📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 24 dokumen

ANALISIS STRATEGI INVESTASI ADOPSI KENDARAAN LISTRIK BERTENAGA BATERAI DI INDONESIA (STUDI KASUS PT. GREENTRUCK)

Di tengah meningkatnya kekhawatiran akan perubahan iklim, Indonesia telah berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca melalui perjanjian internasional dan kebijakan nasional. Dukungan pemerintah terhadap Perjanjian Paris dan Peraturan Presiden No. 55/2019-yang diperbarui dengan No. 79/2023menyoroti upaya untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik baterai (BEV). Kebijakan-kebijakan ini menawarkan insentif fiskal dan non-fiskal untuk beralih dari kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) ke alternatif listrik. PT. GREENTRUCK, sebuah perusahaan logistik dan outsourcing yang memiliki lebih dari seratus truk diesel, menghadapi dilema strategis. Meskipun adopsi BEV sejalan dengan tren keberlanjutan dan peraturan, kondisi teknologi dan infrastruktur truk BEV yang belum berkembang di Indonesia mempersulit keputusan investasi. Perusahaan harus menimbang manfaat lingkungan dan kepatuhan terhadap risiko ekonomi dan operasional. Studi ini menerapkan Analytic Hierarchy Process (AHP), sebuah alat bantu pengambilan keputusan multi-kriteria, untuk memprioritaskan faktor teknis, ekonomi, infrastruktur, lingkungan, sosial, tata kelola, dan faktor perusahaan. AHP mengubah penilaian kualitatif menjadi bobot kuantitatif, menghasilkan kerangka kerja keputusan peringkat. Hasilnya menunjukkan faktor ekonomi, infrastruktur, dan tata kelola sebagai prioritas utama. Biaya modal yang tinggi, stasiun pengisian daya yang terbatas, dan peraturan yang terus berkembang secara signifikan mempengaruhi keputusan. Aspek teknis, lingkungan, sosial, dan perusahaan berada di peringkat yang lebih rendah. Analisis AHP menyimpulkan bahwa adopsi BEV belum dapat dilakukan tanpa adanya perbaikan infrastruktur, kinerja baterai, dan biaya.

2025
👤 Penulis: Gregorius Rio Sadewo
🏷️ Energi Terbarukan 🏷️ Logistik 🏷️ Analisis Keputusan

ANALISIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS PRODUKSI DAN LABA PT. XYZ MENGGUNAKAN PENDEKATAN ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP).

Sektor transportasi dan logistik di Indonesia mengalami perkembangan pesat yang menyebabkan tingginya permintaan akan produk karoseri. Hal ini menyebabkan kelebihan kapasitas yang dialami PT XYZ sehingga menyebabkan keterlambatan pengiriman produk. Kemacetan produksi yang meningkatkan waktu tunggu produksi disebabkan oleh terbatasnya ruang produksi, mesin yang ketinggalan zaman, alur kerja yang tidak efisien, dan ketidakseimbangan kapasitas tenaga kerja pada setiap proses produksi. Hal ini menjadi kendala utama atas keterlambatan pengiriman dan hilangnya pelanggan. Sebagai perusahaan yang sedang berkembang dan prospek permintaan yang tinggi, perusahaan mempunyai tujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan keuntungan sekaligus mengatasi permasalahan bisnis saat ini. Penelitian ini menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk mengevaluasi solusi strategis dari masalah bisnis dengan menetapkan hierarki untuk memecah tujuan menjadi serangkaian kriteria dan alternatif. Studi ini akan menilai strategi alternatif seperti perluasan lahan, investasi mesin canggih, restrukturisasi alur kerja, dan penambahan tenaga kerja sesuai dengan kelayakan finansial, skalabilitas masa depan, serta efektivitas dan efisiensi produksi sebagai kriteria utamanya. Temuan ini menunjukkan bahwa perluasan pabrik adalah pendekatan paling efektif, yang meningkatkan volume produksi lebih besar dan meningkatkan hasil alur kerja. Penelitian ini juga melakukan analisis periode pengembalian modal dengan asumsi yang benar dari pengambil keputusan perusahaan untuk mengkonfirmasi kelayakan finansialnya. Kerangka kerja Multi criteria decision making yang diusulkan membantu perusahaan manufaktur memaksimalkan alokasi sumber daya mereka dan meningkatkan efisiensi operasional untuk mempertahankan daya saing di industri dengan permintaan tinggi.

