📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 25 dokumenPERANCANGAN STRATEGI KORPORASI PT INOVASI TEKNOLOGI BALON
PT Inovasi Teknologi Balon (Inotek Balon) merupakan badan usaha milik swasta yang bergerak di sektor periklanan dengan bidang usaha balon promosi. Berdasarkan data perusahaan pada tahun 2019 dan 2020, perusahaan mengalami penurunan signifikan pada performa bisnisnya sebagai akibat dari ketidakstabilan yang ditimbulkan pandemi Covid-19. Penurunan performa tersebut berupa penurunan revenue perusahaan mencapai 80% dari tahun 2019 ke tahun 2020. Studi literatur yang dilakukan menunjukkan bahwa dapat dilakukan penelitian manajemen strategis dengan memformulasikan strategi untuk menjadi solusi dari masalah tersebut. Selain itu, juga ditemukan bahwa perusahaan belum memiliki visi, misi, dan strategi. Oleh karena itu, dilakukan penelitian dengan Model Manajemen Strategis dari Wheelen, dkk (2018) dan Kerangka Kerja Analitikal Perumusan Strategi dari David & David (2017) yang meliputi pemindaian lingkungan, perumusan visi, perumusan misi, perumusan objektif, dan perumusan strategi. Hasil dari penelitian adalah tiga strategi. Strategi-strategi tersebut adalah strategi untuk pemanfaatan lokasi pabrik baru dan integrasi ke belakang untuk pengembangan produk, strategi untuk membuat divisi membuat dan menjalankan sistem pengelolaan pelanggan untuk penetrasi pasar dan pengembangan pasar, serta strategi untuk memanfaatkan perkembangan teknologi dan integrasi ke depan untuk pengembangan produk.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEGIS UNTUK PERTUMBUHAN BISNIS DI PT. ICB: MENERAPKAN PENDEKATAN TOWS, SPACE, DAN SMART
Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan rencana strategis guna meningkatkan keunggulan kompetitif PT. Indonesia Cerdas Berkarakter (PT. ICB) dengan menggunakan kerangka kerja TOWS, SPACE, dan SMART. PT. ICB beroperasi dalam industri layanan pendidikan yang sangat kompetitif, khususnya dalam program bimbingan belajar dan persiapan ujian masuk perguruan tinggi. Penelitian ini mengidentifikasi kekuatan internal seperti tutor yang kompeten, fasilitas yang memadai, dan program yang menarik, serta kelemahan seperti kinerja tutor yang tidak konsisten dan keterbatasan integrasi teknologi. Peluang eksternal, termasuk permintaan pasar yang tinggi dan potensi kerjasama, dikontraskan dengan ancaman seperti meningkatnya persaingan dan perubahan regulasi. Dengan menggunakan matriks TOWS, penelitian ini mengusulkan strategi yang memanfaatkan kekuatan untuk menangkap peluang (SO), mengatasi kelemahan dengan memanfaatkan peluang (WO), dan mengatasi ancaman dengan menggunakan kekuatan internal (ST). Analisis SPACE matrix menempatkan PT. ICB dalam kuadran agresif, yang mengindikasikan bahwa perusahaan harus mengejar strategi pertumbuhan seperti penetrasi pasar, optimalisasi layanan, dan kemajuan teknologi. Metode SMART memprioritaskan strategi yang diusulkan berdasarkan enam kriteria: kualitas layanan, jangkauan pasar, adaptasi teknologi, efisiensi operasional, kepuasan pelanggan, dan pemasaran inovatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. ICB dapat meningkatkan keunggulan kompetitif dengan fokus pada integrasi teknologi, perluasan jangkauan pasar, dan peningkatan konsistensi tutor melalui program pelatihan. Rencana implementasi selama tiga bulan mencakup langkah-langkah konkret seperti peluncuran platform digital, kampanye pemasaran, dan optimasi operasional untuk memastikan pertumbuhan berkelanjutan dan peningkatan daya saing di sektor pendidikan.
