📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 26 dokumenPENINGKATAN SISTEM MANAJEMEN KINERJA MELALUI GAMIFIKASI: TINJAUAN KOMPREHENSIF DAN PERBAIKAN
Dalam lingkungan bisnis yang dinamis saat ini, mengelola dan memaksimalkan kinerja karyawan sangat penting untuk keberhasilan organisasi. Sistem Manajemen Kinerja (PMS) tradisional sering dikritik karena kaku dan demotivasi. Gamifikasi, penggunaan elemen desain permainan dalam konteks non-permainan, telah muncul sebagai pendekatan inovatif untuk meningkatkan PMS dengan melibatkan dan memotivasi karyawan. PMS PT XTA menghadapi tantangan seperti kurangnya transparansi, motivasi, dan keterlibatan. Karyawan menginginkan kejelasan tentang bagaimana penilaian kinerja mempengaruhi perkembangan karir dan remunerasi mereka. PMS saat ini kurang memiliki elemen yang menarik, yang mengakibatkan penurunan motivasi dan partisipasi. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau dan meningkatkan PMS yang ada di PT XTA dengan mengintegrasikan gamifikasi. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan karyawan di berbagai departemen, memberikan wawasan langsung tentang PMS. Dokumen internal perusahaan dianalisis untuk memahami struktur dan proses sistem. Tinjauan literatur dilakukan untuk mengumpulkan praktik terbaik dari studi yang ada tentang manajemen kinerja dan gamifikasi. Data dianalisis menggunakan teknik kualitatif, termasuk analisis konten untuk wawancara dan observasi interpretatif untuk observasi. Penelitian menyimpulkan bahwa meskipun PMS PT XTA memiliki keunggulan seperti memfasilitasi penetapan tujuan SMART dan umpan balik dari berbagai sumber, PMS menghadapi tantangan signifikan seperti kurangnya transparansi dan penetapan tujuan yang terlalu ambisius yang menyebabkan stres pada karyawan. Gamifikasi dapat mengatasi tantangan ini dengan meningkatkan transparansi, motivasi, keterlibatan, dan pembelajaran berkelanjutan. Rekomendasi untuk mengintegrasikan gamifikasi ke dalam PMS diajukan berdasarkan temuan.
USULAN SISTEM MANAJEMEN KINERJA MENGGUNAKAN KNOWLEDGE-BASED PERFORMANCE MANAGEMENT SYSTEM UNTUK PT RAM ARMALIA ABADI
Di tengah meningkatnya persaingan dalam industri peralatan rumah tangga, PT RAM Armalia Abadi menghadapi tantangan strategis yang terkait dengan ketergantungannya pada Sistem Manajemen Kinerja (PMS) tradisional yang hanya berfokus pada aspek finansial. Penelitian ini mengusulkan penerapan Sistem Manajemen Kinerja Berbasis Pengetahuan (KBPMS) untuk mengatasi kekurangan tersebut dengan mengintegrasikan metrik finansial dan non-finansial. Menggunakan metode kualitatif, termasuk wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus, dan analisis catatan perusahaan, studi ini mengidentifikasi area kinerja utama seperti kepuasan pelanggan, efisiensi produksi, dan keterlibatan karyawan yang belum terakomodasi oleh PMS saat ini. Kerangka kerja KBPMS yang dikembangkan menekankan pendekatan yang seimbang dan berfokus pada pemangku kepentingan yang selaras dengan tujuan strategis perusahaan, sehingga meningkatkan efisiensi operasional dan ketahanan pasar. Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi KBPMS secara bertahap dapat mengatasi tantangan adaptasi, memastikan integrasi yang efektif sambil mempertahankan fokus pada keselarasan strategis. Studi ini berkontribusi pada penelitian manajemen kinerja di pasar negara berkembang dengan menunjukkan manfaat PMS multidimensi dalam mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan memperkuat keunggulan kompetitif. KBPMS yang diusulkan menawarkan wawasan berharga bagi organisasi serupa yang ingin beralih dari metrik finansial konvensional ke sistem manajemen kinerja yang holistik dan berbasis pengetahuan.
