📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 32 dokumen

PEMODELAN BIM BERBASIS WEB DARI RAGAM LASER SCANNING UNTUK BANGUNAN BENDUNG GUNA MENDUKUNG MANAJEMEN ASET IRIGASI

Tidak ada deskripsi.

2025
👤 Penulis: Amalia Dwi Rahma
🏷️ Geoteknik 🏷️ Analisis Risiko 🏷️ Manajemen Sumber Daya Air

PEMETAAN KORELASI PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR BAKU DENGAN PENURUNAN MUKA TANAH DI PULAU JAWA

Capstone Design Project ini bertujuan untuk memetakan korelasi antara pemenuhan kebutuhan air baku dengan fenomena penurunan muka tanah (PMT) di tiga kota besar di Pulau Jawa, yaitu Jakarta, Bandung, dan Semarang. Empat peta tematik disusun, terdiri dari tiga peta tematik pendukung berupa peta pencemaran air permukaan dan air tanah dangkal, peta penurunan muka air tanah (PMAT), peta PMT, serta produk utama berupa peta korelasi. Data dari setiap peta tematik pendukung dinormalisasi dan dianalisis dengan metode Multi Criteria Decision Analysis (MCDA). Proses klasifikasi dilakukan menggunakan metode quantile dan equal interval, disesuaikan pada karakteristik distribusi data setiap parameter. Hasil menunjukkan bahwa Jakarta memiliki korelasi positif yang sangat kuat antara ketiga parameter, dengan 52% kelurahan berada dalam kondisi kritis. Di Bandung, korelasi positif cukup terlihat di beberapa wilayah, dengan 3% kecamatan tergolong kritis. Sementara itu, Semarang didominasi oleh zona korelasi positif yang lemah, meskipun terdapat sekitar 7% kelurahan yang termasuk dalam kategori kritis. Perbedaan tingkat korelasi antarwilayah ini mencerminkan variasi dalam tekanan terhadap sumber daya air serta efektivitas infrastruktur penyediaan air baku di setiap kota. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan spasial guna merumuskan strategi pengelolaan air yang berkelanjutan di kawasan perkotaan.

2025
👤 Penulis: Prima Dhea Carrisa
🏷️ Geografi Ekonomi 🏷️ Analisis Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Sumber Daya Air

ANALISIS INTERNAL DAN EKSTERNAL INVESTASI SPAM PERUM JASA TIRTA II

Indonesia menghadapi peningkatan permintaan air karena pesatnya urbanisasi, industrialisasi, dan pertumbuhan penduduk. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah memprioritaskan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sebagai bagian dari Visi Indonesia 2045, yang bertujuan untuk memastikan akses universal ke air bersih sekaligus mengurangi ketergantungan air tanah dan degradasi lingkungan. Studi ini mengevaluasi kelayakan investasi SPAM oleh Perum Jasa Tirta II (PJT II), sebuah BUMN yang bertugas mengelola sumber daya air. Dengan menggunakan pendekatan metode campuran, penelitian ini menggabungkan analisis PESTLE kualitatif dengan penilaian keuangan kuantitatif termasuk NPV, IRR, PBP, dan PI, didukung oleh pengujian sensitivitas. Temuan mengungkapkan bahwa dukungan politik yang kuat, pemulihan ekonomi, meningkatnya kesadaran kesehatan masyarakat, dan mandat operasional PJT II mendukung relevansi strategis SPAM. Terlepas dari tantangan seperti infrastruktur yang menua, investasi tersebut ditemukan layak secara finansial dan strategis. Studi ini menawarkan wawasan praktis untuk menyelaraskan investasi infrastruktur publik dengan tujuan pembangunan nasional dan pengelolaan sumber daya berkelanjutan

2025
👤 Penulis: Sripamesti Putri
🏷️ Urbanisasi 🏷️ Manajemen Sumber Daya Air 🏷️ Pembangunan Nasional

STUDI PENGARUH PRESIPITASI DAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP INTERAKSI AIR TANAH – AIR PERMUKAAN DAN KUALITAS AIR TANAH PADA DAS CIKAPUNDUNG