2025
👤 Penulis: Dian Permatasari Budi
🏷️ Logistik 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Kecerdasan Buatan

PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN PENGIRIMAN PADA PERUSAHAAN PENYEDIA JASA LOGISTIK (LSP) DENGAN MENGGUNAKAN METODOLOGI SIX SIGMA DMAIC

Penelitian ini berfokus pada peningkatan kualitas layanan pengiriman dan kinerja operasional PT Jaya Connect Transportindo (PT JCT), penyedia logistik lokal yang berspesialisasi dalam pengiriman last-mile untuk peralatan telekomunikasi. Saat ini, PT JCT menghadapi beberapa tantangan, termasuk tingkat kerusakan sebesar 9% dan tingkat sigma sebesar 3,38, yang menghasilkan kinerja tingkat layanan sebesar 91%. Kinerja ini masih jauh dari target perusahaan untuk mencapai tingkat cacat 4% dan tingkat layanan 95%, yang merupakan tolok ukur yang ditetapkan oleh para pesaing utamanya. Isu-isu utama yang mempengaruhi kinerja PT JCT antara lain kurangnya staf operasional, ketergantungan yang tinggi pada sejumlah kecil mitra, metode pelacakan yang sudah ketinggalan zaman, dan tidak adanya sistem untuk mengevaluasi kinerja mitra. Untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, penelitian ini menerapkan metodologi Six Sigma DMAIC-Define, Measure, Analyze, Improve, and Control. Dengan menggunakan alat bantu seperti Diagram Tulang Ikan, Statistical Process Control, dan Analisis Kapabilitas Proses, penelitian ini mengidentifikasi akar penyebab masalah pengiriman, yang dikelompokkan ke dalam enam kategori: Man, Material, Method, Measurement, Mother Nature. Penelitian ini mengusulkan beberapa solusi praktis: menambah lebih banyak staf operasional, memperluas jaringan mitra pengiriman, memperkenalkan sistem pelacakan GPS secara real-time, menerapkan sistem evaluasi kinerja untuk mitra dengan KPI yang jelas, dan memastikan keandalan kendaraan melalui inspeksi rutin. Peningkatan ini disertai dengan rencana implementasi yang terstruktur untuk memastikan keberhasilan pelaksanaan dan keberlanjutan jangka panjang. Dengan mengadopsi solusi-solusi ini, PT JCT dapat secara signifikan mengurangi tingkat kecacatan, meningkatkan kualitas layanan, dan mencapai target kinerjanya. Penelitian ini menyoroti bagaimana perusahaan logistik dapat menggunakan alat Six Sigma untuk mengatasi tantangan operasional, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan mempertahankan keunggulan kompetitif di pasar yang penuh dengan tuntutan.

2025
👤 Penulis: Abdul Hakim Amiranto
🏷️ Six Sigma 🏷️ Manajemen Layanan Pengiriman 🏷️ Logistik

KERANGKA PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM ASPECT KEUANGAN, RISIKO DAN KEBERLANJUTAN UNTUK MEMILIH MODEL BISNIS BARU DI DELAWARE GRUP

