πŸ“š Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 44 dokumen

OPTIMASI HYDRAULIC FRACTURING UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI LAPANGAN TUA: STUDI KASUS SUMUR TM-06 DAN TM-14

Production decline in mature oil fields poses a major challenge in meeting national energy demands. One of the most effective solutions for enhancing production in mature fields is hydraulic fracturing, which improves fluid flow by creating artificial fractures within the formation. However, given the high operational costs, it is essential to develop an optimized fracture design and strategy to ensure that hydraulic fracturing is both technically effective and economically feasible. This study aims to optimize hydraulic fracturing design for wells TM-06 and TM-14 in Field Z, Jambi Province, through appropriate selection of fracture models, geometry design, and proppant and fracturing fluid types suited to the reservoir characteristics. Candidate wells were selected based on Heterogeneity Index (HI) analysis and Estimated Ultimate Recovery (EUR) calculations using reciprocal and decline curve analysis (DCA) methods. Fracture design was conducted using the KGD model, with fracture half-length (Xf) sensitivity analysis performed using equations by Baker, Economides (2013), Montgomery (2015), and graphical approaches. The design results demonstrated a significant increase in production rates after stimulation: for TM-06, the maximum total liquid rate increased from 235.97 STB/day to 819.25 STB/day, while for TM-14, it increased from 304.38 STB/day to 1,146.68 STB/day. Hydraulic fracturing also successfully reduced skin values and improved Absolute Open Flow (AOF). From an economic perspective, Brady Sand was found to be the most cost-effective proppant option, reducing proppant costs by more than 90% compared to resin-coated sand, while maintaining optimal fracture performance. This study demonstrates that data-driven hydraulic fracturing design and optimization can significantly enhance production in mature fields and can serve as a reference for other fields with similar geological conditions

2025
πŸ‘€ Penulis: Ummi Sholehah
🏷️ Hydraulik Fracking 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Minyak 🏷️ Analisis Hidrologi

PERENCANAAN PENGENDALIAN BANJIR DAS TALLO, KECAMATAN PANAKKUKANG, KOTA MAKASSAR, SULAWESI SELATAN.

Kecamatan Panakkukang sebagai pusat aktivitas dan kawasan strategis di Kota Makassar kerap mengalami banjir dengan intensitas tinggi. Hal ini disebabkan oleh kondisi topografi wilayah yang relatif rendah, perubahan tata guna lahan yang tidak terkendali, serta kapasitas aliran Sungai Tallo yang tidak mampu menampung debit banjir pada saat musim hujan. Dampak banjir yang terjadi tidak hanya mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa dan merusak infrastruktur kawasan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merencanakan solusi pengendalian banjir melalui pendekatan analisis hidrologi dan hidraulika. Analisis hidrologi dilakukan untuk menentukan besarnya debit banjir rencana dengan periode ulang 25 tahun menggunakan metode Hidrograf Satuan Sintetis (HSS) ITB-1B, yang menghasilkan debit sebesar 511 mΒ³/s. Selanjutnya, dilakukan analisis hidraulika menggunakan perangkat lunak HEC-RAS untuk mengevaluasi kapasitas Sungai Tallo terhadap debit tersebut serta merancang solusi pengendalian banjir yang sesuai. Beberapa alternatif solusi ditinjau dalam penelitian ini, di antaranya pembangunan tanggul, normalisasi sungai, kombinasi keduanya, serta sistem polder atau kolam retensi. Pemilihan solusi terbaik dilakukan menggunakan metode Multi-Criteria Decision Making (MCDM) dengan pendekatan Simple Additive Weighting (SAW), berdasarkan kriteria efektivitas pengurangan genangan, biaya konstruksi, kemudahan operasi dan pemeliharaan, serta dampak terhadap sosial dan lingkungan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembangunan tanggul tipe sheetpile merupakan solusi paling ideal. Total anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan tanggul ini diperkirakan sebesar Rp79.999.624.519,33. Perencanaan ini diharapkan dapat mengurangi risiko serta dampak banjir secara signifikan di Kecamatan Panakkukang dan mendukung pengelolaan sumber daya air yang lebih berkelanjutan.

