πŸ“š Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 28 dokumen

PENGARUH PERUBAHAN WARNA, TEKSTUR, GANGGUAN KETAJAMAN, DAN ORIENTASI CITRA TERHADAP SKOR KEPERCAYAAN PADA PENGENALAN EMAS DAN BERLIAN BERBASIS MODEL OWL-VIT

Mineral merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Saat ini terdapat Β±6.000 jenis mineral beserta variannya di alam, masing?masing dengan karakteristik fisik, kimia, dan visual yang berbeda. Mengingat banyaknya sampel geologi yang ada, pengoptimalan proses diagnostik akan sangat membantu dalam dunia eksplorasi. Salah satu model deep learning yang dapat digunakan adalah OWL-ViT (Open-World Vision Transformer), yang dirancang untuk mendeteksi dan mengklasifikasi objek secara fleksibel dengan open-vocabulary. Studi ini akan mengevaluasi pengaruh parameter (warna, bentuk, tekstur, serta noise) dan tingkat rotasi objek terhadap kinerja OWL?ViT. Skor kepercayaan untuk konsep β€œgold” turun dari 0,02213 (emas batangan) menjadi 0,0118167 (bijih; ?46,6%) dan 0,0026167 (petrografi; ?88,2%). Pada transformasi warna (emas batangan ke silver batangan dan berlian ke berlian merah), laju degradasi skor kepercayaan untuk konsep β€œgold” di emas yang ditransformasi warna ke silver sekitar 2,9 kali lebih curam dibanding β€œdiamond” di berlian yang ditransformasi warna ke merah. Keberadaan blur menurunkan skor kepercayaan emas batangan dari 0,0324 menjadi 0,0253 (blur level 5; ?21,9%) dengan tren hampir linear. Tingkat rotasi suatu objek dalam citra juga menurunkan skor kepercayaan emas batangan ke 0,0262 (rotasi objek 90o ke kanan; 19,14%). Model OWL?ViT memerlukan adaptasi domain dengan data mineral alami & citra petrografi, augmentasi citra, serta penggabungan dengan model yang mampu mendeteksi mineral berdasarkan parameter fisika, seperti energi untuk mencapai reliabilitas operasional dalam dunia nyata.

2025
πŸ‘€ Penulis: Nicholas Fabian Rustam
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Citra 🏷️ Manajemen Sumber Daya Alam

ANALISIS KANDUNGAN MINERAL GARAM DAN VARIASI SALINITAS MUSIMAN AIR LAUT DI ALOR SELATAN, NUSA TENGGARA TIMUR

Air laut memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya, dimana kandungan mineralnya, termasuk garam seperti NaCl, magnesium (Mg), kalsium (Ca), dan kalium (K), memiliki manfaat yang besar. Garam, sebagai produk penting dalam kehidupan sehari-hari dan industri, memiliki potensi besar di Indonesia, terutama di Alor, yang memiliki garis pantai panjang (99.093 km) dan salinitas tinggi. Penelitian ini dilaksanakan dengan mengambil sampel air laut dan garam dari Alor Selatan untuk dianalisis menggunakan metode Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry (ICP-MS), yang memungkinkan pengukuran yang akurat dan sensitif terhadap kandungan mineral. Hasil uji laboratorium menunjukkan kandungan mineral dalam air laut seperti magnesium (Mg) berkisar antara 412 ppm hingga 451 ppm, natrium (Na) 2.933 ppm hingga 3.161 ppm, kalsium (Ca) 0,861 ppm hingga 0,987 ppm, dan kalium (K) 242 ppm hingga 301 ppm. Pada sampel garam Alor, kandungan magnesium tercatat sebesar 8.582 ppm, natrium 375.654 ppm, kalsium 676 ppm, dan kalium 2.254 ppm. Data reanalysis CMEMS menunjukkan pola musiman salinitas di Alor Selatan yang cenderung konstan sepanjang 2024 dengan penurunan saat penghujan dan kenaikan saat kemarau, yang juga memvalidasi data lapangan. Sehingga, Alor memiliki potensi besar untuk pengembangan produksi garam berkualitas tinggi dengan kandungan mineral yang beragam, dapat memberikan alternatif garam sehat dengan manfaat kesehatan, serta berkontribusi pada perekonomian lokal dan keberlanjutan sumber daya alam.