Sungai Cikapundung adalah salah satu sumber daya air yang penting bagi kota Bandung dan daerah sekitarnya. Sungai Cikapundung berinteraksi dengan sistem air tanah di sekitarnya sehingga keduanya saling mempengaruhi, baik kuantitas mupun kualitas. Penelitian tentang interaksi air tanah dan air sungai pada DAS Cikapundung serta kualitas air tanah yang dipengaruhi oleh perbedaan curah hujan perlu dilakukan, salah satunya dapat menjadi bahan pertimbangan untuk pengelolaan sumber daya air dan pengendalian bencana banjir. Hasil pengukuran pada periode kering pendek, Juni – Oktober 2023 menunjukkan bahwa zona transisi dari aliran efluen ke aliran influen berpindah sejauh ± 1,7 km ke arah utara terhadap posisi hasil penelitian pada tahun 2015. Hasil pengukuran pada periode basah pendek, November 2023 – Maret 2024 menunjukkan bahwa zona transisi dari aliran efluen ke aliran influen berpindah lagi sejauh ± 1,2 km ke arah selatan terhadap posisinya pada periode kering pendek tahun 2023. Koefisien aliran permukaan DAS Cikapundung dengan metode Cook terestimasi sebesar 70% di mana kurang dari 30% presipitasi yang terinfiltrasi ke bawah permukaan tanah, dimana batas kawasan dengan daerah koefisien aliran permukaan ekstrim berada pada daerah yang sama dengan zona transisi dari aliran efluen ke aliran influen pada tahun 2024. Berbeda dengan hasil beberapa penelitian di tempat lain, konsentrasi TDS pada air tanah relatif lebih tinggi pada periode basah daripada pada periode kering. Tingkat keasaman air tanah relatif lebih asam pada periode basah daripada pada periode kering.

2025
👤 Penulis: Ricky Nelson Tambunan
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Sumber Daya Air 🏷️ Interaksi Air Tanah-Sungai

ASPEK FISIKA PEMANFAATAN AIR UNTUK MASYARAKAT LOMBOK BARAT

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang memiliki peranan penting dalam menunjang kehidupan masyarakat. Potensi air Pulau Lombok sangat dipengaruhi oleh curah hujan daerah setempat dan sebagian besar dimanfaatkan sebagai sumber air baku untuk memenuhi berbagai kebutuhan seperti air minum, irigasi, dan energi. Kondisi topografi daerah menunjukkan bahwa wilayah Pulau Lombok bagian utara terdiri atas pegunungan dengan ketinggian antara 0 - 3.726 m, bagian tengah merupakan dataran rendah subur berupa daerah persawahan, serta di bagian selatan yang berbukit-bukit dan kering. Untuk menjamin tersedianya sumber daya air bagi masyarakat pemerintah telah melakukan berbagai upaya, termasuk penyediaan sarana dan prasarana sehingga pengelolaan sumber daya air dapat maksimal. Kegiatan pengelolaan sumber daya air sebaiknya menjadi pengetahuan umum bagi masyarakat, khususnya para siswa, terutama sebagai bagian dari penerapan ilmu sains. Fisika sebagai salah satu bagian dari sains memiliki keterkaitan yang sangat erat dalam pengelolaan sumber daya alam. Ada banyak konsep fisika yang digunakan sebagai dasar dalam pengelolaan air suatu daerah, sehingga kebutuhan masyarakat terhadap air dapat terpenuhi. Oleh karenanya diperlukan suatu media pembelajaran kontekstual yang dapat membantu para siswa untuk memahami konsep dasar proses pengelolaan air suatu daerah, sehingga dapat berperan serta dalam menjaga keseimbangan atau ketersediaan air.

2025
👤 Penulis: Siti Humairo'
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Sumber Daya Air 🏷️ Pendidikan Sains

STUDI AIR TANAH MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS MISE-A-LA-MASSE (MALM) DAN VERTICAL ELECTRICAL SOUNDING (VES) DI DESA ADHIDARMA, KAB.CIREBON, JAWA BARAT