Perusahaan rintisan berfokus pada pengembangan model bisnis dan mendobrak pasar untuk meraih pangsa pasar. Delaware merupakan perusahaan rintisan yang bergerak di bidang logistik. Beberapa masalah yang dihadapi Delaware, salah satunya adalah tidak adanya suntikan modal, yang merupakan sumber utama dana untuk menjalankan bisnis, dari investor. Selain itu, banyaknya pelanggan yang gagal bayar menyebabkan piutang yang tidak tertagih dan penurunan pendapatan yang tajam. Delaware mulai aktif menciptakan model bisnis baru untuk meningkatkan pendapatan dan memperpanjang landasan pacu. Sayangnya, model bisnis yang dipilih hanya berjalan dalam waktu singkat, kurang dari setahun. Kerangka kerja pengambilan keputusan mungkin diperlukan bagi Delaware sebagai penilaian awal untuk memilih model bisnis baru. Penelitian ini didasarkan pada beberapa teori literatur yang membantu dalam mengidentifikasi variabel-variabel utama yang perlu dipertimbangkan dalam model bisnis jangka panjang dan berkelanjutan. Variabel utama utama yang diidentifikasi dalam penelitian ini adalah keuangan, risiko, dan keberlanjutan sebagai kriterianya. Margin laba, pendapatan yang dihasilkan, potensi pertumbuhan, likuidasi, dan dukungan modal merupakan sub-kriteria kriteria keuangan. Risiko strategis, risiko operasional, risiko kredit, risiko reputasi, dan risiko pasar merupakan sub-kriteria kriteria risiko. Terakhir, tata kelola perusahaan, tanggung jawab sosial dan kesadaran lingkungan merupakan subkriteria dari kriteria keberlanjutan. Metodologi penelitian ini didasarkan pada konsep teoritis Research Onion. Lapisan pertama yang merupakan filosofi adalah positivisme. Lapisan kedua, pendekatan, adalah pendekatan penelitian penalaran deduktif. Strategi sebagai lapisan ketiga didasarkan pada survei dan studi kasus. Lapisan keempat, pilihan metodologis, adalah mono-metode. Horizon waktu adalah lapisan kelima, itu akan menjadi kerangka waktu lintas bagian. Lapisan terakhir, teknik dan prosedur, teknik pengumpulan data yang akan digunakan adalah kuesioner survei, beberapa iv pertanyaan terstruktur untuk mengumpulkan data dari responden. Kuesioner dikumpulkan oleh fitur Sesi Grup AHP dari Sistem Online AHP. Hasil dari Sistem Online AHP dianalisis lebih lanjut, mulai dari memeriksa rasio konsistensi, untuk memastikan bahwa semua responden mengisi survei dengan benar dan kualitas data valid dan andal untuk digunakan untuk analisis lebih lanjut. Berdasarkan prioritas global yang dikonsolidasikan, daftar prioritas global yang dikonsolidasikan disiapkan dan dihitung lebih lanjut untuk mendapatkan total agregat nilai tertimbang per responden yang digunakan sebagai ambang batas skor kelulusan. Jadi, hasil kerangka kerja pengambilan keputusan model bisnis akan menjadi skor akhir yang dihitung berdasarkan penilaian dari para pemangku kepentingan dikalikan dengan bobot variabel. Tujuan dari penelitian ini adalah menyiapkan kerangka kerja pengambilan keputusan yang tepat dan komprehensif dengan ambang batas skor kelulusan sebagai alat yang dapat digunakan untuk membantu dalam memilih proposal model bisnis. Kerangka kerja pengambilan keputusan akan memberikan kejelasan yang lebih baik kepada para pengambil keputusan proposal model bisnis dengan mengukur berdasarkan skor. Lebih jauh, kerangka kerja tersebut akan membantu Delaware dalam memilih model bisnis yang berkelanjutan dan dengan demikian dapat memiliki jalur yang lebih baik menuju profitabilitas dan menjadi perusahaan yang menguntungkan.

2025
👤 Penulis: Teddy Suryadi
🏷️ Logistik 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