2025
πŸ‘€ Penulis: Bintang
🏷️ Hidrologi 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Sumber Daya Alam

INVENTARISASI KARBON BERBASIS KADASTER UNTUK ADAPTASI DAN MITIGASI PERUBAHAN IKLIM

Tidak ada deskripsi.

2025
πŸ‘€ Penulis: Muhamad Ghafiqi Radiyansyah
🏷️ Klimatologi 🏷️ Analisis Data Geografis 🏷️ Manajemen Sumber Daya Alam

PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI DAYA DUKUNG DAYA TAMPUNG LINGKUNGAN HIDUP KOTA BANDUNG

Tidak ada deskripsi.

2025
πŸ‘€ Penulis: Muhammad Ahnafudin Pramudito
🏷️ Informasi Geospasial 🏷️ Analisis Data 🏷️ Manajemen Sumber Daya Alam

FOODSCAPES : A LIVING SPACE FOR FARMERS AND SOCIETY

Kehadiran perguruan tinggi menjadi salah satu faktor terjadinya urbanisasi di Kecamatan Dramaga. Meningkatnya jumlah penduduk menjadikan banyak lahan pertanian dialihkan menjadi lahan permukiman dan jalan menyesuaikan kebutuhan penduduk sehingga ketahanan pangan terancam karena adanya penurunan produksi pangan. Perubahan iklim juga menjadi tantangan bagi para petani karena dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Namun di samping itu, petani juga ikut berpartisipasi dalam peningkatan emisi dengan pertanian yang tidak berkelanjutan. Tingginya keinginan konsumen mengenai kualitas pangan menjadikan banyak produk pangan tidak laku sehingga produk pun membusuk dan terbuang sia-sia yang seharusnya jika ditangani dengan baik dapat menjadi solusi kelaparan dan kekurangan gizi masyarakatnya. Proyek ini menawarkan kolaborasi untuk membina para petani mengenai pertanian yang berkelanjutan dan memberikan dukungan terhadap hasil panennya. Dengan tujuan menciptakan wadah kolaborasi yang mendukung kesejahteraan petani melalui sistem pangan berkelanjutan, misi agar proyek ini tercapai adalah kolaborasi, edukasi, dan persuasif. Proyek ini menyediakan tempat produksi, pengolahan, pemasaran, hingga re-produksi pangan dengan konsep dari tanah kembali ke tanah yang akan bermitra dengan Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura, Institut Pertanian Bogor, dan Javara Indonesia. Proyek akan berlokasi di Jalan Tanjakan Dramaga, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor dengan pertimbangan aksesibilitas, keberadaan sungai, dan lahan yang sebelumnya merupakan lahan pertanian. Pengguna terdiri dari petani, sivitas akademika, pengunjung, dan pengguna lain. Persoalan pada perancangan arsitektur berupa wadah kolaborasi petani, penerapan arsitektur hijau dengan sistem berkelanjutan, tanaman sayur sebagai elemen lanskap, serta perancangan arsitektur dan lingkungan yang setara sehingga teori third place, arsitektur hijau, dan edible landscape digunakan untuk menanggapi persoalan yang ada.

2025
πŸ‘€ Penulis: Lu'lu'il Mahfuzh
🏷️ Kebijakan Publik 🏷️ Pertanian Berkelanjutan 🏷️ Manajemen Sumber Daya Alam

POTENSI SEED BANK PADA LAHAN BEKAS KEBAKARAN DI BLOK MUNJUL MASIGIT TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI

Blok Munjul Masigit di Taman Nasional Gunung Ciremai merupakan area yang terdampak letusan gunung berapi, dan terus mengalami gangguan akibat kebakaran rutin dan terhambatnya regenerasi. Salah satu komponen kunci dalam proses regenerasi pasca gangguan adalah keberadaan stok soil seed bank atau bank biji tanah. Penelitian dilakukan untuk mengkaji potensi regenerasi alami berdasarkan kelimpahan, densitas, komposisi, serta viabilitas dari soil seed bank. Stok yang dianalisis diambil dari tiga tipe komunitas vegetasi, yaitu vegetasi semak-rumput campuran (SH), vegetasi yang didominasi vegetasi Calliandra houstoniana (KA), serta satu komunitas yang tidak terpengaruh api sebagai referensi yaitu tipe vegetasi hutan alam primer (HA). Pengambilan sampel secara stratified random sampling sepanjang transek, dengan biji yang diambil disaring, dianalisis, dan diuji perkecambahannya. Hasil menunjukkan komunitas SH memiliki densitas tertinggi (116.740,74 biji/m3), tetapi dengan dominasi spesies herba invasif sangat tinggi tanpa ada spesies pohon. Komunitas KA menunjukkan dominansi tanaman invasif moderat, sedangkan HA didominasi oleh tanaman asli sangat tinggi. Ketiganya memiliki viabilitas yang cukup tinggi, 88% (SH), 83% (KA), dan 93% (SH).

2025
πŸ‘€ Penulis: Valerine Angelina Roestanto
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Sumber Daya Alam 🏷️ Kecerdasan Buatan

PERENCANAAN LANSKAP ECOVILLAGE UNTUK KETAHANAN PANGAN: STUDI KASUS DI DESA MANGGUNGSARI, KECAMATAN RAJAPOLAH, TASIKMALAYA

Persoalan mengenai kesejahteraan dan ketahanan pangan menjadi isu global. Hal ini berdampak terhadap negara salah satunya Indonesia. Meningkatnya populasi diiringi dengan pertumbuhan penduduk yang mengakibatkan keterbatasannya lahan merupakan salah satu sebab berkurangnya kesejahteraan dan ketahanan pangan. Tantangannya yaitu bagaimana mewujudkan pembangunan berkelanjutan dengan penggunaan sumber daya alam yang optimal sehingga kesejahteraan dan ketahanan pangan dapat tercapai agar selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). Desa yang memiliki fungsi untuk menopang perkotaan dan memiliki sumber daya alam menjadi potensi untuk dikembangkan. Pasalnya desa sendiri belum tentu mampu memasok kebutuhannya sendiri mengenai ketahanan pangan. Sehingga penting untuk mewujudkan ecovillage. Tujuan utama dari perencanaan ini adalah untuk menganalisis aspek yang berpengaruh terhadap kawasan guna mendukung pengembangan ecovillage berketahanan pangan, mengidentifikasi kriteria rancangan ecovillage untuk ketahanan pangan yang adaptif dan efektif melalui pemanfaatan sumber daya alam dengan hasil akhir perencanaan masterplan kawasan. Melalui metode Global Ecovillage Network (GEN) ditinjau lima aspek yang berpengaruh dalam perencanaan ecovillage. Data yang diperoleh berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan kuisioner yang akan dianalisis dan menghasilkan sintesis. Kontribusi penelitian ini memberikan rekomendasi perencanaan masterplan untuk desa yang mendukung nilai kesejahteraan dan ketahanan pangan berdasarkan pedoman GEN. Sehingga diharapkan mampu menjadi nilai lebih bagi desa dalam memanfaatkan sumber daya alam untuk menunjang pembangunan berkelanjutan. Analisis dilakukan berdasarkan lima aspek yaitu ekologis, kultur, sosial, ekonomi, dan integrasi desain. Hasil analisis menunjukan bahwa kebutuhan pangan utama di KP2B Sarimukti terpenuhi dengan komoditas hasil tanam sendiri, kearifan lokal yang dimiliki yaitu adanya kincir air sehingga meskipun musim kemarau pengairan sawah dapat berjalan lancer. Hal itu didukung oleh nilai gotong royong masyarakat setempat akibat terbentuknya kelompok tani. Banyaknya profesi tani yang mengakibatkan terbentuknya kelompok tani karena dari segi alam yang mendukung dengan banyaknya area pertanian. Penerapan sistem secara modern diaplikasikan dengan tersedianya area hidroponik di KP2B Sarimukti. Perencanaan KP2B Sarimukti memiliki tiga zona yang berkaitan dengan ketahanan pangan, yaitu (1) Zona agroforestry, merupakan zona yang difungsikan untuk untuk produksi pangan seperti padi, jagung ditunjang dengan konsep agrowisata. (2) Zona silvopasture, merupakan zona yang menggabungkan komponen kehutanan dan peternakan ditunjang oleh tamanan berkayu dan tanaman buah produktif didukung oleh tanaman bawah sebagai pakan ternak. (3) Zona agrofishery, merupakan penggabungan sistem sawah-ikan yang dibudidayakan bersama. Perencanaan sistem ekonomi yang terintegrasi menciptakan keseimbangan antara ekosistem lokal, industri hijau, dan rumah tangga lokal yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap perencanaan masterplan yang menawarkan konsep ecovillage yang memiliki peran bukan hanya untuk lingkungan tetapi juga masyarakat dan ekonomi yang mendukung kesejahteraan manusia. Dengan kriteria, contoh penerapan, dan perencanaan masterplan diharapkan mampu dan sesuai bagi desa yang berkeinginan untuk menciptakan desa ecovillage dengan sumber daya alam yang dimiliki lingkungan sekitarnya.

