📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 5,228 dokumenPERANCANGAN FRUIT STORAGE CHAMBER (FSC) BERBASIS FOTOKATALIS TIO2/MN PADA SISTEM PENYIMPANAN PASCAPANEN MULTI-PRODUK PISANG CAVENDISH DI PT. EKONOMI SIRKULAR INDONESIA
Indonesia merupakan salah satu produsen pisang terbesar di dunia, namun masih menghadapi tingginya kehilangan pascapanen akibat proses pematangan yang dipicu oleh akumulasi gas etilen. Kondisi ini menyebabkan penurunan mutu dan masa simpan serta kerugian ekonomi di sepanjang rantai pasok. Oleh karena itu, dilakukan perancangan sistem pascapanen Fruit Storage Chamber (FSC) berbasis fotokatalis TiO2/Mn pada penyimpanan pisang Cavendish di PT. Ekonomi Sirkular Indonesia untuk memperpanjang umur simpan, mempertahankan kualitas buah, dan mengurangi kehilangan pascapanen. Sistem ini dirancang sebagaimana proses yang dilakukan oleh PT. Ekonomi Sirkular Indonesia, yakni proses penerimaan bahan baku, pencucian, sortasi dan grading, penyimpanan, produksi buah utuh, buah potong, dan smoothies, pengemasan, hingga distribusi ke retailer. Inovasi utama terletak pada sistem fotokatalis TiO2/Mn pada tahap penyimpanan di warehouse dan retail, yang mampu mendegradasi etilen sehingga proses pematangan dapat diperlambat tanpa bergantung pada sistem cold storage konvensional. Selain itu, sistem ini menerapkan konsep optimalisasi pemanfaatan buah sesuai tingkat kematangannya sehingga dapat menekan kehilangan hasil pascapanen. Berdasarkan analisis 3 altermatif sistem pascapanen, skenario FSC berbasis TiO2/Mn dipilih karena memberikan nilai terbaik antara efisiensi teknis, ekonomi, dan keberlanjutan. Sistem ini memiliki kapasitas penerimaan 500 kg pisang per hari atau 132.000 kg per tahun dengan hasil produksi berupa 63,05% buah utuh, 13% buah potong, dan 5,2% smoothies. Produk yang dihasilkan memiliki keunggulan berupa umur simpan lebih panjang, mutu dan tingkat kematangan lebih seragam, dan meningkatkan nilai tambah buah overripe dari diversifikasi produk sehingga mengurangi food loss serta mendukung efisiensi pemanfaatan bahan baku. Indikator kelayakan finansial yang digunakan menunjukkan performa usaha yang positif. Sistem mencatatkan Gross Profit Margin (GPM) sebesar 42,74%, Net Profit Margin (NPM) sebesar 9,42%, dan Net Present Value (NPV) selama 10 tahun sebesar Rp1,237,135,044.47. Internal Rate of Return (IRR) sebesar 62,56% berada jauh di atas tingkat diskonto 12%, dengan Profitability Index (PI) sebesar 3,56. Titik impas (Break Even Point) tercapai pada utilisasi 76.80% dari kapasitas terpasang, dengan periode pengembalian modal (Payback Period) selama 1,59 tahun. Secara keseluruhan, perancangan FSC berbasis TiO2/Mn layak diterapkan karena mampu menjaga kualitas dan meningkatkan nilai jual pisang Cavendish, mengurangi kehilangan pascapanen, dan mendukung sistem rantai pasok yang lebih efisien dan berkelanjutan.
