📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 17 dokumen

PERENCANAAN PENGENDALIAN BANJIR SUNGAI BANGER, KOTA PEKALONGAN, PROVINSI JAWA TENGAH

Kota Pekalongan terletak di pesisir pantai utara, Provinsi Jawa Tengah dengan tiga sungai utama yaitu Sungai Kupang, Sungai Loji dan Sungai Banger. Sungai Banger merupakan sungai buatan yang awal mulanya berfungsi mereduksi banjir akibat limpasan dari Sungai Loji, namun karena adanya beberapa faktor membuat Sungai Banger terjadi banjir. Masalah banjir di kota ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti curah hujan yang tinggi, elevasi rendah, penurunan muka tanah, kenaikan muka air laut, dan aktivitas manusia yang tidak terkendali. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan fungsi pengendalian banjir Sungai Banger yang optimum dari aspek teknis maupun biaya. Metodologi penelitian yang dilakukan adalah melakukan studi literatur, pengumpulan data, analisis spasial, analisis hidrologi, analisis pasang surut, dan analisis hidraulika menggunakan HEC-RAS. Dari hasil penelitian dengan debit banjir rencana 20 tahun (Q20) sebesar 281,97 m3/s, terjadi limpasan dengan tinggi limpasan rata-rata sebesar 0,27 m (eksisting) dan 0,85 m (adanya land subsidence dan sea level rise). Oleh karena itu, dilakukan tiga skenario pengendalian banjir dengan melakukan alternatif 1 (normalisasi + tanggul tanah), alternatif 2 (normalisasi + tanggul tanah + parapet), dan alternatif 3 (parapet) dengan dua kondisi berbeda, yakni kondisi eksisting dan kondisi adanya faktor land subsidence dan sea level rise. Solusi pengendalian banjir jangka pendek maupun jangka panjang yang terpilih adalah dengan normalisasi + tanggul tanah + parapet karena merupakan solusi pengendalian banjir yang efektif secara teknis maupun biaya.

2024
👤 Penulis: Gilang Alfajar
🏷️ Banjir 🏷️ Kota Pekalongan 🏷️ Analisis Hidraulika

EVALUASI DAN PERENCANAAN DRAINASE JALAN LEUWI PANJANG KOTA BANDUNG PROVINSI JAWA BARAT

Pertambahan jumlah penduduk di Kota Bandung mempengaruhi tata guna lahan yang ada, salah satunya terkait daerah resapan air. Hal tersebut menyebabkan beberapa daerah menjadi rawan terjadi banjir ketika musim hujan. Salah satunya yaitu ruas Jalan Leuwi Panjang yang sering mengalami genangan/banjir ketika hujan. Penyusunan Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengevaluasi kapasitas drainase Jalan Leuwi Panjang dan Sungai Citepus yang menjadi outlet drainase dari jalan tersebut. Metodologi yang dilakukan dalam Tugas Akhir ini terdiri dari analisis hidrologi, analisis hidraulika, pemodelan saluran drainase Jalan Leuwi Panjang menggunakan SWMM 5.1 dan pemodelan Sungai Citepus menggunakan HEC-RAS 6.5. Analisis hidrologi menghasilkan debit rencana sesuai kala ulang yang ditentukan, debit rencana pada saluran drainase jalan menggunakan metode 96rasional sedangkan debit rencana pada sungai menggunakan metode HSS. Kapasitas eksisting saluran drainase Leuwi Panjang (530 x 900) mm sebesar 0,462 m3/s tidak mampu menampung debit banjir rencana sehingga perlu dilakukan redesain saluran drainase jalan tersebut menggunakan U-Ditch (800 x 1500) mm. Kapasitas Sungai Citepus yang menjadi outlet drainase Jalan Leuwi Panjang masih dapat menampung beban layan drainase. Perencanaan redesain saluran drainase Jalan Leuwi Panjang ini diperkirakan membutuhkan biaya setidaknya sebesar Rp4.041.698.145,00

2024
👤 Penulis: Fauzan Muflih Sun
🏷️ Analisis Hidrologi 🏷️ Analisis Hidraulika 🏷️ Desain Saluran Drainase
Halaman 2 dari 2
💬