📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen

Pencarian topik

Reset

Hasil Dokumen

Ditemukan: 43 dokumen

ANALISIS DAYA SAING PARIWISATA MENGGUNAKAN METODE COMPETITIVENESS MONITOR (STUDI KASUS: MALINO HIGHLAND DAN HUTAN PINUS MALINO)

Kabupaten Gowa memiliki potensi pariwisata yang mampu bersaing di Sulawesi Selatan. Hal ini ditegaskan melalui visi Kabupaten Gowa untuk menjadi salah satu dari tiga besar kontributor utama dalam penguatan daya saing pariwisata Sulawesi Selatan di tingkat nasional dan internasional. Pengukuran daya saing pariwisata memerlukan telaah yang menyeluruh, mengingat pariwisata merupakan sistem yang terdiri atas berbagai elemen saling terkait. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik pariwisata dan mengukur indeks daya saing pariwisata di Kabupaten Gowa. Metode yang digunakan meliputi analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif, dan spasial. Analisis deskriptif kualitatif digunakan untuk menjelaskan karakteristik elemen sistem pariwisata. Analisis spasial, berupa analisis overlay, digunakan untuk menggambarkan distribusi spasial daya saing pariwisata. Sedangkan analisis deskriptif kuantitatif diterapkan untuk mengukur daya saing pariwisata dengan menggunakan metode Competitiveness Monitor. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan dan telaah literatur. Hasil analisis menunjukkan bahwa karakteristik pariwisata Kabupaten Gowa terbentuk dari sejarahnya sebagai kerajaan besar serta keindahan alam pegunungan yang unik di Sulawesi Selatan, yang mampu menarik wisatawan. Potensi ini diperkuat oleh subsistem eksternal, seperti kondisi alam yang mendukung, bonus demografi, kemajuan teknologi, kekayaan sosial-budaya, stabilitas ekonomi, dan kebijakan pariwisata yang mendorong pengembangan sektor ini.Hasil pengukuran daya saing pariwisata Kabupaten Gowa menunjukkan bahwa Malino Highland unggul pada lima indikator, yaitu Human Tourism Indicator (HTI), Price Competitiveness Indicator (PCI), Infrastructure Development Indicator (IDI), Human Resources Indicator (HRI), dan Social Development Indicator (SDI). Sedangkan Hutan Pinus Malino unggul pada tiga indikator, yaitu Environment Indicator (EI), Technology Advancement Indicator (TAI), dan Openness Indicator (OI).

2025
👤 Penulis: Masfirah Sriwulandari
🏷️ Pariwisata 🏷️ Analisis Daya Saing Pariwisata 🏷️ Manajemen Rantai Pasokan Pariwisata

MENINGKATKAN STRATEGI PERUSAHAAN DALAM INDUSTRI PERJALANAN: ANALISIS CREART TRAVEL

Industri perjalanan memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan global, mencerminkan perannya yang penting dalam perekonomian dunia selama periode 2019-2024. Pendapatan ini mencakup penghasilan dari layanan seperti penerbangan, akomodasi, tur, transportasi, dan berbagai aktivitas terkait perjalanan lainnya. Industri perjalanan mempekerjakan sekitar 3 juta orang, menunjukkan perannya sebagai generator lapangan kerja utama. Menjadi entitas signifikan dalam industri pariwisata Indonesia, Creart Travel merupakan bagian dari PT. Semesta Muda Berkarya, menawarkan berbagai layanan perjalanan inovatif yang dirancang untuk klien individu maupun korporat. Meskipun memiliki potensi, bisnis ini menghadapi tantangan seperti pengenalan merek yang kurang memadai, persaingan pasar yang ketat, dan tingkat pertumbuhan yang lambat. Untuk meningkatkan keunggulan kompetitif Creart Travel dan mencapai perkembangan yang berkelanjutan, tesis ini akan menganalisis strategi bisnis perusahaan saat ini serta mengidentifikasi alternatif yang layak. Penelitian ini menggunakan metodologi yang mencakup analisis internal dan eksternal secara menyeluruh. Instrumen seperti analisis SWOT, Matriks InternalEksternal (IE), dan kerangka kerja Lima Kekuatan Porter digunakan untuk menilai kekuatan dan kelemahan internal perusahaan, serta peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi. Data primer yang diperoleh dari klien korporat, bersama dengan data sekunder dari laporan industri, memberikan wawasan berharga tentang tren pasar, kebutuhan pelanggan, dan strategi kompetitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan fundamental Creart Travel terletak pada aliansi strategis, penawaran layanan yang berorientasi pada pelanggan, dan paket perjalanan inovatif. Namun, keterbatasan dalam visibilitas merek dan kurangnya keunikan dalam strategi pemasaran menjadi hambatan bagi pertumbuhan perusahaan. Studi ini merekomendasikan penerapan strategi yang terarah, termasuk peningkatan kampanye pemasaran digital, eksplorasi pasar niche seperti perjalanan bleisure (bisnis-rekreasi), dan peningkatan personalisasi layanan untuk menarik serta mempertahankan pelanggan.

