📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 41 dokumen

PERENCANAAN MANAJEMEN PROYEK KONSTRUKSI TERMINAL PETI KEMAS NO. 2 PELABUHAN PATIMBAN TAHAP 1-2 PAKET 6, SUBANG, JAWA BARAT

Perencanaan manajemen konstruksi Terminal Peti Kemas No. 2 Pelabuhan Patimban Tahap 1-2 Paket 6 dilakukan sebagai respons terhadap kepadatan historis di Pelabuhan Tanjung Priok yang ditunjukkan oleh yard occupancy ratio (YOR) melebihi batas ideal 65%, dengan Patimban berperan strategis dalam redistribusi logistik nasional berkat lokasinya yang dekat kawasan industri utama koridor timur Jakarta. Lingkup pekerjaan meliputi pembangunan container berth sepanjang 419 m, reklamasi ±27 ha, dan pengerukan hingga ?14 m, dengan tantangan tanah dasar laut sangat lunak yang diatasi melalui metode Cement Deep Mixing (CDM) dan Cement Pipe Mixing (CPM). Perencanaan mencakup penyusunan Work Breakdown Structure (WBS), analisis ketergantungan (Precedence Diagram Method), penjadwalan, dan estimasi biaya, menghasilkan total durasi 714,78 hari (~23,5 bulan) dan anggaran Rp5,08 triliun, yang menegaskan pentingnya perencanaan terstruktur untuk efisiensi, ketepatan waktu, dan keberlanjutan operasional pelabuhan.

2025
👤 Penulis: Najwa Jaida Syimah
🏷️ Manajemen Proyek 🏷️ Hidrologi 🏷️ Analisis Ketergantungan

ANALISIS PENERAPAN MANAJEMEN PROYEK BERBASIS PMBOK PADA PROYEK REVITALISASI INFRASTRUKTUR JEMBATAN DI JAWA BARAT

Penelitian ini mengkaji pelaksanaan praktik pengawasan proyek pada kegiatan revitalisasi infrastruktur jembatan di wilayah perkotaan Jawa Barat dengan menggunakan Project Management Body of Knowledge (PMBOK) Edisi Keenam sebagai kerangka analisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif untuk mengeksplorasi sejauh mana proses pengawasan proyek yang dilakukan di lapangan selaras dengan praktik manajemen proyek yang distandarkan. Pengumpulan data dilakukan melalui analisis dokumen, observasi lapangan, dan wawancara dengan pemangku kepentingan utama seperti konsultan pengawas, kontraktor, dan pemilik proyek. Temuan menunjukkan bahwa meskipun terdapat prosedur formal, masih ditemukan berbagai kesenjangan dalam manajemen ruang lingkup, penanganan risiko, pengadaan, dan dokumentasi dibandingkan dengan rekomendasi PMBOK. Kesenjangan ini sebagian besar disebabkan oleh tantangan koordinasi, terbatasnya sistem dokumentasi, dan belum adanya alur kerja yang terstandarisasi di lapangan. Studi ini menyimpulkan bahwa penerapan pendekatan manajemen proyek yang terstruktur berbasis PMBOK dapat meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kinerja pengawasan proyek infrastruktur publik. Rekomendasi diberikan untuk memperkuat kapasitas institusional para pemangku kepentingan proyek serta mendorong penerapan standar manajemen proyek secara konsisten dalam

2025
👤 Penulis: Muhammad Hamzah
🏷️ Manajemen Proyek 🏷️ Revitalisasi Infrastruktur Jembatan 🏷️ Pmbok (Project Management Body Of Knowledge)

STRATEGI MANAJEMEN PROYEK UNTUK MENDAPATKAN PERLUASAN PROYEK DENGAN MENGGUNAKAN VALUE-FOCUSED THINKING DAN ANALYTICAL HIERARCY PROCESS (STUDI KASUS: PT PLN NUSANTARA POWER CONSRTUCTION)

PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC) adalah perusahaan anak perusahaan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dan berada di bawah naungan PT PLN Nusantara Power. Saat ini, PLN NPC telah dipercaya untuk berpartisipasi dalam proyek global, yaitu ECRL (East Coast Rail Link) di Malaysia, yang juga merupakan proyek global pertama bagi PLN NPC. ECRL (East Coast Rail Link) adalah proyek kereta api listrik dua jalur yang dibangun oleh pemerintah Malaysia di bawah naungan Malaysia Rail Link Sdn Bhd. Proyek ini telah dimulai sejak 2019 dan membentang dari ujung timur Malaysia (Kelantan, Terengganu, Pahang) hingga ujung baratnya (Selangor, Putrajaya), dengan panjang rel +665 kilometer. Proyek EPCC yang dilaksanakan oleh PLN NPC di ECRL Malaysia mencakup berbagai bidang seperti pengembangan infrastruktur listrik, pengadaan tenaga insinyur, pengadaan dan konstruksi. Proyek ini telah dilaksanakan dengan sukses. Namun, pada awal 2025, PLN NPC melihat peluang untuk menambah dan memperluas proyek ECRL Malaysia. Mengingat kemungkinan ini, PLN NPC harus mengambil langkah strategis untuk memanfaatkannya dan memperluas proyek. Analisis penulis melalui wawancara dan brainstorming dengan para ahli, serta analisis lebih lanjut menggunakan Value Focused Thinking (VFT), menunjukkan bahwa terdapat lima strategi alternatif yang dapat diterapkan oleh PLN NPC untuk memperoleh perluasan proyek dalam proyek ECRL: (1) Meningkatkan Aset Perusahaan dalam Teknologi, (2) Jaringan dengan Perusahaan Global, (3) Meningkatkan Kontrak dengan Sub-kontraktor, (4) Berinteraksi dan Berkomunikasi dengan Pemangku Kepentingan, (5) Memantau Pergerakan Pemangku Kepentingan. Pendekatan metodologis selanjutnya untuk menentukan strategi alternatif mana yang sesuai untuk PLN NPC adalah penggunaan Analytic Hierarchy Process (AHP), yang menunjukkan bahwa Jaringan dengan Perusahaan Global adalah strategi alternatif yang sesuai bagi PLN NPC untuk mencapai tujuan proyek ECRL, yaitu perluasan proyek.

2025
👤 Penulis: Evan Adriel Rajagukguk
🏷️ Manajemen Proyek 🏷️ Analisis Hierarchy 🏷️ Strategi Bisnis

ANALISIS FAKTOR PENGARUH TERHADAP KEBERHASILAN DAN KEGAGALAN DALAM PENERAPAN KONSTRUKSI MODULAR DI INDONESIA

Sektor konstruksi dikenal sebagai industri yang relatif lambat dalam mengadopsi teknologi, yang berdampak pada laju pertumbuhan produktivitas yang rendah dengan rata-rata hanya 1% per tahun. Salah satu metode yang umum digunakan, yaitu metode konvensional cast in-situ, menghadapi berbagai tantangan signifikan berupa pemborosan material, keterlambatan jadwal, dan pembengkakan biaya. Dalam rangka mengatasi tantangan tersebut, diangkat sebuah inovasi berupa metode konstruksi modular yang berbasis fabrikasi off-site dan perakitan on-site. Saat ini, implementasi konstruksi modular di Indonesia berada pada tahap pertumbuhan awal, namun penerapannya masih terbatas dan menghadapi berbagai hambatan sistemik. Sebagai langkah dalam mengembangkan implementasi modular di Indonesia, dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan dan kegagalan dalam penerapannya serta mengevaluasi tingkat pengaruh dari faktor-faktor tersebut. Faktor pengaruh dikategorikan berdasarkan fase siklus hidup proyek, yaitu perencanaan, desain, fabrikasi, transportasi, dan instalasi. Analisis untuk tingkat pengaruh dilakukan berdasarkan perspektif para ahli dan praktisi yang berpengalaman dalam proyek modular di Indonesia menggunakan metodologi Relative Importance Index dan pendekatan Fuzzy Synthetic Evaluation (FSE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan dan kegagalan konstruksi modular tidak ditentukan oleh faktor teknis parsial pada satu fase, melainkan oleh faktor-faktor yang bersifat sistemik dan lintas-fase. Ditemukan bahwa permasalahan pada fase fabrikasi dan instalasi seringkali merupakan manifestasi dari lemahnya koordinasi dan finalisasi keputusan pada fase perencanaan dan desain.

2025
👤 Penulis: Lucia Jovita Jusni
🏷️ Konstruksi Modular 🏷️ Manajemen Proyek 🏷️ Analisis Faktor Pengaruh

MEMINIMALKAN KETERLAMBATAN PENYELESAIAN PROYEK: STUDI KASUS DI PT TUNTAS LUGAS CEMERLANG

Industri pulp dan kertas Indonesia terus mengalami pertumbuhan di tengah meningkatnya permintaan global, khususnya untuk jenis kertas khusus dan kertas keamanan. Namun, pelaksanaan proyek industry terutama pada tahap instalasi mesin sering menghadapi keterlambatan signifikan yang disebabkan oleh ketidakefisienan teknis, manajerial, maupun koordinatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor utama penyebab keterlambatan dalam proyek instalasi mesin kertas di PT Tuntas Lugas Cemerlang (TLC), sebuah perusahaan manufaktur baru di Purwakarta, Indonesia, serta mengusulkan intervensi manajemen proyek yang aplikatif. Menggunakan pendekatan sequential exploratory mixed-methods, data kualitatif diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi proyek, lalu divalidasi dengan survei kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 38% aktivitas yang telah diselesaikan mengalami rework, hanya 66% progres proyek yang tercapai meskipun 91% waktu pelaksanaan telah berlalu, dan hambatan utama terjadi pada proses pengadaan, koordinasi rekayasa, serta alur komunikasi. Alat penjadwalan seperti Work Breakdown Structure (WBS), Critical Path Method (CPM), dan Gantt Chart digunakan untuk menganalisis aktivitas kritis dan menyusun strategi penjadwalan ulang. Penelitian ini juga menggunakan kerangka kerja Project Management Body of Knowledge (PMBOK) dan Theory of Constraints (TOC) untuk mengklasifikasikan serta mengatasi faktor-faktor penyebab keterlambatan. Berdasarkan hasil analisis terintegrasi, penelitian ini merekomendasikan peningkatan mekanisme komunikasi, revisi perencanaan melalui penyusunan ulang WBS, peningkatan koordinasi antar pemangku kepentingan, serta identifikasi risiko sejak dini guna memulihkan jadwal proyek. Intervensi ini ditujukan agar PT TLC dapat memenuhi target operasional Juli 2025, mengamankan kontrak strategis, dan menghindari risiko finansial lebih lanjut. Secara lebih luas, studi ini memberikan kontribusi terhadap praktik terbaik dalam pengelolaan instalasi industri yang kompleks di negara berkembang.

