📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 27 dokumen

PERANCANGAN BRAND IDENTITY SEBAGAI UPAYA PEMBANGUNAN CITY BRANDING KABUPATEN TOLITOLI

Indonesia merupakan negara megadiversitas dengan kekayaan alam dan budaya yang berlimpah yang tengah berfokus pada pembangunan negara. Dengan sumber daya lokal yang melimpah, kreativitas dalam memajukan negara melalui kota-kota di Indonesia didorong dengan pemanfaatan potensi lokal sebagai identitas wilayah. City branding merupakan salah satu upaya pemasaran kota untuk memperkuat identitas dan mengembangkan citra kota. Kabupaten Tolitoli merupakan salah satu kota di Sulawesi Tengah yang memiliki potensi lokal berbasis alam, budaya, dan ekonomi kreatif. Namun, Tolitoli masih belum memiliki branding yang dapat diterapkan pada strategi city branding. Perancangan ini akan mengidentifikasi konsep dan strategi brand identity untuk membentuk citra sebagai upaya pembangunan city branding Kabupaten Tolitoli. Melalui metode kualitatif dan analisis deskriptif, penelitian untuk perancangan ini mencakup kajian pustaka, wawancara pemangku kepentingan, dan analisis data berdasarkan teori competitive identity oleh Simon Anholt. Luaran akhir perancangan akan mencakup brand identity Tolitoli sebagai Kota Sudut Pesisir dan visualisasinya sebagai bagian dari city branding dengan pemasaran internal dan eksternal. Perancangan diharapkan dapat memperkuat identitas dan citra Kabupaten Tolitoli dalam persaingan global, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan kota secara berkelanjutan.

2024
👤 Penulis: Gwyneth Eveline Lianto
🏷️ Kebudayaan 🏷️ Pembangunan Kota 🏷️ Manajemen Identitas

PERANCANGAN ENSIKLOPEDIA VISUAL LAMPUNG SAIBATIN UNTUK PELAJAR TINGKAT SMA DI LAMPUNG

Kurangnya pemahaman dan penghargaan terhadap kebudayaan masyarakat Lampung di tempat asalnya menjadi fenomena kesenjangan budaya yang dapat memicu ketegangan sosial. Diperlukan edukasi kebudayaan Lampung kepada masyarakat etnik lainnya agar mendorong nilai toleransi. Sebagai seorang desainer grafis perancang mengusulkan pembuatan media edukasi, yaitu ensiklopedia visual yang membahas kebudayaan Lampung pesisir atau Saibatin. Ensiklopedia visual tersebut menggunakan pendekatan komunikasi visual, yaitu ilustrasi dan gambar untuk menggugah minat baca. Audience perancangan ini adalah pelajar tingkat SMA di Lampung yang didasarkan pada pengujian tingkat pemahaman kebudayaan melalui kuesioner yang melibatkan 112 responden. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner, studi literatur, dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil perancangan ini berupa ensiklopedia visual berbentuk buku cetak yang berisi topik kebudayaan dan visual gambar yang representatif dari Lampung Saibatin. Harapanya, semoga perancangan ini dapat menjadi media edukasi dalam meningkatkan pengetahuan kebudayaan Lampung Saibatin, serta menjadi referensi peneliti lainnya.

2024
👤 Penulis: Hasim Asyari
🏷️ Kebudayaan 🏷️ Komunikasi Visual 🏷️ Pendidikan Etnik

