📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 43 dokumen

STUDI TEKNO-EKONOMI PLTP KEPAHIANG MENGGUNAKAN FLASH-BINARY CYCLE

Studi ini menganalisis kelayakan teknis dan finansial dari PLTP dengan sistem flash-binary cycle pada Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Kepahiang, sebuah lapangan geotermal yang diduga bertemperatur tinggi dan dominasi air di Bengkulu, Indonesia. Dua model flash-binary dibuat untuk meningkatkan efisiensi konversi energi dengan mengoptimasi sistem single flash brine binary menggunakan tipe turbin condensing (Model 1) dan single flash back pressure bottoming binary (Model 2). Pemodelan termodinamika dilakukan menggunakan Makro Excel dan CoolProp, dengan mengevaluasi lima fluida kerja tipe kering: Isopentane, n-pentane, R123zd(E), R123, dan R245ca. Hasil simulasi dan pemodelan menunjukkan bahwa flash-binary Model 2 dengan fluida kerja n-pentane dan R245ca mampu meningkatkan efisiensi konversi energi sistem hingga 18,1%, Specific Steam Consumption (SSC) 1,40 kg/s.MW, dan Specific Geothermal Consumption (SGC) 7,58 kg/s.MW pada tekanan separator 10 bar. Sedangkan flash-binary Model 1 dengan fluida kerja R245ca menghasilkan efisiensi konversi energi sistem sebesar 17,1%, SSC 1,44 kg/s.MW, dan SGC 7,81 kg/s.MW pada tekanan 10 bar. Hasil model evaluasi finansial proyek PLTP Kepahiang dengan produksi daya listrik ekivalen 110 MW menunjukkan nilai NPV sebesar 86,5 juta USD dan harga jual listrik yang ditawarkan sebesar 7,34 cent USD/kWh dengan IRR 8,28% dan Payback Period selama 18 tahun. Hasil penelitian ini memberikan kerangka desain praktis yang dapat diterapkan pada pengembangan lapangan geotermal serupa untuk mendukung transisi Indonesia menuju energi yang berkelanjutan.

2025
👤 Penulis: Akmal Kholid Farhan
🏷️ Geotermal 🏷️ Flash-Binary Cycle 🏷️ Analisis Teknokonseptual Dan Finansial

STUDI PARAMETRIK MINERALISASI CO? PADA RESERVOIR BASALTIK GEOTERMAL: STUDI KASUS LAPANGAN GEOTERMAL UNGARAN, INDONESIA

Facies classification is a crucial component in petrophysical evaluation and reservoir characterization, as it directly relates to variations in rock properties and hydrocarbon distribution. This study aims to interpret conventional well log data and Formation Micro Image (FMI) data to identify facies at each depth and determine the number of facies clusters in two wells, FCB-01 and FCB-02, located in the Jatibarang Field, West Java. The methodology combines supervised learning using the Random Forest algorithm for facies classification and unsupervised learning with the Gaussian Mixture Model (GMM) to objectively determine the number of facies clusters. Conventional well log data from both wells and FMI data (available only in FCB-02) were analyzed using Python in Google Colab. The workflow includes data preprocessing, interpolation, normalization, model training, accuracy evaluation, and visualization of classification and clustering results. The results demonstrate that machine learning approaches can enhance the objectivity of facies interpretation and offer an efficient alternative in the absence of core data. This study recommends the acquisition of FMI data in more wells and the development of the classification model into a broadly applicable system for exploration and field development stages.

2025
👤 Penulis: Muhammad Irfan Fathoni
🏷️ Petrofisika 🏷️ Geotermal 🏷️ Analisis Kualitatif Dan Objektif

ANALISIS ZONA POTENSI LONGSORAN DAERAH TIMBUNAN BERDASARKAN SURVEI GEOLISTRIK TAHANAN JENIS DI TAMBANG BATUBARA PT. XYZ, KABUPATEN LAHAT, PROVINSI SUMATERA SELATAN

