📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 18 dokumen

ANALISIS DIMENSI KUALITAS LAYANAN DAN DIGITALISASI TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN DI ZARA PONDOK INDAH MALL JAKARTA

Zara merupakan perusahaan fashion global yang telah berdiri di beberapa negara, salah satunya Indonesia. Salah satu tokonya di Indonesia terletak di Pondok Indah Mall dan penelitian ini akan menganalisis seberapa baik kualitas layanan dan digitalisasi Zara Pondok Indah Mall Jakarta sudah cukup memadai untuk memenuhi kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara Kualitas Layanan dengan metode SERVQUAL dan Digitalisasi terhadap Kepuasan Pelanggan. Untuk mengkajinya, penulis akan menganalisis penelitian dengan mempertanyakan “Bagaimana Kualitas Layanan dan Digitalisasi memberikan dampak terhadap Kepuasan Pelanggan di Zara Pondok Indah Mall”. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner dan memperoleh sembilan puluh satu responden. Dari keenam dimensi tersebut, terdapat tiga dimensi yang diterima yaitu variabel Responsiveness dengan nilai t hitung 3,195 dan signi?kansi 0,002 yang berada di bawah 0,05 serta variabel Empathy dan Digitalization memiliki nilai t hitung dan signi?kansi yang berada di bawah 0,05. Secara keseluruhan, kemampuan variabel independen seperti digitalization, responsiveness, tangible, stability, empathy dan assurance mampu mempengaruhi kepuasan pelanggan sebesar 81,7%, sedangkan sisanya sebesar 18,3% dipengaruhi oleh variabel independen lainnya yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini.

2024
👤 Penulis: Hana Namira Andarwan
🏷️ Kepuasan Pelanggan 🏷️ Digitalisasi 🏷️ Manajemen Layanan

DAMPAK KEMATANGAN DIGITAL TERHADAP KINERJA KEUANGAN: SEBELUM DAN SAAT PANDEMI DI INDONESIA

Kemajuan teknologi informasi telah mengubah evolusi masyarakat dan cara hidup manusia. Konsep digitalisasi juga telah berubah dari ide kecil dan masa depan menjadi konsep realitas yang revolusioner. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan studi terkait kematangan digital dan menyoroti dampaknya terhadap kinerja keuangan, sekaligus menerapkan metodologi dari penelitian terbaru di berbagai bidang. Dalam penelitian ini kami menggunakan metode kuantitatif dengan regresi data panel. Sampel diambil dari perusahaan LQ45 Indonesia dari tahun 2018-2022. Terdapat empat model yang dikembangkan berdasarkan variabel yang mengukur profitabilitas, ekspansi penjualan, dan return saham untuk menganalisis dampak kematangan digital. Berdasarkan model yang dikembangkan, kematangan digital suatu perusahaan mempunyai pengaruh terhadap kinerja perusahaan pada tingkat yang berbeda-beda. Model return on aset dan return saham menunjukkan kematangan digital meningkatkan kinerja perusahaan. Sementara itu, terdapat 2 model lain yang menunjukkan kematangan digital hanya mempunyai kontribusi tidak ada atau kecil terhadap kinerja perusahaan, yaitu margin laba bersih dan pertumbuhan penjualan. Karena kematangan digital meningkatkan efisiensi operasional, menurunkan biaya, dan memperluas jangkauan pasar, hal ini menjadi sangat penting untuk meningkatkan ukuran kinerja utama seperti Return on Assets (ROA), pertumbuhan penjualan, dan pengembalian saham. Namun, pengaruhnya terhadap Net Profit Margin (NPM) kurang terlihat karena strategi penetapan harga dan struktur biaya langsung memiliki pengaruh yang lebih besar pada NPM dibandingkan kemampuan digital. Dampak jangka pendek dari kematangan digital pada margin keuntungan mungkin dibatasi oleh tingginya biaya awal investasi digital dan tantangan persaingan yang terus berlanjut.Perusahaan perlu menerapkan digitalisasi di perusahaannya di masa depan untuk meningkatkan kinerja keuangan dan pemegang saham harus mempertimbangkan untuk menerapkan digitalisasi bahkan setelah pandemi berakhir.

2024
👤 Penulis: Robbie Kurniawan Winata
🏷️ Digitalisasi 🏷️ Kinerja Keuangan 🏷️ Analisis Regresi Data Panel

MERANGKUL KOLABORASI DIGITAL: MENYELIDIKI KEMAUAN KOPERASI DI JAWA BARAT UNTUK JARINGAN BISNIS YANG KUAT

Studi ini mengeksplorasi potensi kolaborasi digital di antara koperasi-koperasi di Jawa Barat, Indonesia. Koperasi, yang berakar pada tata kelola demokratis dan kepemilikan kolektif, menghadapi tantangan untuk memanfaatkan jaringan dan koneksi mereka secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk memahami tantangan-tantangan tersebut dan mengusulkan sebuah platform digital untuk meningkatkan kolaborasi koperasi. Latar belakang penelitian ini menyoroti landasan historis dan ideologis koperasi di Indonesia, yang dipengaruhi oleh Mohammad Hatta dan diabadikan dalam UUD 1945. Koperasi di Indonesia diorganisir di bawah Jaringan Usaha Koperasi (JUK), yang bertujuan untuk memfasilitasi kerja sama dan akses pasar melalui database, pertemuan bisnis, dan lokakarya. Namun, potensi penuh dari JUK masih belum terealisasi, dengan sebagian besar interaksi koperasi terbatas pada bentuk koperasi sekunder. Tinjauan literatur menggali berbagai kerangka kerja yang menjelaskan dinamika kolaborasi digital dalam jaringan koperasi, dengan fokus pada Teori Modal Sosial dan Teori Pertukaran Relasional. Teori-teori ini menekankan pentingnya kepercayaan, hubungan jangka panjang, dan komitmen bersama dalam meningkatkan kolaborasi digital. Studi empiris menunjukkan bahwa teknologi digital meningkatkan komunikasi, koordinasi, dan berbagi sumber daya, sehingga meningkatkan modal sosial dan kemampuan strategis. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran, yang mengintegrasikan pengumpulan dan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Tahap eksplorasi melibatkan pertanyaan terbuka untuk memahami pendapat anggota koperasi tentang kolaborasi, diikuti dengan kuesioner terstruktur yang didistribusikan secara luring dan daring. Studi ini berfokus pada koperasi konsumen, koperasi produsen, dan koperasi serba usaha (KSU), yang penting di Jawa Barat karena kebutuhan jaringan dan potensi kolaborasi mereka. Hasil yang diharapkan adalah pengembangan platform digital untuk CBN/JUK, yang mengintegrasikan kegiatan jaringan seperti pembelian, penjualan, dan pembiayaan bersama. Platform ini bertujuan untuk memfasilitasi jaringan basis data, merampingkan agenda pertemuan, dan memberikan akses mudah ke peluang kolaborasi, yang pada akhirnya meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing pasar koperasi di Jawa Barat.

2024
👤 Penulis: Intan Khadijah
🏷️ Koperasi 🏷️ Digitalisasi 🏷️ Jaringan Bisnis
Halaman 2 dari 2
💬