Air menjadi hal vital dalam hidup manusia. Air tanah menjadi sumber air tawar terbesar yang dapat diakses manusia. Air tawar dapat diidentifikasi menggunakan metode geolistrik resistivitas. Penelitian dilakukan di Desa Adhidarma, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Lokasi penelitian berjarak 1,6 km dari bibir pantai serta terdapat sumur bor berkedalaman 2,81 m. Peta geologi menunjukkan area alluvium berupa pasir, lempungan, lanau, kerikil, serta endapan sungai. Studi dilakukan dengan metode resistivitas Mise-à-la-Masse (MALM), Vertical Electrical Sounding (VES), uji kualitas air, serta Electrical Resistivity Tomography (ERT). Pengukuran MALM diharapkan mampu menggambarkan peta sebaran tubuh konduktif (air pada sumur), lalu VES untuk penentuan variasi resistivitas secara vertikal, dan ERT untuk pemodelan resistivitas 2D bawah permukaan demi validasi pengukuran lainnya. Pengukuran MALM meliputi 108 titik ukur dan data diolah memakai surfer menghasilkan peta resistivitas semu. Pengukuran VES pada 2 titik dengan rentang 30 m konfigurasi Schlumberger, serta data diolah menggunakan IPI2WIN. Uji kualitas air dilakukan tiga hari, dengan mengukur sampel air dari sumur bor menghasilkan nilai parameter air berupa pH, suhu, TDS, konduktivitas, dan salinitas. ERT dilakukan dengan 20 elektroda berjarak 1,5 m dengan total tiga lintasan berkonfigurasi Dipole-dipole, Schlumberger, serta Wenner Alpha. Hasil dimodelkan dengan perangkat lunak RES2DINV. Didapati MALM terbukti efektif dalam menggambarkan sebaran tubuh konduktif. Pengukuran ERT mengonfirmasi hasil pengukuran MALM tentang sebaran tubuh konduktif, dan ketiga pengukuran saling mengonfirmasi dan menguatkan kebenaran hasil pengukuran. Didapati lapisan pada daerah penelitian berupa lempung, lempung pasiran, hingga pasir lempungan. Uji kualitas air menunjukkan air terkategori sebagai netral hingga agak alkalis, dengan kondisi air payau (moderately saline). Namun nilai konduktivitas tidak cukup besar sehingga terkategori terintrusi air laut. Model resistivitas 2D lintasan 1 menunjukkan terdapat area konduktivitas tinggi yang diartikan sebagai intrusi air laut namun area ini ada pada bagian bawah tubuh konduktif. Dianalisis terjadi rembesan pada bagian bawah tubuh konduktif yang membuat air terkategori sebagai payau namun disisi lain terklasifikasi tidak terintrusi.

2024
👤 Penulis: Joshua Chaesario
🏷️ Geologi Air Tanah 🏷️ Analisis Resistivitas Geolistrik 🏷️ Manajemen Sumber Daya Air

ANALISIS 2D BAWAH PERMUKAAN MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI WENNER UNTUK MENENTUKAN POTENSI AIR TANAH

Air merupakan sumber daya alam yang perannya sangat penting bagi kehidupan. Sebagian air ada yang tersimpan dalam bentuk air tanah. Air tanah merupakan air yang berada di bawah permukaan tanah. Untuk dapat mengetahui potensi air tanah pada suatu kawasan tertentu, perlu dilakukan survei geofisika. Salah satu metode survey geofisika yang dapat digunakan adalah metode geolistrik. Pada penelitian ini, metode geolistrik digunakan untuk mengetahui persebaran air tanah di Desa Sukaratu, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Pengambilan data dilakukan menggunakan konfigurasi Wenner kemudian datanya diolah menggunakan software RES2DINV untuk mendapatkan interpretasi 2D resistivitas bawah permukaan di sepanjang lintasan pengukuran pada lokasi penelitian. Persebaran resistivitas tersebut dapat digunakan untuk memprediksi lapisan bawah permukaan. Semakin kecil nilai resistivitasnya maka potensi keberadaan air tanah semakin besar.

2024
👤 Penulis: Lintang Bimo Sekti Wahyono
🏷️ Geofisika 🏷️ Analisis Resistivitas Bawah Permukaan 🏷️ Manajemen Sumber Daya Air

ANALISIS PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR DENGAN KERANGKA DPSIR: DRIVER-PRESSURE-STATE- IMPACT-RESPONSE UNTUK PENCEMARAN AIR SUNGAI DAS CILAMAYA

