📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 21 dokumenANTESEDEN KEPERCAYAAN DAN LOYALITAS PELANGGAN DALAM BELANJA ONLINE DI SHOPEE INDONESIA
Kurangnya interaksi secara langsung, masalah koneksi dan aplikasi, dan ketidakmampuan menyentuh produk menjadi salah satu kendala E-commerce. Ditambah lagi dengan maraknya berita mengenai transaksi yang tidak aman dan kebocoran data pribadi pengguna, yang berdampak terhadap menurunnya kepercayaan pelanggan. Kepercayaan pelanggan yang menurun dapat mengaruhi penurunan loyalitas pelanggan, jika permasalahan di atas tidak teratasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepercayaan dan loyalitas pelanggan terhadap Shopee di kalangan generasi Z dalam kategori fashion, dengan menggunakan Technology Acceptance Model (TAM). Karena Shopee merupakan e-commerce diposisi teratas dengan pertumbuhan tahunan, sedangkan generasi Z mendominasi e-commerce. Terlebih lagi kategori fashion merupakan kategori yang menghasilkan penghasilan yang paling besar. Data dikumpulkan melalui survei terhadap 400 responden yang memenuhi syarat. Memanfaatkan analisis deskriptif dan PLS-SEM, untuk mengetahui apakah kemudahan dalam penggunaan (PEoU), keamanan yang dirasakan (PS), masalah privasi (PC), variasi produk (PV), dan pengiriman tepat waktu (OD) berpengaruh terhadap kepercayaan pelanggan (CT), sekaligus mengukur bagaimana loyalitas pelanggan (CL) dipengaruhi oleh variasi produk (PV), pengiriman tepat waktu (OD), dan kepercayaan pelanggan (CT). Hasilnya menunjukkan bahwa CT mengandalkan PEoU, PS, PC, PV, dan OD. Sedangkan PV, OD, dan CT berdampak signifikan terhadap CL pada Shopee khususnya generasi Z. Penelitian ini memberikan wawasan kepada ecommerce mengenai faktor mana yang paling mempengaruhi CT dan CL. Selanjutnya penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi pada literatur mengenai faktor yang mempengaruhi kepercayaan dan loyalitas pelanggan pada Shopee.
USULAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN LOYALITAS MEREK: STUDI KASUS LAZADA INDONESIA
Industri e-commerce Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan, dengan proyeksi yang menunjukkan peningkatan dari USD 52,93 miliar pada tahun 2023 menjadi USD 86,81 miliar pada tahun 2028. Pertumbuhan pesat ini didorong oleh meningkatnya penetrasi internet dan ponsel pintar, ditambah dengan meningkatnya permintaan belanja online. Lazada Indonesia, salah satu pemain utama di sektor ini, menghadapi persaingan yang ketat dari platform yang lain seperti Tokopedia dan Shopee. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi positioning strategis Lazada Indonesia, dengan fokus pada loyalitas merek dan dinamika pangsa pasar dalam lanskap e-commerce Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan metode campuran, penelitian ini mengintegrasikan data kualitatif dan kuantitatif untuk memberikan analisis yang komprehensif. Studi ini menggunakan berbagai kerangka kerja strategis, termasuk PESTLE, Lima Kekuatan Porter, VRIO, STP, dan 7P pemasaran, untuk menilai lingkungan internal dan eksternal Lazada. Temuan utama menunjukkan bahwa kekuatan Lazada terletak pada infrastruktur teknologinya yang kuat, penawaran produk yang luas, dan pengenalan merek yang kuat yang didukung oleh Alibaba. Namun, perusahaan menghadapi tantangan yang besar, termasuk pengalaman pengguna yang tidak konsisten, masalah koordinasi internal, dan kebutuhan akan strategi pemasaran yang lebih terlokalisasi agar dapat secara efektif menjangkau pasar Indonesia yang beragam. Penelitian ini memberikan pandangan atau masukan yang dapat ditindaklanjuti dan rekomendasi strategis bagi Lazada Indonesia untuk meningkatkan posisi pasar dan meningkatkan loyalitas merek. Strateginya mencakup peningkatan layanan pelanggan, pemanfaatan big data untuk pemasaran yang dipersonalisasi, dan pembentukan kemitraan strategis untuk meningkatkan kemampuan logistik. Dengan mengatasi permasalahan ini, Lazada dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dengan lebih baik, memperkuat keunggulan kompetitifnya, dan mencapai pertumbuhan berkelanjutan di sektor e-commerce Indonesia yang tengah berkembang pesat
PENGARUH GAMIFIKASI TERHADAP KETERLIBATAN PELANGGAN DI SHOPEE E-COMMERCE
