produk selama pengolahan hingga penyimpanan. Perancangan industri ini bertujuan menghasilkan produk tomat kering dalam bentuk irisan dan bubuk yang berkualitas, aman, serta memiliki umur simpan yang lebih panjang. Sistem produksi dirancang secara terintegrasi mulai dari penerimaan bahan baku hingga distribusi. Inovasi yang diterapkan meliputi pre-treatment menggunakan kalium metabisulfit (K?S?O?) dan kalsium klorida (CaCl?), pengeringan menggunakan food dehydrator, serta pengemasan vakum. Pre-treatment berfungsi untuk mempertahankan warna, tekstur, dan kandungan nutrisi, sedangkan food dehydrator akan memberikan hasil pengeringan yang lebih merata dan terkontrol. Pengemasan vakum digunakan untuk menghambat oksidasi dan pertumbuhan mikroorganisme sehingga dapat memperpanjang umur simpan tomat kering. Kapasitas produksi dirancang menggunakan 579 kg tomat segar per batch yang akan menghasilkan 248 kemasan irisan tomat kering serta 58 kemasan tomat bubuk, dengan bobot masing-masing 100 gram dan total produksi sekitar 984 kg per bulan. Sistem produksi menerapkan konsep zero waste, yaitu irisan tomat yang tidak memenuhi standar estetika diolah menjadi bubuk sehingga pemanfaatan bahan baku lebih optimal. Produk yang dihasilkan memiliki kadar air rendah, mutu mikrobiologis stabil, umur simpan lebih panjang, serta kandungan nutrisi dan antioksidan yang tetap terjaga. Analisis finansial menunjukkan bahwa industri ini layak dijalankan dengan nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp3.016.032.531, Internal Rate of Return (IRR) 34%, Benefit Cost Ratio (BCR) 1,9, dan Payback Period (PP) selama 2 tahun 3 bulan. Analisis sensitivitas menunjukkan usaha masih layak pada kenaikan biaya bahan baku hingga 54% serta penurunan harga jual maupun volume penjualan hingga 13%.

2026
👤 Penulis: Nabila Rahma Faiza Heryanto
🏷️ Produksi Hidroponik 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

ANALISIS HUBUNGAN FAKTOR IKLIM TERHADAP RISIKO DEMAM BERDARAH DI SULAWESI

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang ditularkan oleh nyamuk Aedes dan penyebarannya dipengaruhi oleh faktor iklim, seperti suhu, curah hujan, dan kelembapan relatif. Hubungan antara faktor iklim dan kejadian DBD bersifat kompleks karena menunjukkan pola nonlinier serta efek keterlambatan (lag), sehingga diperlukan pendekatan pemodelan yang mampu mengakomodasi karakteristik tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan nonlinier dan efek lag antara faktor iklim dan kejadian DBD, menentukan spesifikasi model Distributed Lag Nonlinear Model (DLNM) terbaik, mengevaluasi kemampuan prediktif model, serta menginterpretasikan hubungan antara faktor iklim dan kejadian DBD berdasarkan estimasi Relative Risk (RR). Penelitian ini menggunakan data bulanan periode Januari 2019 hingga Oktober 2024 pada Kota Palu, Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Buton Selatan, Kabupaten Buton Utara, dan Kabupaten Buton. Variabel respons berupa jumlah kasus DBD, sedangkan variabel prediktor meliputi suhu rata-rata, curah hujan, dan kelembapan relatif. Pemodelan dilakukan menggunakan Distributed Lag Nonlinear Model (DLNM) dalam kerangka Bayesian dengan distribusi Negative Binomial dan pendekatan Integrated Nested Laplace Approximation (INLA). Pemilihan model terbaik didasarkan pada nilai Mean Leave-One-Year-Out Cross Validation (LOYO CV) dan Deviance Information Criterion (DIC), sedangkan evaluasi model dilakukan menggunakan probabilitas outbreak, Receiver Operating Characteristic (ROC), Area Under the Curve (AUC), dan Confusion Matrix. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara faktor iklim dan kejadian DBD bersifat nonlinier dengan efek lag hingga lima bulan, dengan pola yang berbeda pada setiap wilayah. Model terbaik di Kota Palu melibatkan curah hujan dan kelembapan relatif, di Kabupaten Buton Selatan dan Kabupaten Buton hanya melibatkan curah hujan, sedangkan di Kabupaten Buton Utara hanya melibatkan kelembapan relatif. Adapun di Kabupaten Buton Tengah tidak ada variabel iklim yang terpilih, sehingga model terbaiknya hanya memuat komponen temporal berupa efek musiman dan efek antar tahun. Secara umum, variabel suhu tidak terpilih pada satu pun wilayah, sedangkan curah hujan menjadi variabel iklim yang paling dominan. Evaluasi menggunakan LOYO CV menunjukkan bahwa model mampu menggambarkan pola temporal kejadian DBD, meskipun kemampuan prediktifnya bervariasi antarwilayah. Selain itu, estimasi Relative Risk menunjukkan bahwa besarnya risiko DBD dipengaruhi oleh tingkat paparan faktor iklim dan waktu lag. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan DLNM berbasis Bayesian mampu menggambarkan hubungan kompleks antara faktor iklim dan kejadian DBD serta berpotensi mendukung sistem peringatan dini dan pengendalian DBD yang lebih adaptif terhadap kondisi iklim di masing-masing wilayah.

