📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 28 dokumen

IDENTIFIKASI DAMPAK PENGEMBANGAN KAWASAN TOD BLOK M TERHADAP KEBERLANJUTAN EKONOMI UMKM WILAYAH SEKITARNYA

Pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) merupakan suatu pendekatan dalam perencanaan wilayah perkotaan yang mengintegrasikan tata guna lahan dengan sistem transportasi publik, guna menciptakan lingkungan perkotaan yang efisien, berkelanjutan, dan memiliki aksesibilitas tinggi. Di Jakarta, penerapan konsep TOD ditujukan untuk merespons permasalahan kemacetan lalu lintas serta polusi udara, salah satunya melalui pengembangan kawasan Blok M sebagai pusat kegiatan sekunder yang dilengkapi dengan simpul transportasi utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana pengembangan kawasan TOD Blok M berdampak pada keberlanjutan ekonomi UMKM sekitarnya, baik mendorong maupun menghambat. Keberlanjutan ekonomi UMKM dalam penelitian ini dianalisis melalui peningkatan atau penurunan kondisi ekonomi pelaku usaha setelah pengembangan kawasan TOD. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Penyebaran kuesioner kepada 110 pelaku UMKM yang berlokasi dalam radius maksimum 800 m dari Stasiun MRT Blok M dilakukan untuk pengumpulan data. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank untuk menentukan apakah terdapat perubahan ekonomi yang signifikan sebelum dan setelah pengembangan TOD. Data yang dianalisis mencakup karakteristik pelaku UMKM, dampak pengembangan kawasan terhadap jumlah pembeli, aksesibilitas, persaingan usaha, biaya operasional, serta perubahan kondisi ekonomi yang ditinjau berdasarkan penjualan produk, pendapatan bruto, dan pendapatan bersih. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas UMKM yang beroperasi di sekitar kawasan TOD Blok M bergerak di sektor kuliner dan tergolong dalam kategori usaha mikro. Persebaran UMKM cenderung terkonsentrasi di pusat-pusat komersial seperti Blok M Square dan Blok M Plaza, yang memiliki akses langsung terhadap simpul transportasi utama seperti stasiun MRT dan terminal bus. Profil umum pelaku UMKM didominasi oleh laki-laki, memiliki usia 20 hingga 30 tahun, dan telah menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas. Pemilihan lokasiviii usaha umumnya didasarkan pada kedekatan dengan pusat aktivitas ekonomi dan kemudahan akses bagi pelanggan. Dampak positif yang paling banyak dirasakan dari pengembangan kawasan TOD adalah meningkatnya aksesibilitas dan konektivitas yang meningkatkan jumlah pengunjung serta potensi pembeli bagi pelaku UMKM, terutama sektor kuliner yang mengalami pertumbuhan paling signifikan. Infrastruktur pendukung seperti jalur pedestrian meningkatkan kenyamanan mobilitas pejalan kaki yang turut dimanfaatkan oleh pelaku usaha keliling untuk memilih lokasi berjualan yang strategis Namun, penelitian ini juga menemukan adanya dampak negatif berupa peningkatan biaya operasional akibat naiknya harga bahan baku dan utilitas, serta tingginya tingkat persaingan usaha akibat munculnya banyak usaha baru yang menjual produk serupa. Bantuan pemerintah, seperti modal usaha saat pandemi dan penyediaan loksem telah diberikan, tetapi belum diterima secara merata oleh semua pelaku UMKM. Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa terdapat perubahan ekonomi signifikan pada keseluruhan UMKM yang berjualan di Kawasan TOD Blok M, yaitu terjadinya peningkatan penjualan produk, pendapatan kotor, dan pendapatan bersih. UMKM sektor kuliner dan UMKM skala kecil menunjukkan peningkatan paling menonjol dibandingkan sektor lainnya. Kemudian, UMKM yang berlokasi dalam radius 400 m dari simpul transit, serta UMKM yang baru berdiri setelah pengembangan TOD menunjukkan peningkatan ekonomi yang lebih tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa lokasi usaha yang strategis dan strategi pemasaran yang adaptif, termasuk penggunaan media sosial, menjadi faktor penting dalam mempertahankan keberlanjutan usaha di tengah perubahan dinamika kawasan. Meskipun secara umum pengembangan TOD Blok M berkontribusi positif terhadap keberlanjutan ekonomi UMKM, hasil penelitian ini juga menyoroti adanya potensi marginalisasi ekonomi terhadap pelaku UMKM lokal, terutama yang tidak mampu bersaing dengan usaha baru yang lebih modern. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan dan strategi perencanaan wilayah dan kota yang lebih inklusif dengan pendekatan pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya fokus pada fisik dan infrastruktur, tetapi juga memberdayakan perekonomian lokal. Pemerintah juga perlu memperluas jangkauan program pemberdayaan UMKM, memfasilitasi akses terhadap lokasi usaha strategis, dan secara berkala mengevaluasi dampak sosialekonomi dari pengembangan TOD. Penelitian ini diharapkan berkontribusi dalam memperkaya diskusi akademik serta dijadikan referensi untuk perencanaan kebijakan di bidang pembangunan kota dan penguatan ekonomi lokal.

