📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 24 dokumen

PENGEMBANGAN MODEL SELF-ASSESSMENT DALAM PENERAPAN EKONOMI SIRKULAR SEKTOR INDUSTRI TEKSTIL DI INDONESIA

Di Indonesia, data dan informasi nasional yang menggambarkan praktik ekonomi sirkular masih terbatas. Meski demikian, penerapan ekonomi sirkular di Indonesia telah ditentukan dan diprioritaskan pada lima sektor utama, yaitu pangan, retail (fokus pada kemasan plastik), elektronik, konstruksi, dan tekstil. Penelitian ini akan berfokus pada sub-sektor Industri Tekstil yaitu Pertenunan Tekstil. Pemilihan sub- sektor ini didasarkan pada ketersediaan data yang memadai dan referensi yang dapat digunakan sebagai landasan dalam merancang model penilaian. Untuk mendukung implementasi ekonomi sirkular, perusahaan memerlukan alat ukur yang relevan untuk menilai tingkat penerapan prinsip-prinsip sirkularitas tingkat mikro yang telah dijalankan. Model self-assessment berfungsi sebagai alat yang efektif bagi manajemen dan pengambil keputusan dalam mengidentifikasi area yang masih memerlukan perbaikan, sehingga memungkinkan penyusunan strategi peningkatan yang lebih terarah. Berdasarkan hasil analisis, tinjauan literatur, dan masukan dari para ahli, telah diidentifikasi 15 indikator utama yang dapat digunakan pada alat penilaian mandiri untuk mengukur tingkat perusahaan dalam menerapkan praktik ekonomi sirkular. Indikator-indikator ini dikembangkan dengan mengacu pada konsep ekonomi sirkular yaitu narrowing, slowing, closing, dan regenerating, yang dapat memberikan gambaran umum tentang desain dan strategi model bisnis dalam mengkategorikan karakteristik Ekonomi Sirkular. Model self-assessment industri disusun menggunakan skala lima level yang berlabel yang disebut sebagai Level Penilaian. Level penilaian menggambarkan perbandingan antara praktik bisnis saat ini dengan kondisi ideal yang diperlukan untuk mencapai penerapan ekonomi sirkular. Untuk memastikan model sesuai dengan praktik keberlanjutan yang telah ditetapkan di Indonesia, beberapa level penilaian mengadopsi batasan yang diatur dalam Standar Industri Hijau No. 37 Tahun 2022, Ekolabel Kategori TPT, dan Strategi Ekonomi Sirkular Sektor Tekstil oleh Bappenas. Validasi terhadap model penilaian melalui penerapan langsung di perusahaan tekstil juga dilakukan untuk memastikan bahwa model tersebut dapat diaplikasikan di industri tekstil.

2025
👤 Penulis: FIQRI NUGRAHA RAMADHAN
🏷️ Ekonomi Sirkular 🏷️ Pertanian Tekstil 🏷️ Manajemen Bisnis

PENGARUH PRAKTIK EKONOMI SIRKULAR TERHADAP INOVASI SOSIAL TRANSFORMATIF DI PERDESAAN (STUDI KASUS: DESA KARANGANYAR DAN DESA WONOBOYO DI PROVINSI JAWA TENGAH)

Ekonomi sirkular memiliki potensi besar dalam mendorong inovasi sosial transformatif di perdesaan melalui pemberdayaan masyarakat lokal dalam pengelolaan sumber daya berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses inovasi sosial, menganalisis keterlibatan aktor-aktor lokal dalam tata kelola kolaboratif, dan mengukur dampak sosial-ekonomi dari penerapan ekonomi sirkular oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Karanganyar dan Desa Wonoboyo. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kombinasi metode kualitatif dan kuantitatif, dengan wawancara mendalam dan studi dokumen untuk menggali dinamika inovasi sosial, serta kuesioner untuk mengukur perubahan kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan ekonomi sirkular di kedua desa telah mendorong transformasi sosial melalui peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan jaringan komunitas, dan pertumbuhan ekonomi lokal berbasis sumber daya alam. Tata kelola inovasi di kedua desa bersifat partisipatif dengan dominasi peran aktor lokal, namun masih menghadapi tantangan dalam memperluas akses pasar, menjaga keberlanjutan produksi, serta memperkuat kapasitas kelembagaan komunitas. Penelitian ini mempertegas bahwa integrasi prinsip ekonomi sirkular dalam pengembangan desa berkontribusi penting terhadap penguatan inovasi sosial transformatif dan membuka peluang strategis bagi pembangunan berkelanjutan di wilayah perdesaan.

