📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 33 dokumenMENINGKATKAN KETERLIBATAN PELANGGAN MELALUI STRATEGI KONTEN MEDIA SOSIAL DI INDUSTRI ARSITEKTUR
Di era digital saat ini, studio arsitektur dan desain interior semakin dituntut untuk tetap kompetitif dan terlihat, terutama di pasar yang jenuh seperti Indonesia. Banyak firma muda mengalami kesulitan bukan karena kurangnya kemampuan desain, melainkan karena kurangnya pemahaman bisnis dan strategi pemasaran—khususnya dalam memanfaatkan media sosial untuk pertumbuhan merek. Penelitian ini menjawab permasalahan tersebut dengan menyelidiki bagaimana strategi konten media sosial dapat secara efektif meningkatkan keterlibatan pelanggan dan mendorong perolehan klien. Penelitian ini mengeksplorasi dua aspek utama: dimensi strategis konten (edukatif, inspiratif, menghibur, dan membangun kepercayaan) serta karakteristik konten (kehidupan visual, interaktivitas, imersivitas, dan informatif). Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis PLS-SEM, studi ini menguji bagaimana faktor-faktor tersebut memengaruhi keterlibatan pelanggan, niat beli, dan word-of-mouth elektronik (eWOM) pada pengguna media sosial yang akrab dengan akun arsitektur dan desain interior. Hasil temuan menunjukkan bahwa konten imersif dan interaktif memiliki pengaruh paling signifikan terhadap keterlibatan, yang menyarankan agar studio desain memprioritaskan format ini dalam perencanaan kontennya. Dengan mengidentifikasi kombinasi konten yang paling berdampak, studi ini tidak hanya memberikan kontribusi terhadap literatur akademik dalam pemasaran digital di industri kreatif, tetapi juga menawarkan rekomendasi praktis bagi firma desain kecil yang ingin tumbuh secara berkelanjutan melalui penggunaan media sosial yang strategis.
STRATEGI PEMASARAN MEDIA SOSIAL YANG DIUSULKAN UNTUK PERBAIKAN PERFORMA: STUDI KASUS SCTV SPORTS
Pertumbuhan platform digital telah mengubah cara audiens mengonsumsi informasi dari media. Media sosial sekarang telah menjadi sumber konsumsi konten bagi audiens. Penyiar televisi tradisional seperti SCTV, mengubah pendekatan mereka untuk menggunakan media sosial guna mempromosikan program olahraga mereka. Namun, SCTV menghadapi tantangan untuk mempertahankan keterlibatan mereka karena mereka menghadapi kinerja keterlibatan yang tidak stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mendefinisikan strategi apa yang saat ini diterapkan untuk SCTV Sports dan strategi apa yang cocok untuk meningkatkan kinerjanya. Untuk mencapai tujuan penelitian, penelitian ini mengadopsi pendekatan campuran yang menggabungkan data kualitatif melalui wawancara dan pendekatan kuantitatif melalui survei online. Kerangka kerja seperti STP, PESTEL, Analisis Pesaing, dan Analisis Audiens digunakan dalam penelitian ini untuk menilai lingkungan internal dan eksternal organisasi. Temuan menunjukkan bahwa SCTV Sports kurang memiliki variasi konten, dan konten reguler serta yang diprioritaskan saat ini tidak berkinerja baik dalam hal keterlibatan. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan strategi seperti mengoptimalkan pilar konten untuk memprioritaskan Gamifikasi dan konten atlet berprofil tinggi, memperluas target audiens, dan mengembangkan konten berdasarkan model AISAS. Selain itu, keterlibatan komunitas melalui partisipasi interaktif audiens mingguan direkomendasikan untuk mempertahankan kinerja selama musim off-season.
