📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 22 dokumen

EVALUASI DAMPAK PENURUNAN MUKA TANAH TERHADAP FISIK, EKONOMI, SOSIAL, DANLINGKUNGAN MENGGUNAKAN PLS-SEM: STUDI KASUS KOTA SEMARANG

Fenomena penurunan muka tanah (PMT) yang terjadi di Kota Semarang telah mengakibatkan dampak tidak langsung yaitu perluasan banjir. Dampak banjir ini memicu dampak susulan berupa dampak fisik seperti bangunan, properti, bangunan miring, amblesan; dampak ekonomi seperti turunnya pendapatan, kenaikan biaya hidup, perubahan nilai tanah; dampak sosial seperti kesulitan hidup, migrasi, gangguan pendidikan; serta dampak lingkungan seperti jumlah penderita penyakit kulit, penderita DBD. Adapun keterkaitan antar dampak masih belum jelas. Oleh karena itu pemahaman terhadap keterkaitan antar dampak PMT sangat penting untuk langkah-langkah dalam upaya melakukan adaptasi maupun mitigasi dampak banjir lebih optimal. Penilaian integratif terhadap dampak fisik, ekonomi, sosial, dan lingkungan diperlukan dalam memodelkan keterkaitan antar variabel dampak banjir yang dipicu oleh PMT. Permasalahan yang muncul dalam melakukan pemodelan adalah kumpulan data yang bersifat kompleks, saling berkorelasi, volume data yang besar, serta data yang tidak terdistribusi normal. Pendekatan metode Partial Least Square Structural Equation Model (PLS-SEM) digunakan dalam penelitian ini untuk menjelaskan hubungan antar dampak yang dipicu oleh PMT serta kontribusi dari masing-masing indikator terhadap variabel dampak. Hasil penelitian menjelaskan bahwa PMT dan tinggi genangan berpengaruh secara signifikan terhadap dampak fisik, ekonomi, sosial, dan lingkungan. Sedangkan indikator yang memberikan kontribusi paling besar pada masing-masing dampak fisik, ekonomi, sosial dan lingkungan, berturut turut adalah peninggian bangunan, turunnya pendapatan, kesulitan hidup, dan jumlah penderita penyakit kulit. Selain itu, dampak fisik bertindak sebagai variabel moderasi dalam hubungan antara penurunan muka tanah dan tinggi genangan terhadap dampak ekonomi. Hal tersebut menjelaskan bahwa dampak fisik ikut berperan dalam meningkatkan dampak ekonomi.

2024
👤 Penulis: Bambang Darmo Yuwono
🏷️ Penyakit Kulit 🏷️ Banjir 🏷️ Kecerdasan Buatan

KAJIAN BANJIR DI SUNGAI BAILANG UNTUK PEMBELAJARAN MASYARAKAT YANG TINGGAL DI DAERAH SEMPANDAN

Kota Manado dikelilingi oleh pegunungan dan mempunyai iklim seperti musim kemarau dan hujan, dengan intensitas hujan tinggi pada Desember - Januari. Kota ini memiliki 6 sungai, termasuk Sungai Bailang, yang terkena banjir akibat curah hujan yang tinggi serta permukiman yang cukup padat di sekitar sempandan sungainya. Pada 27 Januari 2023, terjadi banjir di daerah aliran sungai Bailang, menyebabkan kerusakan pada rumah warga disekitar sungai tersebut. Kondisi banjir ini menyebabkan kerugian bagi warga yang membutuhkan peran dari para pemangku kepentingan untuk memberikan pemahaman kepada warga tentang tempat tinggal yang aman dari banjir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis curah hujan rencana dan debit banjir kala ulang Q20 sesuai dengan Permen PUPR Tahun 2015 No. 28 dan terhadap desain tanggul di Ibu Kota Provinsi serta mengetahui persepsi dan preferensi masyarakat yang tinggal di sekitar sempadan sungai kemudian memberikan saran sekaligus mengedukasi sebagai upaya preventif dalam penangananan banjir. Metodologi yang digunakan adalah dengan mengumpulkan data primer dan sekunder. Data primer meliputi data pengukuran penampang sungai langsung di lapangan dan pengambilan kuesioner kepada masyarakat daerah sempandan sungai guna mengetahui preferensi dan perspektifnya terhadap daerah sempandan sungai, serta data sekunder meliputi data curah hujan, data spasial, data pengukuran topografi, dan data pasang surut harian. Hasil yang diperoleh dari analisis debit banjir pada Q20 memiliki hasil yaitu 563,4 m3/det, digunakan Q20 karena menurut Peraturan Menteri PUPR No. 28 Tahun 2015 Tentang Kajian Penetapan Sempadan Sungai untuk Ibu Kota Provinsi dalam mengalirkan debit rencana adalah di range Q20-Q50. Dari hasil analisa dapat digunakan rencana tanggul dengan tinggi 2 m, lebar atas tanggul 4 m dan lebar bawah tanggul 12 m dengan kemiringan tanggul 1:2. Dari hasil kuesioner menunjukkan bahwa sebagian masyarakat mendapatkan informasi tentang area sempadan sungai dari orang lain maupun sosialisasi dari pemerintah dan masyarakat juga melihat tindakan pencegahan pengelolaan sampah di sungai.

