๐Ÿ“š Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 43 dokumen

PERANCANGAN PUSAT WISATA GASTRONOMI PALEMBANG SEBAGAI IKON KOTA DAN DESTINASI WISATA

Di tengah potensi besar sektor pariwisata dan kuliner, Kota Palembang, Sumatera Selatan, menarik perhatian dengan kekayaan warisan budaya dan kuliner lokalnya. Namun, kurangnya eksposur serta fasilitas yang memadai menyebabkan keunggulan ini kurang dikenal. Untuk mengatasi permasalahan ini, direncanakan sebuah Pusat Wisata Gastronomi yang bertujuan untuk mengintegrasikan edukasi, rekreasi, dan kewirausahaan. Fasilitas ini tidak hanya berfungsi sebagai tujuan wisata, tetapi juga sebagai ikon kota yang menawarkan pengalaman unik. Dengan mengadopsi prinsip desain interior yang mengutamakan pengalaman pengguna, ruang-ruang di dalam pusat ini dirancang untuk menciptakan perjalanan yang mendalam. Area pameran menyajikan narasi budaya dan sejarah kuliner Palembang melalui instalasi interaktif, sementara zona kuliner yang terintegrasi, termasuk restoran dan kios makanan, dirancang untuk mendorong eksplorasi. Dilengkapi juga dengan kebun urban yang berperan sebagai elemen edukasi dan penyeimbang visual, menciptakan suasana yang menyegarkan. Ruang kolaborasi berupa studio dan auditorium di pusat ini menyediakan wadah bagi para ahli gastronomi dan pelaku kuliner untuk berinteraksi dan berinovasi. Melalui pemilihan material yang mencerminkan tradisi Palembang, desain interior fasilitas ini menginterpretasikan budaya lokal dalam konteks yang modern. Pusat ini bertujuan untuk memperkenalkan kehidupan masyarakat dan gastronomi Palembang secara menarik dan edukatif, serta menjadi penggerak pelestarian budaya dan pertumbuhan ekonomi lokal.

2025
๐Ÿ‘ค Penulis: Maulidiva Tsaabitah
๐Ÿท๏ธ Pariwisata ๐Ÿท๏ธ Kuliner ๐Ÿท๏ธ Desain Interior

PERANCANGAN DESAIN INTERIOR PUSAT KOMUNITAS PERTANIAN PERKOTAAN SEBAGAI SARANA EDU- AGROWISATA DI KOTA BOGOR

Urban Farming merupakan solusi inovatif dalam menjawab tantangan ketahanan pangan untuk kehidupan yang sehat, aktif dan berkelanjutan di perkotaan. Perancangan Urban Farming Community Center di Kota Bogor bertujuan untuk menciptakan ruang edukatif dan agrowisata yang berfungsi sebagai pusat komunitas, tempat berbagi pengetahuan, serta sarana pemberdayaan sosial dan ekonomi bagi masyarakat setempat. Dengan mempertimbangkan potensi geografis Kota Bogor yang memiliki kondisi tanah dan iklim yang mendukung pertanian organik, proyek ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai aktivitas seperti edukasi pertanian, laboratorium hidup, pengolahan hasil panen, serta wisata agro- edukatif. Konsep desain yang diterapkan mengacu pada prinsip placemaking dan keberlanjutan, dengan mengutamakan pemanfaatan material lokal, efisiensi energi, dan desain yang mendukung interaksi sosial. Program ruang dalam pusat komunitas ini mencakup lahan percontohan, fasilitas edukasi, area komunitas, serta zona produksi dan distribusi pangan. Dengan pendekatan desain interior yang fleksibel, modular, dan berkelanjutan, diharapkan pusat ini dapat menjadi model urban farming yang dapat direplikasi di daerah perkotaan lainnya. Perancangan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pertanian perkotaan, mengurangi ketergantungan pada impor pangan, serta memberikan pengalaman agrowisata yang edukatif bagi wisatawan dan masyarakat lokal.

