📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 6,268 dokumenMIXED MATRIX MEMBRANE PVDF/MXENE TERMODIFIKASI PEI UNTUK FILTRASI ZAT WARNA METILEN BIRU
Industri tekstil memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan ekonomi di seluruh dunia. Namun, industri tersebut juga menimbulkan masalah seperti limbah zat warna. Limbah zat warna yang dihasilkan salah satunya adalah metilen biru (MB). Jika terbuang ke perairan, keberadaan limbah metilen biru ini dapat merusak lingkungan, karena mempunyai sifat yang sulit terdegradasi dalam perairan. Selain itu, limbah zat warna juga dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan manusia. Pada penelitian ini penanganan limbah metilen biru dilakukan menggunakan teknologi membran filtrasi. Membran filtrasi menawarkan keunggulan seperti efisiensi pemisahan yang relatif tinggi serta aplikasi yang mudah, sederhana dan ekonomis. Polyvinylidene Fluoride (PVDF) merupakan polimer semi-kristalin yang banyak diaplikasikan pada membran karena stabil secara termal dan mekanik. Namun, membran PVDF juga memiliki kelemahan karena sifatnya hidrofobik sehingga rentan mengalami fouling. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan modifikasi PVDF dengan material MXene Ti3C2 menjadi mixed matrix membrane (MMM) untuk diaplikasikan pada filtrasi zat warna MB. MXene merupakan material anorganik 2D dengan struktur berlapis nano yang memiliki hidrofilisitas yang baik serta selektivitas yang unggul. Lebih lanjut, MXene dapat dimodifikasi dengan polyethyleneimine (PEI) untuk melihat pengaruhnya terhadap kinerja membran. Penelitian ini dibagi menjadi empat tahap yaitu sintesis MXene dan MXene termodifikasi PEI, sintesis mixed matrix membrane (MMM), filtrasi zat warna metilen biru, dan karakterisasi membran. Sintesis MXene dilakukan dengan melakukan proses etching fasa MAX menggunakan campuran LiF/HCl. Selanjutnya dilakukan delaminasi melalui proses interkalasi DMSO dan sonikasi selama 10 jam agar diperoleh material 2D MXene. Dilakukan juga modifikasi pada MXene menggunakan PEI sehingga diperoleh MXene-PEI. MXene dan MXene- PEI kemudian ditambahkan pada matriks PVDF membentuk membran komposit PVDF/MXene (PM) dan PVDF/MXene-PEI (PM-PEI). Pembuatan membran PM dengan variasi konsentrasi MXene yang berbeda (0,25%; 0,5% dan 1%) dilakukan. Membran komposit disintesis melalui metode inversi fasa dengan bak koagulan berupa aquades. Uji kinerja membran diamati melalui uji permeabilitas, selektivitas, dan antifouling membran. Sementara itu, karakteristik membran diamati melalui hidrofilisitas dan morfologinya. Pada penelitian ini, telah berhasil dilakukan sintesis MXene (Ti3C2) dari fasa MAX (Ti3AlC2). Karakterisasi X-Ray Diffraction (XRD) menunjukkan keberhasilan etching lapisan Al pada fase MAX, ditunjukkan melalui penurunan intensitas puncak khas Al pada 38,8° serta pergeseran puncak (002) pada 2? dari 9,52° ke 5,67°. Pada karakterisasi Scanning Electron Microscope (SEM), MXene Ti3C2 menunjukkan bentuk lembaran-lembaran yang berlapis dan unsur-unsur penyusun material tersebut diperlihatkan melalui karakterisasi Energi Dispersive X-Ray (EDX). Sementara itu, modifikasi MXene oleh PEI dapat dikonfirmasi oleh karakterisasi Fourier Transform Infrared (FTIR) melalui keberadaan pita serapan N-H stretching pada bilangan gelombang 3438 cm-1 dan -NH2 pada bilangan gelombang 1634 cm-1. Penambahan MXene dapat meningkatkan hidrofilisitas membran ditunjukkan dengan penurunan nilai sudut kontak dari PVDF 82,04° menjadi sebesar 65,43° untuk PM 0,25, 69,95° untuk PM 0,5 dan 74,34° untuk PM 1, berturut-turut. Pada filtrasi MB, kondisi optimum dicapai pada konsentrasi MXene 0,25%, memberikan nilai fluks air murni 85,56 L m-2 jam-1 dan rejeksi sebesar 95,73%. Sementara itu, modifikasi MXene menggunakan PEI menurunkan permeabilitas membran namun meningkatkan selektivitas membran terhadap zat warna MB. Membran PVDF/MXene-PEI menunjukkan nilai fluks air murni 51,73 L m-2 jam-1 dan rejeksi sebesar 97,43%. Lebih lanjut, nilai FDR pada membran PVDF/MXene-PEI diperoleh sebesar 95,75%. Nilai FDR tinggi dari PVDF/MXene-PEI menandakan sedikit terjadinya fouling dan membran memiliki sifat antifouling yang cukup baik.
