π Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 91 dokumenFATIGUE LIFE PREDICTION OF HIGH-SPEED TRAIN CARBODY USING FINITE ELEMENT METHOD FOR DIFFERENT SPEED AND RAIL CONDITIONS
Kereta Api Cepat (HSR) merupakan sistem transportasi darat yang penting karena kecepatan, skalabilitas, dan efisiensi. Rangkaian kereta modern seperti Kereta Api Cepat Merah Putih (KCMP) menggunakan alloy aluminium AL6061 T6 secara ekstensif untuk pengurangan berat. Namun, aluminium tidak memiliki batas ketahanan (endurance limit), sehingga rentan terhadap kegagalan kelelahan akibat beban berulang. Penelitian ini melakukan analisis umur kelelahan strucktur komprehensif pada bodi KCMP menggunakan Computational Aided Engineering (CAE). Metodologi ini mengintegrasikan simulasi Metode Elemen Hingga (FEM) pada ABAQUS dengan analisis daya tahan fe-safe, serta memasukkan respons dinamis dari data Multi-Body Dynamics (MBD). Teknik pemrosesan utama meliputi algoritma Rainflow-counting untuk ekstraksi siklus beban, relasi Goodman yang dimodifikasi untuk koreksi tegangan rata-rata, dan aturan Palmgren-Miner untuk perhitungan kerusakan kumulatif. Hasil studi parametrik mengidentifikasi konsentrasi tegangan kritis pada diskontinuitas geometris, khususnya di sekitar pintu dan jendela. Sudut bawah rangka pintu pada carbody ideal menunjukkan prediksi umur minimum 4,14 juta kilometer. Analisis desain KCMP menunjukkan 15 elemen kritis dengan puncak tegangan statis Mises 117,5 MPa pada antarmuka rangka bogie. Meskipun desain saat ini efisien dalam mengisolasi beban utama, analisis fatik komputasi berkelanjutan sangat penting untuk memastikan integritas struktural jangka panjang dan optimasi berat.
EVALUASI KINERJA SEISMIK PASCA RETROFITTING PADA BANGUNAN EKSISTING 14 LANTAI TERHADAP STABILITAS STRUKTUR
Pertumbuhan pesat pembangunan gedung bertingkat di Indonesia menarik perhatian penulis dalam memastikan suatu struktur bangunan tinggi aman bagi kehidupan pengguna bangunan di dalamnya. Penelitian ini lahir dari kepedulian terhadap keselamatan bagi penghuni bangunan gedung bertingkat, dengan mengambil studi kasus pada sebuah bangunan apartemen eksisting 14 lantai di Kota Bandung. Pada bangunan yang ditinjau, terdapat ketidaksesuaian antara desain perencanaan dengan pelaksanaan di lapangan terkait mutu material dan tulangan terpasang, hal ini menunjukkan adanya indikasi kegagalan struktural dan tingginya ketidakberaturan geometri yang membuatnya sangat rentan terhadap guncangan gempa. Penelitian ini mengevaluasi kinerja seismik bangunan sebelum dan sesudah perbaikan (retrofitting) pada bangunan yang ditinjau. Evaluasi kelayakan ini dilakukan secara komprehensif melalui pendekatan Performance-Based Seismic Evaluation mengacu pada standar ASCE 41-17 dan Nonlinear Time History Analysis (NLTHA) dengan 11 pasang gempa yang telah diskalakan berdasarkan SNI 8899-2020. Analisis awal mengungkapkan struktur bangunan eksisting tidak aman karena adanya potensi mekanisme keruntuhan soft story di lantai dasar, terdapat beberapa kolom yang telah melampaui batas kritis Collapse Prevention (>CP) untuk tingkat gempa BSE-2E. Menghadapi kondisi ini, penerapan pelapis beton (concrete jacketing) pada kolom menjadi sebuah urgensi keselamatan yang dilakukan. Intervensi ini terbukti sangat efektif menyembuhkan defisiensi kapasitas kolom kritis yang sebelumnya terancam mengalami kegagalan akibat soft story. Bersamaan dengan itu, perkuatan CFRP berhasil meningkatkan kapasitas geser balok sebesar 119% - 134%. Evaluasi menunjukkan perbaikan kinerja struktur yang cukup efektif, tidak terdapat kolom dengan tingkat kinerja (>CP). Mayoritas elemen bangunan (98,71%) berhasil dipulihkan hingga mencapai tingkat kinerja Immediate Occupancy (IO), memastikan bahwa bangunan dapat segera dan aman digunakan kembali sebagai pelindung sesaat setelah gempa terjadi.