PERANCANGAN SISTEM MANAJEMEN KINERJA UNTUK MENINGKATKAN KEPUASAN PELANGGAN (STUDI KASUS DI CV VIATEXINDO)
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sangat penting bagi perekonomian Indonesia, khususnya di Jawa Barat, karena mereka memberikan kontribusi yang signifikan terhadap PDB dan lapangan kerja. Di Jawa Barat, dengan jumlah penduduk sekitar 49,9 juta jiwa, terdapat lebih dari 7 juta UMKM, dengan pertumbuhan sebesar 5,83% pada tahun 2023. Dinas Koperasi dan UKM mendukung usaha-usaha tersebut dengan mengelola urusan terkait koperasi, perizinan usaha kecil, dan pembangunan program. Penelitian ini mengeksplorasi pengembangan sistem manajemen kinerja yang disesuaikan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan di CV. Viatexindo, sebuah usaha mikro di industri tekstil di Jawa Barat. Penelitian ini berawal dari tantangan yang dihadapi oleh UMKM khususnya CV. Viatexindo, yang kesulitan menyelaraskan kinerja karyawan dengan kepuasan pelanggan karena tidak adanya manajemen kinerja yang formal untuk mengukur performansi karyawan. Perusahaan sering menghadapi hambatan, seperti terbatasnya akses terhadap modal dan mekanisme feedback pelanggan yang tidak memadai, yang menghambat potensi pertumbuhan dan kepuasan pelanggan perusahaan. Metodologi mencakup pendekatan penelitian kualitatif dan kuantitatif untuk melihat analisis komprehensif tentang hubungan antara kinerja karyawan dan kepuasan pelanggan. Metode pengumpulan data mencakup survei, wawancara, dan analisis pekerjaan, dengan fokus pada identifikasi perbedaan dalam pendekatan manajemen kinerja saat ini dan mengeksplorasi integrasi yang efektif antara Management by Objectives (MBO) dan sistem umpan balik berkelanjutan. Temuan penelitian menunjukkan korelasi antara peningkatan praktik manajemen kinerja dan peningkatan kepuasan pelanggan. Penerapan sistem manajemen kinerja yang sistematis, yang menggabungkan umpan balik pelanggan ke dalam evaluasi kinerja, secara signifikan mengurangi keluhan pelanggan dan meningkatkan kualitas layanan. Penelitian ini menawarkan model untuk mengintegrasikan metrik kinerja yang komprehensif dengan indeks kepuasan pelanggan, sehingga memungkinkan bisnis seperti CV. Viatexindo untuk mencapai pertumbuhan dan meningkatkan keunggulan kompetitif di industri tekstil.
USULAN METODOLOGI UNTUK MENJEMBATANI KEBIJAKAN DAN PRAKTIK DALAM PENERAPAN PERATURAN BUMN INDONESIA KE DALAM MODEL BALANCED SCORECARD
Penelitian ini bertujuan mengembangkan metodologi praktis untuk menjembatani kebijakan dengan praktik operasional di PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) melalui penerapan kerangka Balanced Scorecard (BSC) yang dimodifikasi agar sesuai dengan peraturan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia. Latar belakangnya adalah tantangan JIEP dalam menyelaraskan arahan pemegang saham dengan operasi harian, yang sering kali mengalami kesulitan dalam menerjemahkan KPI korporat ke dalam KPI operasional. Penelitian ini menemukan bahwa meskipun budaya BUMN memastikan kepatuhan terhadap regulasi, masih diperlukan pendekatan manajemen kinerja yang lebih terstruktur. Dengan mengintegrasikan teori penetapan tujuan, ekspektasi, dan kontrol ke dalam kerangka BSC yang dimodifikasi, penelitian ini menawarkan pendekatan yang memungkinkan penyelarasan antara regulasi, target korporat, dan target operasional. Metodologi yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif melalui analisis dokumen internal, diskusi workshop, dan wawancara mendalam. Data dianalisis untuk mengembangkan dan menerapkan peta strategi serta KPI yang relevan dengan tujuan strategis organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerangka kerja yang diusulkan mampu menjembatani kesenjangan antara kebijakan dan praktik, dengan memastikan peraturan BUMN tidak hanya dipatuhi tetapi juga dimanfaatkan secara strategis untuk meningkatkan kinerja organisasi. Dengan mengadopsi kerangka ini, JIEP dan BUMN lainnya dapat menyelaraskan tujuan unit dengan tujuan strategis korporat dan pemerintah, menciptakan sistem manajemen kinerja yang lebih efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan sistem manajemen kinerja yang dapat diimplementasikan di BUMN lain, menawarkan perbaikan signifikan dibandingkan praktik manajemen kinerja yang ada.