2025
👤 Penulis: Nala Anindita Widyadhini
🏷️ Pengembangan Kawasan Tod 🏷️ Ekonomi Umkm 🏷️ Analisis Statistik

ANALISIS STATISTIK DAN PENGARUH OLAHRAGA KARDIO TERHADAP FREKUENSI SINYAL ELEKTROKARDIOGRAFI (EKG) PADA MAHASISWA STRATA SATU

Telah dilakukan penelitian analisis sinyal elektrokardiografi (EKG) menggunakan metode statistik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa korelasi antar sinyal EKG pada subjek sehat dan pengaruh olahraga kardio (squat sebanyak 20 kali dalam 40 detik) terhadap frekuensi sinyal EKG menggunakan metode statistik. Data sinyal EKG diperoleh dari hasil pengukuran pada 6 orang subjek perempuan sehat menggunakan Cobra4 Electrophysiology. Subjek merupakan mahasiswa strata satu dengan rentang usia 19-22 tahun dan hanya berolahraga ringan. Proses perekaman sinyal EKG dilakukan dengan beberapa kondisi, yaitu berbaring dengan/tanpa gel dalam keadaan rileks, berbaring dengan/tanpa gel elektroda tangan dipertukarkan dalam keadaan rileks, duduk dengan/tanpa gel dalam keadaan rileks dan duduk dengan/tanpa gel sesaat setelah squat. Perekaman dilakukan selama 60 detik untuk masing-masing kondisi. Dari pengukuran didapatkan data dengan format (.msr dan .txt). Proses pengolahan data sinyal EKG dilakukan dengan bantuan software Microsoft Excel. Hasil pengolahan data disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Metode statistik menggunakan parameter durasi, amplitudo, frekuensi dan korelasi. Dari penelitian ini, didapatkan bahwa penggunaan gel dalam proses pengukuran tidak mempengaruhi hasil sinyal EKG karena kontak antara elektroda dengan permukaan kulit sudah baik. Korelasi antar sinyal EKG pada satu subjek sehat paling besar diperoleh pada kondisi berbaring dengan gel dalam keadaan rileks posisi elektroda tangan dipertukarkan yaitu 0,976 ± 0,003 dan paling kecil pada posisi duduk tanpa gel setelah squat yaitu 0,952 ± 0,012. Parameter durasi dan amplitudo dapat mendeskripsikan ciri data numerik dari sinyal EKG. Frekuensi sinyal EKG dalam satu menit yang diperoleh untuk kondisi duduk tanpa gel dalam keadaan rileks yaitu 80,926 ± 13,118, sedangkan setelah berolahraga diperoleh 104,685 ± 11,471. Dapat disimpulkan bahwa olahraga kardio mempengaruhi frekuensi sinyal EKG pada panjang interval antar pola sinyal EKG pada satu subjek, akan tetapi tidak mempengaruhi lamanya durasi dan amplitudo gelombang PQRST jantung.