2025
πŸ‘€ Penulis: Haura Khansa Izdihar
🏷️ Desain Ekologi 🏷️ Kebijakan Desa 🏷️ Manajemen Sumber Daya Alam

PENERAPAN METODE VERTICAL GRAVITY GRADIENT UNTUK IDENTIFIKASI UTILITAS BAWAH PERMUKAAN DI AREA KAMPUS GANESHA ITB

Jaringan utilitas di bawah permukaan tanah menyediakan hal-hal penting untuk kehidupan sehari-hari dan memiliki masa guna yang terbatas, sehingga perlu dilakukan perawatan untuk menghindari potensi bencana karena kerusakan utilitas. Namun terdapat keterbatasan dalam hal pengamatan secara langsung keberadaan utilitas bawah permukaan serta pemetaan utilitas yang kurang akurat. Berdasarkan hal tersebut, dalam penelitian ini digunakan metode vertical gravity gradient yang merupakan pengembangan dari metode gravitasi. Penerapan metode vertical gravity gradient dilakukan dengan pengukuran gravitasi dari minimal dua ketinggian yang berbeda pada setiap titik pengukuran. Melalui metode tersebut diharapkan dapat mengatasi keterbatasan di antaranya dalam hal akurasi vertikal, efektivitas tenaga kerja, dan biaya. Berdasarkan hasil perhitungan anomali vertical gravity gradient dapat diidentifikasi keberadaan batas utilitas bawah permukaan. Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, dilakukan pemodelan ke depan. Pemodelan dilakukan dengan membuat dua lintasan yaitu lintasan A-A’ dengan arah Barat Daya-Timur Laut dan lintasan B-B’ dengan arah Tenggara-Barat Laut. Hasil pemodelan ke depan dengan error sebesar 0.004 mGal/m menunjukkan keberadaaan geomaterial berupa topsoil dengan densitas 1.6 g/cm3, subsoil dengan densitas 2.2-2.4 g/cm3, loose soil dengan densitas 1.2 g/cm3, beton dengan densitas 2.2 g/cm3, dan pipa besi cor dengan densitas 7.8 g/cm3. Selain itu, terdeteksi utilitas berupa dua manhole dengan tinggi 2.6 m, diameter 1.05 m, dan tebal cover 0.05 m, serta tiga pipa bercabang terdeteksi dengan diameter 0.18 m yang berkurang menjadi dua cabang dengan diameter 0.24 m pada kedalaman 1 m dari permukaan tanah. Hasil pemodelan divalidasi secara visual tracing dan telah menunjukkan kesesuaian hasil. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa metode vertical gravity gradient dapat digunakan sebagai salah satu metode alternatif untuk mengidentifikasi keberadaan utilitas bawah permukaan.