USULAN SISTEM MANAJEMEN KINERJA PERUSAHAAN MENGGUNAKAN THE BALANCED SCORECARD UNTUK PT PATROL JAYA MANDIRI
PT Patrol Jaya Mandiri (PJM) menghadapi kerugian finansial yang signifikan sepanjang tahun 2023, terutama disebabkan oleh tingginya biaya operasional dan margin laba kotor yang tidak mencukupi. Perusahaan tidak memiliki Sistem Manajemen Kinerja (PMS) yang efektif, yang mengakibatkan fokus yang sempit pada metrik keuangan tanpa mempertimbangkan aspek penting lainnya seperti kepuasan pelanggan, efisiensi operasional, dan pengembangan karyawan. Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi sistem manajemen kinerja yang sesuai yang dapat membantu PT PJM meningkatkan profitabilitas dan efisiensi operasional. Tujuan sekunder adalah untuk mengembangkan rencana implementasi yang praktis untuk sistem ini. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan pemangku kepentingan utama, termasuk Direktur, Supervisor Lapangan, dan Operator Lapangan, serta melalui observasi langsung dan pemantauan CCTV. Data sekunder diperoleh dari catatan keuangan perusahaan untuk tahun 2023. Kerangka Balanced Scorecard (BSC) diusulkan sebagai dasar untuk PMS baru, dengan Indikator Kinerja Utama (KPI) dikembangkan untuk mengukur keberhasilan tujuan strategis di berbagai perspektif, yaitu keuangan, pelanggan, proses internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kesulitan finansial PT PJM diperparah oleh kurangnya PMS yang komprehensif. Kerangka BSC yang diusulkan mencakup KPI yang berfokus pada peningkatan likuiditas, pengurangan biaya operasional, peningkatan kepuasan pelanggan, peningkatan efisiensi layanan, dan mendorong pengembangan karyawan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan PMS berbasis BSC dapat membantu PT PJM mengatasi tantangan finansialnya dan mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan. Penelitian ini termasuk fokus pada satu stasiun pengisian bahan bakar di bawah PT PJM, yang mungkin tidak sepenuhnya mewakili operasi perusahaan secara keseluruhan. Implementasi PMS yang diusulkan dilakukan pada tingkat korporat, dengan harapan bahwa hal ini akan secara bertahap diterapkan di stasiun-stasiun lain di bawah PT PJM. Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas kerangka BSC di berbagai stasiun untuk memvalidasi penerapannya dalam skala yang lebih luas.
USULAN SISTEM MANAJEMEN KINERJA BERBASIS PENGETAHUAN PADA CV MITRA PERSADA KEMASAN
Penelitian ini menyajikan analisis komprehensif dan usulan implementasi Knowledge-Based Performance Management System (KB-PMS) untuk Mitra Persada. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin ketatnya persaingan di industri kemasan seperti terjadinya perkembangan teknologi, preferensi penerapan praktik bisnis modern, peningkatan inovasi, dan kualitas sumber daya manusia. Hal ini menekankan pentingnya peran sistem manajemen kinerja yang efektif dalam persaingan industri yang menjadi tantangan bagi Mitra Persada saat ini. Latar belakang lain dari penelitian ini adalah Mitra Persada belum menerapkan sistem penilaian kinerja yang komprehensif, mudah dipahami, dan dinamis. Latar belakang permasalahan tersebut menjadi tantangan bagi Mitra Persada dalam mempertahankan dan meningkatkan kinerja dari persaingan dan inefisiensi operasional. Penerapan KB-PMS menggunakan landasan teori manajemen kinerja dan konsep kerangka kerja KB-PMS. Kerangka kerja dalam penelitian ini disesuaikan untuk menjawab tantangan Mitra Persada dengan penekanan strategis pada keselarasan, visi, misi, dan strategi perusahaan dengan ukuran kinerja yang tercermin dalam semua perspektif. Penelitian ini menggunakan data dan informasi dari internal