📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 37 dokumen

ANALISIS PENGARUH DAUR ULANG UMPAN TERHADAP PRODUKSI BIOGAS DAN VALIDASI PARAMETER MODEL REAKSI

Pemanfaatan limbah sebagai substrat pengolahan biogas adalah bentuk usaha transisi energi yang dapat menyesuaikan kelimpahan limbah masing-masing daerah, termasuk limbah kotoran sapi. Kabupaten Bandung Barat merupakan daerah dengan jumlah sapi perah terbanyak di Jawa Barat yang setiap ternaknya dapat menghasilkan 15-20 kg kotoran sapi setiap harinya. Ini adalah sebuah potensi pemanfaatan biogas yang sangat baik bagi daerah tersebut sehingga perlu dipastikan bahwa implementasinya dapat menghasilkan potensi perolehan biogas yang optimal. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh parameter operasi pada suatu reaktor biogas semi-batch berskala pilot dan menentukan model kinetikanya untuk menggambarkan kinerja produksi biogas terhadap waktu. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan pengoperasian reaktor pada keadaan tanpa daur ulang substrat dan dengan daur ulang substrat. Karakterisasi COD dilakukan untuk menentukan ketunakan reaktor biogas yang disimulasikan secara tunak dengan Anaerobic Digestion Model-1 (ADM1). Model kinetika menghasilkan prediksi produksi dan komposisi biogas pada keadaan tanpa daur ulang dan dengan daur ulang dan menghasilkan nilai parameter untuk kedua keadaan tersebut. Rata-rata produksi biogas harian dengan daur ulang (7,00 m³/hari) lebih tinggi dibandingkan tanpa daur ulang (3,52 m³/hari). Sementara itu, untuk komposisi metana, rata-rata pada variasi dengan daur ulang (49%) cukup identik dengan variasi tanpa daur ulang (48%). Model untuk kondisi tanpa daur ulang substrat mencapai kecocokan dengan nilai Sum of Squared Errors (SSE) sebesar 26,42, sementara model untuk kondisi dengan daur ulang menunjukkan kecocokan dengan SSE sebesar 8,54. Analisis lebih lanjut terhadap seluruh nilai parameter hasil optimasi mengindikasikan bahwa parameter kinetika, khususnya konstanta hidrolisis untuk karbohidrat menjadi parameter paling berpengaruh dalam mengendalikan kinerja model dengan nilai 0,038 untuk variasi tanpa daur ulang, 2,748 untuk variasi dengan daur ulang.

2025
👤 Penulis: Brigita Cathleen
🏷️ Biogas 🏷️ Kinetika Reaksi Bioenergi 🏷️ Analisis Kecerdasan Buatan

KEPUTUSAN STRATEGIS DALAM PENENTUAN HARGA MENGGUNAKAN METODE SMART: STUDI KASUS PT DIVISTANT TECHNOLOGY INDONESIA

Dalam industri jasa teknologi informasi (TI) yang bergerak cepat dan kompetitif, perusahaan menghadapi tantangan signifikan dalam merumuskan strategi penetapan harga yang efektif dan selaras dengan dinamika pasar serta kapabilitas internal. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana pengambilan keputusan strategis dalam penetapan harga dapat ditingkatkan melalui penerapan metode Simple Multi-Attribute Rating Technique (SMART), sebuah alat bantu pengambilan keputusan yang memungkinkan evaluasi terstruktur terhadap berbagai alternatif yang kompleks. Dengan menggunakan studi kasus PT Divistant Technology Indonesia, penelitian ini mengidentifikasi permasalahan utama dalam strategi harga perusahaan, termasuk ketidakkonsistenan, kurangnya skalabilitas, serta keterbatasan koordinasi internal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah dengan para pemangku kepentingan utama, serta didukung oleh analisis internal dan eksternal menggunakan kerangka kerja McKinsey 7S dan Porter’s Five Forces. Berdasarkan analisis tersebut, tiga strategi penetapan harga Cost-Plus, Tiered, dan Value-Based Pricing dievaluasi menggunakan metode SMART. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Value-Based Pricing merupakan model paling efektif karena memberikan kesesuaian yang tinggi terhadap nilai pelanggan, skalabilitas, serta tujuan profitabilitas perusahaan. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan SMART dalam konteks manajemen strategis menyediakan kerangka kerja pengambilan keputusan yang transparan dan berbasis data, yang sangat relevan bagi perusahaan jasa TI dalam menghadapi tekanan persaingan dan operasional. Studi ini memberikan kontribusi terhadap literatur strategi harga dan praktik pengambilan keputusan dengan menunjukkan integrasi alat bantu MCDM dalam konteks bisnis nyata. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi penerapan SMART di berbagai tipe organisasi atau mengkaji efektivitasnya dalam studi jangka panjang.