Kualitas air yang memenuhi standar baku mutu sangat penting untuk mendukung kesehatan manusia, ekosistem, ekonomi, sosial, dan keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini menganalisis pengaruh perubahan tutupan lahan terhadap kualitas air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cilamaya dengan menggunakan pemodelan Qual2Kw dan GIS untuk periode 2019-2023. DAS Cilamaya erat keterkaitannya dengan pengembangan pantai utara (Jalur Pantura), dan meningkatnya berbagai kegiatan pembangunan yang mengakibatkan kondisi DAS tersebut semakin memprihatinkan. Kondisi tersebut ditandai dengan adanya penambahan lahan kritis dan juga pencemaran air sungai akibat limbah domestik rumah tangga, peternakan, industri, dan pertanian. Analisis pengaruh tutupan lahan terhadap kualitas air menunjukkan korelasi positif antara peningkatan luas pemukiman dan sawah dengan konsentrasi BOD (r = 0,6–1) dan TSS terutama di segmen 2 (r = 0,82). Sebaliknya, DO menunjukkan korelasi negatif dengan pemukiman dan perkebunan (r = -0,22 hingga -0,78), menunjukkan bahwa urbanisasi dan ekspansi perkebunan berdampak negatif pada kadar oksigen terlarut, sedangkan tutupan sawah meningkatkan TSS dengan nilai korelasi (r = 0,4). Pendekatan Driving Force – Pressure – State – Impact – Response (DPSIR) menekankan pentingnya pengelolaan lahan vegetasi hijau sebagai langkah kunci dalam mitigasi pencemaran dan peningkatan kualitas air di DAS Cilamaya, serta dalam menjaga keseimbangan ekosistem secara keseluruhan.

2024
👤 Penulis: Wini Laela Sulastri
🏷️ Pencemaran Air 🏷️ Manajemen Sumber Daya Air 🏷️ Analisis Dpsir

ANALISIS ALTERNATIF PENYELESAIAN BATAS ZONA EKONOMI EKSKLUSIF (ZEE) INDONESIA-MALAYSIA DI SELAT MALAKA MENGGUNAKAN PRINSIP EKUIVALEN

Sektor maritim menjadi sektor penting bagi Indonesia karena memberikan sumber daya alam yang melimpah seperti ikan dan hasil laut lainnya. Seiring berjalannya waktu, masalah penangkapan ikan ilegal semakin marak di perairan Indonesia seiring dengan pertumbuhan industri perikanan. Pada tahun 2021 di Selat Malaka, KKP telah menangkap 135 kapal terdiri dari 88 kapal ikan Indonesia yang melanggar ketentuan dan 47 Kapal Asing yang mencuri ikan. Selat Malaka juga merupakan jalur pelayaran yang sangat ramai, sehingga berpotensi menjadi sumber konflik untuk negara-negara sekitar Selat Malaka maupun para pengguna selat. Akan tetapi batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) indonesia di Selat Malaka belum ditetapkan dan sengketa ini sudah terjadi sangat lama sejak tahun 1969. Indonesia menginginkan adanya dua batas yang berbeda sedangkan Malaysia ingin batas landas kontinen sekaligus dijadikan sebagai batas ZEE. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan batas ZEE Indonesia – Malaysia menggunakan metode ekuivalen sebagai salah satu alternatif penyelesaian sengketa. Prinsip ekuivalen merupakan modifikasi dari prinsip equidistant yang garis hasil equidistant digeser sehingga menghasilkan luas laut kedua negara memiliki luasan yang sama. Prinsip ekuivalen diterapkan berdasarkan kearifan lokal Indonesia dalam membagi lahan tanah dengan luasan yang sama. Indonesia menggunakan Garis Pangkal Lurus Kepulauan sedangkan Malaysia menggunakan Garis Pangkal Lurus yang ditarik dari mainland. Hasil prinsip equidistant, Indonesia akan mendapatkan wilayah laut sebesar 38846 km2 dan Malaysia akan mendapatkan wilayah laut sebesar 36716 km2. Wilayah laut Indonesia lebih luas dibandikan Malaysia dengan selisih sebesar 2130 km2. Berdasarkan hasil prinsip ekuivalen, maka luas ZEE Indonesia dan Malaysia menjadi 37781 km2. Jika ditambahkan dengan perairan pedalaman, wilayah laut sebesar 46968 km2 dan Malaysia akan mendapatkan wilayah laut sebesar 46915 km2 dengan selisi 53 km2.