perusahaan Mitra Persada berupa data kuantitatif (laporan keuangan) dan data kualitatif (wawancara). Laporan keuangan diambil dari perspektif 5 tahun mulai dari tahun 2018 sampai dengan tahun 2022. Sedangkan wawancara dilakukan dengan Direktur Utama (1 orang), Manajer (1 orang), Kepala Bagian Keuangan (1 orang), Kepala Bagian Delivery and Control (1 orang), Kepala Bagian Produksi (1 orang), Kepala Bagian Desain (1 orang) dan 1 orang staf perwakilan dari masing-masing bidang (Keuangan, Delivery and Control, Produksi, dan Desain). Implementasi KB-PMS akan berfokus pada output organisasi, proses internal, dan kapabilitas sumber daya. Dimulai dari desain dan rencana implementasi yang terperinci akan menguraikan sistem manajemen kinerja yang mengintegrasikan proses yang ada saat ini dan menumbuhkan budaya perbaikan berkelanjutan dan penyelarasan strategis. Penerapan KB-PMS menggarisbawahi potensi efisiensi dan efektivitas dalam merancang, mengimplementasikan, mengendalikan, dan meningkatkan kinerja perusahaan secara berkesinambungan. Penelitian ini memberikan hasil yang diharapkan dari penerapan KB-PMS di Mitra Persada berupa adanya tujuan antara mitra yang terlibat dalam jangka panjang, adanya parameter yang kuat dalam menentukan visi, misi, dan strategi perusahaan, produktivitas, dan keberhasilan akan dapat dinilai dengan tepat, seluruh pemangku kepentingan akan terintegrasi dan penerapan KB-PMS akan membantu memaksimalkan pengambilan keputusan berdasarkan fungsi-fungsi yang telah ditetapkan.
USULAN PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KINERJA UNTUK PT. INDOSAT OOREDOO HUTCINSHON DENGAN MENGGUNAKAN KNOWLEDGE-BASED PERFORMANCE MANAGEMENT SYSTEM
Studi ini menyajikan analisis komprehensif dan usulan penerapan Sistem Manajemen Kinerja Berbasis Pengetahuan (KBPMS) untuk PT. Indosat Ooredoo Hutchinson. Hal ini dimulai dengan membingkai latar belakang sektor telekomunikasi Indonesia yang berkembang pesat, menekankan peran penting sistem manajemen kinerja yang efektif di tengah persaingan pasar yang ketat dan kemajuan teknologi. Studi ini juga menggambarkan masalah tersebut sebagai tantangan PT. Indosat dalam mempertahankan dan meningkatkan kinerjanya karena tekanan persaingan dan inefisiensi operasional. Landasan teoritis memanfaatkan teori manajemen kinerja dan konsep kerangka KBPMS. Penelitian ini berfokus pada penyesuaian kerangka kerja ini untuk mengatasi tantangan spesifik PT. Indosat, dengan penekanan strategis pada penyelarasan visi, misi, dan strategi perusahaan dengan ukuran kinerja yang tercermin pada semua perspektif. Studi ini akan menyesuaikan KBPMS secara efektif untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dengan berfokus pada output organisasi, proses internal, dan kemampuan sumber daya. Melalui desain rinci dan rencana implementasi, studi ini menguraikan bagaimana sistem dapat berintegrasi dengan proses saat ini untuk menumbuhkan budaya perbaikan terus-menerus dan penyelarasan strategis. Pendekatan komprehensif ini menggarisbawahi potensi sistem manajemen kinerja yang disesuaikan untuk tidak hanya mengurangi tantangan yang ada tetapi juga mendorong perusahaan menuju pertumbuhan yang berkelanjutan dan keunggulan kompetitif dalam lanskap telekomunikasi Indonesia
MENINGKATKAN ADOPSI APLIKASI MANAJEMEN KINERJA PADA PT. KALTIM PRIMA COAL