NUMERICAL STUDY OF LATTICE AND HYBRID LATTICE FILLED HEXAGONAL CRASH BOX UNDER QUASI-STATIC AXIAL LOAD
Peningkatan penggunaan kendaraan bermotor meningkatkan pentingnya keselamatan kendaraan, khususnya crashworthiness. Salah satu aspek keselamatan utama adalah crashworthiness, di mana crash box berperan penting dalam mengurangi tingkat fatalitas saat terjadi kecelakaan. Penelitian ini mengkaji performa crashworthiness dari crash box heksagonal dan struktur lattice heksagonal yang dikenai pembebanan tekan aksial kuasistatis menggunakan analisis elemen hingga. Konfigurasi lattice berbasis hexagonal close-packed (HCP-T dan HCP-TO) digunakan, dengan crash box dimodelkan sebagai struktur berdinding tipis menggunakan elemen shell dan struktur lattice dimodelkan menggunakan elemen padat tiga dimensi untuk merepresentasikan geometri kompleks dan perilaku frakturnya. Hasil menunjukkan bahwa crash box heksagonal mengalami mekanisme pelipatan progresif yang stabil dengan kemampuan penyerapan energi yang efektif, sementara struktur lattice menunjukkan perilaku yang bergantung pada material, mulai dari fraktur getas dengan kehilangan kapasitas pembawa beban secara tiba-tiba hingga mekanisme deformasi yang menyerupai crash box. Temuan ini menegaskan pengaruh topologi struktur, pemilihan material, dan mekanisme deformasi terhadap performa crashworthiness serta memberikan wawasan dalam perancangan struktur penyerap energi. Melalui penelitian ini, simulasi numerik akan dilakukan pada struktur lattice untuk menganalisis kemampuan penyerapan energinya dan bagaimana hal tersebut memengaruhi performa crashworthiness crash box heksagonal. Analisis mengenai bagaimana penambahan struktur lattice memengaruhi performa crashworthiness crash box juga akan dilakukan, serta bagaimana variasi material struktur lattice memengaruhi performa crashworthiness struktur secara keseluruhan, dan menentukan parameter mana yang memiliki pengaruh signifikan terhadap performa crashworthiness crash box.
EFEK GEMPA BERVARIASI SPASIAL TERHADAP PERPINDAHAN RELATIF ANTAR BENTANG DAN POTENSI TUMBUKAN PADA STRUKTUR JEMBATAN MULTI-SPAN BENTANG PANJANG TERISOLASI SEISMIK
Gempa bervariasi spasial (SVEGM) adalah fenomena dimana gempa yang direkam pada lokasi berbeda tidak identik, namun masih menunjukkan kemiripan. Objek penelitian tesis ini berupa jembatan panjang multi-span yang terisolasi seismik menggunakan Lead Rubber Bearing (LRB ). Jembatan memiliki panjang total 630 m, terdiri atas 19 pier, dengan panjang bentang seragam 35 meter. Model struktur tiga dimensi disusun menggunakan perangkat lunak SAP2000. Tujuan utama analisis adalah mengevaluasi simpangan relatif longitudinal antar girder yang diakibatkan oleh SVEGM serta mengevaluasi apakah expansion joint yang umum digunakan sebesar 10 cm masih memadai dengan eksitasi gempa tersebut. Simpangan relatif menjadi penting karena berhubung dengan potensi tumbukan. Set rekaman SVEGM pada penelitian ini didasarkan pada dua model koherensi spasial, model Luco-Wong dan model Harichandran-Vanmarcke. Generasi SVEGM dilakukan menggunakan metode Spectral Representation Method (SRM) yang dikombinasikan dengan pendekatan evoluationary power spectral density berbasis Wavelet Packet Transform (WPT). Hasil analisis menunjukkan bahwa, untuk konfigurasi jembatan dan input seismik yang ditinjau, expansion joint setebal 10 cm masih memadai. Namun, hasil juga menunjukkan bahwa SVEGM dapat menghasilkan perpindahan relatif yang cukup signifikan, bahkan pada jembatan dengan panjang bentang individu yang relatif pendek. Hal ini memberikan indikasi awal bahwa analisis gap tidak dapat diabaikan.