PEMANFAATAN KONTEN GELOMBANG KOREA SEBAGAI STRATEGI PERTUMBUHAN INTERAKSI DALAM SOSIAL MEDIA UNTUK PLATFORM SERVIS DAN EDUKASI KESEHATAN MENTAL
Di Indonesia terdapat dua hal yang mengkhawatirkan, kondisi stigma masyarakat yang tinggi terhadap pengobatan kesehatan mental dan rendahnya jumlah tenaga kesehatan mental profesional. Seiring dengan meningkatnya penggunaan media sosial, meningkat pula jumlah platform kesehatan mental di media sosial. Hal ini, banyak membantu akn meningkatnya kesadaran masyarakat akan topik kesehatan mental. Namun sayangnya hal ini tidak bersamaan dengan tetap tingginya stigma akan pasien kesehatan mental dan perlunya alternatif untuk meningkatkan keterlibatan dan literasi masyarakat akan kesehatan mental. WithSoundMind adalah platform kesehatan mental profesional yang pengikutnya kurang terlibat dalam pengembangan WithSoundMind. Penelitian ini bertujuan untuk memahami situasi WithSoundMind. Di mana terdapat kesenjangan antara peningkatan jumlah pengikut terutama dari komunitas penggemar K-pop dengan pertumbuhan interaksi di dalam media sosialnya yang kurang baik. Penelitian ini menjelajahi situasi bisnis dengan menggunakan analisa VRIO untuk kondisi internal bisnis, analisa kondisi eksternal menggunakan analisa lima kekuatan Porter, dan terakhir untuk mengetahui posisi WithSoundMind di pasar, terutama dalam komunitas penggemar K-pop. Temuan tersebut kemudian digabungkan dalam analisis SWOT dan TOWS, untuk menghasilkan strateg yang paling tepat untuk WisthSoundMind dan ditemukan bahwa dengan memanfaatkan konten terkait gelombang Korea di media sosial WithSoundMind dapat menghasilkan lebih banyak interaksi dari sebelomnya, dan bahwan konten yang tidak berkaitan dengan topik Korea walau tdak menghasilkan banyak interaksi tetapi banyak di bagikan oleh pengikutnya dan ini bisa menjadi peluang baru untuk lebih bisa tersebar dan dikenal oleh orang lain.
BERANDA TIKTOK : RUANG KOLABORASI KREATIF WADAH INTERAKSI DIGITAL CREATOR DAN PENYEDIA PLATFORM MEDIA SOSIAL
Revolusi industri 4.0 di Indonesia membawa perubahan akan bagaimana cara Masyarakat hidup dan bekerja. Fenomena ini berdampak pada perkembangan berbagai macam platform media sosial dan E-commerce yang pesat. Perkembangan ini mengakibatkan sebagian besar masyarakat Indonesia saat ini menggunakan media sosial sebagai sumber informasi dan E-commerce sebagai platform jual beli daring yang diminati karena lebih efektif secara waktu dan tenaga. Maka dari itu, organisasi dan perusahaan mulai dari brand lokal hingga perusahaan internasional menggunakan metode digital marketing yang dilakukan oleh para digital creator untuk mempromosikan produk dan kegiatan mereka secara lebih efektif. Pada tahun 2024, Tiktok menjadi platform media sosial kedua yang paling banyak digunakan untuk kegiatan digital marketing, hal ini menunjukkan betapa besar potensi Tiktok di Indonesia. Meskipun telah meraih popularitas, Tiktok masih menghadapi tantangan dalam menjalin interaksi yang efektif dengan pengguna, khususnya para digital creator. Hal ini berdampak pada laju perkembangan platform dan pertumbuhan para digital creator karena minimnya kegiatan. Di sisi lain, meskipun pekerjaan digital creator menawarkan fleksibilitas yang tinggi, keberadaan ruang kerja fisik tetap penting untuk menunjang kegiatan profesional, proses kreatif, belajar, dan kolaborasi antar digital creator. Sehubungan dengan hal tersebut, perlu adanya wadah yang dapat mengakomodasi interaksi sosial antara para digital creator, serta antara digital creator dengan pihak penyedia platform, yaitu digital creator management yang merupakan divisi perwakilan dari perusahaan Tiktok. Untuk