2024
👤 Penulis: Gabriel F. T. Purnama
🏷️ Banjir 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Debit Banjir

PERENCANAAN PENGENDALIAN BANJIR KALI BEKASI, KECAMATAN BABELAN, KABUPATEN BEKASI, PROVINSI JAWA BARAT

Kecamatan Babelan merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Bekasi yang sedang berkembang dalam sektor industri dan properti. Namun, terdapat berbagai macam permasalahan yang salah satunya adalah banjir yang diakibatkan oleh meluapnya Kali Bekasi. Tinggi banjir yang terjadi berkisar antara 20-100 cm. Banjir tersebut sering kali menghambat aktivitas masyarakat setempat dan dapat menyebabkan kerugian fisik dan material. Oleh karena itu, diperlukan solusi yang dapat mereduksi banjir yang terjadi karena luapan Kali Bekasi. Pemodelan banjir dan analisis hidraulika dalam tugas akhir ini dilakukan dengan dan bantuan perangkat lunak HEC-RAS 6.5 dan menggunakan debit rencana periode ulang 20 tahunan sebesar 559,79 m3/s. Terdapat tiga skenario alternatif solusi yang dimodelkan yaitu normalisasi, tanggul, dan normalisasi + tanggul. Dengan mempertimbangkan efektivitas dan biaya pembangunannya, dipilih alternatif solusi berupa normalisasi + tanggul. Normalisasi yang dilakukan adalah dengan melebarkan alur Kali Bekasi selebar 40 meter dan tanggul yang digunakan adalah jenis sheet pile. Total biaya untuk normalisasi + tanggul adalah sebesar Enam Puluh Delapan Miliar Lima Ratus Tiga Puluh Enam Juta Sembilan Puluh Ribu Enam Ratus Lima Puluh Sembilan Rupiah. rupiah. Kombinasi dari normalisasi dan pembangunan tanggul diharapkan dapat menjadi solusi dari permasalahan banjir di Kabupaten Babelan akibat luapan Kali Bekasi.

2024
👤 Penulis: Nur Laili Yasinta
🏷️ Banjir 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PERENCANAAN PENGENDALIAN BANJIR SUNGAI BANGER, KOTA PEKALONGAN, PROVINSI JAWA TENGAH

Kota Pekalongan terletak di pesisir pantai utara, Provinsi Jawa Tengah dengan tiga sungai utama yaitu Sungai Kupang, Sungai Loji dan Sungai Banger. Sungai Banger merupakan sungai buatan yang awal mulanya berfungsi mereduksi banjir akibat limpasan dari Sungai Loji, namun karena adanya beberapa faktor membuat Sungai Banger terjadi banjir. Masalah banjir di kota ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti curah hujan yang tinggi, elevasi rendah, penurunan muka tanah, kenaikan muka air laut, dan aktivitas manusia yang tidak terkendali. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan fungsi pengendalian banjir Sungai Banger yang optimum dari aspek teknis maupun biaya. Metodologi penelitian yang dilakukan adalah melakukan studi literatur, pengumpulan data, analisis spasial, analisis hidrologi, analisis pasang surut, dan analisis hidraulika menggunakan HEC-RAS. Dari hasil penelitian dengan debit banjir rencana 20 tahun (Q20) sebesar 281,97 m3/s, terjadi limpasan dengan tinggi limpasan rata-rata sebesar 0,27 m (eksisting) dan 0,85 m (adanya land subsidence dan sea level rise). Oleh karena itu, dilakukan tiga skenario pengendalian banjir dengan melakukan alternatif 1 (normalisasi + tanggul tanah), alternatif 2 (normalisasi + tanggul tanah + parapet), dan alternatif 3 (parapet) dengan dua kondisi berbeda, yakni kondisi eksisting dan kondisi adanya faktor land subsidence dan sea level rise. Solusi pengendalian banjir jangka pendek maupun jangka panjang yang terpilih adalah dengan normalisasi + tanggul tanah + parapet karena merupakan solusi pengendalian banjir yang efektif secara teknis maupun biaya.