ANALISIS DAN PERBAIKAN EFISIENSI KINERJA OPERASIONAL WAREHOUSE PT X PERIODE 2023-2024

Industri kargo udara memegang peran penting dalam rantai pasokan barang nasional dan internasional, menawarkan keuntungan unik yang tidak bisa disaingi oleh metode transportasi lainnya. PT X berusaha memperkuat posisi perusahaan di pasar kargo udara dengan menurunkan biaya operasional setelah periode penurunan profitabilitas. Studi ini menyelidiki tantangan operasional perusahaan serta strategi untuk pengurangan biaya dan peningkatan efisiensi melalui perbaikan proses yang berkelanjutan. Perbaikan kritis yang dilakukan adalah optimasi pemanfaatan area gudang, mengelola jam masuk kerja, mengurangi pengemasan berlebihan, negosiasi harga, substitusi material, dan penyederhanaan proses kerja. Langkah-langkah ini berujung pada pengurangan biaya bahan tertentu, meningkatkan akurasi pengiriman, dan penurunan waktu pemrosesan secara moderat. Selain itu, penelitian ini menyelidiki manfaat otomatisasi pekerjaan administratif yang repetitif. Metode dan hasil yang didokumentasikan dalam laporan ini bertujuan untuk menunjukkan strategi dalam penanganan logistik untuk meningkatkan efisiensi kerja dan mengurangi biaya.

2024
👤 Penulis: Samuel Kristianto
🏷️ Logistik 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Optimasi Proses

RANCANGAN MODEL BISNIS TERMINAL MOBIL BARANG TANAH MERDEKA DENGAN METODA BUSINESS MODEL CANVAS

Peran transportasi dan logistik semakin krusial dalam mendukung kelancaran arus barang dan jasa, terutama dalam konteks globalisasi dan perkembangan teknologi. Terminal barang, salah satunya Terminal Barang Tanah Merdeka memainkan peran penting sebagai simpul distribusi yang menghubungkan berbagai moda transportasi dan memungkinkan efisiensi operasional dalam rantai pasok. Perkembangan konsep terminal dan pentingnya peran terminal barang dalam logistik, membuat terminal barang tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi juga sebagai simpul logistik yang di dalamnya terdapat aktivitas industri dan logistik. Oleh karena itu, Terminal angkutan barang perlu mengadopsi model bisnis yang lebih adaptif dan terintegrasi untuk menghadapi tantangan dinamis di sektor transportasi dan logistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan model bisnis kanvas untuk menganalisis dan mengembangkan elemen-elemen kunci bisnis yang meliputi Segmentasi Pelanggan, Proposisi Nilai, Saluran, Hubungan Pelanggan, Aliran Pendapatan, Sumber Daya Utama, Aktivitas Utama, Mitra Utama, dan Struktur Biaya. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan responden pemangku kepentingan Terminal Barang Tanah Merdeka. Sebelum penerapan BMC, melakukan analisis terhadap faktor-faktor internal Terminal Barang Tanah Merdeka menggunakan Analisis Karakteristik Sistem Bisnis, Value Chain Analysis, pendekatan Resource- Based View of the Firm (RBV), analisi VRIO dan Analisis Stakeholder. Sedangkan dalam mengidentifikasi analisis eksternal menggunakan analisis kompetitor atau pesaing dari terminal barang tanah merdeka yang dianalisis melalui 7P marketing mix, dan menganalisis faktor-faktor Political, Economical, Social, Technological, Legal, dan Environment (PESTEL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan terminal dari terminal transportasi menjadi terminal logistik memiliki potensi besar dalam menjangkau Segmentasi Pengguna layanan dasar terminal, Pergudangan, dan Transportasi; Proposisi Nilai mencakup kinerja, harga, aksesibilitas, kustomisasi, dan keamanan; Saluran menggunakan saluran milik sendiri dan mitra; Hubungan Pelanggan melalui bantuan pribadi, komunitas, dan co-creation; Aliran Pendapatan berasal dari penggunaan layanan dan layanan perantara; sumber daya utama mencakup sumber daya fisik, manusia, dan keuangan; Aktivitas Utama yaitu aktivitas layanan, keuangan, teknologi informasi, dan penjualan dan pemasaran; Mitra Utama yang ii dimiliki yaitu mitra pemerintah dan bisnis; Struktur Biaya yaitu biaya untuk aktivitas utama, sumber daya utama, dan mitra utama.

