📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 20 dokumen

ESTIMASI KERUGIAN LANGSUNG BERDASARKAN DAMPAK KERUSAKAN DAN TINGKAT ANCAMAN BENCANA DI PULAU JAWA

Letak geografis serta jumlah penduduk yang besar menjadikan Pulau Jawa sebagai wilayah yang rawan bencana dengan berbagai ancaman, termasuk gempa bumi, longsor, banjir, dan letusan gunung api. Berdasarkan data historis, keempat jenis bencana ini menimbulkan kerugian ekonomi sebesar Rp395.050.291.044.408,00 dalam kurun waktu 40 tahun terakhir. Oleh karena itu, perhitungan potensi kerugian akibat keempat bencana tersebut menjadi hal yang penting untuk dilakukan agar terhindar dari kerugian ekonomi yang berkelanjutan di masa depan. Adapun jenis kerugian yang akan dibahas secara spesifik dalam project ini adalah jenis kerugian langsung (direct loss). Proses perhitungan kerugian diawali dengan mengumpulkan peta ancaman bencana untuk mengetahui parameter indeks ancaman. Kemudian, proses dilanjutkan dengan melakukan identifikasi sruktur taksonomi bangunan melalui metode GED4ALL Building Taxonomy yang telah disimplifikasi untuk parameter pengamatannya. Data indeks ancaman dan struktur taksonomi bangunan yang diperoleh akan digunakan sebagai variabel dalam persamaan perhitungan risiko kerugian langsung akibat bencana dengan metode Damage and Loss Assessment (DaLA). Pada tahapan akhir, data dan informasi yang diperoleh dari ketiga proses sebelumnya akan disajikan dalam suatu dashboard berbasis WebGIS. Hasil perhitungan risiko kerugian menunjukkan bahwa bencana gempa bumi memiliki potensi kerugian tertinggi dengan nilai total kerugian sebesar Rp195.322.940.153.487,00 disusul dengan bencana longsor dan banjir dengan nilai total kerugian sebesar Rp117.043.904.494.640,00 dan Rp12.329.442.055.227,00. Potensi kerugian terendah ditunjukkan oleh jenis bencana letusan gunung api dengan nilai total kerugian Rp68.006.471.074,00. Secara keseluruhan, luaran utama yang dihasilkan pada project ini dapat digunakan untuk proses lanjutan dalam sistem manajemen risiko bencana, khususnya pada tahap analisis dan evaluasi risiko.

2024
👤 Penulis: Zidane Lutfi Salim
🏷️ Geologi 🏷️ Analisis Risiko Bencana 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

ESTIMASI KERUGIAN LANGSUNG BERDASARKAN DAMPAK KERUSAKAN DAN TINGKAT ANCAMAN BENCANA DI PULAU JAWA

Letak geografis serta jumlah penduduk yang besar menjadikan Pulau Jawa sebagai wilayah yang rawan bencana dengan berbagai ancaman, termasuk gempa bumi, longsor, banjir, dan letusan gunung api. Berdasarkan data historis, keempat jenis bencana ini menimbulkan kerugian ekonomi sebesar Rp395.050.291.044.408,00 dalam kurun waktu 40 tahun terakhir. Oleh karena itu, perhitungan potensi kerugian akibat keempat bencana tersebut menjadi hal yang penting untuk dilakukan agar terhindar dari kerugian ekonomi yang berkelanjutan di masa depan. Adapun jenis kerugian yang akan dibahas secara spesifik dalam project ini adalah jenis kerugian langsung (direct loss). Proses perhitungan kerugian diawali dengan mengumpulkan peta ancaman bencana untuk mengetahui parameter indeks ancaman. Kemudian, proses dilanjutkan dengan melakukan identifikasi sruktur taksonomi bangunan melalui metode GED4ALL Building Taxonomy yang telah disimplifikasi untuk parameter pengamatannya. Data indeks ancaman dan struktur taksonomi bangunan yang diperoleh akan digunakan sebagai variabel dalam persamaan perhitungan risiko kerugian langsung akibat bencana dengan metode Damage and Loss Assessment (DaLA). Pada tahapan akhir, data dan informasi yang diperoleh dari ketiga proses sebelumnya akan disajikan dalam suatu dashboard berbasis WebGIS. Hasil perhitungan risiko kerugian menunjukkan bahwa bencana gempa bumi memiliki potensi kerugian tertinggi dengan nilai total kerugian sebesar Rp195.322.940.153.487,00 disusul dengan bencana longsor dan banjir dengan nilai total kerugian sebesar Rp117.043.904.494.640,00 dan Rp12.329.442.055.227,00. Potensi kerugian terendah ditunjukkan oleh jenis bencana letusan gunung api dengan nilai total kerugian Rp68.006.471.074,00. Secara keseluruhan, luaran utama yang dihasilkan pada project ini dapat digunakan untuk proses lanjutan dalam sistem manajemen risiko bencana, khususnya pada tahap analisis dan evaluasi risiko.