2025
πŸ‘€ Penulis: Muhammad Fuad Mahris
🏷️ Analisis Hidrologi 🏷️ Analisis Hidraulika 🏷️ Pengendalian Banjir

EVALUASI PERENCANAAN BANGUNAN PENGELAK DI BENDUNGAN BUDONG-BUDONG, KABUPATEN MAMUJU, SULAWESI BARAT

Pembangunan Bendungan Budong-Budong di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, merupakan proyek strategis nasional yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan, dan ketersediaan air. Dalam proses pembangunan suatu bendungan, terdapat salah satu prosedur yang sangat penting yaitu pengelakan sungai. Pengelakan sungai pada Bendungan Budong-Budong dilakukan dengan bangunan pengelak yaitu bendungan pengelak dan terowongan pengelak. Kedua bangunan tersebut menjadi krusial karena dapat menentukan keberjalanan pekerjaan di hilir seperti bendungan utama dan bangunan pelimpah. Pengerjaan Tugas Akhir ini dimaksudkan untuk mengevaluasi perencanaan teknis yang telah dibuat untuk Bendungan Budong-Budong dimulai dari analisis hidrologi dan hidraulika untuk bangunan pengelak. Berdasarkan hasil analisis tersebut, nilai debit banjir desain untuk periode ulang 25 dan 50 tahun memiliki nilai yang lebih tinggi sehingga perlu ada perubahan dimensi pada bangunan pengelak agar dapat meminimalisir kegagalan pada bangunan pengelak. Menurut hasil perhitungan, didapat elevasi bendungan pengelak yang semula berada di elevasi +45 m perlu dinaikkan menjadi +51 m apabila diameter terowongan ingin tetap di diameter 5 m.

2025
πŸ‘€ Penulis: Mochamad Reynald Purnama Dewa
🏷️ Analisis Hidrologi 🏷️ Analisis Hidraulika 🏷️ Perencanaan Bangunan Pengelak Bendungan

PERENCANAAN PENGENDALIAN BANJIR SAPAN, DESA TEGALLUAR, KECAMATAN BOJONGSOANG, KABUPATEN BANDUNG

Banjir merupakan permasalahan pada negara dengan curah hujan tinggi, terutama Indonesia. Daerah Sapan yang menjadi penghubung Kota Bandung dan Majalaya pun mengalami masalah yang sama. Daerah pada DAS Citarum Hulu ini sangat rentan terkena banjir setelah hujan deras yang tentunya menghambat aktivitas warga dan pengguna jalan. Banjir ini dipengaruhi oleh bergabungnya 3 sungai, yaitu Cikeruh, Citarik, dan Citarum. Pemodelan kondisi eksisting dilakukan untuk ketiga sungai ini dengan debit rencana periode ulang 20 tahun dengan besar 150 – 250 m3/s. Luas genangan yang dihasilkan adalah 1036.88 ha. Perencanaan solusi dilakukan untuk salah satu sungainya, yaitu Sungai Cikeruh. Fokus solusi yang dilakukan adalah mengikuti konsep drainase berkelanjutan, yaitu menghambat dan memperlambat debit banjir ke arah hilir. Solusi yang diterapkan adalah kolam detensi seluas 60 ha dengan kedalaman 6.8 m beserta tanggul sungai yang meninggikan titik-titik sempadan Sungai Cikeruh yang lebih rendah. Kolam tersebut mampu menurunkan debit sebesar 50%. Solusi ini dapat diimplementasikan untuk kedua sungai lainnya untuk menyelesaikan banjir di Sapan hingga tuntas. Total biaya yang diperlukan kurang lebih sebesar 500 miliar rupiah. Penerapan solusi juga bisa dilakukan dengan kolam-kolam yang lebih kecil jika 1 kolam besar tidak memungkinkan. Dengan pedoman OP yang baik, kolam ini dapat membantu mengurangi debit banjir di Sapan.

2025
πŸ‘€ Penulis: Ardy Nur Ahmadito
🏷️ Perencanaan Pengendalian Banjir 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Hidrologi