2026
👤 Penulis: Nona Tjie Sapulette
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PENGARUH EKSTRAKSI ALKALI DAN STRUKTUR LEMBARAN SERAT UNTUK MENINGKATKAN PERFORMA VEGAN LEATHER BERBASIS SERAT DAUN NANAS (PALF).

Tingginya beban lingkungan industri penyamakan kulit mendorong urgensi pengembangan material komposit alami berkelanjutan. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh konsentrasi NaOH (5% dan 10%) serta rasio cairan-terhadap-padatan (10:1 dan 20:1 mL/g) pada proses ekstraksi alkali serat daun nanas (pineapple leaf fiber, PALF) terhadap karakteristik kulit vegan (vegan leather) berbasis matriks lateks karet alam. Komposit non-anyaman (non-woven) hasil fabrikasi dikarakterisasi secara komprehensif, dengan kain PALF anyaman (woven, W0) digunakan sebagai variasi struktur lembaran serat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi NaOH dari 5% ke 10% dan ekspansi rasio cairan terhadap padatan dari 10:1 ke 20:1 mL/g secara signifikan meningkatkan efisiensi delignifikasi serat. Fenomena ini meningkatkan interaksi antarmuka serat-matriks, di mana perlakuan NaOH 10% dengan rasio 20:1 mL/g menghasilkan kadar selulosa sebesar 88,66%, kuat tarik komposit non-anyaman sebesar 2,43 MPa, dan reduksi absorpsi air hingga 5,48% akibat struktur yang lebih homogen berdasarkan pengamatan Scanning Electron Microscopy (SEM). Pada kondisi tersebut, kulit vegan menunjukkan stabilitas yang baik dengan laju biodegradasi terkendali sebesar 8,97% massa hilang setelah 28 hari. Sebagai pembanding, variasi woven menghasilkan kuat tarik 7,78 MPa dan kuat sobek 66,44 N/mm. Dapat disimpulkan bahwa manipulasi parameter termokimia ekstraksi alkali secara langsung merekayasa sifat fungsional komposit kulit vegan untuk aplikasi mode ringan (lightweight fashion).

2026
👤 Penulis: Ariel Attalla Kautsar
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PERENCANAAN DESAIN STRUKTUR KOLAM PELABUHAN D DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA, KABUPATEN CILACAP, JAWA TENGAH