2025
๐Ÿ‘ค Penulis: Nazwa Nabiila
๐Ÿท๏ธ Urban Farming ๐Ÿท๏ธ Desain Interior ๐Ÿท๏ธ Edukasi Pertanian

STUDI ETNOMATEMATIKA: KLASIFIKASI POLA GRUP WALLPAPER PADA ORNAMEN KEBUDAYAAN MESIR

Etnomatematika merupakan studi yang mengeksplorasi hubungan antara konsep matematika dan ekspresi budaya (Barta dan Shockey, 2006). Grup wallpaper merupakan serangkaian transformasi simetris seperti translasi, rotasi, refleksi, dan refleksi luncur, yang mempertahankan pola dua dimensi berulang secara periodik pada seluruh bidang tanpa perubahan bentuk atau ukuran (Armstrong, 1988). Penelitian ini berfokus pada ornamen budaya Mesir kuno yang didokumentasikan dalam buku The Grammar of Ornament karya Owen Jones dan bertujuan untuk mengklasifikasikan motif ornamen tersebut melalui teori grup wallpaper dan mencoba melihat aplikasinya pada industri arsitektur dan tekstil, khususnya dalam konteks desain interior. Motif ornamen yang dianalisis dalam studi ini bersumber dari Pelat IX, X, dan XI bagian Mesir yang termuat dalam The Grammar of Ornament, dengan masingmasing terdiri atas 24 desain berbeda. Proses klasifikasi dilakukan secara manual dengan mengidentifikasi kisi dasar pola, sumbu simetri, dan jenis isometri yang terdapat dalam tiap motif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar motif memenuhi kriteria grup wallpaper. Terdapat sebelas grup wallpaper yang diidentifikasi di antara motifmotif Mesir, dengan grup p4mm dan p1m1 muncul sebagai grup yang dominan sebanyak 16 dan 13 motif. Selain itu, beberapa desain motif tidak memiliki struktur periodik yang diperlukan untuk dimasukkan dalam grup wallpaper mana pun. Penelitian ini menegaskan bahwa pola ornamen Mesir kuno memiliki dasar simetri matematis yang kuat dan berpotensi untuk diaplikasikan dalam industri arsitektur dan tekstil. Melalui pendekatan etnomatematika, kajian ini diharapkan dapat memperkaya wawasan tentang hubungan antara matematika, seni, dan budaya.

2025
๐Ÿ‘ค Penulis: Raja Fathimah Hervina
๐Ÿท๏ธ Etnomatematika ๐Ÿท๏ธ Grup Wallpaper ๐Ÿท๏ธ Desain Interior

PERANCANGAN TAMAN OBSERVATORIUM LAUT DI KAB. CILACAP SEBAGAI BAGIAN DARI PENINGKATAN WIASATA BERKELANJUTAN (SUSTAINABLE TOURISM) DI INDONESIA

Tugas akhir ini bertujuan untuk merancang sebuah Observatorium Laut di Kabupaten Cilacap yang berfungsi sebagai pusat edukasi, konservasi, dan pengembangan wisata berkelanjutan di wilayah pesisir selatan Jawa. Observatorium ini dirancang sebagai ruang multifungsi yang tidak hanya menjadi sarana pengamatan dan penelitian ekosistem laut, tetapi juga menjadi wahana wisata edukatif yang mendalam, menyatukan pendekatan ilmiah dan narasi lingkungan yang mampu meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya pelestarian ekosistem pesisir. Dengan pendekatan desain interior yang mempertimbangkan keselarasan antara fungsi ruang dan karakteristik lingkungan tropis pesisir, observatorium ini mengusung prinsip arsitektur berkelanjutan melalui penggunaan material lokal, strategi bangunan pasif, serta integrasi elemen alam yang memperkuat pengalaman pengunjung terhadap konteks ekologis sekitar. Proyek ini mengkaji potensi wilayah Cilacap yang selama ini belum banyak dikembangkan dalam bidang wisata edukasi kelautan, khususnya melalui metode analisis kondisi lingkungan, karakter wisatawan, serta kebutuhan fasilitas edukatif berbasis konservasi. Observatorium ini juga berupaya menjadi katalis dalam pemberdayaan masyarakat lokal melalui pelibatan komunitas dalam kegiatan edukatif, konservasi, dan ekowisata, serta menjadi tempat kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dan pelaku wisata. Dengan memadukan fungsi pendidikan, riset, rekreasi, dan partisipasi sosial, observatorium ini diharapkan dapat memperkenalkan pendekatan baru dalam pengelolaan potensi laut secara berkelanjutan, mendorong peningkatan kunjungan wisata berbasis pengetahuan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap isu-isu lingkungan laut.

