📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 28 dokumen

PENILAIAN OPTIMASI FRAKTUR HIDRAULIK PADA LEWIS SHALE: EVALUASI TEKNIS-EKONOMI DAN ANALISIS SENSITIVITAS

Shale gas reservoirs have extremely low matrix permeability, requiring hydraulic fracturing to enable commercial production. However, poor fracturing design can reduce recovery and increase costs. This study aims to identify the most technically and economically optimal hydraulic fracturing design for the Lewis Shale by integrating reservoir simulation and economic evaluation. Using tNavigator, 150 scenarios were simulated based on variations in fracture stages (5–10), slurry rate (4,000–8,000 RB/day), and proppant concentration (10–50 %wt). A dual-permeability compositional model was applied, followed by economic assessment through Cost of Hydraulic Fracturing (CHF) and Net Present Value (NPV). The Simple Additive Weighting (SAW) method was used to select the best scenario. Scenario 11 (5 stages, 6,000 RB/day, 50% proppant) was identified as optimal, achieving a 22.17% recovery factor, highest NPV, and low CHF. Sensitivity analysis showed fracture permeability and porosity most affect gas recovery, while CHF is influenced by stage count, and NPV by gas price and production. This study lies in the development of an integrated optimization framework that combines reservoir simulation, economic evaluation, and multi-criteria decision-making (MCDM) in a structured and quantitative manner. This approach bridges the gap between technical and financial analysis and provides a scalable workflow applicable to other unconventional shale plays.

2025
👤 Penulis: Najwa Humayrah
🏷️ Optimasi Fraktur Hidraulik 🏷️ Analisis Sensitivitas 🏷️ Evaluasi Teknis-Ekonomi

REDUKSI GELOMBANG OLEH KOMBINASI GABION DAN PAGAR KAYU

Tugas Akhir ini mengkaji efektivitas redaman gelombang dengan menggunakan gabion dan pagar kayu secara bersamaan sebagai struktur perlindungan pesisir. Model yang dipakai adalah Persamaan Air Dangkal (Shallow Water Equation) yang dimodifikasi untuk merepresentasikan pengaruh fisik kedua struktur terhadap dinamika gelombang. Solusi analitik untuk koefisien transmisi gelombang berhasil diperoleh, memberikan ukuran kuantitatif atas efek redaman yang dihasilkan oleh konfigurasi gabion–pagar kayu. Model juga akan diselesaikan secara numerik dengan metode staggered finite volume atau volume hingga pada grid setengahan. Validasi skema numerik dilakukan dengan membandingkan solusi analitik dan data eksperimen untuk melihat akurasi dari model numerik yang dibangun. Analisis sensitivitas kemudian dilaksanakan untuk mengevaluasi bagaimana koefisien transmisi gelombang dipengaruhi oleh parameter utama yaitu panjang pagar kayu, panjang gabion, tinggi gabion, dan koefisien gesekan. Hasil menunjukkan bahwa struktur gabungan gabion-pagar kayu dapat mengurangi amplitudo gelombang hingga 36,26%. Temuan ini menegaskan potensi struktur gabungan dalam meningkatkan ketahanan pesisir, mereduksi dampak gelombang pada garis pantai, serta memberikan dasar untuk merancang dan mengoptimalkan sistem perlindungan pesisir yang lebih efektif.

