📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 29 dokumen

DETERMINING STRATEGIC DECISIONS TO FIND THE BEST SOLUTION IN OVERCOMING TURNOVER PROBLEM AT PT PARAMA LAGA ENERGI USING REGRESSION ANALYSIS AND ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP)

Bagi PT Parama Laga Energi, sebuah perusahaan konsultan konstruksi di Indonesia, tingkat pergantian tenaga kerja yang tinggi di proyek-proyek lapangan merupakan masalah yang signifikan, terutama dalam hal menjaga produktivitas proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pendekatan strategis terbaik untuk mengatasi masalah turnover. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi dan Analytic Hierarchy Process (AHP). Langkah pertama adalah analisis regresi dengan menyebarkan kuesioner kepada karyawan proyek untuk mengetahui bagaimana kepuasan kerja dan turnover intention. Hasil analisis menunjukkan bahwa, meskipun tingkat kepuasan kerja secara umum baik, skor kepuasan kerja terendah ditemukan pada dimensi Pay, yang mengindikasikan bahwa kompensasi merupakan faktor utama yang berkontribusi terhadap ketidakpuasan, terutama bagi karyawan lapangan. Selanjutnya, tiga kriteria utama, yaitu kompensasi finansial, tunjangan nonfinansial, serta tunjangan sosial dan keamanan, dinilai dan diberi bobot dengan menggunakan pendekatan AHP. Kriteria-kriteria ini kemudian dibagi menjadi delapan sub-kriteria. Berdasarkan hasil AHP, kriteria yang paling penting adalah Tunjangan Non-Finansial (bobot 0.48395), sedangkan sub-kriteria untuk Asuransi Jiwa memiliki bobot terbesar (0.59054). Dengan bobot 0.49089, metode Kompensasi Berbasis Kinerja adalah yang paling penting dari ketiga strategi alternatif: Berorientasi pada Gaji Tetap, Kompensasi Berbasis Kinerja, dan Imbalan Total Komprehensif. Beberapa saran implementasi seperti menetapkan KPI dan OKR, imbalan berbasis kinerja, pengakuan pekerjaan, fleksibilitas terbatas, pengembangan karir, dan tunjangan retensi seperti asuransi jiwa. Diharapkan bahwa studi ini akan berfungsi sebagai landasan strategis untuk membuat rencana kompensasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi proyek dan preferensi karyawannya.

2025
👤 Penulis: Ariadna Prosarani
🏷️ Kepuasan Kerja 🏷️ Manajemen Karyawan 🏷️ Analisis Regresi

PENGARUH JARAK KEKUASAAN, KOLEKTIVISME DALAM KELOMPOK, DAN KOLEKTIVISME INSTITUSIONAL GLOBE TERHADAP PENGHINDARAN PAJAK PERUSAHAAN: ANALISIS MULTI-LEVEL

Dalam makalah ini, signifikansi budaya dievaluasi, yaitu jarak kekuasaan, kolektivisme dalam kelompok, dan kolektivisme institusional, dan apakah hal itu memengaruhi strategi penghindaran pajak entitas korporat dalam batasan lembaga sosial. Dengan menerapkan analisis regresi dan data dari perusahaan di 43 negara, penelitian ini mengungkapkan bahwa kolektivisme institusional dan jarak kekuasaan berdampak positif terhadap penghindaran pajak perusahaan, meskipun kolektivisme dalam kelompok tidak menunjukkan hubungan. Hasil ini menyiratkan bahwa praktik pajak bisnis sebagian dibentuk oleh standar budaya, yang secara signifikan memengaruhi legislator yang mencoba membangun sistem pajak yang adil. Makalah ini menawarkan wawasan yang menghubungkan kebijakan fiskal dan budaya perusahaan dengan memasukkan aspek budaya ke dalam perdebatan tentang kepatuhan pajak, sehingga memberikan sudut pandang bagi legislator maupun eksekutif bisnis.

