📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 20 dokumenMENINGKATKAN LAYANAN DIGITAL PERBANKAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE DESIGN THINKING
Penelitian ini mengkaji tantangan yang dihadapi Bank IRIS dalam meningkatkan layanan perbankan digital di tengah meningkatnya keluhan pelanggan selama periode pasca-pandemi COVID-19. Dengan menggunakan metode Design Thinking, penelitian ini menitikberatkan pada peningkatan kepuasan pelanggan melalui solusi terhadap dimensi kepuasan pelanggan dalam metode SERVQUAL (keterandalan, bukti fisik, daya tanggap, jaminan, empati). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, survei, dan analisis log keluhan yang berhasil mengidentifikasi poin utama: seringnya gangguan konektivitas, kurangnya mekanisme penanganan kesalahan yang efektif, dan lambatnya respons layanan pelanggan. Solusi yang diusulkan meliputi penerapan Content Delivery Network (CDN) untuk meningkatkan konektivitas, pengenalan indikator status koneksi untuk menghindari ketidakpastian dalam bertransaksi, dan penggunaan chatbot berbasis AI untuk dukungan real-time. Selain itu, program pelatihan untuk staf customer service untuk meningkatkan pengetahuan dan efektifitas layanan juga disarankan. Studi ini juga menekankan pentingnya integrasi umpan balik (customer loop feedback) untuk perbaikan yang berkelanjutan. Pengujian terhadap solusi yang diusulkan menunjukkan tingkat penerimaan dan kepuasan yang tinggi di antara para nasabah. Hasil pengujian ini membuktikan efektivitas saran-saran yang diberikan dalam mengatasi masalah pelanggan dan meningkatkan loyalitas. Meski terfokus pada Bank IRIS, temuan ini bermanfaat untuk memberikan pengetahuan praktis bagi bank lain dalam menghadapi tantangan serupa di era transformasi digital.
MENEMUKAN SOLUSI UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN APOTEK HANA: IMPLEMENTASI DESIGN THINKING
Menurut Profil Statistik Kesehatan (2023), tingkat keluhan kesehatan di daerah pedesaan dalam sebulan terakhir 1,09% lebih tinggi dibandingkan daerah perkotaan. Namun, sebaliknya, persentase masyarakat yang menerima perawatan rawat jalan justru 4,34% lebih tinggi di perkotaan dibandingkan di pedesaan. Data ini menunjukkan adanya ketidakmerataan fasilitas layanan kesehatan di Indonesia, termasuk di provinsi Sumatera Selatan. Distribusi fasilitas kesehatan di Sumatera Selatan terkonsentrasi di kota besar seperti Palembang, Baturaja, dan Lubuk Linggau. Akan tetapi, Akses fasilitas layanan kesehatan seperti apotek masih terbatas di daerah pedesaan. Hal ini menyebabkan bidan desa mengalami kesulitan dalam menyediakan kebutuhan perbekalan kefarmasian untuk klinik praktek mandiri mereka. Disisi lain beberapa apotek di kota Palembang seperti Apotek Hana mengalami kendala terhadap jumlah penjualan mereka akibat tingginya persaingan antar apotek di kota Palembang. Kondisi ini dapat menjadi peluang bagi apotek Hana untuk meningkatkan jumlah penjualannya dengan melakukan kolaborasi dengan bidan desa di desa sekitar kota Palembang. Kolaborasi ini membutuhkan strategi yang ideal untuk menarik bidan desa sebagai pelanggan apotek Hana. Oleh sebab itu, penting untuk memahami kebiasaan dan preferensi bidan desa dalam berbelanja untuk menyediakan perbekalan kefarmasian mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kebiasaan dan preferensi bidan desa agar menghasilkan strategi kolaborasi yang ideal antara Apotek Hana dengan Bidan desa di sekitar Kota Palembang. Peneliti menggunakan pendekatan design thingking untuk mengembangkan strategi kolaborasi ini dengan 5 proses tahapan yakni Empathy, Define, Ideate, Prototype, dan Test. Pengumpulan data primer menggunakan dua metode yakni metode kualitatif dengan in-depth interview terhadap 13 bidan desa, dan metode kuantitatif menggunakan survey dengan kuestioner untuk pengujian kesesuaian prototype