2025
👤 Penulis: Kamila Khairunnisa Safari
🏷️ Hydrodynamika 🏷️ Analisis Sensitivitas 🏷️ Perlindungan Pesisir

DAMPAK OPTIMALISASI BIJIH NIKEL LIMONIT TERHADAP VALUASI PROJECT TAMBANG DI KOLAKA, SULAWESI TENGGARA

Penambangan bijih nikel di Indonesia pada umumnya dilakukan dengan metode pertambangan terbuka dan mayoritas masih terbatas pada zona saprolit. Keterdapatan zona limonit yang terletak di atas zona saprolit masih sering dianggap sebagai waste dan tidak dijual secara ekonomis. Pada saat ini bijih limonit sudah bisa dimanfaatkan untuk suplai ke pabrik High Pressure Acid Leach (HPAL) yang dapat mengolah bijih nikel kadar rendah menjadi produk Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) yang digunakan dalam pembuatan baterai kendaraan listrik. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perhitungan optimalisasi bijih limonit dan melihat dampaknya terhadap valuasi projek tambang di Kolaka, Sulawesi Tenggara. Optimalisasi dilakukan dengan menghitung jumlah bijih nikel limonit di Tambang Kolaka yang dapat di suplai ke Pabrik HPAL dan selanjutnya di valuasi dengan menggunakan metode Discounted Cash Flow (DCF) untuk melihat perubahan valuasi projek Tambang Kolaka sebelum dan setelah dilakukan optimalisasi. Selain itu Metode Analisis Sensitivitas (MAS) juga dilakukan untuk menguji variabel yang paling berpengaruh pada kelayakan projek pertambangan. Data yang digunakan dalam valuasi ini adalah data pengeboran, data blok model sumber daya dan cadangan di Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Kolaka, mining plan, spesifikasi bijih nikel limonit, termasuk asumsi-asumsi keekonomian seperti tingkat inflasi, proyeksi harga nikel, nilai tukar rupiah, struktur pendanaan, discount rate, pajak dan royalti. Hasil perhitungan optimalisasi bijih limonit di Tambang Kolaka yang dapat dimanfaatkan secara ekonomis ke Pabrik HPAL adalah sebesar 8.695.118 wmt dengan kadar Ni rata-rata 1,19%. Penambangan dan penjualan bijih limonit dilakukan selama 4 tahun mulai dari tahun 2027 hingga tahun 2030. Total pendapatan dari kegiatan optimalisasi bijih limonit adalah sebesar USD 841.440.180 atau naik sebesar 14% dari total pendapatan bisnis saat ini. Optimalisasi bijih limonit juga memberikan dampak pada kenaikan biaya produksi sebesar 17%. Berdasarkan model kelayakan yang telah dihitung, hasil optimalisasi bijih limonit memberikan dampak yang positif pada kelayakan projek, terdapat kenaikan Net Present Value (NPV) menjadi USD 98.328.854 atau naik 14% dari NPV sebelumnya. Selain itu semua parameter kelayakan projek optimalisasi bijih limonit sudah memenuhi parameter yang dipersyaratkan oleh ANTAM dan MIND ID, diantaranya adalah cost benefit analysis 1,22, Modified Internal Rate of Return (MIRR) > Weighted Average Cost of Capital (WACC) yaitu 75,33%, dan pay back period 1 tahun.

2025
👤 Penulis: Zulfahmi Roskha
🏷️ Optimisasi Sumber Daya Mineral 🏷️ Valuation Projek Pertambangan 🏷️ Analisis Sensitivitas

FEASIBILITY STUDY OF HYDRAULIC FRACTURING OPERATION BY EVALUATING THE EROSION EFFECT ON THE PERFORMANCE OF EXISTING PRODUCTION TUBING STRING: A CASE STUDY IN TA FIELD

The implementation of hydraulic fracturing method to optimize the productivity of a well is very often encountered. This stimulation method requires equipment that are capable of withstanding extremely high pressure, considering this method involves injecting fluid at high rate to create fractures within the formation. Presented in this paper, a feasibility study of hydraulic fracturing operation using existing production string was conducted to assess the current capability of the existing tubing that has been used to produce oil and gas. The assessment begins by evaluating the remaining performance of the well’s existing tubing string, focusing on the three key parameters, namely burst pressure, collapse pressure, and axial tension strength. The value of these three parameters tends to decline over time due to the utilization of the tubing to produce fluid, especially if erosion occurs in the tubing. A sensitivity analysis was conducted to obtain the operational limits of production parameters that are allowed to be applied to maintain the tubing’s integrity to be able to be used for fracturing. The production operational parameters mentioned here are liquid production rate, sand mass rate, and tubing usage duration. These parameters play a big part in determining the erosion rate of a tubing. Comprehensive investigations unveiled that in four sample wells of TA Field, the erosion rate is very small, resulting in a great remaining performance of the tubing even though it has been used for a period of time. This leads to a hypothesis that existing production tubing string in TA Field are capable of accommodating a hydraulic fracturing operation.