2025
👤 Penulis: August Permana Tandy
🏷️ Kolektivisme Instruminal 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Regresi

PENGGUNAAN MULTIPLE REGRESSION ANALYSIS DAN ADAPTIVE NEURO-FUZZY INFERENCE SYSTEM (ANFIS) UNTUK MEMPREDIKSI KUAT TEKAN DAN MODULUS ELASTISITAS BATUAN

Uniaxial Compressive Strength (UCS) dan Modulus Young (E) merupakan parameter penting dalam rekayasa geoteknik untuk perencanaan, desain, dan analisis stabilitas. Namun, pengujian langsung membutuhkan sumber daya besar, sehingga pendekatan berbasis data menjadi alternatif yang lebih efisien. Penelitian ini menerapkan Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System (ANFIS), yang mengintegrasikan jaringan saraf tiruan dan logika fuzzy, untuk memprediksi UCS dan Modulus Young, serta membandingkan kinerjanya dengan Multiple Regression Analysis (MRA) sebagai metode statistik konvensional. Data yang digunakan mencakup kecepatan gelombang (Vp) dan sifat fisik batuan seperti densitas, porositas, dan derajat kejenuhan dari sandstone, limestone, dan claystone. Praproses data dilakukan melalui eliminasi outlier dan evaluasi statistik, termasuk uji normalitas, heteroskedastisitas, multikolinearitas, serta uji signifikansi T dan F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Vp dan sifat fisik batuan berpengaruh signifikan terhadap prediksi UCS dan E, dengan Vp memberikan dampak terbesar pada Data Gabungan (82% untuk UCS, 42% untuk E) dan terkecil pada Claystone (4% untuk UCS, 0% untuk E). MRA lebih tepat untuk dataset dengan distribusi normal dan jumlah data terbatas, sementara ANFIS unggul dalam menangani dataset besar dan non-linear, meskipun rentan terhadap overfitting. Pendekatan ini memberikan wawasan bagi profesional geoteknik dalam mengestimasi parameter mekanik batuan saat data lapangan terbatas.

2025
👤 Penulis: Willy Adhitama
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Regresi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Geoteknik

MENARIK INVESTASI DI ERA PERUBAHAN: PENGARUH FAKTOR POLITIK DAN SIPIL TERHADAP FDI

Penelitian ini mengkaji keterkaitan antara hak politik & kebebasan sipil dengan arus masuk Foreign Direct Investment (FDI) di 100 negara dari tahun 2021 hingga 2023, dengan fokus pada variasi tingkat pendapatan. Dengan menggunakan regresi Ordinary Least Squares (OLS) dan t-test, studi ini menganalisis pengaruh tata kelola dan faktor ekonomi terhadap pola arus masuk FDI. Hasil analisis menunjukkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) secara konsisten menjadi faktor signifikan dalam arus masuk FDI, mencerminkan preferensi investor terhadap ekonomi yang lebih besar dan lebih aman. Sebaliknya, meskipun hak politik dan kebebasan sipil memiliki peran penting dalam teori dan literatur, hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua faktor tersebut tidak signifikan secara statistik. Hal ini berpotensi menunjukkan bahwa selama periode penelitian, faktor ekonomi lebih dominan dibandingkan pertimbangan politik dan sipil dalam menarik FDI. Menariknya, pada tahun 2023, pola arus masuk FDI mengalami pergeseran, di mana negara berpendapatan rendah menerima arus masuk yang lebih tinggi dibandingkan negara berpendapatan tinggi. Pergeseran ini kemungkinan terjadi akibat gangguan ekonomi global dan perubahan prioritas investor. Hasil ini menyoroti kompleksitas faktor pendorong FDI dan memberikan wawasan yang berguna bagi pembuat kebijakan untuk meningkatkan daya tarik investasi di negara mereka. Untuk menyeimbangkan stabilitas jangka panjang dengan permintaan investasi yang mendesak, rekomendasi yang diajukan mencakup peningkatan pembangunan ekonomi serta reformasi tata kelola.

2025
👤 Penulis: Rafi Adhika Nandiwardhana
🏷️ Politik Dan Sipil 🏷️ Foreign Direct Investment (Fdi) 🏷️ Analisis Regresi

PENGEMBANGAN MODEL KLOROFIL-A BERBASIS CITRA SATELIT SENTINEL-2 DAN LANDSAT 9 PADA WADUK SAGULING, SUNGAI CITARUM, JAWA BARAT