mewujudkan hal tersebut dirancanglah sebuah ruang kolaborasi kreatif sebagai Beranda Tiktok atau perpanjangan dari kantor Perusahaan Tiktok yang memfokuskan pada wadah terlaksananya program-program inovatif Tiktok sebagai bentuk pembangunan relasi antara penyedia dan pengguna platform. Berbeda dengan kantor pusat Tiktok Indonesia yang saat ini berada di MCC Tower Sudirman, Beranda Tiktok ini tidak hanya memberikan fasilitas kepada para karyawan perusahaan saja tetapi juga para digital creator, digital creator agency, local brand, dan publik sebagai pihak yang turut serta dalam perkembangan media sosial Tiktok. Selain tujuan yang dituliskan sebelumnya, Beranda Tiktok ini juga berfungsi sebagai wujud citra visi, misi, dan nilai perusahaan yang dapat digunakan sebagai sarana edukasi masyarakat terhadap dunia digital marketing lewat visualisasi terhadap alur kerja digital creator. Berdasarkan hasil analisis pengguna, tapak, konteks dan isu, diperoleh beberapa persoalan perancangan. Yang pertama adalah implementasi citra perusahaan media sosial Tiktok meliputi visi, misi, budaya, dan karakteristik pada perancangan ruang Beranda Tiktok. Yang kedua adalah penciptaan suasana ruang kerja dinamis dan sehat bagi para pengguna bangunan (creator management, digital creator, dan digital creator agency) yang bekerja di bidang media sosial untuk dapat berpikir secara kreatif dan berkolaborasi satu sama lain lewat memperbesar rasio area kolaborasi daripada area ruang kerja pribadi, disusul dengan area restoratif. Persoalan yang terakhir adalah konektivitas ruang Beranda Tiktok dengan lingkungan sekitarnya yang mayoritas merupakan kawasan perumahan. Tujuannya adalah untuk menghindari kesan eksklusif dan membuka akses bagi masyarakat umum melalui penyediaan ruang publik terbuka hijau yang dapat diakses oleh semua orang. Pendekatan yang diambil untuk perancangan ruang Beranda Tiktok ini adalah spatial composition for creativity (sources, void, encounter, seclusions, ambiance, views,visual cues, activator, platform for ideas, and variation), collaboration workplace (mencakup fleksibilitas, ruang komunal, open plan layout, dan technology integrated space) dan biophilic design.
USULAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN PRODUK INSTANT DRIP BAG COFFEE (STUDI KASUS PORTACABA ROASTERY)
Portacaba Roastery, sebuah perusahaan kopi yang berbasis di Bandung, Indonesia, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran produk terhadap kopi instant drip bag di kalangan konsumen umum. Meskipun budaya kopi yang semakin berkembang dan pertumbuhan pasar kopi spesial di Indonesia, Portacaba menghadapi tantangan dalam pengenalan merek dan pemahaman konsumen terhadap produk-produknya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, termasuk wawancara mendalam dengan pemilik dan calon pelanggan, untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya kesadaran produk. Analisis eksternal dan internal seperti Porter’s Five Forces, PESTEL, SWOT, dan VRIO, serta analisis konsumen, dilakukan untuk memahami dinamika pasar dan posisi kompetitif Portacaba. Temuan utama menunjukkan bahwa aktivitas promosi yang terbatas, kurangnya kolaborasi dengan influencer, dan diferensiasi yang kurang kuat menjadi penghambat visibilitas merek. Rekomendasi mencakup penerapan strategi pemasaran komprehensif yang berfokus pada pemasaran konten, keterlibatan media sosial, kolaborasi dengan influencer, dan hubungan masyarakat untuk meningkatkan pengenalan dan loyalitas merek. Upaya ini bertujuan untuk memposisikan Portacaba sebagai merek kopi terkemuka yang menjembatani kualitas dan kenyamanan bagi para penikmat kopi sehari-hari.