Metode penambangan yang umunnya dilakukan di yaitu tambang terbuka, khususnya untuk tambang batubara. Penambangan batubara perlu pengupasan lapisan penutup (overburder) sehingga dibutuhkan area unflrk menimbun yang biasa disebut disposal area.Masalah yang sering mtrncul pada disposal yaitu longsoran akibat daya dukung basement dan karakteristik batuan. Penelitian ini bertujuan mengetahui persebaran litologi yang kemudian diinterpretasikan untuk mengetahui zona potensi longsor serta mengetahui korelasi arfiaxa resistivitas dengan fbktor penyebab longsor. Metode yang dipakai adalah survei geolistrik resistivitas dengan konfigurasi Wenner yang dilakukan pada kelima lintasan. Data resistivitas semu diolah menggunakan perangkat lunak RES2DINV yang menghasilkan penampang resistivitas 2D lewat inversi. Hasil interpretasi data menunjukkan tiga kelompok litologi batuan yaitu resistivitas rendah (p < 2,5 Om) sebagai lapisan jenuh air berupa lempung basah atau lumpur, resistivitas menengah (2,5 Qm < p < 25 Om) sebagai lapisan kering berupa lempung kering - pasir lempungan dan resistivitas tinggi (p > 25 Qm) sebagai lapisan padat atau sangat kering berupa basemenet atau timbunan sangat kering. Zona rauran longsor pada daerah yang dominan resistivitas rendah karena kondisi jenuh air sebagai bidang gelincir yang memicu longsor. Dari analisis ini, dibuat peta mitigasi potensi longsor area disposal PT XYZ. Disimpulkan batrwa metode geolistrik resistivitas efektif dalam menentukan zona potensi longsor dengan lapisan resistivitas rendah sebagai bidang gelincir.

2025
👤 Penulis: Ayun Fadhilah Binarji
🏷️ Geotermal 🏷️ Manajemen Risiko Longsoran 🏷️ Analisis Resistivitas Geologi

KARAKTERISASI SISTEM GEOTERMAL DAN PENENTUAN TARGET PENGEBORAN DI LAPANGAN ATADEI MELALUI PEMODELAN NUMERIK RESERVOIR TERBARU

Pemutakhiran model numerik dan konseptual dengan data terbaru dari geosains serta dua sumur eksplorasi dangkal (AT1 dan AT2) di lapangan geotermal Atadei, Pulau Lembata, Indonesia, menjadi krusial untuk mendukung pengembangan energi terbarukan. Tujuan utama penelitian ini adalah mengkarakterisasi sistem geotermal Atadei, menentukan target pengeboran melalui simulasi numerik kondisi alami menggunakan perangkat lunak VOLSUNG yang dikalibrasi dengan profil temperatur aktual dari sumur eksplorasi, serta melakukan estimasi cadangan daya untuk mendukung perencanaan pengembangan lapangan. Data geosains terintegrasi digunakan untuk membangun model numerik tiga dimensi dan dikalibrasi menggunakan data distribusi temperatur sumur eksplorasi agar sesuai dengan kondisi aktual di lapangan. Hasil simulasi mengindikasikan bahwa sistem geotermal Atadei merupakan sistem hidrotermal quenched magmatic dua fasa dominasi air, dengan zona air yang terhubung membentuk satu reservoir dan terpisah pada zona uap. Zona upflow aktif (T > 240 °C; Sg > 0,6) teridentifikasi di bawah KWA dan mengalir menuju outflow WWU. Steam cap terbentuk di bawah caprock asimetris, menciptakan pola aliran counterflow. Target pengeboran eksplorasi lanjutan untuk sumur produksi direkomendasikan pada sektor seluas 0,75 km² di sekitar zona KWA, sedangkan sumur injeksi disarankan di sektor tenggara dengan total luas zona prospek diperkirakan mencapai 4,17 km². Penilaian sumber daya menghasilkan estimasi cadangan P10: 15 MW, P50: 18 MW, dan P90: 21 MW. Temuan ini memberikan dasar ilmiah yang kuat bagi perencanaan strategis pengembangan lapangan geotermal Atadei

2025
👤 Penulis: Muhammad Sholekan
🏷️ Geotermal 🏷️ Simulasi Numerik Reservoir 🏷️ Estimasi Cadangan Sumber Daya

EVALUASI KOMPARATIF METODE SINGLE CHANNEL, SPLIT-WINDOW, DAN RADIATIVE TRANSFER EQUATION DALAM ESTIMASI LAND SURFACE TEMPERATURE UNTUK DETEKSI ANOMALI PANAS GEOTERMAL DI GUNUNG BATUR, BALI, MENGGUNAKAN CITRA ASTER DAN LANDSAT-8, INDONESIA, TESIS PROGRAM MAGISTER, INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