Waduk Saguling memiliki kondisi hulu tercemar ringan dengan kandungan nitrat yang diatas baku mutu, sehingga diperlukan pemantauan kualitas air guna menjaga kualitas air waduk. Konsentrasi klorofil-a sebagai indikator proxy biologi dapat digunakan sebagai salah satu parameter air dalam pemantauan kualitas air. Namun, pemantauan kualitas air secara tradisional membutuhkan waktu, biaya dan tenaga yang memadai. Oleh karena itu, teknologi remote sensing dapat menjadi alternatif sebagai solusi permasalahan dari keterbatasan pada pemantauan kualitas air secara tradisional tersebut. Pada remote sensing, konsentrasi klorofil a dapat diidentifikasi melalui sifatnya yang menyerap cahaya pada panjang gelombang tertentu. Sehingga, cahaya yang diserap oleh klorofil-a akan diukur oleh satelit untuk mendapatkan nilai reflektansi yang dapat digunakan untuk memprediksi klorofil-a. Pada penelitian ini digunakan dua citra satelit, yaitu Sentinel-2 dan Landsat 9 untuk memprediksi klorofil-a pada Waduk Saguling. Model empiris berupa persamaan regresi digunakan untuk memprediksi konsentrasi klorofil-a dari data citra satelit. Data nilai konsentrasi klorofil-a insitu dan data nilai reflektansi pada tahun 2022 digunakan dalam memperoleh model empiris berupa persamaan regresi untuk prediksi konsentrasi klorofil-a. Sedangkan data validasi yang digunakan berupa data tahun 2024 yang menggabungkan data musim hujan dan kemarau. Pengolahan data-data tersebut dilakukan menggunakan software Rstudio. Data nilai reflektansi dan visualisasi hasil model menggunakan software Google Earth Engine (GEE). Pada penelitian ini juga membandingkan nilai reflektansi pada Sentinel-2 dan Landsat 9 berdasarkan data SR (Surface Reflectance) yang sudah di koreksi atmosferik dan data TOA (Top of Atmosphere) yang belum dilakukan koreksi atmosferik. Perbandingan ini untuk mengetahui kesesuaian data satelit dalam model. Uji validasi model dilakukan dengan parameter statistik berupa R2 dan Root Mean Squared Error (RMSE), melalui perbandingan antara hasil model dengan data tahun 2022 dan data tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model citra satelit Sentinel-2 dengan data SR memiliki performa yang lebih baik dibandingkan dengan data TOA, berdasarkan nilai R2 yang lebih tinggi dan RMSE yang lebih rendah. Hasil model Sentinel-2 SR diperoleh nilai R2 dan RMSE sebesar 0,751 dan 1,39. Sedangkan TOA diperoleh nilai R2 dan RMSE sebesar 0,551 dan 1,86. Hasil model Landsat 9 TOA dengan R2 dan RMSE sebesar 0,280 dan 2,35 memiliki performa lebih baik daripada model Landsat 9 SR dengan R2 dan RMSE sebesar 0,289 dan 2,35. Hasil uji validasi menunjukkan bahwa model Sentinel-2 SR memiliki performa model yang lebih baik terhadap data baru dibandingkan dengan model Landsat 9 TOA. Model Sentinel-2 SR berupa persamaan Multiple Linear Regression (MLR) dengan integrasi band 2, 3, 4, 5 dan 11, dengan persamaan matematis sebagai berikut: y =13,36 - 239,98B2 + 235,19B3 – 0,578B4 - 56,68B11. Hasil uji validasi model Sentinel-2 diperoleh nilai R2 dan RMSE sebesar 0,261 dan 4,2, yang menunjukkan penurunan nilai R2 dan kenaikan RMSE yang mengindikasikan adanya penurunan performa model terhadap data baru. Namun, konsentrasi klorofil-a hasil model dengan nilai aktual masih berada pada status trofiknya yang sama. Sehingga model dapat memberikan gambaran besar prediksi sebaran konsentrasi klorofil-a pada Waduk Saguling dan dapat digunakan untuk memodelkan musim kemarau maupun musim hujan. Hasil visualisasi estimasi sebaran konsentrasi klorofil-a pada tahun 2022 – 2025 menunjukkan adanya kenaikan konsentrasi klorofil-a pada tahun 2022-2023 serta penurunan konsentrasi klorofil-a dari 2023 hingga Januari 2025. Hasil model dengan Sentinel-2 SR dapat digunakan untuk melakukan pemantauan kualitas air Waduk Saguling dan menjadi pertimbangan dalam keputusan pengelolaan air pada waduk tersebut.