EVALUASI KATALIS UNTUK SINTESIS BAHAN AKTIF WEWANGIAN ESTRAGOL YANG RAMAH LINGKUNGAN
Pembcntukan ikatan karbon-karbon mclalui reaksi Fricdcl-Crafls, khususnya dalam pcmbuatan scnyawa turunan bcnzcna fungsional scpcrti cstragol mcmiliki nilai tinggi di industri wewangian dan fannasi. Penelitian ini bertujuan untuk mcngkaji hasil rcaksi alilasi anisol dcngan alil asetat dalam sintesis estragol bcscrta cvaluasi katalis yang digunakan, yaitu katalis hcterogen dan homogcn. Katalis asam hcterogcn yang digunakan adalah Silica Sulfuric Acid (SSA) dan Ambcrlyst-16, scdangkan katalis asam homogen yang digunakan adalah asam sulfat, asam fosfat, dan asam trifluoroasetat. Rcaksi dengan katalis hcterogen dijalankan dalam sistcm tanpa pclarut pada suhu 100-120 °C dalam tabung Schlcnk, sedangkan rcaksi dcngan katalis homogcn dijalankan menggunakan sistem mikrorcaktor alir pada suhu 150-200 °C. Karaktcrisasi produk hasil reaksi dilakukan mcnggunakan spektroskopi NMR . Basil penclitian menunjukkan bahwa kedua katalis hetcrogen mampu memfasilitasi reaksi alilasi Friedel-Crafls dan mcnghasilkan estragol, berdasarkan terkonfmnasinya keberadaan sinyal-sinyal khas proton alilik yang tcrikat pada karbon aromatik pada daerah o'H 3,3-5,9 ppm di spektrum 'H-NMR, dcngan Amberlyst-16 menunjukkan aktivitas katalitik yang Jebih unggul dengan nilai konvcrsi 10,08% dibandingkan SSA dengan nilai konversi 4,86% pada suhu yang relatif lebih rendah . Sementara itu, penggunaan katalis homogcn asam sulfat dan asam fosfat pada mikroreaktor alir berhasil mengonversi anisol sccara optimal, tcrutama pada suhu 200 °C dan laju alir 0,3 mUmcnit, namun bukan menghasilkan cstragol sebagai produk utama. Pcnggunaan katalis hctcrogcn SSA dan Ambcrlyst-16 dalam sintesis cstragol mcnawarkan altematif prosedur sintcsis yang memiliki performa lebih baik, ramah lingkungan, dapat diregencrasi, serta lebih mudah dipisahkan dari produk dibandingkan dcngan katalis homogcn yang diuji.
PENGEMBANGAN SEPATU SINGLE PLATFORM CONVERTIBLE BAGI PEKERJA PEREMPUAN DENGAN INTENSITAS KERJA TINGGI
Sepatu hak tinggi banyak digunakan oleh pekerja perempuan sebagai bagian dari penampilan profesional, khususnya di sektor layanan publik dan perhotelan. Namun, penggunaannya dalam durasi panjang menimbulkan risiko gangguan muskuloskeletal yang signifikan meliputi nyeri kaki, lutut, dan punggung bawah akibat perubahan postur tubuh dan pola berjalan yang tidak alami. Data BPS (2024) menunjukkan bahwa pekerja perempuan di sektor jasa Indonesia, yang mencakup 54,6% dari total angkatan kerja perempuan nasional, rata-rata bekerja 45,1 jam per minggu, dengan durasi berdiri hingga 7–9 jam per hari sambil mengenakan alas kaki yang tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan merancang sepatu hak tinggi konvertibel berbasis ergonomi yang mampu menjawab kebutuhan fungsional, kenyamanan jangka panjang, serta tuntutan estetika profesional pekerja perempuan. Pendekatan kualitatif berbasis user-centered design digunakan melalui observasi lapangan etnografis, wawancara terstruktur dengan lima pekerja perempuan berusia 20–45 tahun di sektor jasa, konsultasi ahli dengan praktisi senior industri sepatu, serta tinjauan literatur dan produk eksisting. Temuan lapangan mengidentifikasi tiga pain point utama: (1) nyeri fisik akibat distribusi beban yang tidak merata dan desain toe box yang sempit, menyebabkan lecet pada tumit, ketegangan otot betis, dan nyeri punggung bawah; (2) penurunan stabilitas pola berjalan dan pemendekan langkah setelah pemakaian berkepanjangan; serta (3) ketidakpraktisan membawa alas kaki cadangan. Temuan ini diperkuat oleh literatur yang mengkonfirmasi bahwa penggunaan sepatu hak tinggi secara rutin meningkatkan tekanan plantar di area metatarsal secara signifikan, mengurangi rentang gerak pergelangan kaki, dan meningkatkan risiko jatuh hingga 40% pada perempuan usia kerja. Solusi desain yang dikembangkan adalah prototipe sepatu konvertibel yang memungkinkan pengguna beralih secara efisien antara mode hak tinggi profesional (maksimal 5 cm) dan mode flat untuk istirahat atau aktivitas dinamis. Desain mengintegrasikan berbagai prinsip ergonomi, meliputi toe box luas, dukungan lengkung telapak, bantalan forefoot, lebar dasar hak ?2–3 cm, serta sudut kemiringan hak kurang dari 15°. Mekanisme konversi dirancang agar andal, intuitif, dan tidak mengorbankan estetika profesional sepatu, dengan siluet yang ramping dan material yang breathable. Diharapkan solusi ini dapat menjadi alternatif yang inklusif dan berorientasi kesehatan, mendukung kesejahteraan fisik pekerja perempuan sekaligus menjaga citra profesional mereka dalam lingkungan kerja modern.