2024
👤 Penulis: Hanna Racita Lunardia
🏷️ Geologi 🏷️ Analisis Risiko Bencana 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PEMANFAATAN WEBGIS SEBAGAI MEDIA VISUALISASI MITIGASI BENCANA ERUPSI GUNUNG SEMERU DENGAN JALUR ALTERNATIF EVAKUASI DAN SIMULASI PERGERAKAN PENDUDUK (STUDI KASUS: DESA SUPITURANG, KECAMATAN PRONOJIWO, KABUPATEN LUMAJANG)

Gunung Semeru, sebagai gunung berapi aktif tertinggi di Pulau Jawa, memiliki potensi erupsi yang dapat membahayakan keselamatan penduduk di sekitarnya. Salah satu desa yang paling terdampak adalah Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Pengembangan sistem informasi berbasis web untuk jalur evakuasi sangat penting untuk meminimalkan risiko dan memfasilitasi proses evakuasi yang lebih terorganisir. Tujuan dari proyek ini adalah untuk merancang dan mengimplementasikan sebuah WebGIS yang memberikan informasi jalur evakuasi efektif dan simulasi pergerakan penduduk bagi masyarakat Desa Supiturang. Metodologi yang digunakan dalam proyek ini mencakup pengumpulan data primer melalui survei dan wawancara dengan pihak terkait seperti Pemerintah Desa Supiturang, serta akuisisi data lain dari laman resmi lembaga. Desain website dibuat sesuai dengan spesifikasi pedoman Badan Standar Nasional untuk memastikan kenyamanan dan kemudahan penggunaan bagi pengguna. Pengembangan website dilakukan menggunakan teknologi HTML dengan format data geografis GeoJSON sesuai dengan standar internasional. Hasil dari proyek ini adalah sebuah website yang informatif dan interaktif yang dapat diakses publik melalui berbagai perangkat. WebGIS menyediakan peta jalur evakuasi lengkap dengan informasi navigasi menuju titik evakuasi utama, serta simulasi pergerakan penduduk yang menampilkan skenario mitigasi bencana yang efektif dan efisien berdasarkan keadaan yang sebenarnya. Uji coba sistem dilakukan dengan metode pengujian kegunaan, dengan masyarakat Desa Supiturang mencoba langsung produk, menilai, serta memberikan umpan balik sebagai acuan pengembangan produk. Diharapkan produk WebGIS dengan menu utama peta digital jalur evakuasi dan simulasi pergerakan penduduk saat melakukan evakuasi ini mampu menjadi alat bantu yang efektif dalam upaya mitigasi bencana dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

2024
👤 Penulis: Muhammad Abdurrachman Rizqi
🏷️ Geografi Digital 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Risiko Bencana