2024
👤 Penulis: Gilang Alfajar
🏷️ Banjir 🏷️ Kota Pekalongan 🏷️ Analisis Hidraulika

RESILIENSI PADA PERMASALAHAN BANJIR DAN SAMPAH DI SISTEM DRAINASE PERKOTAAN DENGAN PENDEKATAN SOSIAL STUDI KASUS: BANJIR SAMPAH GEDEBAGE

Banjir adalah bencana alam yang paling sering terjadi dan paling merugikan, mengakibatkan kerugian signifikan pada manusia, ekonomi, dan sosial. Di daerah perkotaan, kejadian banjir ekstrim menjadi lebih sering dan parah sehingga membutuhkan perhatian serius terhadap mitigasi dan pengelolaan banjir. Konsep ketahanan banjir memperkenalkan perspektif baru yaitu hidup dengan banjir. Pemerintah Kota Bandung mencatat bahwa wilayah Gedebage, khususnya di Simpang Jalan Soekarno Hatta-Gedebage, telah mengalami banjir rutin sejak 15 tahun lalu. Namun, hal ini tidak mengurangi minat masyarakat untuk tetap tinggal di kawasan tersebut. Kecamatan Gedebage mencakup kawasan pemukiman dan kegiatan perekonomian sehingga mempunyai risiko yang perlu diperhitungkan. Mengkaji risiko bencana banjir di wilayah perkotaan sangatlah penting, karena dapat membantu mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan peningkatan ketahanan dalam menghadapi bencana. Berdasarkan uraian sebelumnya, maka perlu dilakukan evaluasi tingkat ketahanan atau resiliensi masyarakat dalam menghadapi banjir dengan melibatkan beberapa metode perhitungan kapasitas untuk mengurangi risiko banjir, sesuai dengan standar regulasi pengkajian risiko baik dari dalam maupun luar negeri. Selain mengukur tingkat risiko, kajian ini menghasilkan peta risiko banjir di wilayah Gedebage. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran mengenai kondisi kapasitas daerah, khususnya di wilayah Gedebage, serta memberikan solusi alternatif pengendalian banjir agar menciptakan masa depan yang lebih tahan terhadap risiko banjir dalam jangka waktu 25 tahun mendatang. Penelitian ini menerapkan model pembelajaran role playing sebagai pendekatan mitigasi banjir di kawasan Gedebage dengan menggunakan pendekatan sosial Theory of Planned Behavior (TPB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indikator Infrastruktur (X2) memiliki skor tertinggi dalam analisis deskriptif garis kontinum. Sebelum penanggulangan banjir, skor yang diperoleh adalah 171 dengan kategori Cenderung Tidak Baik. Setelah upaya penanggulangan banjir dilakukan, skornya meningkat menjadi 268 dengan kategori Sangat Baik. Pengukuran ini dilakukan untuk tujuan edukasi mahasiswa, dan jika diterapkan di masyarakat, diharapkan akan menunjukkan peningkatan signifikan dalam infrastruktur penanggulangan banjir, sehingga masyarakat akan lebih siap dan mampu mengelola risiko banjir dengan lebih baik. Hasil analisis dari beberapa metode perhitungan kapasitas untuk mengurangi risiko banjir menunjukan bahwa perhitungan analisis risko dengan menggunakan Modifikasi Indeks Kapasitas Sosial dapat mengurangi faktor risiko banjir. Hal ini menunjukan bahwa kelurahan Cipadung Kulon, Mekarmulya, dan Cisaranten Wetan berada dalam kategori risiko Rendah. Artinya, dengan mempertimbangkan indikator dari referensi tersebut, upaya untuk mengurangi risiko banjir di kawasan Gedebage telah mencapai tingkat optimal. Namun, kelurahan Pakemitan memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap banjir, sehingga berada dalam kategori risiko Sedang. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah mitigasi yang tepat dan strategi manajemen risiko untuk mengurangi dampak kerentanan terhadap banjir di wilayah tersebut. Solusi alternatif yang diusulkan untuk menciptakan masa depan yang lebih tahan terhadap risiko banjir dalam jangka waktu 25 tahun mendatang yaitu Penanganan Komprehensif di Kawasan Gedebage dengan penerapan kebijakan yang efektif dan pengalokasian dana yang memadai dari pemerintah daerah, Penanganan Sampah Buah-buahan Prapasar dengan mengupayakan kondisi bersih tanpa kulit, Pembangunan Infrastruktur Air dengan pembangunan kolam retensi dan saluran drainase yang lebih besar dan lebih efisien, Pengembangan Aplikasi Mobile dengan memberikan peringatan dini dan informasi terkait kondisi cuaca dan debit air sungai, serta Renovasi Pasar Gedebage dengan konsep pasar bertingkat untuk menciptakan lingkungan perdagangan yang modern. Langkah-langkah ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih tahan terhadap banjir dan bencana lainnya, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kawasan Gedebage.