BENTANG HALIMUN: REPRESENTASI JARAK DAN IDENTITAS MELALUI DRAWING

Ketika seseorang berjarak dengan tempat asalnya, yaitu lanskap tempat dia tumbuh, ia akan menjadi sadar akan identitas kulturalnya. Lanskap, oleh karena itu, mempunyai peran penting dalam membentuk identitas kultural suatu kelompok dan anggotanya. Seri karya “Bentang Halimun” menghadirkan delapan lanskap yang samar. Melalui penghadiran lanskap-lanskap yang samar tersebut, penulis membahas tentang relasi antara jarak, lanskap, dan identitas. Teori seni rupa yang mendasari karya ini adalah seni sebagai representasi, teori sublim Immanuel Kant, dan lanskap. Teori mengenai memori kolektif dan identitas masyarakat Hindu Bali juga menjadi basis dalam menggarap karya ini. Selain itu, Vija Celmins dan Hurvin Anderson adalah seniman-seniman yang dikaji dalam segi visual, proses pembuatan karya, dan gagasan. Kajian tersebut menjadi referensi utama dalam penggagasan dan pembuatan seri karya ini. Seri karya drawing ini dibuat menggunakan pensil grafit seri H. Metode yang digunakan dalam berkarya adalah penumpukan garis tipis yang dihasilkan oleh pensil tersebut. Garis ditumpuk hingga membentuk lanskap di atas bidang kertas. Melalui metode ini, penulis dapat menghadirkan lanskap yang samar, seperti diselimuti oleh kabut. Lanskap yang samar dan sulit untuk dikenali memaksa apresiator karya untuk berkontemplasi dan mengingat kembali lanskap-lanskap yang memiliki bentuk yang mirip dengan lanskap yang ada pada karya. Tiap karya menampilkan lanskap yang pernah penulis temui di tempat asal penulis yaitu pulau Bali. Melalui pembuatan karya ini juga penulis mengingat lanskap-lanskap tersebut dan merenungi hubungan penulis dengan tempat asal dan identitas penulis sebagai orang Bali. Pada akhirnya, “Bentang Halimun” membawa penulis pada realisasi bahwa lanskap-lanskap tersebut membentuk identitas penulis sebagai orang Bali. Identitas ini tidak akan hilang dan justru akan berkembang seiring penulis menerima pengalaman-pengalaman baru.

2024
👤 Penulis: Kadek Bagus Wedanta Yogananda
🏷️ Kebudayaan 🏷️ Seni Rupa 🏷️ Hidrologi

PERANCANGAN BUKU EDITORIAL PENGENALAN HIDANGAN AKULTURASI TIONGHOA-INDONESIA DALAM FESTIVAL BUDAYA UNTUK DEWASA MUDA

Indonesia merupakan negara yang ditinggali oleh beragam etnis dan suku bangsa. Suku yang dimaksud tidak hanya merupakan suku yang berasal dari wilayah Indonesia saja, tetapi ada juga suku pendatang. Dalam persebaran jumlah suku versi BPS tahun 2010, suku Tionghoa menduduki posisi ke-18, membuatnya sebagai suku bangsa pendatang paling besar di Indonesia. Walaupun memiliki jumlah populasi yang besar, kebudayaan Tionghoa mulai dilupakan oleh keturunan Tionghoa usia dewasa muda. Perancangan buku ini bertujuan untuk memperkenalkan budaya Tionghoa melalui salah satu hasil akulturasi kebudayaan Tionghoa-Indonesia yang ditemui di kehidupan sehari-hari, yaitu makanan. Metode pengumpulan yang digunakan adalah studi pustaka, sebar angket (kuesioner), dan wawancara ahli yang kemudian dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil perancangan berupa buku editorial pengenalan budaya dan hidangan akulturasi Tionghoa-Indonesia dalam festival budaya Tionghoa. Melalui perancangan ini, diharapkan kalangan dewasa muda (18-29 tahun) dapat lebih memahami kebudayaan Tionghoa dan perkembangannya di Indonesia.

2024
👤 Penulis: Tan, Carlin Vivian
🏷️ Kebudayaan 🏷️ Hidangan Akulturasi 🏷️ Analisis Kualitatif

PERANCANGAN INTERIOR MAJALENGKA ARTS AND CULTURAL CENTER GUNA MENGEMBANGKAN PEREKONOMIAN WARGA KECAMATAN SUMBERJAYA

Perancangan interior Majalengka Arts and Cultural Center (MACC) merupakan salah satu upaya untuk membangun perekonomian wilayah setempat. MACC diharapkan dapat menjadi wadah untuk berbagai kegiatan seni dan budaya, baik lokal maupun internasional. Kegiatan-kegiatan tersebut akan menarik minat wisatawan dan pengunjung dari luar daerah, sehingga dapat meningkatkan perekonomian wilayah setempat. Perancangan interior MACC perlu memperhatikan aspek-aspek yang dapat menunjang kegiatan seni dan budaya, serta menarik minat wisatawan. Aspek-aspek tersebut meliputi tata ruang, fasilitas, dan desain interior. Desain interior mencakup integrasi motif dan desain batik khas Majalengka, menciptakan suasana yang menggambarkan keindahan dan keunikan tradisi lokal. Penggunaan warna-warna alami dan nuansa hangat dari seni Kuda Lumping dan Kuda Renggong menjadi landasan estetika untuk menciptakan ruang yang dinamis dan berenergi. Keberlanjutan juga menjadi fokus dengan pemanfaatan bahan lokal yang ramah lingkungan, mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Desain ini tidak hanya menciptakan ruang yang mempromosikan identitas budaya Majalengka, tetapi juga menjadi katalisator untuk pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah setempat.

