📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 110 dokumenPROSES PEMILIHAN PENERUS DI BISNIS KELUARGA KECIL YANG MEMILIKI MULTI-KANDIDAT, STUDI KUALITATIF EKSPORATIF SECARA MENDALAM, PADA TIGA VENDOR BISNIS KELUARGA KECIL DI SEKTOR MINYAK DAN GAS.
Penelitian ini mempelajari proses pemilihan suksesor yang memiliki banyak kandidat dalam perusahaan keluarga berskala kecil di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengekstraksi faktor-faktor yang dipertimbangkan pemilik usaha serta menjelaskan proses pengambilan keputusan dalam perusahaan keluarga skala kecil di Indonesia. Untuk mendapat hasil yang relevan, penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan pengumpulan data primer melalui proses wawancara dan data sekunder menggunakan literature review. Analisa yang digunakan Adalah thematic analysis yang kemudian digabungkan dengan framework yang diperoleh dari data sekunder. Pada akhirnya, penelitian ini memberi kontribusi atas faktor yang digunakan untuk mengevaluasi suksesor dan proses pengambilan keputusan dalam perusahaan keluarga skala kecil di Indonesia yang memiliki banyak kandidat.
ANALISIS FINANSIAL PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR VENTILASI BERBASIS DISCOUNTED CASH FLOW: STUDI KASUS DARI TAMBANG EMAS BAWAH TANAH CGSS–CGHT
Studi ini mengevaluasi kelayakan ekonomi pengembangan infrastruktur ventilasi untuk tambang emas bawah tanah CGSS–CGHT PT Antam Tbk UBPE Pongkor dengan membandingkan dua skenario produksi: kelanjutan operasi tanpa pembuatan ventilasi shaft baru (Skenario 1) dan operasi dengan pembuatan ventilasi shaft baru (Skenario 2). Penelitian menggabungkan analisis kondisi bisnis (PESTLE, VRIO, dan SWOT) dengan penilaian proyek menggunakan metode DCF (Discounted Cash Flow). Proyeksi harga emas dan perak diperoleh dari konsensus data bank internasional dan lembaga investasi, sementara arus kas proyek dibangun berdasarkan detail CAPEX (pertambangan, pabrik proses, utilitas, infrastruktur), COGS, OPEX, royalti sesuai fiskal Indonesia, serta depresiasi. Kinerja finansial setiap skenario dinilai menggunakan NPV, IRR, dan payback period dengan mendiskontokan arus kas pada tingkat WACC proyek, serta diuji lebih lanjut melalui analisis sensitivitas terhadap harga emas dan biaya operasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua skenario secara finansial layak; namun, Skenario 2 secara konsisten menghasilkan nilai ekonomi yang lebih tinggi, dengan NPV sebesar USD 62,65 juta dibandingkan USD 54,4 juta, IRR sebesar 44% dibandingkan 40%, serta payback period yang serupa yaitu kurang dari satu tahun. Skenario 2 juga meningkatkan unit ekonomi (COGS dan OPEX per ounce lebih rendah) dan menghasilkan pembayaran royalti kumulatif yang lebih tinggi kepada pemerintah Indonesia. Studi ini menyimpulkan bahwa pembangunan dan pengoperasian tambang dengan ventilasi shaft baru merupakan strategi yang lebih unggul untuk memaksimalkan nilai cadangan tersisa CGSS–CGHT, meningkatkan kesejahteraan pemegang saham, serta memperkuat aspek keselamatan dan kepatuhan terhadap regulasi. Selain itu, studi ini mengusulkan roadmap implementasi bertahap untuk memberikan fleksibilitas dalam pengambilan keputusan investasi.