MEMPRIORITASKAN INISIATIF STRATEGIS PRODUK DAN LAYANAN MELALUI ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) DI SEKTOR LAYANAN TI INDONESIA
Perkembangan pesat transformasi digital telah berdampak signifikan pada sektor layanan TI, terutama di pasar berkembang seperti Indonesia. Tesis ini mengeksplorasi tantangan strategis yang dihadapi oleh penyedia layanan TI di Indonesia saat mereka menavigasi lanskap persaingan yang ditandai oleh perubahan permintaan pelanggan, kemajuan teknologi, dan dinamika pasar. Penelitian ini bertujuan untuk memprioritaskan inisiatif strategis yang selaras dengan kebutuhan pasar dan meningkatkan posisi kompetitif penyedia layanan TI tersebut. Dengan mengintegrasikan kerangka kerja manajemen strategis seperti Porter’s Five Forces, Analisis Rantai Nilai, dan Analisis SWOT dengan Analytic Hierarchy Process (AHP), studi ini menangani masalah stagnasi pendapatan di PT ABC, salah satu penyedia layanan TI terkemuka di Indonesia. Temuan penelitian menunjukkan bahwa inovasi produk berbasis AI dan pengembangan solusi lowcode merupakan strategi penting untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan memenuhi permintaan yang semakin meningkat akan solusi teknologi canggih. Selain itu, penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan yang berpusat pada pelanggan dan adaptasi yang terus-menerus untuk mempertahankan keunggulan kompetitif di lingkungan yang volatile, uncertain, complex, and ambiguous (VUCA). Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap literatur manajemen strategis dengan mendemonstrasikan penerapan praktis AHP dalam konteks transformasi digital di sektor layanan TI dan memberikan wawasan praktis bagi penyedia layanan TI di pasar berkembang yang menghadapi tantangan serupa.
USULAN STRATEGI PEMASARAN PADA PT ASURANSI TRI PAKARTA KANTOR CABANG MAKASSAR (ASURANSI UMUM) UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN DAN PANGSA PASAR
Penelitian ini dilakukan di PT Asuransi Tri Pakarta cabang Makassar, Indonesia. TRIPA merupakan perusahaan asuransi umum yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. dana pensiun, didirikan pada tanggal 21 Agustus 1978. Penelitian dimulai dengan menganalisa strategi pemasaran saat ini, kondisi bisnis, melakukan analisis internal dan eksternal. Untuk analisis eksternal, data digunakan untuk menganalisis PESTLE, Porter’s Five Forces, Analisis Pelanggan dan Analisis Pesaing. Untuk analisa internal penulis menggunakan Analisis STP dan bauran pemasaran 7P. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif data. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap tim penjualan TRIPA, laporan tahunan perusahaan, data internal, peraturan pemerintah, dan data pendukung publikasi ilmiah lainnya. Dari analisis ini diidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman terhadap TRIPA. Dari hasil analisis, TRIPA harus membangun keunggulan kompetitif dengan mengedepankan inovasi, promosi untuk meningkatkan brand awareness, memperluas saluran distribusi untuk menjadi pemain terdepan dalam industri asuransi umum di Indonesia. Membangun keunggulan kompetitif jangka panjang melalui strategi pemasaran yang efektif untuk meningkatkan pangsa pasar, nilai, dan pendapatan
MENGEMBANGKAN STRATEGI AKUISISI PENGGUNA YANG EFEKTIF UNTUK TAHAP AWAL APLIKASI SOCLES