Pelabuhan Perikanan Samuder (PPS) Cilacap adalah salah satu pusat kegiatan perikanan tangkap di Pesisir Selatan Pulau Jawa yang mempunyai peran penting dalam mendukung aktivitas pendaratan ikan, tambat kapal, dan distribusi hasil perikanan. Seiring meningkatnya jumlah armada kapal dan intensitas operasional, fasilitas kolam pelabuhan eksisting belum mampu melayani kebutuhan secara optimal terutama dari segi kapasitas, kedalaman, serta ketenangan perairan. Studi ini bertujuan untuk merencanakan desain Kolam Pelabuhan D di PPS Cilacap dengan menggunakan software Delft3d, dimana analisis ini menggunakan data batimetri, topografi, angin, gelombang, pasang surut, dan kapal rencana. Berdasarkan desain perencanaan pada kedalaman untuk alur pelayaran yaitu 3,9 m yang diperoleh berdasarkan kapal rencana terbesar. Selain itu, kedalaman kolam pelabuhan direncanakan sebesar 3,05 m. Sehingga untuk mencapai kedalaman tersebut perlu adanya pengerukan pada area yang direncanakan. Volume pengerukan yang dilakukan yaitu 19.973 m3. Estimasi biaya keseluruhan dalam perencanaan kolam pelabuhan ini pada alternatif 1 yaitu Rp66.587.934.393,82 dan pada alternatif 2 yaitu Rp76.791.694.348,47. Berdasarkan hasil analisis, alternatif 1 dipilih sebagai desain terpilih karena telah memenuhi kriteria ketenangan perairan untuk operasional kapal serta memiliki biaya pembangunan yang lebih ekonomis

2026
👤 Penulis: Melisa Yanuarti
🏷️ Desain Struktur 🏷️ Analisis Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PERAN KUALITAS PEMBELAJARAN SEBAGAI MEDIATOR DALAM PENGARUH KEBIJAKAN KURIKULUM MERDEKA TERHADAP LITERASI DAN NUMERASI SISWA

Rendahnya capaian literasi dan numerasi pada program PISA Indonesia menjadi indikator penting atas tantangan yang masih dihadapi pendidikan Indonesia. Sebagai respon terhadap kondisi tersebut, pemerintah meluncurkan Kebijakan Kurikulum Merdeka (KM) sebagai upaya perbaikan melalui transformasi kurikulum yang lebih fleksibel dan berpusat pada siswa. Sejumlah penelitian sebelumnya menunjukan adanya korelasi positif antara implementasi Kurikulum Merdeka dengan skor literasi numerasi siswa, namun mayoritas evaluasi yang dilakukan sebelumnya masih bersifat deskriptif-kualitatif sehingga belum mampu mengidentifikasi dampak kausal dari kebijakan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi dampak kausal implementasi Kurikulum Merdeka terhadap capaian literasi dan numerasi siswa pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, serta menguji hipotesis bahwa dampak tersebut dimediasi oleh peningkatan kualitas pembelajaran. Secara metodologis, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan 176.510 data observasi sekolah dari data sekunder Asesmen Nasional (AN) periode 2021–2024. Analisis dampak dilakukan menggunakan metode Staggered Difference-in-Differences (DiD) dengan estimator Callaway dan Sant’Anna yang telah disetarakan sebelumnya melalui Propensity Score Matching (PSM). Ketahanan estimasi dampak kemudian diuji melalui analisis sensitivitas dengan Honest Difference in Difference dan analisis Staggered DiD pada level subgrup. Untuk membuka mekanisme internal kebijakan, dilakukan analisis mediasi menggunakan kerangka Baron dan Kenny yang diperkuat dengan prosedur bootstrapping guna memastikan validitas efek tidak langsung. Pada estimasi sampel penuh (naïve estimates) implementasi Kurikulum Merdeka berasosiasi positif dengan peningkatan skor literasi dan numerasi. Namun, pengujian asumsi parallel trends mendeteksi perbedaan laju pertumbuhan yang sistematis antara sekolah perlakuan dan kontrol sebelum kebijakan diimplementasikan. Uji sensitivitas dengan Honest DiD menunjukan efek kausalitas sangat sensitif dan hanya akan robust jika diasumsikan bias trend di masa depan memburuk tidak lebih dari 50% dibandingkan masa lalu. Oleh karena itu, klaim kausal atas dampak literasi dan numerasi pada penelitian ini diposisikan sebagai temuan indikatif dan terbatas, bukan konklusif. Variabel Kualitas pembelajaran juga secara signifikan berperan sebagai partial mediation dari intervensi Kebijakan Kurikulum Merdeka terhadap literasi dan numerasi. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan literatur mengenai evaluasi kebijakan pendidikan, khususnya implementasi kurikulum serta menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pembelajaran sebagai mekanisme kunci yang memediasi pengaruh kebijakan terhadap capaian pembelajaran siswa.