PERBANDINGAN JARINGAN SYARAF TIRUAN DAN REGRESI LOGISTIK DALAM PREDIKSI KESULITAN KEUANGAN PADA INDUSTRI FARMASI INDONESIA
Kesulitan keuangan di perusahaan sering terjadi selama krisis keuangan besar, termasuk yang disebabkan oleh pandemi COVID-19. Fenomena ini dapat memengaruhi perusahaan yang terdaftar di bursa saham dan memiliki dampak yang lebih luas pada para pemangku kepentingan yang terlibat. Perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (IDX) telah menunjukkan tandatanda mengalami kesulitan keuangan. Arus kas operasional dan margin laba bersih industri tersebut tampak menurun selama beberapa tahun terakhir. Ketergantungan pada impor bahan baku Bahan Aktif Farmasi (API) juga menyebabkan kesulitan bagi industri, baik selama maupun setelah pandemi. Namun, model prediksi kesulitan keuangan (FDP) yang andal dapat membantu perusahaan mengelola risiko dan menghindari hasil negatif sebelum krisis terjadi. Model FDP telah berkembang dari metode statistik dan banyak pendekatan saat ini menggunakan pembelajaran mesin (ML). Jaringan Saraf Buatan (ANN) dan Regresi Logistik (Logit) diterapkan untuk memprediksi kesulitan keuangan dalam industri farmasi untuk melihat kinerja masing-masing dan menemukan metode prediksi yang paling akurat. Penelitian ini dilakukan dengan menentukan kriteria kesulitan keuangan dan mengumpulkan data dari perusahaan farmasi yang terdaftar di IDX pada kuartal pertama tahun 2017 hingga kuartal keempat tahun 2024. Variabel keuangan independen meliputi Rasio Cepat (Quick Ratio/QR), Rasio Cakupan Bunga (Interest Coverage Ratio/ICR), Margin Laba Operasi (EBIT Margin/EBITM), Rasio Utang terhadap Ekuitas (Debt-to-Equity Ratio/DER), dan Rasio Perputaran Total Aset (Total Assets Turnover Ratio/TATR). Variabel makro meliputi inflasi, PDB per kapita, dan suku bunga. Dalam penelitian ini, Logit menunjukkan kinerja yang lebih baik daripada ANN, mencapai akurasi tertinggi dan tingkat kesalahan klasifikasi terendah. Temuan Logit menunjukkan bahwa QR, EBITM, ICR, dan TATR berhubungan dengan kesulitan keuangan. Sementara itu, ANN yang dikombinasikan dengan SHapley Additive exPlanations (SHAP) mengungkapkan arah positif dan negatif dengan tiga fitur utama yaitu QR, EBITM, dan DER yang menjelaskan kesulitan keuangan di industri farmasi.
IMPLEMENTASI ANALISIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN KEUANGAN TERINTEGRASI DALAM KERANGKA KONSEPTUAL SISTEM MANAJEMEN KINERJA BERBASIS PENGETAHUAN (KBPMS) UNTUK MENGELOLA PERTUKARAN KUALITAS-BIAYA DALAM INDUSTRI MINUMAN
Industri manufaktur minuman menghadapi "pertukaran antara produk yang mahal dan kualitas". Masalah ini menimbulkan dilema bagi perusahaan, karena harga kinerja manufaktur perusahaan tidak dapat dipisahkan dari biaya dan kualitas produk. Hampir semua sistem manajemen kinerja yang ada kekurangan indikator keuangan dan operasional, dan sistem yang ada seringkali terpisah dan tidak memiliki informasi spesifik yang diperlukan untuk mengevaluasi pengambilan keputusan guna memberikan dasar yang memadai bagi perusahaan untuk mengambil keputusan. Masalah ini diatasi dengan penerapan kerangka sistem manajemen kinerja berbasis pengetahuan dan analisis keputusan keuangan dengan strategi trade-off keuangan dan biaya-kualitas untuk memberikan keputusan. Studi ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi kerangka konseptual, yang dikombinasikan dengan Kerangka Analisis Keuangan, Total Biaya Kepemilikan (TCO), Analisis Biaya Manfaat (CBA), dan Analisis Sensitivitas (SA), bersama dengan Proses Hierarki Analitis (AHP), untuk membuat penentuan analitis tentang manufaktur minuman di PT CNZ. Sistem Manajemen Kinerja Berbasis Pengetahuan (KBPMS) mencakup analisis keputusan keuangan sebagai indikator kelayakan ekonomi, seperti Nilai Bersih Sekarang (NPV), Tingkat Pengembalian Internal (IRR), dan periode pengembalian modal. Analisis sensitivitas digunakan sebagai alat untuk menilai sensitivitas variabel yang dapat memengaruhi kelayakan keuangan suatu perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa integrasi KBPMS dengan alat pengambilan keputusan keuangan dapat membantu dalam evaluasi pertukaran biaya-kualitas yang lebih berbasis data dan, untuk keputusan alokasi modal, membantu dalam memasukkan KBPMS ke dalam instrumen pengambilan keputusan keuangan. Penelitian empiris ini menawarkan dukungan empiris untuk praktik manajemen kinerja menggunakan struktur pendukung keputusan keuangan, yang direplikasi di perusahaan manufaktur yang mengalami masalah biaya dan kualitas serupa.