2024
👤 Penulis: Timami Nashita Zafirahrasha
🏷️ Desain Interior 🏷️ Pertumbuhan Ekonomi Lokal 🏷️ Kebudayaan

ASSEMBLING THE SHARDS OF IDENTITY SAFE SPACE

Penelitian artistik ini mengeksplorasi "Identitas Kintsugi," yang terinspirasi dari seni Kintsugi Jepang, di mana objek yang rusak diperbaiki dengan pernis emas, merayakan ketidaksempurnaan dan melambangkan penerimaan diri. Studi ini menyelami kompleksitas identitas manusia, dengan fokus pada individu yang menavigasi berbagai identitas budaya, nasional, dan pribadi. Identitasidentitas ini, mulai dari gender, etnis, dan kebangsaan, hingga keyakinan agama, profesi, dan afiliasi politik, baik yang diwariskan maupun diperoleh, sering kali menyebabkan konflik internal dan tantangan psikologis. Tujuan riset ini adalah untuk memahami bagaimana individu mengelola identitas yang beragam ini dan bagaimana metafora Kintsugi dapat mengintegrasikan bagianbagian ini menjadi satu kesatuan yang kohesif. Penelitian ini menggunakan perspektif psikologi, filsafat, dan studi budaya, dengan metode kualitatif yang berujung pada proyek seni yang unik. Proyek ini memperluas dan melampaui makna Kintsugi sebagai teknik tradisional memperbaiki keramik, dengan menggunakannya sebagai kerangka metaforis untuk menyatukan fragmen identitas pribadi dan budaya. Pendekatan artistik ini memungkinkan individu untuk mengeksplorasi dan merayakan penggabungan identitas mereka yang beragam, mengubah bekas luka menjadi simbol kekuatan dan pertumbuhan. Serta menghubungkan Identitas Kintsugi dengan filosofi Jepang wabi-sabi, yang menekankan keindahan dalam ketidaksempurnaan seiring berjalannya waktu. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan bagi dunia akademis dengan menawarkan perspektif baru tentang identitas dan ketahanan, memberikan wawasan tentang cara menavigasi identitas yang beragam dan tantangan terkait menggunakan seni sebagai alat transformasi. Penelitian artistik ini mempergunakan pendekatan instalasi keramik sebagai kerangka metaforis baru untuk merepresentasikan pertumbuhan pribadi dan penerimaan diri dalam kaitan framen identitas personal dan budaya. Penelitian ini mendorong individu untuk mengeksplorasi kompleksitas identitas mereka dan merayakan bekas luka mereka sebagai simbol kekuatan dan pertumbuhan.

2024
👤 Penulis: Nayera Mohamed M Roshdi Subaih
🏷️ Psikologi 🏷️ Kebudayaan 🏷️ Hidrologi

EKSPLORASI RAGAM HIAS INSPIRASI CITRA DAERAH SUKABUMI SELATAN DENGAN TEKNIK REKALATAR SLASHING UNTUK PRODUK INTERIOR

Pemajuan Kebudayaan terdapat empat cara berdasarkan UU yaitu Perlindungan, Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan. Pemajuan Kebudayaan dengan cara perlindungan adalah upaya menjaga keberlanjutan Kebudayaan yang dilakukan dengan cara inventarisasi, pengamanan, pemeliharaan, penyelamatan, dan publikasi. Ragam hias dapat digunakan sebagai media untuk inventarisasi ataupun publikasi. Hal ini dilakukan pada Sukabumi Selatan, yang memiliki potensi pada budaya dan alamnya. Ditandai dengan adanya masyarakat adat yang sudah berlangsung selama ratusan tahun, disamping itu alam sukabumi selatan diakui oleh Unesco Global Geopark (UGG) pada tahun 2015. Penelitian ini disusun menggunakan metode kualitatif melalui analisis dokumentasi, studi literatur dan eksplorasi. Dalam penelitian ini, Ragam hias dengan citra sukabumi selatan diterapkan dengan Teknik Slashing untuk produk Interior. Berdasarkan hasilnya, ragam hias citra sukabumi selatan terdapat tiga kategori yaitu alam, budaya dan artefak. Motif yang dihasilkan diterapkan dengan teknik slashing disimpulkan terdapat tiga cara yaitu jahitan mengikuti latar, jahitan mengikuti motif, jahitan berlawanan. Diharapkan penelitian ini, dapat menjadi upaya pemajuan kebudayaan dengan cara inventarisasi ataupun publikasi.

