📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 17 dokumen

PERANCANGAN MANAJEMEN PERUBAHAN BERDASARKAN KESIAPAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI ERP UNIT RIM TELKOM CORPORATE UNIVERSITY

Telkom Corporate University adalah suatu unit fungsional yang didirikan oleh PT Telkom yang memiliki tiga pilar utama, yaitu riset (research), inovasi (innovation), dan pembelajaran (learning) untuk PT Telkom. Pilar riset dan inovasi dijalankan oleh unit research and innovation management (RIM). Terdapat berbagai tantangan yang dialami oleh unit RIM dalam menjalankan perannya. Oleh sebab itu, unit RIM hendak mengimplementasikan sistem ERP (Enterprise Resource Planning) untuk mengintegrasikan proses bisnis unit tersebut. Implementasi sistem ERP merupakan proses yang kompleks dan rentan mengalami kegagalan. Bahkan, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dantes (2011), tingkat keberhasilan ERP tercatat tidak lebih dari 50%. Menurut penelitian dari Deloitte, 57% hambatan yang terjadi pada implementasi ERP adalah faktor manusia. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan pengukuran kesiapan implementasi ERP unit RIM, sehingga faktor-faktor yang berpotensi menjadi penghambat dalam proses implementasi sistem ERP dapat teridentifikasi dari awal. Setelah melakukan pengukuran terhadap kesiapan implementasi ERP, faktor penghambat tersebut perlu diatasi dengan merancang rencana manajemen perubahan implementasi sistem ERP. Oleh karena itu, pada penelitian ini akan dilakukan pengukuran kesiapan implementasi sistem ERP dan perancangan rencana manajemen perubahan sistem ERP pada unit RIM Telkom Corporate University. Pengukuran kesiapan sistem ERP dilakukan berdasarkan model pengukuran kesiapan implementasi sistem ERP pengembangan McKinsey 7S oleh Hanafizadeh. Model ini memiliki tujuh dimensi tinjauan, yakni strategy, style, structure, staff, skill, dan shared beliefs. Model tersebut disesuaikan dengan kondisi dari unit RIM dengan melakukan reduksi terhadap indikator yang tidak relevan. Penentuan nilai dari indikator pada model tersebut dilakukan dengan melakukan wawancara kepada manager unit RIM Telkom Corporate University dan menyebarkan kuesioner kepada 61 staff dan manager unit RIM Telkom Corporate University. Berdasarkan pengukuran yang dilakukan, nilai kesiapan unit RIM dalam mengimplementasi sistem ERP adalah 3,36, masih kurang dari nilai 4 yang digunakan sebagai kondisi ideal pada penelitian ini. Indikator pada dimensi yang masih kurang dari kondisi ideal tersebut akan digunakan sebagai dasar penentuan potensi perbaikan. viii Potensi perbaikan yang telah diidentifikasi diagregasi dan didapatkan 10 hasil agregasi potensi perbaikan. Hasil agregasi tersebut dikelompokkan ke dalam ADKAR dan kemudian dirancang work breakdown structure (WBS) untuk setiap hasil agregasi potensi perbaikan. WBS tersebut kemudian digunakan sebagai rencana manajemen perubahan untuk implementasi sistem ERP pada unit RIM Telkom Corporate University.

2024
👤 Penulis: Joseph Hansel
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Enterprise Resource Planning (Erp) 🏷️ Kecerdasan Buatan

ROLL-OUT SISTEM ERP SECARA AGILE DALAM MENJAGA KEBERLANJUTAN PRODUKSI SELAMA FASE TRANSISI & LIKUIDASI PSC STUDI KASUS PT. PERTAMINA ALGERIA EP BLOCK405A

Dalam lanskap dinamis Industri Minyak & Gas, Teknologi Informasi (TI) muncul sebagai kekuatan pendorong utama yang membentuk kembali paradigma operasional bisnis. Melalui studi kasus di dunia nyata, tesis ini menyelidiki kekuatan perubahan dari sistem Enterprise Resource Planning (ERP), dengan fokus pada pendekatan yang agile untuk menyingkap peran penting dari peluncuran Sistem Aplikasi, dan Produk dalam Pemrosesan Data (SAP) melalui Layanan Software-as-a-Service (SaaS) dengan organisasi pendukung Shared Service Center (SSC) yang menyediakan sarana untuk menyelesaikan kesenjangan dalam proses bisnis mengantisipasi penerbitan Gazettal yang belum ditentukan waktunya, dan menyederhanakan operasi dalam menjaga keberlanjutan produksi minyak selama fase likuidasi dan transisi dalam suatu Kontrak Bagi Hasil (PSC). Pengumpulan data primer dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan pemangku kepentingan utama, termasuk tim gugus tugas yang melibatkan Manajemen Perusahaan, Subholding Upstream, dan Holding yang terdiri dari Konsultan SAP, dan Pemilik Proses Bisnis (Ahli terhadap Subjek). Menggabungkan tinjauan literatur untuk pengumpulan data sekunder untuk konteks yang lebih luas dan wawasan pembelajaran dalam kasus serupa. Analisis data berfokus pada External Strategic Factors Analysis Summary (EFAS) menggunakan PESTLE, Porter’s Five Forces, dan Competitor Analysis untuk lanskap kompetitif, sedangkan Internal Strategic Factors Analysis Summary (IFAS) dengan kerangka VRIO, menilai kemampuan internal perusahaan untuk mempertahankan keunggulan kompetitif, merangkum faktor-faktor kunci eksternal & internal untuk analisis SWOT menghasilkan strategi alternatif. Metode Matriks Perencanaan Strategis Kuantitatif (QSPM) menganalisis skor daya tarik untuk meningkatkan kemungkinan memilih opsi strategis terbaik yang menjelaskan aplikasi SAP, sebagai kunci yang mendorong kemajuan industri menuju lanskap yang lebih tangkas, kompetitif, dan siap digunakan serta membuka kesempatan untuk studi kelayakan lebih lanjut dalam penerapan “solusi paket” SAP untuk kepentingan akuisisi blok berikutnya.

2024
👤 Penulis: Roni Rahadian
🏷️ Teknologi Informasi 🏷️ Enterprise Resource Planning (Erp) 🏷️ Manajemen Rantai Pasok
Halaman 2 dari 2
💬