STUDI FINANSIAL RENCANA PROYEK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR PASIR HANJUANG DI GARUT, JAWA BARAT, INDONESIA
Tujuan studi ini adalah untuk meneliti prospek keuangan dari proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga mini hydro di Garut, Jawa Barat, Indonesia menggunakan rasio keuangan seperti payback period, internal rate of return, net present value, dan benefit cost ratio. Pertumbuhan ekonomi masa kini adalah salah satu faktor yang mendorong permintaan energi listrik, dan permasalahan yang dihadapi Indonesia sekarang yang adalah tidak tersedianya pasokan listrik yang cukup. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk meningkatkan rasio elektrifikasi adalah dengan membangun pembangkit listrik baru yang dikembangkan oleh PLN, perusahaan penyedia listrik milik negara di Indonesia, ataupun oleh Independent Power Producer (IPP). Pembangkit listrik yang akan dibangun adalah pembangkit listrik yang menggunakan air sebagai sumber energi. Untuk membangun studi finansial yang memadai, pertama-tama dilakukan tinjauan pustaka. Tinjauan pustaka terdiri dari rangkuman singkat tentang kajian industri listrik secara umum dan industri listrik di Indonesia, Kedua, informasi diperoleh dari valuasi proyek perusahaan yang melaksanakan proyek ini. Perusahaan akan menyediakan valuasi proyek yang berisi seluruh informasi keuangan yang diperlukan untuk membuat analisis keuangan. Ketiga, dibuat rekomendasi bagi peneliti di masa depan yang ingin melakukan penelitian serupa secara lebih menyeluruh, karena penelitian ini hanya berfokus pada aspek finansial sehingga terdapat beberapa aspek lain yang tidak dipertimbangkan dalam penelitian ini. Setelah analisis disimpulkan, akan ditentukan apakah proyek ini menguntungkan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, atau tidak menguntungkan.
ANALISIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM PENENTUAN PERUSAHAAN AUDITOR PIHAK KETIGA UNTUK MELAKSANAKAN AUDIT INITIAL DENGAN METODE ANALISIS HIRARKI UNTUK SALAH SATU PERUSAHAAN EXPORTIR SAPI SATU PERUSAHAAN EXPORTIR SAPI ASAL AUSTRALIA
Industri ekspor sapi hidup Australia ke Indonesia beroperasi di bawah kerangka peraturan ketat, Exporter Supply Chain Assurance System (ESCAS), yang mewajibkan Independent Initial Audit Report (IIAR) untuk fasilitas baru. Tantangan utama bagi eksportir adalah pemilihan auditor independen yang kompeten, sebuah keputusan yang sering dibuat secara informal, sehingga berisiko menyebabkan kegagalan audit, pembengkakan biaya, dan penundaan pengiriman. Penelitian ini mengatasi kesenjangan tersebut dengan menerapkan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mengembangkan model pengambilan keputusan multi-kriteria yang terstruktur bagi seleksi auditor.Penelitian mengidentifikasi empat kriteria seleksi kunci melalui wawancara ahli: Fleksibilitas Waktu, Kredibilitas, Biaya per Fasilitas, dan Pengalaman di Lapangan. Perbandingan berpasangan oleh para ahli industri menentukan bobot prioritas, mengungkapkan Fleksibilitas Waktu sebagai faktor paling kritis (55,8%), diikuti oleh Kredibilitas (26,3%). Tiga firma auditor dievaluasi terhadap kriteria ini. Analisis AHP menghitung skor prioritas global, menempatkan Auditor A di peringkat pertama (38,4%) karena fleksibilitasnya yang luar biasa, yang terpenting untuk mengurangi risiko gangguan rantai pasokan. Auditor B peringkat kedua (35,9%), dihargai karena kredibilitasnya yang kuat, sementara Auditor C (25,7%) dinilai tidak cocok meskipun biayanya rendah karena kurangnya fleksibilitas.Studi ini menyimpulkan bahwa model AHP yang terstruktur secara efektif mengubah keputusan subjektif menjadi proses yang transparan dan dapat dipertahankan. Temuan ini merekomendasikan untuk memilih Auditor A, dengan memprioritaskan ketahanan operasional dan keamanan regulasi daripada penghematan biaya jangka pendek. Pendekatan ini memberikan eksportir kerangka kerja yang kuat untuk memastikan kepatuhan, melindungi akses pasar, dan meningkatkan pengambilan keputusan strategis dalam industri berisiko tinggi.
PENGARUH PRAKTIK KEBERLANJUTAN DAN KINERJA KEUANGAN TERHADAP RASIO PENGEMBALIAN EKUITAS: STUDI KASUS DARI BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh praktik keberlanjutan, rasio biaya operasional terhadap pendapatan (BOPO), dan rasio pembiayaan terhadap simpanan (FDR) terhadap rasio pengembalian ekuitas (ROE) di bank umum syariah di Indonesia. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari laporan keberlanjutan dan laporan tahunan yang diterbitkan oleh 11 bank umum syariah selama periode 2021–2024 yang terdaftar di OJK. Pengukuran indeks keberlanjutan didasarkan pada tiga dimensi utama praktik keberlanjutan yang diuraikan oleh Jan et al. (2019), yaitu aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis regresi data panel. Hasil menunjukkan bahwa praktik keberlanjutan (X1) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap ROE dengan koefisien positif sebesar 0,615474 dan nilai p sebesar 0,5539. BOPO (X2), di sisi lain, memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap ROE dengan koefisien –0,403274 dan nilai p 0,0000, menunjukkan bahwa efisiensi operasional yang lebih rendah mengurangi keuntungan. Sementara itu, FDR (X3) menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan terhadap ROE dengan koefisien 0,008572 dan nilai p sebesar 0,8863. Temuan ini menyarankan bahwa hanya BOPO yang secara signifikan mempengaruhi profitabilitas bank komersial Islam melalui ROE, sementara praktik keberlanjutan dan FDR tidak memiliki pengaruh yang signifikan selama periode studi.
ANALISIS PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN HARGA TIMAH SEBAGAI FAKTOR MEDIASI : STUDI KASUS PT. TIMAH TBK.
Dalam beberapa tahun terakhir, PT Timah Tbk dihadapkan pada berbagai persoalan, yang mempengaruhi kinerja keuangan dan berdampak pada nilai perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dengan harga timah sebagai variabel mediasi pada PT Timah Tbk yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2010–2024. Kinerja keuangan diukur menggunakan rasio profitabilitas, likuiditas, solvabilitas, dan aktivitas, sedangkan nilai perusahaan diukur dengan Tobin's Q. Harga timah digunakan sebagai variabel mediasi yang merefleksikan faktor eksternal. Metode penelitian yang digunakan mengkombinasikan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji hubungan kausal antar variabel dan Artificial Neural Network (ANN) untuk menangkap pola hubungan non-linear serta melakukan prediksi nilai perusahaan secara lebih akurat. Hasil analisis SEM-PLS menunjukkan bahwa profitabilitas, solvabilitas, dan aktivitas memiliki pengaruh signifikan positif terhadap nilai perusahaan, sementara likuiditas dan harga timah tidak berpengaruh signifikan. Harga timah sebagai variabel mediasi tidak memperkuat hubungan antara kinerja keuangan dan nilai perusahaan secara signifikan. Hasil model ANN memvalidasi temuan tersebut dengan Debt to Equity Ratio (DER), Total Asset Turnover (TATO), dan Debt to Asset Ratio (DAR) sebagai variabel paling berpengaruh membentuk nilai perusahaan.