ANALISIS PERBANDINGAN PERFORMA GEDUNG 30 LANTAI DENGAN SISTEM GANDA MENGGUNAKAN METODE FIXED BASE DAN SOIL STRUCTURE INTERACTION
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan performa seismik gedung 30 lantai dengan sistem struktur ganda (dual system) yang dianalisis menggunakan dua pendekatan pemodelan fondasi, yaitu fixed base dan SoilβStructure Interaction (SSI). Analisis dilakukan menggunakan metode Nonlinear Time History Analysis (NLTHA) dengan input gempa tingkat Maximum Considered Earthquake (MCER) pada dua klasifikasi tanah, yaitu Site Class SD (tanah sedang) dan Site Class SE (tanah lunak). Hasil analisis menunjukkan bahwa pemodelan SSI memberikan pengaruh signifikan terhadap respons struktur dibandingkan asumsi fixed base. Pada Site Class SE, nilai base shear mengalami penurunan sebesar sekitar 13β16%, sedangkan pada Site Class SD penurunan berada pada kisaran 8β11%. Sebaliknya, respons deformasi struktur meningkat, di mana story drift pada model SSI meningkat hingga sekitar 9%, dan displacement puncak meningkat sebesar 6% pada tanah sedang dan 10β16% pada tanah lunak. Meskipun terjadi peningkatan deformasi, seluruh nilai drift maksimum masih berada di bawah batas 0,02 rad, sehingga memenuhi kriteria kinerja yang disyaratkan. Evaluasi tingkat kinerja struktur menunjukkan bahwa baik model fixed base maupun SSI pada kedua klasifikasi tanah tetap berada pada level Life Safety (LS) dengan nilai indeks performa rata-rata berkisar 0,40β0,68. Analisis kapasitas fondasi menunjukkan bahwa gaya lateral maksimum yang bekerja pada tiang hasil analisis struktur masih lebih kecil dibandingkan kapasitas lateral tiang tunggal dari LPILE, serta kapasitas aksial tiang dari SPColumn, sehingga fondasi berada dalam kondisi aman. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa efek interaksi tanahβstruktur berperan dalam mereduksi gaya gempa namun meningkatkan deformasi global struktur, tanpa menurunkan tingkat kinerja struktur di bawah batas keselamatan yang ditetapkan.
PROSEDUR PENENTUAN KEMIRINGAN OBJEK INFRASTRUKTUR (Studi Kasus: Menara Radio K-Lite dan Menara Mesjid Raya Bandung)
Objek Infrastruktur adalah wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu dengan tempat kedudukannya, sebagian atau seluruhnya berada di atas dan/atau didalam tanah dan/air, yang berfungsi sebagai tempat manusia melakukan kegiatannya baik untuk tempat tinggal maupun untuk kegiatan lainnya. Setiap objek infrastruktur mempunyai masa pakai, sehingga perlunya dilakukan pengawasan kelayakan pakai dari suatu objek infrastruktur Sebuah objek infrastruktur dapat mengalami perubahan bentuk karena berbagai hal. Kemiringan pada objek merupakan salah satu bentuk perubahan yang dapat terjadi pada sebuah objek infrastruktur. Kemiringan dari sebuah objek harus dapat diperhitungkan nilai dari kemiringan dan arah dari kemiringan Penelitian ini diajukan dengan maksud untuk menyusun suatu metode untuk mengukur kemiringan dari suatu objek infrastruktur dengan menggunakan alat ukur terestris dan dan membuktikan bahwa metode tersebut dapat mengukur nilai dari kemiringan dan arah kemiringan dari objek infrastruktur tersebut.