2025
👤 Penulis: Wahyu Nur Utami
🏷️ Manajemen Strategis 🏷️ Harga Produk Jasa Ti 🏷️ Analisis Kecerdasan Buatan

DEVELOPMENT STRATEGY FOR TRADITIONAL MARKETS BASED ON SENTIMENT ANALYSIS OF ONLINE REVIEWS

Pasar tradisional di Indonesia, meskipun memiliki peran penting secara ekonomi dan sosial budaya, menghadapi tantangan signifikan termasuk persaingan ketat dari ritel modern, infrastruktur yang tua, dan persepsi publik sebagai lingkungan yang tidak nyaman, yang menyebabkan penurunan jumlah pengunjung. Meskipun pemerintah telah menerapkan standar nasional (SNI 8152:2021) untuk revitalisasi pasar, sering kali terdapat kesenjangan antara peraturan yang bersifat top-down dengan preferensi konsumen yang sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan tersebut dengan merumuskan strategi pengembangan yang didasarkan pada umpan balik langsung dari konsumen. Penelitian ini mengikuti kerangka cross-industry standard process for data mining (CRISP-DM). Data dikumpulkan dengan melakukan scraping terhadap 1.185.944 ulasan daring untuk 193 pasar tradisional di Indonesia. Setelah melalui pra- pemrosesan dengan dataset akhir sebanyak 107.052 ulasan tekstual yang relevan, metode latent dirichlet allocation (LDA) digunakan untuk mengidentifikasi 16 dimensi kepuasan pelanggan (CSD) utama. Selanjutnya, model IndoBERT digunakan untuk melakukan analisis sentimen untuk menentukan polaritas sentimen untuk setiap CSD dalam setiap ulasan. Sebuah model ensemble neural network (ENNM) digunakan untuk mengukur dampak asimetris dari setiap CSD terhadap kepuasan pelanggan (rating). Terakhir, asymmetric impact-sentiment-performance analysis (AISPA) dilakukan untuk mengklasifikasikan CSD dan k-means clustering digunakan untuk segmentasi pasar, yang dilanjutkan dengan regresi linear berganda untuk identifikasi faktor kepuasan utama setiap klaster. Analisis ini mengidentifikasi 16 CSD, yang dikategorikan menjadi atribut basic, atribut performance, dan atribut excitement. Pasar-pasar dikelompokkan ke dalam empat klaster: “The Curated Destinations”, “The Dependable Neighborhood Hubs”, “The Wholesale Powerhouses”, dan “The Underperformers”. Studi ini mengusulkan strategi yang disesuaikan untuk setiap CSD berdasarkan tiap tipe pasar dalam SNI 8152:2021, dan juga strategi untuk setiap klaster pasar, dengan menggunakan contoh nyata sebagai panduan praktis untuk perbaikan operasional.

2025
👤 Penulis: Bonaventura Pawitra Dhirajati
🏷️ Sentimen Analisis Online 🏷️ Pasar Tradisional Indonesia 🏷️ Analisis Kecerdasan Buatan

PEMETAAN KORELASI PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR BAKU DENGAN PENURUNAN MUKA TANAH DI PULAU JAWA

Capstone Design Project ini bertujuan untuk memetakan korelasi antara pemenuhan kebutuhan air baku dengan fenomena penurunan muka tanah (PMT) di tiga kota besar di Pulau Jawa, yaitu Jakarta, Bandung, dan Semarang. Empat peta tematik disusun, terdiri dari tiga peta tematik pendukung berupa peta pencemaran air permukaan dan air tanah dangkal, peta penurunan muka air tanah (PMAT), peta PMT, serta produk utama berupa peta korelasi. Data dari setiap peta tematik pendukung dinormalisasi dan dianalisis dengan metode Multi Criteria Decision Analysis (MCDA). Proses klasifikasi dilakukan menggunakan metode quantile dan equal interval, disesuaikan pada karakteristik distribusi data setiap parameter. Hasil menunjukkan bahwa Jakarta memiliki korelasi positif yang sangat kuat antara ketiga parameter, dengan 52% kelurahan berada dalam kondisi kritis. Di Bandung, korelasi positif cukup terlihat di beberapa wilayah, dengan 3% kecamatan tergolong kritis. Sementara itu, Semarang didominasi oleh zona korelasi positif yang lemah, meskipun terdapat sekitar 7% kelurahan yang termasuk dalam kategori kritis. Perbedaan tingkat korelasi antarwilayah ini mencerminkan variasi dalam tekanan terhadap sumber daya air serta efektivitas infrastruktur penyediaan air baku di setiap kota. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan spasial guna merumuskan strategi pengelolaan air yang berkelanjutan di kawasan perkotaan.