PEMANTAUAN EUTROFIKASI LAUT ARU DENGAN ESTIMASI WARNA PERAIRAN MENGGUNAKAN FOREL ULE INDEX (FUI) BERBASIS PENGINDERAAN JAUH
Perairan Laut Aru merupakan wilayah produktif strategis bagi perikanan nasional Indonesia, namun dinamika kesuburannya yang tinggi membawa risiko eutrofikasi yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Keterbatasan akses dan tingginya biaya pengambilan data lapangan secara konvensional melatarbelakangi kebutuhan sistem pemantauan berbasis penginderaan jauh yang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung indeks warna air dan konsentrasi klorofil-a menggunakan penginderaan jauh, menentukan tingkat eutrofikasi dan analisis spasial serta temporalnya, serta menganalisis mekanisme pengaruh parameter fisik kimia dan dinamika atmosfer terhadap fluktuasi status trofik di Laut Aru. Data citra satelit periode 2021—2025 diintegrasikan dengan data nutrien (Nitrat dan Fosfat), suhu permukaan laut (SPL), dan curah hujan, kemudian diolah melalui parameter bio-optik Forel-Ule Index (FUI) dan klorofil-a pada tujuh titik pengamatan, serta dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan Spearman. Hasil penelitian menunjukkan gradien kesuburan secara spasial yang jelas. Hasil FUI pesisir Papua 4 hingga 7 dan FUI Kepulauan Aru berskala 5 hingga 6 (beberapa titik skala 9) memiliki status oligotrofik hingga mesotrofik akibat beban hara dari daratan, dengan rata-rata konsentrasi klorofil-a 3,62 mg/m3. Sementara itu, wilayah laut lepas berada pada kondisi oligotrofik dengan FUI 2 hingga 6 dan klorofil-a sebesar 1,56 mg/m3. Secara temporal, produktivitas memiliki pola dua puncak. Puncak pertama terjadi pada monsun timur hingga peralihan II (September dan Oktober) akibat input massa air dari fenomena upwelling Laut Banda yang menurunkan SPL hingga 24,23 oC. Puncak kedua terjadi pada monsun barat akibat input nutrien terestrial dari curah hujan. Korelasi positif antara FUI dan klorofil-a diperoleh koefisien sebesar 0,729. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat oligotrofik dan mesotrofik di pesisir Laut Aru dipengaruhi oleh gabungan dinamika atmosfer dan input terestrial, sedangkan di laut lepas dikendalikan oleh dinamika fisik oseanografi. Parameter FUI terbukti efektif sebagai indikator status trofik berbasis penginderaan jauh untuk pemantauan kualitas air di wilayah Laut Aru.
KARAKTERISASI PRODUKSI BIOGAS DARI GLYCERIN PITCH MELALUI EVALUASI PENGARUH INOCULUM-TO-SUBSTRATE RATIO TERHADAP PRODUKTIVITAS DAN STABILITAS PROSES
Pertumbuhan industri biodiesel global meningkatkan produksi glycerin pitch (GP), produk sampingan yang berpotensi mencemari lingkungan namun berpotensi sebagai substrat biogas melalui anaerobic digestion berkat tingginya kandungan gliserol. Penelitian ini bertujuan menginvestigasi potensi produksi biogas dari GP, dengan fokus pada pengaruh Inoculum-to-Substrate Ratio (ISR) terhadap produktivitas (mL/g VS) dan stabilitas proses. Penelitian berskala laboratorium ini menggunakan sistem batch tertutup pada suhu ruang, memanfaatkan kotoran sapi sebagai inokulum tanpa penambahan kosubstrat dan tanpa replikasi. Parameter utama yang dievaluasi meliputi produktivitas biogas substrat (mL/g VS), rasio C/N estimasi, dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas biogas sangat bergantung pada ISR. Hasil optimal dicapai pada ISR 16:1 dengan produktivitas 125,71 mL/g VS. Sebaliknya, proporsi inokulum rendah (ISR 1:4 hingga 4:1) terindikasi menyebabkan kegagalan sistem dan penurunan pH yang tajam. Kondisi ini mengindikasikan asidosis parah, yang dihipotesiskan terjadi akibat kelebihan beban karbon serta potensi toksisitas langsung dari pengotor bawaan GP, seperti Matter Organic Non-Glycerol (MONG) dan garam inorganik. Untuk memastikan stabilitas metabolisme, sistem terindikasi membutuhkan ISR operasional minimum 8:1 guna memberikan kapasitas penyangga yang memadai, mengencerkan potensi toksisitas, serta menjaga rentang ideal pH (6,6–7,6) dan mempertahankan rasio C/N estimasi pada nilai ideal (25–30). Kesimpulannya, meskipun GP layak menjadi substrat biogas, aplikasinya membutuhkan batasan operasional yang presisi dan pengendalian laju pembebanan organik untuk mencegah potensi inhibisi metanogenik.
PERANCANGAN GAME NARATIF SEBAGAI MEDIA UNTUK MEMBANGUN EMPATI SOSIAL PADA MAHASISWA GENERASI Z: STUDI KONTEKSTUAL KOTA BANDUNG
Kehidupan urban Kota Bandung menyimpan lanskap visual dan sosial yang kaya, mulai dari mural, graffiti, dan signage jalanan hingga dinamika keseharian warganya, namun kompleksitas ini jarang tersampaikan secara utuh melalui media pendidikan formal yang cenderung teoretis. Generasi Z, sebagai digital native, terbukti lebih responsif terhadap media interaktif berbasis pengalaman langsung dibandingkan pendekatan kognitif konvensional. Penelitian ini mengeksplorasi potensi video game naratif sebagai medium untuk menghadirkan pengalaman kehidupan urban Bandung secara autentik sekaligus menumbuhkan empati sosial pemain terhadap kompleksitas kota dan manusia-manusia yang menghuninya. Perancangan ini mengintegrasikan empat kerangka teoretis: Semiotika Visual Urban untuk membaca elemen visual kota sebagai sistem tanda, Inkorporasi (Calleja, 2011) untuk menjelaskan proses internalisasi pemain terhadap dunia game, Desain Afektif untuk merancang kualitas emosional pengalaman visual, dan Desain Game Empatik (Belman & Flanagan, 2010) untuk mengarahkan empati sebagai outcome yang dituju secara eksplisit. Metode penelitian bersifat kualitatif, meliputi observasi lapangan, studi literatur, wawancara dengan narasumber ahli industri video game, wawancara dan Focus Group Discussion dengan mahasiswa Generasi Z, serta analisis komparatif terhadap video game naratif relevan seperti Coffee Talk, Night in the Woods, dan Disco Elysium. Hasil penelitian berupa prototipe video game naratif 2D side-scroller yang dapat dimainkan, menghadirkan dunia fiksi berbasis Bandung melalui eksplorasi lingkungan, interaksi karakter, dan sistem naratif yang mengintegrasikan visualitas urban sebagai sistem tanda bermakna, untuk mendorong refleksi dan empati sosial pemain melalui pengalaman bermain yang imersif.