2025
👤 Penulis: Fitra Sri Wahyuni
🏷️ Analisis Statistik 🏷️ Eletrokardiografi (Ekg) 🏷️ Olahraga Kardio

ANALISIS DAN INTERVENSI ERGONOMI PADA INDUSTRI ROTAN DI KABUPATEN CIREBON

Kerajinan rotan merupakan komoditas unggulan terbesar di Kabupaten Cirebon. Proses pembuatannya masih dilakukan secara manual dengan menggunakan tenaga manusia. Pekerjaan manual umumnya memiliki risiko ergonomis, salah satunya adalah gangguan otot rangka akibat kerja (GOTRAK). Studi awal pada unit usaha rotan di Kabupaten Cirebon menunjukkan bahwa 6 dari 10 pekerja mengalami keluhan GOTRAK dengan risiko tinggi pada bagian tangan, lengan, bahu, dan punggung bawah. Selain itu, stasiun kerja dalam produksi kerajinan rotan juga dinilai kurang ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ergonomi, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi GOTRAK, dan melakukan intervensi ergonomis. Pekerjaan yang diamati meliputi potong, steam, ikat, rangka, dan dekor. Metode yang digunakan untuk survei GOTRAK dan evaluasi ergonomi mencakup kuesioner GOTRAK dan daftar periksa potensi bahaya ergonomi berdasarkan SNI 9011:2021. Analisis statistik dengan uji chi-square digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi GOTRAK. Hasil kuesioner GOTRAK dari 100 pekerja menunjukkan persentase keluhan risiko tinggi pada beberapa bagian tubuh, yaitu leher (22%), siku (18%), lengan (34%), tangan (63%), paha (9%), betis (18%), bahu (51%), punggung atas (22%), punggung bawah (66%), pinggul (15%), lutut (17%), dan kaki (30%). Setelah survei GOTRAK, evaluasi ergonomi dengan SNI 9011:2021 dilakukan pada pekerjaan rotan dengan hasil skor untuk potong (16), steam (19,5), rangka (13), ikat (13), dan dekor (15). Skor ini menunjukkan bahwa semua pekerjaan memerlukan perbaikan. Analisis lebih lanjut mencakup pengamatan faktor-faktor GOTRAK seperti jenis kelamin, usia, indeks massa tubuh (IMT), masa kerja, status merokok, aktivitas fisik, dan stasiun kerja. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa hanya faktor jenis kelamin, status merokok, dan stasiun kerja yang memiliki hubungan signifikan dengan risiko GOTRAK. Intervensi ergonomi dilakukan dengan mengaplikasikan prinsip desain kerja (work design) dan antropometri serta kontrol administratif.

2024
👤 Penulis: Mukhammad Al - Yusni
🏷️ Ergonomi Kerja 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Rotan 🏷️ Analisis Statistik

ANALISIS KESTABILAN LERENG BATUAN DENGAN METODE KLASIFIKASI MASSA BATUAN DAN METODE KESETIMBANGAN BATAS PADA KAWASAN WISATA ALAM CURUG CIMAHI, BANDUNG BARAT, JAWA BARAT

abstrak bisa dilihat di filenya

2024
👤 Penulis: Laksmita Chitrayuna Syahira
🏷️ Kontrol Geologi 🏷️ Analisis Statistik 🏷️ Manajemen Wisata Alam

