📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 31 dokumen

PENGEMBANGAN MAINAN MODERN BERBASIS PERMAINAN BOLA BEKEL: ANALISIS DESAIN MENGGUNAKAN METODE ATUMICS

Eksistensi permainan tradisional bola bekel kian hari semakin tergeser oleh hadirnya permainan modern. Padahal, permainan bola bekel ini mengandung nilai budaya, moral, dan keterampilan yang penting untuk dipertahankan. Di lain sisi, sejumlah permainan tradisional justru berhasil dimodernisasi dan meraih popularitas secara global. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mentranformasikan permainan bola bekel menjadi permainan modern berbentuk fisik tanpa menghilangkan nilai-nilai esensial di dalamnya, dengan menggunakan metode ATUMICS (Artefact, Technique, Utility, Material, Icon, Concept, dan Shape). Studi ini dilakukan melalui analisis literatur, survei konsumen, dan pemetaan elemen-elemen permainan tradisional yang dianalisis menggunakan metode ATUMICS ke dalam struktur permainan modern. Hasil akhir penelitian berupa rancangan mainan modern berbentuk fisik yang tetap merepresentasikan nilai dan semangat dari permainan bola bekel, serta memiliki tampilan dan mekanisme yang relevan dengan tren masa kini. Dengan demikian penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pelestarian permainan tradisional dengan menggunakan pendekatan desain produk kedepannya.

2025
👤 Penulis: Muhammad Satria Aditama
🏷️ Desain Produk 🏷️ Permainan Tradisional

PENGEMBANGAN PRODUK ALAT BAWA DAN SAJI MAKANAN KHAS SOLO CABUK RAMBAK UNTUK MENDUKUNG INTERAKSI ANTARA PENJUAL DAN PEMBELI

Abstrak penelitian ini berangkat dari keprihatinan terhadap menurunnya kualitas interaksi sosial dalam budaya makan tradisional Solo, khususnya antara penjual dan pembeli. Dulu, komunikasi hangat tercipta melalui cara berjualan yang sederhana seperti duduk rendah dan alat jual yang ringan dibawa, namun kini tergantikan oleh gerobak yang lebih praktis namun menciptakan jarak emosional. Penelitian ini menawarkan solusi desain produk yang menggabungkan nilai tradisional dengan kebutuhan modern, berupa alat jual makanan khas Solo yang mobile namun tetap mendukung interaksi personal. Konsep ini tidak hanya menjawab kebutuhan fungsional, tetapi juga merevitalisasi makna makan sebagai ruang sosial, dengan desain yang memungkinkan kedekatan antara penjual dan pembeli. Sebagai bagian dari visi pelestarian budaya Pura Mangkunegaran, desain ini diharapkan dapat memperkuat identitas kuliner Solo dan menjadikannya relevan bagi generasi muda.

2025
👤 Penulis: Fakheera Zhillan Ainan
🏷️ Desain Produk 🏷️ Kuliner Tradisional 🏷️ Pelestarian Budaya

PERANCANGAN TABLEWARE DAUN JATI SEBAGAI REVITALISASI NILAI SIMBOLIS KULINER SEGA JAMBLANG DALAM BUDAYA KONTEMPORER

Nasi Jamblang, sebagai salah satu warisan kuliner khas Cirebon, telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kemendikbudristek pada tahun 2023. Ciri khas dari penyajian Nasi Jamblang adalah penggunaan daun jati sebagai alas dan pembungkus yang tidak hanya memberikan cita rasa unik, tetapi juga merepresentasikan nilai-nilai lokal yang sarat makna. Namun, perkembangan modernisasi membawa tantangan terhadap keberlanjutan tradisi ini, dengan degradasi nilai-nilai simbolis yang melekat pada penggunaan daun jati. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain tableware yang terinspirasi dari bentuk dan esensi daun jati sebagai upaya melestarikan simbol budaya Nasi Jamblang dalam era kontemporer. Dengan pendekatan Metode desain berupa ATUMICS yang menggabungkan unsur tradisional dan modern, penelitian ini berupaya untuk menjaga nilai-nilai budaya lokal sambil memenuhi kebutuhan estetika dan fungsionalitas modern. Hasil penelitian ini diharapkan tidak hanya menciptakan produk tableware yang inovatif, tetapi juga berkontribusi dalam konservasi budaya dan identitas lokal Cirebon di tengah tantangan globalisasi.