2024
👤 Penulis: Sabrina Sopyan
🏷️ Kebudayaan 🏷️ Inventarisasi Kebudayaan 🏷️ Hidrologi

ADAPTASI RAGAM HIAS SUKU AINU DALAM PERANCANGAN BUSANA KONTEMPORER BERGAYA HIP-HOP

Penelitian ini bertujuan untuk menggabungkan elemen-elemen tradisional dari budaya Suku Ainu ke dalam desain busana modern dengan memanfaatkan referensi tren gaya busana streetwear hip-hop, sehingga dapat menciptakan keseimbangan yang harmonis antara warisan budaya tradisional dan busana kontemporer dalam industri fesyen. Fokus utama pada perancangan ini terdapat pada pemilihan ragam hias dan simbolisme "Sermaka Omare", serta eksplorasi teknik reka latar tekstil terpilih yang akan diterapkan pada busana. Proses eksplorasi dilakukan dengan mengangkat unsur-unsur tradisional dan kontemporer, memperkaya estetika global serta menghormati nilai-nilai simbolis yang terkandung dalam ragam hias Ainu. Empat produk busana fesyen dihasilkan dengan mengangkat kedua unsur tersebut, dengan melakukan eksplorasi ragam hias dan teknik tekstil terpilih, serta eksplorasi konsep dan siluet busana kontemporer bergaya hip-hop. Penelitian ini dapat menjadi sebuah pembelajaran untuk memberikan kontribusi pada pemahaman betapa pentingnya melestarikan dan memanfaatkan warisan budaya sebagai sumber inspirasi untuk tren fesyen masa kini.

2024
👤 Penulis: Najla Fairuz Zahira
🏷️ Kebudayaan 🏷️ Desain Busana 🏷️ Teknologi Busana

JATIBARANG HERITAGE AND AGRICULTURE HUB : REVITALISASI PABRIK GULA JATIBARANG DENGAN PENDEKATAN ADAPTIVE REUSE

Indonesia memiliki sejarah industri gula yang sangat panjang. Sejarah ini dimulai sekitar 200 tahun lalu dengan diterapkanya tanam paksa atau cultuurstelsel oleh pemerintah kolonial Belanda. Mulai dari saat itu, banyak pabrik gula yang dibangun di Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Pada puncaknya, terdapat ratusan pabrik gula yang beroperasi di Indonesia dengan kapasitas produksi yang sangat besar hingga Indonesia sempat menjadi exporter gula terbesar kedua setelah Kuba. Namun kemudian berbagai permasalahan mulai menghambat pertumbuhan industry gula di Indonesia. Mulai dari the great depression, perang dunia kedua, hingga nasionalisasi pabrik-pabrik milik belanda oleh pemerintah Indonesia. Dengan banyaknya permasalahan yang ada, pabrik-pabrik gula di Indonesai satu per satu mulai menghentikan produksi secara permanen. Jumlah pabrik yang awalnya di angka ratusan kini hanya tersisa sekitar 40 yang masih beroperasi. Bangunan-bangunan besar yang dulunya menjadi pusat kegiatan beratus-ratus orang mulai banyak yang terbengkalai. Bahkan tidak sedikit lahan pabrik yang sudah dijadikan permukiman masyarakat tanpa meninggalkan jejak apapun akan keberadaanya di masa lampau. Pabrik-pabrik ini merupakan saksi sejarah Indonesia. Bukan hanya sejarah industri gula, melainkan juga sejarah kolonial, upaya kemerdekaan, dan perkembangan Indonesia setelah merdeka. Pada saat ini banyak pabrik gula yang bangunanya sudah terbengkalai. Dengan konsep adaptive reuse, terdapat potensi besar untuk menggunakan kembali bangunan-bangunan ini untuk fungsi-fungsi yang dibutuhkan pada masa kini. Salah satu potensi adalah mendirikan sebuah fasilitas yang dapat mengedukasi masyarakat terkait sejarah industri gula, Indoneisa, dan juga potensi besar di masa depan. Revitalisasi Pabrik Gula Jatibarang menjadi salah satu program yang menanggapi potensi yang sebelumnya disebutkan. Untuk menciptakan fasilitas dimana masyarakat dapat belajar dan melihat sejarah panjang yang dilalui oleh industri gula Indonesia. Dengan memanfaatkan aset sejarah yang tersisa di kawasan pabrik, Pabrik Gula Jatibarang dapat menjadi wadah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait sejarah industri gula dan agrikultur di Indonesia. Selain itu, fungsi-fungsi lain juga dapat ditambahkan untuk mendorong kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat di Kecamatan Jatibarang.