2025
👤 Penulis: Prima Dhea Carrisa
🏷️ Geografi Ekonomi 🏷️ Analisis Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Sumber Daya Air

ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN PROYEK RESTORASI HUTAN MANGROVE BERBASIS KREDIT KARBON (STUDI KASUS: MAHKOTA MANGROVE INDONESIA, INDRAMAYU, JAWA BARAT)

Solusi berbasis alam semakin diandalkan dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Di negara-negara tropis seperti Indonesia, upaya ini dilakukan dengan restorasi hutan mangrove. Setelah meratifikasi Paris Agreement dalam Undang-Undang Nomor 16 tahun 2016, pemerintah Indonesia menyampaikan dokumen Enhanced Nationally Determined Contributions (ENDC), dimana sektor Kehutanan dan Penggunaan Lahan Lain (FOLU) diharapkan menyumbang 59% dari target penurunan emisi gas rumah kaca. Sayangnya terdapat kesenjangan nyata antara target kebijakan dan implementasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kekosongan kajian kelayakan finansial proyek karbon berbasis FOLU dengan menggunakan studi kasus proyek restorasi hutan mangrove berbasis kredit karbon yang diinisiasi oleh Mahkota Mangrove Indonesia (Mangrovin) di Indramayu, Jawa Barat dalam area seluas 340 hektar. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini dengan penerapan metode pemodelan keuangan, meliputi Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Discounted Payback Period (DPBP). Data diperoleh melalui sumber primer dan sekunder. Persamaan allometric umum dari Komiyama et al. (2005) digunakan untuk menghitung potensi sekuestrasi karbon yang kemudian dikonversi menjadi kredit karbon mempertimbangkan emisi proyek dan buffer ketidakpastian. Arus kas selama 30 tahun diproyeksikan menggunakan diskonto berdasarkan WACC. Hasil analisis menunjukkan kelayakan finansial yang kuat dengan NPV sebesar Rp 223 miliar, IRR sebesar 29.18%, dan DPBP selama 7 tahun. Diketahui bahwa faktor WACC dan pendapatan memiliki pengaruh terbesar terhadap NPV berdasarkan analisis sensitivitas. Perubahan WACC sebesar ±20% mempunyai dampak sebesar 30,9% dan -23% terhadap NPV, sedangkan faktor pendapatan mempunyai dampak sebesar ±24,1%-24,5% terhadap NPV. Selain aspek finansial, penelitian ini juga menunjukkan berbagai manfaat sosial-ekologis dari restorasi mangrove. Tinjauan regulasi menekankan pentingnya kepatuhan terhadap kerangka terbaru untuk menjamin legalitas dan akses ke pasar karbon. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap literatur keuangan lingkungan melalui pembuktikan bahwa proyek karbon berbasis ekosistem dapat layak secara ekonomi. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengkuantifikasi manfaat sosial-ekologis untuk memperkaya studi kelayakan pada proyek restorasi hutan mangrove.

2025
👤 Penulis: Widia Mulyati
🏷️ Kehutanan Dan Penggunaan Lahan Lain (Folu) 🏷️ Analisis Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

ANALISIS MANAJEMEN PENGUNJUNG UNTUK PENGEMBANGAN STRATEGI PENGELOLAAN EKOWISATA DI TAMAN NASIONAL (KASUS: TAMAN NASIONAL GUNUNG HALIMUN-SALAK (TNGHS) SEKSI PENGELOLAAN TAMAN NASIONAL (SPTN) WILAYAH II BOGOR)

Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun-Salak (TNGHS) SPTN Wilayah II Bogor memiliki potensi keindahan alam dan keanekaragaman hayati yang tinggi, menjadikannya destinasi yang diminati dengan tingkat kunjungannya yang tinggi. Namun hal tersebut menimbulkan tantangan terkait manajemen pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pengunjung di SPTN Wilayah II Bogor guna mendukung pengelolaan ekowisata berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui kuesioner untuk pengunjung, wawancara dengan masyarakat lokal dan pengelola, observasi lapangan, serta studi dokumen dan literatur. Penelitian ini meliputi analisis daya dukung (carrying capacity) kawasan; analisis ECOSERV untuk mengukur kepuasan pengunjung; Management Effectiveness Tracking Tool (METT) untuk menilai efektivitas pengelolaan; analisis dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan secara deskriptif; serta analisis SWOT dan QSPM untuk merumuskan strategi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya dukung TNGHS SPTN II Bogor belum terlampaui. Analisis kepuasan pengunjung menunjukkan perlunya perbaikan fasilitas dan layanan pengunjung. Evaluasi METT menunjukkan perlunya peningkatan dalam manajemen sumber daya dan pengawasan kawasan. Dampak sosial-ekonomi mencakup peluang ekonomi bagi masyarakat serta adanya peningkatan taraf hidup dan kapasitas masyarakat, tetapi juga tantangan seperti ketimpangan distribusi manfaat dan praktik premanisme. Dari sisi lingkungan, pengelolaan sampah dan perubahan perilaku satwa liar menjadi perhatian utama. Berdasarkan analisis SWOT-QSPM, strategi prioritas meliputi peningkatan kualitas wisata dan penerapan bundle tiket (skor 6.977) dan pengembangan paket wisata terintegrasi ekowisata dan budaya setempat (skor 6.590). Selain itu perlu Meningkatkan kapasitas masyarakat dan kegiatan konservasi dengan bermitra dengan pihak luar (skor 5.884), meningkatkan koordinasi antar pemangku kepentingan (skor 5.806), dan mengajukan pendanaan maupun kerja sama dengan pihak luar untuk mendukung kegiatan ekowisata (skor 5.667).