2025
👤 Penulis: Nabila Salsabilia
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Pariwisata 🏷️ Kecerdasan Buatan

PERANCANGAN LOCAL BRAND FASHION CENTER SEBAGAI DISTRIK BISNIS DI KOTA BANDUNG.

Pusat Lokal Brand Fashion menjadi inisiatif penting dalam mengembangkan industri tekstil dan fashion di Kota Bandung. Dengan pertumbuhan pesat industri kreatif lokal, perancangan pusat ini bertujuan untuk memberikan wadah bagi para pengusaha kecil dan menengah (UMKM) untuk memperluas jangkauan bisnis mereka. Selain itu, pusat ini juga berfungsi sebagai pusat edukasi untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan di bidang tekstil dan fashion. Melalui pendekatan desain yang holistik, pusat ini diharapkan menjadi tempat yang memadukan aspek bisnis, pariwisata, kreativitas, kolaborasi dan pendidikan. Fasilitas yang disediakan mencakup ruang pameran, ruang kerja bersama, dan ruang kelas untuk pelatihan dan workshop. Dengan demikian, pusat UMKM Fashion bukan hanya menjadi tempat untuk berbisnis, tetapi juga menjadi tempat bagi para pelaku industri untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Perancangan pusat UMKM Fashion memperhatikan aspek keberlanjutan dengan memanfaatkan teknologi ramah lingkungan dan material yang dapat didaur ulang. Selain itu, integrasi teknologi informasi juga diterapkan untuk memfasilitasi komunikasi antara pelaku industri dan konsumen, meningkatkan visibilitas produk produk UMKM secara daring dan memberikan pengalaman berbelanja di fasilitas ini. Diharapkan bahwa pusat ini akan menjadi motor penggerak bagi pertumbuhan ekonomi lokal, meningkatkan daya saing industri tekstil dan fashion Kota Bandung, serta memberikan dampak positif bagi pengembangan keterampilan dan pengetahuan di bidang tersebut.

2024
👤 Penulis: Muhammad Rafi Alfajri
🏷️ Pariwisata 🏷️ Teknologi Ramah Lingkungan 🏷️ Kecerdasan Buatan

PERSEPSI PENGUNJUNG PAMERAN PADA PARTISIPASI INDONESIA DALAM KEGIATAN PROMOSI PARIWISATA: NEW YORK TRAVEL AND ADVENTURE SHOW 2024

Jenis wadah memasarkan produk pariwisata dapat melalui berbagai model, salah satunya bisa dengan pameran pariwisata. Persepsi wisatawan pada produk pariwisata yang dipromosikan pada pameran pariwisata kerap kali menjadi batu sandungan yang menimbulkan ketidaksesuaian dengan minat pasar. Hal tersebut disebabkan perubahan karakteristik wisatawan, baik dari perkembangan promosi suatu daerah ataupun negara benchmark. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kesesuaian produk dan minat produk pariwisata Indonesia yang ditawarkan pada salah satu kegiatan pariwisata terbesar di Benua Amerika; New York Travel and Adventure Show 2024. Teknik pengumpulan data dan informasi dilakukan melalui observasi lapangan dan interview melalui google form kepada sejumlah pengunjung booth Wonderful Indonesia di pameran pariwisata internasional New York Travel Show 2024 selama dua hari pada tanggal 27 sampai 28 Januari 2024 dengan jumlah sampel yang diteliti sebanyak seratus dua responden. Pertanyaan mengulik pengalaman pengunjung booth Wonderful Indonesia yang dibagi menjadi karakteristik responden (asal negara, maksud melakukan perjalanan, sumber informasi yang menjadi rujukan melakukan perjalanan, dan segmentasi wisata favorit) dan persepsi 7P. Hasil penelitian menunjukkan responden didominasi oleh kewarganegaraan Amerika Serikat, yakni sebanyak 97 responden atau 95,1 persen dan maksud melakukan perjalanan didominasi oleh jawaban traveling/vacation sebanyak 79 jawaban. Sumber informasi yang menjadi rujukan melakukan perjalanan adalah informasi dari event pariwisata sebanyak 50 jawaban dan jawaban segmentasi wisata favorit adalah culture sebanyak 46 jawaban. Pada analisis mix marketing mengenai produk yang ditawarkan di New York Travel & Adventure Show 2024, faktor price memiliki persentase skor tertinggi dengan 89,2 persen, disusul faktor place dengan persentase skor 84,5 persen. Adapun kelima faktor lainnya berada di interval nilai baik. Secara total, produk yang ditawarkan oleh industri pariwisata Indonesia pada kegiatan New York Travel & Adventure Show 2024 berada di interval nilai 79,7% dan dapat dikatakan baik.

