📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 19 dokumenPENDEKATAN TRIGONOMETRI TERHADAP ATRIBUT CURVED PSEUDO ELASTIC IMPEDANCE (CPEI) DAN PSEUDO ELASTIC IMPEDANCE – LITHOLOGY (PEI-L) UNTUK KARAKTERISASI RESERVOIR PADA LAPANGAN
Salah satu cekungan yang perlu dieksplorasi dan dioptimalisasi dengan potensi hidrokarbon yang cukup besar adalah Cekungan Natuna Timur. Penelitian ini berfokus pada Lapangan “CL” pada Formasi Lower terumbu dan Gabus dengan masing-masing berada pada kedalaman 8617.52-8735.06 ft dan 9239.89 - 9360.18 ft. Tujuan penelitian ini adalah mengkarakterisasi reservoir hidrokarbon menggunakan pendekatan trigonometri Curved Pseudo Elastic Impedance (CPEI) dan Pseudo Elastic Impedance-Lithology (PEI-L). Data yang tersedia pada penelitian ini berupa data sumur (CLT-1 dan CLT-2), data seismik partial stack, dan data horizon. Data seismik tersebut menghasilkan volume reflektivitas P dan S melalui persamaan Amplitude Versus Offset (AVO) oleh Ursenbach-Stewart. Analisis terhadap log sumur menunjukkan parameter elastik yang sensitif adalah Acoustic Impedance (AI) dan Vp/Vs rasio untuk memisahkan litologi dan fluida. Metode seismik inversi menggunakan Linear Programming Sparse Spike (LPSS) untuk analisis inversi AI, dan Vp/Vs rasio melalui AI/SI dan Extended Elastic Impedance (EEI). Volume Vp/Vs rasio memiliki hasil yang lebih baik menggunakan inversi EEI. Akan tetapi, hasil inversi parameter elastis umumnya menunjukkan tren linear. Sementara itu, parameter petrofisika berupa porositas dan saturasi air memiliki trend non linier dalam Rock Physics Template (RPTs). Oleh karena itu, hasil inversi seismik belum menggambarkan persebaran hidrokarbon. Hal tersebut mengakibatkan perlu pendekatan trigonometri menggunakan atribut CPEI dan PEI-L untuk dapat mengkarakterisasi reservoir. Atribut CPEI digunakan untuk memproyeksikan saturasi air dan atribut PEI-L digunakan untuk memproyeksikan porositas. Hasil penelitian menunjukkan AI, Vp/Vs rasio, CPEI, dan PEIL yang rendah, serta porositas yang tinggi mengindikasikan zona target yang berisi hidrokarbon.
PENDEKATAN TRIGONOMETRI ATRIBUT PSEUDO ELASTIC IMPEDANCE – LITHOLOGI DAN ATRIBUT SEISMIK VP/VS UNTUK KARAKTERISASI RESERVOIR HIDROKARBON PADA FORMASI TALANGAKAR, LAPANGAN “IMPERIAL”, CEKUNGAN SUMATERA SELATAN
Dengan kebutuhan energi yang semakin meningkat, hal ini membuat eksplorasi hidrokarbon harus terus dilakukan peningkatan sebagai upaya pemenuhan kebutuhan energi. Salah satu upayanya dapat dilakukan dengan melakukan pengembangan lapangan tua yang sudah berproduksi. Lapangan “Imperial” yang berlokasi di Cekungan Sumatera Selatan merupakan lapangan yang sudah terbukti berpoduksi. Karakteristik lapangan dari formasi Talangakar berupa adanya perselingan batubara dan batupasir. Karena adanya karakteristik tersebut perlu adanya metode yang tepat untuk memisahkan kedua litologi tersebut. Pada penelitian ini menunjukan AI, Mu, dan Vp/Vs ratio merupakan parameter yang sensitif, dengan parameter sensitif tersebut dilakukan perhitungan Inversi Linear Programming Sparse Spike dengan metode Extended Elastic Impedance. Hasil dari perhitungan ini akan di korelasikan dengan atribut PEIL. Hasil data inversi parameter elastis umumnya akan bias pada nilai AI Vp/Vs ratio yang tidak dominan dan menunjukkan hubungan data linear yang diperoleh dari regresi, sedangkan parameter petrofisika memiliki tren nonlinear. Dari permasalahan tersebut dilakukan karakterisasi reservoir menggunakan atribut pseudo elastic impedance lithology (PEIL). Hubungan dari atribut ini akan menghasilkan volume densitas yang akan digunakan untuk analisis persebaran hidrokarbon secara lateral dari zona target. Hasil korelasi perhitnguan Inversi terhadap atribut menunjukan nilai sebesar 0.9016 PEIL. Hasil penelitian menunjukkan nilai AI, Vp/Vs ratio, PEIL, dan densitas yang rendah mengindikasikan serta nilai Mu yang relatif tinggi menunjukan bahwa lapangan “Imperial” pada Formasi Talangakar (TAF) merupakan area batupasir dengan perselingan batubara yang porous dan memiliki indikasi terisi fluida hidrokarbon.