Pertumbuhan pesat media sosial telah mengubah interaksi global, sering kali menghasilkan koneksi yang dangkal, terutama di kalangan generasi muda. Socles, sebuah startup media sosial tahap awal di Indonesia, bertujuan untuk mengatasi hal ini dengan membangun hubungan yang tulus melalui aplikasi Socles yang dirancang khusus untuk Generasi Z. Platform ini menekankan keaslian, hubungan yang bermakna, interaksi offline, dan permainan sosial interaktif. Namun, Socles menghadapi tantangan signifikan dalam mendapatkan basis pengguna awalnya. Untuk mengatasi tantangan ini, penelitian ini menggunakan pendekatan manajemen strategis yang komprehensif untuk mengembangkan strategi pemasaran yang terarah. Dengan menggunakan model AIDA—Attention, Interest, Desire, dan Action—penelitian ini berfokus pada penangkapan dan retensi minat pengguna dalam lanskap digital yang kompetitif. Kerangka penelitian mencakup evaluasi situasi internal Socles dan analisis lingkungan eksternal menggunakan PESTEL, Lima Kekuatan Porter, analisis pesaing, analisis tren, dan wawasan pasar. Analisis SWOT mensintesis temuan ini untuk membimbing rekomendasi strategis. Selain itu, data kualitatif dari wawancara dengan tim internal dan pengguna potensial, serta data kuantitatif dari survei mahasiswa universitas di Indonesia, memberikan pemahaman komprehensif tentang preferensi pasar. Berdasarkan wawasan ini, penelitian ini merumuskan beberapa strategi akuisisi pengguna untuk Socles dalam persiapan peluncuran publiknya. Penerapan strategi ini bertujuan untuk mendorong akuisisi pengguna awal dan meningkatkan kesiapan bisnis secara keseluruhan. Pendekatan ini pada akhirnya memberikan wawasan berharga bagi startup lain di industri media sosial yang ingin belajar dari kasus Socles.
PERENCANAAN SKENARIO UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEGIS DALAM PEMBANGKIT LISTRIK MANDIRI: STUDI KASUS PT KPC DALAM MENGHADAPI TANTANGAN EMISI NOL BERSIH GLOBAL SETELAH 2031
PT Kaltim Prima Coal (KPC) menghadapi tantangan signifikan dengan pembangkit listrik captive-nya di tengah komitmen Indonesia untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2060. Berbagai faktor pendorong menciptakan ketidakpastian dan mempengaruhi keberlanjutan pembangkit listrik berbahan bakar batubara KPC. Studi ini menangani tantangan-tantangan tersebut dengan menggunakan pendekatan perencanaan skenario yang komprehensif untuk mengidentifikasi ketidakpastian kritis, mengembangkan skenario masa depan yang masuk akal, dan mengusulkan rekomendasi strategis yang dapat ditindaklanjuti. Tujuannya adalah untuk menyediakan kerangka kerja yang kokoh bagi KPC untuk menavigasi ketidakpastian ini sambil memastikan kepatuhan terhadap peraturan yang terus berkembang dan menjaga efisiensi operasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor pendorong yang menyebabkan ketidakpastian, membuat skenario yang masuk akal untuk operasi masa depan KPC, dan merumuskan rekomendasi strategis. Metodologi kualitatif digunakan, mengintegrasikan data primer dari survei, wawancara, dan diskusi kelompok terarah dengan data sekunder dari publikasi pemerintah, jurnal akademik, dan laporan industri. Proses perencanaan skenario mengikuti lima tahap: orientasi, eksplorasi, penciptaan skenario, pertimbangan, dan integrasi. Pendekatan ini mengidentifikasi dua ketidakpastian kritis—fluktuasi harga batubara dan variasi regulasi karbon—yang menjadi dasar untuk empat skenario: Pedang Bermata Dua, Garis Perak, Badai Sempurna, dan Era Keemasan. Setiap skenario memberikan implikasi unik bagi operasi KPC, stabilitas keuangan, dan kepatuhan regulasi. Temuan studi ini menunjukkan bahwa meningkatkan efisiensi operasional, mengadopsi pembakaran biomassa, dan terlibat dalam proyek kredit karbon dan offset adalah strategi yang layak di semua skenario. Strategi-strategi ini bertujuan untuk mengurangi biaya dan emisi, memanfaatkan infrastruktur yang ada, dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi. Penelitian ini berkontribusi pada manajemen strategis di sektor energi dengan menunjukkan efektivitas perencanaan skenario dalam menangani ketidakpastian terkait perubahan iklim dan perubahan regulasi. Dengan menerapkan rekomendasi ini dan memantau sinyal peringatan dini, pembangkit listrik captive PT KPC dapat lebih baik mempersiapkan diri menghadapi ketidakpastian di masa depan, selaras dengan tujuan Emisi Nol Bersih Indonesia setelah tahun 2031, dan mempertahankan ketahanan serta daya saing selama transisi energi global.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEGIS UNTUK PERUMUSAN STRATEGI PADA SEBUAH TOKO KONSTRUKSI MATERIAL: PENDEKATAN PENILAIAN MULTI-ATTRIBUT YANG SEDERHANA