2024
👤 Penulis: Indana Zulfa
🏷️ Terminal Barang 🏷️ Model Bisnis Kanvas 🏷️ Logistik

USULAN KEBIJAKAN PELAYANAN LIFT-ON DAN LIFT-OFF PETI KEMAS DI DEPO PETI KEMAS PT X UNTUK MEMINIMASI WAKTU TUNGGU TRUK MENGGUNAKAN SIMULASI KEJADIAN DISKRIT DAN ALGORITMA DISPATCHING

Total throughput barang yang dibongkar dan dimuat di Pelabuhan Tanjung Priok mengalami peningkatan dalam kuartal terakhir tahun 2023. Dengan begitu, kualitas pelayanan dari jasa logistik perlu ditingkatkan, salah satunya adalah Depo Peti Kemas PT X yang berada di dekat Pelabuhan Tanjung Priok yaitu di area PT Kawasan Berikat Cakung. Depo Peti Kemas PT X merupakan salah satu depo peti kemas yang melayani jasa lift-on dan lift-off peti kemas kosong yakni pengambilan dan penyimpanan peti kemas kosong. Depo Peti Kemas PT X mengalami peningkatan jumlah throughput pada aktivitas lift-on dan lift-off. Akan tetapi, depo peti kemas tersebut mengalami penurunan kualitas pelayanan yang ditandai dengan meningkatkan truck round time yakni waktu putar truk yang melebihi standar yang telah ditetapkan. Dengan begitu, penelitian ini ditujukan untuk mengatasi lamanya truck round time tersebut dengan meminimasi rata-rata waktu tunggu truk. Penelitian ini dimulai dengan membangun model simulasi kejadian diskrit untuk kebijakan pelayanan lift-on dan lift-off oleh side loader pada kondisi eksisting, yaitu first-come first- served, serta beberapa kebijakan usulan seperti nearest job first dan dispatching dengan jendela perencanaan berbasis jumlah truk sebanyak 3 dan 6 truk serta interval waktu kedatangan truk tetap selama 15 menit. Kebijakan nearest job first menggunakan algoritma greedy pada graf lengkap untuk menentukan urutan pelayanan berdasarkan posisi truk terdekat. Kebijakan dispatching menggunakan algoritma dispatching untuk meminimalkan total waktu tunggu truk dalam jendela perencanaan. Kebijakan tersebut memerlukan data informasi kedatangan truk secara real-time. Uji ANOVA dan Tukey dilakukan untuk menentukan kebijakan dengan rata-rata waktu tunggu truk terendah. Kebijakan yang dipilih adalah kebijakan dispatching dengan jendela perencanaan berbasis waktu tetap selama 15 menit. Implementasi kebijakan ini berhasil mengurangi rata-rata waktu tunggu truk sebesar 38,18%, setara dengan penghematan waktu tunggu selama 36,97 detik dan mengurangi total travelling time side loader sebesar 6,247%. Hasil penelitian ini dilengkapi dengan saran untuk memasang ATIS (Advanced Traffic Information System) dalam mendapatkan data informasi kedatangan truk secara real time untuk mengimplementasikan kebijakan dispatching.

2024
👤 Penulis: Argianti Kalula
🏷️ Logistik 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Simulasi Kejadian Diskrit