STUDI PERBANDINGAN ANALISIS PUSHOVER PERFECLTY PLASTIC DAN MATERIAL NONLINEAR PADA STRUKTUR BAJA SEDERHANA SEBAGAI REPERESENTASI PERILAKU DASAR ANJUNGAN LEPAS PANTAI
Keamanan operasional anjungan lepas pantai tipe fixed platform sangat bergantung pada integritas struktural dalam mempertahankan stabilitas lateral saat menghadapi beban lingkungan ekstrem. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan verifikasi analisis pushover hingga titik leleh (yield) melalui studi komparatif antara perangkat lunak SACS dan ABAQUS. Fokus utama penelitian ini adalah menginvestigasi pengaruh parameter kelangsingan (KL/r) dan mekanisme nonlinieritas geometri terhadap kapasitas beban ultimat serta mekanisme keruntuhan pada model kantilever dan portal sederhana. Metodologi yang diterapkan melibatkan pemodelan elemen hingga dengan mempertimbangkan aspek Geometric Nonlinearity, yang mencakup efek P-? (global) dan P-???? (lokal). Efek P-? dianalisis sebagai konsekuensi dari simpangan lateral global yang menghasilkan momen sekunder tambahan, sementara efek P-???? dikaji sebagai fenomena kelengkungan lokal elemen yang mempercepat instabilitas tekuk (buckling). Hasil perhitungan menunjukkan sensitivitas yang signifikan pada nilai KL/r, reduksi diameter luar (Outer Diameter) tiang dari 0,6128 m menjadi 0,5012 m menyebabkan kenaikan rasio kelangsingan dari 76,39 menjadi 131,31. Hal ini membuktikan bahwa penurunan kekakuan penampang secara simultan meningkatkan kerentanan struktur terhadap instabilitas orde kedua. Hasil simulasi numerik menunjukkan bahwa degradasi kekakuan awal dan distribusi plastisitas pada penampang pipa lingkaran (Circular Hollow Section) bermula dari serat terluar yang mencapai tegangan leleh maksimum sebelum terjadi Studi Perbandingan Analisis Pushover Perfectly Plastic dan Material Nonlinear pada Struktur Baja Sederhana sebagai Representasi Perilaku Dasar Struktur Anjungan Lepas Pantai plastisitas penuh di seluruh penampang. Verifikasi menunjukkan bahwa tumpuan jepit pada kolom fixed-free merupakan titik paling kritis akibat akumulasi momen sekunder maksimum. Penelitian ini memformulasikan batasan parameter KL/r sebagai kriteria untuk membedakan antara fenomena immediate collapse dan progressive collapse. Validasi menggunakan ABAQUS memberikan referensi analisis material nonlinier yang lebih realistis dibandingkan SACS dalam menangkap perilaku deformasi besar. Implikasi dari penelitian ini memberikan kontribusi pada evaluasi kapasitas ultimate desain anjungan lepas pantai, memastikan mekanisme keruntuhan yang diprediksi sesuai dengan perilaku struktural aktual di lapangan.
DESIGN, MANUFACTURE, AND CONTROL SYSTEM OF MINI-3-POINT BENDING TESTING MACHINE FOR PLA/HA BONE SCAFFOLD
Abstrak bisa dilihat di filenya
PERANCANGAN STRUKTUR DERMAGA TERMINAL PETI KEMAS DI PONTIANAK, KALIMANTAN BARAT
Tugas akhir ini membahas perancangan struktur dermaga rencana secara menyeluruh mulai dari analisis data lingkungan pada lokasi dermaga, perhitungan beban yang bekerja pada struktur dermaga, penentuan dimensi dan spesifikasi elemen struktur dermaga (balok, pelat, dan pile cap), pemodelan struktur dermaga, dan desain penulangan elemen struktur dermaga dengan studi kasus di Pontianak, Kalimantan Barat. Pelabuhan Pontianak dirancang untuk melayani bongkar muat peti kemas dari kapal desain terbesar yang ditetapkan, yaitu Evergreen Ever Vim dengan dimensi panjang 210 meter. Tipe struktur yang digunakan untuk perancangan dermaga merupakan deck on pile, yaitu struktur dermaga akan ditopang oleh tiang pancang baja. Hasil pemodelan struktur yang digunakan adalah nilai UCR dan defleksi tiang pancang, gaya dalam elemen balok dan pelat, serta reaksi perletakan. Nilai UCR dan defleksi tiang pancang digunakan untuk analisis kriteria kapasitas dan defleksi sedangkan gaya dalam pada elemen balok dan pelat digunakan untuk desain penulangan. Adapun nilai reaksi perletakan digunakan untuk menentukan kedalaman pemancangan. Hasil dari tugas akhir yang dikerjakan adalah rancangan layout dan dimensi dermaga serta spesifikasi dan desain penulangan elemen struktur dermaga.