2025
๐Ÿ‘ค Penulis: Besar Panguji
๐Ÿท๏ธ Desain Interior ๐Ÿท๏ธ Pendidikan Publik ๐Ÿท๏ธ Konservasi Eksotim

PERANCANGAN INTERIOR PUBLIC STUDENT CENTER UNTUK MAHASISWA DI KOTA BANDUNG DENGAN PENDEKATAN BIOPHILIC

Mahasiswa di Kota Bandung menghadapi tantangan tekanan akademik, finansial, dan sosial yang mempengaruhi kesehatan mental mereka, sehingga membutuhkan intervensi yang tepat. Sayangnya, lingkungan kampus seringkali tidak menyediakan fasilitas sosial yang kondusif untuk mendukung interaksi mereka. Pendekatan biophilic menjadi solusi desain yang efektif, membantu menciptakan ruang yang mendukung interaksi sosial sekaligus mengurangi stres. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang interior Public Student Center yang mendukung sosialisasi mahasiswa di Kota Bandung dengan mengintegrasikan unsur biophilic untuk mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan mental. Data yang dijadikan analisis adalah berdasarkan studi literatur, survei pembanding, dan survei kuesioner dengan mahasiswa di Kota Bandung. Metode penelitian menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif . Teori yang dijadikan landasan penelitian adalah teori desain biophilic dan teori public space. Fasilitas Public Student Center ini akan menyediakan sarana untuk memfasilitasi interaksi sosial antar mahasiswa dengan harapan dapat mengurangi tingkat stres dan mendukung kesehatan mental mereka.

2025
๐Ÿ‘ค Penulis: Maulidia Nurul Sabila
๐Ÿท๏ธ Desain Interior ๐Ÿท๏ธ Biophilic Design ๐Ÿท๏ธ Kesehatan Mental Mahasiswa

PERANCANGAN HEALTH AND WELLNESS CENTRE KHUSUS WANITA DENGAN KONSEP SANCTUARY FOR WOMAN DI UBUD BALI

Perancangan Health and Wellness Centre khusus wanita dengan konsep Sanctuary for Women di Ubud, Bali bertujuan untuk menciptakan ruang yang aman, nyaman, dan holistik bagi perempuan dalam menjaga kesehatan fisik dan mental. Perancangan ini merespons tingginya prevalensi gangguan mental pada perempuan yang dipengaruhi oleh faktor biologis, sosial, dan budaya. Konsep sanctuary diterapkan dengan menjadikan perempuan sebagai pusat perhatian melalui desain yang mengintegrasikan nilai spiritual, budaya lokal Bali, dan pengalaman multisensorik, seperti penggunaan warna-warna lembut, pencahayaan hangat, serta suasana yang mendukung relaksasi. Bunga lotus diangkat sebagai simbol utama yang merepresentasikan kekuatan, ketenangan, dan keanggunan perempuan, yang diwujudkan melalui bentuk ruang yang melengkung dan organik. Implementasi program mencakup layanan seperti yoga, pilates, terapi relaksasi, konseling psikologis, serta aktivitas budaya dan sosial yang dirancang untuk mendukung proses penyembuhan dan pemberdayaan perempuan secara menyeluruh.

2025
๐Ÿ‘ค Penulis: Oriella Zahra
๐Ÿท๏ธ Kesehatan Mental ๐Ÿท๏ธ Desain Interior ๐Ÿท๏ธ Relaksasi