PENENTUAN KEBIJAKAN TATA LETAK GUDANG YANG OPTIMUM UNTUK PRODUK SUHU RUANG DI PT KIMIA FARMA TRADING & DISTRIBUTION

PT Kimia Farma Trading & Distribution (KFTD) adalah anak perusahaan dari PT Kimia Farma (KF). KFTD membantu proses distribusi dan perdagangan produk farmasi dan kesehatan. KFTD memiliki ukuran gudang yang terbatas sehingga banyak produk yang disimpan di luar area penyimpanan terutama produk dalam karton pada suhu ruang. Saat ini hanya terdapat 207 palet penyimpanan produk dalam karton pada suhu ruang dengan utilitas gudang sebesar 133,33%. Produk disimpan secara sembarang sehingga staf pengambil produk kesulitan untuk mencari produk. Hal ini menjadi penyebab dari tingginya waktu tempuh di dalam gudang. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan tata letak yang dapat meminimasi waktu tempuh barang dengan tetap menjaga utilitas gudang di rentang optimum yaitu 70% hingga 85%. Kebijakan yang dibandingkan adalah kebijakan saat ini, Flow-through & random storage policy,, Flow-through & class-based storage policy, U-flow & random storage policy , dan U-flow & class-based storage policy. Dilakukan pengumpulan data, analisis FSN dengan melihat turnover ratio, analisis klaster berdasarkan matriks kedekatan barang dari kedekatan pola pesanan, penentuan kebutuhan ruang penyimpanan, perancangan gudang, penentuan utilitas gudang, penentuan alokasi produk di dalam gudang berdasarkan kelas produk, dan penentuan waktu tempuh pengambilan produk di dalam gudang. Pemilihan model terbaik dilakukan dengan Analytic Hierarchy Process (AHP). Rancangan tata letak gudang terbaik adalah U-flow & class-based storage policy dengan ruang penyimpanan yang tersedia 495 palet, jumlah dok sebanyak dua, dan utilitas gudang 84,04%. Total waktu tempuh selama perpindahan di dalam gudang pada periode penelitian Januari 2022 hingga Desember 2023 adalah 494,65 jam yang terjadi penurunan sebesar 89,50%, luas gudang yang dibutuhkan adalah 337,97 ???? yang mengalami penurunan 2,36%, dan volume gudang yang dibutuhkan 1622,27 ???? 2 yang mengalami peningkatan 192,91% dari kondisi existing. 3

2024
👤 Penulis: Mursyida Kamilah
🏷️ Logistik 🏷️ Manajemen Gudang 🏷️ Kecerdasan Buatan

PENGEMBANGAN PRODUK LAYANAN PENGIRIMAN BARANG UNTUK RHENUS LOGISTICS INDONESIA

Rhenus Logistics Indonesia adalah cabang lokal dari perusahaan pengiriman barang asal Jerman yang menawarkan layanan logistik global. Gangguan rantai pasokan baru-baru ini di jalur perairan penting di bagian barat Indonesia telah menyebabkan pergeseran ke arah pengiriman melalui udara, terutama untuk kargo yang sensitif terhadap waktu. Pangsa pasar kargo udara Rhenus Indonesia masih jauh dari tolok ukur perusahaan, sehingga membutuhkan produk layanan kargo udara. Tesis ini menggabungkan wawasan kuantitatif dari analisis rute perdagangan pada volume komoditas antara Indonesia dan mitra dagangnya, dengan wawasan kualitatif dari wawancara semi-terstruktur dengan para ahli perusahaan dan pelanggan. Proses hirarki analitis dan analisis penyebaran fungsi kualitas digunakan untuk mengidentifikasi metrik kritis untuk produk layanan pengiriman udara. Analisis tersebut mengungkapkan bahwa produk layanan tersebut terutama harus menargetkan akun berukuran sedang di bidang Hightech, Mobilitas dan Transportasi, Life-Science dan Perawatan Ke- sehatan, serta Fashion dan Tekstil. Fokusnya harus pada pemasok Tingkat 1 yang berurusan dengan barang setengah jadi, memanfaatkan rute perdagangan yang sudah mapan ke Frankfurt dan Ams- terdam untuk melayani Eropa Utara dan Tengah secara efektif. Layanan ini harus memprioritaskan kebutuhan pelanggan seperti keandalan, harga, kecepatan, fleksibilitas, dan frekuensi. Selain itu, meningkatkan layanan konsolidasi dan menerapkan model harga dinamis akan memperkuat posisi kompetitif Rhenus Indonesia. Produk layanan kargo udara yang diusulkan bertujuan untuk mengatasi kesenjangan pasar saat ini dan menyelaraskan dengan harapan pelanggan, sehingga meningkatkan pangsa pasar dan kinerja Rhenus Indonesia secara keseluruhan di sektor kargo udara.

2024
👤 Penulis: Til Willem Frentz
🏷️ Logistik 🏷️ Hidrologi Perairan 🏷️ Manajemen Pasar
Halaman 2 dari 2
💬