yang dihasilkan. Dari hasil analisa, peneliti mengidentifikasi empat tantangan utama bidan desa dalam mengakses perbekalan kefarmasian mereka yakni jarak tempuh yang jauh, biaya yang tinggi, serta variasi produk yang sering terbatas. Berdasarkan hasil analisis ini, peneliti menyarankan 4 program sebagai solusi tantangan bidan desa yakni program harga pengiriman bertingkat, program keanggotaan, program diskon, serta program pembayaran kredit. Masing-masing program dirancang rencana implementasinya selama 1 tahun dan diproyeksikan dalam 6 bulan mendatang, penjualan apotek Hana dapat meningkat hingga delapan kali lipat
PERANCANGAN SISTEM PEMUNGUTAN TARIF PARKIR BAHU JALAN BERBASIS APLIKASI DI KOTA BANDUNG PADA LAPISAN BISNIS DAN SISTEM INFORMASI
Di Kota Bandung, terdapat sistem pemungutan tarif parkir bahu jalan elektronik yang memanfaatkan meteran atau terminal parkir elektronik (TPE) untuk menyediakan antarmuka bagi penerima jasa parkir (PJP) yang dapat secara langsung meneruskan dana pembayaran parkir ke sistem kas pemerintahan kota sehingga praktik retribusi parkir liar dapat diminimalkan dan pendapatan parkir pemerintahan dapat meningkat. Namun pada praktiknya, sistem ini dinilai belum dapat merealisasi tujuan sistem akibat kurangnya pemanfaatan sistem oleh PJP. Pembayaran tarif parkir bahu jalan melalui sistem berbasis TPE dinilai kurang diminati PJP. Di sisi lain, pengembangan dan pengoperasian sistem berbasis TPE membutuhkan biaya yang dinilai tinggi sehingga ketika pemasukan parkir melalui TPE tidak maksimal, maka pemkot justru mengalami kerugian finansial. Dengan ini, terdapat peluang untuk merancang alternatif bentuk sistem pemungutan tarif parkir bahu jalan elektronik di Kota Bandung yang dapat meningkatkan kemauan PJP untuk melakukan pembayaran tarif parkir bahu jalan melalui sistem elektronik sekaligus menawarkan biaya modal dan pengoperasian yang lebih rendah dibandingkan sistem terkini. Tugas akhir ini menghasilkan solusi berupa rancangan sistem pemungutan tarif parkir bahu jalan berbasis aplikasi di Kota Bandung yang dapat meningkatkan kemauan PJP untuk membayar tarif parkir bahu jalan melalui sistem elektronik dan menawarkan biaya modal dan pengoperasian yang lebih rendah dibandingkan sistem berbasis TPE. Pada konteks pengembangan sistem, tugas akhir hanya dilakukan sampai tahap penciptaan prototipe sistem. Metodologi tugas akhir yang digunakan adalah design thinking. Pada tahap penciptaan prototipe, perancangan sistem dilakukan dengan membagi lapisan arsitektur menjadi lapisan bisnis dan sistem informasi. Sistem yang dirancang menawarkan perubahan pada aspek mekanisme pricing enforcement serta antarmuka sistem bagi PJP untuk memesan sesi parkir. Pada lapisan sistem informasi, terdapat rancangan aplikasi web yang dapat digunakan PJP untuk memesan sesi parkir dan aplikasi dasbor bagi UPT Parkir Dishub Kota Bandung untuk mengatur variabel pemungutan tarif, melihat informasi pemasukan, dan melakukan pricing enforcement. Hasil rancangan yang diciptakan adalah desain sistem yang dideskripsikan dengan diagram-diagram UML dan prototipe high-fidelity antarmuka aplikasi. Hasil rancangan diuji untuk memastikan bahwa sistem yang dirancang mampu meningkatkan kemauan PJP untuk membayar tarif parkir bahu jalan melalui sistem elektronik dan menawarkan biaya keseluruhan yang lebih rendah dibandingkan sistem terkini. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sistem yang dirancang mampu meningkatkan kemauan PJP untuk membayar melalui sistem dengan menawarkan tingkat learnability sistem yang lebih tinggi, meningkatkan efisiensi penggunaan dengan mengurangi upaya mobilisasi PJP, dan menyediakan opsi metode pembayaran yang lebih diminati. Hasil pengujian juga menunjukkan bahwa sistem yang dirancang diestimasi menawarkan biaya keseluruhan yang 96,93% lebih murah dibandingkan sistem terkini.