PROSES ADAPTASI PEMBELAJARAN SISWA SEKOLAH DASAR PADA RUANG KELAS BERBASIS PLACE ATTACHMENT

Sekolah merupakan bagian dari lingkungan belajar yang memfasilitasi kegiatan pembelajaran secara terstruktur bagi para siswanya. Agar kegiatan pembelajaran dapat terlaksana dengan baik dibutuhkan sebuah kondisi lingkungan belajar yang baik, mempertimbangkan aspek fisik maupun non fisik. Ruang kelas harus memiliki fleksibilitas yang mampu mengakomodir perkembangan metode dan aktivitas pembelajaran di dalam kelas. Ruang kelas di Sekolah Dasar (SD) merupakan bagian dari lingkungan belajar terstruktur, tempat siswa menerima pengetahuan (kognitif), bersikap (afektif), dan berperilaku (konatif) melalui aktivitas-aktivitas kurikuler maupun non-kurikuler. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada beberapa Sekolah Dasar (SD) di Indonesia, ditemukan permasalahan-permasalahan yang terjadi di dalam kelas, yang menyangkut kondisi fisik ruang kelas, kondisi siswa, juga yang berkaitan dengan aktivitas pembelajaran. Permasalahan utama yang menarik untuk diangkat lebih jauh dalam penelitian ini adalah mengenai keterikatan tempat (place attachment) siswa terhadap ruang kelasnya. Bila ditelusuri lebih jauh, hal tersebut dapat terjadi karena rendahnya rasa kepemilikan (sense of belonging) siswa terhadap ruang kelasnya karena tidak terciptanya hubungan ruang-manusia yang baik. Apabila dibiarkan, maka akan dapat mengganggu motivasi siswa belajar di sekolah sehingga capaian-capaian pembelajaran yang diharapkan tidak bisa tercapai. Keilmuan desain interior berupaya untuk mengidentifikasi permasalahan yang terjadi akibat hubungan antara manusia (user) yang melakukan satu atau lebih dari satu aktivitas (activity) di dalam sebuah ruang binaan (built environment). Beberapa penelitian sebelumnya telah membahas permasalahan ruang dengan menggunakan istilah interioritas (interiority) dan topofilia, sebagai kehadiran seseorang ketika berada dalam sebuah ruang yang dapat menghasilkan rasa nyaman dan betah karena pengaruh elemen-elemen ruang di dalamnya. Teori lain menyebutkan hubungan tersebut sebagai keterikatan tempat (place attachment), yaitu sebuah perasaan kedekatan khusus yang muncul dari dalam diri seseorang terhadap suatu tempat, seperti rumah, sekolah, taman, kantor, ataupun ruang publik lainnya. Perasaan keterikatan ini dapat muncul ketika seseorang merasa bahagia, betah, aman, dan nyaman, sehingga seringkali melibatkan memori terhadap tempat tersebut. Perasaan yang sama dapat muncul pada interaksi siswa dengan ruang kelasnya ketika melakukan aktivitas pembelajaran yang dilakukan secara berulang. Penelitian ini mencoba untuk mengidentifikasi lebih mendalam mengenai faktorfaktor yang dapat menyebabkan keterikatan tempat siswa terhadap ruang kelasnya akibat hubungan antara siswa, elemen-elemen ruang kelas dan aktivitas yang dilakukan selama pembelajaran berlangsung. Ruang kelas yang baik seharusnya dapat memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan dari aktivitas pembelajaran yang terjadi termasuk di dalamnya aktivitas edukasi dan sosial, serta aktivitas individu juga kelompok. Ruang memiliki fungsi utama untuk memfasilitasi hal tersebut melalui konfigurasi elemen-elemen yang ada di dalamnya, baik warna, pencahayaan, furnitur, penghawaan, menjadi sebuah suasana yang kondusif. Siswa akan merespon hal tersebut menjadi suatu perasaan suka, nyaman, dan betah yang kemudian bisa berkembang menjadi rasa memiliki, terutama jika ruang yang ada dapat mengakomodir perasaan dan kebutuhan siswa. Kondisi positif ini akan menambah motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah multi metode eksplorasi sekuensial (exploratory sequential design) yaitu metode yang dilakukan dengan 2 tahapan secara berurutan, yaitu secara kualitatif dan kuantitatif. Penelitian awal dilakukan melalui tahap survey pendahuluan dan pra workshop, untuk mengidentifikasi permasalahan ruang di sekolah sekaligus untuk mengujicoba instrumen yang digunakan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi ruang kelas, wawancara guru dan workshop bersama siswa. Temuan hasil tersebut dianalisis secara kualitatif kemudian menjadi bahan untuk pengembangan instrumen tahap kedua dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan student journey map (SJM) untuk melihat aktivitas dan pengalaman siswa selama berada di sekolah. Data diperoleh dari empat Sekolah Dasar Negeri (SDN) dengan kondisi dan lokasi yang berbeda selain untuk menguatkan validitas penelitian juga untuk mengidentifikasi best practice yang ada di sekolah masing-masing sebagai landasan kriteria keterikatan tempat. Hasil analisis digunakan untuk menemukan kriteria-kriteria, model ruang yang dapat mendukung keterikatan tempat siswa terhadap ruang kelasnya, serta instrumen pengukuran ruang kelas. Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh sekolah-sekolah dasar lain untuk mengukur kondisi ruang kelas yang ada saat kemudian melakukan adaptasi berdasarkan kriteria-kriteria yang paling sesuai untuk dilakukan sehingga dapat meningkatkan keterikatan tempat siswa terhadap ruang kelasnya. Ketika keterikatan tempat siswa terjadi maka motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran akan menjadi lebih baik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi keilmuan terutama dalam bidang desain interior dalam lingkungan pembelajaran di sekolah.