2026
👤 Penulis: Tia Muhamad Reza
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Data

HUBUNGAN MIKROSTRUKTUR TERHADAP PERFORMA ELEKTROKIMIA KATODE LINI0,5MN1,5O4 (LNMO) PADA BATERAI ION LITIUM

Baterai ion litium merupakan teknologi penyimpanan energi yang banyak digunakan pada perangkat elektronik portabel, kendaraan listrik, dan sistem penyimpanan energi skala besar. Salah satu material katode yang menjanjikan untuk aplikasi baterai ion litium generasi berikutnya adalah LiNi0,5Mn1,5O4 (LNMO) karena memiliki tegangan operasi tinggi (~4,7 V vs Li/Li?), densitas energi yang tinggi, struktur spinel tiga dimensi, serta bebas kobalt. Namun, material LNMO masih menghadapi berbagai tantangan, seperti degradasi struktur, pelarutan Mn, pembentukan fase impuritas, dan ketidakstabilan antarmuka pada tegangan tinggi yang dapat menurunkan performa elektrokimia. Salah satu pendekatan yang berpotensi meningkatkan stabilitas LNMO adalah melalui rekayasa mikrostruktur. Meskipun demikian, kajian mengenai pengaruh heating rate terhadap evolusi mikrostruktur LNMO yang disintesis melalui metode kopresipitasi serta keterkaitannya dengan performa elektrokimia masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh variasi heating rate selama proses kalsinasi terhadap mikrostruktur dan performa elektrokimia LNMO yang disintesis menggunakan metode kopresipitasi. Material LNMO disintesis menggunakan metode kopresipitasi yang diikuti proses kalsinasi dengan variasi heating rate sebesar 4 °C/min, 7 °C/min, dan 10 °C/min. Karakterisasi struktur kristal dilakukan menggunakan X-ray Diffraction (XRD) yang dilengkapi analisis Rietveld refinement, sedangkan morfologi partikel diamati menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM). Evaluasi performa elektrokimia dilakukan melalui pengujian Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS), charge-discharge, dan stabilitas siklus menggunakan konfigurasi half-cell (LNMO || Li). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel berhasil membentuk fase spinel LNMO. Peningkatan heating rate (HR) menyebabkan peningkatan fraksi fase impuritas Na0,67Ni0,33Mn0,67O2 dan penurunan kristalinitas material. Sampel LNMO HR 4 menunjukkan karakteristik mikrostruktur terbaik dengan kandungan fase impuritas paling rendah, morfologi truncated octahedral yang lebih homogen, permukaan partikel yang lebih halus, serta jumlah partikel sekunder yang lebih sedikit dibandingkan sampel lainnya. Hasil pengujian charge-discharge menunjukkan bahwa LNMO HR 4 memiliki kapasitas spesifik discharge sebesar 125,04 mAh g?¹ dan coulombic efficiency sebesar 92,52%. Sementara itu, pengujian EIS menunjukkan bahwa LNMO HR 7 memiliki hambatan transfer muatan (charge transfer resistance, Rct) terendah sebesar 103,4 ?, diikuti oleh LNMO HR 4 sebesar 118,5 ? dan LNMO HR 10 sebesar 124,2 ?. Hasil ini menunjukkan bahwa hambatan transfer muatan yang rendah tidak selalu berkorelasi secara langsung dengan performa elektrokimia secara keseluruhan, karena kinerja LNMO juga dipengaruhi oleh karakteristik mikrostruktur yang terbentuk. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa hubungan antara mikrostruktur dan performa elektrokimia bersifat kompleks dan tidak dapat dijelaskan hanya berdasarkan satu parameter elektrokimia. Interaksi antara struktur kristal, morfologi partikel, fase impuritas, dan karakteristik antarmuka elektrode-elektrolit perlu dipertimbangkan secara simultan untuk memahami mekanisme yang mendasari peningkatan maupun penurunan kinerja material LNMO. Pengujian stabilitas siklus selama 300 siklus pada densitas arus 1 C menunjukkan bahwa LNMO HR 4 memiliki stabilitas siklus terbaik dengan capacity retention sebesar 94,23%. Secara keseluruhan, hasil penelitian mengonfirmasi bahwa variasi heating rate merupakan parameter sintesis yang berperan dalam mengendalikan evolusi mikrostruktur LNMO, yang selanjutnya memengaruhi karakteristik transfer muatan, kapasitas spesifik, dan stabilitas siklus material. Selain itu, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa performa elektrokimia LNMO tidak ditentukan oleh satu parameter tunggal, melainkan merupakan hasil interaksi antara kristalinitas, homogenitas morfologi, keberadaan fase impuritas, dan karakteristik transfer muatan yang terbentuk selama proses sintesis. Temuan ini memberikan kontribusi ilmiah berupa pemahaman mengenai peran heating rate dalam mengendalikan evolusi mikrostruktur serta keterkaitannya dengan performa elektrokimia LNMO yang disintesis melalui metode kopresipitasi, sehingga optimasi mikrostruktur melalui kontrol heating rate dapat menjadi salah satu strategi yang menjanjikan untuk meningkatkan performa dan kestabilan material katode LNMO sebagai kandidat material katode baterai ion litium bertegangan tinggi.

