📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 32 dokumen

STRATEGI PENGEMBANGAN PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN MEREK STUDIO YOGA: (STUDI KASUS RUMAH YOGA)

Yoga telah menjadi pilihan olahraga yang populer di Indonesia, tidak hanya untuk kebugaran fisik tetapi juga untuk kesehatan mental. Meningkatnya popularitas yoga telah berkontribusi pada semakin banyaknya studio yoga di seluruh negeri. Menanggapi tren ini, Rumah Yoga didirikan pada tahun 2017 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, untuk menyediakan akses bagi masyarakat setempat terhadap manfaat yoga. Meskipun hadir dan konsisten dalam memberikan layanan yoga, Rumah Yoga menghadapi beberapa tantangan. Kesadaran masyarakat terhadap yoga dan studionya sendiri masih rendah. Kurangnya strategi pemasaran digital yang terstruktur dan efektif semakin membatasi kemampuannya untuk menjangkau calon pelanggan. Selain itu, munculnya pesaing baru di Cianjur telah mengintensifkan persaingan pasar. Yoga juga masih dianggap oleh beberapa segmen masyarakat sebagai kegiatan yang eksklusif dan mahal, sehingga mengakibatkan rendahnya tingkat partisipasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor eksternal dan internal yang memengaruhi posisi Rumah Yoga, mengkaji pendorong utama kesadaran merek, dan mengembangkan strategi pemasaran yang efektif untuk meningkatkan kesadaran merek Rumah Yoga. Analisis eksternal dilakukan dengan menggunakan analisis Lima Kekuatan Porter, analisis PESTEL, analisis pesaing, dan analisis pelanggan. Sedangkan analisis internal menggunakan analisis Segmentation, Targeting, Positioning (STP), Marketing MIX 7P, dan analisis VRIO. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif sebagai data primer. Data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara dengan pemilik Rumah Yoga. Sedangkan data kuantitatif dilakukan dengan penelitian pendahuluan dan penyebaran kuesioner kepada 200 masyarakat Cianjur. Hasil kuesioner dianalisis menggunakan PLS-SEM dengan perangkat lunak SMART PLS4. Penelitian ini menguji tiga hipotesis, dan hasilnya menunjukkan bahwa social media marketing (? = 0.345, T = 5.323, p < 0.05), content marketing (? = 0.299, T = 4.386, p < 0.05), dan influencer marketing (? = 0.350, T = 5.407, p < 0.05) masing-masing memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap brand awareness. Sedangkan data sekunder berasal dari jurnal, e-book, dan data historis. Penelitian ini mengusulkan strategi pemasaran yang efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap Rumah Yoga di kalangan masyarakat Cianjur, termasuk memperkuat kehadiran digital melalui pembuatan konten, kolaborasi dengan influencer, menerapkan kelas uji coba dan kelas khusus "yoga with partner", dan membangun komunitas untuk pelanggan setia. Hasil penelitian ini diharapkan Rumah Yoga dapat mengatasi masalah bisnisnya, dan memperkuat posisinya di Industri Yoga. Diharapkan juga dapat membantu studio yoga lain yang memiliki permasalahan yang sama seperti Rumah Yoga. Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap ilmu pemasaran, khususnya terkait strategi pemasaran dalam industri yoga. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas pelanggan dalam konteks layanan kesehatan dan kebugaran di studio yoga dengan mengeksplorasi variabel-variabel seperti pengalaman pelanggan, dan kualitas layanan, mengevaluasi efektivitas strategi pemasaran berbasis komunitas, dan dampaknya terhadap pembelian.

2025
👤 Penulis: Putry Hendriyani
🏷️ Pemasaran Digital 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kesehatan Mental

REFLEKSI JIWA DALAM HARMONI ALAM: PUSAT REHABILITASI DAN RUMAH SAKIT JIWA UNTUK ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA MELALUI DESAIN BIOFILIK DAN TERAPEUTIK