2024
👤 Penulis: Tiara Azka Adisa
🏷️ Erosi Tubing 🏷️ Optimasi Produksi Minyak Dan Gas 🏷️ Analisis Sensitivitas

KUANTIFIKASI RESIKO KECELAKAAN CONTROLLED FLIGHT INTO TERRAIN BERDASARKAN DATA OPERASIONAL PENERBANGAN

Seiring dengan peningkatan keselamatan penerbangan, metode yang ada saat ini sebagian besar hanya dapat mengukur tingkat keselamatan pada operasi yang telah dilakukan. Akibatnya, kebutuhan akan model yang dapat memprediksi seberapa besar kemungkinan pesawat mengalami kecelakaan semakin meningkat. Kebutuhan ini semakin besar karena masing-masing maskapai penerbangan harus menetapkan Acceptable Level of Safety Performance (ALoSP) mereka sendiri. Studi ini menyelidiki hubungan antara faktor-faktor yang berkontribusi yang diidentifikasi melalui model fisika pesawat terbang untuk kejadian Controlled Flight into Terrain (CFIT). Model ini menggabungkan gaya propuldi, gravitasi, dan aerodinamika yang bekerja pada pesawat. Berdasarkan data penerbangan tanpa insiden, analisis ini mengevaluasi kemungkinan CFIT. Selanjutnya, faktor-faktor yang berkontribusi diekstraks dari data untuk menentukan distribusi probabilitasnya. Faktor-faktor ini kemudian diintegrasikan ke dalam model untuk menghitung kemungkinan terjadinya insiden. Studi ini menggunakan metode Subset Simulation untuk menentukan probabilitas kejadian. Hasil Subset Simulation menghasilkan nilai probabilitas sebesar 1.20E-04 untuk kejadian CFIT. Setelah penentuan probabilitas kejadian, dilakukan analisis sensitivitas untuk mengidentifikasi faktor yang berkontribusi paling signifikan terhadap kejadian CFIT. Ditemukan bahwa sudut terbang merupakan faktor yang paling berpengaruh. Berdasarkan informasi ini, maskapai penerbangan disarankan untuk menerapkan target sudut terbang -3° saat approach untuk meningkatkan keselamatan operasional dan berpotensi memitigasi kejadian CFIT di masa depan.

2024
👤 Penulis: Fikri Aulia Soegiharto
🏷️ Aerodinamika 🏷️ Controlled Flight Into Terrain (Cfit) 🏷️ Analisis Sensitivitas

ESTIMASI OUTSTANDING CLAIMS LIABILITY MENGGUNAKAN METODE BORNHUETTER-FERGUSON DAN ANALISIS SENSITIVITAS DENGAN METODOLOGI LEVERAGE PADA BISNIS ASURANSI LONG-TAIL

