📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 17 dokumenPEMODELAN KINERJA LALU LINTAS SIMPANG BERSINYAL DENGAN MODEL MIKROSIMULASI (STUDI KASUS: SIMPANG SOEKARNO HATTA – GEDEBAGE)
Persimpangan Soekarno Hatta – Gedebage merupakan salah satu persimpangan yang terletak pada jaringan jalan penghubung daerah Gedebage dengan daerah lainnya. Gencarnya pertumbuhan bangkitan dan tarikan yang diiringi dengan pertumbuhan lalu lintas menuju daerah Gedebage menjadikan persimpangan ini menjadi titik pusat kemacetan. Data yang digunakan adalah data survei di lapangan selama 1 hari pada hari kerja yang kemudian di modelkan dengan software VISSIM pada kondisi eksisting dan alternatif penanganan untuk membandingkan tundaan, panjang antrean dan tingkat pelayanan simpangnya. Hasil dari penelitian ini didapatkan kinerja lalu lintas pada kondisi eksisting menunjukkan nilai tundaan yang besar pada lengan Utara dan Selatan yang disebabkan oleh kecilnya rasio waktu hijau pada kedua lengan tersebut. Di sisi lain, kinerja simpang saat kondisi eksiting menunjukan nilai panjang antrian yang kecil pada lengan Timur dan Barat dikarenakan volume lalu lintas dan komposisi kendaraan Light Vehicle yang lebih besar dibandingkan dua lengan lainnya. Kemudian diusulkan 3 alternatif yaitu pengoptimasian waktu siklus 197 detik, perubahan waktu siklus menjadi 157 detik, dan penambahan fase. Alternatif dengan nilai paling optimal yang dapat diaplikasikan pada persimpangan adalah perubahan waktu siklus menjadi 157 detik dengan penurunan persentase nilai tundaan sebesar 23,62% dan nilai panjang antrian sebesar 25,60%.
ANALISIS GELOMBANG KEJUT PADA PERLINTASAN SEBIDANG KERETA API DI JAM SIBUK (STUDI KASUS: PERLINTASAN SEBIDANG JALAN SUNDA, KOTA BANDUNG)
Perlintasan sebidang jalan kereta api kerap menyebabkan tundaan lalu lintas. Hal ini menimbulkan dampak kemacetan dan peningkatan panjang antrian. Penelitian ini menganalisis tundaan dan antrian yang terjadi di lokasi perlintasan kereta api Jalan Sunda di Kota Bandung. Pengambilan data dilakukan pada dua lokasi pengamatan yang berbeda. Data pada lokasi pengamatan 1 ditujukan untuk membangun hubungan arus, kecepatan, dan kerapatan, yang pengumpulan datanya dilakukan selama 12 jam dengan bantuan rekaman CCTV. Data yang diambil di lokasi pengamatan 2 ditujukan untuk analisis antrian dan tundaan, dimana pengambilan datanya dilakukan pada jam puncak 07:00 – 08:00 dan 16:00 – 17:00 dengan bantuan rekaman kamera. Hubungan antara arus, kecepatan, dan kerapatan dibangun menggunakan tiga model yaitu Greenshields, Greenberg, dan Underwood, kemudian dipilih model yang terbaik. Model terbaik yang terpilih adalah model Greenshields. Dari model ini didapatkan nilai arus maksimum sebesar 1012,4 smp/jam, nilai kecepatan arus bebas sebesar 51,1 km/jam, dan nilai kerapatan macet sebesar 79,2 smp/km. Analisis tundaan dan antrian menggunakan metode gelombang kejut. Pada kondisi pintu perlintasan tertutup, hasil tundaan terbesar 159,7 detik dan antrian terbesar 82,3 smp/lajur atau 247 smp pada interval waktu penutupan 16:05:30 – 16:08:23 , sedangkan saat kondisi pintu perlintasan terbuka, hasil tundaan rata-rata sebesar 2,4 detik.