ANALISIS FAKTOR RISIKO PENDAKIAN GUNUNG DI INDONESIA PADA KEJADIAN FATAL PERIODE 2013- 2023 DENGAN SIMULASI MONTE CARLO

Penelitian ini menganalisis faktor risiko kejadian fatal pada pendakian gunung di Indonesia periode 2013-2023 menggunakan simulasi Monte Carlo. Tujuan utamanya adalah mengidentifikasi faktor-faktor risiko terkait kemiringan lereng dan Elevasi gunung yang berkontribusi terhadap kematian pendaki, menganalisis pengaruh dan interaksi antar faktor risiko, memodelkan risiko kematian menggunakan simulasi Monte Carlo, dan memberikan rekomendasi untuk mitigasi risiko. Metodologi penelitian meliputi pengumpulan data sekunder dari BASARNAS dan Peta Rupa Bumi Indonesia, analisis faktor risiko, pemodelan matematis faktor kemiringan lereng dan Elevasi gunung, serta integrasi model dalam simulasi Monte Carlo. Analisis statistik meliputi statistik deskriptif, analisis korelasi dan regresi, analisis sensitivitas, uji hipotesis, analisis probabilitas risiko, dan visualisasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan angin dan Elevasi gunung menjadi faktor risiko dominan, terutama dalam kondisi cuaca buruk. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis untuk meningkatkan keselamatan pendaki gunung di Indonesia.

2024
👤 Penulis: Fardani Yudha Satria
🏷️ Geologi 🏷️ Manajemen Risiko 🏷️ Analisis Statistik

PENGEMBANGAN BASIS DATA GERAKAN BERJALAN ANAK-ANAK KOTA BANDUNG MENGGUNAKAN 3D OPTICAL MOTION CAPTURE SYSTEM

Perbedaan gerakan berjalan normal dan abnormal dapat diketahui dengan meninjau nilai parameter gerakan berjalan , m eliputi parameter spatiospatio-temporal dan parameter kinematikakinematika. Kedua parameter ini dievaluasi menggunakan GD I dan GV I. Progr am perhitungan GDI dan GVI telah dibuat oleh Tim Laboratorium Biomekanika ITB ITB. Namun, program diuji dengan membandingkan nilai GDI anak dengan CP terhadap GDI subjek dewasa normal karena belum ter sedia basis data parameter gerakan berjalan normal untuk anaanak-anak dalam rentang usia 7 – 12 tahun di Indonesia Indonesia. Oleh karena itu, penyusunan basis data parameter spa tio – temporal dan kinematika pada usia anak anak-anak dilakukan. Terdapat 9 parameter spa tio – temporal dan 9 parameter kinematika yang diperoleh menggunakan 3D optical motion capture system dan pengolahan data berbasis MATLAB. Dilakukan perbandingan antara nilai parameter yang diperoleh dengan nilai pada referensi lain sebagai validasi, serta denga n kelompok usia dewasa untuk mengetahui adanya perbedaan gerakan berjalan di antara keduanya . Perbandingan parameter spatiospatio-temporal yang diperoleh terhadap referensi dilakukan menggunakan metode Wilcoxon signed signed- rank , sementara dengan kelompok usia lain me nggunakan metode statistika kualitatif. Perbandingan parameter kinematika dilakukan dengan melihat pola dan rentang sudut yang terbentuk pada masing masing-masing gerakan berjalan. Berdasarkan analisis , diperoleh 9 parameter spatiospatio-temporal , 6 parameter kinematik a, serta nilai GDI untuk masing masing-masing gender yang telah divalidasi melalui perbandingan dengan referensi. Selain itu, diperoleh perbedaan nilai parameter gerakan berjalan pada anak anak-anak dengan orang dewasa, baik parameter spatiospatio-temporal maupun parameter kinematika.

2024
👤 Penulis: Stefany Shela Amanda
🏷️ Basis Data Gerakan Anak Kota Bandung 🏷️ Optik Motion Capture 🏷️ Analisis Statistik