SINTESIS DAN OPTIMASI KINERJA MATERIAL ?-ALUMINA MESOPORI HASIL ISOLASI ABU TERBANG BATUBARA PLTU PAITON TERMODIFIKASI POLIDOPAMIN UNTUK ADSORPSI ION NEODIMIUM
Pemanfaatan limbah abu terbang batubara PLTU Paiton masih kurang optimal dan menimbulkan permasalahan lingkungan. Kandungan alumina pada limbah abu terbang batubara dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam sintesis material adsorben termodifikasi untuk adsorpsi logam tanah jarang seperti ion neodimium (Nd(III)). Modifikasi dengan polidopamin dilakukan untuk memperkaya gugus fungsi aktif pada permukaan material sehingga meningkatkan afinitas terhadap ion neodimium dan memperbaiki kinerja adsorpsinya. Penelitian ini bertujuan mengisolasi alumina dari abu terbang batubara serta menyintesis material alumina mesopori yang dimodifikasi dengan polidopamin untuk adsorpsi ion neodimium. Isolasi alumina dilakukan melalui tahapan pra-perlakuan, amorfisasi terkontrol, serta proses hidrometalurgi yang meliputi pelindian asam, pelindian basa, dan penetralan larutan. Alumina hasil isolasi kemudian disintesis menjadi alumina mesopori menggunakan surfaktan Pluronic P123 dan selanjutnya dimodifikasi melalui pelapisan polidopamin. Material yang berhasil disintesis dan dikarakterisasi menggunakan FTIR, XRF, XRD, BET, dan SEM kemudian dilakukan optimasi kinerja adsorpsi pada adsorben.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses isolasi menghasilkan silika, besi, dan alumina dengan tingkat kemurnian masing-masing sebesar 96,63; 10,3; dan 94,3%, serta rendemen masing-masing sebesar 35,66; 56,77; dan 11,40%. Penggunaan Pluronic P123 terbukti meningkatkan luas permukaan material hingga 246,87 m²/g sekaligus membentuk struktur mesopori dengan diameter pori sebesar 4,29 nm. Pada penelitian ini dilakukan optimasi kinerja tiga material meliputi Al(OH)3 hasil ekstraksi tanpa modifikasi (AI), alumina mesopori (AM), dan alumina polidopamin (AP) berpori hierarki pada kondisi optimum pH 6, massa adsorben 15 mg, dan waktu kontak 60 menit. Data hasil adsorpsi mengikuti model isoterm Freundlich melalui fitting non linier dengan nilai Kf untuk material AI, AM, dan AP sebesar 2,4707; 3,266; dan 5,2202 dan nilai n masing-masing sebesar 1,0098; 1,3137; dan 1,6122. Proses adsorpsi mengikuti model kinetika orde dua semu berdasarkan analisis fitting nonlinier dengan nilai kapasitas adsorpsi (Qe) AP sebesar 6,994 atau 4,9 kali lebih besar dari Al(OH)3 hasil ekstraksi tanpa modifikasi (AI) sebesar 1,4287. Selain itu, hasil kajian termodinamika mengindikasikan bahwa proses adsorpsi berlangsung secara spontan dan bersifat endotermik, sedangkan uji ANOVA menunjukkan bahwa model yang diperoleh signifikan secara statistik (p < 0,001), R2 dari persamaan regresi material AI, AM, dan AP masing-masing sebesar 0,9321; 0,9175; dan 0,9299 dengan parameter konsentrasi ion neodimium sebagai variabel paling mempengaruhi adsorpsi. Berdasarkan hasil tersebut, material AP berpori hierarki berpotensi dikembangkan sebagai adsorben yang efektif untuk studi pemisahan ion neodimium.