PENGEMBANGAN PLATFORM SISTEM INFORMASI PERINGATAN DINI BANJIR BERBASIS WEBGIS DI DAS PALU, SULAWESI TENGAH

Daerah Aliran Sungai (DAS) Palu, Sulawesi Tengah, telah menghadapi beberapa bencana banjir signifikan yang diperparah oleh terbatasnya akses terhadap informasi peringatan dini yang efektif dan mudah dipahami. Keterbatasan sistem peringatan dini yang sudah ada juga menjadi dasar pengembangan purwarupa ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Z-FEWS (Zephyr - Flood Early Warning System), sebuah platform sistem informasi peringatan dini banjir berbasis WebGIS untuk meningkatkan kemampuan pemantauan, analisis, dan visualisasi potensi banjir di DAS Palu. Pengembangan Z-FEWS berpusat pada pengolahan dan visualisasi data hidrometeorologi. Sistem ini mengintegrasikan data curah hujan dari satelit, radar cuaca, serta data karakteristik fisik DAS Palu yang diperoleh dari data elevasi digital dan data model hidrologi untuk menjadi masukan bagi model machine learning yang telah dilatih untuk menghasilkan prediksi debit sungai untuk setiap titik outlet selama 24 jam ke depan. Hasil prediksi debit ini selanjutnya dianalisis untuk menentukan nilai debit puncak yang kemudian diklasifikasikan menjadi level-level bahaya peringatan dini berdasarkan ambang batas periode ulang debit yang telah ditetapkan. Hasil pengembangan adalah purwarupa fungsional WebGIS Z-FEWS (https://zfews.online) yang mampu menyajikan informasi peringatan dini banjir secara komprehensif. Halaman depan menyajikan ringkasan peringatan aktif, sementara halaman peta interaktif menjadi platform utama untuk visualisasi dan analisis. Pengguna dapat melihat sebaran spasial 30 titik outlet peringatan dengan status bahaya yang dilengkapi dengan warna. Fitur detail peringatan diaktifkan saat pengguna memilih titik peringatan spesifik, menampilkan peta terfokus, informasi detail karakteristik DAS terkait, dan panel utama berupa grafik hidrograf prediksi debit 24 jam. Hidrograf ini secara visual menyajikan dinamika aliran yang diprediksi, nilai debit puncak, estimasi waktu kedatangan, serta perbandingannya dengan ambang batas periode ulang banjir (2, 5, dan 10 tahun). Pengujian fungsional menunjukkan sistem beroperasi sesuai rancangan dan diharapkan dapat membantu dalam upaya mitigasi bencana banjir di DAS Palu.

2025
πŸ‘€ Penulis: Nafal Shaquille Muhammad
🏷️ Webgis 🏷️ Analisis Hidrologi 🏷️ Pengelolaan Bencana Banjir

PERENCANAAN SISTEM DRAINASE DI KECAMATAN SUKAJADI, KOTA PEKANBARU, PROVINSI RIAU.

Kecamatan Sukajadi di Kota Pekanbaru merupakan salah satu wilayah perkotaan yang rawan terhadap genangan akibat permasalahan pada sistem drainase eksisting. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan sistem drainase dengan mempertimbangkan karakteristik daerah aliran sungai (DAS), tata guna lahan, serta jenis tanah. Analisis hidrologi dilakukan menggunakan data curah hujan dari empat stasiun selama 22 tahun yang diolah melalui berbagai tahapan, termasuk pengisian data kosong, uji statistik, analisis frekuensi, dan penentuan curah hujan efektif menggunakan metode SCS Curve Number. Pola distribusi hujan mengikuti model PSA-007 dengan durasi 6 jam dan perhitungan intensitas hujan dilakukan menggunakan metode Mononobe. Analisis hidraulika dilakukan dengan perangkat lunak SWMM dan HEC-RAS untuk mengevaluasi kapasitas saluran drainase dalam menghadapi hujan dengan periode ulang 2, 10, 25, 50, dan 100 tahun. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem drainase yang direncanakan mampu mengalirkan debit hujan dengan baik hingga periode ulang 25 tahun. Namun, pada periode ulang 50 dan 100 tahun, teridentifikasi genangan di beberapa nodus, seperti JN86 dan JN148 dengan volume genangan masing-masing sebesar 138 mΒ³ dan 1.753 mΒ³. Simulasi skenario peningkatan kapasitas drainase juga menunjukkan peningkatan signifikan dalam performa sistem, khususnya pada kejadian hujan 10 tahunan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan perencanaan drainase dengan meningkatkan kapasitas saluran mampu meningkatkan ketahanan wilayah terhadap banjir secara signifikan, serta dapat menjadi referensi dalam pengelolaan sistem drainase di kawasan perkotaan lainnya.

2025
πŸ‘€ Penulis: Rizky Fajar Subagyo
🏷️ Analisis Hidrologi 🏷️ Perencanaan Sistem Drainase 🏷️ Kecerdasan Buatan

KAJIAN RISIKO DAN UPAYA PENANGGULANGAN BANJIR KALI BEKASI DI KECAMATAN RAWALUMBU, KOTA BEKASI

Curah hujan yang tinggi, tingginya kepadatan penduduk atau kapasitas sungai, topografi, perubahan tata guna lahan, dan kurangnya daerah resapan air merupakan faktor penyebab banjir. Banjir yang terjadi dari Tahun 2019 sampai dengan Tahun 2023 di Kali Bekasi mengakibatkan masyarakat kesulitan beraktivitas, berdampak pada sosial-ekonomi dan pembangunan dari bencana ini cukup signifikan. Kota Bekasi, melalui kajian risiko dengan analisis hidrologi dan permodelan banjir menunjukkan bahwa tingkat ancaman banjir di Kelurahan Bojong Menteng, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kelurahan Sepanjang Jaya termasuk sedang. Untuk Kelurahan Pengasinan memiliki ancaman rendah. Tingkat kerentanan yang bervariasi baik sosial, ekonomi, fisik dan lingkungan di Kecamatan Rawalumbu memiliki klasifikasi sedang begitupun tingkat kapasitas. Risiko banjir yang diidentifikasi pada kategori risiko sedang. Sebagai solusi penanggulangan banjir, menggunakan metode Early Warning System diterapkan melalui kemajuan teknologi yang bertujuan untuk mengurangi risiko akibat banjir luapan Kali Bekasi .Pendekatan ini dilakukan sebagai upaya non struktural bahwa pengelolaan berbasis kemajuan teknologi diharapkan dapat mengurangi risiko akibat banjir sekaligus menjadi solusi yang efektif dalam mencegah dampak negatif lingkungan di sepanjang Kali Bekasi.