2024
👤 Penulis: Nico Juanda
🏷️ Kebudayaan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Rehabilitasi Bangunan

PUSAT SENI PERTUNJUKAN BANDUNG: SENI PERTUNJUKAN UNTUK SEMUA

Pada tahun 2015, Kota Bandung dinobatkan sebagai kota kreatif oleh UNESCO. Namun, seni pertunjukan sebagai sub-sektor ekonomi kreatif belum berkembang sesuai potensinya, meskipun terdapat banyak pelaku seni pertunjukan di kota ini. Data PPKD tahun 2018 menunjukkan bahwa seni pertunjukan di Bandung hanya difasilitasi oleh komunitas, sementara Bandung merupakan kontributor terbesar pelaku seni di Jawa Barat dengan persentase 12,47% dari pelaku ekonomi kreatif. Proyek ini bertujuan mendirikan Bandung Performing Arts Center yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat dari berbagai lapisan sosial, serta berfungsi sebagai ruang publik yang mengintegrasikan seni pertunjukan tradisional dan modern. Terletak di Jalan Asia Afrika nomor 88 di pusat kota, lokasi ini dipilih karena aksesibilitasnya yang mudah dan posisinya di kawasan cagar budaya yang menjadi daya tarik Kota Bandung. Kriteria perancangan utama yang dipertimbangkan meliputi pembentukan ruang publik, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, dan pengalaman ruang yang inspiratif serta transparan. Bandung Performing Arts Center diharapkan menjadi ikon arsitektur yang meningkatkan minat dan kontribusi seni pertunjukan dalam ekonomi kreatif serta pariwisata budaya di Kota Bandung.

2024
👤 Penulis: Raymond Kurniawan
🏷️ Seni Pertunjukan 🏷️ Ekonomi Kreatif 🏷️ Kebudayaan

GEDUNG KOMUNITAS “MUSIK PERTUNJUKAN” SEBAGAI WADAH PENGEMBANGAN APRESIASI, MINAT, BAKAT, DAN KREATIVITAS MASYARAKAT KOTA BANDUNG

Indonesia, sebagai negara dengan kekayaan alam, budaya, dan seni yang melimpah, mencerminkan heterogenitas masyarakatnya. Kota Bandung, salah satu kota di Indonesia, kaya akan sejarah, kebudayaan, dan musik. Diakui sebagai Kota Kreatif oleh UNESCO pada tahun 2015, Bandung membanggakan diri atas berbagai julukan, mencakup Paris van Java, Kota Kembang, dan sekarang Kota Kreatif. Namun, di tengah kekayaannya, Kota Bandung menghadapi tantangan dalam menyediakan fasilitas yang memadai bagi musisi, terutama musisi jalanan, untuk mengekspresikan bakat dan kreativitas mereka. Sejarah musik di Kota Bandung dimulai pada tahun 1930-an dengan menjadi pusat musik jazz dan orkestra yang melahirkan musisi terkenal seperti Fariz RM dan Broery Pesulima. Pada tahun 1970-an, Bandung menjadi pusat perkembangan musik rock dan pop di Indonesia, dan pada tahun 2000-an, genre musik di Kota Bandung semakin berkembang dengan pertunjukan musik yang sering diadakan, seperti We The Fest dan Java Jazz Festival. Namun di tengah perkembangan musik yang pesat, musisi di Kota Bandung, terutama para musisi jalanan, menghadapi keterbatasan fasilitas dan dukungan dari pemerintah. Kang Priston, salah satu pihak penanggung jawab KPJ, menyatakan bahwa hingga saat ini masih banyak para musisi jalanan yang belum terfasilitasi secara kemampuan padahal mereka memiliki potensi dan beberapa telah memiliki karya di bidang tersebut. Meskipun Rumah Musik Harry Roesli (RMHR) telah memberikan wadah untuk musisi jalanan, masih ada kebutuhan akan fasilitas tambahan. Beberapa kelompok musisi jalanan, seperti Komunitas Penyanyi Jalanan (KPJ) dan kelompok musisi jalanan Plago, menyuarakan keinginan mereka akan lebih banyak wadah dan dukungan dari pihak berwenang. Sebagai tanggapan terhadap tantangan ini, diusulkan pembangunan gedung pertunjukan dengan sebuah auditorium konser yang tidak hanya menyediakan ruang untuk komunitas musik klasik dan orkestra, tetapi juga memberikan tempat bagi musisi jalanan untuk mengekspresikan kreativitas mereka. Gedung ini juga diharapkan dapat menjadi pusat edukatif dan kolaboratif untuk mengembangkan bakat musisi jalanan. Kualitas akustik menjadi fokus utama dalam desain gedung, sementara ruang kreatif harus dirancang sebagai lingkungan inklusif dan fleksibel untuk merangsang kreativitas dan produktivitas para musisi. Dengan demikian, upaya ini bertujuan untuk memberikan solusi yang merespons serta sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi musisi di Kota Bandung untuk menjaga keberlanjutan perkembangan musik yang kaya dan beragam di kota tersebut.