2025
๐Ÿ‘ค Penulis: Kukuh Rizki Satriaji
๐Ÿท๏ธ Desain Interior ๐Ÿท๏ธ Manajemen Rantai Pasok ๐Ÿท๏ธ Kecerdasan Buatan

EKSPLORASI TEKNIK SILK PAINTING & BONING DENGAN INSPIRASI BIOMORFIK JUNONIA ORITHYA PADA PRODUK INTERIOR LAMPU HIAS BERGAYA ART NOUVEAU

Junonia Orithya, atau The Blue Pansy, adalah spesies kupu-kupu yang dikenal dengan corak biru mencolok dan motif โ€˜ocelliโ€™ menyerupai mata pada sayapnya, berfungsi sebagai mekanisme kamuflase alami. Namun, kerusakan habitat menyebabkan populasi spesies cantik ini semakin terancam, sehingga mendorong perlunya pendekatan konservasi yang lebih kreatif dan aplikatif melalui desain. Penelitian ini mengangkat visual Junonia Orithya sebagai inspirasi utama dalam perancangan lampu hias berbasis kain sutera, dengan mengombinasikan teknik silk painting dan boning. Teknik silk painting, yang awalnya banyak diterapkan pada produk fesyen seperti gaun, selendang, dan tas, kini mulai digunakan dalam ranah interior, termasuk sarung bantal dan lampu hias. Karakteristik kain sutera yang transparan menjadikannya ideal sebagai material visual untuk permainan cahaya. Dalam penelitian ini, teknik tersebut dimanfaatkan untuk menciptakan efek transparansi dan gradasi warna menyerupai karakter kaca patri, sedangkan teknik boning digunakan untuk membentuk struktur tiga dimensi yang menyerupai bentuk organik sayap kupu kupu. Estetika Art Nouveau menjadi pendekatan visual utama, dengan mengadaptasi garis lengkung dan motif alami dari karya Louis Comfort Tiffany dan Victor Horta, yang dikenal melalui kaca patri dekoratif dan elemen arsitektural berbentuk whiplash curve. Gaya ini mendukung kesatuan antara fungsi, keindahan, dan nilai ekologis dalam satu kesatuan produk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan eksploratif, melalui studi literatur, eksperimen teknik, dan evaluasi material. Hasil menunjukkan bahwa perpaduan teknik silk painting dan boning mampu menghasilkan lampu hias berestetika tinggi yang fungsional. Penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan teknik silk painting dan menciptakan kebaruan dari segi estetika, inovasi teknik, dan pesan keberlanjutan ekologis.

2025
๐Ÿ‘ค Penulis: Justine Inaya
๐Ÿท๏ธ Teknik Silk Painting ๐Ÿท๏ธ Desain Interior ๐Ÿท๏ธ Konservasi Ekologi

PEMANFAATAN LIMBAH WOL DOMBA WONOSOBO SEBAGAI PRODUK INTERIOR DENGAN MENGADAPTASI RAGAM HIAS BATIK

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi pemanfaatan limbah wol domba Wonosobo sebagai material utama dalam produk interior yang bernilai estetis dan budaya. Permasalahan utama yang diangkat adalah belum termanfaatkannya wol lokal sebagai bahan baku desain, serta minimnya integrasi nilai budaya visual, khususnya motif batik tradisional Jawa Tengah, dalam medium produk interior kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif eksploratif dengan tahapan studi literatur, eksperimen material, dan analisis desain. Material wol diolah menggunakan teknik wet felting dan pewarnaan alami dengan kayu tingi, serta diaplikasikan motif batik Kawung, Parang, dan Truntum menggunakan teknik jahit tangan dan needle felting. Produk yang dihasilkan meliputi lampu gantung, lampu lantai, dan meja lounge yang ditujukan untuk ruang interior dengan pendekatan narasi budaya lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah wol domba memiliki potensi besar sebagai material interior dengan nilai tambah melalui pengolahan kriya dan pendekatan desain visual berbasis budaya. Integrasi motif batik dalam produk berbahan wol tidak hanya memperkaya estetika visual, tetapi juga memperkuat narasi identitas lokal dalam ruang hunian kontemporer.