2024
👤 Penulis: Ramiz Ansharil Haq
🏷️ Pariwisata 🏷️ Analisis Mix Marketing 🏷️ Persepsi Wisatawan

EFEK LIMPAHAN SPASIAL DARI DAMPAK EKONOMI PARIWISATA PROVINSI SUMATERA UTARA

Sumatera Utara telah mengalami perkembangan pariwisata yang substansial, terutama di kawasan Danau Toba yang ditetapkan sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas. Hal ini memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perekonomian provinsi Sumatera Utara. Selain itu, dampak ekonomi pariwisata tersebut tidak hanya terjadi di wilayah Sumatera Utara saja, tetapi juga menciptakan efek tidak langsung dan efek induksi yang menyebar ke ekonomi yang lebih luas dan mengarah pada efek limpahan spasial di luar wilayah administrasi Sumatera Utara. Hal ini disebabkan oleh kegiatan pariwisata yang multi sektoral dan menciptakan arus kegiatan ekonomi yang membutuhkan pasokan barang dan bahan baku dari sektor-sektor di luar daerah tujuan wisata. Akibatnya, terjadi limpahan spasial di daerah sekitarnya, yang mengindikasikan adanya pengaruh pariwisata terhadap ekonomi lokal dan regional. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek limpahan dari pertumbuhan pariwisata di Sumatera Utara dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi provinsi-provinsi lain di Indonesia. Studi ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan model analisis Interregional Input-Output (IRIO) untuk menangkap dampak ekonomi yang lebih luas. Dengan menggunakan pendekatan spasial, penelitian ini berupaya mengidentifikasi kontribusi dari pengeluaran wisatawan terhadap indikator – indikator perekonomian dan meningkatkan pemahaman kita tentang seberapa besar efek limpahan spasial ini. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik Nasional dan Daerah Provinsi Sumatera. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa kegiatan pariwisata di provinsi Sumatera Utara berkontribusi cukup besar dalam mendukung perekonomian provinsi ini. Melalui pengeluaran wisatawan baik domestik dan mancanegara pada tahun 2023 telah memberikan dampak terhadap output dan pendapatan di provinsi Sumatera Utara masing – masing sebesar 125,39 dan 27,94 triliun rupiah. Sementara itu, dampak terhadap Nilai Tambah Bruto (NTB) yang diterima oleh Sumatera Utara mencapai nilai sebesar 64,92 triliun rupiah, dimana berkontribusi sebesar 6,18% terhadap penerimaan PDRB provinsi Sumatera Utara tahun 2023. Dampak pengeluaran wisatawan juga telah berperan dalam penyerapan tenaga kerja sekitar 1,36 juta orang atau berkontribusi sebesar 18,1% terhadap penyerapan tenaga kerja di Sumatera Utara pada tahun 2023. Selain itu, pengeluaran wisatawan domestik berkontribusi sekitar 93% dari seluruh dampak yang ditimbulkan, yang menunjukkan peran penting dari kegiatan pariwisata lokal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi pariwisata provinsi Sumatera Utara. Sementara itu, total dampak limpahan dari pengeluaran wisatawan di Sumatera Utara terhadap seluruh wilayah di Indonesia mencapai 231,19 triliun rupiah untuk dampak output, 49,41 triliun rupiah untuk dampak pendapatan, 123,54 triliun rupiah untuk dampak NTB, dan 2,05 juta orang untuk dampak penyerapan tenaga kerja. Lebih dari 40% dari total dampak tersebut merupakan efek limpahan yang terjadi di luar wilayah Sumatera Utara dan menyebar ke berbagai provinsi lainnya di Indonesia. Hal ini menunjukkan besaran efek limpahan spasial dari dampak ekonomi pariwisata Sumatera Utara yang tidak kalah besar dengan dampak yang terjadi di provinsi Sumatera Utara sendiri. Secara keseluruhan, efek limpahan spasial terjadi paling besar pada provinsi yang berada di pulau Jawa, termasuk DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, dimana menunjukkan bahwa provinsi – provinsi tersebut mempunyai hubungan dan koneksi perekonomian yang besar dengan Sumatera Utara. Dampak langsung dari pengeluaran wisatawan dapat terlihat jelas ke berbagai jenis industri seperti akomodasi, makanan dan minuman, transportasi, hiburan/rekreasi, retail, dan lainnya serta digandakan melalui dampak tidak langsung dan induksi yang menghasilkan dampak ekonomi yang lebih besar. Namun, besaran dampak pengeluaran wisatawan mancanegara mengindikasikan bahwa pasar wisatawan internasional di Sumatera Utara belum dioptimalkan, sehingga diperlukan strategi pengembangan dan promosi pariwisata provinsi Sumatera Utara yang lebih terfokus dalam peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Selain itu, komponen pengeluaran wisatawan yang tidak terbatas pada satu jenis industri membuat dampak keseluruhan kegiatan pariwisata tidak terlihat pada statistik perekonomian Sumatera Utara. Oleh karena itu, perlu adanya penyusunan neraca satelit pariwisata wilayah Sumatera Utara secara reguler untuk mengukur dan memahami kontribusi pariwisata dalam perekonomian.