TINJAUAN EFEKTIFITAS PENGGUNAAN LEAD RUBBER BEARING (LRB) PADA JEMBATAN CISUMENGKA TOL CISUMDAWU
Jembatan Cisumengka, sebagai elemen vital dalam infrastruktur transportasi regional, menjadi pusat perhatian dalam konteks mitigasi risiko gempa bumi. Wilayah tempat jembatan ini berdiri memiliki sejarah aktivitas seismik yang signifikan, meningkatkan kebutuhan mendesak akan peningkatan ketahanan struktural untuk meminimalkan risiko kerusakan akibat gempa. Dalam upaya meningkatkan ketahanan struktural Jembatan Cisumengka terhadap gempa bumi, penelitian dilakukan dengan fokus pada penerapan Lead Rubber Bearing (LRB) dengan tujuan untuk menganalisis performa struktur menggunakan Non-Linier Time History Analysis (NLTHA) berdasarkan 11 pasang data ground motion yang dipilih berdasarkan jarak serta nilai magnitude yang paling mendekati dengan lokasi Jembatan Cisumengka, kemudian data ground motion tersebut disesuaikan dengan respon spektra pada Jembatan Cisumengka menggunakan metode spectral matching. Berdasarkan NLTHA, dapat diketahui level kinerja menggunakan analisis performa (Performance Seismic Based Design) untuk mengetahui level kinerja struktur (performance level) yang mengacu pada batasan-batasan dari National Cooperative Highway Research Program Synthesis 440 (NCHRP 440). Tingkatan parameter level kinerja struktur yang digunakan antara lain fully operational, operational, life safety, near collapse dan collapse. Berdasarkan hasil analisis, performa struktur menggunakan LRB berdasarkan parameter deformasi, regangan baja, regangan beton serta gaya dalam menunjukkan bahwa struktur berada pada level fully operational. Dengan kata lain, Jembatan Cisumengka dengan menggunakan LRB efektif dalam meningkatkan perfoma/kinerja struktur.
ANALISIS DISTRIBUSI RESERVOIR BATUPASIR MENGGUNAKAN INVERSI SEISMIK DAN ATRIBUT PADA LAPANGAN “TPB”, CEKUNGAN SUMATRA SELATAN
Signifikansi Indonesia dalam lanskap energi global ditandai oleh cadangan minyak dan gas alamnya yang besar, yang sangat penting untuk konsumsi domestik dan pasar internasional. Untuk menjembatani kesenjangan antara produksi dan konsumsi, upaya eksplorasi harus diintensifkan, terutama di wilayah yang kaya akan hidrokarbon seperti Cekungan Sumatera Selatan. Studi ini berfokus pada lapangan "TPB" di Sub-Cekungan Jambi, dengan menggunakan teknik analisis seismik yang canggih untuk meningkatkan karakterisasi reservoir dan interpretasi lingkungan pengendapan. Dengan mengintegrasikan inversi AI dan analisis atribut seismik, penelitian ini bertujuan untuk menentukan zona reservoir batupasir pada Formasi Air Benakat (ABF) di lapangan "TPB" dan menginterpretasikan fasies lingkungan pengendapannya. Inversi impedansi akustik menunjukkan nilai rendah yang mengindikasikan reservoir batupasir, dengan orientasi tenggara-barat laut, menunjukkan fasies muara yang didominasi oleh pasang surut dengan sublingkungan sand bar. Dekomposisi spektral menunjukkan distribusi reservoir batupasir dengan tren tenggara-barat laut, yang mencirikan fasies muara yang didominasi oleh pasang surut, dan amplitudo RMS menunjukkan distribusi reservoir batupasir yang sama seperti yang diamati pada analisis AI dan dekomposisi spektral Atribut Sweetness menunjukkan lokasi sweet spot di bagian timur lapangan yang mengindikasikan adanya potensi reservoir hidrokarbon. Karakterisasi komprehensif pada lapangan "TPB" berkontribusi terhadap tujuan keberlanjutan energi Indonesia, yang dapat mengoptimalkan strategi eksplorasi dan produksi. Dengan memanfaatkan teknik analisis seismik canggih, studi ini memberikan wawasan berharga tentang distribusi reservoir dan fasies lingkungan pengendapan, yang penting untuk pengambilan keputusan dalam eksplorasi dan produksi minyak dan gas. Seiring dengan Indonesia mencapai tujuan kemandirian energinya, pemahaman yang detail tentang properti reservoir yang didukung oleh metodologi inovatif akan menjadi kunci dalam membentuk lanskap energi dan lintasan ekonomi bangsa.