2025
👤 Penulis: Muhamad Aripin
🏷️ Kuliner 🏷️ Desain Produk 🏷️ Konservasi Budaya

PENGEMBANGAN DESAIN FITTING MENGGUNAKAN PENCETAKAN 3D UNTUK FURNITUR KARDUS MODULAR

Furnitur kardus modular semakin populer sebagai solusi praktis, ekonomis, dan efisien untuk penggunaan sementara. Namun, furnitur kardus modular yang tersedia saat ini umumnya hanya mengandalkan sistem tumpuk tanpa mekanisme penguncian yang kuat, sehingga kurang stabil dalam berbagai konfigurasi. Fitting sebagai komponen penghubung berperan krusial dalam menunjang sambungan antar modul furnitur kardus. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan fitting berbasis pencetakan 3D yang dapat mengoptimalkan modularitas dan stabilitas furnitur kardus. Dalam penelitian ini, material kardus single-wall flute C digunakan untuk mengembangkan modul rak kardus berbentuk kubus dengan dimensi 35 × 35 × 35 cm, di mana setiap sudut modul diberikan lubang sebagai titik pemasangan fitting. Pengujian kekuatan struktural menunjukkan bahwa modul mampu menahan beban hingga 18 kg sebelum mengalami tekukan pada bidang yang menerima tekanan. Pengembangan fitting dilakukan menggunakan teknologi pencetakan 3D metode Fused Deposition Modeling (FDM) dengan mesin MakerBot Replicator 2 dan filamen PLA MakerBot. Metode Finite Element Analysis (FEA) digunakan untuk menganalisis kekuatan struktural fitting, menunjukkan bahwa ultimate tensile strength sebesar 62 MPa tercapai pada gaya tarik 46 N. Pengembangan desain fitting menghasilkan 17 varian, yang terdiri dari modul sambungan tepi dan sambungan sudut, dengan konfigurasi yang beragam. Dengan adanya fitting ini, konfigurasi furnitur kardus menjadi lebih fleksibel, stabil, dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan sistem sambungan berbasis pencetakan 3D untuk furnitur kardus, yang lebih optimal dibandingkan metode konvensional.

2025
👤 Penulis: Abdul Gafur Maulana Achmad
🏷️ Desain Produk 🏷️ Pencetakan 3D 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan

PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN RANGKA KURSI RODA ELEKTRIK BERBASIS ISO 7176-5 DAN DATA ANTROPOMETRI MANUSIA INDONESIA

Kursi roda elektrik telah menjadi solusi dan pilihan yang tak tergantikan bagi para penyandang disabilitas di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Menghasilkan produk yang baik dalam desain produk memerlukan serangkaian kegiatan berupa perencanaan dan pengembangan produk, mulai dari tahap pemunculan ide, analisis yang dilanjutkan dengan tahap pengembangan, konsep desain, sistem dan detail, pembuatan prototipe, proses produksi, dan pengujian produk. Pemecahan masalah untuk menghasilkan desain yang baik juga mempertimbangkan faktor manusia dan aktivitasnya, seperti ukuran, bentuk tubuh, posisi aktivitas, perilaku, dan kebiasaan aktivitas, untuk mencapai produktivitas kerja. Ergonomi adalah salah satu persyaratan untuk mencapai kualitas, desain bersertifikasi, dan kebutuhan pelanggan. Desain harus memberikan keselamatan, kesehatan, keamanan, dan kenyamanan bagi manusia saat menggunakan dan mengoperasikannya. Kursi roda elektrik dirancang untuk digunakan oleh penyandang disabilitas untuk memudahkan mobilitas. Pada penelitian ini telah dilakukan indentifikasi masalah, pengumpulan, pengolahan, dan perancangan data dengan menambahkan fitur-fitur atau inovasi yang dapat memudahkan pengguna kursi roda. Perancangan ini dilakukan dengan menggunakan software autodesk inventor professional 2025 dengan mempertimbangkan berbagai macam ukuran. Ukuran yang digunakan dalam perancangan ini adalah data antropometri manusia Indonesia. Standar internasional seperti ISO 7176-5 memberikan pedoman penting dalam mengembangkan kursi roda elektrik, namun demikian penting untuk mempertimbangkan data antropometri manusia Indonesia dalam proses perancangan. Dimensi, stabilitas, kemampuan manuver, mobilitas dan penyimpanan produk serta kekuatan, daya tahan, dan informasi produk adalah parameter dari penelitian ini. Desain kursi roda elektrik menggabungkan teknologi, kenyamanan, keamanan, estetika, dan kemudahan penggunaan. Dengan mempertimbangkan data antropometri manusia Indonesia, desain kursi roda elektrik dapat dioptimalkan untuk memberikan kenyamanan dan perlindungan yang maksimal bagi pengguna di Indonesia sehingga dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan mobilitas terbatas di Indonesia.