2025
πŸ‘€ Penulis: Aisah Aulia Salsabila
🏷️ Banjir 🏷️ Analisis Hidrologi 🏷️ Manajemen Risiko Bencana

STRATEGI PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK MENGOPTIMALKAN LIFTING KONDENSAT SUNGAI GERONG (KSG) GUNA MENCEGAH PEMBATASAN PRODUKSI MINYAK DAN GAS: PENDEKATAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 menghadapi gangguan bisnis kritis akibat penolakan pembelian Kondensat Sungai Gerong (KSG) oleh pembeli utamanya, RU III Plaju. Penolakan ini dipicu oleh perubahan regulasi pemerintah yang mengubah formula harga KSG, sehingga tidak lagi menguntungkan bagi pembeli. Dampaknya, terdapat risiko besar terjadinya kehilangan produksi sekitar 1.600 BCPD, serta potensi kerugian operasional dan finansial lanjutan, termasuk penurunan produksi LPG dan gangguan pada kontrak pasokan gas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi alternatif strategi lifting KSG yang paling layak dan strategis. Pendekatan yang digunakan adalah Value-Focused Thinking (VFT) untuk merumuskan tujuan operasional utama, serta Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mengevaluasi dan memprioritaskan alternatif berdasarkan kriteria biaya, manfaat, risiko, dan waktu pelaksanaan. Data diperoleh melalui Focus Group Discussion dan wawancara semi-terstruktur dengan para ahli lintas fungsi (Subject Matter Experts). Tiga alternatif strategi yang dikembangkan yaitu: (1) koneksi ke pipa Tempino, (2) koneksi ke pipa SPD Plaju, dan (3) reaktivasi fasilitas jetty untuk menjangkau pembeli baru. Hasil perbandingan berpasangan menggunakan AHP menunjukkan bahwa koneksi ke pipa Tempino adalah solusi paling optimal, dengan skor prioritas global tertinggi (0,363). Alternatif ini unggul dalam aspek waktu pelaksanaan (eigenvalue 0,578) dan fleksibilitas pasar (bobot prioritas 0,479), serta memungkinkan diversifikasi pembeli melalui pencampuran dengan Jambi Mix Crude. Simulasi teknis membuktikan kelayakan operasional alternatif ini, dengan peningkatan tekanan pipa dari 95 psig menjadi 145 psig untuk memastikan integrasi aliran dengan pipa minyak Tempino. Analisis finansial juga menunjukkan potensi keuntungan ekonomi yang signifikan dalam berbagai skenario harga.

2025
πŸ‘€ Penulis: Adrian Gunawan
🏷️ Analisis Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