2025
👤 Penulis: Nur Fadhlan Aminun
🏷️ Manajemen Ekowisata 🏷️ Analisis Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

PERBANDINGAN KETIDAKPASTIAN ESTIMASI LAND SURFACE TEMPERATURE (LST) MENGGUNAKAN HIMAWARI-8/ADVANCED HIMAWARI IMAGER (AHI) DENGAN METODE SINGLE-CHANNEL DAN MULTI-CHANNEL

Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 11 Tahun 2021 mendefinisikan wilayah urban heat island (UHI) sebagai kawasan rentan perubahan iklim. UHI merupakan fenomena suhu udara dan permukaan di wilayah perkotaan lebih tinggi dari wilayah sekitarnya. Data satelit menjadi solusi dari keterbatasan ketersediaan data pengamatan dalam kuantifikasi UHI. Informasi land surface temperature (LST) dari satelit dapat memberikan pola spasial dan variasi UHI secara eksplisit. Himawari-8/Advanced Himawari Imager (AHI), satelit geostasioner versi baru dengan resolusi spasial dan temporal yang tinggi, memiliki tiga kanal thermal infrared (TIR) dengan absorption band 10 – 13 µm yang cocok untuk estimasi LST. Radiative transfer equation (RTE) merupakan algoritma pertama yang dikembangkan untuk estimasi LST menggunakan metode single-channel. Metode multi-channel memanfaatkan dua atau lebih kanal TIR untuk estimasi LST. Pengembangannya menjadi algoritma non-linear split-window (NSW) yang menggunakan dua kanal dan algoritma non-linear three-bands (NTB) dengan ketiga kanal TIR. Setiap algoritma akan menghasilkan ketidakpastian yang disebabkan oleh performa sensor satelit, parameterisasi komponen atmosfer, dan emisivitas. Verifikasi dilakukan berdasarkan pengukuran data suhu tanah gundul dan berumput serta evaluasi berdasarkan data suhu udara. Penelitian ini melakukan perbandingan ketidakpastian estimasi LST metode single-channel dengan RTE serta multi-channel dengan algoritma NSW dan NTB untuk mengetahui metode estimasi LST terbaik dalam menangkap fenomena UHI. Hasil menunjukkan algoritma RTE dengan penggunaan satu kanal memiliki eror terendah dengan puncak distribusi mendekati nilai nol terhadap suhu tanah gundul dan berumput. Eror estimasi LST NSW dengan penggunaan dua kanal mendekati eror LST RTE namun dengan variasi yang lebih besar, sedangkan estimasi LST NTB dengan penggunaan tiga kanal memiliki eror tertinggi. Eror LST ketiga metode terhadap suhu tanah berumput lebih rendah dengan variasi lebih rendah daripada tanah gundul. Hal tersebut disebabkan oleh vegetasi yang dapat menurunkan nilai LST. Evaluasi berdasarkan suhu udara menunjukkan estimasi LST NSW lebih berkaitan dengan perubahan suhu udara diurnal, dengan pola peningkatan (penurunan) LST lebih cepat dibandingkan suhu udara. Selisih estimasi LST terhadap suhu udara (LST-Ta) metode NSW terendah menunjukkan presisi eror terendah daripada metode RTE dan NTB. Estimasi LST metode RTE memiliki eror terendah berdasarkan verifikasi suhu tanah, disusul metode NSW yang juga memiliki eror terendah berdasarkan evaluasi suhu udara, sedangkan metode NTB memiliki eror tertinggi berdasarkan verifikasi suhu tanah dan suhu udara. Wilayah perkotaan di Jawa selain Jakarta yaitu Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya tidak menunjukkan perbedaan LST yang signifikan antara wilayah pusat kota dan daerah sekitarnya. Sementara wilayah Jakarta menunjukkan adanya fenomena UHI yang ditandai dengan suhu udara paling tinggi terlihat di pusat kota, yaitu Kemayoran, Jakarta Pusat dan Tanjung Priok, Jakarta Utara mencapai 33°C. Menjauhi pusat kota nilai suhu udara menurun hingga 27°C di Curug, Tangerang dan 23 – 26°C di Darmaga dan Citeko, Bogor. Hal serupa terjadi pada estimasi LST metode NSW dimana nilai LST tertinggi di pusat kota, Tanjung Priok, Jakarta Utara mencapai 31°C dan menurun menjauhi pusat kota hingga 19 – 25°C. Namun, perbedaan LST yang kontras tersebut tidak terlihat jelas pada estimasi LST RTE dimana hanya terdapat selisih 1 – 3°C dari pusat kota terhadap wilayah sekitarnya. Kuantifikasi UHI estimasi LST metode NSW lebih representatif dibandingkan metode RTE.