2025
๐Ÿ‘ค Penulis: Zahira Rahma
๐Ÿท๏ธ Kriya Budaya ๐Ÿท๏ธ Desain Interior ๐Ÿท๏ธ Hidrologi

PENERAPAN INSPIRASI VISUAL DARI SERIAL VILLAINS ARE DESTINED TO DIE MELALUI TEKNIK SILK PAINTING UNTUK PERANCANGAN FABRIC PANEL INTERIOR

Perkembangan tropus antagonis dalam media, khususnya protagonis perempuan yang diposisikan sebagai penjahat berlapis moral, menjadi salah satu tren naratif menonjol hingga 2025 karena menjawab kebutuhan pembaca akan karakter yang kompleks dan multidimensi. Serial Villains Are Destined to Die (2020) merupakan salah satu cerita yang mengambil alur kisah tersebut. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana estetika visual dan narasi emosional dari serial tersebut dapat diadaptasi ke dalam desain interior kontemporer melalui medium seni tekstil silk painting. Teknik silk painting dipilih karena kemampuanya menampilkan warna kaya, detail halus, dan nuansa lembut; sekaligus menawarkan kesempatan revitalisasi di tengah stagnasi pasar sutra lukis tangan. Metode perancangan meliputi studi visual komik, eksplorasi material dan sketsa, lalu penerapan ilustrasi naratif pada kain sutra berukuran 5 meter memanjang horizontal. Format panel dirancang untuk meniru pengalaman pembacaan Webtoon dalam ruang fisik. Hasil menunjukkan bahwa integrasi teknik silk painting dengan narasi visual dari budaya pop kontemporer dapat memperluas potensi aplikasi seni tekstil dalam desain interior serta memberikan kontribusi nyata terhadap pelestarian teknik tradisional.

2025
๐Ÿ‘ค Penulis: Keisha Safina Amanda
๐Ÿท๏ธ Kecerdasan Buatan ๐Ÿท๏ธ Desain Interior ๐Ÿท๏ธ Teknik Seni Tradisional

PERANCANGAN DESAIN INTERIOR TAMAN KANAK-KANAK MONTESSORI UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN ANAK

Perancangan desain interior Taman Kanak-Kanak Montessori ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang optimal dalam meningkatkan kemandirian anak usia dini. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif melalui studi literatur dan observasi lapangan, menganalisis keterkaitan antara prinsip Montessori, teori psikologi perkembangan anak, dan penerapan desain interior ramah anak. Konsep utama yang diusung adalah "Auto-Education, Exploration, Flexibility," yang diterjemahkan melalui tata ruang terbuka, furnitur ergonomis, integrasi elemen alam, serta pencahayaan alami. Elemen-elemen tersebut dirancang untuk mendukung pembelajaran mandiri, eksplorasi aktif, dan perkembangan kognitif, sosial-emosional, serta motorik anak. Hasil perancangan menunjukkan bahwa integrasi prinsip Montessori dan psikologi anak dalam desain interior mampu menciptakan lingkungan yang mendorong auto-education, kreativitas, serta perkembangan holistik anak usia dini. Lingkungan yang fleksibel, aman, dan inklusif menjadi kunci dalam memfasilitasi proses belajar yang efektif dan menyenangkan bagi meningkatkan kemandirian anak sesuai filosofi Montessori

2025
๐Ÿ‘ค Penulis: Richard Tjahjadi
๐Ÿท๏ธ Desain Interior ๐Ÿท๏ธ Kecerdasan Buatan Anak ๐Ÿท๏ธ Manajemen Rantai Pasokan Belajar

PARIWISATA REGENERATIF DI MANGGARAI BARAT: PERANCANGAN INTERIOR RESORT DENGAN PENDEKATAN CRADLE TO CRADLE

Desain resor di Manggarai Barat bertujuan untuk menciptakan resor ramah lingkungan yang mendukung keberlanjutan ekonomi serta ekosistem lokal. Menggunakan pendekatan Cradle to Cradle, desain interior dirancang tidak hanya untuk memulihkan ekosistem di Manggarai Barat, tetapi juga untuk mendukung pariwisata regeneratif. sebuah konsep yang tidak hanya meminimalkan dampak lingkungan, tetapi juga secara aktif meningkatkan kualitas lingkungan serta kesejahteraan masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, termasuk observasi, wawancara, dan studi perbandingan dengan resor lain. Studi literatur menjadi landasan teoretis, dengan fokus desain pada lobi dan kamar tamu. Elemen desain menekankan keterhubungan dengan alam, suasana hangat, dan kenyamanan, serta tetap mengacu pada standar internasional. Hasil perancangan menekankan pentingnya efisiensi, penggunaan material lokal yang ramah lingkungan, serta pengelolaan limbah sebagai solusi berkelanjutan. Dengan mengintegrasikan prinsip pariwisata regeneratif, resor ini bertujuan menciptakan dampak positif terhadap ekosistem, budaya, dan perekonomian lokal, memastikan bahwa pariwisata di Manggarai Barat, khususnya Pulau Komodo, berkontribusi pada pemulihan lingkungan jangka panjang serta pengembangan masyarakat. Temuan ini diharapkan menjadi model bagi pengembangan pariwisata yang bertanggung jawab dan regeneratif, yang secara aktif melestarikan dan meningkatkan warisan alam serta budaya di kawasan tersebut.