2026
👤 Penulis: Muhammad Khairul Jawad
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PERAN MODAL MANUSIA PADA PELAKU USAHA BATIK DALAM MENDUKUNG TRANSISI PRAKTIK EKONOMI SIRKULAR DI KAMPUNG BATIK KAUMAN, KOTA PEKALONGAN

Industri batik sebagai bagian dari industri tekstil menghadapi tantangan lingkungan berupa tingginya penggunaan bahan baku, air, energi, dan limbah produksi. Ekonomi sirkular menjadi pendekatan untuk mengatasi permasalahan tersebut melalui penerapan prinsip 9R. Keberhasilan transisi praktik ekonomi sirkular tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan kebijakan, tetapi juga oleh modal manusia pelaku usaha. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi peran modal manusia pada pelaku usaha batik dalam mendukung transisi praktik ekonomi sirkular di Kampung Batik Kauman, Kota Pekalongan. Penelitian menggunakan pendekatan mixedmethods dengan sifat deskriptif-eksploratif dan pendekatan deduktif. Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan statistik deskriptif terhadap 20 pelaku usaha batik untuk mengidentifikasi penerapan prinsip 9R, sedangkan analisis kualitatif dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, studi dokumen, dan pengkodean tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik ekonomi sirkular telah diterapkan pada seluruh tahapan produksi, namun masih didominasi oleh prinsip reduce, reuse, repair, dan recycle, sedangkan prinsip ekonomi sirkular dengan tingkat hierarki yang lebih tinggi masih terbatas. Modal manusia pelaku usaha didukung oleh pengetahuan praktis, keterampilan teknis, dan pengalaman pelatihan, tetapi belum sepenuhnya berkembang menjadi kapasitas yang sistematis dalam mengelola aliran material, mengukur efisiensi penggunaan sumber daya, serta mengevaluasi proses produksi. Peran modal manusia dipengaruhi oleh faktor pendorong berupa komitmen kepemimpinan, pola pikir organisasi, model bisnis inovatif, jejaring dan kolaborasi, dukungan pemerintah, ketersediaan sumber daya, serta kapasitas modal manusia, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan finansial, keterbatasan teknologi, rendahnya pengetahuan dan kesadaran, kompleksitas rantai pasok, keterbatasan regulasi dan insentif, serta keterbatasan infrastruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa modal manusia telah berperan sebagai modal awal dalam mendukung transisi praktik ekonomi sirkular, namun masih berada pada tahap praktis-transisional sehingga masih memerlukan penguatan kapasitas melalui peningkatan pengetahuan konseptual, keterampilan pengelolaan produksi yang terukur, serta pelatihan yang lebih spesifik.