EVALUASI DATA OPERASI PESAWAT YANG MENGALAMI OKSIDASI PADA BRAKE HEATSINK

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh temuan beberapa brake heatsink di unit component services PT XYZ yang mengalami oksidasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi parameter pengoperasian pesawat yang dapat memicu kondisi yang menimbulkan terjadinya oksidasi, mengevaluasi rata-rata umur brake heatsink yang oksidasi dan tidak oksidasi, serta mengevaluasi pengaruh parameter pada FDR yang berhubungan dengan perlambatan kecepatan pesawat saat pendaratan terhadap oksidasi rem pesawat.. Penelitian ini menggunakan teknik analisis statistik untuk mengevaluasi umur dan parameter pengoperasian pesawat dan oksidasi. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari Flight Data Recorder (FDR) dan laporan inspeksi rem pesawat oleh PT XYZ. Berdasarkan data yang diperoleh, hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan dalam rata-rata umur brake heatsink antara pesawat yang mengalami oksidasi dan yang tidak. Hasil evaluasi parameter yang mempengaruhi perlambatan pesawat yang terekam pada FDR dengan menggunakan data yang tersedia dan tingkat signifikansi 5% tidak ditemukan pengaruh pengaturan flap, thrust reverse, autobrake, dan speed brake terhadap oksidasi. Pada tingkat signifikansi yang sama juga tidak ditemukan perbedaan durasi rata-rata penggunaan ground spoiler, durasi rata-rata aktif thrust reverse, dan perbedaan rata-rata berat pesawat saat landing pada pesawat yang oksidasi dan tidak oksidasi.

2024
👤 Penulis: Alfian Yannu Alfaridzi
🏷️ Oksidasi Rem Pesawat 🏷️ Analisis Statistik 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Produk

PENGUJIAN LABORATORIUM MODEL FISIK TURBIN ARUS PASANG SURUT SUMBU VERTIKAL TIGA BILAH

Di era modernisasi saat ini, kemajuan teknologi dan informasi berkembang semakin pesat. Tentunya, seiring dengan berkembangnya teknologi, kebutuhan masyarakat terhadap pemenuhan listrik akan semakin meningkat. Arus pasang surut merupakan salah satu energi listrik terbarukan yang memiliki potensi besar di Indonesia. Pada tugas akhir ini, dilakukan penelitian mengenai pengujian model turbin arus pasang surut sumbu vertikal tiga bilah yang dilaksanakan di Laboratorium Gelombang Teknik Kelautan ITB. Pengujian dilakukan untuk mendapatkan karakteristik turbin seperti besar kecepatan sudut (?????), percepatan sudut (?????), torsi dinamik (????), koefisien daya (????????), koefiesien torsi dinamik (????????), dan koefisien dorong (????????) dengan beberapa batasan. Batasan tersebut diantaranya adalah variasi ketinggian air adalah 100% turbin terendam dan 75% turbin terendam, menggunakan dua variasi nilai blockage yaitu 0.397 untuk ketinggian air 100% turbin terendam dan 0.373 untuk ketinggian air 75% turbin terendam, menggunakan lima variasi nilai inverter yaitu 10 Hz, 20 Hz, 30 Hz, 40 Hz, dan 50 Hz, dan menggunakan lima variasi attack angle, yaitu -10º, -5º, 0º, 5º, dan 10º. Pengambilan data menggunakan alat sensor inertial measurement unit (IMU) untuk pengukuran rotasi turbin dan sensor load cell untuk pengukuran gaya dari pergerakan turbin. Didapatkan model turbin arus pasang surut sumbu vertikal tiga bilah menghasilkan nilai maksimum ketika menggunakan attack angle 0° pada ketinggian air 100%. Nilai koefisien daya berdasarkan torsi dinamik berada pada rentang 0.019 – 0.088 dan koefisien daya berdasarkan torsi statis berada pada rentang 0.127 – 0.466.