2025
👤 Penulis: Vinca Amalia Rizkiafama
🏷️ Hidrologi 🏷️ Analisis Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN MELALUI ANALISA KONJOIN UNTUK MERANCANG PAKET PEMBIAYAAN KENDARAAN LISTRIK YANG KOMPETITIF (STUDI KASUS: PT PERTUMBUHAN INDEPENDEN)

Penelitian ini berfokus pada PT Pertumbuhan Independen, sebuah lembaga kredit mobil, untuk mengetahui preferensi pilihan publik terkait pilihan pinjaman kendaraan listrik (EV) di kalangan masyarakat Indonesia. Dengan menggunakan analisis Choice-Based Conjoint (CBC), penelitian ini mengevaluasi dampak berbagai atribut utama yang mencakup suku bunga pinjaman, jangka waktu pinjaman, tingkat uang muka, insentif penagihan, dan penawaran bonus. Hasil yang diperoleh dengan menganalisis 204 individu yang memiliki pengetahuan tentang EV atau menunjukkan minat pada EV adalah bahwa pendorong utama pilihan adalah suku bunga sebesar 65,5%, diikuti oleh penawaran bonus sebesar 10,6%, dan insentif penagihan sebesar 9,9%. Nilai terbaik dari paket keuangan yang dipilih mencakup suku bunga 3,25 persen, uang muka 20 persen, jangka waktu pinjaman 36 bulan, diskon 20 persen untuk penagihan seluruh jangka waktu pinjaman, dan bonus emas. Hasil tersebut menunjukkan perlunya PT Pertumbuhan Independen untuk menargetkan suku bunga dengan harga yang kompetitif, jangka waktu pinjaman yang bervariasi, dan peningkatan insentif untuk mendukung portofolio kendaraan listriknya. Selain itu, untuk mendukung peningkatan pengetahuan dan tingkat penerimaan pelanggan, perusahaan disarankan untuk memperkenalkan strategi pemasaran khusus yang mencakup kampanye media sosial yang menargetkan audiens yang lebih muda dan partisipasi di pameran kendaraan listrik. Penelitian ini menentukan bahwa dengan menyelaraskan produk keuangan dengan kebutuhan pelanggan sambil mempertimbangkan perbedaan sosial-demografis, PT Pertumbuhan Independen dapat secara signifikan meningkatkan penerimaan kendaraan listrik, tidak hanya secara internal tetapi juga di Indonesia untuk mendukung target transportasi berkelanjutan dan upaya pengurangan karbon.

2025
👤 Penulis: Ida Bagus Gede Giodantha
🏷️ Kredit Mobil 🏷️ Analisis Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Energi Listrik

STRATEGIC MARKETING APPROACHES LEVERAGING THE 7P MARKETING MIX FRAMEWORK TO OVERCOME SALES CHALLENGES AND ENHANCE PURCHASE INTENTION FOR IELTS PROGRAMS AT ATHENA ENGLISH COURSE

Athena English Course, sebuah lembaga kursus bahasa Inggris yang berbasis di Bandung, menghadapi tantangan dalam meningkatkan jumlah pendaftar, terutama pada kelas persiapan IELTS online. Dalam upaya memahami faktor-faktor yang memengaruhi keputusan calon siswa, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh elemen bauran pemasaran 7P—Product, Price, Place, Promotion, People, Process, dan Physical Evidence—terhadap minat beli pelanggan dalam memilih kursus persiapan IELTS online. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode campuran, yaitu kombinasi antara pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui survei terhadap responden yang memiliki minat dalam kursus persiapan IELTS online, kemudian dianalisis menggunakan metode statistik berbasis SmartPLS untuk mengevaluasi signifikansi hubungan antar variabel dalam model penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tujuh elemen bauran pemasaran yang dianalisis, hanya Price, Promotion, Product, dan People yang memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli pelanggan, sedangkan Place, Process, dan Physical Evidence memiliki dampak yang lebih lemah atau bahkan tidak signifikan. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi penyedia kursus bahasa Inggris dalam menyusun strategi pemasaran yang lebih efektif guna meningkatkan daya tarik kursus serta pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. Berdasarkan hasil penelitian, Athena English Course dapat mengoptimalkan tiga strategi utama, yaitu pertama, melakukan segmentasi pasar yang lebih spesifik dengan target audiens yang memiliki kebutuhan akan kursus persiapan IELTS namun masih minim kompetitor; kedua, memperkuat strategi promosi melalui pemasaran digital, terutama media sosial, guna meningkatkan visibilitas dan menjangkau lebih banyak calon peserta; dan ketiga, menyesuaikan kembali strategi penetapan harga agar tetap kompetitif serta dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan menerapkan strategi-strategi ini, Athena English Course berpotensi meningkatkan jumlah peserta, memperluas pangsa pasar, serta memperkuat daya saingnya dalam industri pendidikan bahasa Inggris di Indonesia.