Abstrak bisa dilihat di filenya

2025
👤 Penulis: Muhammad Nadhif Rizqia
🏷️ Geotermal 🏷️ Analisis Landasan Geologi 🏷️ Pengolahan Citra Satelit

PENENTUAN HIPOSENTER MIKROSEISMIK MENGGUNAKAN METODE NON-LINEAR LOCATION DI LAPANGAN GEOTERMAL

Aktivitas mikroseismik di area geotermal merupakan bagian dari proses dinamika yang terjadi di bawah permukaan, seperti pergerakan fluida panas dan rekahan yang terjadi pada batuan. Penentuan hiposenter mikroseismik menjadi hal yang krusial dalam studi geotermal, karena dapat memberikan informasi mengenai zona rekahan, zona permeabilitas, serta jalur migrasi fluida yang berperan dalam sistem geotermal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan hiposenter mikroseismik serta melakukan karakterisasi distribusi spasial hiposenter mikroseismik di area geotermal yang dikaji. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan rekaman mikroseismik selama 16 hari (21 Februari 2024 – 7 Maret 2024) yang direkam menggunakan 17 stasiun seismik. Identifikasi awal event mikroseismik dilakukan secara otomatis menggunakan Filter Picker yang kemudian diperbaiki melalui pemilihan waktu tiba gelombang P dan gelombang S secara manual dan diperoleh 35 event mikroseismik. Penentuan lokasi hiposenter mikroseismik dilakukan menggunakan metode nonlinier menggunakan software NonLinLoc. Hasil pemetaan hiposenter mikroseismik kemudian divisualisasikan menggunakan perangkat lunak PyGMT untuk menganalisis pola distribusi spasialnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hiposenter dari 35 event mikroseismik berhasil ditentukan menggunakan metode NonLinLoc, di mana pemilihan model kecepatan dan parameter grid pencarian memiliki pengaruh signifikan terhadap akurasi hasil. Sebagian besar hiposenter berada di zona reservoir aktif, khususnya pada area produksi dan injeksi fluida panas bumi. Distribusi hiposenter juga mencerminkan pola aktivitas seismik yang berkaitan dengan zona permeabilitas di area studi

2025
👤 Penulis: Halilah Syifa Ariqah
🏷️ Geotermal 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Seismologi

ANALISIS DAN MITIGASI TANTANGAN KESTABILAN FREKUENSI PADA PEMBENTUKAN ISLAND DENGAN LEVEL BAURAN TINGGI DARI PEMBANGKIT GEOTERMAL: STUDI KASUS SUB SISTEM BANDUNG SELATAN – NEW UJUNGBERUNG

Pembentukan sistem tenaga listrik yang andal dan stabil saat terlepas dari jaringan utama (operasi island) merupakan tantangan penting, terutama di wilayah dengan dominasi pembangkit energi terbarukan seperti panas bumi. Studi ini berfokus pada analisis dan mitigasi tantangan kestabilan frekuensi selama operasi island dengan bauran tinggi yaitu terdapat 9 Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), pada Sub Sistem Bandung Selatan – New Ujungberung, yang terdiri dari total sembilan unit PLTP. Sembilan PLTP ini telah didesain dapat beroperasi island namun gagal terbentuk saat gangguan Agustus 2019 sehingga terjadi blackout. Simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak sistem tenaga listrik DIgSILENT PowerFactory, mencakup empat skenario beban serta penerapan skema Under Frequency Load Shedding (UFLS) dan Overfrequency Generator Shedding (OFGS). Setiap unit PLTP dimodelkan menggunakan governor dinamik TGOV1 yang dituning agar mencerminkan kemampuan ramp rate aktual berdasarkan data operasional. Evaluasi juga mencakup estimasi kecukupan uap berdasarkan konfigurasi operasi venting. Hasil didapatkan bahwa skema operasi island eksisting belum optimal menyebabkan overgeneration, sehingga diperlukan penyesuaian target UFLS serta komposisi unit pembangkitan dan beban. Setelah dilakukan perbaikan, skema island dengan 9 PLTP mampu menjaga frekuensi quasi steady state dalam rentang 49 hingga 51,3 Hz. Studi ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi teknis operasi island pada sistem berbasis geotermal, terutama dalam simulasi tuning governor, estimasi kecukupan uap, dan penerapan free governor untuk mendukung desain sistem tenaga yang andal berbasis energi terbarukan.