Sistem manajemen kinerja tradisional seringkali terhambat oleh birokrasi dan ketidak efisienan dalam menyediakan umpan balik dan dukungan yang tepat waktu (Awan et al., 2020). Untuk mengatasi masalah tersebut, KPC menerapkan Entomo, sebuah platform manajemen kinerja dengan fitur canggih seperti penetapan tujuan, pelacakan kemajuan, umpan balik berkelanjutan, dan analisis data. Pendekatan berbasis teknologi ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi praktik manajemen kinerja. Implementasi Entomo oleh KPC memberikan kesempatan untuk meneliti adopsi teknologi sistem manajemen kinerja. Penelitian ini mengevaluasi pengalaman KPC, mengidentifikasi faktor-faktor yang memiliki hubungan positif dan signifikan dengan adopsi aplikasi manajemen kinerja, dan menawarkan rekomendasi untuk meningkatkan sistem manajemen kinerja. Penelitian ini menggunakan model penerimaan teknologi (Davis et al., 1989) dan pendekatan kuantitatif menggunakan kuesioner. Analisis regresi linier berganda mengungkapkan beberapa informasi penting. Temuan penelitian menunjukkan bahwa persepsi kegunaan, persepsi kemudahan penggunaan, dan sikap terhadap penggunaan adalah penentu utama untuk menggunakan teknologi atau sistem. Khususnya, sikap terhadap penggunaan memiliki pengaruh terkuat pada niat pengguna untuk mengadopsi dan menggunakan sistem, diikuti oleh persepsi kemanfaatan dan persepsi kemudahan penggunaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa organisasi harus memprioritaskan peningkatan sikap pengguna, meningkatkan persepsi kemanfaatan, dan memastikan sistem mudah digunakan ketika menerapkan aplikasi manajemen kinerja baru untuk mendorong adopsi yang sukses.
PENINGKATAN SISTEM MANAJEMEN KINERJA UNTUK OPERATOR PEMBANGKIT LISTRIK DI CAPRYCOAL MINING COMPANY
Sistem manajemen kinerja operator pembangkit listrik Caprycoal Mining Company menjadi subjek penelitian ini, yang dievaluasi secara kritis dan disarankan untuk didesain ulang. Penelitian tersebut berdasarkan pada Resource-Based View (RBV), Performance Management Theory, Goal-Setting Theory, dan Management by Objectives (MBO), yang menekankan pada nilai sumber daya yang strategis, tujuan yang jelas, dan manajemen kinerja yang terstruktur. Penelitian menggunakan Soft System Methodology (SSM) dengan wawancara semi terstruktur untuk memahami kekurangan sistem dari manajer, supervisor, operator, dan manajemen sumber daya manusia. Kesenjangan yang signifikan terungkap, termasuk tidak adanya Indikator Kinerja Utama (KPI) yang jelas dan penting untuk penilaian kinerja yang obyektif dan kurangnya mekanisme untuk mengelola data kompetensi yang penting untuk pelatihan teknis dan pengembangan karir. Program pelatihan yang ada tidak terstruktur dan tidak selaras dengan tuntutan operasional, sehingga menyebabkan peningkatan keterampilan yang tidak efektif. Sebagai tanggapan, penelitian ini mengusulkan perombakan menyeluruh, merekomendasikan kerangka kerja KPI terstruktur berdasarkan Teori Penetapan Sasaran dan MBO dengan sasaran yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan terikat waktu (SMART) yang selaras dengan tujuan individu dan organisasi. Sistem manajemen kompetensi digital disarankan untuk memfasilitasi pengumpulan, pengelolaan, dan analisis data yang efisien untuk pengambilan keputusan berdasarkan data. Selain itu, mereka mengusulkan program pelatihan teknis yang dirancang secara sistematis dan diperbarui secara berkala untuk mencerminkan praktik terbaik dan inovasi teknologi di sektor energi, sehingga meningkatkan kompetensi operator. Sistem baru ini menekankan mekanisme umpan balik yang teratur dan terstruktur serta analisis data tingkat lanjut untuk terus memantau dan mengevaluasi kinerja, memastikan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan operasional dan kondisi pasar. Selain itu, program penghargaan dan pengakuan formal disarankan untuk memotivasi dan mempertahankan karyawan yang berkinerja tinggi dengan menghubungkan hasil kinerja dengan imbalan yang nyata.