PERANCANGAN GAME NARATIF SEBAGAI MEDIA UNTUK MEMBANGUN EMPATI SOSIAL PADA MAHASISWA GENERASI Z: STUDI KONTEKSTUAL KOTA BANDUNG
Kehidupan urban Kota Bandung menyimpan lanskap visual dan sosial yang kaya, mulai dari mural, graffiti, dan signage jalanan hingga dinamika keseharian warganya, namun kompleksitas ini jarang tersampaikan secara utuh melalui media pendidikan formal yang cenderung teoretis. Generasi Z, sebagai digital native, terbukti lebih responsif terhadap media interaktif berbasis pengalaman langsung dibandingkan pendekatan kognitif konvensional. Penelitian ini mengeksplorasi potensi video game naratif sebagai medium untuk menghadirkan pengalaman kehidupan urban Bandung secara autentik sekaligus menumbuhkan empati sosial pemain terhadap kompleksitas kota dan manusia-manusia yang menghuninya. Perancangan ini mengintegrasikan empat kerangka teoretis: Semiotika Visual Urban untuk membaca elemen visual kota sebagai sistem tanda, Inkorporasi (Calleja, 2011) untuk menjelaskan proses internalisasi pemain terhadap dunia game, Desain Afektif untuk merancang kualitas emosional pengalaman visual, dan Desain Game Empatik (Belman & Flanagan, 2010) untuk mengarahkan empati sebagai outcome yang dituju secara eksplisit. Metode penelitian bersifat kualitatif, meliputi observasi lapangan, studi literatur, wawancara dengan narasumber ahli industri video game, wawancara dan Focus Group Discussion dengan mahasiswa Generasi Z, serta analisis komparatif terhadap video game naratif relevan seperti Coffee Talk, Night in the Woods, dan Disco Elysium. Hasil penelitian berupa prototipe video game naratif 2D side-scroller yang dapat dimainkan, menghadirkan dunia fiksi berbasis Bandung melalui eksplorasi lingkungan, interaksi karakter, dan sistem naratif yang mengintegrasikan visualitas urban sebagai sistem tanda bermakna, untuk mendorong refleksi dan empati sosial pemain melalui pengalaman bermain yang imersif.
SEBARAN SPASIAL-TEMPORAL TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) PADA TIGA MUARA SUNGAI DI TELUK BLANAKAN, KABUPATEN SUBANG
Pesisir Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, merupakan salah satu kawasan dengan laju akresi tertinggi di Pantai Utara Jawa, yang pembentukannya dipengaruhi oleh suplai sedimen dalam bentuk Total Suspended Solid (TSS) dari Sungai Cilamaya, Blanakan, dan Ciasem. Namun, informasi mengenai pola sebaran TSS secara simultan pada ketiga muara tersebut di musim yang berbeda masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola sebaran spasial konsentrasi TSS, menguji pengaruh musim dan lokasi muara terhadap TSS, serta mengidentifikasi keterkaitan tutupan lahan riparian dengan besaran suplai TSS. Sampel diambil pada musim kemarau (Agustus 2025) dan musim hujan (Januari 2026) di 30 titik pada masing-masing muara secara purposive sampling, sehingga diperoleh 180 sampel. Konsentrasi TSS dianalisis dengan metode gravimetri mengacu SNI 06-6989.3:2019, dilanjutkan uji Two-Way ANOVA serta analisis spasial sebaran TSS dan tutupan lahan riparian. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi TSS meningkat dari 101,0–108,3 mg/L pada musim kemarau menjadi 135,4–144,3 mg/L pada musim hujan, dengan nilai maksimum 338,8 mg/L di Muara Ciasem. Konsentrasi tertinggi secara konsisten berada di sekitar mulut muara, mengindikasikan karakteristik zona Estuarine Turbidity Maximum (ETM). Two-Way ANOVA menunjukkan musim berpengaruh sangat signifikan terhadap konsentrasi TSS (p<0,001), sedangkan lokasi muara (p=0,929) dan interaksi musim×muara (p=0,975) tidak berpengaruh signifikan. Variasi tutupan mangrove riparian antarmuara juga tidak menunjukkan keterkaitan nyata dengan variasi konsentrasi TSS. Penelitian ini menyimpulkan bahwa musim hujan menjadi faktor utama peningkatan konsentrasi TSS, sedangkan ketiga sungai memberikan suplai sedimen yang relatif setara ke Teluk Blanakan. Temuan ini dapat menjadi dasar penentuan prioritas rehabilitasi mangrove dan riparian serta pengelolaan lahan akresi di kawasan pesisir.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERILAKU MAHASISWA DALAM PEMILAHAN SAMPAH DI KAWASAN KAMPUS GANESA ITB (APLIKASI MODEL THEORY OF PLANNED BEHAVIOR DAN VALUE BELIEF NORM)
Pengelolaan sampah masih menjadi masalah global diperparah dengan peningkatan timbulan sampah mencapai 2.1 miliar ton pada tahun 2023 dan diperkirakan menjadi 3,8 miliar ton pada tahun 2050. Hal ini akan menyebabkan biaya pengelolaan yang terus meningkat dan dampak lainnya termasuk biaya untuk mengatasi polusi, kesehatan yang buruk, dan perubahan iklim yang diperkirakan meningkat. Indonesia menghadapi tantangan yang signifikan dalam pengelolaan sampah dengan total timbulan pada tahun 2023 sebesar 40,2 juta ton per tahun, sebesar 60,4% sampah terkelola, sementara 39,6% sisanya belum terkelola. Manajemen sampah yang belum terkelola dapat menimbulkan dampak serius pada kesehatan dan dan penurunan kualitas lingkungan hidup, sekaligus menghambat upaya pembangunan berkelanjutan akibat degradasi lingkungan dan meningkatnya beban sosial serta ekonomi. Untuk mengatasi tantangan ini membutuhkan strategi untuk melibatkan partisipasi pihak kampus, dukungan fasilitas memadai, hingga kebijakan terfokus untuk mendorong praktik pengelolaan sampah yang lebih efektif. Kampus berkelanjutan menjadi salah satu konsep yang bertujuan untuk mempromosikan tanggung jawab terhadap lingkungan, salah satunya pengelolaan sampah. Faktor motivasi dan tingkat partisipasi individu pemilahan sampah menjadi paramater yang dapat diprioritaskan untuk dikaji. Penelitian ini dilakukan kepada 155 orang responden dari mahasiswa aktif sarjana dan magister sebagai target penelitian yang menggunakan fasilitas tempat sampah terpilah di lingkungan Kampus Ganesa ITB. Pengumpulan data primer dilakukan menggunakan kuesioner dengan skala Likert dengan poin 1-7 bersifat closed-ended questionnaire dengan mengaplikasikan model Theory of Planned Behavior (TPB) dan Value Belief and Norms (VBN). Pengolahan data dilakukan dengan analisis deskriptif Multi Group Analysis (MGA) menggunakan SPSS dengan membandingkan hasil analisis konstruk-konstruk pada model TPB dan VBN antar kelompok (jenis kelamin, strata pendidikan, usia, total pendapatan responden per bulan, dan berdasarkan Fakultas dan Sekolah) serta menggunakan perangkat lunak SEM-PLS dengan menggabungkan model yang digunakan dan dilakukan dengan uji outer model (measurement model) dan uji inner model (structural model).