2024
👤 Penulis: Liza Mutiara Safhadi
🏷️ Geografi Maritim 🏷️ Konflik Laut 🏷️ Manajemen Sumber Daya Air

ANALISIS HUBUNGAN KESUBURAN LAUT DENGAN PRODUKTIVITAS PRIMER DI LAUT BANDA

Pembangunan kelautan dan perikanan berbasis Laut Banda sangat penting bagi Provinsi Maluku, yang merupakan bagian dari Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPRI) 714 dan telah ditetapkan sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN). Untuk mendukung hal ini, informasi tentang pengaruh parameter laut seperti nitrat, fosfat, klorofil, oksigen terlarut, dan transpor Ekman secara spasial dan temporal terhadap produktivitas primer perairan di Laut Banda sangat diperlukan. Data yang digunakan dalam analisis ini adalah data reanalysis dari Marine Copernicus dan CCMP untuk periode 1993 hingga 2020, yang mencakup berbagai parameter oseanografi seperti nitrat, fosfat, klorofil, dan oksigen terlarut. Konsentrasi tinggi nitrat dan fosfat cenderung ditemukan di daerah pesisir dan zona upwelling yang dipengaruhi oleh transpor Ekman, menunjukkan tingginya kesuburan perairan di Laut Banda. Berdasarkan analisis korelasi Pearson, ditemukan bahwa kadar klorofil memiliki korelasi sangat kuat (0,966) dengan produktivitas primer (PP), sementara oksigen terlarut juga menunjukkan korelasi yang kuat (0,852) dengan PP. Fosfat menunjukkan korelasi negatif (-0,144) dengan PP, sedangkan nitrat (0,751) dan angin (0,655) memiliki korelasi positif. Hasil ini mengungkapkan kompleksitas interaksi antara faktor lingkungan dalam mempengaruhi produktivitas primer di Laut Banda. Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 2011, Laut Banda merupakan daerah yang subur dan kaya dengan nutrien, sehingga sangat mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Maluku.

2024
👤 Penulis: Muhammad Faqih Ahkam
🏷️ Hidrologi Oseanografi 🏷️ Manajemen Sumber Daya Air 🏷️ Analisis Korespondensi Lingkungan

ANALISIS NERACA AIR DAN ALOKASI AIR PADA DAS CITARUM HILIR MENGGUNAKAN PROGRAM WEAP (WATER EVALUATION AND PLANNING)

Sungai Citarum merupakan sungai terpanjang dengan pemanfaatan terbesar pada provinsi Jawa Barat hingga DKI Jakarta. DAS Citarum Hilir dengan luas 175.382 ha menjadi salah satu wilayah tampungan WS Citarum yang pengalirannya meliputi Bendung Curug, Saluran Tarum, sungai utama, hingga bermuara di Laut Jawa. Seiring berjalannya waktu, terjadi kenaikan tingkat kebutuhan air yang tidak sejalan dengan penurunan ketersediaan air. Peninjauan keseimbangan neraca dan alokasi air menjadi acuan penting dalam pengelolaan sumber daya air suatu DAS. Penelitian ini dilakukan dengan meninjau kebijakan rencana alokasi air tahunan (RAAT) 2023-2024 sebagai dasar pemodelan debit aliran DAS Citarum Hilir menggunakan program WEAP. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata ketersediaan air tahunan sebesar 217–474,2 m3 /s yang utamanya bersumber dari aliran sungai utama, sedangkan rata-rata kebutuhan air eksisting tahunan adalah 182–185,6 m3/s dengan 63,3% digunakan untuk sektor irigasi. Pada skenario 10 tahun mendatang, terjadi penurunan kebutuhan air irigasi sebesar 3,3 m3 /s dan peningkatan kebutuhan PDAM-Industri sebesar 5,8 dan 1,8 m3 /s. Neraca air pada variasiskenario menunjukkan pada tahun kering terjadi 70,8–54,2% kondisi surplus dan 29,2–45,8% kondisi defisit dengan tingkat keandalan sektor industri yang belum memenuhi nilai minimum 90% pada sejumlah skenario. Hasil kalibrasi menunjukkan pemodelan WEAP memiliki nilai NSE 0,34-0,68, koefisien korelasi 0,91-0,92, dan koefisien determinasi 0,83-0,84 terhadap nilai debit observasi di PDA Tanjungpura.