2025
👤 Penulis: Anak Agung Ngurah Anom P W
🏷️ Geotermal 🏷️ Stabilitas Frekuensi 🏷️ Analisis Sistem Tenaga Listrik

PENENTUAN LOKASI HIPOSENTER MIKROSEISMIK DENGAN METODE GEIGER ADAPTIVE DAMPING (GAD) DI LAPANGAN GEOTERMAL

Energi geotermal merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang memiliki potensi besar di Indonesia. Pengembangan dan evaluasi lapangan geotermal di Indonesia dilakukan secara berkala. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemasangan jaringan stasiun seismometer untuk merekam aktivitas mikroseismik yang terjadi di lapangan geotermal. Rekaman mikroseismik berperan penting dalam memahami dinamika bawah permukaan pada suatu lapangan geotermal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola sebaran mikroseismik dengan yang terjadi di Lapangan Geotermal “X”. Data yang digunakan adalah data rekaman waveform dari 17 stasiun seismometer yang mencakup area sumur produksi dan sumur injeksi, rentang waktu observasi 8 – 26 Maret 2024. Untuk penentuan hiposenter mikroseismik, penelitian Tugas Akhir ini menggunakan metode Geiger Adaptive Damping (GAD). Tahapan pengolahan data yang dilakukan adalah trimming data, identifikasi event mikroseismik menggunakan algoritma filter picker. Sedangkan untuk picking waktu tiba gelombang P dan S dilakukan secara manual menggunakan software SeisGram2k80. Sejumlah 55 eents mikroseismik berhasil dideteksi dan dipilih sebanyak 491 fase gelombang P maupun S. Model kecepatan awal yang digunakan adalah model kecepatan global CRUST 1.0 dan model kecepatan lokal Geotermal 19. Hasil yang diperoleh dari model kecepatan Geotermal 19 menunjukkan posisi hiposenter mikroseismik terkonsentrasi di dalam area lapangan geotermal, pada koordinat X antara -2.5 hingga -0.5 km dan Y antara 1.75 hingga 2.75 km. Aktivitas mikroseismik dominan terjadi di Zona Kawah C yang berdekatan dengan zona outflow. Distribusi kedalaman hiposenter memperlihatkan sebaran hiposenter mikroseismik yang relatif berada di bawah MSL pada kedalaman 0.5 hingga 2 km. Aktivitas ini diduga berkaitan dengan pergerakan fluida di dalam reservoir, proses operasional lapangan, serta keberadaan manifestasi permukaan setempat

2025
👤 Penulis: Amalina Wulan Hapsari
🏷️ Geotermal 🏷️ Mikroseismik 🏷️ Pengolahan Data Seismologi

PENENTUAN AREA TARGET PENGEBORAN SUMUR PEMANFAATAN LANGSUNG DI DAERAH PANAS BUMI BANDA BARU, KABUPATEN MALUKU TENGAH, PROVINSI MALUKU

Pemanfaatan langsung energi panas bumi merujuk pada penggunaan panas bumi untuk keperluan non-listrik, seperti pemanas ruang, balneologi, dan pengolahan hasil pertanian. Di Indonesia, potensi teknis pemanfaatan langsung diperkirakan mencapai sekitar 1.900 MWt yang tersebar di lebih dari 3.000 titik manifestasi permukaan. Namun, tingkat pemanfaatan aktual masih sangat rendah, hanya sekitar 2,5 MWt, menunjukkan kesenjangan besar antara potensi dan realisasi. Untuk mendorong pemanfaatan yang berkelanjutan, ketergantungan pada manifestasi permukaan perlu diarahkan pada pengembangan sumur pemanfaatan langsung bawah permukaan. Studi ini bertujuan mengidentifikasi area prospek prioritas dan tapak pengeboran untuk pengembangan sumur pemanfaatan langsung di daerah panas bumi Banda Baru, Maluku Tengah. Penentuan area prospek dilakukan dengan mengintegrasikan: (i) zona potensi airtanah sangat tinggi (berdasarkan analisis Multi Influencing Factor/MIF), (ii) nilai tahanan jenis semu <50 ohm-m, (iii) estimasi temperatur bawah permukaan >150°C pada kedalaman 200 meter, dan (iv) anomali emisi CO? di permukaan. Pemetaan potensi airtanah dilakukan melalui pemodelan spasial berbasis MIF, sedangkan estimasi temperatur diperoleh dari hubungan antara gradien tahanan jenis dan gradien panas bumi berdasarkan data MT dan logging sumur. Logika Boolean diterapkan untuk mengecualikan zona terlarang seperti sungai, jalan, dan permukiman. Luas akhir area prospek yang ditetapkan mencapai sekitar 6,49 km² dan dibagi menjadi empat klaster prioritas tapak pengeboran.