2025
👤 Penulis: Sutrisno
🏷️ Desain Produk 🏷️ Ergonomi 🏷️ Kursi Roda Elektrik

RANCANG BANGUN ALAT PENGHISAP DAUN DENGAN MEMANFAATKAN EFEK VENTURI DARI PRINSIP BERNOULLI SERTA SISTEM KENDALI ANDORID

Daun merupakan salah satu bagian pada tumbuhan memegang peranan penting yakni sebagai media fotosintesis. Daun yang awalnya berwarna hijau dapat berubah menjadi kering dan mulai berguguran. Daun yang berguguran tersebut akan menimbulkan masalah kebersihan. Penanganan sampah daun kering dengan menggunakan sapu memakan waktu yang lama. Untuk mengatasi permasalahan di atas, dibuatlah sebuah alat penghisap daun kering yang dapat dikendalikan dengan aplikasi Android untuk menghisap daun kering yang diharapkan dapat memberikan dampak postif dalam upaya penanganan sampah daun kering. Tujuan dari penelitian ini yaitu merancang, mendesain, memanufaktur, serta menganalisis performa alat penghisap daun kering dalam bentuk purwarupa produk. Dalam rancang bangun alat penghisap daun kering tersebut, dilakukan studi literatur dan pengumpulan data pendukung untuk melandasi pemikiran apa yang harus dikerjakan. Setelah itu, proses perancangan desain dapat dilakukan berlandaskan studi yang telah dikerjakan. Kemudian rancangan desain disimulasikan untuk memprediksi kinerja dari alat. Apabila hasil yang diharapkan tercapai, maka proses manufaktur dapat dilakukan. Untuk menilai dari alat penghisap daun kering, performanya harus diuji terlebih dahulu. Setelah pengujian dikerjakan, dilakukan analisis dan penarikan kesimpulan dari proses rancang bangun alat penghisap daun kering. Alat penghisap daun kering dengan memanfaatkan efek venturi yang timbul dari prinsip Bernoulli telah dirancang, didesain, dan dimanufaktur yang memanfaatkan proses percetakan 3 dimensi dalam bentuk purwarupa produk. Alat penghisap daun kering mampu untuk menghisap daun sebesar rata-rata 13,59 gram tiap menitnya.

2025
👤 Penulis: Michael Chandra Wijaya
🏷️ Teknologi Manufaktur 🏷️ Desain Produk 🏷️ Hidrologi