2025
👤 Penulis: Fauzi Cikal Antariksa
🏷️ Proyek Industri 🏷️ Manajemen Proyek 🏷️ Pulp Dan Kertas Indonesia

ANALISIS KEPUTUSAN UNTUK MEMILIH PRODUK MAT AKSES UNTUK MENDUKUNG OPERASI PENGEBORAN DI PT PHR ZONA 4

PT PHR Zona 4 sering kali mengalami kendala dalam perbaikan kerusakan jalan pada musim hujan untuk mendukung kegiatan pengeboran. Sifat kerusakan perkerasan jalan kerikil yang sulit diperbaiki pada musim hujan akibat tingkat kejenuhan air yang tinggi menyebabkan perbaikan jalan yang rusak dengan menggunakan alat berat dan material perkerasan jalan seringkali membutuhkan waktu yang tidak menentu. Kondisi ini memunculkan ketertarikan mengenai potensi penggunaan access mat yang selama ini dikenal sebagai solusi efektif untuk mengatasi kerusakan jalan sementara waktu guna mendukung kegiatan pengeboran. Saat ini, perusahaan telah mengandalkan mat beton sejak tahun 2023 dalam mengatasi beberapa permasalahan kerusakan jalan. Meskipun mat akses beton memiliki keunggulan pada harga pembelian awal, fleksibilitas pengiriman, dan area pengurangan beban, namun terdapat situasi di mana waktu perbaikan jalan terbatas dan tim Project Execution merasa kesulitan untuk melakukan peningkatan produktivitas pengoperasian mat akses mereka. Hal ini dikarenakan mat akses yang dipakai saat ini terbuat dari beton bertulang yang memiliki kepadatan tinggi sehingga bobotnya berat dengan dimensi yang relatif kecil sebagai sebuah access mat sehingga efisiensi operasionalnya rendah. Karena perpanjangan kontrak mat akses beton saat ini akan berakhir pada tahun 2026, tim Project Zona 4 perlu menemukan mat akses yang paling sesuai untuk kontrak baru untuk mendukung operasi pengeboran. Ada beberapa pilihan yang tersedia di pasar, tetapi perusahaan menghadapi kesulitan dalam memilih pilihan yang paling sesuai karena perusahaan belum memiliki sistem pengambilan keputusan yang komprehensif tetapi saat ini hanya mengandalkan pendekatan heuristik terutama orientasi pemilihan berbasis harga dan waktu pengiriman. Selain itu, proses pemilihan material di perusahaan biasanya tidak melibatkan pendapat kolektif dari tim organisasi, tetapi biasanya bergantung pada pendapat satu atau dua orang dengan keputusan dan tindakan yang disegerakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pengambilan keputusan yang komprehensif dalam memilih produk mat akses yang paling sesuai untuk mendukung kegiatan pengeboran. Metodologi yang digunakan meliputi kajian pustaka produk mat akses, diskusi kelompok terfokus (FGD) dengan tim proyek untuk memutuskan kriteria & subkriteria, menghasilkan alternatif dengan bantuan metode value-focused thinking (VFT), wawancara dengan manajemen dan ahli untuk memprioritaskan kriteria, subkriteria dan alternatif, penggunaan metode AHP dengan bantuan perangkat lunak Super Decisions untuk memprioritaskan kriteria, subkriteria dan memberi peringkat alternatif, dilengkapi dengan analisis sensitivitas, analisis biaya siklus hidup (LCCA) dan analisa mengenai dampak lingkungan. Ada tiga alternatif yang dihasilkan dari analisis VFT: mat beton (mat akses yang digunakan saat ini), mat akses HDPE dan mat akses bambu. Hasilnya menunjukkan bahwa mat akses HDPE adalah pilihan yang direkomendasikan, diikuti oleh alas bambu dan terakhir mat beton. Penelitian ini memberikan kerangka kerja praktis untuk mengembangkan model pengambilan keputusan dalam memilih produk mat akses. Model ini menunjukkan proses pengambilan keputusan yang lebih selaras dengan arahan organisasi dengan alat yang tepat untuk memilih bahan konstruksi untuk inisiasi investasi di masa mendatang.