2024
👤 Penulis: Jesa Angelin
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Statistik 🏷️ Hidrologi

PEMETAAN DAN DISTRIBUSI KEBERADAAN LOGAM BERAT (CD DAN PB) PADA TANAH DAN PENGARUHNYA TERHADAP AIR TANAH DI KABUPATEN BANDUNG

Penelitian ini menyelidiki konsentrasi kadmium dan timbal pada 96 sampel tanah dan 32 sampel air tanah di 7 kecamatan Kabupaten Bandung menggunakan pendekatan statistik. Sampel tanah dikumpulkan maksimum 10 m dari lokasi sampel air tanah pada tiga lapisan kedalaman (lapisan topsoil [10-20 cm], lapisan subsoil [50-60 cm], dan lapisan subsoil [90-100 cm]) dengan masing-masing terdiri dari 32 sampel yang diukur kandungan logam berat total (Cd dan Pb) menggunakan ICP-OES. Analisis statistik dengan SPSS dilakukan untuk menganalisis potensi pencemaran kadmium dan timbal dari tanah terhadap air tanah. Hasil menunjukkan adanya pencemaran kadmium dan timbal di tanah Kabupaten Bandung. Variasi konsentrasi kadmium tertinggi hingga terendah pada lapisan tanah adalah subsoil (50-60 cm) > subsoil (90-100 cm) > topsoil (10-20 cm), sementara timbal adalah subsoil (50-60 cm) > topsoil (10-20 cm) > subsoil (90-100 cm). Rata-rata konsentrasi kadmium pada tanah diperoleh 6,8535 mg/kg dimana ditemukan lebih tinggi di tanah permukiman (95% CI = 6,115-7,591, p < 0,001). Sementara rata-rata konsentrasi timbal pada tanah diperoleh 18,551 mg/kg dimana lebih tinggi di tanah permukiman (95% CI = 14,626-22,475, p < 0,001). Terdapat potensi pencemaran timbal dari tanah terhadap air tanah dangkal pada sumur kedalaman ? 6 m dengan korelasi 0,903 (p < 0,001) dan tingkat bahaya sebesar 1,01 (severity). Sementara pada kadmium tidak ditemukan korelasi antara konsentrasi pada tanah dan air tanah

2024
👤 Penulis: Diyah Anggraeni
🏷️ Kondisi Lingkungan 🏷️ Analisis Statistik 🏷️ Hidrologi

PRAKTIKUM SKALA KECIL DENGAN ALAT SEDERHANA UNTUK MENGUKUR POTENSIAL REDUKSI BAKU DAN TAK BAKU

Salah satu materi yang dipelajari di SMA adalah elektrokimia, materi ini cukup sulit dan sering menimbulkan kesalahan konsep bagi siswa, konsep yang sulit tersebut di antaranya konsep potensial reduksi. Pada umumnya siswa hanya mengetahui data potensial reduksi yang terdapat dalam tabel tanpa mengetahui dengan baik makna konsep tersebut serta bagaimana mendapatkan datanya. Tesis ini bertujuan untuk merancang praktikum dengan desain berbeda dari biasanya yaitu menggunakan skala-kecil dan alat sederhana untuk mengukur potensial reduksi baku dan tak-baku. Praktikum skala-kecil merupakan salah satu metode pembelajaran alternatif yang dapat dilakukan untuk sekolah-sekolah yang memiliki keterbatasan peralatan laboratorium dan bahan-bahan praktikum. Keuntungan dari praktikum skala-kecil ini adalah lebih ekonomis, efisien, aman, menyenangkan dan ramah lingkungan. Dalam penelitian ini dilakukan juga praktikum tradisional dengan kondisi dan bahan kimia yang sama. Bila perak digunakan sebagai elektroda pembanding sekunder diperoleh perbedaan sebesar 0,2 %, sedangkan bila tembaga digunakan sebagai elektroda pembanding sekunder diperoleh perbedaan sebesar 1,15 %. Hasil kedua praktikum dibandingkan secara statistika menggunakan metode Bartlet dan Jandel SigmaStat Statistical Software versi 2.0. Dari perhitungan tersebut diperoleh kesimpulan tidak ada perbedaan yang signifikan antara hasil praktikum skala-kecil dengan hasil praktikum tradisional. Keluaran dari rancangan ini berupa modul praktikum bagi siswa dan panduan pelaksanaan bagi guru atau pemimpin praktikum. Keluaran versi elektroniknya ditempatkan dalam sistem pembelajaran online yaitu Modular Object Oriented Dynamic Learning Environment (MOODLE) untuk memberikan umpan balik dari pengguna untuk penyempurnaan pengguna berikutnya. Praktikum skala-kecil ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi siswa dalam mempelajari elektrokimia sehingga dapat meningkatkan penguasaan konsep dan keterampilan laboratorium.