PENGEMBANGAN SARANA DISPLAY BAZAR PAKAIAN DENGAN PENDEKATAN SISTEM MODULAR UNTUK MENINGKATKAN MOBILITAS

Industri fesyen akan terus berkembang dengan kontribusi sebesar 18,1% atau setara dengan Rp.116 triliun. Dari 3 subsektor ekraf pada tahun 2018 berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistika), fesyen sebagai subsektor ekraf yang tumbuh pesat sebesar 17%. Dengan pengembangan dalam sektor ekonomi kreatif khususnya dalam bidang fesyen, mendorong para pelaku usaha untuk terus berkompetisi dalam pasar yang semakin besar, salah satu bentuk usaha industri fesyen dalam meningkatkan pasar, yakni dengan melakukan pameran atau bazar. Pada sebuah acara bazar, terdapat stand yang digunakan para penjual. Pada sebuah stand dibutuhkan properti-properti untuk menunjang promosi produk. Permasalahan yang umum ditemukan pada bazar atau pameran adalah ruang yang terbatas dan kecil, jarak antara drop out barang dengan posisi stand jauh, serta waktu pengemasan properti yang cepat dan terbatas. Untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan produk dengan penggunaan yang baik dan tepat, serta dapat memudahkan serta meringkaskan pekerjaan penggunanya. Menggunakan metode kualitatif, pengumpulan data melalui studi literatur, observasi, wawancara dan penyebaran kuesioner. Sebagai bentuk pemecahan masalah, didesain sebuah properti display menggunakan sistem modular dan dapat disesuaikan sesuai kebutuhan sehingga memudahkan pengguna dalam membawa, merakit, dan menyimpannya.

2024
👤 Penulis: Rara Kefrist Dasmelia
🏷️ Desain Produk 🏷️ Pemanfaatan Sistem Modular 🏷️ Perubahanan Pasar Fesyen

PENGEMBANGAN DESAIN SEPATU PLATFORM UNTUK KOMUNITAS ALTERNATIVE FASHION SEBAGAI UPAYA MENYIKAPI PASAR KONSUMSI REMAJA

Sepatu merupakan suatu alas kaki yang digunakan untuk melindungi kaki penggunanya, Seiring berjalannya waktu sepatu tidak hanya digunakan untuk tujuan fungsional tetapi juga untuk tujuan fashion dan gaya yang sudah terlihat di zaman sekarang. Salah satu jenis sepatu, Sepatu Platform, merupakan alas kaki yang populer di kalangan remaja khususnya komunitas Alternative Fashion karena tampilannya yang unik. Desain solnya yang tebal dan tinggi menjadikan sepatu tersebut pilihan alas kaki sehari-hari komunitas tersebut sebagai sarana ekspresi diri dan gaya fashion mereka. Sepatu yang tidak praktis ini menjadi salah satu alas kaki utama dalam komunitas Alternative Fashion yang menyebabkan beberapa masalah karena anggota komunitas yang muda ini memprioritaskan gaya daripada kenyamanan sehingga menghambat kegiatan konsumen sehari-hari.

2024
👤 Penulis: Divany Olivia
🏷️ Desain Produk 🏷️ Komunitas Alternative Fashion 🏷️ Fashion Dan Gaya

ANALISIS DESAIN MANUFAKTUR DAN PERAKITAN PADA DESAIN SMART POINT DI INDUSTRI MANUFAKTUR PADAT KARYA

Dalam pengembangan Industri 4.0, diperlukan alat yang dapat membantu proses manufaktur terutama dalam sistem produksi manufaktur. Smart Point merupakan alat yang didesain untuk merencanakan, memantau, dan mengendalikan sistem produksi manufaktur yang sedang berjalan. Dalam rangka mengoptimalkan proses pembuatan Smart Point, digunakan analisis desain manufaktur dan perakitan metode Lucas-Hull yang membantu mengidentifikasi komponen dan fitur penting pada keseluruhan desain. Pada penelitian ini, diterapkan 4 parameter yang dimulai dari analisis fungsional, analisis manufaktur, analisis penanganan, dan analisis perakitan. Analisis fungsional dilakukan dengan menghitung nilai functional design efficiency (FE) pada komponen desain produk. Analisis manufaktur dilakukan dengan pemilihan material dan rute produksi yang paling tepat untuk komponen esensial. Analisis penanganan dilakukan dengan menghitung nilai handling index (HI) dan handling ratio (HR) pada komponen desain produk. Analisis perakitan dilakukan dengan menghitung nilai fitting index (FI) untuk setiap proses perakitan, assembly total (AT), dan assembly ratio (AR) pada komponen desain produk. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa nilai FE pada analisis fungsional mengalami kenaikan setelah penerapan DFMA. Penggunaan DFMA pada analisis manufaktur juga menghasilkan opsi material dan proses manufaktur yang sesuai dengan kebutuhan desain. Selain itu, penerapan DFMA berhasil meningkatkan nilai efisien pada analisis penanganan dan perakitan assembly Smart Point.