PERANCANGAN FRUIT STORAGE CHAMBER (FSC) BERBASIS FOTOKATALIS TIO2/MN PADA SISTEM PENYIMPANAN PASCAPANEN MULTI-PRODUK PISANG CAVENDISH DI PT. EKONOMI SIRKULAR INDONESIA
Indonesia merupakan salah satu produsen pisang terbesar di dunia, namun masih menghadapi tingginya kehilangan pascapanen akibat proses pematangan yang dipicu oleh akumulasi gas etilen. Kondisi ini menyebabkan penurunan mutu dan masa simpan serta kerugian ekonomi di sepanjang rantai pasok. Oleh karena itu, dilakukan perancangan sistem pascapanen Fruit Storage Chamber (FSC) berbasis fotokatalis TiO2/Mn pada penyimpanan pisang Cavendish di PT. Ekonomi Sirkular Indonesia untuk memperpanjang umur simpan, mempertahankan kualitas buah, dan mengurangi kehilangan pascapanen. Sistem ini dirancang sebagaimana proses yang dilakukan oleh PT. Ekonomi Sirkular Indonesia, yakni proses penerimaan bahan baku, pencucian, sortasi dan grading, penyimpanan, produksi buah utuh, buah potong, dan smoothies, pengemasan, hingga distribusi ke retailer. Inovasi utama terletak pada sistem fotokatalis TiO2/Mn pada tahap penyimpanan di warehouse dan retail, yang mampu mendegradasi etilen sehingga proses pematangan dapat diperlambat tanpa bergantung pada sistem cold storage konvensional. Selain itu, sistem ini menerapkan konsep optimalisasi pemanfaatan buah sesuai tingkat kematangannya sehingga dapat menekan kehilangan hasil pascapanen. Berdasarkan analisis 3 altermatif sistem pascapanen, skenario FSC berbasis TiO2/Mn dipilih karena memberikan nilai terbaik antara efisiensi teknis, ekonomi, dan keberlanjutan. Sistem ini memiliki kapasitas penerimaan 500 kg pisang per hari atau 132.000 kg per tahun dengan hasil produksi berupa 63,05% buah utuh, 13% buah potong, dan 5,2% smoothies. Produk yang dihasilkan memiliki keunggulan berupa umur simpan lebih panjang, mutu dan tingkat kematangan lebih seragam, dan meningkatkan nilai tambah buah overripe dari diversifikasi produk sehingga mengurangi food loss serta mendukung efisiensi pemanfaatan bahan baku. Indikator kelayakan finansial yang digunakan menunjukkan performa usaha yang positif. Sistem mencatatkan Gross Profit Margin (GPM) sebesar 42,74%, Net Profit Margin (NPM) sebesar 9,42%, dan Net Present Value (NPV) selama 10 tahun sebesar Rp1,237,135,044.47. Internal Rate of Return (IRR) sebesar 62,56% berada jauh di atas tingkat diskonto 12%, dengan Profitability Index (PI) sebesar 3,56. Titik impas (Break Even Point) tercapai pada utilisasi 76.80% dari kapasitas terpasang, dengan periode pengembalian modal (Payback Period) selama 1,59 tahun. Secara keseluruhan, perancangan FSC berbasis TiO2/Mn layak diterapkan karena mampu menjaga kualitas dan meningkatkan nilai jual pisang Cavendish, mengurangi kehilangan pascapanen, dan mendukung sistem rantai pasok yang lebih efisien dan berkelanjutan.
PEMANTAUAN EUTROFIKASI LAUT ARU DENGAN ESTIMASI WARNA PERAIRAN MENGGUNAKAN FOREL ULE INDEX (FUI) BERBASIS PENGINDERAAN JAUH
Perairan Laut Aru merupakan wilayah produktif strategis bagi perikanan nasional Indonesia, namun dinamika kesuburannya yang tinggi membawa risiko eutrofikasi yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Keterbatasan akses dan tingginya biaya pengambilan data lapangan secara konvensional melatarbelakangi kebutuhan sistem pemantauan berbasis penginderaan jauh yang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung indeks warna air dan konsentrasi klorofil-a menggunakan penginderaan jauh, menentukan tingkat eutrofikasi dan analisis spasial serta temporalnya, serta menganalisis mekanisme pengaruh parameter fisik kimia dan dinamika atmosfer terhadap fluktuasi status trofik di Laut Aru. Data citra satelit periode 2021—2025 diintegrasikan dengan data nutrien (Nitrat dan Fosfat), suhu permukaan laut (SPL), dan curah hujan, kemudian diolah melalui parameter bio-optik Forel-Ule Index (FUI) dan klorofil-a pada tujuh titik pengamatan, serta dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan Spearman. Hasil penelitian menunjukkan gradien kesuburan secara spasial yang jelas. Hasil FUI pesisir Papua 4 hingga 7 dan FUI Kepulauan Aru berskala 5 hingga 6 (beberapa titik skala 9) memiliki status oligotrofik hingga mesotrofik akibat beban hara dari daratan, dengan rata-rata konsentrasi klorofil-a 3,62 mg/m3. Sementara itu, wilayah laut lepas berada pada kondisi oligotrofik dengan FUI 2 hingga 6 dan klorofil-a sebesar 1,56 mg/m3. Secara temporal, produktivitas memiliki pola dua puncak. Puncak pertama terjadi pada monsun timur hingga peralihan II (September dan Oktober) akibat input massa air dari fenomena upwelling Laut Banda yang menurunkan SPL hingga 24,23 oC. Puncak kedua terjadi pada monsun barat akibat input nutrien terestrial dari curah hujan. Korelasi positif antara FUI dan klorofil-a diperoleh koefisien sebesar 0,729. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat oligotrofik dan mesotrofik di pesisir Laut Aru dipengaruhi oleh gabungan dinamika atmosfer dan input terestrial, sedangkan di laut lepas dikendalikan oleh dinamika fisik oseanografi. Parameter FUI terbukti efektif sebagai indikator status trofik berbasis penginderaan jauh untuk pemantauan kualitas air di wilayah Laut Aru.