MENGEKSPLORASI PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN: STUDI KUALITATIF PADA KONSUMEN APPLE DI INDONESIA
Peningkatan adopsi media sosial telah secara signifikan mengubah perilaku pembelian konsumen, terutama di kalangan Gen Z dan milenial di Indonesia. Platform media sosial berfungsi sebagai saluran utama untuk interaksi merek, penemuan produk, diskusi, dan ulasan, yang membentuk cara konsumen memahami dan berinteraksi dengan merek. Meskipun telah banyak penelitian mengenai peran media sosial dalam perilaku konsumen secara umum, dampaknya terhadap pembelian merek premium seperti Apple masih kurang dieksplorasi. Studi ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan meneliti bagaimana media sosial mempengaruhi keputusan pembelian produk Apple di Indonesia melalui perspektif nilai emosional, sosial, dan fungsional. Menggunakan pendekatan kualitatif, wawancara mendalam dilakukan dengan pengguna Apple di Indonesia, yang dilengkapi dengan tinjauan literatur dari sumber akademik yang relevan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai emosional muncul melalui storytelling merek dan pesan aspiratif yang memperkuat hubungan emosional antara konsumen dan merek. Nilai sosial didorong oleh pengaruh teman sebaya, komunitas online, dan prestige yang melekat pada produk Apple, sehingga meningkatkan daya tarik merek. Sementara itu, nilai fungsional terbentuk melalui ulasan produk, konten buatan pengguna, dan pendapat para ahli, yang memberikan informasi yang dapat dipercaya sebelum konsumen membuat keputusan pembelian. Penelitian ini menyoroti bahwa keterkaitan antara ketiga nilai tersebut berperan besar dalam membangun kepercayaan konsumen, loyalitas merek, dan niat pembelian. Selain itu, hasil studi ini menegaskan pentingnya media sosial sebagai alat yang efektif dalam membangun positioning merek premium. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi perusahaan teknologi, pemasar, dan pengiklan untuk menyusun strategi media sosial yang berfokus pada keterlibatan emosional, validasi sosial, dan kredibilitas produk. Dengan memanfaatkan elemen-elemen ini secara efektif, merek dapat memperkuat hubungan dengan konsumen dan meningkatkan tingkat konversi dalam pasar digital yang kompetitif.
THE USE OF INSTAGRAM AS A SOCIAL MEDIA PLATFORM FOR BRANDING OF RESPARKING (PARKING OPERATOR BY KAI SERVICES)
Penelitian ini mengeksplorasi peran Instagram sebagai platform media sosial dalam meningkatkan visibilitas merek dan keterlibatan pelanggan, dengan fokus pada Resparking, merek manajemen parkir di bawah PT Reska Multi Usaha (KAI Services), anak perusahaan dari PT Kereta Api Indonesia (Persero). Studi ini menyoroti potensi Instagram dalam meningkatkan kesadaran merek dan keterlibatan pelanggan, terutama di Indonesia, di mana platform ini digunakan secara luas. Mengingat sifat Instagram yang berorientasi visual, platform ini menawarkan kesempatan unik bagi bisnis untuk terhubung dengan audiens melalui narasi visual yang menarik. Penelitian ini membahas tantangan yang dihadapi oleh Resparking, termasuk rendahnya kesadaran merek dan kurangnya penggunaan media sosial untuk promosi. Melalui analisis yang komprehensif, penelitian ini menilai efektivitas Instagram sebagai alat branding untuk Resparking, dengan mengusulkan bahwa peningkatan aktivitas Instagram yang dirancang secara strategis dapat meningkatkan pengenalan merek dan keterlibatan pelanggan. Tujuan penelitian ini termasuk mengevaluasi dampak Instagram terhadap visibilitas merek dan memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kehadiran media sosial Resparking. Secara metodologis, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, termasuk survei pelanggan, analisis media sosial, dan studi kasus. Temuan penelitian ini diharapkan menunjukkan bahwa konten yang konsisten dan menarik secara visual di Instagram dapat secara signifikan memperbaiki persepsi pelanggan terhadap merek, yang pada gilirannya dapat meningkatkan loyalitas dan pendapatan. Studi ini memberikan kontribusi bagi bidang pemasaran media sosial yang lebih luas dengan menawarkan wawasan tentang bagaimana Instagram dapat digunakan secara efektif sebagai alat branding dalam konteks layanan manajemen parkir.
PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP MINAT BERKUNJUNG WISATAWAN MELALUI E-WOM (ELECTRONIC WORD OF MOUTH) DI DESTINASI ISTANO BASA PAGARUYUNG KABUPATEN TANAH DATAR PROVINSI SUMATERA BARAT
Perkembangan teknologi digital telah membawa transformasi besar dalam berbagai sektor, termasuk pariwisata. Media sosial sebagai salah satu produk teknologi digital memainkan peran penting dalam menyebarkan informasi dengan cepat dan luas, sehingga memengaruhi minat serta keputusan wisatawan dalam memilih destinasi. Kabupaten Tanah Datar, sebagai daerah yang kaya akan destinasi budaya dan sejarah, menunjukkan perkembangan signifikan dalam jumlah kunjungan wisatawan, dengan realisasi mencapai 115,84% dari target yang ditetapkan. Digitalisasi tidak hanya mengubah cara wisatawan mencari informasi, tetapi juga memengaruhi bagaimana mereka mengevaluasi dan memutuskan tujuan perjalanan. Dalam konteks ini, e-WOM (electronic word-of-mouth) berfungsi sebagai saluran komunikasi yang efektif dalam membangun persepsi dan daya tarik terhadap destinasi wisata. Penelitian ini berfokus pada pengaruh media sosial terhdap minat berkunjung wisatawan dengan mediasi e-WOM. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling (PLS-SEM), penelitian ini menganalisis hubungan antara kualitas media sosial (entertainment, informativeness, irritation, credibility, personalization, incentives), e-WOM, dan minat berkunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas media sosial memiliki pengaruh signifikan terhadap minat wisatawan, dengan e-WOM sebagai mediator yang memperkuat hubungan tersebut. Temuan ini memberikan implikas i strategis bagi industri pariwisata, khususnya dalam merancang promosi digital yang lebih efektif untuk meningkatkan daya tarik dan jumlah kunjungan wisatwan. Hal ini sangat relevan bagi destinasi berbasis budaya seperti Istano Basa Pagaruyung, yang dapat memanfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan minat wisatawan. Penelitian ini tidak hanya memperkaya literatur akademis tetapi juga memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan sektor pariwisata berbasis digital.
BAGAIMANA PASAR MEREK MEWAH DI INDONESIA TERPENGARUH OLEH PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL?
Dunia mode adalah salah satu produk yang paling dipengaruhi oleh media sosial. Dengan memanfaatkan kemajuan ini, merek-merek mode dapat menjangkau audiens target mereka secara efektif melalui peningkatan kesadaran merek dan interaksi melalui iklan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami hubungan antara keputusan pembelian dan konten, interaksi konsumen, serta influencer terhadap penjualan kepada konsumen dalam pemasaran merek mewah, serta mengetahui bagaimana media sosial memengaruhi merek fashion mewah di Indonesia, di mana terdapat beberapa platform media sosial yang dapat dibahas, seperti Instagram, Facebook, dan TikTok. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner kepada responden berdasarkan kriteria yang telah ditentukan dengan metode purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara keputusan pembelian dan interaksi konsumen, serta keputusan pembelian dan konten. Hasil penelitian ini memberikan panduan bagi manajer merek mewah di Indonesia untuk mengoptimalkan strategi media sosial mereka, dengan fokus pada peningkatan interaksi pelanggan, pembuatan konten yang menarik, dan pemilihan influencer yang tepat untuk mendorong keputusan pembelian konsumen. Penelitian ini berkontribusi pada literatur pemasaran dengan memperluas pemahaman tentang bagaimana elemen-elemen media sosial—seperti interaksi pelanggan, konten, dan influencer—berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian dalam konteks pasar merek mewah di Indonesia.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS IKLAN INSTAGRAM DAN FACEBOOK : KASUS UDO INNOVATE
Media sosial adalah platform online yang dilihat oleh pemasar sebagai peluang untuk memasarkan merek mereka, berinteraksi dengan pelanggan yang sudah ada, dan menjangkau lebih banyak pelanggan potensial. Instagram dan Facebook adalah dua pilihan paling populer bagi pemasar untuk memasarkan merek mereka, dan keduanya memiliki alat periklanan berbayar dalam aplikasi yang disebut Iklan Instagram dan Iklan Facebook. Mengetahui alat mana yang lebih efisien, Iklan Instagram atau yang dimiliki Facebook, dapat membantu bisnis mengurangi biaya pemasaran yang sia-sia dengan menerapkan strategi yang efektif, yang merupakan tujuan dari penelitian ini. Tinjauan literatur dilakukan untuk menganalisis latar belakang teori penelitian ini, dan sebagai metodologi, dilakukan eksperimen pada perusahaan merek pakaian bernama U Do Innovate, dengan tujuan kampanye Awareness untuk mengumpulkan data yang diperlukan dengan menggunakan metode eksperimen, selanjutnya data dianalisis dan dibandingkan dalam hasil kedua platform menggunakan analisis deskriptif untuk menjawab pertanyaan penelitian penulis dan memenuhi tujuan penelitian ini. Menurut temuan penulis, Iklan Instagram kalah dari Iklan Facebook dalam hal efisiensi karena Iklan Facebook dapat menjangkau lebih banyak orang dengan biaya lebih rendah, namun Instagram juga dapat berguna untuk memaksimalkan sifat menarik secara visual dalam kampanye pemasaran. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi para pemasar masa depan yang ingin mengetahui berapa banyak jumlah yang bisa mereka peroleh dengan jumlah paling sedikit yang bisa mereka keluarkan untuk sebuah Iklan di kedua platform, namun hasil yang mereka peroleh tidak akan sama persis dengan temuan penulis karena tujuan kampanye, materi konten, waktu percobaan, target audiens dan algoritma spesifiknya namun diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi pemasar baru untuk menerapkan strategi periklanan sejak awal.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS IKLAN INSTAGRAM DAN FACEBOOK : KASUS UDO INNOVATE
Media sosial adalah platform online yang dilihat oleh pemasar sebagai peluang untuk memasarkan merek mereka, berinteraksi dengan pelanggan yang sudah ada, dan menjangkau lebih banyak pelanggan potensial. Instagram dan Facebook adalah dua pilihan paling populer bagi pemasar untuk memasarkan merek mereka, dan keduanya memiliki alat periklanan berbayar dalam aplikasi yang disebut Iklan Instagram dan Iklan Facebook. Mengetahui alat mana yang lebih efisien, Iklan Instagram atau yang dimiliki Facebook, dapat membantu bisnis mengurangi biaya pemasaran yang sia-sia dengan menerapkan strategi yang efektif, yang merupakan tujuan dari penelitian ini. Tinjauan literatur dilakukan untuk menganalisis latar belakang teori penelitian ini, dan sebagai metodologi, dilakukan eksperimen pada perusahaan merek pakaian bernama U Do Innovate, dengan tujuan kampanye Awareness untuk mengumpulkan data yang diperlukan dengan menggunakan metode eksperimen, selanjutnya data dianalisis dan dibandingkan dalam hasil kedua platform menggunakan analisis deskriptif untuk menjawab pertanyaan penelitian penulis dan memenuhi tujuan penelitian ini. Menurut temuan penulis, Iklan Instagram kalah dari Iklan Facebook dalam hal efisiensi karena Iklan Facebook dapat menjangkau lebih banyak orang dengan biaya lebih rendah, namun Instagram juga dapat berguna untuk memaksimalkan sifat menarik secara visual dalam kampanye pemasaran. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi para pemasar masa depan yang ingin mengetahui berapa banyak jumlah yang bisa mereka peroleh dengan jumlah paling sedikit yang bisa mereka keluarkan untuk sebuah Iklan di kedua platform, namun hasil yang mereka peroleh tidak akan sama persis dengan temuan penulis karena tujuan kampanye, materi konten, waktu percobaan, target audiens dan algoritma spesifiknya namun diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi pemasar baru untuk menerapkan strategi periklanan sejak awal.