2024
👤 Penulis: Shellyana Florencia
🏷️ Industri Manufaktur 🏷️ Desain Produk 🏷️ Analisis Fungsional

PERANCANGAN KONSEP UPCYCLING PADA PAKAIAN PASCA-KONSUMSI: BERBASIS PREFERENSI WANITA MUDA

Industri fast fashion yang berkembang pesat memberikan dampak signifikan terhadap lingkungan, termasuk peningkatan limbah tekstil. Terdapat penelitian yang dilakukan Wrap (2020), terdapat kecenderungan masyarakat secara global hanya menggunakan 20-30% dari jumlah pakaian di dalam lemari dan sisanya dibiarkan menumpuk, sehingga berpotensi menjadi sampah tekstil. Salah satu solusi yang dapat diterapkan dalam mengatasi permasalahan ini adalah penerapan teknik upcycling, yang mampu memperpanjang masa hidup pakaian pasca-konsumsi dengan mengolahnya menjadi produk baru yang bernilai estetika dan fungsional. Perancangan ini bertujuan merancang penerapan konsep upcycling untuk produk fesyen berdasarkan preferensi individu, terutama pada konsumen wanita muda urban. Metode perancangan ini menggunakan pendekatan kualitatif desain, melibatkan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan pengujian preferensi responden. Proses desain dilakukan menggunakan metode design thinking untuk merancang pakaian memahami kebutuhan, keinginan, dan kesulitan konsumen dan menghasilkan solusi mode yang tidak hanya menarik secara visual tetapi juga praktis, berkelanjutan, dan inovatif. Dengan teknik moulage dan patchwork, memanfaatkan pakaian lama untuk menciptakan produk baru yang berkelanjutan. Hasil perancangan menunjukkan bahwa teknik upcycling tidak hanya efektif dalam mengurangi limbah tekstil, tetapi juga menghasilkan produk yang relevan secara estetika dan sesuai dengan preferensi konsumen. Perancangan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan strategi fesyen berkelanjutan di Indonesia dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gaya hidup yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

2024
👤 Penulis: Riska Dewi Juliyanti
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Desain Produk

ANALISIS PENERAPAN PRINSIP DESAIN BERKELANJUTAN PADA PROYEK TUGAS AKHIR DESAIN PRODUK (STUDI KASUS: TELKOM UNIVERSITY TAHUN 2021-2023)

Perlunya mengevaluasi implementasi prinsip desain berkelanjutan dalam tugas akhir mahasiswa Desain Produk mengingat meningkatnya dukungan terhadap konsep berkelanjutan, untuk memahami sejauh mana mahasiswa menerapkan konsep ini dalam karya TA. Penelitian ini melibatkan analisis kualitatif terhadap karya Tugas Akhir dari mahasiswa Desain Produk Telkom University sebagai studi kasus, dengan data dikumpulkan dari sampel desain tugas akhir pada rentang waktu 2021 – 2023 dan dianalisis memanfaatkan?keypoint atau kategori berdasarkan matriks desain berkelanjutan, silabus mata kuliah desain berkelanjutan, dan silabus mata kuliah Tugas Akhir untuk menilai penerapan prinsip-prinsip desain produk dan desain berkelanjutan pada karya TA. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam penerapan konsep keberlanjutan, terutama dalam hal eksplorasi ide inovatif dan dampak positif terhadap lingkungan. Terdapat variasi dalam kualitas implementasi pada aspek teknis, fungsionalitas, dan estetika. Mahasiswa cenderung menggunakan material berkelanjutan dan menerapkan prinsip efisiensi, namun konsistensi dalam penerapan prinsip-prinsip ini masih perlu ditingkatkan. Dapat disimpulkan bahwa kesadaran yang tinggi terhadap desain berkelanjutan, perlu adanya upaya lebih lanjut untuk memastikan kualitas desain yang menyeluruh dan konsisten. Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa indikator perancangan desain produk yang baik berdasarkan praktik desain berkelanjutan yang dirinci dalam tabel indikator perancangan desain produk berkelanjutan dan matriks desain produk berkelanjutan di bab V. Temuan ini diharapkan dapat memberikan pedoman praktis bagi mahasiswa dan desainer produk, serta berkontribusi pada perkembangan desain berkelanjutan di institusi pendidikan dan industri.