2025
👤 Penulis: Aulia Tirtana Putri
🏷️ Remote Sensing 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Regresi

SINTESIS DAN UJI AKTIVITAS KALIUM GLISEROKSIDA SEBAGAI KATALIS REAKSI TRANSESTERIFIKASI

Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) nasional saat ini masih jauh dari target bauran energi yang ditetapkan untuk tahun 2025. Untuk mencapai target ini, diperlukan suatu upaya pengembangan EBT sebagai solusi yang strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan meminimalkan dampak lingkungan. Salah satu alternatif yang menjanjikan adalah biodiesel, mengingat berlimpahnya sumber daya nabati di Indonesia. Proses produksi biodiesel membutuhkan adanya katalis untuk mempercepat terjadinya reaksi, terutama pada temperatur rendah dan tekanan atmosfer. Katalis yang sering digunakan pada skala industri adalah katalis basa seperti hidroksida dan alkoksida. Walaupun mampu mencapai konversi tinggi dalam waktu yang singkat, kedua katalis ini memiliki kelemahan tersendiri dari aspek produksi dan limbah yang dihasilkan. Salah satu alternatif katalis hidroksida dan alkoksida adalah gliseroksida. Gliseroksida yang dapat diperoleh dari produk samping industri biodiesel ini dinilai unggul dari aspek keamanan, ketersediaannya yang tinggi, dan kemampuannya untuk mengurangi limbah. Dengan demikian, sintesis gliseroksida dipandang sebagai langkah inovatif dalam upaya mencari alternatif katalis produksi biodiesel yang lebih berkelanjutan. Penelitian ini difokuskan pada sintesis kalium gliseroksida dan uji aktivitasnya sebagai katalis transesterifikasi minyak. Terdapat tiga parameter yang akan divariasikan, yaitu rasio mol KOH:gliserol (1:1, 2:1, dan 3:1), jumlah katalis (0,4%, 0,8%, dan 1,2%), serta rasio metanol terhadap minyak (3:1, 6:1, dan 9:1). Rancangan percobaan yang digunakan adalah fractional factorial dan diperoleh total 11 tempuhan dengan 3 center point. Transesterifikasi dilaksanakan selama satu jam pada suhu 60–65°C. Hasil analisis menunjukkan ketiga parameter berpengaruh signifikan terhadap gliserol total dan kadar ester metil, tetapi model yang diperoleh mengindikasikan adanya aliasing. Gliserol total terendah (0,108%) dan kadar ester tertinggi (98,877%) diperoleh pada tempuhan ke-11 (katalis 3:1, jumlah katalis 1,2%, dan rasio metanol 9:1). Variasi ini kemudian dibandingkan dengan produk transesterifikasi berkatalis KOH. Produk berkatalis kalium gliseroksida memiliki angka asam dan kadar ester metil lebih tinggi serta gliserol total lebih rendah dibandingkan produk berkatalis KOH.

2024
👤 Penulis: Geby Indila
🏷️ Biodiesel 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Regresi

PERANCANGAN PERBAIKAN KUALITAS PADA PRODUK LDAM 000400-0 MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DI PT SOHOU KIKAKU INDONESIA

PT Sohou Kikaku Indonesia merupakan perusahaan manufaktur di bidang permesinan logam yang memproduksi berbagai macam produk hasil permesinan seperti handle rem, aneka fastener, hinge, bracket, dan lain-lain. Produk tersebut harus selalu terjaga kualitasnya sesuai dengan standar ISO 9001:2015. PT SKI sendiri memiliki target menurunkan produk cacat hingga 0,2 % untuk seluruh produk. Namun, pada tahun 2023 terdapat produk yang memiliki jumlah cacat tertinggi yakni hingga 14,55% yakni LDAM 000400-0. Tingkat produk cacat tersebut melebihi target sehingga menyebabkan kerugian bagi perusahaan. Oleh karena itu, dilakukan perbaikan kualitas pada produk LDAM 000400-0 menggunakan metodologi six sigma dengan pendekatan DMAIC (define, measure, analyze, improve, control) untuk mengurangi jumlah produk cacat. Proyek perbaikan kualitas dimulai dengan pembentukan tim perbaikan kualitas pada tahap define. Kemudian dilakukan pengukuran stabilitas dan kapabilitas proses pada produk LDAM 000400-0 hingga didapatkan nilai rata-rata sigma sebesar 2,94 pada tahap measure. Kemudian tahap analyze dilakukan dengan wawancara pada pihak yang terkait menggunakan metode delphi untuk menemukan faktor dan subfaktor penyebab permasalahan. Analisis signifikansi dilakukan untuk menentukan faktor yang berpengaruh signifikan terhadap kualitas kemudian pemodelan regresi juga dilakukan untuk memprediksi respon pada kondisi faktor yang telah ditentukan. Hasil tersebut menjadi dasar usulan solusi pada untuk melakukan tahap improve. Usulan solusi yang diberikan berupa standar waktu etching, standar inspeksi, dan hanger rak proses etching. Kemudian dilakukan standardisasi dari proses yang baru dengan pembuatan standard operational procedure. Proyek perbaikan kualitas ini diestimasi akan meningkatkan nilai sigma hingga pada level 4,3