MENGEMBANGKAN STRATEGI AKUISISI PENGGUNA YANG EFEKTIF UNTUK TAHAP AWAL APLIKASI SOCLES
Pertumbuhan pesat media sosial telah mengubah interaksi global, sering kali menghasilkan koneksi yang dangkal, terutama di kalangan generasi muda. Socles, sebuah startup media sosial tahap awal di Indonesia, bertujuan untuk mengatasi hal ini dengan membangun hubungan yang tulus melalui aplikasi Socles yang dirancang khusus untuk Generasi Z. Platform ini menekankan keaslian, hubungan yang bermakna, interaksi offline, dan permainan sosial interaktif. Namun, Socles menghadapi tantangan signifikan dalam mendapatkan basis pengguna awalnya. Untuk mengatasi tantangan ini, penelitian ini menggunakan pendekatan manajemen strategis yang komprehensif untuk mengembangkan strategi pemasaran yang terarah. Dengan menggunakan model AIDA—Attention, Interest, Desire, dan Action—penelitian ini berfokus pada penangkapan dan retensi minat pengguna dalam lanskap digital yang kompetitif. Kerangka penelitian mencakup evaluasi situasi internal Socles dan analisis lingkungan eksternal menggunakan PESTEL, Lima Kekuatan Porter, analisis pesaing, analisis tren, dan wawasan pasar. Analisis SWOT mensintesis temuan ini untuk membimbing rekomendasi strategis. Selain itu, data kualitatif dari wawancara dengan tim internal dan pengguna potensial, serta data kuantitatif dari survei mahasiswa universitas di Indonesia, memberikan pemahaman komprehensif tentang preferensi pasar. Berdasarkan wawasan ini, penelitian ini merumuskan beberapa strategi akuisisi pengguna untuk Socles dalam persiapan peluncuran publiknya. Penerapan strategi ini bertujuan untuk mendorong akuisisi pengguna awal dan meningkatkan kesiapan bisnis secara keseluruhan. Pendekatan ini pada akhirnya memberikan wawasan berharga bagi startup lain di industri media sosial yang ingin belajar dari kasus Socles.
PERANCANGAN ANIMASI DUA DIMENSI MENGENAI HUBUNGAN PARASOSIAL DALAM MEDIA SOSIAL UNTUK REMAJA AKHIR (18-24 TAHUN)
Kehadiran media sosial telah mengubah cara berinteraksi antara seorang penggemar dengan selebriti. Interaksi yang terjadi dalam media sosial dapat mendorong terciptanya hubungan parasosial, yaitu hubungan tidak timbal balik antara audiens media dengan seorang figur media. Hubungan ini pada tahap tertentu dianggap wajar karena merupakan suatu fenomena yang sudah marak terjadi di antara pengguna media sosial. Akan tetapi, banyak pengguna media sosial tidak menyadari telah terlibat dalam hubungan parasosial dan tidak bisa mengidentifikasi pemujaan berlebihan dalam hubungan parasosial. Responden remaja akhir yang diwawancarai pada penelitian ini melakukan aktivitas parasosial yaitu mengikuti media sosial selebriti, meninggalkan komentar, menonton livestream, dan berlangganan aplikasi chat. Tingkatan hubungan parasosial yang dialami responden tidak sampai ke tahap borderline-pathological. Untuk meningkatkan kesadaran membina hubungan parasosial dengan bijak dan tidak sampai ke tahap pemujaan berlebihan terhadap figur media, penulis merancang film animasi 2D mengenai hubungan parasosial. Target perancangan adalah remaja akhir berusia 18-24 tahun, kelompok yang aktif menggunakan media sosial dan masa seseorang sedang berada di transisi remaja ke dewasa dan mulai dapat mengembangkan cara berpikir yang kritis. Animasi dua dimensi mampu memvisualisasikan sebuah fenomena seperti hubungan parasosial dengan penggunaan metafora sebagai cara penyampaian pesan kepada audiens.