2025
๐Ÿ‘ค Penulis: Stefanus Evan Winarta
๐Ÿท๏ธ Desain Interior ๐Ÿท๏ธ Pariwisata Regeneratif ๐Ÿท๏ธ Cradle To Cradle

MENINGKATKAN KETERLIBATAN PELANGGAN MELALUI STRATEGI KONTEN MEDIA SOSIAL DI INDUSTRI ARSITEKTUR

Di era digital saat ini, studio arsitektur dan desain interior semakin dituntut untuk tetap kompetitif dan terlihat, terutama di pasar yang jenuh seperti Indonesia. Banyak firma muda mengalami kesulitan bukan karena kurangnya kemampuan desain, melainkan karena kurangnya pemahaman bisnis dan strategi pemasaranโ€”khususnya dalam memanfaatkan media sosial untuk pertumbuhan merek. Penelitian ini menjawab permasalahan tersebut dengan menyelidiki bagaimana strategi konten media sosial dapat secara efektif meningkatkan keterlibatan pelanggan dan mendorong perolehan klien. Penelitian ini mengeksplorasi dua aspek utama: dimensi strategis konten (edukatif, inspiratif, menghibur, dan membangun kepercayaan) serta karakteristik konten (kehidupan visual, interaktivitas, imersivitas, dan informatif). Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis PLS-SEM, studi ini menguji bagaimana faktor-faktor tersebut memengaruhi keterlibatan pelanggan, niat beli, dan word-of-mouth elektronik (eWOM) pada pengguna media sosial yang akrab dengan akun arsitektur dan desain interior. Hasil temuan menunjukkan bahwa konten imersif dan interaktif memiliki pengaruh paling signifikan terhadap keterlibatan, yang menyarankan agar studio desain memprioritaskan format ini dalam perencanaan kontennya. Dengan mengidentifikasi kombinasi konten yang paling berdampak, studi ini tidak hanya memberikan kontribusi terhadap literatur akademik dalam pemasaran digital di industri kreatif, tetapi juga menawarkan rekomendasi praktis bagi firma desain kecil yang ingin tumbuh secara berkelanjutan melalui penggunaan media sosial yang strategis.

2025
๐Ÿ‘ค Penulis: Muhammad Sapta
๐Ÿท๏ธ Desain Interior ๐Ÿท๏ธ Pemasaran Digital ๐Ÿท๏ธ Media Sosial

EKSPLORASI GAYA KERAMIK JOMON WARE SEBAGAI PRODUK TABLEWARE

Periode J?mon, yang berlangsung pada masa Neolitikum Jepang, merupakan era penting dalam sejarah budaya Jepang, terutama dalam pengembangan keramik. Keramik J?mon, yang dikenal dengan bentuk dan pola khasnya, diproduksi tanpa roda tembikar dan menggunakan teknik pembuatan tangan, di mana tanah liat dibentuk secara bertahap menggunakan gulungan demi gulungan. Proses pembuatan ini melibatkan campuran tanah liat dengan bahan-bahan seperti mika, timah, serat, dan cangkang kerang untuk memperkuat dan mendekorasi bejana. Selain fungsinya sebagai wadah penyimpanan bahan pangan, keramik J?mon juga dihiasi dengan pola tali yang menciptakan tekstur unik, yang membedakannya dari keramik tradisional Jepang yang lebih halus dan elegan. Estetika keramik J?mon, meskipun dianggap kurang harmonis dibandingkan dengan tradisi keramik Jepang lainnya, memiliki daya tarik tersendiri sebagai simbol budaya yang kuat dan khas. Hasil penelitian ini menemukan bahwa visual keramik J?mon dapat memberikan aksen tersendiri pada ruang interior. Tatanan keramik J?mon yang spesifik dapat menghadirkan karakteristik yang kuat dan unik pada ruangan tertentu, memberikan nilai dekoratif yang membedakan ruang tersebut dari desain interior lainnya. Penggunaan keramik J?mon sebagai produk dekorasi interior tidak hanya menambah keindahan visual tetapi juga menambah kedalaman makna historis dan simbolis dalam ruangan. Penelitian ini mengungkap potensi dekorasi keramik dengan motif tertentu dapat menimbulkan kesan yang berbeda dari sebuah ruangan tersebut.