FINITE ELEMENT STRUCTURAL ANALYSIS OF CELL-TO-PACK BATTERIES UNDER QUASI-STATIC COMPRESSION WITH PARAMETRIC STUDY
Kendaraan listrik sangat bergantung pada baterai litium-ion. Salah satu pendekatan penyusunan sel silinder yang kian dikaji adalah desain cell-to-pack (C2P), yang menghilangkan komponen perantara (module) sehingga banyak sel baterai dapat diintegrasikan langsung ke dalam satu pack. Desain ini diharapkan meningkatkan energy density dan efisiensi biaya. Penelitian ini menerapkan dua pendekatan pemodelan: (i) model non-homogen, di mana casing dan jellyroll dimodelkan terpisah, dan (ii) model homogen, di mana keduanya digabung menjadi satu material ekuivalen melalui rule of mixtures. Tiga konfigurasi disimulasikan, yakni: (i) satu sel, (ii) sembilan sel, dan (iii) grid C2P. Selain itu, dilakukan variasi parameter kekakuan dan daktilitas enclosure. Hasil menunjukkan bahwa model homogen memprediksi kekakuan dan gaya yang lebih tinggi, namun cenderung melebihestimasi kapasitas beban dibandingkan model non-homogen. Grid C2P secara konsisten memberikan ketahanan struktural tertinggi, dengan gaya hingga 198 kN pada model homogen dan 92 kN pada model non-homogen. Analisis tegangan utama pada konfigurasi grid dengan enclosure memperlihatkan puncak tegangan sebesar 54,84 MPa (homogen) dan 8,64 MPa (non-homogen). Temuan ini menunjukkan bahwa enclosure membantu mengurangi konsentrasi tegangan pada tingkat lokal, sementara pemodelan non-homogen lebih realistis dalam menangkap efek pengekangan (confinement) akibat interaksi casingjellyroll. Studi parametrik menegaskan bahwa kekakuan sangat memengaruhi gaya maksimum (hingga sekitar +20%), sedangkan peningkatan daktilitas terutama menunda awal kegagalan sehingga memungkinkan deformasi yang lebih besar dan penyerapan energi yang lebih tinggi tanpa meningkatkan beban puncak. Secara keseluruhan, penelitian ini memperkaya pemahaman tentang perilaku gaya dan tegangan pada sistem C2P serta menekankan pentingnya pemodelan eksplisit interaksi casingjellyroll untuk memprediksi respons tabrakan secara realistis. Temuan tersebut dapat mendukung perancangan baterai kendaraan listrik yang lebih aman dan efisien melalui panduan optimasi enclosure dan strategi validasi struktural.
ANALISIS RESPON DINAMIK STRUKTUR SAYAP PESAWAT TERHADAP EKSITASI PERIODIK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon dinamik struktur sederhana yang merepresentasikan sayap pesawat terbang. Model struktur dibangun dalam bentuk balok kantilever dengan elemen shell homogen menggunakan perangkat lunak MSC Patran/Nastran. Struktur dimodelkan dengan 12 node, dimana tiga node dijadikan sebagai titik tumpuan tetap (fixed points). Hasil pemodelan berupa matriks massa, matriks kekakuan, dan mode shape yang direduksi menjadi sistem sembilan derajat kebebasan (9 DOF). Matriks hasil pemodelan selanjutnya diolah dengan MATLAB dan diintegrasikan ke dalam model Simulink. Eksitasi periodik dalam bentuk gaya akibat unbalance disk diberikan pada node ke-5 (atau node 7.3 pada model Patran) untuk mempelajari pengaruhnya terhadap respon struktur. Respon yang diamati berupa simpangan arah Z terhadap waktu, dengan analisis distribusi simpangan pada tiap node. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simpangan terbesar terjadi pada node Z3, Z6, dan Z9, sedangkan node lain memperlihatkan simpangan relatif lebih kecil. Pola ini konsisten dengan bentuk mode shape yang diperoleh dari analisis modal. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa variasi lokasi dan karakteristik eksitasi periodik memengaruhi distribusi simpangan pada struktur. Penelitian ini dibatasi pada analisis numerik tanpa mempertimbangkan efek redaman maupun fenomena resonansi, sehingga dapat dijadikan dasar untuk penelitian lanjutan yang lebih komprehensif.