2024
👤 Penulis: Wily Fitriani
🏷️ Elektrokimia 🏷️ Desain Pembelajaran Alternatif 🏷️ Analisis Statistik

PERBANDINGAN METODE UJI DEPOSIT KATUP ISAP ANTARA ASTM D6201 DENGAN UJI SEPEDA MOTOR STASIONER

Untuk mengetahui kualitas bahan bakar yang sesuai kategori World Wide Fuel Charter, sebuah pengujian American Standard Testing Method dibuat untuk memenuhi kategori tersebut. Namun, pengujian dengan standar ASTM D6201 membutuhkan biaya yang mahal serta waktu persiapan pengujian yang lama. Karena itu, metode alternatif dibuat untuk menggantikan metode uji ASTM D6201. Akan tetapi, metode tersebut perlu dibandingkan hasilnya terlebih dahulu untuk menentukan kelayakan metode alternatif dalam menggantikan metode uji ASTM D6201. Berdasarkan hal tersebut, peneliti merumuskan judul penelitian “Perbandingan Metode Uji Deposit Katup Isap antara ASTM D6201 dengan Uji Sepeda Motor Putaran Stasioner”. Metode uji alternatif yang dikembangkan menggunakan mesin Honda Vario 125 CC SOHC dijalankan dengan kecepatan putar konstan 1750 RPM. Sedangkan, metode uji ASTM D6201 menggunakan mesin Ford Ranger 2300 L dengan total 4 silinder. Pada dasarnya, perbedaan yang mendasar pada kedua metode ini adalah mesin yang digunakan. Metode uji alternatif dijalankan dan dievaluasi mengikuti standar ASTM D6201 untuk meningkatkan keakurasian hasil. Hasil yang dievaluasi adalah Intake Valve Deposits (IVD), Combustion Chamber Deposits (CCD), Injector Flow Loss (IFL), Ring Sticking (RS), dan valve sticking (VS). Peneliti melakukan korelasi dengan melihat karakteristik mesin dan parameter operasi pengujian, yaitu korelasi dengan volume silinder, clearance volume, volume ruang bakar, luas permukaan katup masuk, luas katup masuk tanpa stem, total konsumsi bahan bakar, serta kecepatan putar operasi dan jumlah semprotan injektor serta gabungan beberapa parameter. Syarat agar metode uji alternatif ini menggantikan metode uji ASTM apabila perbedaan antara deposit teoretikal dan deposit eksperimental kurang dari 5%. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, semua metode korelasi yang dilakukan memiliki persentase error lebih dari 5%. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa metode uji alternatif tidak mampu menggantikan metode uji ASTM D6201.

2024
👤 Penulis: Andika Agustiawan
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Statistik 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