2025
👤 Penulis: Erawan Melisano
🏷️ Pemanfaatan Energi Panas Bumi 🏷️ Analisis Multi Influencing Factor (Mif) 🏷️ Geotermal

GEOKIMIA FLUIDA LAPANGAN GEOTERMALBAGIAN UTARA RANTAU DEDAP, SUMATRA SELATAN

Lapangan Geotermal Rantau Dedap telah diproduksi oleh PT Supreme Energy sejak tahun 2014. Area produksi saat ini berada di bagian tengah Kaldera Semendo, yaitu di sekitar G. Bukit Besar. Pengembangan area produksi diarahkan ke utara dan timur laut, yaitu ke arah keluaran manifestasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi prospek geotermal di Rantau Dedap bagian utara, serta menganalisis keterkaitannya dengan area produksi saat ini. Data penelitian menggunakan empat sampel kimia air sumur (i.e. sumur B1, B2, C1 dan C2) dan enam sampel kimia air manifestasi (i.e. Batu Balai [BB], Cawang Tengah [CT], Cawang Tengah Atas [CTA], Air Indikat Tengah [AIT], Air Kelat [AK], dan Indikat Kanan Hilir [IKH]). Sistem Geotermal Rantau Dedap didominasi oleh batuan volkanik berkomposisi andesit-riolitik berumur Kuarter dan dikontrol oleh struktur sesar berarah timur laut-barat daya (NE-SW), utara barat laut-selatan tenggara (NNW-SSE), dan struktur kaldera. Sumber panas lapangan ini berasal dari G. Bukit Besar, Cawang, Batu Balai, dan Anak Gunung. Lapangan Geotermal Rantau Dedap diduga memiliki empat reservoir dengan pola aliran yang berbeda-beda. Reservoir pertama adalah Reservoir Bukit Besar-Batu Balai, reservoir ini memiliki temperatur 230 10°C, berada di kedalaman 800-1000 m, dan mempunyai sumber panas G. Bukit Besar dan Batu Balai. Fluida reservoir berasal dari air meteorik yang terpanaskan dan mendidih pada temperatur <220°C di G. Bukit Besar (area produksi saat ini). Fluida reservoir kemudian mengalir ke utara dan timur laut, serta muncul sebagai upflow di manifestasi BB dan CTA. Fluida reservoir juga terus mengalir ke utara hingga batas kaldera dan bercampur dengan air meteorik, dan muncul di permukaan sebagai manifestasi CT di zona outflow. Reservoir kedua, ketiga dan keempat, secara berurutan adalah Reservoir Air Indikat Tengah (temperatur 220 10°C, kedalaman 800 m), Reservoir Air Kelat (temperatur 220 10°C, kedalaman 650 m), dan Reservoir Indikat Kanan Hilir (temperatur 200 10°C, kedalaman 530 m). Ketiga reservoir ini mempunyai sumber panas, secara berurutan, adalah G. Cawang, G. Anak Gunung, dan G. Batu Balai. Ketiga reservoir ini mempunyai keluaran manifestasi, secara berurutan, adalah fumarola AIT (upflow) dan mata air panas AK (upflow) dan IKH (outflow).

2025
👤 Penulis: Iqbal Maulana
🏷️ Geotermal 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Struktur Geologi

ANALISIS STRUKTUR RESISTIVITAS BAWAH PERMUKAAN DAERAH CIANJUR KAITANNYA DENGAN TINGKAT KERUSAKAN AKIBAT GEMPABUMI TAHUN 2022 MENGGUNAKAN METODE MAGNETOTELLURIK

Gempabumi dengan kekuatan Mw=5,6 pada tahun 2022 terjadi di Daerah Cianjur. Gempabumi yang terjadi di wilayah ini merupakan salah satu gempabumi dangkal yang bersumber dari daratan dengan kedalaman sumber gempa sebesar 10 km dan dapat dikategorikan sebagai gempabumi merusak. Kerusakan yang diakibatkan meliputi kerusakan bangunan dan infrastruktur penunjang aktivitas masyarakat. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur bawah permukaan dan mampu mengidentifikasi lapisan lunak berdasarkan sebaran nilai resistivitas yang dapat dikorelasikan dengan besar faktor amplifikasi. Metode Magnetotellurik dilakukan di wilayah ini dengan menggunakan lima komponen medan listrik dan medan magnet. Metode Magnetotellurik memanfaatkan gelombang elektromagnetik dengan frekuensi 10?³ Hz sampai 10? Hz. Berdasarkan hasil inversi 1 dimensi dan hasil inversi 2 dimensi yang didapatkan dari pengukuran pada 3 titik pengukuran, salah satu bagian penyusun struktur bawah permukaan adalah lapisan lunak dengan nilai resistivitas yang berkisar antara 4 ?.m sampai dengan 64 ?.m. Lapisan lunak dapat memicu nilai faktor amplifikasi yang tinggi sehingga tingkat kerusakan pada daerah penelitian cukup tinggi.

2025
👤 Penulis: Nipta Dwi Setyo Risky
🏷️ Geotermal 🏷️ Analisis Resistivitas Bawah Permukaan 🏷️ Manajemen Risiko Gempa Bumi

ANALISIS STRUKTURAL MULTI-KOMPONEN BANGUNAN TERDAMPAK BENCANA GEOLOGI MENGGUNAKAN TERRESTRIAL LASER SCANNER (TLS) STUDI KASUS: GEDUNG KECAMATAN LEBAKGEDONG, KABUPATEN LEBAK, PROVINSI BANTEN

Pergerakan tanah di Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, berdampak signifikan terhadap struktur bangunan, termasuk gedung vital seperti Kantor Kecamatan Lebakgedong. Untuk menilai tingkat kerusakan dan kelayakan bangunan pascabencana, dilakukan analisis struktur menggunakan teknologi Terrestrial Laser Scanner (TLS) yang mampu merekam perubahan struktur secara menyeluruh dan akurat. Analisis mencakup kemiringan, pergeseran, retakan, serta kekasaran permukaan pada tepi kolom, permukaan kolom, dan dinding bangunan dengan akurasi maksimal 3,5 mm. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada komponen tepi kolom, rata-rata resultan pergeseran mencapai 0,028 m, melebihi batas toleransi sebesar 0,003 m untuk kolom setinggi 1,7 m, sehingga tidak memenuhi standar kelayakan bangunan berdasarkan SNI. Pergeseran dominan ke arah Timur Laut, kecuali tepi kolom 2 yang bergeser ke arah Barat Daya akibat pengaruh gerakan tanah disekitarnya. Pada permukaan kolom, pola pergeseran dominan ke arah Timur Laut dan Tenggara, kecuali pada permukaan kolom 1, 2, 6, dan 10 yang diduga dipengaruhi oleh struktur fondasi dan gerakan tanah sekitarnya. Analisis kekasaran menunjukkan nilai maksimum sebesar 0,021 m. Pada dinding, ditemukan retakan pada 9 dari 12 segmen, dengan lima segmen yang retak diapit oleh dua permukaan kolom yang memiliki perbedaan arah signifikan (±180°), sementara sisanya menunjukkan anomali akibat pengaruh struktur fondasi maupun stabilitas kolom. Kekasaran tertinggi ditemukan pada segmen dinding antara kolom 8 dan 9 sebesar 0,026 m. Analisis point cloud dengan metode RANSAC dan PCA pada tepi kolom menghasilkan RMSE kemiringan sebesar 0°6’5? dan RMSE pergeseran sebesar 0,003 m terhadap validasi ETS. Untuk permukaan kolom yang dianalisis menggunakan regresi dan optimasi least square, diperoleh RMSE pergeseran sebesar 0,0018 m terhadap validasi unting-unting. Dengan pendekatan yang sama dengan permukaan kolom, diperoleh RMSE kemiringan sebesar 0°3’3? terhadap validasi ETS pada struktur dinding. Secara keseluruhan, TLS terbukti efektif dan memiliki tingkat akurasi tinggi dalam mendeteksi perubahan struktur bangunan secara detail.