ANALISIS KEPUTUSAN UNTUK MEMILIH PRODUK MAT AKSES UNTUK MENDUKUNG OPERASI PENGEBORAN DI PT PHR ZONA 4

PT PHR Zona 4 sering kali mengalami kendala dalam perbaikan kerusakan jalan pada musim hujan untuk mendukung kegiatan pengeboran. Sifat kerusakan perkerasan jalan kerikil yang sulit diperbaiki pada musim hujan akibat tingkat kejenuhan air yang tinggi menyebabkan perbaikan jalan yang rusak dengan menggunakan alat berat dan material perkerasan jalan seringkali membutuhkan waktu yang tidak menentu. Kondisi ini memunculkan ketertarikan mengenai potensi penggunaan access mat yang selama ini dikenal sebagai solusi efektif untuk mengatasi kerusakan jalan sementara waktu guna mendukung kegiatan pengeboran. Saat ini, perusahaan telah mengandalkan mat beton sejak tahun 2023 dalam mengatasi beberapa permasalahan kerusakan jalan. Meskipun mat akses beton memiliki keunggulan pada harga pembelian awal, fleksibilitas pengiriman, dan area pengurangan beban, namun terdapat situasi di mana waktu perbaikan jalan terbatas dan tim Project Execution merasa kesulitan untuk melakukan peningkatan produktivitas pengoperasian mat akses mereka. Hal ini dikarenakan mat akses yang dipakai saat ini terbuat dari beton bertulang yang memiliki kepadatan tinggi sehingga bobotnya berat dengan dimensi yang relatif kecil sebagai sebuah access mat sehingga efisiensi operasionalnya rendah. Karena perpanjangan kontrak mat akses beton saat ini akan berakhir pada tahun 2026, tim Project Zona 4 perlu menemukan mat akses yang paling sesuai untuk kontrak baru untuk mendukung operasi pengeboran. Ada beberapa pilihan yang tersedia di pasar, tetapi perusahaan menghadapi kesulitan dalam memilih pilihan yang paling sesuai karena perusahaan belum memiliki sistem pengambilan keputusan yang komprehensif tetapi saat ini hanya mengandalkan pendekatan heuristik terutama orientasi pemilihan berbasis harga dan waktu pengiriman. Selain itu, proses pemilihan material di perusahaan biasanya tidak melibatkan pendapat kolektif dari tim organisasi, tetapi biasanya bergantung pada pendapat satu atau dua orang dengan keputusan dan tindakan yang disegerakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pengambilan keputusan yang komprehensif dalam memilih produk mat akses yang paling sesuai untuk mendukung kegiatan pengeboran. Metodologi yang digunakan meliputi kajian pustaka produk mat akses, diskusi kelompok terfokus (FGD) dengan tim proyek untuk memutuskan kriteria & subkriteria, menghasilkan alternatif dengan bantuan metode value-focused thinking (VFT), wawancara dengan manajemen dan ahli untuk memprioritaskan kriteria, subkriteria dan alternatif, penggunaan metode AHP dengan bantuan perangkat lunak Super Decisions untuk memprioritaskan kriteria, subkriteria dan memberi peringkat alternatif, dilengkapi dengan analisis sensitivitas, analisis biaya siklus hidup (LCCA) dan analisa mengenai dampak lingkungan. Ada tiga alternatif yang dihasilkan dari analisis VFT: mat beton (mat akses yang digunakan saat ini), mat akses HDPE dan mat akses bambu. Hasilnya menunjukkan bahwa mat akses HDPE adalah pilihan yang direkomendasikan, diikuti oleh alas bambu dan terakhir mat beton. Penelitian ini memberikan kerangka kerja praktis untuk mengembangkan model pengambilan keputusan dalam memilih produk mat akses. Model ini menunjukkan proses pengambilan keputusan yang lebih selaras dengan arahan organisasi dengan alat yang tepat untuk memilih bahan konstruksi untuk inisiasi investasi di masa mendatang.

2025
πŸ‘€ Penulis: Elias Evrata Pinem
🏷️ Kepemilikan Bahan Konstruksi 🏷️ Analisis Hidrologi 🏷️ Manajemen Proyek

ANALISIS PREFERENSI DAN POTENSI PENGEMBANGAN PARK-AND-RIDE YANG TERHUBUNG DENGAN KRL STUDI KASUS: KOTA TANGERANG – DKI JAKARTA

Penelitian ini berfokus pada studi terhadap potensi dan hambatan pengembangan fasilitas park-and-ride yang terintegrasi dengan KRL di Kota Tangerang sebagai upaya meningkatkan utilisasi transportasi umum dan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi. Latar belakang penelitian ini adalah fenomena urban sprawl yang menyebabkan peningkatan pergerakan komuter dan ketergantungan pada kendaraan pribadi, sehingga memperburuk kemacetan dan polusi udara di area tarikan perjalanan yaitu Jakarta. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi preferensi komuter terhadap karakteristik fasilitas park-and-ride, mengevaluasi tingkat pelayanan KRL, dan memetakan guna lahan di sekitar stasiun yang potensial untuk pembangunan fasilitas parkir. Penyediaan fasilitas tersebut dapat mempengaruhi komuter dalam berpindah ke transportasi publik. Hal tersebut berpotensi untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan dari komuter seperti mengurangi kemacetan, polusi, penurunan produktivitas, hingga gangguan kesehatan. Metode penelitian yang digunakan meliputi Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mengidentifikasi prioritas kriteria fasilitas park-andride, Weighted Sum Model (WSM) untuk menilai level of service (LOS) KRL, penentuang kebutuhan ruang parkir serta service area analysis untuk menentukan cakupan layanan di sekitar stasiun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keamanan, fasilitas parkir, dan akses menuju stasiun menjadi prioritas utama bagi komuter. Evaluasi LOS KRL menunjukkan bahwa secara umum pelayanan KRL sudah baik, namun masih perlu perbaikan pada aspek kenyamanan dan kesetaraan. Analisis cakupan layanan memetakan kondisi area di sekitar stasiun potensial untuk pengembangan parkir. Pada setiap stasiun memiliki pendekatan yang berbeda dalam penentuan pengembangan area parkir menyesuaikan dengan kondisi masingmasing wilayah. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan studi transportasi perkotaan dengan menyediakan wawasan tentang preferensi pelaku komuter dan potensi pengembangan fasilitas park-and-ride yang terintegrasi dengan KRL. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar perencanaan oleh pemerintah dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan efisiensi transportasi umum.