MERANCANG STRATEGI PEMASARAN MEDIA SOSIAL YANG MENARGETKAN GENERASI Z DENGAN MENJELAJAHI KEBIASAAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL MEREKA TERKAIT PERUMAHAN BERSUBSIDI DI INDONESIA (STUDI KASUS PT. GRAHA PUTRA ASIDO)
PT. Graha Putra Asido, sebuah perusahaan perumahan di Pematangsiantar yang berfokus pada perumahan bersubsidi, belum memiliki strategi pemasaran yang terarah, dengan hanya 22,22% pembeli berasal dari Generasi Z meskipun kelompok ini mendominasi program perumahan bersubsidi di Indonesia. Untuk menghindari kehilangan pasar dan memanfaatkan penggunaan media sosial yang signifikan oleh Gen Z, penelitian ini dilakukan untuk mengusulkan strategi pemasaran yang sesuai dengan preferensi dan perilaku Generasi Z guna meningkatkan jangkauan dan keterlibatan pasar PT. Graha Putra Asido, menggunakan metode P.O.S.T dan sentuhan pada Strategi P.O.E.M. Melalui pendekatan metode campuran, termasuk survei pasar dan wawancara informan kunci, penelitian ini mengeksplorasi pola penggunaan dan preferensi media sosial Gen Z, serta strategi pemasaran dari perusahaan saat ini. Penelitian ini menyimpulkan dengan rencana yang komprehensif, termasuk sebuah bagan Gantt, untuk mencapai tiga tujuan utama dengan menerapkan strategi media sosial yang terarah, seperti jadwal posting yang dioptimalkan, konten fokus platform, visual yang menarik, kemitraan dengan influencer, dan kampanye menarik yang disesuaikan dengan preferensi Generasi Z.
PENGARUH PERILAKU KONSUMEN DAN PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP KONTEN MEDIA SOSIAL TERHADAP MINAT MEMBELI LAYANAN SUSU BUBUK
Studi ini menyelidiki dampak perilaku dan persepsi konsumen terhadap niat pembelian layanan susu formula dari ASI yang disediakan oleh Mengasihi. Dengan pertumbuhan pesat penggunaan media sosial di Indonesia, terutama Instagram, bisnis menghadapi tantangan dan peluang baru dalam pemasaran digital. Mengasihi, sebuah perusahaan yang menawarkan layanan pengolahan ASI, saat ini mengalami tingkat konversi yang rendah meskipun memiliki tingkat keterlibatan yang tinggi di platform media sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor kunci dalam perilaku dan persepsi konsumen yang memengaruhi niat pembelian ibu-ibu. Studi ini menggunakan pendekatan metode campuran, menggabungkan wawasan kualitatif dari wawancara awal dengan ibu-ibu dan analisis kuantitatif terhadap konten media sosial serta interaksi pengguna. Temuan menunjukkan bahwa preferensi konsumen, seperti video pendek yang informatif dan unggahan dengan teks minimal, secara signifikan meningkatkan keterlibatan pengguna dan niat pembelian. Preferensi untuk model lokal dan unggahan interaktif dengan hadiah juga menekankan pentingnya relevansi budaya dan keterlibatan pengguna dalam membentuk persepsi konsumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menyelaraskan konten Instagram dengan preferensi konsumen dan meningkatkan nilai yang dirasakan dari interaksi di media sosial, Mengasihi dapat meningkatkan tingkat konversinya dan mencapai arus kas yang lebih stabil. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis untuk mengoptimalkan strategi pemasaran, dengan menekankan pentingnya memahami perilaku konsumen dan memanfaatkan platform digital secara efektif untuk mendorong pertumbuhan bisnis.