MODEL PERAMALAN JUMLAH VOLUME ORDER PAPER DENGAN CUSTOM LOSS UNTUK MENGENDALIKAN TOTAL BIAYA MITIGASI INVENTORI DI PALLETIZE WAREHOUSE DI PT. X
Produk paper merupakan barang komoditas yang diproduksi oleh PT. X yang dijual ke pasar ekspor dan domestik. Produk cutsize dan folio yang sudah selesai diproduksi akan diletakkan sementara di paper warehouse khususnya palletize warehouse. Produksi paper di PT. X menggunakan sistem produksi MTO (make-to-order) sehingga produksi baru dimulai pada saat order dari customer dirilis ke Mill. Setiap tahun, tim sales mempersiapkan alokasi mingguan untuk penjualan paper di setiap wilayah destinasi customer. Permasalahan ditemukan di pasar ekspor dimana jumlah aktual volume order paper yang dirilis ke Mill melebihi alokasi mingguan yang sudah ditentukan sebelumnya. Hal ini memunculkan tantangan bagi tim SCM dalam proses booking mother vessel dan empty container ke forwarder (3PL) sesuai jumlah volume order aktual, hal ini berdampak pada tambahan biaya mitigasi inventori yang perlu dikeluarkan oleh PT. X untuk mengendalikan tingkat inventori di palletize warehouse. Penelitian ini mengembangkan model peramalan permintaan untuk jumlah volume order paper dengan menggunakan machine learning dan parameter custom loss over-prediction (?) dan under-prediction (?) berdasarkan data historis di enam wilayah penjualan, kemudian menghitung kebutuhan jumlah empty container. Hasil peramalan pada enam wilayah penjualan (A–F) menunjukkan model peramalan dengan nilai custom loss (eror) dan total biaya mitigasi inventori untuk memesan empty container adalah model ensemble RNN-LSTM, XGBoost-RNN, LightGBM-LSTM, LightGBM-RNN, XGBoost-LSTM, dan XGBoost-LSTM. Proses validasi dilakukan dengan membandingkan total biaya mitigasi inventori antara model saat ini (moving average n=24) dan model usulan, total biaya mitigasi inventori model usulan menunjukkan penurunan biaya daripada model saat ini di wilayah A, B, C sebesar 11%, 17%, 14%, dan wilayah D, E, F sebesar 29%, 17%, dan 16% dengan total empty container yang perlu dipesan selama periode data testing 5 bulan adalah 1.030, 672, 836, 848, 303, dan 267 container.
PENGEMBANGAN MATERIAL CERIUM OKSIDA TERDOPING SULFUR SEBAGAI FOTOKATALIS UNTUK DEGRADASI LIMBAH ANTIBIOTIK FLUOROKUINOLON
Kontaminasi antibiotik fluorokuinolon di lingkungan perairan menjadi perhatian global karena sifatnya yang persisten, sulit terdegradasi, dan berkontribusi terhadap penyebaran resistensi antimikroba. Ciprofloxacin merupakan salah satu antibiotik fluorokuinolon yang sering terdeteksi pada efluen instalasi pengolahan air limbah akibat keterbatasan metode pengolahan konvensional. Fotokatalisis berbasis semikonduktor oksida logam menawarkan alternatif untuk mendegradasi senyawa tersebut melalui pembentukan spesies oksidatif reaktif. Dalam penelitian ini, cerium oksida terdoping sulfur (CeO2:S) dikembangkan sebagai fotokatalis untuk meningkatkan aktivitas fotodegradasi antibiotik fluorokuinolon di bawah iradiasi UV. Material CeO2 dan CeO2:S disintesis menggunakan metode hidrotermal yang diikuti dengan proses kalsinasi. Karakterisasi dilakukan untuk mengevaluasi struktur kristal, morfologi, komposisi unsur, sifat optik, luas permukaan spesifik, karakteristik pori, dan perilaku rekombinasi pembawa muatan. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa seluruh sampel mempertahankan struktur fluorit kubik CeO2 tanpa pembentukan fase impuritas. Doping sulfur menyebabkan perubahan parameter kisi dan ukuran kristalit serta menurunkan energi celah pita dari 2,77 eV pada CeO2 menjadi 2,50 eV pada CeO2:S. Analisis BET menunjukkan bahwa CeO2:S(1%) memiliki luas permukaan spesifik sebesar 73,97 m2 /g, lebih tinggi dibandingkan CeO2 murni sebesar 59,42 m2 /g. Peningkatan luas permukaan tersebut menyediakan lebih banyak area kontak antara fotokatalis dan molekul ciprofloxacin, sehingga mendukung proses adsorpsi dan reaksi fotokatalitik. Uji fotokatalitik menunjukkan bahwa CeO2:S(1%) menghasilkan aktivitas terbaik dalam degradasi ciprofloxacin dibandingkan CeO2 murni maupun variasi doping lainnya. Analisis kinetika menunjukkan bahwa proses degradasi mengikuti model orde satu semu, sedangkan uji scavenger mengidentifikasi radikal superoksida (O2•?) sebagai spesies reaktif dominan. Selain itu, CeO2:S(1%) menunjukkan stabilitas yang baik setelah beberapa siklus penggunaan ulang. Hasil penelitian ini membuka peluang pengembangan CeO2:S(1%) sebagai fotokatalis yang efisien dan berkelanjutan untuk pengolahan limbah antibiotik di lingkungan perairan.