2024
๐Ÿ‘ค Penulis: Adicahya Hariaputra Susetio
๐Ÿท๏ธ Keramik J?Mon ๐Ÿท๏ธ Desain Interior ๐Ÿท๏ธ Simbol Budaya

PERAN DESAIN INTERIOR DALAM MEMBERIKAN KENYAMANAN TERHADAP PEMAIN BULU TANGKIS DI GOR KONI BANDUNG

Bulu tangkis adalah salah satu olahraga paling populer di dunia olahraga di Indonesia.Olahraga yang diakui secara global, dan telah menarik perhatian berbagai kelompok, tidak hanya dari berbagai rentang usia tetapi juga dari berbagai tingkat keterampilan. Penelitian ini menyelidiki bagaimana desain interior Gedung Olahraga KONI Bandung (GOR) dapat menjadi faktor penentu dalam memberikan kenyamanan bagi masyarakat untuk bermain Bulu tangkis. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang peran desain interior dalam menciptakan lingkungan yang mendukung dan nyaman bagi penggemar bulu tangkis di Bandung. Kualitas desain interior dapat berdampak signifikan pada pengalaman dan kenyamanan pemain. Penelitian kualitatif menjadi pilihan yang relevan untuk mempelajari Peran Desain Interior terhadap Kenyamanan Pemain Bulu tangkis di GOR KONI Bandung. Wawancara merupakan salah satu teknik pengumpulan data dalam penelitian kualitatif, memainkan peran sentral dalam memperoleh pemahaman yang mendalam dan kompleks tentang suatu topik. Pendekatan kualitatif memungkinkan peneliti untuk menyelami aspek subjektif dan pengalaman langsung para pemain yang menggunakan fasilitas GOR dan memahami bagaimana desain interior berkontribusi terhadap kenyamanan mereka. Dalam makalah ini, metode penelitian kualitatif digunakan untuk menyelidiki hubungan antara desain interior dan kenyamanan pemain di Gedung Olahraga KONI Bandung. Diharapkan dapat menghasilkan data kualitatif yang lebih kontekstual dan relevan untuk mendukung tujuan penelitian. Uji validitas data dilakukan untuk memastikan bahwa data yang diperoleh akurat dan dapat dipercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang yang dirancang dengan baik di GOR KONI Bandung memainkan peran penting dalam menciptakan lingkungan yang optimal dan kondusif untuk bermain bulu tangkis. Desain terintegrasi dengan baik dari dimensi fisik lapangan, ketinggian langit-langit, pencahayaan dan ventilasi, aksesibilitas fasilitas pendukung, serta keamanan dan kebersihan yang terjaga menciptakan lingkungan yang optimal untuk kegiatan yang dilakukan. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa penataan ruang yang baik di GOR KONI Bandung memiliki dampak signifikan terhadap kenyamanan, konsentrasi, dan performa pemain di lapangan. Kombinasi yang tepat antara warna dan pencahayaan sangat penting untuk menciptakan kondisi yang nyaman, aman, dan memuaskan secara estetika untuk bermain di GOR KONI. Dengan memperhatikan semua aspek ini, tempat tersebut dapat menciptakan lingkungan yang kondusif dan nyaman bagi pemain bulu tangkis, sehingga meningkatkan kenyamanan, performa, dan konsentrasi mereka. Oleh karena itu, sangat penting bagi manajemen tempat untuk memperhatikan aspek-aspek ini guna meningkatkan pengalaman bermain dan berkontribusi positif terhadap kesejahteraan keseluruhan mereka.

2024
๐Ÿ‘ค Penulis: Bilham Binardas Depari
๐Ÿท๏ธ Desain Interior ๐Ÿท๏ธ Penggemar Bulu Tangkis ๐Ÿท๏ธ Manajemen Rantai Pasok Olahraga
Halaman 2 dari 3
๐Ÿ’ฌ