DESAIN DAN ANALISIS KONDISI IN-SERVICE SERTA LIFTING STRUKTUR ANJUNGAN LEPAS PANTAI TIPE TETAP TIGA KAKI DI LAUT TENGGARA SUMATERA
Sebagai negara kepulauan dengan garis pantai yang sangat panjang, Indonesia sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim. Menyadari ancaman ini, Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060. Salah satu cara paling menjajikan adalah dengan penerapan teknologi Carbon Capture, and Storage (CCS) yang didukung oleh kondisi geologis Indonesia. Studi oleh Kementerian ESDM (LEMIGAS) mengidentifikasi potensi kapasitas penyimpanan karbon nasional mencapai 577.62 giga ton, di mana sebagian dari kapasitas tersebut dapat dialokasikan untuk luar negeri. Realisasi seluruh potensi mitigasi dan peluang ekonomi ini bergantung pada satu faktor kritis. Sebagian besar kapasitas penyimpanan karbon yang telah teridentifikasi berlokasi di lepas pantai, jauh di bawah dasar laut. Oleh karena itu, pembangunan dan pemanfaatan infrastruktur anjungan lepas pantai menjadi faktor penentu untuk dapat mengakses situs-situs penyimpanan karbon tersebut. Pada Tugas Akhir ini, dilakukan desain anjungan lepas pantai tipe tetap tiga kaki yang mengacu pada standar API RP 2A WSD. Guna mengetahui kelayakan struktur terhadap kombinasi pembebanan dan kondisi lingkungan di lapangan, dilakukan analisis in-service yang mencakup analisis in-place, analisis seismik, dan analisis fatigue. Setelah itu, dilakukan analisis pada kondisi instalasi yaitu analisis lifting pada topside. Analisis lifting diawali dengan menentukan hook point berdasarkan CoG dari struktur. Selanjutnya, dilakukan pengecekan kekuatan struktur untuk memperoleh nilai gaya yang bekerja pada sling. Kemudian, dilanjutkan dengan pemilihan tali sling berdasarkan standar OSHA dan shackle berdasarkan standar Crosby sesuai nilai gaya yang didapat. Sehingga, dapat melakukan perhitungan desain padeye dengan memenuhi kapasitas tegangan izin berdasarkan standar API RP 2A WSD, DNV ST-N001, dan BV NR 595 DT R01 E. Untuk setiap analisis dan perhitungan, sudah memenuhi standar yang ditentukan. Oleh karena itu, desain anjungan lepas pantai ini sudah memenuhi standar dan kriteria.
DESAIN DAN ANALISIS IN-SERVICE DAN UPENDING STRUKTUR ANJUNGAN LEPAS PANTAI TIPE JACKET EMPAT KAKI DI LAUT UTARA JAWA
Untuk meningkatkan minyak dan gas bumi yang berada di perairan Indonesia dengan cadangan minyak dan gas bumi sebesar 70% dengan pemanfaatan yang baru di angka 10%, Kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi di perairan Indonesia harus ditingkatkan. Untuk meningkatkan produksi minyak dan gas bumi ini, diperlukannya kesiapan dari infrastruktur pendukungnya. Untuk melakukan kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi di lepas pantai, diperlukan struktur anjungan lepas pantai. Struktur anjungan lepas pantai yang akan beroperasi di laut lepas ini akan menerima beban yang sangat besar baik dari lingkungan atau pun beban peralatan yang terpasang. Oleh karena itu, pada tugas akhir ini dilakukan proses desain dari struktur anjungan lepas pantai untuk memastikan kekuatan dari struktur anjungan lepas pantai ketika beroperasi melalui tahapanan analisisi in-service yakni in-place, seismic, dan juga fatigue. Selain itu, struktur anjungan lepas pantai yang dirancang juga harus dipastikan kekuatannya ketika proses instalasi berlangsung. Oleh sebab itu, di tugas akhir ini juga dilakukan pengecekan analisis jacket upending untuk meninjau kekuatan struktur jacket ketika diinstalasi di lokasi yang ditentukan. Dari hasil yang diperoleh, baik untuk analisis in-service dan juga analisis jacket-upending, struktur dalam kondisi yang aman dan kuat ketika menerima berbagai pembebanan yang bekerja pada struktur. Dari hasil analisis in-place, nilai maksimum untuk paramater member UC sebesar 0.91 untuk kondisi operating dan 0.87 untuk kondisi storm. Kemudian untuk analisis jacket upending juga sudah memenuhi kriteria member UC maksimum di bawah 1, yakni sebesar 0.84 untuk connected member dan 0.70 untuk nonconnected member.