EKSPLORASI PEWARNA ALAMI BIJI BUAH ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILL.) DENGAN INSPIRASI NILAI MOTTAINAI DAN TEKNIK SASHIKO UNTUK MENSWEAR
Ironitas terbesar dalam industri busana adalah bahwa di balik penciptaan produk yang bernilai estetis, industri ini juga menghasilkan limbah dalam jumlah yang besar. Salah satu upaya meminimalisir dampak negatif yang dihasilkan dari industri busana adalah dengan beralih dari pewarna sintetis ke pewarna alami. Pewarna alami paling mudah diperoleh dari tumbuhan, salah satunya adalah biji buah alpukat yang mengandung senyawa tanin yang memberikan warna merah muda atau kuning kecoklatan. Manusia umumnya langsung membuang biji buah alpukat ke tempat sampah sehingga menghasilkan limbah yang melimpah di Indonesia. Pada penelitian ini, biji buah alpukat akan diberikan kesempatan kedua dan hidup baru dalam industri tekstil melalui pemanfaatannya menjadi pewarna alami. Hubungan harmonis antara manusia dan lingkungan selaras dengan filosofi mottainai yang berasal dari Jepang, yaitu upaya manusia untuk tidak menyia-nyiakan sumber daya di sekitarnya melalui prinsip reduce, reuse, recycle dan respect. Pengimplementasian nilai mottainai tidak hanya melalui material yang digunakan, namun juga melalui tekniknya. Penelitian ini menggabungkan pewarnaan biji buah alpukat dengan teknik sashiko dan siluet kimono laki-laki. Teknik sashiko diaplikasikan untuk memperkuat struktur kain agar lebih tahan lama. Sementara itu, siluet kimono laki-laki menjadi inspirasi utama dalam produk akhir karena nilainilainya yang selalu mengutamakan regenerasi. Berlandaskan nilai mottainai sebagai kerangka filosofis, penelitian ini mengintegrasikan pewarna alami biji buah alpukat, teknik sashiko, dan siluet kimono laki-laki dalam produk menswear semiformal.
EKSPLORASI VISUAL LIMBAH KERAMIK DENGAN PENDEKATAN KINTSUGI UNTUK ELEMEN DEKORASI INTERIOR
Limbah keramik merupakan hasil samping industri keramik yang umumnya berasal dari produk cacat akibat deformasi bentuk, gagal glasir, serta produk pecah, yang belum dikelola secara optimal sehingga berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan kembali limbah keramik serta mengeksplorasi potensi visualnya melalui pendekatan kintsugi sebagai elemen dekorasi interior. Metode yang digunakan adalah metode eksploratif melalui studi pustaka, survei lapangan, serta eksplorasi teknik dan bentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah keramik memiliki potensi untuk diolah menjadi karya dekorasi interior yang bernilai estetis. Dari lima eksplorasi teknik yang dilakukan, penggunaan lem epoksi clear, bubuk sablon emas, gipsum casting, dan cat emas menghasilkan kualitas visual yang paling optimal karena mampu merekatkan keramik dengan kuat sekaligus menutup retakan secara rapi. Sementara itu, eksplorasi bentuk menunjukkan bahwa limbah keramik dapat dikembangkan baik dengan mempertahankan bentuk aslinya maupun direkonstruksi menjadi bentuk baru yang abstrak. Temuan tersebut kemudian diwujudkan dalam tiga seri karya, yaitu Utuh, Rumpang, dan Ubah, yang mengangkat nilai-nilai kintsugi berupa penerimaan terhadap ketidaksempurnaan, perawatan kerusakan, dan transformasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan kintsugi memiliki potensi sebagai alternatif pemanfaatan limbah keramik di Indonesia. Selain berkontribusi terhadap upaya pengurangan limbah, pendekatan ini juga mampu menghasilkan elemen dekorasi interior yang memiliki nilai estetis dan konseptual.
PENGEMBANGAN STARTUP MATURITY INDEX UNTUK MENGATASI FENOMENA “BAKAR UANG” PADA USAHA RINTISAN DI INDONESIA
Tingkat kegagalan usaha rintisan (startup) di Indonesia tetap tinggi meskipun aliran modal ventura terus berlangsung, dan pola yang berulang di balik kegagalan tersebut adalah penskalaan dini, yang dikenal secara lokal sebagai fenomena bakar uang, yaitu ketika usaha rintisan berekspansi secara agresif dengan subsidi sebelum fondasi organisasinya mampu menopang ekspansi itu. Akibatnya adalah loyalitas pelanggan yang rapuh, unit ekonomi yang negatif, dan jalur yang berakhir pada habisnya kas alih-alih profitabilitas. Penelitian ini menjawab pola tersebut dengan mengembangkan Startup Maturity Index, sebuah instrumen penilaian mandiri yang memungkinkan usaha rintisan teknologi business-to-consumer tahap pertumbuhan di Indonesia menilai kesiapan mereka untuk melakukan penskalaan sebelum mengalokasikan modal untuk pertumbuhan. Indeks ini disusun atas enam dimensi kematangan organisasi, yaitu manajemen keuangan, perencanaan strategis, kapabilitas operasional, efektivitas pemasaran, manajemen talenta, dan keberlanjutan model bisnis, yang dinyatakan dalam tiga puluh enam butir yang diturunkan dari tinjauan sistematis atas literatur kematangan startup, penskalaan dini, dan kesiapan organisasi. Instrumen ini divalidasi melalui prosedur Modified Delphi dua putaran dengan panel delapan pakar senior yang berasal dari sisi