2025
👤 Penulis: Elias Evrata Pinem
🏷️ Kepemilikan Bahan Konstruksi 🏷️ Analisis Hidrologi 🏷️ Manajemen Proyek

MENGOPTIMALKAN SISTEM PEMANTAUAN PROYEK DI PERUSAHAAN INDUK: KERANGKA STRATEGIS UNTUK PENINGKATAN BERKELANJUTAN

PT Pupuk Indonesia adalah produsen pupuk terbesar di Indonesia dan salah satu yang terbesar di Asia. PT Pupuk Indonesia memainkan peran penting dalam mendukung permintaan pertanian. PT Pupuk Indonesia juga meningkatkan efisiensi sambil tetap mempertahankan focus pada keberlanjutan. PT Pupuk Indonesia saat ini mengelola beberapa proyek dari anak perusahaannya yang berfokus pada konservasi energi dan peningkatan produksi. Proyek-proyek ini penting dan bertujuan untuk meningkatkan fasilitas yang ada yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi, menghemat energi, memanfaatkan produk samping, serta mengurangi dampak lingkungan. Proyek-proyek ini tidak hanya penting untuk tujuan operasional PT Pupuk Indonesia tetapi juga sangat penting untuk mendukung ekonomi Indonesia, tujuan lingkungan, dan ketahanan pangan nasional. Pemantauan dan pengelolaan proyek yang efisien sangat penting bagi Perusahaan untuk mencapai target dan memenuhi komitmen kepada pemerintah dan Masyarakat serta sangat penting untuk memastikan bahwa setiap anak Perusahaan selaras dengan tujuan strategis dan untuk mengawasi kinerja setiap anak Perusahaan. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan sistem pemantauan proyek di Perusahaan induk dengan membuat perbaikan dalam sistem yang ada dan mengusulkan kerangka kerja stataegis yang tertarget. Penelitian ini mengidentifikasi tantangan dalam pemantauan saat ini, termasuk visibilitas waktu nyata, integrasi data, dan proses pengambilan keputusan. Penelitian ini membuat analisis terhadap masalah yang ada untuk memberikan kerangka kerja yang terukur dan adaptif untuk meningkatkan efisiensi pemantauan dan mengadopsi kolaborasi antar pemangku kepentingan. Penelitian ini berfokus pada perbaikan yang dapat diterapkan, temuan dari penelitian ini memberikan kerangka kerja strategis untuk mengoptimalkan pemantauan proyek dan mencapai Solusi bisnis dalam Perusahaan induk.

2025
👤 Penulis: Yuni Pratidina Wijilestari
🏷️ Manajemen Proyek 🏷️ Efisiensi Operasional 🏷️ Konservasi Energi

ANALISIS RISIKO PADA PELAKSANAAN PEKERJAAN PEMBANGUNAN JALAN TIDAK SEBIDANG (UNDERPASS) DI BAWAH JALUR PERLINTASAN KERETA API