2025
πŸ‘€ Penulis: Nathanael Soarota
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Hidrologi

STUDI NILAI AKSESIBILITAS STASIUN KERETA CEPAT JAKARTA-BANDUNG (KCJB) PADALARANG

Pembangunan Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Padalarang sebagai salah satu hub jaringan transportasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung diharapkan mampu meningkatkan konektivitas dan mobilitas antarwilayah, khususnya ke pusat kegiatan di wilayah Bandung Raya. Namun demikian, efektivitas stasiun ini sebagai simpul transit belum banyak dikaji dari sisi aksesibilitasnya. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai aksesibilitas dari Stasiun Kereta Cepat Jakarta– Bandung (KCJB) Padalarang menuju tujuan akhir penumpang. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada 161 penumpang KCJB yang turun di Stasiun KCJB Padalarang. Nilai aksesibilitas dihitung menggunakan metode competition measure yang mempertimbangkan kompetisi antar moda transportasi lanjutan berdasarkan tiga variabel utama yaitu jarak tempuh, waktu tempuh, dan biaya perjalanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat tujuan akhir berdasarkan hasil kuesioner yaitu Kota Bandung, Kota Cimahi, Kota Baru Parahyangan (KBP), dan Kecamatan Padalarang. Kota Bandung merupakan tujuan terbanyak penumpang, namun Kota Cimahi menjadi wilayah dengan nilai aksesibilitas tertinggi. Sedangkan, Kecamatan Padalarang dan KBP sebagai tujuan terdekat dari stasiun tidak memiliki nilai aksesibilitas lebih baik dari Kota Cimahi. Temuan ini menegaskan bahwa aksesibilitas tidak hanya ditentukan oleh kedekatan geografis, tetapi juga oleh ketersediaan moda, efisiensi perjalanan, dan keterjangkauan biaya.

2025
πŸ‘€ Penulis: Dewi Anjani Irawan
🏷️ Mobilitas Transportasi 🏷️ Kecerdasan Buatan Dalam Pengambilan Keputusan 🏷️ Analisis Hidrologi

PERBANDINGAN ARSITEKTUR CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK DALAM SEGMENTASI SEMANTIK PEMBULUH DARAH RETINA PADA CITRA INFRARED REFLECTANCE

Arteriovenous ratio (AVR) merupakan parameter penting untuk menilai kesehatan vaskular sistemik dan berkorelasi dengan risiko penyakit kardiovaskular. Penurunan nilai AVR dapat mengindikasikan adanya penyempitan arteri. Akurasi perhitungan AVR sangat bergantung pada kualitas segmentasi pembuluh darah retina. Arsitektur convolutional neural network (CNN). U-Net umum digunakan melakukan segmentasi pembuluh darah retina dalam proses perhitungan AVR. Namun, terdapat kekurangan terhadap detail spasial akibat proses downsampling pada enkoder U-Net. SegRAVIR merupakan sebuah arsitektur CNN encoder-decoder yang mengintegrasikan autoenkoder. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penambahan autoenkoder dalam perannya melalui self-supervised learning untuk merekonstruksi citra masukan dengan tujuan mempertahankan informasi penting yang mungkin hilang selama downsampling. Hal ini diharapkan dapat mengurangi kesalahan segmentasi dan meningkatkan kemampuan generalisasi model pada citra reflektansi inframerah. Selain itu, penelitian ini menyelidiki pengaruh variasi bottleneck (bagian penghubung antara enkoder dan dekoder) dengan menguji tiga konfigurasi: direct connection, residual blocks (RB) untuk mengatasi vanishing gradient dan mempercepat konvergensi, serta RB dengan Dilated Spatial Pyramid Pooling (DSPP) untuk menangkap konteks multiskala dan mengenali pola vaskular kompleks. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan autoencoder berhasil meningkatkan nilai AUC sebesar 0,7% dan sensitivitas sebesar 1,26% dibandingkan dengan model enkoder-dekoder standar. Model dengan bottleneck berupa RB menunjukkan performa terbaik dibandingkan dengan konfigurasi koneksi langsung dan DSPP, mencapai skor Dice rata-rata 0,8248 Β± 0,0490 dan AUC 0,9734 Β± 0,0177. Analisis pada region of interest (RoI) juga mengindikasikan bahwa pemilihan RoI seluas 2–3 kali diameter optic disc (OD) menghasilkan kualitas segmentasi tertinggi, dengan skor Dice rata-rata 0,8292 Β± 0,0818 dan AUC 0,9094 Β± 0,0643.