2024
👤 Penulis: Raditya Bagaskara Pradana
🏷️ Six Sigma 🏷️ Manajemen Kualitas Produk 🏷️ Analisis Regresi

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PERILAKU PEMANFAATAN FASILITAS SANITASI DI KABUPATEN CIMENYAN, KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT

Isu sanitasi di Indonesia, khususnya Jawa Barat, masih menjadi tantangan serius. Sebanyak 20% daerah di Jawa Barat belum memiliki sanitasi yang aman. Meskipun terdapat peningkatan infrastruktur sanitasi, pemanfaatan fasilitas oleh masyarakat belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pemanfaatan fasilitas sanitasi, khususnya perilaku BAB di MCK dan penanganan tangki septik, terhadap 105 sampel di Kampung Cisanggarung. Kerangka kerja RANAS (risiko, sikap, norma, kemampuan, dan regulasi diri) digunakan sebagai kerangka penelitian dan variabel independen yang diteliti terhadap variabel dependen perilaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan persepsi masyarakat terkait perilaku BAB di MCK relatif tinggi, namun masih rendah untuk perilaku penanganan tangki septik. Pengolahan data dengan analisis regresi linear berganda menunjukan bahwa adanya hubungan statistik yang signifikan antara variabel independen RANAS dan variabel dependen perilaku BAB di MCK (r = 0,756, R² = 0,572, p < 0,001) serta variabel independen RANAS dan variabel dependen perilaku terhadap tangki septik (r = 0,568, R² = 0,322, p < 0,001). Faktor norma dan kemampuan secara signifikan berkontribusi terhadap perilaku BAB di MCK, sedangkan faktor norma menjadi kontributor utama dalam perilaku penanganan tangki septik.

2024
👤 Penulis: Ashfia Pramita Nurfitriani
🏷️ Kesehatan Masyarakat 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Sanitasi 🏷️ Analisis Regresi

KARAKTERISTIK DEWAN DAN KINERJA ESG: STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN PUBLIK DI INDONESIA

Penelitian ini menguji dampak dari karakteristik dewan direksi dan komisaris terhadap kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST) perusahaan-perusahaan publik di Indonesia. Penelitian ini menguji dampak komposisi dewan terhadap skor ESG dengan menganalisis perusahaan-perusahaan yang termasuk dalam indeks KOMPAS100. Hal ini termasuk memeriksa variabel-variabel seperti jumlah direktur dan komisaris, keragaman gender, independensi, keberadaan anggota asing, dan keberadaan komite keberlanjutan. Penelitian ini menggunakan data dari Sustainalytics, laporan keuangan, dan laporan keberlanjutan. Penelitian ini juga mempertimbangkan variabel kontrol seperti saham publik, laba atas aset, leverage, usia perusahaan, ukuran perusahaan, dan kepemilikan negara. Korelasi yang signifikan ditemukan antara karakteristik dewan, komite keberlanjutan, dan peringkat yang terkait dengan masalah lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Perusahaan dengan dewan direksi yang lebih besar dan rasio dari dewan direksi perempuan dan direksi asing yang lebih tinggi menunjukkan kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST) yang lebih rendah, sementara perusahaan dengan porsi anggota komisaris asing yang lebih tinggi menunjukkan kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST) yang lebih tinggi. Komite keberlanjutan berperan dalam menurunkan kinerja ESG (lingkungan, sosial, dan tata kelola). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pengelolaan keberlanjutan bergantung pada penerapan sistem tata kelola yang terstruktur dengan baik dan pemanfaatan komposisi dewan yang beragam. Penelitian ini menerapkan model regresi untuk menganalisis dampak karakteristik dewan terhadap kinerja ESG. Disarankan agar para pembuat kebijakan membuat kebijakan yang mendorong pembentukan dewan yang beragam dan komite keberlanjutan. Para eksekutif perusahaan disarankan untuk secara strategis menyesuaikan komposisi dewan mereka agar sesuai dengan tujuan keberlanjutan, sehingga dapat meningkatkan kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST) dan meningkatkan kinerja keuangan.