Pekerjaan pembangunan jalan tidak sebidang (underpass) di bawah jalur perlintasan kereta api merupakan proyek yang kompleks dan berisiko tinggi, sehingga memerlukan pertimbangan teknis yang mendetail serta perhatian khusus terhadap aspek stabilitas dan keselamatan struktur. Kompleksitas ini muncul karena pelaksanaan konstruksi dilakukan di bawah jalur kereta api aktif yang tetap beroperasi selama pekerjaan berlangsung, sehingga kesalahan teknis sekecil apa pun dapat berakibat fatal terhadap keselamatan pelaksanaan pekerjaan maupun kelancaran operasional kereta api. Hal ini penting agar tidak membahayakan operasional kereta api maupun struktur di sekitarnya, sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan No. 17 Tahun 2017, mengingat adanya interaksi antara struktur tanah dan operasional kereta api. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi risiko yang terjadi selama pelaksanaan proyek, (2) mengidentifikasi risiko dominan beserta respons yang diberikan, dan (3) membandingkan analisis risiko yang direncanakan oleh kontraktor dengan hasil penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) sebagai pendekatan sistematis untuk mengidentifikasi, mengevaluasi dan memprioritaskan risiko berdasarkan tiga parameter utama, yaitu tingkat keparahan, kemungkinan dan deteksi yang dinyatakan dalam bentuk Risk Priority Number (RPN). Risiko yang ditinjau dalam penelitian ini adalah keselamatan dan kesehatan kerja (K3), produksi, procurement, kualitas dan mutu serta lingkungan dan sosial. Risiko tersebut dikelompokkan berdasarkan tahapan pekerjaan yang terdiri dari tahap persiapan, struktur bawah, jembatan sementara untuk rel kereta api, struktur atas dan finishing. Dalam proses tersebut, diperoleh hasil lima risiko dominan dari tiap responden yang diklasifikasikan berdasarkan risiko pekerjaan, sub-pekerjaan dan kategori risiko serta mengidentifikasi lima risiko dengan nilai RPN tertinggi yang menjadi prioritas utama dalam pengelolaan risiko proyek. Hasil kuesioner dari lima responden diolah melalui proses penilaian (scoring), sehingga diperoleh lima risiko dominan berdasarkan risiko pekerjaan yaitu: (1) jembatan sementara pada pekerjaan baja dengan risiko produksi, (2) persiapan pada risiko produksi, (3) finishing pada pekerjaan aspal dengan risiko, (4) struktur atas pada pekerjaan dinding dengan risiko produksi, dan (5) struktur bawah pada pekerjaan galian pada risiko produksi. Berdasarkan sub-pekerjaan, risiko dominan meliputi: (1) persiapan dengan risiko produksi dan lingkungan dan sosial, (2) pekerjaan baja jembatan sementara dengan risiko procurement, (3) pekerjaan aspal pada risiko produksi, (4) pekerjaan dinding dengan risiko produksi, dan (5) pekerjaan rigid dengan risiko produksi. Sementara itu, lima kategori risiko adalah: (1) risiko keselamatan dan kesehatan kerja, (2) risiko produksi, (3) risiko kualitas dan mutu, (4) risiko procurement, dan (5) risiko lingkungan dan sosial. Lima risiko dengan nilai RPN tertinggi yaitu: (1) pekerjaan baja jembatan sementara dengan aspek procurement pada risiko estimasi biaya, (2) pekerjaan galian dengan aspek produksi pada risiko metode kerja, (3) pekerjaan baja sementara dengan aspek keselamatan dan kesehatan kerja pada risiko protokol keselamatan dan kesehatan kerja, (4) pekerjaan dinding dengan aspek produksi pada risiko metode kerja, dan (5) pekerjaan dinding aspek produksi pada risiko estimasi waktu. Disisi lain, urutan prioritas risiko menurut kontraktor sejak awal pelaksanaan proyek adalah: (1) risiko sosial, (2) risiko lingkungan, (3) risiko produksi, (4) risiko keselamatan dan kesehatan kerja, dan (5) risiko procurement. Perbedaan ini berdampak pada perbedaan urutan prioritas risiko, karena nilai deteksi dalam FMEA berperan penting dalam menunjukkan seberapa besar kemungkinan risiko dapat dikenali dan dikendalikan sebelum terjadi. Dengan mempertimbangkan aspek deteksi, penelitian ini memberikan gambaran yang lebih komprehensif terhadap potensi risiko yang tersembunyi namun signifikan, yang mungkin tidak teridentifikasi jika hanya menggunakan dua parameter seperti yang dilakukan oleh kontraktor.

2025
👤 Penulis: Anisah Nabilah Saleh
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Risiko 🏷️ Manajemen Proyek

PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMILIHAN PROYEK DI PT. JKT DENGAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP)

Fokus penelitian ini adalah bagaimana PT. Jawara Kanistha Tibra (JKT) membuat keputusan tentang tiga proyek: "Reggae Festival", "A Night at the Orchestra: Dewa 19," dan "Suara Akal Summit". PT. JKT menghadapi tantangan dalam memilih antara tiga proyek. Setiap proyek memiliki risiko dan keuntungan yang berbeda, dan banyak pemangku kepentingan yang berbeda berpartisipasi dalamnya. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk menyediakan kerangka kerja sistematis untuk mengevaluasi dan memilih proyek yang paling sesuai dengan tujuan strategis organisasi. Hasil menunjukkan bahwa "A Night at the Orchestra: Dewa 19" menerima skor tertinggi, menunjukkan bahwa proyek ini memenuhi semua kriteria penilaian.Keputusan ini membantu perusahaan mencapai tujuan jangka panjangnya selain keuntungan finansial jangka pendek. PT JKT dapat memberikan arahan yang lebih baik untuk evaluasi dan pemilihan proyek di masa depan dengan menggunakan pendekatan yang lebih objektif dan metodis.

2025
👤 Penulis: R Daffa Andaru Fawwaz Naufal
🏷️ Analisis Keputusan 🏷️ Manajemen Proyek 🏷️ Metodologi Penilaian

PENDEKATAN STRATEGIS UNTUK MENGATASI KETERLAMBATAN PROYEK DI SEKTOR KONSTRUKSI INDONESIA

Industri konstruksi memiliki peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, namun seringkali menghadapi tantangan serius, terutama terkait keterlambatan proyek. Penelitian ini mengkaji praktik manajemen proyek dan perubahan di PT Cahyana Karya Agung (PT CKA) untuk mengidentifikasi akar penyebab keterlambatan dan inefisiensi operasional, dengan fokus pada masalah manajemen, mis-komunikasi, dan koordinasi internal. Metode kualitatif melalui wawancara mendalam dan analisis kompetitor digunakan untuk mengumpulkan data yang menunjukkan bahwa ketidakjelasan peran, saluran komunikasi yang tidak konsisten, dan sistem koordinasi yang lemah menjadi faktor utama keterlambatan. Data tambahan dari analisis keuangan mengungkap adanya korelasi antara mismanajemen dana dan overrun anggaran yang berdampak pada pelaksanaan proyek. Studi ini merekomendasikan penerapan metodologi manajemen proyek yang lebih terstruktur—misalnya penggunaan sistem Kanban dan Gantt Chart—serta implementasi kerangka kerja manajemen perubahan untuk meningkatkan koordinasi dan efisiensi operasional. Perbaikan model bisnis dan pengelolaan keuangan diharapkan dapat mengurangi keterlambatan, meningkatkan kinerja proyek, dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan di sektor konstruksi Indonesia.

2025
👤 Penulis: Laurens Bryan Cahyana
🏷️ Manajemen Proyek 🏷️ Hidrologi Industri Konstruksi 🏷️ Kepatuhanan Keuangan

PERANCANGAN ASPEK MANAJEMEN DAN REKAYASA KONSTRUKSI CREATIVE CENTER DI BINTARO JAYA, TANGERANG SELATAN

Pembangunan Creative Center di Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, sebagai salah satu bentuk komitmen Pemerintah Pusat dalam pengembangan ekonomi kreatif nasional, bertujuan untuk meningkatkan apresiasi terhadap seni itu sendiri. Tugas akhir desain ini bertujuan untuk merancang aspek manajemen dan rekayasa konstruksi proyek yang memenuhi tuntuan biaya, waktu, mutu, dan juga keselamatan. Pekerjaan yang menjadi cakupan analisis tugas akhir desain ini meliputi pekerjaan persiapan, pekerjaan tanah, pekerjaan struktur bawah, pekerjaan struktur atas, serta pekerjaan perkerasan dan prasarana parkir. Creative Center di Bintaro Jaya dengan 2 rubanah dan 4 lantai atas, yang masing-masing lantai memiliki tinggi 4,2 meter, dibangun dengan menggunakan metode bottom-up. Analisis produktivitas alat berat, tingkat produksi pekerjaan dan juga pekerja, bersama-sama dengan hasil quantity take-off, digunakan untuk membuat estimasi biaya dan merancang penjadwalan proyek. Konstruksi Proyek Creative Center ini dimulai pada 1 Januari 2024 dengan perkiraan biaya langsung sebesar Rp103.775.235.730,30 dan biaya tidak langsung sebesar Rp10.704.895.807,64 dan selesai pada tanggal 23 April 2025 (478 hari).

2025
👤 Penulis: Dewangga Syahputra
🏷️ Desain Konstruksi 🏷️ Manajemen Proyek 🏷️ Ekonomi Kreatif