2024
πŸ‘€ Penulis: Muhammad Bintang Fadhiil
🏷️ Geofisika 🏷️ Analisis Rantai Pasokan Air 🏷️ Manajemen Sumber Daya Alam

STUDI KARAKTERISTIK, LINGKUNGAN PENGENDAPAN, DAN ESTIMASI SUMBERDAYA BATUBARA DI PIT X, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Pit X merupakan wilayah konsesi penambangan PT. MSA. Daerah ini terletak pada Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, dengan luas area Β±2.9 kmΒ². Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik, kualitas, lingkungan pengendapan, dan jumlah sumber daya batubara pada Pit X. Data penelitian yang digunakan terdiri dari data bor, data log tali kawat, dan data uji kimia batubara (analisis proksimat dan ultimat) milik PT. MSA. Selain itu, digunakan juga data primer yang terdiri dari singkapan batuan dan sampel batubara. Metode yang digunakan yaitu pedoman dari penelitian-penelitian sebelumnya untuk lingkungan pengendapan batubara, SNI 5015 untuk perhitungan sumber daya batubara, dan klasifikasi ASTM D388-1999 untuk peringkat batubara Berdasarkan hasil korelasi data bor dan pemetaan geologi, daerah penelitian dibagi menjadi dua satuan batuan tidak resmi yaitu Satuan Batulempung dan Satuan Batupasir-Batulempung. Kedua satuan ini tergolong kedalam Formasi Balikpapan dengan umur Miosen Tengah. Satuan Batulempung dengan umur lebih muda memiliki empat seam batubara, yaitu Seam S, Q, P, dan O. Sedangkan Satuan Batupasir-Batulempung memiliki tiga seam batubara, yaitu Seam N1, N, dan M. Analisis Stratigrafi menunjukkan bahwa daerah penelitian terdiri dari tujuh litofasies yang kemudian dikelompokkan menjadi lima asosiasi fasies, yaitu channel, flood plain, crevasse splay, swamp, dan interdistributary bay. kelima asosiasi fasies ini merupakan bagian dari sistem lingkungan pengendapan upper delta plain hingga transitional lower delta plain. Berdasarkan hasil analisis maseral didaptkan batubara diendapkan pada jenis rawa clastic marsh dengan kondisi limnic. Berdasarkan analisis kimia, batubara pada daerah penelitian termasuk dalam peringkat subbituminus A-subbituminus B dengan rata-rata nilai kalori 4823 kcal/kg ar. Selain itu kandungan sulfur dan abu pada daerah penelitian termasuk dalam tingkat yang rendah, sehingga mutu batubara pada daerah penelitian termasuk baik. Menurut SNI 5015 daerah penelitian termasuk dalam tingkat kompleksitas geologi yang sederhana. Estimasi sumber daya batubara daerah penelitian sebesar 41.793.752,55 ton untuk sumber daya terukur, 6.006.084,48 untuk sumber daya tertunjuk, dan 1.738.639,24 ton untuk sumber daya tereka.

2024
πŸ‘€ Penulis: M. Elfa Rando
🏷️ Geologi Batubara 🏷️ Analisis Kimia Batubara 🏷️ Manajemen Sumber Daya Alam

STRUKTUR POPULASI MOBULA THURSTONI DAN PERGERAKANNYA DI EKOSISTEM LAUT MOROTAI, INDONESIA

Morotai adalah salah satu destinasi wisata selam di Indonesia, dikenal sebagai lokasi kemunculan Mobula thurstoni. Demi memperbarui dan menambahkan data sebelumnya, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur populasi M. thurstoni dan pergerakannya. Pengamatan dilakukan mulai 24 Juni hingga 14 September 2021 menggunakan metode Remote Underwater Video (RUV) dan Underwater Visual Census (UVC) yang dilakukan bersamaan dengan pencatatan kondisi lingkungan. M. thurstoni hadir di 11 dari 56 penyelaman saat pagi dan siang hari. Individu yang dijumpai diketahui merupakan individu juvenil dan betina. Lokasi kehadiran dengan terumbu karang yang berbentuk vertikal dan yang serupa terumbu karang penghalang diduga menjadi factor yang berkaitan dengan pergerakan M. thurstoni.

