📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 18 dokumenDAMPAK GAMIFIKASI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KEPEMIMPINAN MAHASISWA KEWIRAUSAHAAN DI DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TINGGI
Pendidikan adalah upaya fundamental untuk mengembangkan potensi manusia agar mencapai kapasitas maksimalnya. Dalam konteks ini, pemahaman tentang teori-teori pendidikan yang relevan memungkinkan pendidik untuk lebih memahami bagaimana siswa belajar, khususnya dalam menghadapi tantangan modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana mahasiswa pascasarjana yang belajar tentang kepemimpinan dapat lebih efektif melalui pendekatan gamifikasi dibandingkan dengan pendekatan tradisional, serta mengidentifikasi mekanisme gamifikasi yang paling sesuai dalam meningkatkan proses pembelajaran tersebut. Penelitian ini berfokus pada beberapa variabel kunci, yaitu gaya belajar individual (Visual, Auditory, Kinesthetic, Tactile, Group, Individual) sebagai faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas gamifikasi, gamifikasi sebagai variabel moderasi yang mempengaruhi hubungan antara gaya belajar dengan berbagai hasil kinerja, dan self-concordance sebagai variabel yang mengukur keselarasan antara motivasi intrinsik individu dengan tujuan yang ingin dicapai. Untuk menjawab tujuan penelitian, digunakan filosofi penelitian positivisme dengan pendekatan deduktif dan metode penelitian campuran (mixed methods), yang melibatkan strategi eksperimen, survei, dan wawancara mendalam. Melalui desain penelitian ini, peneliti berusaha untuk mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif yang mendalam untuk mengeksplorasi bagaimana gamifikasi dapat mempengaruhi pembelajaran kepemimpinan pada mahasiswa pascasarjana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gamifikasi dalam pembelajaran kepemimpinan secara signifikan meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan hasil belajar mahasiswa dibandingkan dengan metode tradisional. Model gamifikasi yang dihasilkan dari penelitian ini mengidentifikasi elemen- elemen permainan yang paling efektif, seperti pemberian umpan balik yang tepat waktu, tingkat tantangan yang sesuai, dan penggunaan narasi yang menarik, yang dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum kepemimpinan untuk meningkatkan pengalaman belajar mahasiswa.
ANALISIS GAYA KEPEMIMPINAN YANG OPTIMAL UNTUK MENINGKATKAN KOMITMEN ORGANISASI PADA PERUSAHAAN RINTISAN YANG DIDIRIKAN OLEH MAHASISWA : STUDI ETNOGRAFI ASA CERRA
Para karyawan membuat keputusan dan mengambil tindakan setiap hari yang dapat secara signifikan memengaruhi kinerja organisasi. Cara perusahaan memperlakukan karyawannya dapat mempengaruhi organisasi secara positif atau menempatkannya dalam risiko. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa karyawan dengan komitmen organisasi yang lebih tinggi menghasilkan hasil bisnis yang lebih baik dibandingkan dengan karyawan yang kurang berkomitmen. Pertanyaan penting yang muncul adalah, 'Siapa yang bertanggung jawab untuk memastikan komitmen organisasi yang tinggi?' Penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab ini terletak pada para pemimpin dan manajer untuk memastikan karyawan memahami bagaimana komitmen mereka berhubungan dengan kinerja organisasi. Beragamnya efektivitas kepemimpinan, pendekatan 'one-size-fits-all' tidaklah memadai. Mengidentifikasi dan menerapkan gaya kepemimpinan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi terbukti berkorelasi positif dengan peningkatan komitmen organisasi. Terutama pada start-up, yang bergantung pada kontribusi setiap anggota untuk mendorong inovasi dan disrupsi. Pemimpin harus mampu memberikan arahan dan berupaya agar anggota tim dapat berkontribusi secara optimal. Asa Cerra, sebuah start-up mahasiswa di industri teknologi makanan sehat, sering mengalami keterlambatan, kinerja yang kurang memuaskan, yang berpengaruh pada penyesuaian target kinerja. Mengingat peran penting seorang pemimpin, memiliki gaya kepemimpinan yang tepat menjadi sangat penting. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi gaya kepemimpinan yang optimal bagi Asa Cerra guna meningkatkan komitmen organisasi. Dengan meneliti gaya kepemimpinan saat ini dan dampaknya terhadap anggota tim, studi ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang peningkatan gaya kepemimpinan dalam lingkungan start-up yang terdiri dari mahasiswa. Studi etnografi ini melibatkan observasi partisipan, wawancara, dan auto-etnografi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemimpin di Asa Cerra saat ini menerapkan gaya kepemimpinan pace-setting dan afiliasi. Meskipun pendekatan campuran ini memiliki manfaatnya, ada kebutuhan untuk perbaikan agar lebih selaras dengan aspirasi para co-founders untuk meningkatkan komitmen organisasi. Analisis data menunjukkan bahwa kombinasi gaya kepemimpinan coaching dan demokratis dapat lebih meningkatkan komitmen organisasi. Gaya-gaya ini sesuai dengan harapan anggota tim terhadap kepemimpinan, mengatasi keterbatasan dari pendekatan pace-setting dan afiliasi yang saat ini diterapkan
ANALISIS BAGAIMANA KOMPETENSI KEPEMIMPINAN BERPENGARUH TERHADAP KINERJA BISNIS: KASUS PERUSAHAAN PET&CO
Kepemimpinan yang efektif sangat penting dalam memanfaatkan modal manusia untuk selaras dengan tujuan bisnis, meningkatkan kinerja karyawan dan produktivitas organisasi. Dalam industri hewan peliharaan yang dinamis, bisnis seperti Pet&Co sangat bergantung pada kompetensi pemimpin mereka untuk mendorong kesuksesan bisnis. Tesis ini menyelidiki bagaimana kompetensi kepemimpinan memengaruhi kinerja bisnis, dengan fokus pada Pet&Co, sebuah perusahaan tahap awal di industri kesehatan hewan peliharaan. Pet&Co telah mengalami stagnasi dalam kinerja, yang mendorong analisis kompetensi kepemimpinan untuk mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan. Wawancara awal dengan tim Pet&Co mengungkapkan kekhawatiran tentang kepemimpinan CEO, termasuk kurangnya panduan yang jelas, arah perusahaan, dan pemantauan tugas yang tidak memadai. Masalah-masalah ini menunjukkan adanya kesenjangan dalam kompetensi kepemimpinan, yang secara langsung memengaruhi tujuan strategis dan kinerja perusahaan. Penelitian ini berfokus pada tiga kompetensi inti kepemimpinan: intrapersonal, interpersonal, dan kognitif. Kompetensi intrapersonal, seperti kesadaran diri, manajemen diri, dan motivasi diri, sangat penting untuk pertumbuhan pribadi dan kepemimpinan yang efektif. Kompetensi interpersonal, termasuk komunikasi, empati, kerja sama tim, dan pengaruh, mendorong kolaborasi dan motivasi. Kompetensi kognitif, seperti pemikiran strategis, pengambilan keputusan, inovasi, dan pemecahan masalah, sangat penting untuk menghadapi situasi kompleks dan mendorong kesuksesan bisnis. Dengan menggunakan metode kualitatif, termasuk wawancara mendalam dan observasi, penelitian ini memberikan analisis mendetail tentang bagaimana kompetensi ini memengaruhi kinerja bisnis di Pet&Co. Pendekatan studi kasus ini menawarkan wawasan tentang dinamika spesifik perusahaan. Temuan menunjukkan bahwa kompetensi intrapersonal seperti kesadaran diri dan manajemen diri sangat penting untuk menyelaraskan tindakan dengan tujuan dan menjaga produktivitas. Namun, motivasi diri CEO yang rendah berdampak negatif terhadap kinerja. Kompetensi interpersonal seperti komunikasi efektif dan empati menciptakan lingkungan kerja yang mendukung, meningkatkan moral dan produktivitas tim. Kompetensi kognitif, terutama pemikiran strategis dan pengambilan keputusan, sangat penting untuk perencanaan jangka panjang, meskipun ditemukan adanya kesenjangan dalam visi strategis dan inovasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meningkatkan kompetensi kepemimpinan dalam pemikiran strategis dan motivasi sangat penting untuk kesuksesan Pet&Co. Dengan menyelaraskan pengembangan kepemimpinan dengan tujuan organisasi, Pet&Co dapat mendorong inovasi, mendorong pertumbuhan, dan memastikan kesuksesan jangka panjang di industri perawatan hewan peliharaan yang kompetitif. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan seimbang dalam mengembangkan kompetensi intrapersonal, interpersonal, dan kognitif untuk meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan.