📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 20 dokumen

PERANCANGAN MEDICAL HOTEL SEBAGAI SARANA PENGEMBANGAN MEDICAL TOURISM DI BALI DENGAN PENDEKATAN CULTURAL ECOLOGY

Medical tourism yang menggabungkan sektor pelayanan medis dengan pengalaman pariwisata telah menjadi suatu industri baru yang memiliki potensi besar dan sedang banyak dikembangkan di berbagai negara. Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki keunggulan dalam sektor pariwisata internasional seperti Bali, belum banyak memiliki program mengembangkan pada sektor ini. Di sisi lain, menurut data terdapat 2 juta lebih masyarakat Indonesia yang melakukan pengobatan keluar negeri untuk mencari pelayanan medis yang lebih baik. Studi ini fokus pada eksplorasi peran arsitektur dalam pengembangan medical tourism di Provinsi Bali, Indonesia, melalui perancangan sebuah "medical hotel" yang bukan hanya memberikan layanan kesehatan dan perawatan yang baik, tetapi juga menciptakan pengalaman yang menenangkan, menyenangkan dan autentik bagi pengunjung dengan memperlihatkan kebudayaan dan kealamian Bali. Permasalahan yang diangkat mencakup identifikasi signifikansi arsitektur dalam merespons dan membentuk perkembangan medical tourism melalui pengembangan desain yang dapat sinergis antara fasilitas medis dengan pengalaman wisata, serta perancangan yang menonjolkan keunikan budaya dan ekologi Bali sebagai nilai tambah yang autentik. Metodologi yang digunakan dalam tesis ini yaitu berupa eksplorasi potensi alam dan budaya setempat melalui metode case studies berdasarkan buku "Architectural Research Methods". Tesis ini berinovasi dalam pengembangan konsep desain medical hotel yang tidak hanya merespons kebutuhan fungsional dan operasional dari sudut pandang medis dan pariwisata, tapi juga menggali dalam untuk menggabungkan prinsip-prinsip cultural ecology. Hal tersebut menciptakan sebuah entitas yang berkelanjutan dan sejalan dengan konteks lokal budaya dan lingkungan Bali. Tesis desain ini diharapkan dapat menghasilkan penerapan prinsip cultural ecology pada bangunan medical hotel secara maksimal dan memiliki karakter yang kuat dan spesifik terhadap prinsip-prinsip ekologi, nilai budaya lokal, dan pengalaman pengunjung yang holistik dapat menjadi inovasi penting dalam mendukung pengembangan medical tourism di Indonesia khususnya Bali. Secara keseluruhan, konsep desain yang dihasilkan tidak hanya memberikan sumbangan dalam pengembangan medical tourism di Bali, tetapi juga merambah dalam meningkatkan khazanah ilmu pengetahuan, khususnya dalam integrasi arsitektur, keberlanjutan, dan pariwisata medis dengan melibatkan pendekatan-pendekatan kontekstual dan ekologis yang mendalam. Tesis ini diharapkan dapat menjadi pondasi dalam pengembangan model serupa di daerah lain dengan kekhasan budaya dan ekologi disesuaikan.

2024
👤 Penulis: Made Wijaya Palaguna
🏷️ Desain Arsitektur 🏷️ Medical Tourism 🏷️ Kultur Ecoloki

PERANCANGAN AGROTOURISM RESORT BERBASIS PERMAKULTUR DI KABUPATEN KARO, SUMATERA UTARA

Kabupaten Karo, terletak di Sumatera Utara, muncul sebagai potensi besar dalam bidang agrowisata berkat tanah subur dan iklim yang mendukung pertanian. Dalam konteks ini, agrowisata dianggap sebagai motor penggerak sektor pertanian yang dapat menjaga keberlanjutan ekonomi dan lingkungan. Dengan mempertimbangkan potensi ini, pendekatan permakultur diusulkan sebagai strategi yang relevan untuk mengembangkan kawasan agrowisata yang berkelanjutan. Permukiman kawasan Agrotourism Resort berbasis permakultur muncul sebagai solusi untuk menciptakan lingkungan ekosistem yang bersifat rekreatif dan produktif, sambil meningkatkan daya tarik pariwisata di wilayah tersebut. Fokus perancangan ini adalah menghasilkan rancangan arsitektur kawasan Agrotourism Resort yang produktif, mandiri, dan regeneratif, mencakup aspek seperti agroforestri, pengolahan air, serta pemanfaatan sumber daya terbarukan dan berkelanjutan. Manfaat yang diharapkan dari perancangan ini melibatkan identifikasi solusi desain dengan pendekatan berkelanjutan untuk kawasan Agrotourism Resort, yang mengimplementasikan prinsip-prinsip permakultur sebagai langkah menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan. Dalam implementasinya, perancangan kawasan Agrotourism Resort ini akan memanfaatkan bambu sebagai material utama bangunan, memanfaatkan kawasan persebaran bambu di wilayah Kabupaten Karo. Penggunaan bambu sebagai material utama dengan memanfaatkan potensinya untuk memberikan kontribusi positif terhadap ekonomi lokal dan menjaga keberlanjutan lingkungan.