Kesehatan mental menjadi bagian penting untuk mencapai kesehatan yang menyeluruh. Namun, kasus gangguan jiwa di Indonesia terus meningkat meskipun terdapat dukungan kebijakan seperti Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa. Di Kabupaten Bandung, keterbatasan fasilitas kesehatan jiwa yang memadai dan stigma sosial yang kuat menjadi tantangan utama dalam pemulihan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Selain itu, akses terhadap layanan kesehatan mental masih sulit dijangkau karena hanya tersedia di beberapa lokasi tertentu. Situasi ini diperparah dengan kurangnya pemahaman masyarakat mengenai kesehatan mental, yang mengakibatkan banyak kasus gangguan jiwa tidak ditangani secara optimal. Dalam merespon permasalahan tersebut, maka dirancang proyek arsitektur berbasis biofilik dan terapeutik untuk mendukung pemulihan ODGJ secara holistik. Pendekatan biofilik mengintegrasikan elemen alam ke dalam desain untuk mendukung kesehatan mental dengan mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati pasien. Kemudian, arsitektur terapeutik diaplikasikan untuk memenuhi kebutuhan psikologis dan fisiologis pasien melalui elemen-elemen desain. Lokasi proyek ini terletak di Jalan Parung Serab, Kelurahan Parungserab, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Lokasi ini mempunyai lanskap alami yang baik untuk pendekatan biofilik dan terapeutik sehingga diharapkan mampu mengatasi stigma sosial dengan menciptakan ruang inklusif dan integratif. Membangun ruang yang ramah dan terintegrasi dengan alam untuk penderita gangguan jiwa penting diwujudkan dalam bentuk pusat rehabilitasi dan rumah sakit jiwa. Fasilitas ini dilengkapi dengan layanan pengobatan medis dan psikoterapi. Desain ini diharapkan tidak hanya menangani gangguan jiwa secara klinis, tetapi juga memfasilitasi pemulihan emosional dan sosial penderitanya.

2025
👤 Penulis: Kania Dewi Amanda
🏷️ Kesehatan Mental 🏷️ Desain Biofilik Dan Terapeutik 🏷️ Pemulihan Orang Dengan Gangguan Jiwa

PUSAT REHABILITASI ODHA (ORANG DENGAN HIV/AIDS) DI BANDUNG DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR PEMULIHAN

Jumlah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Indonesia semakin meningkat. Meningkatnya kasus ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya hubungan seksual dengan penderita, penggunaan jarum suntik tercemar, transfusi darah, dan penularan ibu ke bayi saat kehamilan, melahirkan, dan menyusui. Padahal, WHO sendiri menargetkan pada tahun 2030 untuk menuntaskan kasus HIV/AIDS. Kenaikan kasus juga disebabkan oleh minimnya edukasi dan pemahaman di masyarakat mengenai HIV/AIDS, mekanisme penularan, kelompok orang berisiko tertular, dan cara pencegahan penularan. Kurangnya edukasi berakibat pada stigma buruk yang dialami oleh ODHA. Stigma buruk yang dialami ODHA ini membuat ODHA rentan terkena masalah mental. Selain masalah mental, kualitas hidup dari ODHA sendiri semakin lama akan semakin memburuk. Hal ini juga menjadi penyebab mereka enggan melakukan pengobatan. Oleh karena itu, selain pengobatan secara medis, penanganan mental juga perlu dilakukan kepada penyandang HIV/AIDS. Kota Bandung menempati salah satu kota dengan penyumbang kasus terbanyak. Karena itu, proyek ini mengambil tempat di Bandung, Jawa Barat, dengan fungsi bangunan sebagai pusat rehabilitasi ODHA yang komprehensif. Selain rehabilitasi medis, juga dilakukan rehabilitasi psikologis. Proyek juga akan menjadi pusat edukasi yang akan melibatkan masyarakat sekitar untuk menerima ODHA dan meningkatkan reintegrasi sosial mereka. Pendekatan yang dilakukan yaitu dengan arsitektur penyembuhan untuk memulihkan fisik dan psikis penderita, serta desain yang inklusif, yang akan melibatkan komunitas dan masyarakat sekitar.

2025
👤 Penulis: Maria Devina K.S.
🏷️ Kesehatan Mental 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Kesehatan 🏷️ Desain Inklusif

FASILITAS KESEHATAN MENTAL DENGAN PENDEKATAN INTERAKSI SOSIAL UNTUK REINTEGRASI PASIEN SKIZOFRENIA KE MASYARAKAT

Fasilitas kesehatan mental berbasis komunitas memiliki peran penting dalam mendukung penyembuhan pasien gangguan mental khususnya skizofrenia untuk mempercepat proses reintegrasi sosial mereka ke dalam masyarakat. Perancangan sebuah fasilitas kesehatan mental di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki fokus utama untuk menciptakan ruang yang mendorong interaksi sosial namun, tetap memfasilitasi tenaga medis dalam mengawasi pasien dan menciptakan lingkungan yang nyaman untuk mengurangi stigma terhadap pasien skizofrenia. Proses dimulai dengan analisis kebutuhan kelompok pengguna, termasuk pasien skizofrenia dari berbagai kelompok usia, tenaga medis, komunitas lokal, dan masyarakat umum. Selanjutnya, persoalan perancangan diidentifikasi dan dijawab melalui landasan teoritis yang melibatkan beberapa teori. Hasilnya digunakan untuk menetapkan kriteria perancangan dan strategi implementasi pada rancangan.