2025
πŸ‘€ Penulis: Rayhan Aby Imtiyaz
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Segmentasi Pembuluh Darah Retina 🏷️ Analisis Hidrologi

PENURUNAN KEHILANGAN TONASE PENGANGKUTAN BATUBARA DENGAN MENGGUNAKAN TIMBANGAN WEIGH-IN-MOTION DI PT BORNEO INDOBARA

Laporan rekonsiliasi stok batubara di pelabuhan pada triwulan ke-4 2023, melaporkan bahwa terdapat berbedaan jumlah tonase dari survey topografi dengan hasil penimbangan truk dari tambang ke pelabuhan sebesar minus 32.695,033 ton, dengan total produksi pada periode yang sama yang sebesar 10.894.612,18, maka perbedaan ini adalah minus1,218%, sedang batas maksimal perbedaan ini adalah 0,5% pada Prosedur Pengendalian Operasional (PPO) Managemen Stokpile. Pada laporan ini disebutkan bahwa perbedaan ini disebabkan oleh masih dilakukannya prektek penimbangan manual. Prektek penimbangan manual ini adalah bisnis isu dan dari hasil analisa akar permasalahan menggunakan Current Reality Tree (CRT) didapatkan penyebab dari bisnis isu ini terjadi adalah alternative penimbangan yang lain belum pernah dilakukan kajian. Berangkat dari akar permasalahan tersebut, penulis melakukan pengumpulan data baik primer maupun sekunder sebagai bahan pengajuan alternatif penimbangan untuk dipilih sebagai penyelesaian bisnis, yaiut : (1) Timbangan statis, yang umum dikenal dengan Jembatan timbang, (2) Low-speed Weigh-in-Motion (LS-WIM), adan (3) High-speed Weigh-in-Motion (HS-WIM). Penyelesaian bisnis dilakukan menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan sebelumnya menentukan kriteria, yaitu : akurasi, produktifitas, dan biaya investasi. Bersama para pemangku kepentingan pada operasional ini, dilakukan skoring atas ketiga alternatife penimbangan di atas, hasil dari analisa bisnis ini mengasilkan LS-WIM terpilih sebagai solusi binis, dengan skor 0,37, sedang Jembatan Timbang dengan skor 0,34 and HS-WIM dengan skor 0,29. Selanjutnya LS-WIM akan diimplementasikan dengan langkah-langkah sebagai berikut : pengadaan proposal, investasi dan tender, konstruksi diperkirakan selesai 16 minggu, dan commissioning dan serah terima. Implementasi LS-WIM harus dilakukan sesegera mungkin agar pendapatan perusahaan tidak semakin tergerus seiring dengan peningkatan produksi batubara.

2025
πŸ‘€ Penulis: Hary Setiawan
🏷️ Kontrol Stokpile 🏷️ Analisis Hidrologi 🏷️ Perbaikan Proses Pengangkutan Batubara