2026
👤 Penulis: Muhamad Rafli Permadi
🏷️ Ekonomi Sirkular 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

PENGARUH FERMENTASI SUBSTRAT PADAT MENGGUNAKAN BACILLUS SUBTILIS TERHADAP HIDROLISAT PROTEIN TEPUNG LARVA LALAT TENTARA HITAM (HERMETIA ILLUCENS L.) BEBAS LEMAK

Larva Lalat Tentara Hitam (Hermetia illucens L.) memiliki potensi sebagai sumber protein alternatif bernilai tinggi untuk pangan dan pakan berkelanjutan, namun masih terkendala oleh tingginya kandungan lemak serta kompleksitas struktur protein yang membatasi ketersediaan hayatinya. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kadar, perolehan, derajat hidrolisis, karakteristik, dan bioaktivitas protein H. illucens melalui penghilangan lemak, fermentasi substrat padat menggunakan Bacillus subtilis pada 45°C, ekstraksi alkali menggunakan NaOH 0,25 M, serta hidrolisis enzimatis menggunakan bromelain. Variasi waktu fermentasi (0–4 hari) meningatkan kadar protein dari 47,15% menjadi 51,07 ± 0,06%, dengan kondisi optimum pada hari ke-4. Kurva pertumbuhan B. subtilis menunjukkan laju pertumbuhan spesifik sebesar 0,181 jam?¹ dan waktu penggandaan 3,82 jam, yang mendukung proses biokonversi substrat. Ekstraksi alkali meningkatkan perolehan protein dari 42,73% menjadi 65,26 ± 4,48%, dengan nilai optimum pada hari ke-2 fermentasi, sedangkan hidrolisis enzimatis meningkatkan derajat hidrolisis dari 46,65% menjadi 49,63 ± 1,84%, dengan nilai tertinggi pada hari ke-4. Analisis SDS-PAGE menunjukkan terjadinya penurunan berat molekul protein setelah fermentasi dan hidrolisis, yang mengindikasikan degradasi protein menjadi peptida berukuran lebih kecil. Fermentasi juga meningkatkan kandungan asam amino esensial. Hidrolisat protein yang dihasilkan menunjukkan aktivitas antioksidan dengan nilai IC?? sebesar 194,46 ± 6,68 ppm serta tidak menunjukkan aktivitas antimikroba terhadap E.coli dan S.aureus. Sebagai kesimpulan, kombinasi fermentasi, ekstraksi alkali, dan hidrolisis enzimatis efektif meningkatkan kualitas protein H. illucens melalui peningkatan kadar protein, perolehan protein, derajat hidrolisis, perubahan profil molekul protein, serta menghasilkan hidrolisat protein yang memiliki potensi bioaktif untuk aplikasi pangan dan pakan fungsional.

2026
👤 Penulis: Imanuel Ryu Orestes
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PERANCANGAN DECISION SUPPORT SYSTEM PROSES PAIRING MATCHING DAN MIDDLE END WEBSITE SEBAGAI KANAL TERINTEGRASI OPERASIONAL JASA LOGISTIK PT SERASI LOGISTICS INDONESIA

PT Serasi Logistics Indonesia (PT SLI) merupakan perusahaan penyedia jasa logistik terintegrasi dengan tiga lini layanan utama, yaitu warehouse management, freight forwarding, dan trucking solutions. Penelitian ini difokuskan pada layanan trucking solutions, khususnya proses pairing matching unit dan driver yang masih dilakukan secara manual menggunakan Microsoft Excel. Kondisi tersebut menyebabkan proses penugasan membutuhkan waktu lama, visibilitas ketersediaan unit dan driver belum aktual, serta berisiko tidak memenuhi service level agreement (SLA) customer. Selain itu, koordinasi antar Divisi Sales & Account, Operations, dan Finance & Administration masih bergantung pada komunikasi informal sehingga menimbulkan keterlambatan informasi terkait status order, UJP, perjalanan, POD, dan billing. Penelitian ini bertujuan merancang Decision Support System (DSS) untuk mendukung prioritisasi order dalam proses pairing matching serta merancang middle-end website operasional sebagai kanal terintegrasi pada proses pre-shipment, on-shipment, dan post-shipment. Metodologi yang digunakan mengacu pada System Development Life Cycle (SDLC). DSS dirancang menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan bobot kriteria dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) untuk menghasilkan peringkat prioritas order. Kriteria yang digunakan meliputi status AFFCO, kategori customer, profit, dan waktu tunggu order. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan DSS mampu menghasilkan prioritas order secara terstruktur dengan nilai consistency ratio AHP sebesar 0,07. Simulasi DSS menunjukkan bahwa order dengan waktu tunggu mencapai 20 menit dapat dinaikkan prioritasnya sesuai SLA pairing matching. Selain itu, rancangan middle-end website mengintegrasikan modul booking order, pairing matching, UJP, shipment tracking, e-POD, billing checklist, dan operational dashboard. Hasil verifikasi dan validasi menunjukkan bahwa rancangan telah memenuhi kebutuhan utama pengguna serta mampu mendukung percepatan penugasan, koordinasi lintas divisi, dan transparansi operasional bagi internal perusahaan maupun customer.