2025
👤 Penulis: Michaelangelo Zennino O A N
🏷️ Reintegrasi Sosial 🏷️ Kesehatan Mental 🏷️ Komunitas Lokal

PEMANFAATAN KONTEN GELOMBANG KOREA SEBAGAI STRATEGI PERTUMBUHAN INTERAKSI DALAM SOSIAL MEDIA UNTUK PLATFORM SERVIS DAN EDUKASI KESEHATAN MENTAL

Di Indonesia terdapat dua hal yang mengkhawatirkan, kondisi stigma masyarakat yang tinggi terhadap pengobatan kesehatan mental dan rendahnya jumlah tenaga kesehatan mental profesional. Seiring dengan meningkatnya penggunaan media sosial, meningkat pula jumlah platform kesehatan mental di media sosial. Hal ini, banyak membantu akn meningkatnya kesadaran masyarakat akan topik kesehatan mental. Namun sayangnya hal ini tidak bersamaan dengan tetap tingginya stigma akan pasien kesehatan mental dan perlunya alternatif untuk meningkatkan keterlibatan dan literasi masyarakat akan kesehatan mental. WithSoundMind adalah platform kesehatan mental profesional yang pengikutnya kurang terlibat dalam pengembangan WithSoundMind. Penelitian ini bertujuan untuk memahami situasi WithSoundMind. Di mana terdapat kesenjangan antara peningkatan jumlah pengikut terutama dari komunitas penggemar K-pop dengan pertumbuhan interaksi di dalam media sosialnya yang kurang baik. Penelitian ini menjelajahi situasi bisnis dengan menggunakan analisa VRIO untuk kondisi internal bisnis, analisa kondisi eksternal menggunakan analisa lima kekuatan Porter, dan terakhir untuk mengetahui posisi WithSoundMind di pasar, terutama dalam komunitas penggemar K-pop. Temuan tersebut kemudian digabungkan dalam analisis SWOT dan TOWS, untuk menghasilkan strateg yang paling tepat untuk WisthSoundMind dan ditemukan bahwa dengan memanfaatkan konten terkait gelombang Korea di media sosial WithSoundMind dapat menghasilkan lebih banyak interaksi dari sebelomnya, dan bahwan konten yang tidak berkaitan dengan topik Korea walau tdak menghasilkan banyak interaksi tetapi banyak di bagikan oleh pengikutnya dan ini bisa menjadi peluang baru untuk lebih bisa tersebar dan dikenal oleh orang lain.

2025
👤 Penulis: Siti Azzahra Khairunnisa
🏷️ Media Sosial 🏷️ Kesehatan Mental 🏷️ Pertumbuhan Bisnis

DEVELOPMENT OF POST-STROKE CARE  MOBILE APPLICATION PROTOTYPE

This study aims to present the development of a mobile application to enhance post-stroke management and care. Therefore, the development of Stroke Digicare serves as a valuable resource for post-stroke patients, caregivers, and healthcare providers, in contributing to the improvement of stroke outcomes and enhancing overall quality of post-stroke care. Stroke disease is the leading cause of disability worldwide, having high chances of reoccurrence and a long-term continuous management. The maintenance of care and therapy plays a crucial role in the recovery process for post-stroke patients. However, the current systems often lack personalized support, accessibility, high cost and integration of essential post-stoke management components. This research addresses these limitations by proposing a mobile application called Stroke Digicare, combining medication & clinical scheduling, rehabilitation modules, patient monitoring through video calls and current condition input, also medical record list. The research and analysis began with a comprehensive review of literatures and existing mobile applications on post-stroke managements, highlighting the gaps and opportunities for improvement. Based on the analysis, a systematic design process, prototype development, user testing, and user satisfaction review were carried out. The mobile application incorporates evidence-based stroke management guidelines, such as the Global Stroke Guideline to determine the rehabilitation parameters and features for efficient monitoring to facilitate remote care for patients and caregivers. Evaluation of the Stroke Digicare application was conducted through a usability testing method that comprises of two phases, with 30 homogenous participants in the first phase and 50 in the second phase. Results demonstrates the potential of mobile application in enhancing post-stroke management and care, having average usability score of 81,428 and 82,375. Furthermore, the user satisfaction is assessed though a SERVQUAL method which yielded positive feedback towards the importance of available features.