OPTIMALISASI BIAYA OPERASIONAL DAN PEMELIHARAAN FASILITAS PELABUHAN PENANGANAN BATUBARA DARI 30 – 48 MTPA

PT. Batu Hitam, Perusahaan Pertambangan yang memiliki cadangan batubara grade ICI 4 (4.200 GAR / 3.800 NAR) rendah, telah merencanakan untuk memperluas kapasitas produksi secara bertahap hingga 48 MTPA, harus dioperasikan dengan baik karena rumitnya proses produksi Batubara mulai dari kegiatan penambangan, pemindahan dari Pit ke ROM, ROM ke Pelabuhan, Penanganan Batubara di Fasilitas Pelabuhan, hingga proses transshipment dengan tongkang batubara ke Mother Vessel. Berfokus pada Fasilitas Pelabuhan Penanganan Batubara yang digunakan untuk mengolah Batubara (Ukuran hingga 800 mmΒ³) menjadi Produk Batubara (Ukuran hingga 150 mmΒ³) dan diangkut dengan Ban Berjalan dari Dump Hopper dan/atau Reclaim Feeder ke Tongkang. Dioperasikan dengan Skema Kontrak Pengelolaan, lump sum stepping rate, IDR/Ton. Dengan skema Managing Contract, yang dilakukan oleh satu Kontraktor O&M, pertumbuhan produksi telah tercapai secara bertahap sesuai rencana, dari 9 – 30 MTPA pada 2017 – 2022, 30 – 42 MTPA pada 2023 – 2024 dan perlu dioptimalkan menjadi 30 – 48 MTPA untuk 2025 – 2028. Biaya Operasional dan Pemeliharaan Fasilitas Pelabuhan Penanganan Batubara yang optimal dari 30 – 48 MTPA untuk tahun 2025 – 2028 ditentukan dengan mengevaluasi dan menganalisis komponen biaya O&M yang ada dan memeriksa dampaknya terhadap pencapaian produksi dari 30 MTPA sampai dengan 48 MTPA. Berdasarkan pencapaian 9 – 30 MTPA pada 2017 – 2022 dan 30 – 42 MTPA pada 2023 – 2024, skenario penelitian bagaimana Mengoptimalkan Biaya Operasional dan Pemeliharaan Fasilitas Pelabuhan Penanganan Batubara pada 30 – 48 MTPA untuk 2025 – 2028 dan pertanyaan penelitian lainnya adalah dengan metodologi siklus DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control). Penetapan Biaya Berbasis Aktivitas adalah alat utama yang akan digunakan pada siklus DMAIC. Biaya O&M Fasilitas Pelabuhan Penanganan batubara, dilengkapi dengan komponen biaya O&M utama untuk tahun 2025 – 2028 telah dioptimalkan, lebih tinggi dari biaya sebelumnya, dipertahankan jauh lebih rendah dari harga pasar dan memiliki lebih banyak manfaat, yaitu penambahan kapasitas hingga 48 MTPA, Operasi yang lebih stabil dan dampak terhadap varians pencapaian produksi untuk setiap komponen utama biaya O&M dapat diakomodasi. Biaya O&M yang dioptimalkan lebih tinggi dari sebelumnya dikarenakan investasi tambahan Kontraktor O&M untuk membangun Crushing Plant dan tambahan Crushing Plant yang harus dipelihara.

2025
πŸ‘€ Penulis: Ali Safrani
🏷️ Optimalisasi Biaya Operasional Dan Pemeliharaan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Hidrologi

METODE PENGENDALIAN KUALITAS YANG DIUSULKAN DALAM RANGKA MENURUNKAN CACAT PRODUK (STUDI KASUS: PENGELOLAAN PRODUK CACAT PT. LTEX)

Kualitas menjadi aspek yang sangat penting bagi konsumen untuk memilih produk disamping faktor harga yang bersaing. Kualitas produk pada industri manufaktur selain menekankan pada produk yang dihasilkan, juga perlu diperhatikan proses produksinya untuk meminimalisir cacat pada produk akhir. Cacat/defect yang terjadi dalam proses produksi menyebabkan produk akhir kepada pelanggan terjadi complain. Oleh karena itu, manajemen pengawasan kualitas produk bagi setiap perusahaan adalah hal yang sangat penting. Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui variable cacat tertinggi hingga terendah pada produksi kain greige, untuk mengetahui penyebab kegagalan produksi, untuk memberikan solusi agar dapat menimalisasi produk kain greige yang cacat. Dalam penelitian ini, akan dilakukan upaya mengurangi cacat produksi dengan menerapkan konsep DMAIC sebagai pendekatan dalam proses analisis penyebab terjadinya masalah serta pemecahannya. Dengan dilakukannya pengurangan cacat kain, diharapkan dalam jangka panjang perusahaan dapat bertahan pada persaingan yang semakin ketat seiring dengan semakin meningkatnya impor kain nasional. Berdasarkan hasil penelitian, dari 7 jenis defect yang terdapat pada proses produksi kain greige di PT Ltex, defect yang paling sering terjadi yaitu kerapatan pakan tidak rata dengan jumlah produksi kain yang cacat tersebut sebanyak 215,043 yard dengan nilai DPMO 2.62. Sedangkan produksi kain greige cacat yang paling sedikit adalah pakan tidak sampai sebesar 15,195 yard. Dan dari hasil perhitungan kapabilitas proses dapat diketahui bahwa nilai Kapabilitas Proses atau Cp yaitu < 1, sehingga dapat diartikan bahwa proses produksi kain greige di PT Ltex belum kapabel. Dari hasil analisa diketahui pula bahwa ketelitian dari operator mesin merupakan salah satu penyebab cacat tersebut. Sehingga, salah satu rekomendasi yang diberikan adalah melakukan training ulang tentang SOP kepada operator-operator. Melalui training tersebut, diharapkan cacat tidak akan terjadi klagi sehingga jumlah produksi kain greige meningkat.

2025
πŸ‘€ Penulis: AVIA ENGGAR TYASTI
🏷️ Kualitas Produk 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Hidrologi
Halaman 2 dari 3
πŸ’¬