2025
👤 Penulis: Fadhila Saffana Mukti
🏷️ Ekonomi Sirkular 🏷️ Inovasi Sosial Transformatif 🏷️ Desa

PENERAPAN KONSEP EKONOMI SIRKULAR BERBASIS TEORI FRAKTAL UNTUK PENGELOLAAN SAMPAH TERPADU DAN BERKELANJUTAN DI KABUPATEN MAJALENGKA

Pengelolaan sampah di Kabupaten Majalengka masih didominasi pendekatan tradisional yang kurang adaptif terhadap peningkatan volume sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana prinsip ekonomi sirkular, khususnya 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Recovery, Repair), diterapkan pada berbagai skala pengelolaan (rumah tangga, bank sampah, TPS3R, TPAS), serta menganalisis peran teori fraktal sebagai kerangka integratif dalam menciptakan sistem yang berkelanjutan. Studi dilakukan di tiga lokasi utama: TPS3R Gempungan, TPS3R Desa Cikoneng, dan TPAS Heuleut, menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan analisis sistem melalui Causal Loop Diagram (CLD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan ekonomi sirkular telah dimulai di berbagai skala, namun masih belum optimal karena lemahnya regulasi teknis, kurangnya integrasi antar institusi, dan terbatasnya fasilitas pendukung. Teori fraktal—dengan elemen seperti self-similarity, axis of correlation, dan mechanism for the system—digunakan untuk memetakan keterkaitan antar skala dan menyusun sistem yang saling terhubung dan replikatif. Integrasi pendekatan ekonomi sirkular dan teori fraktal dalam penelitian ini menghasilkan kerangka konseptual baru yang mampu memperkuat efisiensi, partisipasi, dan kesinambungan pengelolaan sampah lintas skala. Rekomendasi diarahkan pada penguatan regulasi teknis, peningkatan kapasitas kelembagaan, dan desain sistem berbasis prinsip.

2025
👤 Penulis: Ghina Amalia
🏷️ Ekonomi Sirkular 🏷️ Teori Fraktal 🏷️ Manajemen Sampah Terpadu

PENGOLAHAN WASTE ELECTRIC AND ELECTRONIC EQUIPMENT (WEEE) UNTUK PEMULIHAN LOGAM BERHARGA

Pesatnya kemajuan teknologi saat ini menyebabkan pergantian perangkat elektronik yang lebih sering, mengakibatkan melimpahnya limbah elektronik, terutama PCB (Printed Circuit Board). PCB mengandung beragam logam berharga seperti emas dan tembaga. Namun, penelitian mengenai pemulihan logam WEEE masih terbatas dan belum pernah dilakukan secara langsung dalam laboratorium di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini turut berkontribusi dalam mewujudkan ekonomi sirkular dan mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan nomor 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), nomor 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan nomor 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Logam tembaga dan emas dapat dipulihkan dari WEEE dengan proses pirometalurgi yaitu smelting. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui analisis termodinamika dan teknoekonomi pada proses pemulihan logam berharga tembaga dan emas dari limbah WEEE. Analisis termodinamika penelitian ini dilakukan menggunakan bantuan perangkat lunak FactSage versi 7.3, sedangkan neraca massa dan energi untuk perhitungan teknoekonomi ditentukan dengan perangkat lunak HSC Chemistry. Umpan yang digunakan pada proses smelting penelitian ini adalah PCB, skrap tembaga, terak FCS, kokas, dan gas udara. Ada empat variasi yang dilakukan pada penelitian ini, yaitu variasi komposisi umpan slag, temperatur, atmosfer operasi, dan jumlah oksigen pada tahap oksidasi. Sasaran penelitian adalah menentukan kondisi optimum (temperatur, atmosfer operasi) pada tahap reduksi dan oksidasi yang dapat menghasilkan perolehan logam berharga (tembaga dan emas) yang tinggi, konsentrasi pengotor di lelehan logam yang rendah, dan tidak menghasilkan padatan pada sistem. Variasi komposisi umpan slag yang paling optimum digunakan adalah sistem FeO-SiO2- CaO dengan komposisi CaO sebesar 91%. Berdasarkan hasil simulasi, kondisi optimum untuk tahap reduksi adalah pada temperatur 1400°C dan tekanan parsial oksigen (pO2) sebesar 10-8 atm dan untuk tahap oksidasi adalah pada temperatur 1100°C dengan jumlah oksigen sebesar 5200 kg, Pada kondisi ini, perolehan kembali logam tembaga mencapai 75% dengan kemurnian 98,84%, sementara perolehan kembali emas mencapai 99% namun perlu dilakukan langkah pemurnian lebih lanjut. Analisis eknoekonomi dari pemulihan logam berharga dari WEEE menghasilkan potensi yang besar sebagai sumber logam berharga yang berkelanjutan dan ekonomis.