2024
👤 Penulis: Yusron Falahi
🏷️ Desain Produk 🏷️ Berkelanjutan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PENGEMBANGAN PRODUK BARU MENGGUNAKAN DESIGN THINKING UNTUK PRODUK DEKORASI RUMAH (STUDI KASUS : ALGAEID)

Isu perubahan iklim telah mendapatkan perhatian yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam beberapa dekade terakhir, dengan dampaknya yang dirasakan secara global. Salah satu solusi inovatif untuk mengurangi perubahan iklim adalah penggunaan teknologi berbasis mikroalga, yang dikenal dengan efisiensinya yang tinggi dalam menyerap karbon dioksida dibandingkan dengan pohon tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk berkontribusi pada pengembangan teknologi hijau dengan mengeksplorasi potensi komersial produk dekorasi rumah berbasis mikroalga, khususnya lampu dari AlgaeID. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengumpulkan umpan balik untuk perbaikan produk dan mengidentifikasi faktor- faktor kunci yang mempengaruhi adopsi dekorasi rumah berbasis mikroalga. Dengan menggunakan wawancara semi-terstruktur dengan sampel acak terstratifikasi dari responden Gen Z dan milenial, penelitian ini mengungkapkan wawasan kritis tentang pertimbangan desain, fungsionalitas, dan biaya untuk prototipe AlgaeID untuk meningkatkan daya tarik pasar dan keberhasilan produk AlgaeID, sehingga sesuai dengan harapan dan permintaan konsumen. Penelitian ini menyoroti pentingnya keseimbangan antara daya tarik estetika, fungsionalitas praktis, dan dampak lingkungan dalam pengembangan produk.

2024
👤 Penulis: Noor Nafisah
🏷️ Desain Produk 🏷️ Inovasi Teknologi Hijau 🏷️ Pemanfaatan Mikroalga

MENINGKATKAN INOVASI BUKU KOMIK PENDIDIKAN MELALUI PEMIKIRAN DESAIN: STUDI KASUS LAB BUDDY

Tingginya angka bonus demografi di Indonesia merupakan keuntungan besar yang perlu dioptimalkan untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045, salah satunya dengan meningkatkan kualitas pendidikan. Meskipun pemerintah telah berupaya dengan meningkatkan kuantitas sekolah, kualitas pendidikan di Indonesia masih tertinggal dari negara lain. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah Indonesia harus menciptakan lingkungan belajar yang dapat memenuhi kebutuhan dan metode belajar siswa yang beragam, terutama dalam mata pelajaran Matematika. Kemajuan teknologi telah memperkenalkan berbagai macam alat bantu edukasi inovatif, salah satunya adalah komik edukasi matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi produk komik edukasi matematika yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi siswa serta orang tua dengan menggunakan konsep pemikiran desain. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara semi-terstruktur dengan target pelanggan produk ini. Data dianalisis melalui pengodean terbuka, pengodean pola, dan triangulasi untuk validitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk telah memenuhi kebutuhan dan preferensi responden, namun masih perlu perbaikan pada struktur kalimat komik. Masukan yang diberikan juga harus dipertimbangkan dengan cermat sebelum implementasi produk, menyoroti pentingnya pemikiran desain dalam memenuhi kebutuhan dan preferensi target pelanggan secara akurat.