2026
👤 Penulis: Rafly Akbar
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Keputusan

TUGUREJO MANGROVE ECO-HUB: PUSAT PENELITIAN, EDUKASI, DAN PERLINDUNGAN EKOSISTEM MANGROVE

Indonesia sebagai kawasan ekosistem mangrove terbesar di dunia memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan biosfer global. Selain skala global, ekosistem mangrove juga memiliiki peran tersendiri untuk wilayahnya, salah satunya di Kota Semarang. Ekosistem mangrove Tugurejo merupakan bagian dari kawasan mangrove terluas di Kota Semarang yang berperan penting bagi stabilitas pesisir Kota Semarang. Meski berperan penting, keberadaannya masih sering dikorbankan untuk kepentingan ekspansi industri, yang berdampak pada penurunan signifikan ekosistem mangrove. Kondisi ini juga menimbulkan konflik pemanfaatan ruang, dimana masyarakat lokal memiliki keterikatan secara historis, ekologis serta ekonomis terhadap ekosistem mangrove. Intervensi arsitektur diperlukan untuk mengakomodasi posisi sebagai kawasan lindung mangrove dari ekspansi industri serta sebagai wadah pemberdayaan kolaboratif. Perancangan Tugurejo Mangrove Eco-Hub sebagai design catalyst, bertujuan untuk merancang sebuah fasilitas yang memicu perubahan, perlindungan dan percepatan proses regenerasi dalam lingkungan. Mengintegrasikan fungsi penelitian, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat sebagai pemicu perubahan. Menggunakan pendekatan regeneratif dan resiliensi yang berupaya membangun kemitraan aktif antara objek arsitektur dengan ekosistem untuk meningkatkan kapasitas lingkungan secara progresif. Metode perancangan mencakup analisis tapak secara menyeluruh, kajian literatur, dan studi preseden terkait fungsi, lokasi perancangan, dan konstruksi lahan basah. Perancangan dirumuskan dengan gubahan massa yang menyebar dalam kawasan perancangan dengan sistem panggung atau elevated untuk mengurangi dampak fisik ke lingkungan lahan basah. Secara teknis menyediakan zona untuk ruang pulih dan berkembang keseluruhan ekosistem mangrove, serta akselerator peningkatan kerapatan mangrove. Struktur baja dan beton prefabrikasi dipilih untuk meminimalisasi konstruksi, sekaligus rekayasa pada struktur yang memungkinkan berperan sebagai sediment capture dan nursery habitat. Untuk meningkatkan resiliensi, fasilitas juga berperan dalam mewujudkan konektivitas dan kolaborasi melalui transfer pengetahuan serta pemberdayaan masyarakat lokal. Dengan begitu mampu meningkatkan ethical interdependence antara manusia dan lingkungan untuk saling menjaga, melestarikan, dan melindungi.

2026
👤 Penulis: Rahmawati Intan Pratiwi
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