PEMBUATAN PROJECT MANAGEMENT OFFICE PADA SBU INDUSTRIAL TURBINE SERVICES DI PT NUSANTARA TURBIN DAN PROPULSI

PT Nusantara Turbin dan Propulsi (NTP) adalah salah satu perusahaan di Indonesia yang bergerak dalam layanan pemeliharaan, perbaikan, dan perbaikan total atau Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) turbin industri. NTP sebelumnya bernama Universal Maintenance Center (UMC) didirikan pada tahun 1986 sebagai divisi Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN), yang sekarang telah berganti nama menjadi PT Dirgantara Indonesia. Turbin industri adalah turbin yang digunakan untuk industri, misalnya digunakan untuk generator listrik, pompa, kompresor gas, dan lainnya. Perusahaan umumnya menyerahkan kegiatan MRO kepada pihak ketiga karena bisnis MRO turbin industri adalah bisnis yang membutuhkan modal besar dan keterampilan yang tinggi. Hal ini menyebabkan hambatan untuk masuk ke bisnis ini cukup besar sehingga hanya sedikit pemain yang ada di bisnis ini. Bisnis MRO turbin untuk industri, khususnya di Indonesia, adalah bisnis yang menarik karena memiliki potensi pasar yang besar dengan pesaing yang relatif sedikit. NTP memiliki reputasi yang baik dan telah terlibat dalam MRO turbin untuk industri lebih dari 20 tahun. Tetapi NTP memiliki kelemahan dalam manajemen proyek yang menyebabkan NTP tidak dapat mengeksploitasi potensi pasar pada bisnis MRO turbin untuk industri sehingga itu berdampak pada pencapaian target pendapatan yang sangat kecil dari SBU of Industrial Turbine Services, yang hanya 43% dari target yang ditetapkan oleh manajemen. Bisnis MRO turbin untuk industri adalah salah satu bisnis utama NTP selain MRO mesin pesawat yang ditulis pada misi NTP. Dalam tujuan jangka panjang NTP, jelas dinyatakan bahwa NTP ingin komposisi bisnis seimbang antara bisnis MRO mesin pesawat dan MRO turbin industri. Meskipun NTP adalah anak perusahaan PT Dirgantara Indonesia, NTP terus menjadikan MRO turbin industri sebagai bisnis utama NTP dan bahkan didorong untuk terus tumbuh setidaknya setara dengan MRO mesin pesawat karena potensi bisnis MRO turbin industri masih sangat besar dan akan berkembang pesat terutama di Indonesia. Berdasarkan hasil analisis akar permasalahan menggunakan CRT, disimpulkan bahwa ada 3 akar masalah yang dihadapi oleh SBU of Industrial Turbine Services, yaitu tidak ada aplikasi manajemen proyek, kurangnya pengetahuan manajemen proyek, kurangnya praktek manajemen proyek. Solusi yang akan dilakukan oleh SBU Industrial Turbine Services adalah proyek pengembangan PMO dengan mengacu pada PMBOK 6. Proyek ini akan membawa perubahan dari kondisi saat ini ke kondisi masa depan/kondisi ideal yang diharapkan oleh SBU Industrial Turbine Services. Proyek pengembangan PMO yang baik harus didasarkan pada praktik terbaik manajemen proyek dan dibangun di atas 4 pilar, yaitu pelatihan, alat PM, SOP yang dilengkapi dengan template, dan PMO unit di dalam struktur organisasi. Berdasarkan hasil analisis, metode pelatihan yang digunakan adalah pelatihan di kelas. Alat manajemen proyek yang digunakan adalah Smartsheet. SOP & template yang digunakan adalah modifikasi dari SOP & template yang ada agar sesuai dengan organisasi PMO yang akan diimplementasikan. Dan struktur organisasi PMO yang diterapkan adalah tipe PMO Supportive. Proyek pengembangan PMO di SBU of Industrial Turbine Services dilakukan dari Juli hingga November 2019 oleh karyawan NTP dengan bantuan konsultan profesional. Implementasi PMO di banyak perusahaan lain telah terbukti secara signifikan meningkatkan keberhasilan proyek. Implementasi PMO yang didukung oleh peningkatan SOP & template, dan penggunaan aplikasi manajemen proyek diharapkan dapat meningkatkan keberhasilan proyek dalam SBU of Industrial Turbine Services. Karyawan yang ditunjuk sebagai agen perubahan memiliki antusiasme tinggi untuk mendukung keberhasilan pengembangan proyek PMO di SBU Industrial Turbine Services. PMBOK 6 adalah referensi praktik manajemen proyek yang dapat disesuaikan sesuai dengan kebutuhan organisasi yang dalam kasus ini adalah SBU Industrial Turbine Service. Setelah implementasi proyek ini, ada rekomendasi terkait dengan penelitian lebih lanjut terkait dengan implementasi PMO. Pertama, lebih baik melakukan implementasi PMO pada tingkat departemen atau perusahaan, daripada PMO pada suatu proyek karena keuntungan PMO akan maksimal pada tingkat program atau portofolio. Kedua, adalah melakukan penelitian multi-tahun tentang implementasi PMO, dari pengembangan hingga implementasinya selama beberapa tahun untuk melihat dampak dari hal-hal yang dilakukan untuk mencapai target yang ditetapkan.

2025
👤 Penulis: Sisca Yuliharyani
🏷️ Manajemen Proyek 🏷️ Industri Turbin Industri 🏷️ Pt Nusantara Turbin Dan Propulsi

PENINGKATAN MANAJEMEN PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH TIPE 48 DI CV. PINGGIRAN PUTRA ABADI

Sektor konstruksi merupakan pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia, namun sektor ini menghadapi tantangan yang terus menerus seperti inefisiensi, keterlambatan, dan salah urus, terutama di kalangan kontraktor kecil. Studi ini mengkaji isu-isu tersebut melalui kasus CV. Pinggiran Putra Abadi, sebuah perusahaan konstruksi milik keluarga di Jawa Timur yang berspesialisasi dalam membangun perumahan tipe 48. Meskipun beroperasi di pasar yang kompetitif, perusahaan ini mengalami penundaan proyek, manajemen sumber daya yang tidak efisien, dan masalah pengadaan, yang mengakibatkan pembengkakan biaya, tenggat waktu yang terlewat, dan menurunnya kepuasan klien. Untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, penelitian ini menerapkan kerangka kerja Project Management Body of Knowledge (PMBOK), sebuah standar yang diakui secara global untuk manajemen proyek yang efektif. Dengan menggunakan alat bantu seperti Root Cause Analysis (RCA) dan Current Reality Tree (CRT), penelitian ini mengidentifikasi isu-isu utama, termasuk praktik penjadwalan yang buruk, pemanfaatan sumber daya yang kurang optimal, dan inefisiensi pengadaan yang disebabkan oleh proses yang tidak jelas dan kurangnya koordinasi. Penelitian ini mengusulkan untuk mengadopsi strategi manajemen proyek terintegrasi yang selaras dengan kerangka kerja PMBOK. Alat bantu yang direkomendasikan, seperti metode jalur kritis (CPM) dan perataan sumber daya, bertujuan untuk meningkatkan penjadwalan, mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya, dan merampingkan proses pengadaan. Solusi-solusi ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi proyek, mengurangi biaya, dan meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Sebagai kesimpulan, studi ini tidak hanya menawarkan rekomendasi praktis untuk CV. Pinggiran Putra Abadi, tetapi juga memberikan kerangka kerja yang dapat direplikasi untuk kontraktor kecil lainnya di Indonesia. Dengan menekankan pentingnya praktik manajemen proyek yang terstruktur, penelitian ini berkontribusi dalam meningkatkan kinerja dan daya saing industri konstruksi Indonesia.