Keterlibatan konsumen merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja perusahaan, aspek ini mencerminkan interaksi antara pelanggan dan brand. Gamifikasi merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan keterlibatan konsumen. Penelitian ini mengkaji pengaruh gamifikasi terhadap keterlibatan pelanggan di platform e-commerce Shopee. Dalam era digital yang berkembang pesat, gamifikasi telah menjadi strategi yang populer untuk meningkatkan keterlibatan pelanggan dengan menciptakan pengalaman yang menyenangkan dan interaktif. Shopee, sebagai salah satu platform e-commerce terkemuka di Indonesia telah mengimplementasikan berbagai elemen gamifikasi untuk menarik perhatian pelanggan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei online yang melibatkan 212 responden pengguna aktif Shopee dari Jakarta dan Bandung yang berusia antara 18 - 35 tahun. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan teknik Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji hubungan antar konstruk gamifikasi, kepuasan bermain, dan keterlibatan pelanggan. Hasil penelitian menunjukan bahwa semua dimensi pengalaman bermain yang meliputi pencapaian, tantangan, kompetisi, imersi, kesenangan, dan pengalaman sosial yang memiliki pengaruh positif terhadap kepuasan bermain. Selanjutnya, kepuasan bermain juga memiliki pengaruh positif yang kuat terhadap keterlibatan pelanggan. Penelitian ini memberikan wawasan bagi Shopee dan pelaku e-commerce lainnya tentang pentingnya gamifikasi untuk meningkatkan kepuasan dan keterlibatan pelanggan. Implementasi strategi gamifikasi yang efektif dapat mendorong platform e-commerce untuk menciptakan pengalaman pengguna yang lebih menarik.
RANCANGAN DAN IMPLEMENTASI INFRASTRUKTUR SISTEM APLIKASI E-COMMERCE DIGITALISASI PASAR TRADISIONAL
Aplikasi electronic commerce atau perdagangan online merupakan teknologi perdagangan modern yang sangat bermanfaat bagi pengembangan pasar, khususnya pedagang kecil di pasar tradisional. Penggunaan teknologi ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar dan membawa potensi pembeli baru bagi para pedagang. Selain itu, pemanfaatan aplikasi e-commerce diharapkan dapat menghasilkan solusi bisnis berbiaya rendah dan berkelanjutan bagi pedagang pasar tradisional. Dengan dukungan teknologi digital, para pedagang dapat menjangkau calon pembeli yang lebih luas di luar lokasi pasar secara konvensional. Hal ini tentunya akan berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan dan daya saing para pelaku usaha kecil. Aplikasi digital ini juga diharapkan mampu memfasilitasi informasi produk dan kebutuhan pembeli secara real-time dan interaktif. Pedagang dapat dengan mudah menampilkan daftar produk secara daring, sementara pembeli dapat dengan bebas melihat dan memilih barang serta berkomunikasi langsung untuk bertanya mengenai spesifikasi atau ketersediaan produk. Hal ini diharapkan dapat memperlancar proses transaksi antara kedua belah pihak secara online. Salah satu karakteristik utama berbelanja di pasar tradisional adalah terjadinya proses tawar menawar antara pedagang dan pembeli untuk memperoleh harga yang lebih kompetitif. Meskipun aplikasi e-commerce mampu memfasilitasi informasi produk secara real-time, namun proses tawar menawar tidak semudah di pasar konvensional karena interaksi langsung terbatas. Oleh karena itu, perancangan fitur tawar menawar secara digital menjadi penting untuk mengakomodasi kebutuhan pedagang dan pembeli pasar tradisional dalam bertransaksi di platform online. Hal ini dapat meningkatkan minat berbelanja melalui e-commerce di kalangan masyarakat. Tugas akhir ini memiliki tantangan utama yang dihadapi, yaitu menjamin kinerja aplikasi yang stabil meskipun jumlah pengguna akan terus bertambah seiring waktu. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mendesain infrastruktur sistem aplikasi yang tangguh menghadapi beban tinggi akses pengguna secara bersamaan, khususnya pada fitur utama pencarian produk. Hasilnya diharapkan dapat ii mengembangkan arsitektur sistem yang handal untuk menunjang pertumbuhan e- commerce kecil di masa depan. Dalam pengembangan aplikasi e-commerce untuk mendukung digitalisasi pasar tradisional ini, pengujian kinerja sistem akan dilakukan dengan cara membandingkan performa algoritma pencarian produk yang ada, yaitu algoritma linier dan heuristik. Parameter utama yang akan diukur adalah delay sistem yang dihasilkan masing-masing algoritma dan juga throughput sistem ketika diuji dalam beban penggunaan yang berbeda-beda. Hasil pengukuran ini diharapkan dapat menunjukkan kelemahan dan kelebihan dari setiap algoritma. Dari hasil pengukuran delay sistem yang dihasilkan oleh kedua algoritma tersebut, implementasi teknik hybrid algorithm diharapkan dapat dilakukan untuk memanfaatkan kelebihan masing-masing algoritma dan menompang kelemahannya. Hal ini penting dilakukan untuk menghasilkan solusi pencarian produk yang optimal dan mampu menangani beban penggunaan aplikasi yang terus meningkat. Dengan demikian, kinerja aplikasi dalam mendukung aktivitas transaksi digital pasar tradisional dapat terus terjamin meski jumlah pedagang dan pembeli yang memanfaatkannya semakin banyak.