STUDI DAMPAK KEBIJAKAN LARANGAN EKSPOR BIJIH NIKEL PADA HUBUNGAN KINERJA KEUANGAN DAN NILAI PERUSAHAAN
Larangan ekspor bihi nikel menjadi penting bagi perusahaan karena akan berdampak pada kinerja keuangan dan nilai perusahaan. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kebijakan larangan ekspor bijih nikel terhadap kinerja keuangan dan nilai perusahaan di sektor pertambangan Indonesia. Industri pertambangan, khususnya nikel, memegang peran strategis dalam perekonomian nasional, namun kebijakan larangan ekspor yang diberlakukan menimbulkan tantangan signifikan. Dengan menggunakan metode Artificial Neural Network (ANN) dan regresi linear, penelitian ini mengkaji bagaimana berbagai rasio keuangan (termasuk likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan aktivitas) yaitu ROA, NPM, CR, QR, DAR, DER, TATO, dan WCTO berkontribusi terhadap nilai perusahaan (Tobin's Q) baik sebelum maupun sesudah implementasi kebijakan tersebut. Data keuangan perusahaan pertambangan terkait akan dianalisis untuk mengidentifikasi pergeseran prioritas investor dan perubahan dalam faktor penentu nilai perusahaan. Hasilnya adalah CR dan QR menjadi kinerja keuangan yang berdampak paling signifikan pada nilai perusahaan pada periode sebelum adanya kebijakan larangan ekspor sedangkan pada periode setelah kebijakan larangan ekspor, DAR dan CR menjadi yang palling signifikan. Ini diindikasikan karena adanya pembayaran hutang
MENGANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PEMBUKAAN CABANG BARU PROF COFFEE
Penelitian ini mengevaluasi kelayakan finansial rencana ekspansi Prof Coffee, sebuah kedai kopi 24 jam yang menargetkan mahasiswa dan profesional muda, dengan membuka cabang baru di kawasan Tamansari, Bandung. Lokasi ini dipilih karena dekat dengan kampus-kampus besar seperti ITB, UNPAS, dan UNISBA, sehingga memiliki potensi pasar mahasiswa yang lebih luas. Prof Coffee sendiri telah berhasil menarik pelanggan setia di Setiabudi dengan konsep nyaman, harga terjangkau, dan suasana mendukung belajar. Analisis kelayakan dilakukan melalui Proyeksi Laporan Keuangan (Pro Forma), teknik Capital Budgeting, Perencanaan Skenario, dan Analisis Sensitivitas untuk periode lima tahun. Berdasarkan data operasional dan tolok ukur industri, diperoleh estimasi investasi awal sekitar Rp349 juta, dengan Payback Period 2,28 tahun, NPV positif Rp626 juta, dan IRR 49,2% yang jauh melebihi Weighted Average Cost of Capital (WACC) sebesar 7,59%. Analisis skenario menunjukkan proyek tetap layak meski dalam kondisi pesimis, sementara analisis sensitivitas menyoroti volume penjualan dan strategi harga sebagai faktor kunci. Temuan ini mendukung rekomendasi untuk melanjutkan ekspansi dengan fokus pada pemasaran yang tepat sasaran ke mahasiswa, menjaga kualitas produk, dan pemantauan keuangan yang berkelanjutan.