Bisnis asuransi umum (general insurance atau non-life insurance) terdiri dari bisnis asuransi long-tail dan short-tail. Bisnis asuransi long-tail adalah bisnis asuransi yang mana waktu antara suatu kejadian yang mengakibatkan klaim terjadi sampai klaim tersebut lunas dibayar adalah lebih dari satu tahun. Klaim yang belum diselesaikan akan menjadi hutang bagi perusahaan asuransi, yang dikenal sebagai outstanding claim liability (OCL). Estimasi OCL sangat penting karena perusahaan asuransi harus menyediakan dana yang cukup untuk menutupi pembayaran klaim di masa mendatang. Pada Tugas Akhir ini, estimasi OCL dilakukan menggunakan metode Bornhuetter-Ferguson (BF) yang memperhitungkan pola klaim yang telah dibayarkan serta “premi” yang diterima. Di dalam Tugas Akhir ini, diasumsikan bahwa besar premi tersebut sama dengan estimasi ultimate claims pada metode Mack’s Chain Ladder (MCL). Selain itu, sensitivitas estimasi OCL dengan metode BF terhadap penambahan klaim di suatu sel di dalam runoff triangle incremental claims dianalisis menggunakan metodologi leverage. Data yang digunakan adalah data klaim dari suatu perusahaan asuransi umum di Belgia. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa metode BF menghasilkan estimasi OCL yang lebih besar dibandingkan estimasi OCL menggunakan metode MCL. Selain itu, ditentukan juga Mean Squared Error (MSE) dari leverage dan kuantil lognormal ke-0.995 dari distribusi OCL yang dihasilkan.

2024
👤 Penulis: Amelia Rahma Putri
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Sensitivitas 🏷️ Manajemen Risiko Asuransi

ESTIMASI OUTSTANDING CLAIMS LIABILITY MENGGUNAKAN METODE MACK'S CHAIN LADDER DAN ANALISIS SENSITIVITAS DENGAN METODOLOGI LEVERAGE PADA BISNIS ASURANSI LONG-TAIL

Bisnis asuransi umum (general insurance atau non-life insurance) terdiri dari bisnis asuransi short-tail dan long-tail. Bisnis asuransi long-tail adalah bisnis asuransi yang mana waktu antara suatu kejadian yang mengakibatkan klaim terjadi sampai klaim tersebut lunas dibayar dapat lebih dari satu tahun. Pertanggungjawaban perusahaan asuransi terhadap klaim-klaim yang telah terjadi dan belum dibayarkan tersebut sering disebut sebagai outstanding claims liability. Tujuan estimasi outstanding claims liability adalah memastikan bahwa perusahaan asuransi dapat menyiapkan dana yang cukup untuk membayarkan kewajiban klaimnya di masa depan. Di dalam Tugas Akhir ini, dibahas metode Chain Ladder Mack untuk menaksir outstanding claims liability. Selanjutnya, dilakukan analisis sensitivitas estimasi menggunakan metodologi leverage untuk mengamati sensitivitas hasil estimasi jika terdapat penambahan pembayaran klaim pada pada suatu sel dalam run-off triangle incremental claims. Ketidakpastian hasil estimasi outstanding cliams liability terhadap perubahan klaim di runoff triangle diamati dengan menentukan mean squared error (MSE) dari leverage. Terakhir, ditinjau nilai leverage untuk kuantil ke-0.995 dari outstanding claims liability dengan asumsi bahwa outstanding claims liability berdistribusi lognormal.

2024
👤 Penulis: Jonathan Tanzi
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Sensitivitas 🏷️ Hidrologi