ANALISIS POLA SEBARAN DAN WAKTU TINGGAL POLUTAN DI TELUK JAKARTA MENGGUNAKAN MODEL MITGCM
Teluk Jakarta merupakan kawasan perairan yang menerima beban polutan tinggi akibat aktivitas manusia, sehingga dinamika pergerakan dan akumulasinya yang sangat dipengaruhi oleh sistem angin monsun penting untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabilitas spasio-temporal dari pola sebaran dan waktu tinggal polutan yang diinisiasi dengan pelacak pasif di Teluk Jakarta berdasarkan variasi musim menggunakan pemodelan hidrodinamika tiga dimensi Massachusetts Institute of Technology General Circulation Model (MITgcm) dengan konfigurasi telescoping grid yang berfokus di daerah Teluk Jakarta. Model ini digabungkan dengan modul pelacak pasif, serta diverifikasi menggunakan asimilasi data elevasi pasang surut global TPXO9-atlas. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sirkulasi massa air dan kapasitas bilas di Teluk Jakarta memiliki kerentanan yang berbeda-beda, pada puncak musim barat dan musim timur, perairan mampu membilas polutan secara cepat, berkisar 3 hingga 9 hari pada area yang searah dengan arus dominan, namun secara bersamaan memicu jebakan pesisir dengan waktu tinggal maksimal 20-21 hari di arah berlawanan, yakni di pesisir timur saat musim barat dan pesisir barat daya saat musim timur. Kondisi lingkungan paling kritis terjadi pada musim peralihan I dan II, yaitu ketiadaan arus residu dan pemaksaan angin yang kuat menciptakan zona stagnasi khususnya di teluk bagian dalam, menjadikan wilayah perairan mencapai kapasitas bilas terendahnya dengan waktu tinggal mencapai 25 – 30 hari.
TINJAUAN KARYA-KARYA DWI PUTRO MULYONO JATI SEBAGAI SENIMAN NEURODIVERGEN DI INDONESIA
Situasi mengenai neurodiversitas saat ini perlu perhatian dan kesadaran khusus, bukan saja pada ranah sosial masyarakat pada umumnya, namun juga dalam ranah seni rupa. Seperti yang telah diketahui, penyandang disabilitas hingga saat ini masih berusaha memperjuangkan hak-haknya mengenai kesetaraan dalam bermasyarakat serta memiliki kesempatan hidup yang setara. Namun pada kenyataannya, pola struktral yang tersebar di tengah masyarakat masih merajalela. Kerasnya stigma mengenai individu neurodivergen menyebabkan peluang mereka dalam memenuhi serta menyalurkan segala potensi menjadi sangat terbatas. Program-program yang dicanangkan cenderung tidak benar-benar memperbaiki atau mengembangkan ruang inklusi, sedikit banyak disebabkan oleh kurangnya publikasi serta komunikasi antara kedua pihak. Dengan menggunakan karya-karya serta narasi yang dibawakan oleh Dwi Putro Mulyono Jati, penelitian ini akan menelaah bagaimana wacana neurodiversitas di Indonesia. Memusatkan penelitian pada pengembangan inklusivitas dalam ruang seni bagi seniman neurodivergen, tanpa dipandang sebelah mata. Menelaah bagaimana karya Dwi Putro Mulyono Jati dapat menembus batas-batas yang dilihat sebagai norma umum, melalui ekspresi dari persepsi Dwi Putro Mulyono akan kehidupan.
TINJAUAN KARYA-KARYA DWI PUTRO MULYONO JATI SEBAGAI SENIMAN NEURODIVERGEN DI INDONESIA
Situasi mengenai neurodiversitas saat ini perlu perhatian dan kesadaran khusus, bukan saja pada ranah sosial masyarakat pada umumnya, namun juga dalam ranah seni rupa. Seperti yang telah diketahui, penyandang disabilitas hingga saat ini masih berusaha memperjuangkan hak-haknya mengenai kesetaraan dalam bermasyarakat serta memiliki kesempatan hidup yang setara. Namun pada kenyataannya, pola struktral yang tersebar di tengah masyarakat masih merajalela. Kerasnya stigma mengenai individu neurodivergen menyebabkan peluang mereka dalam memenuhi serta menyalurkan segala potensi menjadi sangat terbatas. Program-program yang dicanangkan cenderung tidak benar-benar memperbaiki atau mengembangkan ruang inklusi, sedikit banyak disebabkan oleh kurangnya publikasi serta komunikasi antara kedua pihak. Dengan menggunakan karya-karya serta narasi yang dibawakan oleh Dwi Putro Mulyono Jati, penelitian ini akan menelaah bagaimana wacana neurodiversitas di Indonesia. Memusatkan penelitian pada pengembangan inklusivitas dalam ruang seni bagi seniman neurodivergen, tanpa dipandang sebelah mata. Menelaah bagaimana karya Dwi Putro Mulyono Jati dapat menembus batas-batas yang dilihat sebagai norma umum, melalui ekspresi dari persepsi Dwi Putro Mulyono akan kehidupan.