2025
👤 Penulis: Nida Ummatun Nadiyah
🏷️ Geotermal 🏷️ Analisis Struktural Bangunan 🏷️ Kecerdasan Buatan

PENILAIAN DAN KUANTIFIKASI RISIKO GEOLOGI PADA LAPANGAN GEOTERMAL ULUMBU, NUSA TENGGARA TIMUR

Industri geotermal memiliki peran penting dalam penyediaan energi terbarukan, namun sering dihadapkan pada ketidakpastian terkait potensi sumber daya bawah permukaan, terutama risiko geologi yang sulit diukur pada tahap awal pengembangan proyek. Penelitian ini bertujuan untuk memperbarui dan menyempurnakan metode terdahulu dari kuantifikasi risiko geologi pada lapangan geotermal. Fokus utama penelitian ini adalah pengembangan lembar kerja berbasis excel yang lebih terstruktur dan objektif untuk menilai tiga faktor utama dalam sistem geotermal yaitu heat source, reservoir, dan recharge-discharge. Metode sebelumnya memiliki tingkat subjektivitas yang tinggi dalam penilaian elemen risiko geologi, sehingga penelitian ini mengembangkan lembar kerja baru dengan menambahkan standard guidance yang terukur yang memungkinkan kuantifikasi risiko yang lebih sistematis dan mengurangi subjektifitas pada penilaian. Penelitian ini diterapkan pada lapangan geotermal Ulumbu, dengan membandingkan kondisi pre-drilling dan post-drilling. Data yang digunakan mencakup informasi geologi, geofisika, dan geokimia yang diperoleh dari data permukaan dan data bawah permukaan. Penerapan lembar kerja terbaru menunjukkan nilai probabilitas geologic success (Pg) yang serupa dengan metode sebelumnya. Pada kondisi pre-drilling, nilai Pg adalah 0,15 (moderate risk), mencerminkan ketidakpastian tinggi karena keterbatasan data. Pada kondisi postdrilling, nilai Pg meningkat menjadi 0,58 (very low risk), menunjukkan penurunan risiko geologi dan peningkatan kepercayaan pada model geotermal. Hasil ini mirip dengan metode terdahulu dan menghasilkan penilaian risiko yang lebih objektif, dapat diadaptasi untuk lapangan geotermal berjenis convection dominant di Indonesia khususnya sistem kaldera. Penelitian ini memperlihatkan pentingnya data bawah permukaan dalam mengurangi ketidakpastian dan risiko.

2025
👤 Penulis: Angga Putra Pratama
🏷️ Geotermal 🏷️ Kuantifikasi Risiko Geologi 🏷️ Data Bawah Permukaan

REKONFIRMASI SESAR PERMEABEL BERDASARKAN INTEGRASI ANALISIS SESAR PERMUKAAN DAN BAWAH PERMUKAAN LAPANGAN GEOTERMAL SONGA WAYAUA PROVINSI MALUKU UTARA