2024
👤 Penulis: Aqila Putri Larasati
🏷️ Ekonomi Sirkular 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

APA DAMPAK IMPLEMENTASI EKONOMI SIRKULAR TERHADAP KEKAYAAN NEGARA DI 27 NEGARA UNI EROPA? : SEBUAH STUDI EMPIRIS DENGAN DATA EUROSTAT

Ekonomi Sirkular dianggap sebagai pendekatan yang paling tepat untuk mencapai ekonomi yang berkelanjutan dengan cara yang berkelanjutan. Meskipun banyak ahli telah meneliti dampak penerapan ekonomi sirkular terhadap kontribusinya pada perekonomian suatu negara, hasilnya masih belum jelas. Untuk mengkaji hubungan antara Ekonomi Sirkular dan dampaknya terhadap kekayaan suatu negara, saya melakukan regresi linier berganda pada 27 negara Uni Eropa dan temuan tersebut mengungkapkan korelasi yang signifikan antara adaptasi ekonomi sirkular dan kontribusi terhadap kekayaan di negara-negara tersebut. Temuan ini menunjukkan bagaimana para pembuat kebijakan dapat mengadopsi ekonomi sirkular dan mencapai ekonomi yang berkelanjutan.

2024
👤 Penulis: Hauzaan Almayzhar
🏷️ Ekonomi Sirkular 🏷️ Analisis Regresi Linier Berganda 🏷️ Kekayaan Negara

STRATEGI MANAJEMEN EKONOMI SIRKULAR DALAM MENDUKUNG PROGRAM PENGOLAHAN SAMPAH MANDIRI BERBASIS MASYARAKATSTUDI KASUS : PROGRAM PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK DI KELURAHAN SUKAJAYA DAN DESA PADAMULYA, KABUPATEN GARUT, PROVINSI JAWA BARAT

Tantangan utama terkait isu sampah di Indonesia adalah terkait belum optimalnya dalam pengelolaan sampah. Kabupaten Garut memiliki isu sampah adanya kasus di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasir Bajing yang saat ini sudah tidak dapat menampung sampah lebih banyak lagi. Pengelolaan sampah organik memiliki peranan yang krusial dalam menangani tantangan pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Prinsip ekonomi sirkular mengutamakan pengurangan limbah dengan memperhatikan siklus hidup produk mulai dari produksi hingga daur ulang sumber daya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis aspek kebermanfaatan berwujud (tangible) dan tak berwujud (intangible) melalui mix method dengan pendekatan deskriptif serta menentukan strategi terbaik manajemen ekonomi sirkular pengelolaan limbah organik yang dapat mendukung program pengolahan sampah organik menggunakan metode SWOT-QSPM. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Sukajaya dan Desa Padamulya Kabupaten Garut, Jawa Barat, Indonesia pada tahun 2023. Pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling dengan metode wawancara secara mendalam (in depth interview). Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa aspek analisis finasial (tangible) menghasilkan nilai dari Pengembalian Investasi (Return of Investment-ROI) dan Periode Pengembalian Modal (Payback Period-PP) di masing masing lokasi mulai dari Kelurahan Sukajaya ( ROI-34,2% ; PP-1 tahun 6 bulan 26 hari ) dan Desa Padamulya (ROI-26,65% ; PP-1 tahun 4 bulan 23 hari). Sedangkan dalam aspek tak berwujud (intangible) diperoleh beberapa manfaat dari aspek lingkungan (jumlah sampah organik yang diolah) di Kelurahan Sukajaya sebanyak 6.071 kg dan Desa Padamulya sebanyak 9.464 kg. Dari aspek sosial menimbulkan kesadaran masyarakat di Kelurahan Sukajaya (219 orang teredukasi dan 52 orang ikut terlibat) dan di Desa Padamulya (103 orang teredukasi dan 29 orang ikut terlibat). Berdasarkan hasil analisis menggunakan model SWOT-QSPM, diperoleh strategi terbaik dalam manajemen ekonomi sirkular yang dapat mendukung program pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat di Kabupaten Garut. Strategi prioritas tersebut meliputi : (1) Memberdayakan masyarakat untuk mengelola sampah organik sebagai kegiatan rutin dan sumber pendapatan tambahan (skor : 3.96); (2) Meningkatkan produktivitas dan memperluas pemrosesan limbah organik untuk menghasilkan berbagai produk dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi (skor : 3.72); (3) Memberikan pelatihan langsung dan pendidikan kepada masyarakat tentang metode pengolahan sampah organik, untuk menunjukkan nilai ekonomis dari hasil prosesnya (skor : 2.81).