KARAKTERISASI PRODUKSI BIOGAS DARI GLYCERIN PITCH MELALUI EVALUASI PENGARUH INOCULUM-TO-SUBSTRATE RATIO TERHADAP PRODUKTIVITAS DAN STABILITAS PROSES
Pertumbuhan industri biodiesel global meningkatkan produksi glycerin pitch (GP), produk sampingan yang berpotensi mencemari lingkungan namun berpotensi sebagai substrat biogas melalui anaerobic digestion berkat tingginya kandungan gliserol. Penelitian ini bertujuan menginvestigasi potensi produksi biogas dari GP, dengan fokus pada pengaruh Inoculum-to-Substrate Ratio (ISR) terhadap produktivitas (mL/g VS) dan stabilitas proses. Penelitian berskala laboratorium ini menggunakan sistem batch tertutup pada suhu ruang, memanfaatkan kotoran sapi sebagai inokulum tanpa penambahan kosubstrat dan tanpa replikasi. Parameter utama yang dievaluasi meliputi produktivitas biogas substrat (mL/g VS), rasio C/N estimasi, dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas biogas sangat bergantung pada ISR. Hasil optimal dicapai pada ISR 16:1 dengan produktivitas 125,71 mL/g VS. Sebaliknya, proporsi inokulum rendah (ISR 1:4 hingga 4:1) terindikasi menyebabkan kegagalan sistem dan penurunan pH yang tajam. Kondisi ini mengindikasikan asidosis parah, yang dihipotesiskan terjadi akibat kelebihan beban karbon serta potensi toksisitas langsung dari pengotor bawaan GP, seperti Matter Organic Non-Glycerol (MONG) dan garam inorganik. Untuk memastikan stabilitas metabolisme, sistem terindikasi membutuhkan ISR operasional minimum 8:1 guna memberikan kapasitas penyangga yang memadai, mengencerkan potensi toksisitas, serta menjaga rentang ideal pH (6,6–7,6) dan mempertahankan rasio C/N estimasi pada nilai ideal (25–30). Kesimpulannya, meskipun GP layak menjadi substrat biogas, aplikasinya membutuhkan batasan operasional yang presisi dan pengendalian laju pembebanan organik untuk mencegah potensi inhibisi metanogenik.
PERANCANGAN GAME NARATIF SEBAGAI MEDIA UNTUK MEMBANGUN EMPATI SOSIAL PADA MAHASISWA GENERASI Z: STUDI KONTEKSTUAL KOTA BANDUNG
Kehidupan urban Kota Bandung menyimpan lanskap visual dan sosial yang kaya, mulai dari mural, graffiti, dan signage jalanan hingga dinamika keseharian warganya, namun kompleksitas ini jarang tersampaikan secara utuh melalui media pendidikan formal yang cenderung teoretis. Generasi Z, sebagai digital native, terbukti lebih responsif terhadap media interaktif berbasis pengalaman langsung dibandingkan pendekatan kognitif konvensional. Penelitian ini mengeksplorasi potensi video game naratif sebagai medium untuk menghadirkan pengalaman kehidupan urban Bandung secara autentik sekaligus menumbuhkan empati sosial pemain terhadap kompleksitas kota dan manusia-manusia yang menghuninya. Perancangan ini mengintegrasikan empat kerangka teoretis: Semiotika Visual Urban untuk membaca elemen visual kota sebagai sistem tanda, Inkorporasi (Calleja, 2011) untuk menjelaskan proses internalisasi pemain terhadap dunia game, Desain Afektif untuk merancang kualitas emosional pengalaman visual, dan Desain Game Empatik (Belman & Flanagan, 2010) untuk mengarahkan empati sebagai outcome yang dituju secara eksplisit. Metode penelitian bersifat kualitatif, meliputi observasi lapangan, studi literatur, wawancara dengan narasumber ahli industri video game, wawancara dan Focus Group Discussion dengan mahasiswa Generasi Z, serta analisis komparatif terhadap video game naratif relevan seperti Coffee Talk, Night in the Woods, dan Disco Elysium. Hasil penelitian berupa prototipe video game naratif 2D side-scroller yang dapat dimainkan, menghadirkan dunia fiksi berbasis Bandung melalui eksplorasi lingkungan, interaksi karakter, dan sistem naratif yang mengintegrasikan visualitas urban sebagai sistem tanda bermakna, untuk mendorong refleksi dan empati sosial pemain melalui pengalaman bermain yang imersif.