2025
👤 Penulis: Laurensia Aurel
🏷️ Kesehatan Mental 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Kesehatan 🏷️ Teknologi Informasi Dalam Medis

PENGEMBANGAN APLIKASI PSYCHOMOTOR VIGILANCE TASK SEBAGAI ALAT ANALISIS TINGKAT KEWASPADAAN AKIBAT KEKURANGAN TIDUR

Kekurangan tidur memberikan risiko signifikan terhadap kesehatan masyarakat, memengaruhi kesejahteraan, keselamatan, produktivitas, dan kesehatan mental. Terdapat beberapa survei di Indonesia yang menyoroti kekurangan tidur di antara responden menunjukkan urgensi untuk memiliki metode sederhana, singkat, dan portabel untuk menilai tingkat kewaspadaan guna mencegah kecelakaan. Studi ini bertujuan untuk mengimplementasikan Psychomotor Vigilance Task (PVT) menjadi aplikasi riset yang memenuhi kebutuhan peneliti berdasarkan deskripsi penelitian sebelumnya. Pengumpulan data melibatkan formulasi kebutuhan pengguna dan pengujian penerimaan dengan pengguna ahli yang mempelajari dampak kekurangan tidur terhadap tingkat kewaspadaan. Penelitian ini mencakup pengembangan aplikasi, dengan pengecualian tahapan pemeliharaan, menggunakan metodologi yang mencakup analisis kebutuhan sistem, desain solusi, pengembangan aplikasi, pengujian penerimaan pengguna, dan penarikan kesimpulan berdasarkan hasil pengujian penerimaan pengguna.

2024
👤 Penulis: Yahya Aqrom
🏷️ Kesehatan Mental 🏷️ Analisis Kewaspadaan 🏷️ Teknologi Informasi Dalam Penelitian

DETERMINAN SOSIO-EKONOMI DARI KESEHATAN MENTAL FUNGSIONAL MASYARAKAT INDONESIA

Kesehatan mental merupakan kondisi kesejahteraan individu yang dapat menyadari potensinya sendiri, mengatasi tekanan kehidupan yang normal, serta dapat bekerja secara produktif. Suatu status sosioekonomi (SES) terhadap gejala gangguan emosi dan gejala gangguan konsentrasi merupakan representasi yang bermakna adanya tekanan psikologis yang dialami oleh rumah tangga dalam kesehatan mental di Masyarakat Indonesia. Secara garis besar, faktor yang mempengaruhi kesehatan mental yang berkelanjutan, mempunyai keterkaitan positif dengan gangguan emosi dan gangguan konsentrasi yang terkait dalam suatu kelompok individu atau masyarakat. Data menunjukkan adanya 7.5% yang tercakup disabilitas global terhadap gangguan mental. Tujuan penelitian ini menganalisis, melihat probabilitas & kemungkinan adanya determinan sosioekonomi terhadap kesehatan mental di masyarakat Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan model Probit & Logit dan menggunakan data Survei Sosial Ekonomi 2021. Model Probit & Logit ini memungkinkan pemodelan hubungan non-linier ini dengan lebih fleksibel dibandingkan model regresi linier tradisional. Hasilnya menunjukkan bahwa variabel pelecehan seksual mempunyai probabilitas besar terhadap gangguan emosional kemudian laki – laki mempunyai probabilitas besar terjadinya ada gejala gangguan emosi & untuk gejala gangguan konsentrasi ada didalam variabel laki – laki yang mempunyai probabilitas besar terhadap gangguan konsentrasi begitu juga pengangguran. Variabel lainnya mempunyai probabilitas juga tetapi lebih kecil dibanding referensi pembandingnya.

2024
👤 Penulis: Vidaro Fakhar Zaidan
🏷️ Kesehatan Mental 🏷️ Manajemen Rantai Pasok Sosio-Ekonomi 🏷️ Analisis Logistik

PERANCANGAN GIM VIDEO MOTION SENSOR SENAM UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL GENERASI Z

Pada tahun 2022 mayoritas populasi berusia produktif akan didominasi oleh generasi Z. Meskipun dikenal sebagai generasi yang akrab dengan teknologi serta efisien dalam bekerja, generasi z memiliki tingkat kecemasan dan masalah kesehatan mental yang tinggi. Kesehatan mental yang tidak dijaga dapat berdampak pada kesehatan fisik dan juga hubungan sosial. Penanggulangan stres menjadi salah satu kunci mencegah stres berlebih, tetapi tidak semua kegiatan koping berdampak positif. Kegiatan olahraga senam merupakan salah satu aktivitas yang terbukti dapat meningkatkan kesehatan mental serta fisik. Video game berbasis motion sensor adalah media baru yang dapat memberikan pengalaman olahraga sambil bermain yang menyenangkan bagi generasi z. Dengan menggunakan teori MDA Framework, penulis merancang sebuah video game senam berbasis motion sensor untuk mengajak dewasa muda rajin berolahraga.