2024
👤 Penulis: Shasha Indah Permata Putri
🏷️ Banjir 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

IDENTIFIKASI POTENSI PENGEMBANGAN GREEN STREET SEBAGAI SARANA PENGENDALI BANJIR DI JALAN K.H. SHOLEH ISKANDAR KOTA BOGOR

Kota Bogor merupakan salah satu kawasan yang berperan sebagai penyangga DKI Jakarta. Hal ini menyebabkan terjadinya peningkatan kebutuhan akan infrastruktur dan area permukiman pada kawasan tersebut. Peningkatan pembangunan tersebut menyebabkan semakin berkurangnya luas area resapan di Kota Bogor dan berakibat pada terjadinya banjir. Terdapat 84 titik genangan/banjir yang tersebar di seluruh wilayah Kota Bogor dengan total luas genangan mencapai 68,5 ha atau 0,59% dari total luas Kota Bogor. Jalan K.H. Sholeh Iskandar merupakan salah satu jalan nasional di Kota Bogor yang kerap mengalami banjir ketika terjadi hujan deras. Terjadinya banjir diakibatkan oleh saluran drainase yang kurang terawat sehingga tidak mampu menampung air hujan secara optimal. Selain itu, berkembang pesatnya pembangunan di sekitar jalan dan kondisi vegetasi yang tidak terawat juga menyebabkan area resapan di Jalan K.H. Sholeh Iskandar semakin berkurang. Saat ini, strategi pengendalian banjir telah berkembang dari sistem infrastruktur fisik menjadi solusi berbasis alam atau dikenal sebagai Nature-based Solutions (NbS). NbS menawarkan solusi berbasis alam dalam mengatasi tantangan lingkungan, sosial, serta ekonomi dengan cara yang berkelanjutan. Penerapan NbS yang diintegrasikan dengan jalur transportasi perkotaan yang disebut dengan green street. Green street merupakan salah satu praktik pengolahan air hujan yang diterapkan pada jalur transportasi perkotaan dengan memanfaatkan tanaman. Green street memiliki beberapa komponen yang dapat diterapkan yaitu bioretensi, swales, vegetated filter strip, street strees, planters, permeable pavement, serta rainwater harvesting. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pengembangan green street di Jalan K.H. Sholeh Iskandar. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi karakteristik banjir yang terjadi di Jalan K.H. Sholeh Iskandar, mengidentifikasi komponen green street yang sesuai untuk diterapkan di Jalan K.H. Sholeh Iskandar, membuat skenario penerapan green street, dan mengidentifikasi kemampuan green street dalam mengendalikan banjir di Jalan K.H. Sholeh Iskandar dengan membandingkan debit banjir sebelum dan setelah penerapan green street. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 5 titik banjir di sepanjang Jalan K.H. Sholehv Iskandar dengan ketinggian 10 - 50 cm. Banjir cukup sering terjadi terutama ketika musim penghujan. Dalam setahun, banjir dapat terjadi sebanyak 5 hingga 10 kali. Hasil analisis menunjukkan bahwa banjir terjadi pada segmen II, IV, V, VI, VII, dan VIII. Komponen green street yang paling sesuai untuk diterapkan di Jalan K.H. Sholeh Iskandar adalah bioretensi, permeable pavement, dan street trees. Bioretensi diterapkan pada jalur hijau eksisting di median jalan, sedangkan permeable pavement dan street trees diterapkan di area tepi jalan. Implementasi ketiga komponen green street di Jalan K.H. Sholeh Iskandar ini memakan biaya pembangunan awal sebesar Rp3.552.008.381,11 dan biaya pemeliharaan tahunan sebesar Rp905.030.024,45. Penerapan bioretensi pada median jalan sepenuhnya menyerap air hujan hingga mencapai zero run-off. Sedangkan penerapan permeable pavement dan street trees pada tepi jalan berhasil mengurangi debit limpasan hingga mencapai 20%. Dengan begitu, debit banjir di Jalan K.H. Sholeh Iskandar dapat diatasi 100% oleh penerapan green street. Pengembangan green street sebagai sarana pengendali banjir menjadi solusi berkelanjutan yang layak dipertimbangan dalam mengatasi banjir di ruas-ruas jalan perkotaan. Diperlukan adanya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan komunitas untuk mendorong pertukaran gagasan dan pengetahuan dalam penerapan green street. Studi mengenai manfaat sosial dan ekonomi dari penerapan green street juga dapat dilakukan untuk melihat bagaimana green street berpengaruh terhadap kualitas hidup masyarakat serta mengukur dampak finansialnya, termasuk penghematan biaya dan peningkatan nilai properti.