operasional usaha teknologi konsumen dan dari sisi permodalan, yang mencakup modal ventura dan pengembangan ekosistem startup. Alih-alih bergantung pada rerata indeks validitas isi klasik, yang tidak dapat ditopang secara presisi oleh panel berjumlah delapan, penelitian ini memperlakukan kesepakatan panel sebagai bukti validitas yang utama, membaca konsensus dari proporsi pakar yang menyetujui setiap butir dan kestabilan dari sebaran penilaian mereka, serta melaporkan indeks validitas isi dan reliabilitas hanya sebagai pendukung. Putaran pertama menggali alasan pentingnya setiap dimensi dan butir, dengan konvergensi terkuat pada kapabilitas operasional dan efektivitas pemasaran serta divergensi paling penting pada manajemen talenta, ketika butir keberagaman yang semula diusulkan tidak terbaca sebagai sinyal kematangan dan diubah menjadi keputusan sumber daya manusia yang disengaja dan berbasis bukti untuk putaran kedua. Validasi menghasilkan pola yang jelas. Di seluruh panel, praktik yang membedakan startup yang matang adalah praktik yang tidak dapat dihasilkan secara cepat atau murah, seperti unit ekonomi yang terjaga, retensi tanpa pemberian diskon, dan perekrutan senior yang disengaja, sedangkan praktik yang ditunjukkan oleh organisasi mana pun yang dikelola dengan baik, terlepas dari tahapannya, tidak bertahan sebagai sinyal kematangan. Dengan membaca batas ini melalui teori pensinyalan, penelitian ini memisahkan tiga puluh enam butir menjadi dua puluh satu indikator kematangan inti yang diberi skor dan membentuk Indeks, serta lima belas indikator praktik bisnis umum yang dilaporkan sebagai daftar periksa pendukung dan tidak diberi skor. Uji beda non-parametrik memastikan bahwa pakar sisi operasional dan sisi permodalan menempatkan batas ini pada tempat yang sama. Kontribusi penelitian ini adalah sebuah diagnostik konsensus pakar yang tervalidasi isinya, yang membuat perbedaan antara kematangan khas startup dan kompetensi bisnis umum menjadi terlihat bagi para pendiri, investor, dan pembina ekosistem. Penelitian ini berhenti pada tahap validasi isi dalam pengembangan skala; penerapan Indeks pada sampel lapangan dan pengujian daya prediksinya diposisikan sebagai penelitian lanjutan.
DAMPAK PERATURAN PERUSAHAAN DAN PEMERINTAH TERHADAP HARGA LAYANAN PERUSAHAAN JASA DI INDUSTRI PANAS BUMI
Penelitian ini menguji pengaruh Tekanan Institusional, Biaya Transaksi, serta Kebijakan Internal dan Pengendalian Risiko terhadap Penetapan Harga Berbasis Informasi Nilai, serta hubungannya dengan Kinerja Perusahaan pada industri jasa panas bumi di Indonesia. Data survei dari 33 responden dianalisis menggunakan pendekatan regresi struktural berbasis skor komposit yang parsimonious. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Biaya Transaksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Penetapan Harga Berbasis Informasi Nilai, sedangkan Tekanan Institusional serta Kebijakan Internal dan Pengendalian Risiko tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan. Penetapan Harga Berbasis Informasi Nilai memiliki hubungan positif dengan Kinerja Perusahaan yang signifikan secara marginal pada tingkat 10 persen, tetapi tidak signifikan pada tingkat 5 persen. Temuan ini menunjukkan bahwa kompleksitas transaksi meningkatkan kebutuhan akan artikulasi nilai dan justifikasi harga yang lebih jelas. Tekanan Institusional serta Kebijakan Internal dan Pengendalian Risiko ditafsirkan sebagai kondisi kontekstual, bukan moderator yang telah dikonfirmasi secara statistik
TRANSFORMASI PEMASARAN STRATEGIS SUATU PERUSAHAAN SOVEREIGN SEKURITAS DALAM PENETRASI PASAR RITEL
Pasar modal Indonesia sedang mengalami ekspansi ritel yang signifikan. Meskipun memiliki akses ke 60 juta nasabah perbankan Sovereign Banking Group, pangsa pasar retail stagnan di angka 2%. Di saat yang sama, pesaing digital berhasil menjadi pemimpin pasar hanya dalam tiga tahun. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus abduktif. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam lintas fungsi yang divalidasi dengan data sekunder SOVS dan pasar. Prosedur penelitian yang digunakan meliputi PESTEL, Porter’s Five Forces, Resource-Based View (VRIN), Marketing Mix (7Ps), dan evaluasi proksi Technology Acceptance Model (TAM), yang kemudian diformulasi melalui Matriks TOWS. Penelitian ini menghasilkan empat poin pembelajaran utama: (1) volume transaksi sangat terkonsentrasi pada 20-30% nasabah teratas (HNWI dan trader aktif); (2) menjaga nasabah lama (retensi) lebih penting dibandingkan menambah fitur aplikasi; (3) pemanfaatan basis nasabah bank harus focus kepada segmen khusus agar tidak berujung pasif; dan (4) promosi lewat papan iklan digital lebih hemat dibanding perang iklan di internet. Solusi dari pembelajaran tersebut dibentuk menjadi Peta Jalan Pemasaran Lima Pilar yang dibagi menjadi program jangka pendek (0-12 bulan) dan jangka panjang (12-36 bulan) dengan target pertumbuhan pasar 3-4%.