APLIKASI TEORI PERMAINAN UNTUK DYNAMICPRICING PADA E-COMMERCE
Teori permainan merupakan cabang keilmuan matematika yang mempelajari model interaksi strategis antara agen rasional, memainkan peran penting dalam berbagai bidang ilmu. Dynamic pricing adalah strategi penetapan harga yang fleksibel dan menyesuaikan dengan perubahan permintaan pasar secara real-time untuk memaksimalkan pendapatan. Dynamic pricing yang terjadi pada e-commerce merupakan suatu proses dengan dasar pilihan yang diambil penjual berdasarkan berbagai faktor yang ada. Oleh karena itu, hal tersebut dapat dipandang sebagai interaksi antar agen rasional untuk pengambilan keputusan, dimana agen rasional tersebut berupa penjual barang. Interaksi antara penjual yang menetapkan harga, menurunkan harga, atau menaikkan harga dan pembeli yang memutuskan untuk membeli sekarang, menunggu, atau beralih ke pesaing, mencerminkan dinamika permainan strategi yang terus berubah. Algoritma dynamic pricing menganalisis permintaan pasar, stok produk di pasar, dan harga kompetitor untuk menentukan harga optimal. Pada penelitian ini, akan dicari cara untuk mendefinisikan dynamic pricing yang terjadi di e-commerce menggunakan konsep-konsep yang bisa ditemukan pada teori permainan dari sisi penetapan harga oleh penjual. Selain itu, akan dideskripsikan juga konsep teori permainan yang dapat menggambarkan interaksi antara penjual dan pembeli pada e-commerce.
PERAN STIMULUS-ORGANISM-RESPONSE (SOR) DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEGIS E-COMMERCE UNTUK KEBERLANJUTAN
Dengan evolusi begitu cepatnya lanskap e-commerce, bisnis dihadapkan pada tugas penting untuk merangkul praktik-praktik yang dapat dilakukan untuk keberlangsungan Perusahaan. Penelitian ini menggali peran penting yang dimainkan oleh kerangka Stimulus-Organism-Response (SOR) dalam memfasilitasi proses pengambilan keputusan strategis di dalam ranah e-commerce untuk keberlanjutan. Model SOR mengkaji hubungan antara e-commerce livestreaming, keterlibatan pelanggan, penciptaan nilai, dan loyalitas pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi evolusi dari e-commerce livestreaming hingga loyalitas pelanggan dengan mempelajari bagaimana faktorfaktor ini dipahami dan dipahami oleh para pengambil keputusan di perusahaanperusahaan e-commerce. Data yang dikumpulkan dari kuesioner online melalui survei yang melibatkan 1282 responden dan 11 partisipan untuk data pendukung kualitatif. Studi ini menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) Lisrel untuk analisis empiris dan IBM SPSS Statistic 8.8 untuk analisis data. Temuan menunjukkan bahwa daya tarik estetika, tata letak fungsional, keamanan finansial, dan komunikasi verbal secara langsung memengaruhi keterlibatan pelanggan, sementara komunikasi nonverbal dan keterampilan pelayanan tidak memiliki dampak signifikan. Dalam hal penciptaan nilai, keterlibatan pelanggan secara langsung memengaruhi nilai fungsional, hedonik, dan sosial, yang semuanya secara langsung memengaruhi loyalitas pelanggan. Keterlibatan pelanggan dan penciptaan nilai berfungsi sebagai faktor mediasi antara e-commerce livestreaming dan loyalitas pelanggan. Hasil penelitian menyoroti efek e-commerce livestreaming, memberikan perspektif baru dalam menerapkan teori SOR pada ecommerce, dan menggambarkan bagaimana livestreaming meningkatkan daya tarik visual dan pengalaman personalisasi bagi pelanggan sambil meningkatkan keterampilan komunikasi staf operasional dan pelayanan. Dengan membahas pentingnya kerangka SOR dalam pengambilan keputusan strategis, penelitian ini membentuk dasar teoritis bagi praktisi dan pembuat kebijakan yang tertarik dalam mempromosikan keberlanjutan dalam sektor e-commerce yang memfasilitasi pembuatan strategi yang lebih berinformasi, dapat disesuaikan, dan berkelanjutan sesuai dengan dinamika yang berubah dalam industri e-commerce.