PT. PLN (Persero) pada tahun 2020 telah melakukan studi Geologi-Geokimia- Geofisika (3G) pada Wilayah Kerja Panasbumi (WKP) Songa Wayaua. Hasil studi struktur geologi tidak menunjukkan indikasi adanya sesar permeabel pada area prospek. Sesar permeabel hasil studi sebelumnya tidak berkorelasi dengan keberadaan manifestasi temperatur tinggi seperti fumarola, steam vent dan mata air panas. Rekonfirmasi sesar permeabel dilakukan dengan cakupan area penelitian 13 km x 16 km berdasarkan integrasi analisis sesar permukaan dan bawah permukaan. Identifikasi sesar permukaan berdasarkan hasil analisis kelurusan secara otomatis menggunakan metode modified Segment Tracing Algorithm (mSTA) pada citra satelit Sentinel-1 yang divalidasi dengan data struktur geologi permukaan hasil observasi lapangan. Identifikasi sesar bawah permukaan ditentukan dengan interpretasi data gravity metode First Horizontal Derivative (FHD), Second Vertical Derivative (SVD) dan Euler deconvolution pada area penelitian. Penentuan sesar permeabel menggunakan metode fault ranking berdasarkan hasil identifikasi sesar dengan parameter penciri permeabilitas. Analisis sesar permukaan menghasilkan 3 (tiga) sesar baru yakni sesar F-1 yang tergolong sesar inferred, sesar F-2 dan F-3 yang terkonfirmasi dari hasil pengamatan lapangan pada titik teridentifikasi sesar dan extension joint, keberadaan manifestasi temperatur tinggi fumarola dan mata air panas klorida, serta keberadaan zona alterasi. Hasil korelasi sesar permukaan yang menerus hingga bawah permukaan adalah sesar Pele-Wayaua, Tawa, F-2 dan F-3, sedangkan sesar F-1 dan Sibela tidak menerus. Hasil rekonfirmasi sesar permeabel menunjukkan sesar F-2 dan F-3 merupakan sesar baru terkonfirmasi permeabel.

2025
👤 Penulis: Andri Darmansyah Putra Perdana
🏷️ Geotermal 🏷️ Analisis Sesar Permeabilitas 🏷️ Interpretasi Geofisika

ESTIMASI KEDALAMAN TITIK CURIE, GEOTHERMAL GRADIENT, DAN HEAT FLOW MENGGUNAKAN ANALISIS SPEKTRUM DATA MAGNETIK DAERAH WP DAN WX

Kedalaman titik Curie dapat digunakan untuk mengetahui posisi kedalaman dari suatu thermal basement. Kedalaman titik Curie ditentukan dengan memanfaatkan adanya proses demagnetisasi mineral magnetik dalam kerak bumi. Analisi spektrum menjadi salah satu metode yang bisa digunakan untuk menentukan kedalaman titik Curie. Pada studi ini analisis spektrum dilakukan pada data anomali magnetik daerah WP dan WX. Peta anomali magnetik dibagi menjadi beberapa subwilayah, kemudian dengan memanfaatkan tranformasi Fourier yang mentransformasi domain ruang ke dalam domain frekuensi akan diperoleh spektrum daya rata-rata radial dari data anomali magnetik. Untuk daerah WP, diperoleh sebaran titik Curie dalam berada daerah utara bagian barat dengan kedalaman berkisar antara 13-16 km. Sedangkan kedalaman titik Curie dangkal berada di area timurlaut sampai selatan dan baratdaya dengan kedalaman 9-11 km. Geothermal gradient (landaian suhu) membesar pada daerah bagian tengah sebelah timur sampai tengah bagian barat mengarah ke selatan dengan nilai sebesar antara 50-62 0C/km. Heat flow yang tertinggi terdistribusi di bagian tengah daerah penelitian yang berseuaian dengan adanya kemunculan sumber air panas dengan nilai sekitar nilai 150-184 mW/m2. Untuk daerah WX sebaran kedalaman titik Curie dangkal terdapat di bagian selatan dekat dengan keberadaan sistem panas dari GP dan GBT dengan kedalaman 10-16 km. Sebaran titik Curie dalam, dominan berada di bagian utara, dimana bagian timurlaut dengan kedalaman berkisar antara 28-31 km, bagian tengah dengan kedalaman 20-25 km. Nilai landaian suhu besar, antara 30-38 oC/km yang terdapat di bagian selatan, sekitar Gunung Pesarawan. Sedangkan landaian suhu rendah dengan nilai antara 18-24 oC/km dominan terdapat di bagian utara. Pola aliran panas tinggi dengan nilai 84-108 mW/m2 berada di bagian selatan, bersesuaian dengan kemunculan sumber air panas. Sedangkan aliran panas rendah dengan nilai 54-70 mW/m2 berada di bagian utara bagian timurlaut dan baratlaut. Sistem panas pada daerah WX dibangun oleh sistem vulkanik gunung api WX. Selain itu, sistem sesar dan patahan membuat aliran panas dari sistem ini menyebar dan mengecil ke daerah utara dan sebagian selatan.

2025
👤 Penulis: Umar Said
🏷️ Geotermal 🏷️ Hidrologi
Halaman 2 dari 3
💬