PENENTUAN KEBIJAKAN INVENTORI BAHAN BAKU IMPOR DENGAN KETIDAKPASTIAN PERMINTAAN DAN WAKTU ANCANG – ANCANG SERTA BATASAN ANGGARAN DI PT X
PT X adalah produsen lokal bahan kimia khusus untuk industri lanjutan dengan 3 (tiga) unit bisnis, yaitu Oil & Gas, Water Treatment, dan InterCompany. Unit bisnis Oil & Gas menjadi unit bisnis yang memiliki rata-rata kontribusi penjualan tertinggi selama tahun 2022 - 2024, yaitu sekitar 62%. Produk yang dihasilkan seperti emulsifier, pour point depressant, dan corrosion inhibitor menggunakan bahan baku lokal maupun impor dalam produksinya. PT X menghadapi tantangan dalam mengelola inventori bahan baku impor karena tingginya tingkat ketidakpastian permintaan dan waktu ancang-ancang, sehingga sulit bagi PT X untuk merencanakan pengadaan secara akurat. Untuk menghindari kehabisan stok, PT X melakukan pengadaan dalam jumlah besar. Namun, kebijakan ini menimbulkan masalah baru, yaitu tingginya penumpukan stok (66%) dan tingginya nilai penyerapan anggaran (112,61%). Akibatnya, PT X kesulitan untuk membeli bahan baku lain karena kas yang digunakan telah melebihi anggaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kebijakan inventori bahan baku impor dengan situasi permintaan dan waktu ancang-ancang yang tidak pasti dengan batasan anggaran yang dapat meminimalisasi ongkos persediaan tahunan PT X. Pengolahan data dilakukan untuk 5 (lima) bahan baku impor, yaitu RM2, RM4, RM5, RM7, dan RM9. Model referensi yang digunakan pada penelitian ini adalah model continuous review system dengan batasan anggaran yang telah dikembangkan oleh Babak Ghalebsaz-Jeddi, Bruxe C. Shultes, dan Rasoul Haji pada tahun 2004. Pada penelitian ini dilakukan pengembangan model dari model referensi agar sesuai dengan karakteristik masalah yang dihadapi. Hasil dari model tersebut menghasilkan penurunan ongkos inventori tahunan sebesar 8,1% atau Rp826.651.737,36, inventory turnover ratio yang meningkat sebesar 7% atau dari 1,15 menjadi 1,23, dan ongkos investasi yang tetap memenuhi anggaran. Namun, perlu diperhatikan bahwa perubahan parameter anggaran, harga beli per unit, permintaan, dan waktu ancang-ancang berpengaruh sensitif terhadap kebijakan dan performa inventori.
PENYUSUNAN STRATEGI PENINGKATAN USAHA DALAM INDUSTRI PENGOLAHAN KERIPIK UBI CILEMBU (KASUS PADA UMKM “MA UTIK” DESA CILEMBU KECAMATAN PAMULIHAN KABUPATEN SUMEDANG JAWA BARAT)
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran krusial dalam perekonomian Indonesia, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan mendukung pertumbuhan perekonomian Indonesia pada berbagai sektor. Berdasarkan data Kementrian Koperasi dan UKM, UMKM menyumbang lebih dari 60% Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap mayoritas tenaga kerja di sektor informal maupun formal. Salah satu sektor yang banyak menyerap tenaga kerja adalah industry pengolahan yang mengubah bahan mentah menjadi produk dengan nilai tambah. UMKM “Ma Utik” merupakan industri rumah tangga yang terletak di Desa Cilembu, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. UMKM “Ma Utik” bergerak di bidang pengolahan Ubi Cilembu menjadi produk bernilai tambah yaitu keripik. Meskipun memiliki potensi pasar yang besar, namun UMKM ini menghadapi kendala dalam hal seperti keterbatasan kapasitas produksi, hubungan kemitraan dengan pemasok yang tidak formal, dan sistem pemasaran yang kurang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk Menyusun strategi peningkatan usaha yang tepat bagi UMKM “Ma Utik” melalui identifikasi kondisi rantai pasok saat ini, analisis kegiatan usaha, evaluasi kinerja melalui indikator kinerja utama (Key Performance IndicatorI/KPI), dan penentuan strategi prioritas berbasis bobot pengaruh tiap elemen dalam sistem usaha. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis Hayami untuk mengukur efisiensi biaya, evaluasi KPI untuk menilai performa usaha berdasarkan lima aspek utama (produksi, pemasaran, pasokan bahan baku, SDM, dan keuangan), serta metode Analytical Network Process (ANP) untuk menentukan prioritas strategi peningkatan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem bisnis Ma Utik masih sederhana dan belum terstandarisasi dengan tantangan utama yaitu pada aspek produksi dan pemasaran. Evaluasi KPI menunjukkan bahwa sebagian besar indikator kinerja, yaitu produksi, pemasaran & distribusi, pasokan bahan baku, organisasi & SDM, dan keuangan & pendanaan masih berada pada level awal hingga menengah karena belum memnuhi target yang ditetapkan. Berdasarkan hasil ANP, tiga indikator strategis utama adalah jangkauan distribusi, efisiensi proses, dan ketersediaan bahan baku ubi. Startegi dengan bobot prioritas tertinggi adalah Strategi C: Pengembangan saluran pemasaran digital (E-commerce dan media sosial) dengan skor 0,16. Strategi ini dinilai paling relevan untuk meningkatkan jangkauan pasar dan daya saing produk.
PENGANGGARAN BERBASIS RISIKO PADA ORGANISASI NIRLABA (STUDI KASUS DI RUMAH AMAL SALMAN)
Penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan kerangka kerja penganggaran berbasis risiko untuk organisasi nirlaba khususnya lembaga zakat, dengan studi kasus di Rumah Amal Salman (RAS). Latar belakang penelitian ini adalah belum adanya integrasi antara manajemen risiko dengan proses penganggaran, sehingga manajemen risiko hanya bersifat administratif dan program yang disusun belum mempertimbangkan ketidakpastian yang mungkin terjadi secara sistematis. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang dipadukan dengan metode analisis keuangan dan anggaran. Data dikumpulkan melalui berbagai dokumen seperti laporan keuangan, dokumen rencana kerja dan anggaran (RKA), dokumen manajemen risiko, serta melalui wawancara tidak terstruktur dengan informan kunci internal lembaga. Data dianalisis melalui dua pendekatan yaitu analisis keuangan dan analisis risiko. Analisis keuangan dilakukan dengan melalui analisa rasio keuangan dan tren. Data risiko dianalisis melalui proses manajemen risiko yang disadur dari elemen ISO 31000. Proses tersebut menghasilkan beberapa penemuan. Pertama, mayoritas risiko terdapat pada Departemen Program dan Marketing. Sedangkan dari sisi kategori risiko, mayoritasnya adalah kategori kepatuhan, strategis, dan operasional. Kedua, hasil pemetaan rencana mitigasi risiko ke dalam bentuk usulan program menunjukkan bahwa RAS perlu memprioritaskan program yang berfokus pada pengembangan sistem dan basis data. Temuan ini sejalan dengan hasil analisis dari arah sebaliknya, yakni ketika risiko yang telah diidentifikasi dipetakan ke dalam program-program yang telah dianggarkan. Hal ini menunjukkan konsistensi kebutuhan penguatan sistem digital sebagai langkah strategis dalam pengendalian risiko. Terakhir, penelitian ini menghasilkan alur dan kerangka kerja penganggaran berbasis risiko yang bisa diimplementasikan sebagai SOP atau diagram alur perencanaan anggaran. Secara umum, alur proses perencanaan anggaran yang diusulkan mirip dengan alur yang sudah ada. Jika sebelumnya, proses dimulai dengan penetapan dan target alokasi anggaran, sekarang ada penambahan dua proses sebelum itu yang berjalan secara paralel, yakni aktivitas mengulas kinerja keuangan sebelumnya serta aktivitas mengulas, memperbarui, dan menetapkan profil risiko.
EVALUASI KELAYAKAN FINANSIAL PROYEK EKSPANSI TRICH BARBERSPACE
Penelitian ini mengevaluasi kelayakan finansial dari rencana ekspansi Trich Barberspace, sebuah barbershop berbasis teknologi yang beroperasi di Bandung, Indonesia, dengan menganalisis pembukaan cabang kedua. Beroperasi di industri perawatan pribadi Indonesia yang berkembang pesat, Trich mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) dalam model layanannya untuk memberikan rekomendasi gaya rambut yang dipersonalisasi, menyasar segmen pasar muda dan melek digital. Penelitian ini menggunakan kerangka kerja capital budgeting secara terstruktur, yang terdiri dari penyusunan proyeksi laporan keuangan, analisis Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period, Analisis Sensitivitas, dan Simulasi Monte Carlo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyek ekspansi ini layak secara ekonomi: proyek menghasilkan NPV positif sebesar Rp381.889.250, IRR sebesar 44,5% yang jauh melebihi biaya modal (Cost of Capital) sebesar 13,87%, serta Payback Period selama tepat lima tahun. Analisis risiko menunjukkan adanya variabilitas hasil yang moderat, dengan probabilitas sebesar 6,03% untuk NPV negatif. Analisis sensitivitas mengidentifikasi tingkat okupansi dan skema komisi barber sebagai variabel yang paling berpengaruh terhadap kelayakan proyek. Simulasi Monte Carlo memperkuat prospek finansial proyek yang positif, sekaligus menekankan pentingnya pengendalian terhadap faktor risiko utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rencana ekspansi Trich Barberspace layak secara finansial dan merekomendasikan agar perusahaan fokus menjaga tingkat okupansi yang optimal serta menyempurnakan struktur komisi untuk memaksimalkan nilai jangka panjang.
STUDI KELAYAKAN FINANSIAL EKSPANSI AREA PARKIR INDEKOS TIGAN’S RESIDENCE DI KOTA PEKANBARU
Pertumbuhan penduduk dan tantangan mobilitas di Kota Pekanbaru mendorong meningkatnya permintaan akan rumah kos yang strategis dengan fasilitas parkir memadai. Tigan’s Residence, rumah kos premium di pusat kota, mencatat tingkat hunian rata-rata 59,09% yang stagnan akibat keterbatasan lahan parkir, yang saat ini hanya dapat menampung 6 mobil dan 6 sepeda motor. Untuk mengatasi hal tersebut, pemilik merencanakan proyek ekspansi parkir dengan mengakuisisi lahan di sebelah properti, yang memungkinkan penambahan 12 lahan parkir mobil dan 12 motor, dengan total investasi sebesar Rp581,150,000 yang sepenuhnya didanai melalui ekuitas pribadi. Penelitian ini bertujuan menilai kelayakan finansial proyek tersebut melalui lima tahap analisis, dimulai dari penyusunan laporan keuangan pro forma untuk dua skenario: tanpa dan dengan ekspansi. Free Cash Flow to the Firm (FCFF) dihitung secara inkremental dan dianalisis menggunakan metode Payback Period, Discounted Payback Period, Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Profitability Index (PI). Hasil menunjukkan Payback Period selama 3.97 tahun, Discounted Payback Period 5.34 tahun, yang memenuhi kriteria payback period maksimum dari pemilik sebesar 5 tahun. Selain itu, temuan studi ini menghasilkan NPV positif sebesar Rp566,041,165, dan IRR sebesar 25.30%, lebih tinggi dari cost of equity sebesar 10.58%. Selain itu, PI yang dihasilkan adalah sebesar 1.97. Temuan ini menyimpulkan bahwa proyek layak secara finansial, dengan catatan bahwa stabilitas variabel utama seperti tingkat hunian dan pertumbuhan harga sewa tetap dijaga.