INTEGRASI PROSES VARIANCE GAMMA (VG) DAN GEOMETRIC BROWNIAN MOTION (GBM) UNTUK SIMULASI HARGA KARBON

Ketidakpastian harga karbon menjadi faktor penting dalam penilaian kelayakan ekonomi proyek mitigasi iklim. Penelitian ini menganalisis dan membandingkan kelayakan ekonomi Proyek Penyerapan Karbon Berbasis Mikroalga dan Proyek Panas Bumi Lahendong Unit 5 & 6 dengan memodelkan harga karbon menggunakan Geometric Brownian Motion (GBM) dan Variance Gamma (VG). Data harga karbon berasal dari transaksi IDXCarbon periode Januari 2024-Maret 2026. Pemilihan model dilakukan berdasarkan uji normalitas serta kriteria AIC, BIC, RMSE, dan MAPE. Valuasi proyek dilakukan menggunakan Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), simulasi Monte Carlo 10.000 iterasi, serta Real Options Valuation (ROV) dengan pendekatan option to delay untuk Proyek Lahendong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model VG memberikan kinerja terbaik dengan AIC -379,06, BIC -375,29, dan MAPE 0,4989%. Proyek Mikroalga tidak layak secara ekonomi dengan ekspektasi NPV sebesar -Rp57.503.294 dan probabilitas kegagalan 100%, sedangkan Proyek Lahendong menunjukkan kinerja yang baik dengan ekspektasi NPV sebesar USD 14.040.102, probabilitas kegagalan 0%, dan IRR 8,32%. Analisis ROV menghasilkan nilai tambahan investasi yang signifikan dengan TIV sebesar USD 29.610.024 dan ROV sebesar USD 15.569.922. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyek berskala besar dengan sumber pendapatan yang lebih stabil memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap ketidakpastian harga karbon.

2026
👤 Penulis: Yayu Septiani
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Ekonomi Pembangunan

REDESAIN BENTENG TAKIMPO LIPU OGENA SEBAGAI BAGIAN DARI STRATEGI PELESTARIAN CAGAR BUDAYA BUTON

Benteng Takimpo Lipu Ogena di Pulau Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara, merupakan salah satu warisan cagar budaya peninggalan Kesultanan Buton dengan nilai historis, arsitektural, serta sosial budaya yang tinggi. Benteng ini tidak hanya berfungsi sebagai sistem pertahanan, tetapi juga sebagai ruang hidup masyarakat yang mencerminkan struktur sosial dan kosmologi lokal. Namun, kondisi eksisting menunjukkan terjadinya degradasi fisik, melemahnya fungsi sosial budaya dan belum optimalnya pengembangan potensi ekonomi dalam pengelolaan sebagai destinasi wisata berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep yang menghasilkan simulasi redesain Benteng Takimpo Lipu Ogena sebagai bagian dari strategi pelestarian cagar budaya Buton untuk menjawab tantangan pelestarian fisik, penguatan fungsi sosial budaya, serta pengembangan potensi ekonomi kawasan secara berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi kajian pustaka, studi preseden, analisis kebijakan pelestarian, analisis tapak dan kebutuhan ruang yang kemudian disintesis menjadi konsep perancangan yang menghasilkan simulasi desain. Kajian menunjukan bahwa pelestarian benteng tidak cukup dilakukan melalui konservasi fisik semata, tetapi memerlukan pendekatan desain yang kontekstual, adaptif, dan berkelanjutan berdasarkan nilai sejarah, sosial dan budaya. Perancangan didasarkan pada lima prinsip utama yaitu pelestarian otentisitas dan integritas, adaptasi fungsional berbasis pelestarian, partisipasi masyarakat dalam kerangka living heritage, edukasi dan interpretasi budaya, serta keberlanjutan lingkungan melalui pendekatan ecotourism. Prinsip-prinsip tersebut dielaborasi menjadi kerangka analisis dan diterjemahkan ke dalam konsep tapak dan bangunan dengan pendekatan contextual continuity yang menginterpretasikan nilai arsitektur tradisional Buton ke dalam bahasa arsitektur kontemporer. Hasil perancangan menunjukkan bahwa pendekatan ini mampu menjaga identitas dan nilai historis benteng, sekaligus menghidupkan kembali fungsi sosial melalui aktivitas budaya, ruang publik, dan edukasi. Selain itu, pengembangan potensi ekonomi dilakukan melalui integrasi wisata berbasis budaya dan lingkungan yang melibatkan masyarakat lokal secara aktif. Dengan demikian, redesain Benteng Takimpo Lipu Ogena dapat menjadi model perancangan pelestarian kawasan cagar budaya yang kontekstual, adaptif, dan berkelanjutan.

2026
👤 Penulis: Muhamad Rezky Ramadhan
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi
Halaman 19 dari 349
💬