2024
πŸ‘€ Penulis: Isnaini Tiara Baiti
🏷️ Eksplorasi Populasi 🏷️ Hidrologi Laut 🏷️ Manajemen Sumber Daya Alam

PERANCANGAN HUTAN BAMBU RAKYAT DI DESA CILAYUNG, KECAMATAN JATINANGOR, KABUPATEN SUMEDANG, JAWA BARAT SEBAGAI SUMBER BAHAN BAKU ARANG DAN ASAP CAIR

Hutan bambu rakyat menjadi perhatian penting sebagai solusi untuk pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Bambu memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Kabupaten Sumedang, khususnya Desa Cilayung di Provinsi Jawa Barat, merupakan daerah penyebaran bambu terutama jenis bambu tali (Gigantochloa apus) yang memiliki peluang untuk pengembangan asap cair bambu. Namun, kondisi rumpun bambu di daerah tersebut seringkali tidak terpelihara dengan baik, yang mengakibatkan produktivitas batang bambu rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi tegakan bambu tali di Hutan Bambu Rakyat Desa Cilayung, mengidentifikasi karakteristik bambu tali sebagai bahan baku asap cair dan mengevaluasi produk asap cair (rendemen dan kualitas) dengan bahan baku bambu tali dari rumpun yang berbeda. Pengambilan data dilakukan dengan metode stratified random sampling dengan membagi bambu menjadi dua kelompok rumpun, yaitu rumpun besar dan rumpun kecil pada plot lingkaran dengan jari-jari 17,8 m. Data yang dikumpulkan meliputi kondisi mikroklimat, kondisi geografis, dan karakteristik tegakan bambu (diameter, tinggi, jumlah batang, jumlah rumpun bambu). Selain itu karakteristik sampel bambu (kerapatan, kadar air, penyusutan), dan karakteristik asap cair bambu (rendemen, tingkat keasaman (pH), berat jenis, warna, transparansi, bau) yang dibandingkan dengan standar kualitas Jepang. Kondisi lingkungan hutan bambu rakyat Desa Cilayung cukup mendukung pertumbuhan bambu tali. Inventarisasi tegakan bambu tali menunjukkan terdapat 125 rumpun dari empat plot pengamatan. Rata-rata jumlah batang bambu per rumpun adalah 10 batang untuk rumpun kecil dan 31 batang untuk rumpun besar. Tinggi total dan diameter bambu rumpun kecil lebih rendah daripada rumpun besar. Karakteristik fisik seperti kadar air, diameter, penyusutan, dan kerapatan lebih tinggi pada rumpun besar. Pengujian asap cair menunjukkan rendemen asap cair dari rumpun besar lebih tinggi daripada rumpun kecil. Berat jenis tertinggi dan warna yang sesuai standar adalah rumpun kecil. Namun, pH dan transparansi asap cair dari kedua kelompok rumpun belum memenuhi standar kualitas asap cair Jepang. Bau yang menyengat pada kedua rumpun efektif sebagai pengawet kayu tahan rayap.

2024
πŸ‘€ Penulis: Dwira Natasha
🏷️ Hidrologi 🏷️ Manajemen Sumber Daya Alam 🏷️ Teknologi Pembakaran Bambu

PERANCANGAN SARANA DESALINASI AIR LAUT UNTUK FASILITAS AIR BERSIH MASYARAKAT PULAU KECIL (STUDI KASUS : PULAU PARI, KABUPATEN KEPULAUAN SERIBU, PROVONSI DKI JAKARTA)