2024
👤 Penulis: Mutiara Alena Azizah
🏷️ Manajemen Proyek 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Hidrologi

ANALISIS PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN LOGISTIK UNTUK MENGATASI KETERLAMBATAN PADA PROYEK JETTY SUMBER TANI AGUNG DI KOTA DUMAI, RIAU

Pembangunan infrastruktur kelautan menjadi elemen penting dalam mendukung aktivitas industri di Indonesia. PT Sumber Tani Agung melaksanakan proyek pembangunan dermaga atau Jetty berkapasitas 50.000 DWT Tanker sebagai fasilitas loading minyak di Dumai, Riau. Proyek ini melibatkan berbagai komponen, seperti trestle, mooring dolphin, breasting dolphin, platform, dan catwalk. Tantangan utama dalam pelaksanaannya adalah keterlambatan penyelesaian. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji penerapan sistem manajemen proyek untuk mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan dan pelaksanaan proyek Jetty serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi pada penyelesaian proyek tepat waktu. Selain itu, penelitian ini merekomendasikan solusi manajemen proyek yang dapat digunakan untuk mengatasi kendala dan meningkatkan efisiensi proyek. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dan kuantitatif menggunakan data yang diperoleh dari perusahaan kontraktor, PT Cemerlang Samudra Kontrindo. Diagram alir penelitian digunakan untuk menggambarkan tahapan dalam pelaksanaan proyek, termasuk mobilisasi, pengukuran, pemancangan, dan pengecoran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sistem manajemen proyek, seperti penjadwalan yang efektif, kontrol kualitas, dan pemantauan waktu, sangat mempengaruhi kelancaran proyek. Kurva S digunakan untuk memantau progres proyek, yang menunjukkan adanya beberapa deviasi antara rencana dan aktual pelaksanaan akibat keterlambatan pasokan material dan kondisi cuaca. Penggunaan teknologi stakeout dan positioning memastikan bahwa pemancangan tiang dilakukan sesuai koordinat yang ditetapkan. Namun, beberapa tantangan, seperti ketidaksesuaian waktu pemesanan bahan baku, perlu diatasi untuk menghindari keterlambatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan sistem manajemen proyek yang baik mampu mengurangi risiko keterlambatan dan memastikan penyelesaian proyek sesuai dengan target waktu dan biaya. Rekomendasi untuk perbaikan termasuk peningkatan koordinasi antara tim proyek dan vendor, serta penggunaan teknologi yang lebih efisien dalam manajemen logistik.

2024
👤 Penulis: Bryan Yoel Kusuma
🏷️ Manajemen Proyek 🏷️ Logistik Kelautan 🏷️ Analisis Kuantitatif

USULAN STRATEGI BISNIS UNTUK MENJAMIN KEBERLANJUTAN DI PERUSAHAAN KONSTRUKSI (STUDI KASUS PT REKAYASA INDUSTRI)

Studi ini menganalisis akar permasalahan yang berkontribusi terhadap tantangan keuangan Rekind dengan melakukan studi mendalam mengenai konteks operasional, metodologi manajemen proyek, dan pendekatan manajemen keuangan. Permasalahan keuangan Rekind mungkin disebabkan oleh banyak permasalahan utama, yaitu pembengkakan biaya, penundaan jadwal, dan permasalahan kualitas yang melekat pada sektor EPC. Organisasi ini menghadapi banyak tantangan karena lemahnya proses manajemen risiko, kurangnya pengawasan keuangan, dan kurangnya koherensi strategis. Rencana transformasi tersebut didukung oleh Soft Systems Methodology (SSM), yang menawarkan pendekatan sistematis terhadap pemecahan masalah dan perubahan organisasi. SSM memerlukan pemeriksaan menyeluruh terhadap skenario permasalahan yang ada, pembuatan kerangka konseptual, dan penentuan modifikasi yang layak dan lebih disukai. Penelitian ini menggunakan analisis tema untuk memahami data kualitatif yang diperoleh dari wawancara yang dilakukan dengan para eksekutif Rekind, manajer proyek, dan pemangku kepentingan lainnya. Untuk mengatasi tantangan-tantangan ini, studi ini mengusulkan agar strategi diubah dari EPC yang berisiko tinggi ke pasar O&M yang relatif lebih stabil. Pergeseran ini diharapkan dapat memanfaatkan kontak dan pengalaman pelanggan Rekind saat ini sekaligus mengurangi risiko finansial dan operasional yang terkait dengan proyek EPC. Rencana yang direkomendasikan mencakup serangkaian langkah penting: meningkatkan strategi bisnis, menata ulang struktur perusahaan, menerapkan sistem yang tangguh, dan mengembangkan kompetensi kepemimpinan.

2024
👤 Penulis: Romicere Cordias
🏷️ Manajemen Proyek 🏷️ Pendekatan Keuangan 🏷️ Transformasi Organisasi
Halaman 2 dari 3
💬