USULAN PERBAIKAN SISTEM MANAJEMEN KINERJA DI PT JIEP DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD
Penelitian ini menggali topik penting manajemen kinerja dalam bidang sumber daya manusia. Dengan meningkatnya permintaan akan sistem manajemen kinerja yang efektif di organisasi, studi ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara praktik saat ini dan kebutuhan akan pendekatan holistik yang menyelaraskan tujuan individu dengan tujuan organisasi. Perjalanan dimulai dengan tinjauan literatur yang ekstensif untuk memahami teori dan metode yang ada dalam manajemen kinerja. Dasar ini membentuk kerangka konseptual yang kemudian diuji secara ketat melalui kombinasi metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Asumsi inti yang mendorong penelitian ini adalah bahwa sistem manajemen kinerja yang terstruktur dengan baik dapat secara signifikan meningkatkan kinerja organisasi dan kepuasan karyawan. Untuk mencapai tujuan ini, kami menggunakan pendekatan metode campuran, mengumpulkan data melalui survei dan wawancara dari berbagai karyawan dan manajer. Teknik statistik digunakan untuk menganalisis data ini dan memberikan wawasan tentang efektivitas model yang diusulkan. Tinjauan literatur kami menyoroti kesenjangan signifikan: sementara banyak studi berfokus pada aspek individu dari manajemen kinerja, hanya sedikit yang menawarkan model terintegrasi yang praktis dan secara teoritis kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi hal ini dengan menyajikan kerangka kerja manajemen kinerja yang terperinci dan dapat diadaptasi yang cocok untuk berbagai pengaturan organisasi. Kontribusi penelitian ini ke bidang manajemen kinerja sangat penting. Ini memperkenalkan model komprehensif dan dapat diadaptasi yang dapat diterapkan di berbagai organisasi, menawarkan wawasan akademis dan solusi praktis. Penelitian ini tidak hanya memajukan pengetahuan teoretis tetapi juga menyediakan alat berharga bagi praktisi yang bertujuan untuk meningkatkan praktik manajemen kinerja di organisasi mereka.
IDENTIFIKASI INDIKATOR KINERJA KONTRAKTOR KUALIFIKASI KECIL DAN MENENGAH DI KOTA BANDUNG
Adanya berbagai macam keterbatasan membuat perusahaan kontraktor kecil dan menengah hanya mengukur kinerja berdasarkan kondisi keuangannya saja, atau bahkan tidak melakukan pengukuran kinerja perusahaannya. Selain itu, tidak terdapat panduan sistem pengukuran kinerja yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja dari perusahaan kontraktor kecil dan menengah seperti halnya yang ada di perusahaan kontraktor besar. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan indikator kinerja utama dengan pendekatan balanced scorecard yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan kontraktor kualifikasi kecil dan menengah dengan metode uji komparatif, uji validitas, analisis statistik (rata-rata, standar deviasi, dan koefisien variasi), dan relative importance index (RII). Objek dari penelitian ini adalah perusahaan kontraktor kualifikasi kecil dan menengah di Kota Bandung yang diminta untuk menilai tingkat relevansi variabel-variabel indikator kinerja dengan menggunakan kuesioner. Dari hasil pengolahan data, diperoleh 57,14% dari 35 variabel atau 20 indikator kinerja yang dinilai relevan dengan Perusahaan kontraktor kualifikasi kecil dan menengah. Berdasarkan metode RII, didapatkan 20 indikator kinerja utama yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja kontraktor kualifikasi kecil dan menengah, yakni kualitas pelayanan, retensi pelanggan, image perusahaan, nilai proyek, ketepatan waktu penyelesaian proyek, jumlah proyek, kepatuhan terhadap pedoman atau aturan, jumlah pelanggan baru, produktivitas karyawan, rasio lancar, kontribusi sosial, kepuasan pelanggan, berbagi pengetahuan, pertumbuhan pendapatan domestik, return on equity, kekayaan bersih, pengembalian modal yang diinvestasikan, market share domestik, jumlah saran, serta biaya research and development. Indikator kinerja utama tersebut dapat dipertimbangkan oleh kontraktor kualifikasi kecil dan menengah untuk digunakan mengukur kinerja perusahaannya. Penelitian ini menjadi awal dari penelitian lebih lanjut untuk penyusunan sistem pengukuran kinerja kontraktor kualifikasi kecil dan menengah.