2024
👤 Penulis: Ainaya Chairunnisa
🏷️ Desain Produk 🏷️ Pendidikan Matematika 🏷️ Komik Edukasi

MENGEKSPLORASI PREFERENSI PELANGGAN SANTOON YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK FASHION

Di era digital ini, ada pergeseran yang luar biasa menuju belanja online, terutama di industri fashion. Terlepas dari tren ini, Santoon, merek pakaian di Indonesia, menghadapi tantangan dengan penjualan online yang jauh lebih rendah dibandingkan penjualan offline, meskipun sebagian besar pelanggan Santoon dan pasar sasaran lebih memilih membeli produk fashion online. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi preferensi pelanggan Santoon yang mempengaruhi keputusan pembelian mereka untuk membeli produk fashion. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, menggunakan wawancara semi-struktur untuk mengumpulkan wawasan rinci. Teknik sampel yang digunakan adalah sampling non-probability purposive, berfokus pada pelanggan Santoon sebelumnya dan pasar sasarannya. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan wawasan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kehadiran online Santoon dan menyesuaikan strategi pemasaran dengan preferensi pelanggan. Temuan ini mengungkapkan bahwa desain, kualitas, dan ukuran adalah faktor yang paling penting yang mempengaruhi preferensi pelanggan terhadap pembelian produk fashion. Selain itu, deskripsi produk terperinci dan ulasan pelanggan memainkan peran penting dalam mempengaruhi preferensi belanja online. Sementara dalam situasi tertentu, pelanggan lebih suka mengunjungi toko offline untuk secara fisik melihat dan sampel produk, keputusan pembelian akhir sering dibuat secara online. Temuan ini menyoroti pentingnya meningkatkan detail deskripsi produk online dan memanfaatkan ulasan pelanggan untuk membangun kepercayaan. Selain itu, mengintegrasikan pengalaman belanja online dan offline dapat menangani perilaku pelanggan hibrida.Rekomendasi yang dapat dilakukan untuk Santoon termasuk meningkatkan detail dan akurasi deskripsi produk online, memanfaatkan ulasan pelanggan untuk membangun kepercayaan, dan mengintegrasikan pengalaman belanja online dan offline untuk memenuhi perilaku pelanggan hibrida. Selain itu, penelitian ini menyarankan Santoon harus mengoptimalkan penggunaan Instagram untuk pemasaran yang ditargetkan, mengingat bahwa sebagian besar pengguna Instagram Indonesia berada dalam demografi pasar target mereka.

2024
👤 Penulis: Amira Luthfiyya Wibowo
🏷️ Desain Produk 🏷️ Pengalaman Belanja Online-Offline 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Digital

PERANCANGAN FASILITAS ISTIRAHAT TAMAN RUMAH SAKIT BERKONSEP HEALING ENVIRONMENT (STUDI KASUS: RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA SUKAPURA)

Pelayanan kesehatan merupakan hak setiap orang yang dijamin dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Rumah sakit adalah salah satu contoh implementasi hak pelayanan yang diakui oleh Undang-Undang dan perancangannya sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi pengalaman pasien di rumah sakit, juga ditekankan pada aspek-aspek non medis berupa keamanan dan kenyamanan bagi para pasien. Banyak pendekatan-pendekatan yang telah diupayakan dalam mencapai efektivitas pada aspek percepatan durasi pemulihan pasien, salah satunya berupa unsur alam dan dukungan keluarga serta lingkungan sekitarnya. Dalam konteks ini, taman rumah sakit sebagai ruang terbuka hijau penyedia udara segar dan ventilasi alami, sebagai penyedia cahaya dan pencahayaan alami, tidak hanya berfungsi sebagai penyegar dari atmosfer rumah sakit yang seringkali suram, namun juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana penyegaran bagi orang yang sedang bergantian merawat anggota yang sakit atau sekedar datang ke rumah sakit untuk melakukan rawat jalan. tujuan dari penelitian ini mengefektifkan fungsi taman rumah sakit melalui desain produk dengan konsep healing environment yang dapat menjadi sarana peningkatan kualitas hidup komunitas perawatan medis di rumah sakit. Dengan pengembangan fasilitas istirahat ini diharapkan dapat menciptakan ruang dimana pasien, pendamping dan/ keluarga dapat berinteraksi memberikan dukungan satu sama lain.

2024
👤 Penulis: Putri Amalia
🏷️ Healing Environment 🏷️ Desain Produk 🏷️ Komunitas Perawatan Medis
Halaman 2 dari 3
💬