2024
👤 Penulis: Josephine Febriyanti
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Sumber Daya Air 🏷️ Analisis Kebijakan Alokasi Air

PENGEMBANGAN METODE PERHITUNGAN INDEKS KUALITAS AIR DALAM UPAYA PENILAIAN KUALITAS AIR SUNGAI (STUDI KASUS: SUNGAI CITARUM HULU, PROVINSI JAWA BARAT)

Indeks kualitas air (IKA) adalah alat penentuan status mutu air yang diperlukan dalam pengelolaan sumber daya air. IKA diharapkan mampu memberikan representasi kualitas sungai sesungguhnya kepada publik dan pengambil keputusan. DAS Citarum Hulu yang merupakan salah satu aliran terbesar di Provinsi Jawa Barat menjadi salah satu badan air yang erat kaitannya dengan aktivitas masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan indeks kualitas air yang sesuai untuk menggambarkan kualitas air di DAS Citarum Hulu. Tujuan utama dari penelitian ini adalah memvalidasi metode pengembangan indeks kualitas air sehingga sesuai untuk DAS Citarum Hulu. Data yang digunakan meliputi data primer yang diperoleh dari wawancara dan kuesioner kepada panelis di bidang air serta data sekunder yang berasal dari DLH Jawa Barat serta penelitian sebelumnya mengenai komparasi indeks kualitas air DAS Citarum Hulu. Analisis yang dilakukan terhadap hasil wawancara dan kuesioner menemukan bahwa terdapat 9 parameter beserta bobotnya yang mewakili 4 kategori penurunan untuk DAS Citarum Hulu yakni TSS (0,07), warna (0,038), dan pH (0,059) yang mewakili kategori karakteristik fisik; BOD (0,139), COD (0,094), dan DO (0,088) yang mewakili penurunan oksigen dan kadar organik; nitrat (0,096) dan total fosfat (0,102) yang mewakili eutrofikasi; serta fekal koli (0,313) yang mewakili bahaya kesehatan. Hal ini memiliki implikasi bahwa parameter terpilih melalui metode pengembangan sesuai dengan beberapa indeks kualitas air yang berlaku di Indonesia.

2024
👤 Penulis: Rahma Afifa
🏷️ Hidrologi 🏷️ Analisis Kualitas Air 🏷️ Manajemen Sumber Daya Air

KLASIFIKASI AIR SUMUR KABUPATEN BANDUNG BERDASARKAN KANDUNGAN MINERAL DENGAN ANALISIS KLASTER PARTISI DAN HIERARKI

Sumur merupakan salah satu sumber air yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, kualitas air sumur ditentukan berdasarkan kandungan mineralnya. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi metode analisis klaster paling optimal dan meninjau kualitas air sumur berdasarkan standar mutu air minum. Analisis klaster digunakan untuk mengelompokkan data dengan memaksimalkan kemiripan data dalam sebuah klaster dan meminimalkan kemiripan data dengan klaster lain. Penelitian ini meninjau air sumur di 160 lokasi pengamatan kabupaten Bandung yang mengandung enam mineral, yaitu As, Cd, Fe, Mn, Pb, dan Zn. Lokasi pengamatan diklasifikasikan menggunakan Partisi (K-Means, K-Medians, K-Medoids) dan Hierarki Agglomerative (Single, Average, dan Complete Linkage) dengan metrik jarak Euclid dan Manhattan. Tiap metode analisis klaster dievaluasi untuk menentukan banyak klaster (????) optimal dengan metode Elbow untuk Partisi, sedangkan Mojena untuk Hierarki. Kemudian, melakukan seleksi metode untuk memperoleh metode analisis klaster terbaik; (i) partisi menggunakan Silhouete Coefficient (SC), Calinski-Harabasz Index (CHI), dan Xie-Beni Index (XBI), diperoleh K-Means Euclid dan K-Medians Manhattan, (ii) hierarki Agglomerative hanya menggunakan Silhouete Coefficient (SC), diperoleh Average Linkage Euclid dan Single Linkage Manhattan. Berdasarkan hasil analisis klaster, tiap anggota dipetakan menjadi banyak kandungan yang memenuhi standar mutu air minum, disebut tingkat kualitas air sumur. Tiap metode analisis klaster memiliki rentang kualitas air sumur tingkat satu hingga empat, semakin tinggi tingkat semakin baik. Berdasarkan analisis karakteristik wilayah, K-Medians Manhattan merupakan metode analisis klaster terbaik pada metode Partisi, sedangkan Average Linkage Euclid terbaik pada metode Hierarki. Namun, K-Medians Manhattan lebih merepresentasikan kondisi persebaran kualitas air sumur di Kabupaten Bandung. Korelasi K-Means Euclid dengan tingkat kualitas satu cukup tinggi, yaitu 0.75. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar penting dalam pengelolaan sumber daya air dan perlindungan kesehatan masyarakat.