2024
👤 Penulis: Josua Febrico Renaldo Pane
🏷️ Kepemimpinan Perusahaan 🏷️ Manajemen Lingkungan Sosial Tugas Kelola (Lst) 🏷️ Analisis Regresi

STUDI KARAKTERISTIK FISIK DAN NILAI CALIFORNIA BEARING RATIO KONDISI SOAKED DAN UNSOAKED PADA TANAH EKSPANSIF

Pengujian California Bearing Ratio (CBR) unsoaked dan soaked umumnya dilakukan untuk mengetahui kekuatan tanah dasar pada kondisi aslinya dan kondisi terburuk. Namun, pengujian California Bearing Ratio (CBR) relatif menghabiskan waktu dan tenaga yang cukup banyak. Berdasarkan hasil pengujian, nilai CBR akan mengalami penurunan seiring meningkatnya derajat saturasi dan mengalami peningkatan seiring meningkatnya kepadatan maksimum. Oleh karena itu, diusulkan suatu metode untuk mengkorelasikan nilai CBR dengan kepadatan dan derajat saturasi pada akhir kompaksi khususnya pada tanah ekspansif. Pada penelitian ini dilakukan berbagai pengujian pada sampel tanah berbutir halus, yang diduga ekspansif. Terdapat 4 sampel tanah yang diuji pada penelitian ini yang berasal dari berbagai lokasi di Indonesia. Sampel yang digunakan merupakan sampel terganggu. Mayoritas sampel tanah memiliki indeks plastisitas dan batas cair yang tinggi. Pada penelitian ini dilakukan berbagai pengujian pada 4 sampel tanah ekspansif. Dari hasil pengujian tersebut diperoleh hubungan antara nilai CBR dan nilai batas cair dengan R2 = 0,969, hubungan antara nilai CBR dan batas plastis dengan R2 = 0,943, hubungan antara nilai CBR dan indeks plastisitas dengan R2 = 0,963, hubungan antara nilai CBR dan swelling pressure dengan R2 = 0,931, serta hubungan antara nilai CBR dengan indeks plastisitas dan MBV dengan R2 = 0,922.

2024
👤 Penulis: Hana Yasmin Kamila
🏷️ Hidrologi 🏷️ Geoteknik 🏷️ Analisis Regresi

INVESTIGASI KUALITAS HIDUP PENDUDUK KAWASAN BERORIENTASI TRANSIT DAN NON TRANSIT DI DKI JAKARTA

Kawasan berorientasi transit merupakan pusat kegiatan ekonomi dan transportasi yang memiliki stigma sebagai kawasan yang padat, sehingga seringkali memiliki dampak yang signifikan terhadap kualitas hidup penduduknya. Secara harfiah, kawasan berorientasi transit juga disebut sebagai kawasan Transit Oriented Development) atau TOD ialah kawasan yang dirancang sedemikian rupa yang memiliki peran signifikan dalam memudahkan mobilitas dan konektivitas masyarakat. Perencanaan dan pengelolaan kawasan TOD menjadi penting untuk memastikan efisiensi, efektivitas, dan kualitas hidup tidak hanya bagi penduduk, juga bagi pengunjung. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup penduduk kawasan TOD dan Non TOD di DKI Jakarta dengan objek penelitian adalah penduduk yang bertempat tinggal di kawasan tersebut menggunakan 5 (lima) variabel penelitian yaitu kualitas hidup, kondisi psikologis, kondisi fisik, hubungan sosial, dan lingkungan dengan 22 indikator. Metode yang digunakan untuk menjawab tujuan penelitian adalah regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 6 (enam) faktor yang menjadi variabel dependen dalam mempengaruhi kualitas hidup penduduk, yaitu kesejahteraan penduduk, kepuasan penduduk terhadap fasilitas sekitar, mobilitas penduduk, interaksi sosial penduduk, aktivitas penduduk, dan kepuasan penduduk terhadap lingkungan. Dari hasil analisis, keenam faktor tersebut terbukti mempengaruhi peningkatan kualitas hidup penduduk di kawasan TOD dibandingkan kawasan Non TOD. Faktor yang mempengaruhi tersebut diharapkan mampu menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas hidup penduduk kawasan TOD dan Non TOD di DKI Jakarta.

2024
👤 Penulis: Annisya Alifvia Soehartono
🏷️ Kawasan Berorientasi Transit 🏷️ Manajemen Kualitas Hidup Penduduk 🏷️ Analisis Regresi

KAJIAN DERAJAT AKSESIBILITAS STASIUN TEGALLUAR - KERETA CEPAT JAKARTA-BANDUNG (KCJB)