2025
👤 Penulis: Ilman Sadri
🏷️ Pemasaran 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Kecerdasan Buatan

ANALISIS KERUNTUHAN LERENG PADA TANAH LUNAK DENGAN METODE ELEMEN HINGGA SERTA ALTERNATIF PENANGANANNYA (STUDI KASUS : JALAN TOL DI PROVINSI SUMATERA SELATAN)

Jalan Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayuagung mengalami keruntuhan pada lereng galian di Km 280+000 A pada area galian dengan ketinggian 10 m. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab longsor serta mengevaluasi alternatif solusi penanganan guna meningkatkan faktor keamanan lereng. Dalam proses menganalisis penyebab keruntuhan lereng dilakukan uji penyelidikan tanah, terdapat sample tanah yang memiliki nilai plastisitas 16,21% dimana berdasarkan kriteria identifikasi tanah lempung ekspansi USBR (Holzt et al., 1959) dikategorikan derajad rendah. Dari nilai tersebut kemudian dilakukan uji Swelling untuk mengkonfirmasi karakteristik tanah ekspansif pada lokasi tersebut, didapatkan nilai 10,7% untuk swelling potential serta 3,06 kg/cm2 untuk swelling pressure. Sedangkan hasil uji Metylen Blue Value (MBV) didapatkan nilai Medium (Yukselen & Kaya, 2008) untuk swelling potential-nya. Metode yang digunakan dalam studi ini meliputi penyelidikan tanah di lapangan dan laboratorium dan analisis stabilitas lereng menggunakan pemodelan numerik berbasis Metode Elemen Hingga serta penentuan parameter menggunakan trial and error pada lapis tanah yang terdampak sesuai dengan garus keruntuhannya dimana secara pemodelan menunjukkan kondisi saat sebelum lereng sebelum mengalami keruntuhan atau SF = 1 dan diverifikasi berdasarkan garis keruntuhan yang ada dilokasi studi kasus karena tidak ada instrument pengukuran dilapangan. Parameter trial and error ini digunakan pada lapisan tanah 1 sampai dengan 4 sedangkan lapisan tanah 5 sampai dengan 7 menggunakan data pengujian lapangan dan laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa longsoran terjadi pada kondisi tanah lempung dan pada saat kondisi muka air tanah mengalami kenaikan atau pada saat kondisi hujan. Beberapa alternatif perkuatan lereng dianalisis, yaitu: (1) Kombinasi Resloping dan Dinding Penahan Tanah (DPT), (2) Kombinasi Resloping dan Steel Sheet Pile (SSP) 12 m, (3) Kombinasi Resloping dan SSP 8 m, serta (4) Kombinasi Resloping dan Gabion. Dari hasil simulasi, metode Resloping dengan SSP 12 m serta Resloping dengan Gabion memenuhi standar faktor keamanan minimum yang disyaratkan dalam SNI 8460-2017. Studi kasus ini merekomendasikan penggunaan kombinasi Resloping dan SSP 12 m sebagai solusi perkuatan lereng yang paling efektif untuk mengatasi longsoran pada lokasi studi kasus. Selain itu, disarankan pemasangan instrumen pemantauan untuk dapat lebih detail meninjau pergerakan lereng secara berkala serta analisis lebih lanjut terhadap komposisi mineral tanah guna memahami karakteristik tanah ekspansif yang lebih detail.

2024
👤 Penulis: Adhitya Wahyu Yulistyawan
🏷️ Lereng Tanah Lunak 🏷️ Analisis Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PENENTUAN PARAMETER TPAR DAN SPAR DI SISTEM TRANSMISI

Gangguan pada sistem transmisi dapat membuat sistem menjadi tidak stabil. Jika gangguan ini tidak ditangani dengan baik, hal tersebut dapat menyebabkan gangguan yang lebih parah dan dalam skenario terburuk dapat mengakibatkan pemadaman sistem atau black out sistem. Sementara itu sebagian besar gangguan yang terjadi pada saluran transmisi bersifat sementara, dimana gangguan ini jika tidak dimitigasi dengan baik dapat membuat sistem menjadi tidak stabil sehingga penerapan reclose pada saluran transmisi diperlukan untuk meningkatkan stabilitas sistem. Namun di sisi lain, penerapan skema dan setting reclose yang salah bukan hanya tidak menghilangkan efek dari gangguan sementara ini pada sistem tapi dapat membuat sistem menjadi lebih tidak stabil dan berujung pada kegagalan sistem. Penelitian ini memberikan panduan tentang parameter apa saja yang perlu dianalisis untuk memilih pengaturan dan skema reclose yang tepat. Aplikasi DigSilent PowerFactory akan digunakan untuk memeriksa dan menganalisis parameter seperti magnitudo tegangan, sudut fase, Critical Clearing time (CCT), Power surge, Secondary arc, Fault Induced Delayed recovery voltage(FIDRV), dan Transient Recovery Voltage (TRV) pada sistem yang disebabkan oleh gangguan di setiap segmen. Parameter ini kemudian akan dibandingkan dengan standar IEEE atau IEC. Hasil perbandingan ini akan menentukan pengaturan dan skema reclose terbaik.