2024
👤 Penulis: Ricky Selamet Rahayu
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Ekonomi Sirkular 🏷️ Hidrologi

EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI EKONOMI SIRKULER DI UNI EROPA (27) TERHADAP TINGKAT PERUBAHAN IKLIM: ANALISIS PREVALENSI DENGAN DATA EUROSTAT

Ekonomi sirkuler, pendekatan berkelanjutan dalam pengelolaan sumber daya, semakin mendapat perhatian di tengah kekhawatiran yang meningkat terhadap perubahan iklim akibat peningkatan emisi gas rumah kaca. Masalahnya terletak pada dampak nyata penggunaan ekonomi sirkuler dalam membangun ketahanan iklim. Dalam studi ini, saya menganalisis data Eurostat dari 27 negara Uni Eropa menggunakan statistik regresi multivariat untuk mengungkap hubungan antara praktik ekonomi sirkuler dan emisi gas rumah kaca. Dengan menerapkan kerangka metodologis yang kuat, temuan saya mengungkapkan adanya korelasi signifikan antara adopsi ekonomi sirkuler dan penurunan emisi gas rumah kaca. Temuan ini memiliki implikasi bagi pembuat kebijakan, mendorong integrasi strategi ekonomi sirkuler untuk meningkatkan ketahanan iklim dan membentuk kebijakan iklim yang efektif bagi pembuat kebijakan Uni Eropa.

2024
👤 Penulis: Varelino Setya Navyando
🏷️ Ekonomi Sirkular 🏷️ Perubahan Iklim 🏷️ Analisis Prevalensi

IDENTIFIKASI PENERAPAN EKONOMI SIRKULAR DALAM UPAYA MENUNJANG KEBERLANJUTAN KAMPUNG KREATIF DI SENTRA INDUSTRI RAJUT BINONG JATI, KOTA BANDUNG