ESTIMASI KERUGIAN LANGSUNG BERDASARKAN DAMPAK KERUSAKAN DAN TINGKAT ANCAMAN BENCANA DI PULAU JAWA

Letak geografis serta jumlah penduduk yang besar menjadikan Pulau Jawa sebagai wilayah yang rawan bencana dengan berbagai ancaman, termasuk gempa bumi, longsor, banjir, dan letusan gunung api. Berdasarkan data historis, keempat jenis bencana ini menimbulkan kerugian ekonomi sebesar Rp395.050.291.044.408,00 dalam kurun waktu 40 tahun terakhir. Oleh karena itu, perhitungan potensi kerugian akibat keempat bencana tersebut menjadi hal yang penting untuk dilakukan agar terhindar dari kerugian ekonomi yang berkelanjutan di masa depan. Adapun jenis kerugian yang akan dibahas secara spesifik dalam project ini adalah jenis kerugian langsung (direct loss). Proses perhitungan kerugian diawali dengan mengumpulkan peta ancaman bencana untuk mengetahui parameter indeks ancaman. Kemudian, proses dilanjutkan dengan melakukan identifikasi sruktur taksonomi bangunan melalui metode GED4ALL Building Taxonomy yang telah disimplifikasi untuk parameter pengamatannya. Data indeks ancaman dan struktur taksonomi bangunan yang diperoleh akan digunakan sebagai variabel dalam persamaan perhitungan risiko kerugian langsung akibat bencana dengan metode Damage and Loss Assessment (DaLA). Pada tahapan akhir, data dan informasi yang diperoleh dari ketiga proses sebelumnya akan disajikan dalam suatu dashboard berbasis WebGIS. Hasil perhitungan risiko kerugian menunjukkan bahwa bencana gempa bumi memiliki potensi kerugian tertinggi dengan nilai total kerugian sebesar Rp195.322.940.153.487,00 disusul dengan bencana longsor dan banjir dengan nilai total kerugian sebesar Rp117.043.904.494.640,00 dan Rp12.329.442.055.227,00. Potensi kerugian terendah ditunjukkan oleh jenis bencana letusan gunung api dengan nilai total kerugian Rp68.006.471.074,00. Secara keseluruhan, luaran utama yang dihasilkan pada project ini dapat digunakan untuk proses lanjutan dalam sistem manajemen risiko bencana, khususnya pada tahap analisis dan evaluasi risiko.

2024
👤 Penulis: Karina Auliya Maharani
🏷️ Geologi 🏷️ Analisis Risiko Bencana 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

ESTIMASI KERUGIAN LANGSUNG AKIBAT BENCANA DI PULAU JAWA

Letak geografis serta jumlah penduduk yang besar menjadikan Pulau Jawa sebagai wilayah yang rawan bencana dengan berbagai ancaman, termasuk gempa bumi, longsor, banjir, dan letusan gunung api. Berdasarkan data historis, keempat jenis bencana ini menimbulkan kerugian ekonomi sebesar Rp395.050.291.044.408,00 dalam kurun waktu 40 tahun terakhir. Oleh karena itu, perhitungan potensi kerugian akibat keempat bencana tersebut menjadi hal yang penting untuk dilakukan agar terhindar dari kerugian ekonomi yang berkelanjutan di masa depan. Adapun jenis kerugian yang akan dibahas secara spesifik dalam project ini adalah jenis kerugian langsung (direct loss). Proses perhitungan kerugian diawali dengan mengumpulkan peta ancaman bencana untuk mengetahui parameter indeks ancaman. Kemudian, proses dilanjutkan dengan melakukan identifikasi sruktur taksonomi bangunan melalui metode GED4ALL Building Taxonomy yang telah disimplifikasi untuk parameter pengamatannya. Data indeks ancaman dan struktur taksonomi bangunan yang diperoleh akan digunakan sebagai variabel dalam persamaan perhitungan risiko kerugian langsung akibat bencana dengan metode Damage and Loss Assessment (DaLA). Pada tahapan akhir, data dan informasi yang diperoleh dari ketiga proses sebelumnya akan disajikan dalam suatu dashboard berbasis WebGIS. Hasil perhitungan risiko kerugian menunjukkan bahwa bencana gempa bumi memiliki potensi kerugian tertinggi dengan nilai total kerugian sebesar Rp195.322.940.153.487,00 disusul dengan bencana longsor dan banjir dengan nilai total kerugian sebesar Rp117.043.904.494.640,00 dan Rp12.329.442.055.227,00. Potensi kerugian terendah ditunjukkan oleh jenis bencana letusan gunung api dengan nilai total kerugian Rp68.006.471.074,00. Secara keseluruhan, luaran utama yang dihasilkan pada project ini dapat digunakan untuk proses lanjutan dalam sistem manajemen risiko bencana, khususnya pada tahap analisis dan evaluasi risiko.

2024
👤 Penulis: Fatharani Sekar Arum
🏷️ Geologi 🏷️ Analisis Risiko Bencana 🏷️ Manajemen Rantai Pasok
Halaman 2 dari 2
💬