2024
👤 Penulis: Diandra Fakhira Nasution
🏷️ Agrowisata 🏷️ Permakultur 🏷️ Desain Arsitektur

SARIAK LAYUNG: PUSAT KONSERVASI SENI PERTUNJUKAN TRADISIONAL SUNDA DI KOTA BANDUNG DALAM UPAYA PEMAJUAN KEBUDAYAAN

Sariak Layung adalah gagasan perancangan yang ikut andil dalam upaya pemajuan kebudayaan dengan mewadahi Seni Pertunjukan Tradisional Sunda dan komunitasnya di Kota Bandung. Faktanya, Seni Pertunjukan Tradisional Sunda seakan cahayanya sedang meredup seperti senja yang mengundang malam. Projek ini bertempat di Bandung Timur. Tepatnya, di Jalan Boulevard Utama, Summarecon, Gedebage, Bandung. Semakin terkikisnya pengetahuan tradisional, ditandai dengan minimnya perkembangan keseniannya, lain saja berpengaruh pada kekayaan warisan budaya, melainkan juga berpengaruh pada cara hidup masyarakat lokal. Seni Pertunjukan Tradisional Sunda yang kian sekarat ini disebabkan oleh minimnya upaya dokumentasi sedangkan budaya lisan pun semakin ditinggalkan. Selain itu, kemasan penyajian kesenian dan orang yang ikut andil di dalamnya tidak memiliki status sebagai pekerja seni profesional. Begitupun permasalahan biaya yang tidak dikelola dengan baik menyulitkan perkembangan Seni Pertunjukan Tradisional Sunda. Uraian permasalahan tersebut nampak ironis, melihat Kota Bandung sebagai kota kreatif. Potensi yang dimiliki Kota Bandung nyatanya sangat besar. Tercatat setidaknya ada lebih dari 700 Lingkung Seni yang mengembangkan berbagai jenis kesenian. Selain itu, Bandung telah banyak sekali melahirkan maestro-maestro seni. Potensi ini kurang berkembang karena minimnya wadah yang dapat menampung kebutuhan modern dalam penampilan seni pertunjukan. Sudah sepatutnya, potensi besar seperti ini diwadahi agar tercipta ekosistem kebudayaan yang berkelanjutan di Kota Bandung. Kolaborasi komunitas adalah salah satu kunci penyelesaian masalah ini. Selain itu, anak-anak dan generasi muda lainnya perlu semakin banyak mendapat pengalaman kesenian. Begitupun public yang harus semakin sering mendapat eksposur Seni Pertunjukan Tradisional Sunda. Untuk mewadahi kebutuhan ini, dirancang ruang publik yang dapat menampung kegiatan komunitas, sanggar yang memenuhi kebutuhan pengajaran pada generasi muda, serta area pertunjukan yang memiliki sifat fleksibel dan eksploratif sesuai jati diri Kota Bandung. Pengelolaannya dapat berupa kerja sama antara swasta dan pemerintah sehingga program ini dapat berjalan dengan baik. Wujud arsitektur yang digunakan dalam perancangan ini adalah sintesis dari bentuk arsitektur lokal yang digabungkan dengan teknologi terkini sehingga dapat menghasilkan harmoni rupa yang baru. Menciptakan kesan khas Sunda bagi pengunjung dari kota, dan memberi kesan kota bagi pengunjung dari kampung.