TDJ Store, sebuah toko bahan bangunan terkemuka di Kendal, Jawa Tengah, telah berhasil beroperasi sebagai toko offline selama 15 tahun dan toko online selama 2 tahun. Sebagai bagian dari strategi pertumbuhannya, toko ini bertujuan untuk beralih menjadi perusahaan dan membuka toko fisik baru. Untuk mencapai tujuan ini, diperlukan strategi komprehensif untuk memastikan keselarasan dengan tujuan yang ditetapkan. Penelitian ini melakukan analisis terhadap kondisi internal dan lingkungan eksternal TDJ Store untuk memberikan wawasan tentang situasi perusahaan saat ini. Dengan menggunakan metode Porter’s Five Forces, Diamond Model, analisis kinerja keuangan, dan analisis SWOT, penelitian ini memeriksa faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi TDJ Store. Temuan ini kemudian digunakan untuk merumuskan strategi dengan matriks TOWS dan menentukan jenis strategi menggunakan matriks SPACE, yang mengidentifikasi strategi agresif (kuadran 1) sebagai yang paling sesuai. Akhirnya, metode SMART diterapkan untuk memprioritaskan alternatif strategi, memilih penetrasi pasar sebagai strategi yang paling tepat untuk diprioritaskan dalam implementasinya oleh TDJ Store berdasarkan kondisi saat ini.
PRAKTIK MANAJEMEN STRATEGIS UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN PENGEMBANGAN REAL ESTATE: STUDI KASUS THE AMANI DI KOTA BOGOR
Industri pengembangan real estat di Kota Bogor Selatan ditandai dengan kondisi pasar yang dinamis, preferensi konsumen yang berkembang, dan persaingan yang intens. Dalam konteks ini, The Amani telah muncul sebagai pemain utama, menggunakan praktik manajemen strategis untuk mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang. Studi ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana The Amani secara strategis mengelola operasinya untuk meningkatkan profitabilitas, memberikan wawasan tentang strategi, hasil, dan faktor-faktor kesuksesan kunci perusahaan. Dengan menganalisis kasus The Amani, kami bertujuan untuk berkontribusi pada diskursus lebih luas tentang manajemen strategis dalam pengembangan real estat. Studi ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, dengan menggunakan metodologi studi kasus untuk menyelidiki praktik manajemen strategis The Amani. Metode pengumpulan data meliputi wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan kunci, tinjauan dokumen dan laporan perusahaan, serta analisis data keuangan. Data kualitatif dianalisis tematis untuk mengidentifikasi pola, tema, dan wawasan kunci yang terkait dengan praktik manajemen strategis The Amani. Temuan menunjukkan bahwa The Amani menggunakan berbagai praktik manajemen strategis untuk meningkatkan profitabilitas, termasuk kemitraan strategis, diferensiasi produk, dan pendekatan yang berorientasi pada pelanggan. Praktik-praktik ini telah berkontribusi pada kinerja keuangan yang kuat dan daya saing pasar perusahaan. Studi juga mengidentifikasi tantangan seperti volatilitas pasar dan kendala regulasi yang merupakan ancaman potensial terhadap profitabilitas The Amani. Studi berfokus pada pentingnya praktik manajemen strategis dalam mendorong profitabilitas dalam pengembangan real estat. Dengan memanfaatkan kemitraan strategis, strategi inovatif, dan pendekatan yang berfokus pada pelanggan, perusahaan seperti The Amani dapat mengatasi tantangan dan mencapai kesuksesan yang berkelanjutan di pasar yang kompetitif. Studi ini menawarkan wawasan berharga dan rekomendasi untuk meningkatkan praktik manajemen strategis dalam sektor real estat, yang berkontribusi pada peningkatan kinerja dan profitabilitas.