Air memiliki peran penting di dalam keberlangsungan makhluk hidup di bumi. Namun total distribusi persediaan air di bumi paling banyak berada di laut, dengan total 97% yang mana merupakan air salin. Di tengah keterbatasan distribusi sumber air bersih, daerah yang seperti pulau kecil yang memiliki ciri geografis terisolasi, ekonomi skala kecil, dan keterbatasan sumber daya alam, fenomena alam seperti intrusi air laut dapat mengancam keberlangsungan hidup masyarakat pulau kecil. Setiap sumber air yang hendak digunakan, seperti sungai, danau maupun sumur, butuh melalui proses purifikasi untuk menghilangkan kandungan mikroorganisme, dan zat mineral lainnya pada air agar bersih dan aman untuk digunakan. Berdasarkan National Oceanic and Atmospheris Administration (NOAA) kandungan sodium klorida (garam) pada air laut dapat berisiko pada kesehatan manusia, hingga dapat mengakibatkan kematian. Dalam upaya mendapatkan air bersih, metode desalinasi menggunakan solar evaporation merupakan metode yang paling terjangkau dan sesuai untuk penggunaan skala komunitas seperti masyarakat pulau kecil. Dalam pengimplementasian metode desalinasi dengan solar evaporation, terdapat aspek-aspek desain yang mempengaruhi efisiensi metode tersebut, diantaranya terkait struktur dan bentuk, orientasi, mekanisme operasional, pemeliharaan hingga pemilihan material dan desain yang efektif dan efisien untuk pengaplikasiannya pada masyarakat pulau kecil.

2024
πŸ‘€ Penulis: Alya Zahra Camila Muthmainnah
🏷️ Desalinasi Air 🏷️ Manajemen Sumber Daya Alam 🏷️ Hidrologi

PEMANFAATAN TEKNOLOGI MACHINE LEARNING PADA ORTHOPHOTO UNTUK ANALISIS PENUTUP LAHAN YANG EFISIEN MENGGUNAKAN CONVOLUTIONAL NETWORK U-NET

Informasi geospasial skala rinci merupakan elemen penting untuk perencanaan dan pengambilan keputusan. Informasi penutup lahan merupakan data paling fundamental yang mempengaruhi pemahaman terhadap pengambilan keputusan. Data ini dapat digunakan untuk memahami berbagai fenomena spasial seperti perubahan lingkungan, laju urbanisasi, dan manajemen sumber daya baik alam maupun infrastruktur. Untuk mendapatkan data penutup lahan yang bermakna perlu melalui tahapan interpretasi dan digitize on-screen secara manual yang memerlukan waktu dan dipengaruhi oleh tingkat kedetailan serta luasan area, dimana semakin detail dan luas maka waktu serta biaya juga akan semakin bertambah. Disamping itu, sering terdapat error pada saat proses digitasi maupun interpretasi sehingga diperlukan suatu metode yang lebih efisien untuk mendapatkan data penutup lahan yang akurat, cepat, dan lebih sedikit error. Metode yang ditawarkan adalah segmentasi semantik menggunakan machine learning pada orthophoto dengan deep convolutional neural network U-Net. Metode ini banyak diterapkan pada bidang biomedis dan penglihatan komputer pada kendaraan autonomous. Metode ini mampu membuat prediksi kelas lahan yang akurat melalui pemahaman yang mendalam terhadap gambar dan meyimpan data dengan konsisten. Berdasarkan kelas lahan yang dibagi menjadi lima kategori yang terdiri dari bangunan, hutan, air, jalan, dan latar belakang (area yang tidak di klasifikasikan) dapat menghasilkan mean Intersection of Union (mIoU) yang bervariasi cukup akurat dimulai dari mean IoU 0,7449 sampai dengan 0,8100 dengan bagian tepi hasil prediksi lebih halus dibandingkan dengan data label sehingga menghasilkan segmentasi dengan mengikuti pola bentuk pada gambar objek pada gambar uji. Bahkan hasil segmentasi di tampilkan pada objek jalan yang terhalang oleh piksel berupa bayangan dari efek sinar matahari dari kanopi pepohonan dengan hasil jalan tersegmentasi seolah tidak terpengaruh oleh piksel bayangan kanopi tersebut. hasil rangkaian penelitian ini menunjukkan keunggulan terutama dalam hal keakuratan, adaptabilitas, dan kemampuan menangani masalah yang kompleks.

2024
πŸ‘€ Penulis: Jamjam
🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Analisis Geospasial 🏷️ Manajemen Sumber Daya Alam
Halaman 2 dari 2
πŸ’¬