IDENTIFIKASI INDIKATOR KINERJA KONTRAKTOR KUALIFIKASI KECIL DAN MENENGAH DI KOTA BANDUNG

Adanya berbagai macam keterbatasan membuat perusahaan kontraktor kecil dan menengah hanya mengukur kinerja berdasarkan kondisi keuangannya saja, atau bahkan tidak melakukan pengukuran kinerja perusahaannya. Selain itu, tidak terdapat panduan sistem pengukuran kinerja yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja dari perusahaan kontraktor kecil dan menengah seperti halnya yang ada di perusahaan kontraktor besar. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan indikator kinerja utama dengan pendekatan balanced scorecard yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan kontraktor kualifikasi kecil dan menengah dengan metode uji komparatif, uji validitas, analisis statistik (rata-rata, standar deviasi, dan koefisien variasi), dan relative importance index (RII). Objek dari penelitian ini adalah perusahaan kontraktor kualifikasi kecil dan menengah di Kota Bandung yang diminta untuk menilai tingkat relevansi variabel-variabel indikator kinerja dengan menggunakan kuesioner. Dari hasil pengolahan data, diperoleh 57,14% dari 35 variabel atau 20 indikator kinerja yang dinilai relevan dengan Perusahaan kontraktor kualifikasi kecil dan menengah. Berdasarkan metode RII, didapatkan 20 indikator kinerja utama yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja kontraktor kualifikasi kecil dan menengah, yakni kualitas pelayanan, retensi pelanggan, image perusahaan, nilai proyek, ketepatan waktu penyelesaian proyek, jumlah proyek, kepatuhan terhadap pedoman atau aturan, jumlah pelanggan baru, produktivitas karyawan, rasio lancar, kontribusi sosial, kepuasan pelanggan, berbagi pengetahuan, pertumbuhan pendapatan domestik, return on equity, kekayaan bersih, pengembalian modal yang diinvestasikan, market share domestik, jumlah saran, serta biaya research and development. Indikator kinerja utama tersebut dapat dipertimbangkan oleh kontraktor kualifikasi kecil dan menengah untuk digunakan mengukur kinerja perusahaannya. Penelitian ini menjadi awal dari penelitian lebih lanjut untuk penyusunan sistem pengukuran kinerja kontraktor kualifikasi kecil dan menengah.

2024
👤 Penulis: Aisha Fadila Rahmadani
🏷️ Manajemen Kinerja 🏷️ Kepatuhanan Perusahaan 🏷️ Analisis Statistik

ANALISIS KAPASITAS INFILTRASI BERDASARKAN PENGGUNAAN LAHAN DAN KORELASINYA TERHADAP SIFAT FISIK TANAH SERTA KANDUNGAN ORGANIK PADA SEMPADAN SUNGAI CISANGKUY

Sub-DAS Cisangkuy yang terletak di kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, mengalami banjir setiap tahunnya. Luas lahan Sub-DAS Cisangkuy sebesar 6.084,95 hektar masuk ke dalam kategori lahan kritis akibat perubahan penggunaan lahan yang dapat mengganggu proses hidrologis. Kapasitas infiltrasi yang rendah dapat meningkatkan laju limpasan dan menyebabkan banjir di daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kapasitas infiltrasi pada berbagai jenis penggunaan lahan dan mengungkap hubungan antara kapasitas infiltrasi, sifat fisik tanah, dan bahan organik tanah di sepanjang Sungai Cisangkuy. Pengukuran kapasitas infiltrasi dilakukan dengan menggunakan alat double ring infiltrometer melalui metode Horton di sempadan Sungai Cisangkuy. Sampel tanah diambil pada setiap titik pengukuran infiltrasi untuk menganalisis sifat fisik tanah dan kandungan bahan organik tanah. Sifat fisik tanah yang diamati meliputi kadar air, bulk density, dan porositas. Hubungan antara kapasitas infiltrasi, sifat fisik tanah, dan bahan organik tanah dianalisis menggunakan analisis statistik Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukan bahwa kapasitas infiltrasi tanah bervariasi pada berbagai penggunaan lahan, yaitu: perkebunan (51 cm/jam); hutan tanaman (21 cm/jam); pertanian lahan kering (19,59 cm/jam); pertanian lahan kering campuran (45 cm/jam); hutan lahan kering sekunder (75 cm/jam); permukiman (3 cm/jam); dan sawah (5,65 cm/jam). Penelitian ini menyimpulkan bahwa bahan organik tanah memiliki hubungan kuat dengan kapasitas infiltrasi dan sifat fisik tanah. Secara khusus, bahan organik tanah memiliki hubungan yang sangat kuat dengan porositas tanah.

2024
👤 Penulis: Ratu Ayu Agung Ashakirana
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Lahan 🏷️ Analisis Statistik
Halaman 2 dari 2
💬