2024
👤 Penulis: Ann Alberth Sitorus
🏷️ Sistem Transmisi 🏷️ Analisis Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

STUDI KOMPARASI KLASIFIKASI MASSA BATUAN SMR, Q-SLOPE, DAN RHRS UNTUK ANALISIS KESTABILAN LERENG PADA AREA JALAN AKSES PEMBANGUNAN LOWER DAM CISOKAN, KABUPATEN BANDUNG BARAT

Jalan Akses Lower Dam Cisokan merupakan satu-satunya jalan akses menuju lokasi pembangunan bendungan PLTA Cisokan sehingga tingkat keamanan termasuk kestabilan lerengnya perlu diperhatikan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kestabilan lereng di beberapa titik pemerolehan data pada area jalan tersebut dengan cara membandingkan beberapa metode klasifikasi massa batuan. Hasil penelitian ini juga memberikan evaluasi perkuatan lereng di daerah penelitian. Dalam penelitian ini, survei talipindai dilakukan untuk mengetahui orientasi, spasi, kondisi, jumlah bidang diskontinuitas, kondisi airtanah, dan geometri lereng. Data sifat fisik dan sifat mekanik batuan diperoleh dari hasil pengujian di laboratorium. Data sekunder berupa beberapa sifat mekanik batuan dan koefisien seismik juga digunakan. Metode klasifikasi massa batuan yang diaplikasikan dan dibandingkan adalah Slope Mass Rating (SMR), pengembangan dari Rock Mass Rating (RMR), dan Q-Slope, pengembangan dari Q-System. Analisis kestabilan lereng berupa penentuan tipe keruntuhan dan nilai Faktor Keamanan (FK) dilakukan berdasarkan analisis kinematika dan analisis kesetimbangan batas dengan variasi kondisi pseudostatik serta tingkat kejenuhan. Berdasarkan klasifikasi SMR, lereng di area penelitian tergolong tidak stabil-stabil sebagian, sedangkan berdasarkan klasifikasi Q-Slope, lereng di area penelitian tergolong stabil. Analisis kestabilan lereng menunjukkan lereng yang paling rawan terhadap keruntuhan adalah TAR3-3 dengan tipe keruntuhan guling, dengan nilai FK pada kondisi kering dan statik 1,20, serta memiliki Probabilitas Keruntuhan (PK) 60%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klasifikasi SMR lebih efektif digunakan karena memroyeksikan kemungkinan terburuk sehingga mitigasi terhadap bencana longsoran bisa lebih efisien.

2024
👤 Penulis: Zapheline Matakupan
🏷️ Kestabilan Lengkang 🏷️ Analisis Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PENGEMBANGAN PROSEDUR IDENTIFIKASI ALTERNATIF POLA RUANG BERBASIS SKENARIO KEBIJAKAN DAN PRINSIP KEDEKATAN SPASIAL UNTUK MENDUKUNG PERENCANAAN TATA RUANG BERKELANJUTAN DI TINGKAT KABUPATEN/KOTA (STUDI KASUS: KABUPATEN BOGOR)

Perencanaan tata ruang wilayah berkelanjutan di tingkat kabupaten/kota merupakan elemen kunci dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia. Namun, konsep daya dukung dan berkelanjutan belum sepenuhnya diintegrasikan dalam perencanaan tata ruang di Indonesia, terutama pada tingkat kabupaten/kota dikarenakan keterbatasan dalam sistem dan metode implementasinya. Penelitian ini bertujuan mengembangkan metode lokasi-alokasi penutup/penggunaan lahan pada tingkat kabupaten/kota sebagai prosedur dalam menentukan lokasi alternatif penutup/penggunaan lahan untuk rekomendasi pola ruang. Metode penelitian ini meliputi alokasi penutup/penggunaan lahan, penilaian kesesuaian lahan dengan ECOC-SVM, penentuan lokasi penutup/penggunaan lahan berdasarkan aspek kedekatan spasial, dan evaluasi serta penyusunan rekomendasi pola ruang berdasarkan analisis menggunakan non-weighted overlay relevance matrix. Penelitian ini berkontribusi dalam pembangunan prosedur identifikasi lokasi alternatif penutup/penggunaan lahan berbasis indikator kuantitatif daya dukung untuk perencanaan tata ruang berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan jejak ekologis, probabilitas kesesuaian lahan, dan kedekatan spasial dapat menghasilkan lokasi alternatif penutup/penggunaan lahan yang optimal serta berkurangnya defisit lahan untuk Pertanian Lahan Kering sebesar 84.08% dan 100% untuk penutup/penggunaan lahan lain meskipun terjadi kenaikan fragmentasi. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa rekomendasi pola ruang dapat diperoleh melalui hasil evaluasi relevansi antara lokasi alternatif penutup/penggunaan lahan dan pola ruang dengan analisis menggunakan non-weighted overlay relevance matrix. Sebesar 27% wilayah Kabupaten Bogor direkomendasikan untuk dilakukan perubahan fungsi kawasan, 68% direkomendasikan untuk mempertahankan fungsi, dan 5% direkomendasikan untuk diubah berdasarkan catatan. Performa model kesesuaian lahan masih dapat ditingkatkan dengan penambahan parameter fisik, kebencanaan, maupun sosioekonomi. Selain itu, perhitungan kebutuhan lahan dengan pendekatan jejak ekologis dapat direpresentasikan dalam bentuk kawasan pola ruang untuk meningkatkan efisiensi dalam tahap prosedur penyusunan rekomendasi pola ruang.