2024
👤 Penulis: Grace Angelia
🏷️ Analisis Klaster 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Sumber Daya Air

PERENCANAAN DESAIN PENGENDALIAN BANJIR DI KAWASAN BINTAN CENTER, KOTA TANJUNG PINANG

Perubahan tata guna lahan yang begitu cepat tidak diimbangi dengan upaya pelestarian lingkungan sehingga menimbulkan permasalahan di kawasan Bintan Center Kota Tanjung Pinang khususnya di bidang pengelolaan sumber daya air seperti permasalahan sistem drainase yang melimpas sehingga mengakibatkan terjadinya genangan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan upaya penanggulangannya dengan cara menormalisasi saluran drainase sehingga nantinya saluran dapat menampung lebih banyak air dan mencegah terjadinya limpasan. Dalam penelitian ini dilakukan pengumpulan data curah hujan dengan periode waktu 10 tahun (2010-2019) yang bersumber dari Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah. Data curah hujan tersebut kemudian diolah untuk melakukan analisis hidrologi untuk memperoleh nilai hujan dan/atau debit rencana. Kemudian dilakukan analisis hidraulika dengan menggunakan perangkat lunak EPA SWMM untuk melihat kondisi eksisting genangan. Setelah itu dilakukan perencanaan desain saluran drainase yang baru menggunakan debit rencana yang sudah diperoleh. Dilakukan normalisasi saluran drainase dan penampang saluran direncanakan penampang hidraulis terbaik yang berbentuk persegi panjang. Dari hasil analisis, direncanakan tinggi saluran A yaitu 1,10 m dan lebar 1,70 m dengan debit saluran sebesar 2,12 m3/s. Total anggaran biaya yang diperlukan untuk perencanaan sistem drainase di kawasan Bintan Center Kota Tanjung Pinang ini adalah sebesar Rp.660.569.837.

2024
👤 Penulis: Ivan Prakasa Dharmawan
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Sumber Daya Air 🏷️ Desain Saluran Drainase

PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR BENDUNGAN PAMUKKULU KABUPATEN TAKALAR PROVINSI SULAWESI SELATAN

Pembangunan Bendungan Pamukkulu merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di bidang sumber daya air. Tujuan utama dari pembangunan bendungan tersebut adalah sebagai pengendali banjir dan mengairi daerah irigasi Tujuan lainnya, yaitu menyediakan air baku untuk penduduk di Kabupaten Takalar dengan debit 160 liter/detik dan potensi pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Rasio elektrifikasi Sulawesi Selatan yang telah mencapai 99% perlu diimbangi dengan penyediaan pembangkit listrik dengan energi baru terbarukan dalam rangka Net Zero Emission 2060. Pemanfaatan potensi Bendungan Pamukkulu sebagai PLTA dapat dijadikan salah satu opsi untuk mewujudkan penyediaan listrik EBT di Sulawesi Selatan. Berdasarkan simulasi operasi waduk untuk kebutuhan air, debit untuk PLTA yang dapat dimanfaatkan hingga sebesar 9.00 m3/s. PLTA Pamukkulu ini diperkirakan dapat menghasilkan daya 1.95 MW dan produksi energi listrik sebesar 14.95 GWh per tahun. Perkiraan biaya investasi sebesar Rp Rp62,371,730,063 dengan pendapatan dari perkiraan harga jual terendah hingga tertinggi menghasilkan kelayakan investasi menggunakan metode NPV, BCR, IRR, dan payback period.

2024
👤 Penulis: M. Jusuf Rahman Al Islami R.
🏷️ Pembangkit Listrik Tenaga Air 🏷️ Manajemen Sumber Daya Air 🏷️ Energi Baru Terbarukan
Halaman 2 dari 3
💬