2024
👤 Penulis: Raissa Anindya Putri
🏷️ Kebudayaan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Pendidikan Musikal

DINAMIKA ARSITEKTUR VERNAKULAR MASYARAKAT ADAT SUNDA PADA KASUS TRADISI PERPINDAHAN PUSAT ADAT DARI CIPTAGELAR MENUJU GELARALAM

Kesatuan Adat Banten Kidul merupakan bagian dari Masyarakat Adat Sunda yang hingga saat ini masih konsisten dengan ritual ngalalakon. Ngalalakon merupakan proses memindahkan permukiman sebagai pusat adat dari suatu kawasan ke kawasan lain. Kasepuhan Gelaralam merupakan tujuan perjalanan ngalalakon yang ke-20, sejak permukiman pertama terbentuk pada tahun 1368. Beberapa elemen yang telah ada di pusat adat lama (tari kolot) turut dipindahkan ke pusat adat baru (kasepuhan). Elemen lain dihadirkan dalam tatanan baru sebagai bentuk penyesuaian dengan lingkungan baru mereka. Ngalalakon tentu akan mempengaruhi perubahan pola permukiman pusat adat dari kasepuhan lama ke kasepuhan baru. Penelitian ini bertujuan untuk menjelajahi perubahan fisik dan non fisik arsitektur Kesatuan Adat Banten Kidul yang mengiringi perpindahan permukiman tersebut. Pola-pola erubahan dikaji lewat pengamatan terhadap atribut budaya pada permukiman Ciptagelar dan Gelaralam. Kasus ini dilandasi oleh fakta bahwa masyarakat adat Kasepuhan Ciptagelar melaksanakan perpindahan permukimannya pada awal tahun 2022 setelah perpindahan terakhir dilaksanakan pada awal tahun 2001 lalu. Peristiwa ini masih akan terus berlangsung sebagaimana yang akan diarahkan melalui wangsit dari leluhur. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dicapai melalui proses eksploratif dengan membaca aspek-aspek arsitektur melalui atribut budaya Ciptagelar dan Gelaralam. Tujuan dari penelitian ini adalah memahami dinamika arsitektur melalui pola-pola dan perubahan aspek fisik dan non fisik permukiman yang masuk ke dalam kategori Fixed Features Element, Semi-Fixed Features Element dan Non-Fixed Features Element. Pola-pola dan perubahan dipahami melalui proses perpindahan pusat adat dari Ciptagelar menuju Gelaralam. Penelitian ini dicapai dengan paradigma induktif-naturalistik melalui pendekatan Etnografi. Outcame dari penelitian ini adalah menyumbang pengetahuan baru terkait dinamika arsitektur vernakular dan pemahaman terkait indikasi-indikasi suatu konteks arsitektur mengalami dinamika. Hasil akhir dari penelitian ini memunculkan alat baca operasionalisasi pengambilan data aspek- aspek arsitektur vernakular, setra alat-alat untuk menganalisis dan mengidentifikasi dinamika arsitektur yang dapat diterapkan pada penelitian-penelitian terkait dinamika arsitektur secara general.

2024
👤 Penulis: Youla Ela Kafila
🏷️ Kebudayaan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi
Halaman 2 dari 2
💬