PERANCANGAN OTOMASI ALUR KERJA WHATSAPP BERBASIS KECERDASAN BUATAN UNTUK MENINGKATKAN PROSES PERMINTAAN INFORMASI DAN PEMESANAN PELANGGAN: STUDI KASUS PADA LENYPW MAKEUP ARTIST
Dalam bisnis jasa personal seperti layanan penata rias, komunikasi memegang peranan penting dalam mengubah pertanyaan pelanggan menjadi pemesanan yang pasti. Pada kasus LenyPW Makeup Artist, sebagian besar komunikasi terkait pertanyaan dan pemesanan pelanggan dilakukan melalui WhatsApp. Namun, proses penanganan pertanyaan hingga pemesanan yang saat ini masih bersifat manual menimbulkan beberapa masalah operasional, seperti keterlambatan respons, jawaban yang tidak konsisten, pertanyaan berulang, data pelanggan yang tersebar, pengecekan ketersediaan secara manual, serta pelacakan prospek yang terbatas. Masalah-masalah ini dapat memengaruhi pengalaman pelanggan dan meningkatkan beban kerja administratif pemilik usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi titik permasalahan, merumuskan masalah, serta merancang dan memvalidasi prototipe solusi guna memperbaiki proses pertanyaan dan pemesanan pelanggan di LenyPW Makeup Artist. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan kerangka metodologi utama Design Thinking dan Lean Startup (siklus Build–Measure–Learn). Design Thinking digunakan untuk memahami masalah, mengidentifikasi titik permasalahan pelanggan maupun operasional, menentukan kebutuhan perbaikan proses, dan mengembangkan prototipe. Sementara itu, siklus Build–Measure–Learn dari Lean Startup digunakan untuk memvalidasi prototipe dan mengidentifikasi area perbaikan lebih lanjut. Pengumpulan data dilakukan melalui survei wawasan pelanggan, survei klien LenyPW, wawancara dengan admin, observasi proses, pengujian prototipe, kuesioner, tanggapan terbuka, serta evaluasi operasional oleh pemilik/admin. Prototipe dirancang sebagai admin virtual WhatsApp berbasis AI yang mendukung aktivitas awal pertanyaan dan pemesanan, termasuk memberikan informasi daftar harga, memandu pengecekan ketersediaan, mengumpulkan detail pemesanan, mengirimkan instruksi pembayaran, mendukung tindak lanjut, serta mencatat data pelanggan ke dalam basis data yang terstruktur. Prototipe ini diuji oleh 30 responden perempuan yang memiliki pengalaman mencari, menghubungi, atau memesan jasa penata rias, melalui simulasi pemesanan via WhatsApp. Hasil validasi menunjukkan bahwa prototipe tersebut diterima secara positif dari perspektif pelanggan. Skor hipotesis nilai mencapai 91,73% untuk kecepatan respons, 92,67% untuk kejelasan informasi, 92,00% untuk struktur pemesanan, 89,07% untuk kenyamanan dan kepercayaan pelanggan, serta 90,17% untuk proses pengalihan ke manusia. Dari perspektif operasional, prototipe ini juga dinilai bermanfaat dalam mengurangi tugas administratif yang berulang serta memperbaiki pengelolaan data pelanggan, status pemesanan, status pembayaran, tindak lanjut, koordinasi mitra, dan pencatatan prospek yang hilang (*lost leads*). Namun, penyempurnaan lebih lanjut diperlukan sebelum implementasi penuh, khususnya terkait respons yang terduplikasi, memori konteks, penanganan gambar dan bukti pembayaran, waktu respons, serta kejelasan pengalihan interaksi kepada manusia. Studi ini memberikan kontribusi dengan menunjukkan bagaimana otomatisasi alur kerja WhatsApp berbasis AI dapat mendukung usaha jasa berskala kecil—melalui peningkatan penanganan pertanyaan dan alur kerja pemesanan—tanpa menggantikan peran manusia dalam layanan pelanggan.