2024
👤 Penulis: Dinni Sanni Hafidzah
🏷️ Perencanaan Tata Ruang Berkelanjutan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Kecerdasan Buatan

STUDI KOMPUTASI PENGARUH VARIASI BAHAN ELECTRON TRANSPORT LAYER PADA PERFORMA SEL SURYA PEROVSKIT FASNI?

Sel surya perovskit FASnI? memiliki potensi besar sebagai perangkat pemanen energi terbarukan dengan biaya produksi rendah dan toksisitas yang lebih aman dibandingkan sel surya berbasis timbal. Salah satu elemen penting dalam struktur sel surya perovskit adalah electron transport layer (ETL). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi sel surya perovskit berbasis FASnI? dengan mempelajari pengaruh variasi densitas donor, ketebalan, dan densitas cacat pada bahan electron transport layer (ETL). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan solusi energi terbarukan yang ramah lingkungan, efisien, dan berkelanjutan, di mana sel surya perovskit berbasis timah menjadi alternatif potensial untuk menggantikan bahan berbasis timbal yang berbahaya. Arsitektur sel surya yang digunakan adalah FTO/ETL/FASnI?/PTAA, dengan bahan ETL berupa TiO?, ZnO, dan SnO?. Penelitian dilakukan menggunakan simulasi numerik dengan perangkat lunak VASP berbasis DFT untuk menentukan struktur optimal bahan ETL, serta SCAPS-1D untuk mengevaluasi pengaruh variasi bahan dan parameter ETL terhadap performa sel surya. Hasil simulasi menunjukkan bahwa bahan SnO? memberikan efisiensi konversi daya tertinggi sebesar 20,18%, melampaui TiO? dan ZnO dalam kondisi variasi densitas donor yang sama. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemilihan bahan ETL dan pengaturan densitas donor memiliki peran penting dalam mendukung efisiensi energi dalam sel surya perovskit bebas timbal. Analisis lebih lanjut mengungkap bahwa densitas donor pada tingkat tinggi meningkatkan densitas pembawa muatan dan mengurangi rekombinasi elektron-hole, yang pada akhirnya mendukung peningkatan efisiensi PCE. Kata kunci: DFT, ETL, sel surya bebas timbal, SCAPS-1D, VASP

2024
👤 Penulis: Muhammad Sofyan Parlin
🏷️ Sel Surya Perovskit Fasni? 🏷️ Efisiensi Sel Surya 🏷️ Analisis Kecerdasan Buatan

EVALUASI PRIORITISASI OEM UNTUK MENDUKUNG STRATEGI PERTUMBUHAN PT. SULZER INDONESIA DI LINI PRODUK TURBIN UAP >400MW

Studi ini meneliti pendekatan strategis PT Sulzer Indonesia untuk memperluas lini produk turbin uap >400MW di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Original Equipment Manufacturers (OEM) yang paling menjanjikan untuk ditargetkan dan mengembangkan strategi pemasaran yang efektif. Dengan menggunakan pendekatan metode campuran, studi ini menggabungkan analisis kualitatif melalui wawancara dengan pakar industri dan analisis kuantitatif menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP). Analisis kualitatif mengungkap tema-tema utama seperti pentingnya hubungan pelanggan, aksesibilitas pasar, kesesuaian teknologi, dan penargetan strategis. Hasil AHP memprioritaskan kriteria untuk pemilihan OEM, dengan Kelayakan Pasar (38,2%) dan Keunggulan Kompetitif (28,3%) muncul sebagai faktor yang paling penting. Di antara keduanya, Aksesibilitas Pasar (56,9% Kelayakan Pasar) dan Kesesuaian Teknologi (41,3% Keunggulan Kompetitif) diidentifikasi sebagai sub-kriteria yang paling signifikan. Studi ini mengevaluasi tujuh OEM utama di pasar Indonesia. Mitsubishi Hitachi Power Systems muncul sebagai pilihan utama dengan skor prioritas sebesar 22,2%, diikuti oleh Toshiba Energy Systems and Solutions (19,4%) dan GE Vernova (17,6%). Peringkat ini didasarkan pada penilaian komprehensif atas keberadaan pasar, kemampuan teknologi, ketersediaan sumber daya, dan penyelarasan strategis. Berdasarkan temuan ini, penelitian ini mengusulkan rencana implementasi terperinci untuk PT Sulzer Indonesia. Rencana ini mencakup strategi untuk meningkatkan aksesibilitas pasar, memanfaatkan keunggulan kompetitif, memperkuat penyelarasan sumber daya, dan membentuk kemitraan strategis. Rencana ini disusun secara bertahap selama periode 12 bulan, dengan fokus pada persiapan, perencanaan, implementasi, perluasan, dan evaluasi. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman pengambilan keputusan strategis dalam industri peralatan pembangkit listrik, khususnya di pasar negara berkembang. Penelitian ini memberikan wawasan praktis bagi perusahaan yang ingin memperluas lini produk dan keberadaan pasar mereka di jasa purna jual turbin uap yang kompetitif

2024
👤 Penulis: Jonatan Hutahaean
🏷️ Pertumbuhan Perusahaan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Kecerdasan Buatan
Halaman 2 dari 3
💬