2024
👤 Penulis: Yaqufa Nurul Izza
🏷️ Generasi Z 🏷️ Kesehatan Mental 🏷️ Olahraga Senam

HUBUNGAN KEPUASAN TEMPAT PERTAMA, KEDUA, DAN KETIGA DENGAN KESEHATAN MENTAL PADA PEKERJA USIA DEWASA MUDA DI JAKARTA RAYA

Dalam berkehidupan, manusia selalu berdampingan dengan tiga tempat, yaitu tempat pertama (tempat tinggal), tempat ke-dua (tempat kerja), dan tempat ke-tiga. Lingkungan binaan dapat memberikan pengaruh terhadap kondisi kesehatan mental penggunanya. Kondisi dari lingkungan binaan, dalam hal ini tempat pertama, ke-dua, dan ke-tiga, dapat mempengaruhi penilaian kepuasan individu terhadap ke-tiga tempat tersebut. Persepsi terhadap kondisi lingkungan binaan, seperti tempat tinggal, tempat kerja, dan tempat ke-tiga, dapat memberikan pengaruh terhadap kesehatan mental individu. Saat ini penduduk Indonesia didominasi oleh kelompok produktif, yaitu Generasi Millenial dan Generasi Z. Generasi tersebut merupakan generasi yang rentan terkena gangguan kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dari tempat pertama, ke-dua, dan ke-tiga dengan kesehatan mental khususnya pada Gen Z dan millennial di area Jakarta Raya. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji terkait kepuasan pada tempat pertama, ke-dua, dan ke-tiga beserta faktor-faktor yang secara signifikan berpengaruh terhadap kepuasan. Meotde penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran sekuensial eksploratori. Tahap pertama dilakukan penelitian kualitatif kemudian temuan dikonfirmasi melalui penelitian tahap ke-dua: kuantitatif. Pengambilan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner online melalui jejaring sosial. Metode yang digunakan yaitu teknik non-random sampling dan teknik snowball sampling dengan memanfaatkan jaringan. Metode analisis yang digunakan untuk hasil penelitian tahap pertama yaitu analisis isi tipe campuran conventional content analysis dan directed content analysis. Pada penelitiann tahap ke-dua menggunakan analisis faktor dan analisis regresi multivariat. Temuan penelitian tahap pertama mengungkap kategori kualitas tempat yang mengakibatkan kepuasan. Tempat pertama memiliki 8 kategori, yaitu ‘karakteristik unit hunian’, ‘lokasi dan aksesibilitas’, ‘lingkungan sosial’, ‘kualitas lingkungan sekitar’, ‘sarana dan prasarana’, ‘pengelolaan hunian’, ‘utilitas’, dan ‘status kepemilikan’. Tempat ke-dua memiliki 13 kategori, yaitu ‘desain dan tata letak kantor’, ‘kualitas ruang’, ‘lingkungan sosial’, ‘lokasi dan fasilitas lingkungan sekitar’, ‘sarana dan prasaran’, ‘kenyamanan visual’, ‘kebersihan dan keterawatan’, ‘kualitas akustik’, ‘personal kontrol’, ‘kenyamanan termal’, ‘kualitas bangunan gedung’, ‘pencahayaan’, dan ‘kualitas udara’. Tempat ke-tiga memiliki 10 kategori, yaitu ‘aspek rekreatif’, ‘kualitas tempat’, ‘lokasi dan aksesibilitas’, ‘aspek sosial’, ‘fitur desain’, ‘suasana lingkungan’, ‘fasilitas umum’, ‘aktivitas’, ‘biaya’, dan ‘pengelolaan’. Hasil pada penelitian tahap ke-dua mengungkap bahwa terdapat hubungan pengaruh kepuasan pada tempat pertama dan ke-dua dengan kesehatan mental. Pada penelitian ini tidak ditemukan pengaruh kepuasan pada tempat ke-tiga dengan kesehatan mental. Pada tahap ini juga terungkap bahwa terdapat dua dimensi kualitas tempat pertama (dimensi lingkungan dan dimensi kualitas desain) yang mempengaruhi kepuasan pada tempat pertama; tiga dimensi kualitas tempat ke-dua (dimensi desain spasial, dimensi keterawatan, dan dimensi sosial) yang mempengaruhi kepuasan pada tempat ke-dua; dan tiga dimensi kualitas tempat ke-tiga (dimensi kualitas tempat, dimensi lingkungan, dan dimensi fasilitas) yang mempengaruhi kepuasan pada tempat ke-tiga.