OPTIMUM GAS LIFT INJECTION DESIGN TO IMPROVE WELL X PERFORMANCE

This study aims to optimize the gas lift injection design to improve the performance of well X. The steps taken include evaluating the current gas lift system, determining the gas lift deepening design for future performance, sensitivity analysis of gas lift design parameters at well X, and determining the time required for optimum design gas lift system. The methodology used includes literature study, data collection, well modeling, and sensitivity analysis. Well X, which has been producing since 2020, uses a gas lift method with three gas lift mandrels installed at a certain depth. This study evaluates two gas lift deepening methods, namely using a siphon string and retrofit gas lift (RGL). The results show that both methods are not better than the existing gas lift system in the current condition. Sensitivity analysis on injection depth in both methods and coiled tubing size in RGL was conducted to obtain optimum results. Since in the present condition both methods of deepening the injection point in the gas lift are not better than the existing gas lift system, a sensitivity analysis of the gas lift design is carried out to improve the performance of well X in the future. Determining under what conditions the X well requires optimum design of the gas lift system. reservoir conditions with a pressure of 550 psi and a GOR of 172 SCF/STB, it was found that the well would not flow without deepening the gas lift. Deepening the gas lift under these conditions made the well flowable, using a siphon string at the injection points of 5176 ft MD and 6800 ft MD, obtained fluid rates of 385 BFPD and 696 BFPD, respectively. Using Retrofit gas lift (RGL), a rate of 452 BFPD was obtained for a deepening of 500 ft TVD and 729 BFPD for a deepening of 1000 ft TVD. The results of sensitivity analysis on RGL showed that the deeper the injection point, the greater the production rate obtained, but higher injection pressure is required. This study concludes that optimum gas lift deepening design can significantly improve the performance of well X under certain reservoir conditions, and provides guidance for further development in gas lift technology

2024
👤 Penulis: Itto Umaryono
🏷️ Optimisasi Tekanan Gas Lift 🏷️ Analisis Sensitivitas 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Minyak Dan Gas

EVALUASI EKONOMI PROYEK PENAMBANGAN NIKEL PADA BLOK SOROWAKO DENGAN PENDEKATAN DISCOUNTED CASH FLOW DAN SIMULASI MONTE CARLO (STUDI KASUS PT VALE INDONESIA TBK)

PT Vale Indonesia Tbk mempunyai peran penting penting dalam pasar pertambangan nikel dunia. Meskipun PT Vale Indonesia Tbk, terutama di Blok Sorowako, Sulawesi Selatan, telah memainkan peran signifikan, perusahaan ini menghadapi tantangan serius dalam memenuhi target produksi nikel matte. Dengan produksi tahun 2022 yang berada di bawah target dan lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya, PT Vale Indonesia Tbk perlu melakukan evaluasi mendalam untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasionalnya terutama pada tahun 2024. Untuk mengatasi tantangan ini, PT Vale Indonesia Tbk mempertimbangkan beberapa skenario untuk merealisasikan target produksi nikel di tahun 2024. Di antara skenario-skenario yang telah dipersiapkan, PT Vale Indonesia Tbk harus memprioritaskan satu skenario yang akan dijalankan pada tahun 2024. Dengan demikian, evaluasi ekonomi perlu dilakukan sehingga didapatkan sebuah alternatif yang tidak hanya mampu merealisasikan target produksi tetapi juga menguntungkan secara finansial bagi perusahaan. Dalam studi ini, dilakukan evaluasi ekonomi menggunakan metode Discounted Cash Flow (DCF) sebagai metode awal untuk mengestimasi Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR). Pada metode DCF ditentukan parameter ketidakpastian yaitu harga jual nikel berlandaskan analisis sensitivitas. Parameter harga jual nikel kemudian diuji melalui Simulasi Monte Carlo untuk mendapatkan distribusi kemungkinan NPV yang dapat terjadi. Hasil metode DCF menunjukkan NPV untuk skenario A dan B sebesar Rp308.674.177.834 dan Rp498.723.686.031 serta IRR masing-masing sebesar 44% dan 62% dengan laju diskon sebesar 19,82%. Simulasi Monte Carlo dengan 10.000 iterasi terhadap parameter harga jual nikel, menghasilkan nilai NPV yang diharapkan berada di atas nol dengan probabilitas keberhasilan proyek lebih dari 50% untuk kedua skenario tersebut. Berdasarkan hasil analisis ekonomi ini, skenario B lebih layak diprioritaskan untuk dijalankan pada tahun 2024.