PERANCANGAN GAME NARATIF SEBAGAI MEDIA UNTUK MEMBANGUN EMPATI SOSIAL PADA MAHASISWA GENERASI Z: STUDI KONTEKSTUAL KOTA BANDUNG
Kehidupan urban Kota Bandung menyimpan lanskap visual dan sosial yang kaya, mulai dari mural, graffiti, dan signage jalanan hingga dinamika keseharian warganya, namun kompleksitas ini jarang tersampaikan secara utuh melalui media pendidikan formal yang cenderung teoretis. Generasi Z, sebagai digital native, terbukti lebih responsif terhadap media interaktif berbasis pengalaman langsung dibandingkan pendekatan kognitif konvensional. Penelitian ini mengeksplorasi potensi video game naratif sebagai medium untuk menghadirkan pengalaman kehidupan urban Bandung secara autentik sekaligus menumbuhkan empati sosial pemain terhadap kompleksitas kota dan manusia-manusia yang menghuninya. Perancangan ini mengintegrasikan empat kerangka teoretis: Semiotika Visual Urban untuk membaca elemen visual kota sebagai sistem tanda, Inkorporasi (Calleja, 2011) untuk menjelaskan proses internalisasi pemain terhadap dunia game, Desain Afektif untuk merancang kualitas emosional pengalaman visual, dan Desain Game Empatik (Belman & Flanagan, 2010) untuk mengarahkan empati sebagai outcome yang dituju secara eksplisit. Metode penelitian bersifat kualitatif, meliputi observasi lapangan, studi literatur, wawancara dengan narasumber ahli industri video game, wawancara dan Focus Group Discussion dengan mahasiswa Generasi Z, serta analisis komparatif terhadap video game naratif relevan seperti Coffee Talk, Night in the Woods, dan Disco Elysium. Hasil penelitian berupa prototipe video game naratif 2D side-scroller yang dapat dimainkan, menghadirkan dunia fiksi berbasis Bandung melalui eksplorasi lingkungan, interaksi karakter, dan sistem naratif yang mengintegrasikan visualitas urban sebagai sistem tanda bermakna, untuk mendorong refleksi dan empati sosial pemain melalui pengalaman bermain yang imersif.
VALIDASI DAN PERBANDINGAN KINERJA LU FACTORIZATION DAN QMR-ILU PRECONDITIONING PADA PEMODELAN KE DEPAN DAN INVERSI MAGNETOTELURIK DUA DIMENSI MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA BERBASIS NODE
Metode magnetotelurik (MT) merupakan metode geofisika pasif yang memanfaatkan variasi alami medan elektromagnetik untuk mengestimasi distribusi resistivitas listrik bawah permukaan Bumi. Dalam pemodelan MT dua dimensi, persamaan Maxwell umumnya tidak dapat diselesaikan secara analitik sehingga diperlukan pendekatan numerik untuk memperoleh solusi medan elektromagnetik secara aproksimasi. Di antara berbagai metode numerik yang tersedia, metode elemen hingga (FEM) dipilih dalam penelitian ini karena keunggulannya dalam merepresentasikan geometri kompleks serta mesh tak beraturan. Penelitian ini bertujuan memvalidasi hasil forward modeling MT 2D menggunakan node-based FEM dengan dua strategi penyelesaian sistem persamaan linear, yaitu direct solver (LU factorization) dan iterative solver (Quasi-Minimal Residual/QMR dengan ILU preconditioning), terhadap solusi analitik model bumi homogen dan berlapis satu dimensi, serta model benchmark COMMEMI 2D-1 dan COMMEMI 2D-3. Hasil forward modeling kemudian dijadikan data sintetik untuk proses inversi menggunakan algoritma Non-Linear Constrained Gauss–Newton, guna menguji kemampuan algoritma merekonstruksi distribusi resistivitas bawah permukaan. Hasil penelitian menunjukkan algoritma forward modeling berbasis FEM mampu mereproduksi respons MT dengan baik pada seluruh model uji, ditunjukkan oleh kesesuaian kurva resistivitas semu dan fase terhadap data referensi, dengan nilai MAPE rata-rata umumnya di bawah 7%. Selisih akurasi antara LU dan QMR-ILU solver relatif kecil, sedangkan dari segi efisiensi komputasi, solver iteratif QMR dengan ILU preconditioning secara konsisten memberikan waktu komputasi lebih singkat. Pada tahap inversi, algoritma Gauss–Newton berhasil merekonstruksi struktur resistivitas dari data sintetik pada seluruh model uji, dengan konvergensi tercapai dalam kisaran 4–38 iterasi dan nilai MAPE resistivitas semu serta fasa hasil inversi umumnya di bawah 10%, mengindikasikan rekonstruksi yang konsisten dengan model acuan.