2024
👤 Penulis: Audiza Nadella
🏷️ Kesehatan Mental 🏷️ Manajemen Lingkungan Binaan 🏷️ Generasi Millenial Dan Z

PERANCANGAN INTERIOR SENIOR CENTER DI YOGYAKARTA DENGAN PENDEKATAN ACTIVE-AGING GUNA MENINGKATKAN ANGKA HARAPAN HIDUP

Populasi lansia di Indonesia semakin meningkat. Saat ini Yogyakarta memegang peringkat paling tinggi dengan populasi lansia terbanyak se-Indonesia. Sayangnya di Indonesia sendiri masih minim akan perhatian kepada lansia terutama dari segi interior yang menjadikan lansia seringkali berjuang untuk tetap beraktivitas di Tengah perubahan-perubahan berbagai aspek yang terjadi pada dirinya. Masih banyak pula anggapan-anggapan yang kurang mengenakkan terhadap kondisi ketika menjadi lansia itu sendiri. Padahal lansia berhak untuk menjalani kehidupan yang berkualitas di masa tuanya. Lansia pun masih memiliki potensi untuk tetap produktif dan beraktivitas seperti muda kala. Fakta ini dapat menjadi peluang untuk memunculkan bonus demografi di Indonesia jika lansia di Indonesia dapat terberdayakan dengan baik. Oleh karenanya, akan dibuat sebuah fasilitas senior center dengan pendekatan active-aging. Hal ini juga sejalan dengan upaya pemerintah Yogyakarta itu sendiri untuk meningkatkan angka harapan hidup di Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan dalam perancangan ini berupa studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara kepada pihak-pihak terkait. Data-data tersebut nantinya akan membantu mewujudkan perancangan yang tepat guna. Harapannya dengan pendekatan active-aging akan berfokus untuk perancangan yangmengoptimalkan lingkungan baik dari segi Kesehatan fisik, Kesehatan mental, dan partisipasi lansia itu sendiri akan membantu lansia menjalankan kehidupan yang berkualitas yang tentu nantinya akan berpengaruh kepada angka harapan hidup lansia di Yogyakarta.

2024
👤 Penulis: Layyina Nidaurrahmah
🏷️ Kesehatan Mental 🏷️ Lokasi Lingkungan 🏷️ Partisipasi Lansia

MENGGIATKAN PASAR MERDEKA DENGAN PENAMBAHAN FASILITAS URBAN FARM SEBAGAI SARANA EDUKASI HORTIKULTURA

Fenomena peningkatan populasi penduduk membuahkan isu-isu lanjutan yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap kehidupan manusia. Meningkatnya kebutuhan pangan seiring bertambahnya jumlah manusia serta kepadatan penduduk di suatu wilayah mengakibatkan berkurangnya ketersediaan lahan untuk memenuhi kebutuhan pangan, sehingga memerlukan inovasi alternatif dalam upaya memenuhi kebutuhan tersebut. Pada konteks perkotaan, isu kurangnya ketersediaan lahan menjadi kontradiktif dengan banyaknya bangunan yang tidak digunakan secara optimal, khususnya pada bangunan-bangunan dengan fungsi komersial. Di Kota Bogor, Pasar Merdeka merupakan pasar yang mengalami keredupan dalam penggunaan bangunannya, dengan kondisi pasar yang kumuh dan tidak sepenuhnya terisi, membuang potensi besar pasar yang berada pada lokasi strategis. Proyek ini bertujuan merevitalisasi Pasar Merdeka Bogor dengan pendekatan redevelopment yang bertujuan untuk mengubah pasar menjadi tempat transaksi yang nyaman dan multifungsi dengan penambahan Urban Farm. Pendekatan transprogramming arsitektur dan urban acupuncture akan digunakan untuk menyatukan berbagai fungsi bangunan dan memaksimalkan penggunaan lahan hijau. Kawasan ini dirancang sebagai pusat komersial dan komunitas yang mendukung kehidupan sosial dan kesehatan mental masyarakat dengan desain berkelanjutan.