2024
👤 Penulis: Muhammad Faqiih
🏷️ Evaluasi Ekonomi Proyek 🏷️ Manajemen Risiko 🏷️ Analisis Sensitivitas

SENSITIVITY ANALYSIS OF HYDRAULIC FRACTURING TIMING AND FRACTURE HALF-LENGTH ON INCREMENTAL PRODUCTION: A CASE STUDY OF "R" FIELD

To achieve the target of 1 million bopd by 2030, significant efforts must be made in developing oil and gas fields. One effective method is hydraulic fracturing treatment in low to moderate permeability zones to boost production. Optimal production with Hydraulic Fracturing treatment requires precise geometry design and appropriate fracturing timing. This study examines the impact of fracturing timing and fracture half-length on oil production enhancement. This study uses tNavigator to simulate Hydraulic Fracturing in the reservoir. Before conducting sensitivity analysis, wells were selected based on permeability, oil saturation, water cut, and net pay parameters. Timing sensitivity analysis was then performed, considering two timing cases: at the start of production and in the middle of the production period. The best timing, determined by the highest incremental oil production, will be used as the base case for fracture half-length sensitivity analysis. The fracture half lengths analyzed range from 100 to 400 ft. The case definitions are as follows: Case 1 - fracturing at the start with a half-length of 300 ft, Case 2 - fracturing in the middle with a half-length of 300 ft, Case 3 - fracturing at the start with a half-length of 100 ft, Case 4 - fracturing at the start with a half-length of 200 ft, and Case 5 - fracturing at the start with a half-length of 400 ft. Simulation results indicate incremental oil production of 2.19, 0.03, 2.08, 2.19, and 2.23 MMstb for Cases 1 through 5, respectively. Similarly, the incremental gas production for these cases are 2.62, 0.00002, 2.31, 2.6, and 2.7 Bscf, respectively. These findings demonstrate that hydraulic fracturing is more effective when performed at the start of the production period rather than in the middle. Furthermore, the result suggests that longer fracture half lengths result in greater production increases. This underscores the importance of optimizing both the timing and design of fracturing treatments to maximize production efficiency. The novelty of this study is to understand the impact of fracture timing and fracture half-length on production increase.

2024
👤 Penulis: Faqih Pramudya Nuswantara
🏷️ Hidrologi 🏷️ Optimisasi Tekanan Fraktur 🏷️ Analisis Sensitivitas

ECONOMIC CALCULATION AND SENSITIVITY ANALYSIS FOR MARGINAL WELL IN THE UNITED STATES

This study evaluates the economic feasibility and sensitivity of marginal wells in the United States, focusing on the Riser A-1 well in Texas. The Riser A-1 well was chosen as it represents typical unconventional gas wells in the USA, mostly categorized as marginal wells. Utilizing decline curve analysis with Duong’s model, the study forecasts production and applies discounted cash flow analysis to calculate net present value (NPV) over time. Sensitivity analysis highlights critical factors impacting profitability, including production rates, gas prices, and lease operating expenses (LOE). The research reveals that marginal wells, despite lower production levels, can remain economically viable with effective management of LOE and market conditions. Recommendations include conducting comparative analyses with similar wells in Indonesia to enhance strategies for developing unconventional resources and maximizing economic returns.

2024
👤 Penulis: Reza Maulana Firdauz
🏷️ Ekonomi 🏷️ Analisis Sensitivitas 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Migil

OPTIMIZING FRACTURE PARAMETER USING SENSITIVITY APPROACH AND FRACTURE TABLE: CASE STUDY LOW QUALITY SANDSTONE RESERVOIR IN X FIELD