Pembangunan transportasi massal pada era pemerintahan Indonesia saat ini menjadi sangat masif dan menjadi prioritas. Salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) terkait transportasi massal adalah proyek kereta cepat yang diberi nama WHOOSH yang saat ini melayani wilayah Jakarta-Bandung. Pengadaan proyek kereta cepat ini diharapkan mampu menghubungan regional yang dinilai strategis sehingga meningkatkan aksesibilitas antar wilayah. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, juga mengarahkan agar transportasi massal ini disertai dengan pembangunan infrastruktur pendukung lainnya, seperti jaringan jalan. Hal ini diperlukan agar pembangunan transportasi massal dalam konteks ini adalah Kereta Cepat Jakarta-Bandung menjadi mudah untuk dijangkau oleh calon pengguna. Namun dalam kondisi eksisting nya, khususnya di Stasiun Tegalluar masih terdapat permasalahan yang juga menjadi keluhan masyarakat. Dalam mengakses Stasiun Tegalluar ini dinilai jaringan jalan yang tersedia tidak cukup memadai. Jalan untuk menuju Stasiun Tegalluar terbilang kecil atau sempit serta kualitas jalannya yang kurang baik (terdapat jalan yang masih bebatuan atau tidak beraspal).Hal tersebut yang menjadi celah atau perbedaan antara apa yang dicitacitakan pemerintah dengan kondisi eksisting nya. Dengan ada nya kondisi tersebut dapat berpotensi menjadi faktor menurunnya permintaan dalam menggunakan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) pada simpul Stasiun Tegalluar. Derajat aksesibilitas merupakan suatu pengukuran untuk meninjau kemudahan lokasi untuk dijangkau dari lokasi lainnya melalui sistem transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai derajat aksesibilitas dari Stasiun Tegalluar menuju pusat aktivitas wilayah yang berpotensi menggunakan Kereta Cepat JakartaBandung (KCJB) pada stasiun tersebut. Wilayah berpotensi yang dimaksud adalah Kabupaten Bandung bagian Timur karena wilayah ini merupakan target pasar dari Stasiun Tegalluar. Pada akhirnya penelitian ini menunjukan wilayah atau kecamatan pada Kabupaten Bandung bagian timur yang memiliki derajat aksesibilitas yang kurang baik. Selain itu ditinjau pula faktor infrastruktur yang secara signifikan yang memengaruhi nilai derajat aksesibilitas melalui analisis regresi. Pengukuran ini berfokus pada infrastruktur transportasi baik secara kuantitatif yang dihitung menggunakan rumus maupun kualitatif dengan melihat preferensi masyarakat terkait transportasi umum. Pada pengukuran yang bersifatvi kuantitatif digunakan metode aksesibilitas potensial atau potential accessibility (PA) yang persamaannya mengadopsi variabel massa/ukuran kota serta biaya transportasi. Untuk massa/ukuran kota diinterpretasikan dengan jumlah penduduk yang berpotensi menggunakan kereta cepat (sebagai peluang sosial) serta PDRB Kecamatan (sebagai peluang ekonomi). Kemudian untuk biaya transportasi diinterpretasikan dengan faktor waktu tempuh yang ditentukan dari kalkulasi jarak tempuh, kecepatan tempuh, serta kinerja lalu lintas atau level of service (LOS). Dari pengukuran kuantitatif ini akan dapat diurutkan kecamatan-kecamatan yang memiliki nilai derajat aksesibilitas dari yang tertinggi hingga terendah dari Stasiun Tegalluar menuju pusat aktivitasnya. Penelitian ini akan digabungkan dan dilengkapi dari preferensi masyarakat terkait layanan transportasi dari/menuju Stasiun Tegalluar. Preferensi tersebut didapatkan dari hasil pengumpulan data melalui kuesioner. Berdasarkan metode tersebut didapatkan bahwa Kecamatan Cileunyi merupakan kecamatan yang memiliki nilai derajat aksesibilitas paling tinggi, sedangkan untuk kecamatan yang memiliki nilai derajat aksesibilitas paling rendah ada pada Kecamatan Kertasari. Dari hasil analisis regresi juga didapatkan model persamaan yang cukup menggambarkan kondisi yang sesungguhnya yang ditunjukan dengan nilai Adj. R-squared kurang lebih 84%. Model tersebut meyimpulkan bahwa dari perspektif infrastruktur, jarak tempuh dan kecepatan tempuh menjadi faktor yang paling memengaruhi nilai derajat aksesibilitas dari Stasiun Tegalluar menuju pusat aktivitas. Di sisi lain, masyarakat juga menilai transportasi umum yang tersedia dalam melayani perjalanan dari/menuju Stasiun Tegalluar belum cukup baik, masyarakat lebih memilih menggunakan transportasi pribadi maupun transportasi online. Alasan nya karena dinilai transportasi pribadi atau transportasi lebih efektif dan efisien khususnya terkait waktu, keamanan, kenyamanan, dan keterjangkauan. Dengan demikian, berdasarkan seluruh analisis yang sudah dilakukan perlu adanya peningkatan infrastruktur transportasi melalui pembangunan dan pengembangan jaringan jalan serta transportasi umum. Hal tersebut diperlukan agar waktu tempuh perjalanan dari/menuju Stasiun Tegalluar relatif singkat yang tentunya sesuai dengan kondisi geografisnya.