2024
👤 Penulis: Khaira Syabina
🏷️ Desain Urban 🏷️ Komunitas Sosial 🏷️ Kesehatan Mental

PENGEMBANGAN FASILITAS SEMI-INDOOR GARDENING UNTUK PANTI WERDA YANG DIKELOLA PEMERINTAH, SWASTA, DAN SUKARELA DI DAERAH PERKOTAAN SEBAGAI SARANA BERSOSIALISASI SESAMA PENGHUNI PANTI

Panti Werda yang dikelola oleh beragam instansi tentunya memiliki sarana, fasilitas, dan pelayanan berbeda satu dengan yang lain. Berasal dari berbagai latar belakang, tinggal di panti jadi mengharuskan para lansia untuk dapat berdaptasi dengan lingkungan hidupnya yang sekarang bersama dengan orang lain yang bukan anggota keluarga. Tidak sedikit dari lansia yang tinggal di panti cenderung lebih sering menyendiri, merasa kesepian, hingga depresi meski dikelilingi sesama usianya dan disuguhkan dengan aktivitas rutin. Menanggapi masalah tersebut, dibutuhkannya sarana untuk lansia dapat terhibur selama mengisi kekosongan waktu di panti yang tidak hanya menyenangkan tapi juga bermanfaat bagi kesehatan. Sarana Semi-Indoor Garden untuk lansia menjadi solusi bagi Panti Werda sebagai fasilitas yang sederhana dan dapat diakses kapan saja tanpa perlu pengawasan ketat. Kegiatan berkebun yang sekaligus sebagai olahraga maupun terapi, berfungsi juga sebagai sarana untuk para lansia bersosialisasi dan saling menemani. Produk Raised Garden Beds dalam perancangan ini mempertimbangkan ketertarikan dan kemampuan lansia dalam berkebun, dan dari design requirement yaitu, dapat dipindahkan dengan mudah (mobile), membebaskan lansia dalam menyusun (customizable), termasuk dengan peralatan berkebunnya (storage), dan mudah untuk disimpan bila tidak digunakan atau ingin memperkecil ukuran (compact), semua dirancang dengan sesederhana mungkin agar mayoritas kendali adalah pada lansia.

2024
👤 Penulis: Chrisella Naomi Lovian
🏷️ Pemeliharaan Lansia 🏷️ Sistem Pelayanan Publik 🏷️ Kesehatan Mental

VISUALISASI LAGU REHAT KARYA KUNTO AJI PADA WEARABLE ART MENGGUNAKAN TEKNIK FABRIC MANIPULATION

Kesehatan mental perlu diperhatikan secara serius karena dapat mempengaruhi kinerja dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Rasa cemas adalah hal yang normal dimiliki oleh tiap manusia, tetapi jika rasa cemas sudah tidak terkendali akan berdampak terhadap kegiatan sehari-hari seperti belajar, bekerja, dan sebagainya dengan perfoma yang tidak maksimal. Pada kondisi tersebut penting untuk memperhatikannya dengan serius dan mencari bantuan kepada tenaga profesional medis. Dapat dikatakan bahwa penyebab dari permasalahan gangguan kesehatan mental yaitu munculnya rasa cemas yang tidak dapat diidentifikasi karena berasal dari trauma atau kenangan buruk yang tersimpan dalam bawah sadar sehingga memberikan dampak yang kurang baik dalam pengambilan keputusan atau merespon masalah yang dihadapi. Melalui karya musik dengan judul "Rehat" menunjukkan bahwa Kunto Aji mengangkat isu kesehatan mental mengenai gejala kecemasan pada seseorang. Dengan menggunakan pendekatan ilmu kriya tekstil, penelitian tugas akhir ini memvisualisasikan lagu “Rehat” karya Kunto Aji pada rancangan busana wearable art dengan menggunakan teknik fabric manipulation. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan rangsangan visual kepada masyarakat bahwa permasalahan mengenai kesehatan mental harus dihadapi dengan serius.

2024
👤 Penulis: Orvala Zeva Syakira
🏷️ Kesehatan Mental 🏷️ Teknik Ilmu Kriya Tekstil 🏷️ Visualisasi Fashion