STUDI KELAYAKAN PEMINDAHTANGANAN ASET MESIN PRODUKSI PANEL SURYA
Penelitian ini mengevaluasi kelayakan finansial pemindahtanganan aset mesin produksi panel surya dari PT LI ke PT SEI, sebagai bagian dari restrukturisasi PT LI setelah pembentukan holding BUMN DEFEND ID. Dua skenario utama analisis: skenario I mempertimbangkan pemindahtanganan aset dalam kondisi saat ini (as is), dan skenario II yang mempertimbangkan pemindahtanganan dengan melakukan penggantian mesin produksi dengan teknologi terbaru. Metodoloogi penelitian mencakup wawancara dengan manajemen dan teknisi, serta observasi langsung proses produksi. Analisis kelayakan finansial dilakukan dengan menghitung Net Present Value (NPV), Payback Period (PP), Discounted Payback Period (DPP), Benefit-Cost Ratio (BCR), dan Modified Internal Rate of Return (MIRR). Hasil penelitian pada skenario I, diperoleh NPV sebesar Rp 2.762.611.238, PP 2,26 tahun, DPP 2,42 tahun, BCR 1,27, dan MIRR 24,32%. Sedangkan skenario II menunjukkan hasil yang lebih menguntungkan dengan NPV sebesar Rp 16.308.004.433, PP 2,13 tahun, DPP 2,25 tahun, BCR 2,16, dan MIRR 36,76%. Simulasi Monte Carlo menunjukkan bahwa probabilitas keberhasilan proyek pada skenario II adalah 62,2%, yang lebih tinggi dibandingkan dengan skenario I. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemindahtanganan aset mesin produksi lebih menguntungkan jika disertai dengan penggantian mesin produksi yang lebih modern (skenario II). Rekomendasi utama bagi PT SEI adalah memilih skenario II untuk mempercepat pengembalian investasi dan pengembangan pasar yang lebih luas, serta melakukan produk dan analisis pasar berkelanjutan guna meminimalkan risiko dan memaksimalkan keuntungan.