2024
👤 Penulis: Stephanie Margarettha .S.S.
🏷️ Transportasi Massal 🏷️ Derajat Aksesibilitas 🏷️ Analisis Regresi

PREDIKSI OVERBREAK PADA PELEDAKAN TAMBANG BAWAH TANAH MENGGUNAKAN METODE MULTIPLE REGRESSION ANALYSIS DAN ANFIS

Peledakan masih menjadi metode yang umum digunakan dalam penggalian tambang bawah tanah karena efisien dari segi waktu dan biaya. Meskipun begitu, metode ini memiliki serangkaian dampak negatif yang menyertainya seperti halnya overbreak. Apabila tidak ditangani dengan baik, overbreak bisa saja mengarah ke masalah keselamatan dan biaya yang menghambat kemajuan pekerjaan terowongan. Overbreak adalah ketidaksesuaian dimensi terowongan sebelum dan sesudah peledakan yang bisa dihindari dengan desain peledakan yang baik dan optimal. Serangkaian penelitian telah dilakukan untuk memprediksi overbreak, namun solusi ideal untuk masalah ini harus bergantung pada kondisi batuan yang ada di masing – masing area. Pendekatan Artificial Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS) dan Multiple Regression Analysis (MRA) akan dicoba dalam penelitian ini untuk membangun sebuah model prediksi dengan menganilisis hubungan antara variabel – variabel yang mempengaruhi terjadinya overbreak. Pengolahan data akan dilakukan menggunakan perangkat lunak Matlab2022b untuk ANFIS dan SPSS25 untuk metode MRA. Akurasi atau kehandalan dari masing – masing metode dilihat dari nilai Root Mean Square Error (RMSE) yang mendekati 0. Hasil penelitian menunjukkan nilai RMSE dari MRA dan ANFIS dapat mencapai 0.14 – 0.10. Prediksi overbreak dengan metode MRA dan ANFIS memberikan keakuratan yang relatif sama. Penelitian membuktikan jika overbreak di PT Antam Pongkor dipengaruhi oleh serangkaian faktor seperti Perimeter Powder Factor (kg/m3), Maximum Charge Per Delay (kg), terutama pada kondisi massa batuan yang lemah.

2024
👤 Penulis: Samsul Akbar
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Regresi 🏷️ Hidrologi

ANALISIS PENGARUH JARAK CENTRAL BUSSINESS DISTRICT TERHADAP NILAI JUAL TANAH DI KOTA BANDUNG BERBASISKAN GEOSPASIAL

Central Bussiness District (CBD) adalah salah satu bentuk pusat perekonomian, di wilayah Kota Bandung keberadaan CBD ini memiliki beberapa pengaruh terhadap lingkungan disekitarnya. Salah satu dampaknya adalah terhadap harga tanah disekitarnya, dampak dari keberadaan CBD ini sudah ditulis oleh beberapa ekonom dalam teori mereka yaitu Teori Lokasi. Untuk menguji teori lokasi tersebut maka memerlukan uji coba sebuah metode matematis untuk menganalisis harga tanah disekitar wilayah CBD. Berdasarkan hasil analisis akan didapatkan nilai yang menentukan besar pengaruh CBD terhadap harga tanah disekitarnya. Dalam penelitian ini metode analisis yang digunakan adalah Analisis Regresi. Uji coba analisis regresi dibagi menjadi dua tipe yaitu Regresi Linier dan Regresi Nonlinier. Hasil dari analisis regresi tersebut berupa koefisien determinasi yang memiliki skala dari nol (0) hingga satu (1), koefisien determinasi dengan nilai nol berarti hasil analisis dari metode yang digunakan tidak memiliki hubungan antarvariabel, sedangkan nilai satu berarti dari hasil analisis antarvariabelnya memiliki hubungan yang sempurna.

2024
👤 Penulis: Muhammad Fariz Yudha
🏷️ Geospasial 🏷️ Analisis Regresi 🏷️ Hidrologi
Halaman 2 dari 2
💬