MINDFUL RETREAT: WELLNESS RESORT SEBAGAI FASILITAS PEMELIHARAAN KESEJAHTERAAN INDIVIDU DI KABUPATEN BOGOR

Pandemi Covid-19 telah membawa perubahan mendalam dalam pola hidup global, memaksa adaptasi dan perubahan yang mendalam. Ini mempengaruhi ekonomi, kesehatan individu, dan masyarakat secara menyeluruh. Dampak pandemi ini tidak hanya mencakup kesehatan fisik tetapi juga psikologis. Selama pandemi, adaptasi ke perubahan seperti bekerja dari kantor (WFO) atau dari rumah (WFH) telah menjadi tantangan.. Banyak yang mengalami gangguan kesehatan psikologis, seperti stres dan kelelahan, seiring dengan ketidakpastian dan perubahan rutinitas. Beberapa individu merasa cemas, ragu-ragu, dan tidak siap untuk beradaptasi Pandemi telah meninggalkan dampak jangka panjang, termasuk adaptasi dan gelombang kelelahan pada pekerja dan pengusaha. Penting untuk memperhatikan masalah sosial dan budaya, seperti stigma dan beban kerja berlebihan, yang memengaruhi kesejahteraan pekerja. Beberapa dampak di antaranya stres, depresi, dan kecemasan telah menjadi masalah yang signifikan dalam masyarakat. Depresi memengaruhi aspek emosional, fisik, dan perilaku individu. Gangguan kecemasan muncul dari ketidakpastian dan ketidaknyamanan dalam menghadapi situasi yang tidak jelas. Dalam upaya mengurangi stres, terapi, pengampunan, dan dukungan sosial menjadi solusi. Terapi termasuk relaksasi otot, meditasi, dan mindfulness untuk mengurangi stres. Therapeutic Recreation adalah upaya untuk memulihkan kesehatan fisik dan psikologis melalui rekreasi yang sistematis untuk memenuhi kebutuhan individu. Waktu luang atau Leisure adalah waktu yang diperoleh setelah bekerja, dan penting untuk memastikan dampak positif terhadap kesejahteraan individu. Pentingnya kesadaran (mindfulness) dalam menghadirkan diri dalam waktu luang dan rekreasi ditekankan. Pandemi tidak hanya mempengaruhi kesehatan individu tetapi juga sektor ekonomi, sosial, budaya, dan pariwisata. Pembatasan pergerakan telah mengubah pariwisata dan memunculkan konsep baru seperti wellness tourism. Wellness tourism berfokus pada kesejahteraan fisik dan mental individu di luar lingkungan rutin mereka. memainkan peran penting dalam menyediakan lingkungan pemulihan, seperti Wellness Center. Kesejahteraan individu dapat dicapai melalui berbagai aktivitas seperti spa, meditasi, yoga, dan konsultasi jiwa. Upaya ini mengarah pada perbaikan kualitas hidup dan harapan hidup individu secara menyeluruh. Pandemi telah meninggalkan dampak jangka panjang, termasuk adaptasi dan gelombang kelelahan pada pekerja dan pengusaha. Penting untuk memperhatikan masalah sosial dan budaya, seperti stigma dan beban kerja berlebihan, yang memengaruhi kesejahteraan pekerja. Beberapa dampak di antaranya stres, depresi, dan kecemasan telah menjadi masalah yang signifikan dalam masyarakat. Depresi memengaruhi aspek emosional, fisik, dan perilaku individu. Gangguan kecemasan muncul dari ketidakpastian dan ketidaknyamanan dalam menghadapi situasi yang tidak jelas. Dalam upaya mengurangi stres, terapi, pengampunan, dan dukungan sosial menjadi solusi. Terapi termasuk relaksasi otot, meditasi, dan mindfulness untuk mengurangi stres. Therapeutic Recreation adalah upaya untuk memulihkan kesehatan fisik dan psikologis melalui rekreasi yang sistematis untuk memenuhi kebutuhan individu. Waktu luang atau Leisure adalah waktu yang diperoleh setelah bekerja, dan penting untuk memastikan dampak positif terhadap kesejahteraan individu. Pentingnya kesadaran (mindfulness) dalam menghadirkan diri dalam waktu luang dan rekreasi ditekankan. Pandemi tidak hanya mempengaruhi kesehatan individu tetapi juga sektor ekonomi, sosial, budaya, dan pariwisata. Pembatasan pergerakan telah mengubah pariwisata dan memunculkan konsep baru seperti wellness tourism. Wellness tourism berfokus pada kesejahteraan fisik dan mental individu di luar lingkungan rutin mereka. memainkan peran penting dalam menyediakan lingkungan pemulihan, seperti Wellness Center. Kesejahteraan individu dapat dicapai melalui berbagai aktivitas seperti spa, meditasi, yoga, dan konsultasi jiwa. Upaya ini mengarah pada perbaikan kualitas hidup dan harapan hidup individu secara menyeluruh.

2024
👤 Penulis: Ananda Khairunissa
🏷️ Kesehatan Mental 🏷️ Pariwisata Wellness 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan
Halaman 2 dari 3
💬