VALIDASI DAN PERBANDINGAN KINERJA LU FACTORIZATION DAN QMR-ILU PRECONDITIONING PADA PEMODELAN KE DEPAN DAN INVERSI MAGNETOTELURIK DUA DIMENSI MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA BERBASIS NODE
Metode magnetotelurik (MT) merupakan metode geofisika pasif yang memanfaatkan variasi alami medan elektromagnetik untuk mengestimasi distribusi resistivitas listrik bawah permukaan Bumi. Dalam pemodelan MT dua dimensi, persamaan Maxwell umumnya tidak dapat diselesaikan secara analitik sehingga diperlukan pendekatan numerik untuk memperoleh solusi medan elektromagnetik secara aproksimasi. Di antara berbagai metode numerik yang tersedia, metode elemen hingga (FEM) dipilih dalam penelitian ini karena keunggulannya dalam merepresentasikan geometri kompleks serta mesh tak beraturan. Penelitian ini bertujuan memvalidasi hasil forward modeling MT 2D menggunakan node-based FEM dengan dua strategi penyelesaian sistem persamaan linear, yaitu direct solver (LU factorization) dan iterative solver (Quasi-Minimal Residual/QMR dengan ILU preconditioning), terhadap solusi analitik model bumi homogen dan berlapis satu dimensi, serta model benchmark COMMEMI 2D-1 dan COMMEMI 2D-3. Hasil forward modeling kemudian dijadikan data sintetik untuk proses inversi menggunakan algoritma Non-Linear Constrained Gauss–Newton, guna menguji kemampuan algoritma merekonstruksi distribusi resistivitas bawah permukaan. Hasil penelitian menunjukkan algoritma forward modeling berbasis FEM mampu mereproduksi respons MT dengan baik pada seluruh model uji, ditunjukkan oleh kesesuaian kurva resistivitas semu dan fase terhadap data referensi, dengan nilai MAPE rata-rata umumnya di bawah 7%. Selisih akurasi antara LU dan QMR-ILU solver relatif kecil, sedangkan dari segi efisiensi komputasi, solver iteratif QMR dengan ILU preconditioning secara konsisten memberikan waktu komputasi lebih singkat. Pada tahap inversi, algoritma Gauss–Newton berhasil merekonstruksi struktur resistivitas dari data sintetik pada seluruh model uji, dengan konvergensi tercapai dalam kisaran 4–38 iterasi dan nilai MAPE resistivitas semu serta fasa hasil inversi umumnya di bawah 10%, mengindikasikan rekonstruksi yang konsisten dengan model acuan.
AKUISISI TIME-OF-FLIGHT AKUSTIK UNTUK TOMOGRAFI SONIK PADA POHON: SISTEM DAQ FIRMWARE DAN SOFTWARE
Tomografi gelombang tegangan akustik (acoustic stress-wave tomography) menilai kondisi internal pohon berdiri dengan menginversi waktu tempuh (Time-of-Flight/ToF) gelombang impak yang melintasi cincin sensor menjadi peta kecepatan akustik. Tugas akhir ini mengembangkan sistem akuisisi data (DAQ) digital beserta alur perangkat lunaknya yang dirancang untuk menghasilkan pembacaan ToF yang valid dan konsisten. Subsistem firmware diimplementasikan pada mikrokontroler Teensy 4.1 dan mencuplik delapan kanal sensor piezoelektrik pada 125 kilosampel per detik (kSPS) melalui dua pengubah analog-ke-digital (Analog-to-Digital Converter, ADC) tersinkron dengan skema time-division multiplexing empat pasang. Subsistem perangkat lunak, berupa aplikasi desktop Python/PySide6 berbasis Model-View-Controller, menentukan titik kedatangan (onset) tiap kanal, membentuk matriks ToF dan kecepatan 8×8, serta menyimpannya pada basis data SQLite lokal. Empat algoritma deteksi onset, yaitu Akaike Information Criterion (AIC), Hinkley, Fisher, dan statistical threshold, dievaluasi pada kondisi identik, dan AIC berjendela dipilih sebagai baseline karena menandai first break sebenarnya secara konsisten. Sebuah tahap penanganan outlier yang memadukan penapisan Median Absolute Deviation (MAD) dengan pemilihan ulang memulihkan kanal yang terpengaruh artefak onset dini. Hasil implementasi menunjukkan firmware mempertahankan laju cuplik 125 kSPS secara kontinu dengan headroom waktu sekitar 24% dan tanpa kehilangan data (0%). Deteksi onset AIC mencapai koefisien variasi (CV) di bawah 10% (4,1-6,1%). Sistem divalidasi pada kayu Gmelina yang sehat (galat resiprositas 6,32%, kecepatan 905-1.498 m/s) dan kayu Trembesi yang berongga (galat resiprositas 4,91%, kecepatan 1.144-1.927 m/s); pada kedua spesimen data ToF konsisten dan valid, dan tomogram rekonstruksinya benar, yaitu tanpa rongga pada Gmelina dan menampilkan rongga seluas sekitar 9,1% dari luas penampang pada Trembesi. Evaluasi System Usability Scale (SUS) terhadap antarmuka aplikasi memperoleh skor rata-rata 78,61 dari sembilan responden (kategori good), yang menegaskan bahwa keseluruhan alur kerja dari akuisisi hingga analisis dapat digunakan di lapangan.