2024
👤 Penulis: Gani Muhammad Zohari
🏷️ Kebudayaan Tradisional 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Kebudayaan 🏷️ Desain Arsitektur

PUSAT KEBUDAYAAN: RUANG PUBLIK DENGAN PENDEKATAN ENVIROMENTAL EXPERIENCE DAN COMMUNITY DI KABUPATEN GARUT

Pusat Kebudayaan di Garut diharapkan dapat merealisasikan visi dan misi yang telah ditetapkan dengan menerapkan pendekatan arsitektur spatial. Kesinambungan antara kebudayaan lokal dan desain arsitektur yang unik diharapkan dapat menarik minat masyarakat dan membantu pelestarian serta pengembangan warisan budaya setempat. Pusat kebudayaan ini akan mencakup berbagai fasilitas seperti museum, teater, studio, galeri, perpustakaan, dan pusat pengembangan kebudayaan, semuanya dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap budaya lokal. Dalam mencapai tujuan proyek ini, kriteria perancangan diterapkan untuk menciptakan kesan yang unik dan menarik. Performance requirements melibatkan penggunaan ruang terbuka dengan ventilasi alami, komposisi bentuk geometri dasar yang disusun secara berulang, aplikasi material dan tekstur pada fasad bangunan, serta permainan cahaya dan bentukan arsitektural yang menghasilkan estetika ilusi bayangan. Pendekatan placemaking for public good juga diterapkan dengan prinsip-prinsip seperti welcoming, friendly, neighborly, attractive, active, dan safe. Selain itu, bangunan ini diharapkan dapat menjadi identitas lokal dengan mengintegrasikan elemen-elemen alam, menggunakan material lokal, merespons iklim setempat, melestarikan warisan budaya, mendorong interaksi sosial, dan menyediakan pendidikan serta interpretasi bagi pengunjung. Dengan demikian, pusat kebudayaan ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat pelestarian dan ekspresi budaya tetapi juga menjadi titik fokus bagi pengembangan dan pemahaman kekayaan budaya lokal.

2024
👤 Penulis: Mochammad Husni Kamal
🏷️ Ruang Publik 🏷️ Desain Arsitektur 🏷️ Pengelolaan Warisan Budaya

RESOR PANTAI BAJULMATI DI MALANG SELATAN

Kabupaten Malang merupakan salah satu Kabupaten dengan luas wilayah paling besar di Provinsi Jawa Timur. Berbagai potensi tersebar di setiap daerah yang ada di Kabupaten Malang. Salah satupotensi paling besar yaitu potensi alam. Hal ini dikarenakan Kabupaten Malang terletak dikelilingi oleh pesisir pantai dan sebagian wilayahnya merupakan pegunungan. Namun, potensi ini belum dimanfaatkan dengan baik terbukti dengan pertumbuhan ekonominya yang masih tergolong rendah. Proyek ini merupakan proyek penginapan berupa resort yang berada di salah satu pantai di daerah Malang Selatan. Resor ini menaungi fasilitas penginapan dan dilengkapi dengan fasilitas rekreasi yang menunjang potensi wisata di sekitar tapak. Fasilitas ini menyediakan berbagai macam wadah kegiatan berelaksasi bagi para pengunjung. Proyek ini menempatai lahan sebesar 27.400 m2 yang berada di Desa Gaharejo, Kelurahan Gedangan, Kabupaten Malang. Proyek ini diperkasai oleh Lembaga Bajulmati Sea Turtle Conservation (BTSC) dengan bantuan CSR dan bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Malang. Hal ini sejalan dengan misi Kabupaten Malang untuk meningkatkan ekonomi melalui sektor pariwisata. Isu perancangan dari proyek ini datang dari tipologi proyek berupa resor dan isu dari kondisi di sekitar tapak. Isu perancangan berupa desain yang memberikan pengalaman alam sebagai daya tarik utama wisata, rancangan arsitektur yang memberikan efek relaksasi kepada pengunjung dan rancangan tapak dan bangunan yang memberikan rasa aman bagi pengunjung. Pengalaman alam dimaksimalkan dengan penataan dan orientasi bangunan pada tapak, serta memaksimalkan penangkapan suasana alam melalui panca indra. Efek relaksasi didapatkan dengan penataan zonasi pada tapak dan penyediaan berbagai fasilitas rekreasi dan relaksasi sesuai dengan kategori pengunjung. Rasa aman dan nyaman bagi pengunjung diwujudkan dengan perancagan yang memenuhi regulasi dan perancangan sirkulasi yang mudah diakses oleh pengunjung. Proyek ini terdiri dari masa majemuk yang di kelompokkan dan tata sesuai dengan fungsi, kegiatan, dan hirarki setiap bangunan. Penataan memaksimalkan potensi pemandangan alam dan tingkat privasi dari setiap massa bangunan. Material bangunan didominasi dengan warna yang hangat berupa material kayu dan batu bata. Warna yang terkesan hangat ini dimaksudkan untung memberikan efek relaksasi dan ketenangan bagi pengunjung.

2024
👤 Penulis: Tazkiyya Irbah Salma Musyaffa'
🏷️ Pariwisata 🏷️ Desain Arsitektur 🏷️ Manajemen Rantai Pasok
Halaman 2 dari 2
💬