DESAIN DAN ANALISIS JACKET UPENDING PADA ANJUNGAN LEPAS PANTAI TIPE JACKET EMPAT KAKI
Perbedaan antara produksi minyak dengan kebutuhan minyak yang lebih tinggi di Indonesia membuat diperlukannya peningkatan proses eksplorasi dan produksi minyak di Indonesia terutama di sektor lepas pantai agar kebutuhan nasional dapat terpenuhi. Untuk mendukung proses ini maka diperlukan infrastruktur yang memadai yang salah satunya adalah anjungan lepas pantai. Lautan Indonesia yang termasuk dalam kriteria laut dangkal sehingga membuat struktur anjungan lepas pantai tipe jacket yang termasuk dalam tipe tetap menjadi pilihan. Pada Tugas Akhir ini dilakukan pemodelan dan analisis anjungan lepas pantai tipe jacket empat kaki. Analisis yang dilakukan adalah analisis in-service yang berisikan analisis in-place, analisis seismik, dan analisis fatigue dengan tujuan untuk memastikan keamanan struktur selama masa operasi yang seluruh analisis ini berdasarkan standar API RP 2A WSD 21st Edition dan apabila terjadi kegagalan maka harus dilakukan optimasi struktur. Kemudian dilakukan juga analisis jacket upending untuk mengetahui kekuatan struktur jacket dan skema jacket upending yang sesuai selama proses instalasi struktur jacket tersebut. Analisis jacket upending ini mengacu pada standar API RP 2A WSD 21st Edition dan DNV STN001. Hasil analisis in-service secara keseluruhan telah memenuhi kriteria standar yang digunakan dan pada analisis jacket upending telah didapatkan konfigurasi lifting dan tahapan upending yang sesuai dengan standar yang digunakan akan tetapi pada tahapan upending diperlukan dua internal ring stiffener pada 2 joint agar kriteria joint punching shear dapat terpenuhi.
DESAIN ANJUNGAN LEPAS PANTAI TIPE TETAP DELAPAN KAKI BERDASARKAN KONDISI IN-SERVICE DAN ANALISIS INSTALASI JACKET LAUNCHING
Permintaan energi Indonesia terus meningkat dan diproyeksikan mencapai 10 Exajoule pada tahun 2028. Peningkatan ini didorong oleh konsumsi minyak dan gas yang terus naik. Sementara itu, produksi minyak dan gas domestik saat ini masih berada di bawah permintaan. Situasi ini menunjukkan pentingnya pembangunan anjungan lepas pantai baru untuk memenuhi kebutuhan energi nasional. Anjungan lepas pantai berfungsi sebagai fasilitas pendukung utama bagi industri hulu minyak dan gas bumi. Peran utamanya meliputi eksplorasi cadangan migas baru di wilayah lepas pantai yang belum tereksplorasi serta optimalisasi produksi dari lapangan yang sudah beroperasi (existing). Dalam tugas akhir ini, akan dirancang anjungan lepas pantai tipe tetap delapan kaki yang direncanakan akan beroperasi di lapangan migas existing di Selat Madura. Struktur anjungan lepas pantai akan didesain berdasarkan kondisi in-service sesuai dengan standar API RP 2A-WSD 22nd Edition. Analisis struktur yang dilakukan pada kondisi inservice mencakup analisis in-place, seismic, dan fatigue. Analisis tersebut dilakukan untuk mengetahui kelayakan dan umur layan struktur hasil desain. Selanjutnya, akan dilakukan analisis instalasi untuk komponen jacket pada anjungan lepas pantai menggunakan metode jacket launching. Pemilihan metode jacket launching didasarkan pada ukuran dan berat struktur yang dimodelkan pada Tugas Akhir ini. Penggunaan komponen jacket delapan kaki yang memiliki ukuran dan berat yang besar meyebabkan terbatasnya fasilitas crane yang mampu mengangkat struktur. Analisis jacket launching yang dilakukan pada Tugas Akhir ini mengacu pada standar DNV-ST-N001. Pada analisis jacket launching ini akan diperiksa integritas struktur, kriteria reserve buoyancy, dan kriteria mudline clearence. Dikarenakan analisis jacket launching bersifat time history yang dimana respons struktur berbeda-beda setiap waktunya, maka integritas struktur akan diperiksa pada beberapa waktu di setiap tahapan launching. Struktur anjungan lepas pantai yang didesain sudah memenuhi kriteria pada kondisi inservice dengan catatan harus ada redesign pada satu member tubular pada analisis fatigue yang masih sedikit di bawah design life-nya. Untuk analisis instalasi jacket launching, struktur sudah memenuhi kriteria dengan mempertimbangkan penambahan external ring stiffener pada empat jacket leg.