MENINGKATKAN KEUNGGULAN KOMPETITIF MELALUI KESESUAIAN MASALAH DAN SOLUSI: STUDI PADA INDUSTRI UKM PAKAIAN JADI DI INDONESIA
Industri pakaian adalah industri yang kompetitif, terutama di Indonesia. Hal ini terlihat dari peningkatan signifikan dalam industri pakaian di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, menjadikannya sebagai kontributor utama bagi ekonomi nasional. Peningkatan ini merupakan peluang baru bagi UMKM untuk memaksimalkan potensi mereka guna mendapatkan banyak manfaat. Namun, masalah yang sering terjadi adalah banyak produk yang tidak dapat berkembang lebih lanjut atau bahkan tidak diterima oleh pasar karena produk tersebut ternyata tidak dibutuhkan. Memahami pentingnya menciptakan produk yang sesuai dengan Problem- Solution Fit, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis masalah dan kebutuhan pasar terkait industri pakaian untuk menciptakan produk yang sesuai dengan pasar. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode wawancara mendalam pada Wanita Gen-Z di Indonesia, kemudian data diolah menggunakan metode koding. Penelitian ini menggunakan kerangka kerja Design Thinking sebagai fondasi, dan data akan dianalisis sebagai proses validasi produk Overs. Temuan menunjukkan bahwa responden Gen-Z mengalami masalah terkait fleksibilitas, keefektifan, dan kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari mereka terkait dengan pakaian. Produk Overs sudah dapat menjadi solusi dalam hal tersebut, namun masih diperlukan pengembangan lebih lanjut yang terstruktur untuk menciptakan produk yang tidak hanya menjawab masalah pasar tetapi juga diinginkan oleh pasar.
EVALUASI USABILITY DAN PERANCANGAN PERBAIKAN PADA WEBSITE BUKARA MENGGUNAKAN EYE TRACKER
PT Cinquer Agro Nusantara (CAN) merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang bumbu masak dan berdedikasi untuk menyediakan rempah-rempah berkualitas tinggi bagi konsumen. Produk Bukara diluncurkan di pasar Indonesia pada tahun 2022 dan situs resminya dibuat pada Agustus 2023 untuk menjangkau dan menarik perhatian pelanggan baru secara online. Dengan peluncuran situs Bukara yang baru, product manager Bukara ingin mengetahui apakah situs yang telah dirancang dapat diterima dan digunakan dengan mudah oleh calon pengguna. Hasil pada studi pendahuluan menunjukkan bahwa 31 responden (96,87%) menemukan masalah saat menggunakan situs Bukara. Maka, butuh dilakukan evaluasi lebih lanjut untuk situs Bukara. Pendekatan yang digunakan untuk mengevaluasi permasalahan situs Bukara adalah konsep usability. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui usability darisitus Bukara dan untuk menyusun usulan perbaikan berdasarkan hasil evaluasi yang didapatkan. Metode evaluasi usability yang digunakan adalah usability testing dan usability inquiry. Usability testing dilakukan dengan cara Retrospective Think-Aloud (RTA), performance measure, serta neuro-usability testing menggunakan alat eye tracker. Sedangkan usability inquiry menggunakan kuesioner System Usability Scale (SUS) untuk memperoleh penilaian usability dari partisipan. Dalam penelitian ini, terdapat 20 partisipan berkategori pengguna baru. Partisipan diminta untuk melakukan empat tugas yang dipilih berdasarkan masalah yang teridentifikasi pada hasil studi pendahuluan. Dengan mempertimbangkan hasil evaluasi usability, akan disusun usulan perbaikan menggunakan metode design thinking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua tugas berhasil dilakukan secara efektif, namun hanya Tugas 2 yang berhasil dilakukan secara efisien. Berdasarkan hasil perhitungan error rate, terdapat 24 jenis kesalahan yang ditemukan dan 22 komentar terkait masalah yang dialami melalui hasil RTA. Hasil eye tracker memberikan informasi tentang perhatian visual partisipan. Hasil kuesioner SUS memperoleh nilai sebesar 58,13 yang diinterpretasikan sebagai nilai D (OK) dengan rating marginally acceptable. Berdasarkan hasil evaluasi usability, dirancang 15 usulan perbaikan menggunakan proses design thinking dalam bentuk low-fidelity prototype.