Pengelolaan sampah merupakan salah satu tantangan besar bagi perkotaan yang sulit diatasi, untuk mengurangi dampak akibat pengelolaan sampah yang buruk, penerapan ekonomi sirkular dapat menjadi solusi yang efektif terutama di negara berkembang yang memiliki potensi untuk menggerakkan perekonomian melalui kampung kreatif. Studi ini bertujuan untuk mendukung keberlanjutan sentra industri rajut di Kampung Binong Jati, yang berupaya meminimalisir permasalahan sampah melalui penerapan konsep ekonomi sirkular. Permasalahan seperti TPA Sarimukti yang kelebihan muatan, memperparah volume timbulan sampah di perkotaan dan berdampak negatif pada lingkungan serta kesejahteraan masyarakat Kota Bandung, yang tentunya turut mempengaruhi keadaan Kampung Binong Jati. Untuk itu, penelitian ini mengeksplorasi penerapan ekonomi sirkular dalam menunjang keberlanjutan Kampung Kreatif Binong Jati. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan strategi 9R untuk mengukur tingkat penerapan ekonomi kreatif, dan indikator lingkungan untuk mengetahui kondisi keberlanjutan Kampung Binong Jati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan solusi ekonomi sirkular di Kampung Binong Jati telah mencapai tingkatan tertinggi dari strategi 9R (Refuse, Rethink, Reduce, Reuse, Repair, Refurbish, Remanufacture, Repurpose, Recycle, Recover), meskipun masih perlu peningkatan dalam implementasi dan pengetahuan masyarakat. Selain itu, sebagian besar indikator lingkungan telah terpenuhi, menunjukkan bahwa kampung ini berkelanjutan dari segi lingkungan secara umum. Rekomendasi yang dihasilkan mencakup peningkatan frekuensi pengangkutan sampah, peningkatan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah, sosialisasi program Kang Pisman (Kurang, Pisahkan, Manfaatkan) yang lebih rutin, serta penyebarluasan program budi daya magot. Implementasi rekomendasi ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan Kampung Kreatif Binong Jati secara menyeluruh.

2024
👤 Penulis: Tazkia Rosa Az-Zahra
🏷️ Ekonomi Sirkular 🏷️ Kampung Kreatif 🏷️ Manajemen Sampah

PENGOLAHAN WASTE ELECTRIC AND ELECTRONIC EQUIPMENT (WEEE) UNTUK PEMULIHAN LOGAM BERHARGA

Pesatnya kemajuan teknologi saat ini menyebabkan pergantian perangkat elektronik yang lebih sering, mengakibatkan melimpahnya limbah elektronik, terutama PCB (Printed Circuit Board). PCB mengandung beragam logam berharga seperti emas dan tembaga. Namun, penelitian mengenai pemulihan logam WEEE masih terbatas dan belum pernah dilakukan secara langsung dalam laboratorium di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini turut berkontribusi dalam mewujudkan ekonomi sirkular dan mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan nomor 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), nomor 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan nomor 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Logam tembaga dan emas dapat dipulihkan dari WEEE dengan proses pirometalurgi yaitu smelting. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui analisis termodinamika dan teknoekonomi pada proses pemulihan logam berharga tembaga dan emas dari limbah WEEE. Analisis termodinamika penelitian ini dilakukan menggunakan bantuan perangkat lunak FactSage versi 7.3, sedangkan neraca massa dan energi untuk perhitungan teknoekonomi ditentukan dengan perangkat lunak HSC Chemistry. Umpan yang digunakan pada proses smelting penelitian ini adalah PCB, skrap tembaga, terak FCS, kokas, dan gas udara. Ada empat variasi yang dilakukan pada penelitian ini, yaitu variasi komposisi umpan slag, temperatur, atmosfer operasi, dan jumlah oksigen pada tahap oksidasi. Sasaran penelitian adalah menentukan kondisi optimum (temperatur, atmosfer operasi) pada tahap reduksi dan oksidasi yang dapat menghasilkan perolehan logam berharga (tembaga dan emas) yang tinggi, konsentrasi pengotor di lelehan logam yang rendah, dan tidak menghasilkan padatan pada sistem. Variasi komposisi umpan slag yang paling optimum digunakan adalah sistem FeO-SiO2- CaO dengan komposisi CaO sebesar 91%. Berdasarkan hasil simulasi, kondisi optimum untuk tahap reduksi adalah pada temperatur 1400°C dan tekanan parsial oksigen (pO2) sebesar 10-8 atm dan untuk tahap oksidasi adalah pada temperatur 1100°C dengan jumlah oksigen sebesar 5200 kg, Pada kondisi ini, perolehan kembali logam tembaga mencapai 75% dengan kemurnian 98,84%, sementara perolehan kembali emas mencapai 99% namun perlu dilakukan langkah pemurnian lebih lanjut. Analisis eknoekonomi dari pemulihan logam berharga dari WEEE menghasilkan potensi yang besar sebagai sumber logam berharga yang berkelanjutan dan ekonomis.

2024
👤 Penulis: Eliana Angela Kurniawan
🏷️ Ekonomi Sirkular 🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Rantai Pasok
Halaman 2 dari 2
💬