This study investigates hydraulic fracturing optimization in low-quality sandstone formations, focusing on Field X. Using TNavigator software and a sensitivity approach, the research analyzes the sensitivity of well performance to five key fracture parameters: width, half-length, height, number of stages, and angle. Sensitivity analyses reveal that the number of fracture stages and fracture half-length have the most significant impact on well productivity, while fracture width shows moderate sensitivity with diminishing returns. Fracture height demonstrates a lower but positive impact, and fracture angle exhibits optimal performance at 90 degrees relative to the wellbore. The study focusing on optimalization of Fracture Conductivity Dimensionless (FCD) with optimum values, with maximization of stimulated reservoir volume. An optimized design featuring three fracture stages, a 500 ft half-length, and 0.2-inch width resulted in an 760% increase in oil flow rate and 173% increase in cumulative production compared to the non-fractured scenario. This research underscores the importance of integrated fracture design that considers parameter interdependencies and balances theoretical optimization with practical constraints. It provides valuable insights into fracture design optimization for low-permeability formations, offering a methodological framework applicable to similar geological settings. The findings contribute significantly to the field of reservoir stimulation, particularly for enhancing productivity in challenging low-quality sandstone reservoirs.

2024
👤 Penulis: Laode Muhammad Syafrizal
🏷️ Optimisasi Fraktur 🏷️ Analisis Sensitivitas 🏷️ Studi Kasus Formasi Pasir Kualitas Rendah

ANALISIS PERFORMA JARINGAN AIR INJEKSI PADA LAPANGAN MINYAK DI PROVINSI RIAU

Lapangan minyak di Riau memberikan kontribusi sebesar 24% terhadap produksi minyak di Indonesia. Limbah yang dihasilkan dari sumur minyak merupakan air terproduksi yang mencapai 98% dari total cairan yang dihasilkan. Salah satu cara untuk mengelola air terproduksi ini adalah menginjeksikan air kembali ke perut bumi melalui sumur injeksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat faktorfaktor yang memengaruhi laju alir injeksi agar kemampuan sistem injeksi air dapat ditingkatkan sesuai dengan kelebihan air terproduksi yang perlu diinjeksikan. Pemodelan dan simulasi dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak ASPEN HYSYS yang dioperasikan dalam keadaan tunak. Model yang dibangun pada penelitian ini adalah model prototipe dan model eksisting. Model prototipe jaringan sistem injeksi terdiri dari 7 sumur injeksi dengan sebuah pompa injeksi dan satu katup kendali di depan pompa. Model ini disusun untuk mengkaji faktor yang dapat memengaruhi perubahan nilai laju alir injeksi, yaitu bukaan katup kendali, diameter pipa header, diameter katup kendali, jumlah sumur injeksi, dan penempatan titik sumur injeksi. Selanjutnya, sistem injeksi eksisting pada kajian ini memiliki katup kendali berdiameter 12 in dan pipa header berdiameter 16 in. Analisis sensitivitas berdasarkan simulasi model prototipe menunjukkan bahwa perubahan bukaan katup kendali adalah faktor yang paling berpengaruh. Makin besar bukaan katup kendali akan memberikan laju alir air injeksi yang makin besar. Pada bukaan 10%, katup kendali ini mampu mengalirkan 92.680 barel/hari ke kepala sumur bertekanan minimum 850 psig dan 79.125 barel/hari ke kepala sumur bertekanan maksimum 1000 psig. Sedangkan pada bukaan penuh 100%, laju alir air injeksi dapat mencapai rentang 83.366 barel/hari hingga 96.830 barel/hari. Akan tetapi mengingat pada sistem injeksi eksisting nilai bukaan katup kendali telah mencapai 100%, maka salah satu faktor yang diterapkan pada model eksisting adalah mengaktifkan sumur injeksi yang mati serta memilih titik penambahan sumur injeksi yang dekat dengan pompa. Hasil simulasi menunjukkan bahwasanya laju alir injeksi dapat meningkat dari 86.606 barel/hari menjadi 87.355 barel/hari (kenaikan sekitar 1%).

2024
👤 Penulis: Migel Aldila
🏷️ Lantai Minyak 🏷️ Model Sistem Injeksi Air 🏷️ Analisis Sensitivitas
Halaman 2 dari 2
💬