2024
👤 Penulis: Hana Luthfiyah Eshandra
🏷️ Banjir 🏷️ Green Street 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Air

STRATEGI PENINGKATAN FUNGSI JARINGAN DRAINASE SEBAGAI SARANA PENGENDALIAN BANJIR DI JALAN RESIDEN ABDUL ROZAK KOTA PALEMBANG DENGAN SISTEM JARINGAN DRAINASE YANG TERPADU

Kota Palembang merupakan kota terbesar kedua di Pulau Sumatera dengan jumlah penduduk sebesar 1,7 juta jiwa berdasarkan data sensus penduduk tahun 2022. Kota Palembang dikenal sebagai kota air yang sebagian besar daerahnya berupa rawa dan sungai. Sehingga Kota Palembang termasuk kota rawan banjir yang disebabkan alih fungsi lahan menjadi pemukiman. Tanpa sistem pengendalian drainase yang tepat maka beberapa Kawasan mengalami genangan yang disebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi. Pada studi ini disusun untuk menyelesaikan permasalahan banjir di Kota Palembang khususnya di Jalan Residen Abdul Rozak yang merupakan salah satu akses utama masyarakat dan akses utama PT. Pupuk Sriwijaya (PUSRI). Penyebab terjadinya banjir di Kawasan ini yaitu dikarenakan kapasitas drainase yang tidak mampu menampung dan mengalirkan saat terjadinya hujan. Banjir dapat menyebabkan dampak dalam aspek lingkungan, ekonomi dan sosial. Pendekatan pada penelitian ini yaitu strategi pengendalian banjir dengan sistem drainase yang terpadu (ecodrain) atau lebih dikenal dengan sistem TRAP yaitu Tampung, Resapkan, Alirkan dan Pelihara. Pada prinsipnya adalah pemulihan dan peningkatan aliran pada saluran drainase perkotaan dari pencemaran yang diakibatkan oleh sampah atau air limbah. Dalam mengatasi masalah banjir maka dapat menggunkan metode struktur dan non-struktur. Pada metode struktur berupa penyesuaian kapasitas dan pemeliharaan drainase, sumur resapan (vertical drain), kolam penampungan (retensi) dan infrastuktur persampahan. Metode non-struktur dengan melibatkan masyarakat untuk berpatisipasi dalam memeliharan lingkungan serta peran pemerintah dalam menetapkan arahan kebijakan.

2024
👤 Penulis: Muhammad Rasyid Muchlish
🏷️ Banjir 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Air 🏷️ Kecerdasan Buatan
Halaman 2 dari 2
💬