PENGEMBANGAN KERANGKA KONSEPTUAL SUSTAINABILITY BALANCED SCORECARD BERBASIS NILAI STUDI KASUS BUMN PERKEBUNAN
Prinsip tiga dimensi tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan yang merupakan permintaan pemangku kepentingan global telah mendorong perusahaan untuk mengadopsi tujuan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Prinsip tiga dimensi tujuan SDGs ini menjadi tujuan keberlanjutan perusahaan yang juga selaras dengan konsep Triple Bottom Line (TBL). Konsep TBL mencakup tujuan perusahaan pada dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Tujuan perusahaan pada tiga dimensi ini perlu dirumuskan pada manajemen strategis organisasi sehingga diperlukan alat manajemen strategis yang efektif untuk mencapai tujuan tersebut. Alat manajemen strategis organisasi yang banyak digunakan oleh perusahaan dan dinilai cukup efektif adalah Balanced Scorecard (BSC). Dengan demikian, perusahaan perlu memadukan konsep TBL dan BSC menjadi SBSC (Sustainability Balanced Scorecard). Akan tetapi, muncul permasalahan bahwa penggunaan konsep SBSC pada perusahaan akan memunculkan banyak indikator kinerja, sedangkan perusahaan memiliki keterbatasan sumber daya. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan penggunaan value-driven business process (efficiency, quality, agility, compliance, integration, dan networking) untuk merumuskan tujuan strategis dan menentukan penetapan prioritas indikator kinerja pada kerangka SBSC dapat membantu perusahaan untuk menentukan prioritas penggunaan sumber daya sehingga dapat mendukung pencapaian tujuan Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan (ESL). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka konseptual Sustainability Balanced Scorecard berbasis nilai. Proposisi penelitian yang ingin dibuktikan adalah bahwa “value-driven business process (efficiency, quality, agility, compliance, integration, dan networking) dapat digunakan sebagai dasar untuk merumuskan tujuan strategis dan menentukan penetapan prioritas indikator kinerja”. ii Metodologi yang digunakan adalah studi kasus yang mengeksplorasi kerangka konseptual SBSC berbasis nilai pada tiga studi kasus BUMN Perkebunan. Data dan informasi yang diperoleh berupa data primer dan sekunder. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan qualitative research coding dan cross-case analysis. Selanjutnya, dari hasil cross-case analysis ini, diidentifikasi indikator kinerja yang menjadi prioritas perusahaan dengan kriteria (a) relevansinya terhadap kebutuhan perusahaan; dan (b) mencerminkan penggunaan alokasi sumber daya yang minimum dan berdampak besar terhadap sasaran kinerja. Indikator kinerja tersebut kemudian dikelompokkan ke dalam kerangka SBSC berbasis nilai. Hasil penelitian pada tiga studi kasus BUMN perkebunan menunjukkan bahwa hasil cross-case analysis menghasilkan indikator kinerja yang memiliki persamaan pada sasaran kinerja meningkatkan produktivitas on-farm sebesar 89%, pada sasaran kinerja meningkatkan produktivitas off-farm sebesar 95%, dan pada sasaran kinerja melaksanakan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) sebesar 100%. Selain itu, indikator tersebut relevan dengan kebutuhan PTPN dan implementasinya berkontribusi besar terhadap pencapaian sasaran kinerja tanpa perlu menggunakan sumber daya yang besar. Pemetaan indikator kinerja pada kerangka SBSC berbasis nilai mencerminkan indikator kinerja yang memiliki value-driven efficiency, quality, agility, compliance, integration, dan networking. Begitu juga perbandingan value-driven tujuan strategis sama dengan value-driven indikator kinerja. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kerangka SBSC berbasis nilai dapat digunakan untuk merumuskan tujuan strategis dan menentukan prioritas penggunaan indikator kinerja pada BUMN Perkebunan di Indonesia. Manfaat hasil penelitian ini mencakup memberikan panduan bagi pengambil keputusan dalam mengimplementasikan SBSC dengan pendekatan nilai, menggunakan prinsip value-driven untuk merumuskan tujuan strategis dan menentukan prioritas penggunaan indikator kinerja, dan menambahkan referensi dalam bidang sustainability strategic management. Inovasi dan originalitas penelitian adalah pada pengembangan SBSC berbasis nilai sebagai suatu metode untuk merumuskan tujuan strategis dan menentukan prioritas penggunaan indikator kinerja. Meskipun demikian, penelitian ini perlu dikembangkan lebih lanjut, terutama dalam membuktikannya pada studi kasus yang berbeda, mengeksplorasi tujuan strategis perusahaan secara menyeluruh, dan menganalisis keterkaitan antar tujuan strategis dan indikator kinerja. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk merancang panduan teknis dalam membangun indikator kinerja berbasis nilai yang berasal dari tujuan strategis perusahaan.