2024
👤 Penulis: Agustian Harahap
🏷️ Pariwisata 🏷️ Interregional Input-Output (Irio) 🏷️ Limpahan Spasial Ekonomi

STUDI EMPIRIS RANTAI PASOKAN KOPI INDONESIA - SUMATERA SELATAN

Indonesia merupakan salah satu penghasil kopi terbesar dan pengekspor kopi terbesar. Pada tahun 2019 total nilai ekspor kopi adalah $872.355,44K (World Integrated Trade Solution, 2023). Mengingat jumlah ekspornya yang besar, saya ingin menganalisis rantai pasok kopi di Sumatera Selatan dengan fokus pada kopi. Kopi Luwak merupakan jenis kopi paling langka yang dibuat dari pencernaan buah kopi luwak, dikenal karena rasa cokelatnya yang unik dan teksturnya yang lembut serta tingkat keasaman yang rendah pada kopi yang membuatnya unik (Graham, 2023). Namun, rantai pasoknya tidak berkelanjutan dan sebagian besar produsen kurang memiliki pengetahuan tentang produk di pasar internasional. Penelitian ini bertujuan untuk memperluas kesadaran pasar internasional bagi para pemangku kepentingan utama, khususnya petani dan konsumen dalam bisnis kopi. Selain itu, bagian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi kopi luwak sebagai penggerak pariwisata (Bali Golden Tour, 2024), yang diambil dari Bali sebagai inspirasi untuk membuka peluang bagi para petani untuk mengembangkan bisnis mereka. Data primer adalah jenis data yang akan digunakan dalam penelitian ini. Saya akan melakukan wawancara santai dan melakukan survei daring dengan mereka yang terlibat dalam industri kopi untuk mengumpulkan data primer. Publikasi pemerintah, makalah akademis, dan penelitian tentang budidaya dan perdagangan kopi Indonesia akan memberikan data tambahan. Saya juga akan memeriksa data dari Badan Pusat Statistik Indonesia. Ini akan meningkatkan pemahaman saya tentang manajemen risiko dalam rantai pasokan kopi. Saya akan menyelidiki bagaimana rantai pasokan kopi Indonesia berfungsi dengan memeriksa data primer, dengan fokus pada petani Sumatera Selatan. Saya akan membuat perbandingan antara produsen kopi luwak dan petani kopi tradisional. Saya akan menyajikan data secara visual dengan grafik atau gambar agar lebih mudah dipahami. Hasil disertasi ini memiliki arti penting bagi perusahaan kopi Indonesia. Pertama, mereka dapat menghemat waktu dan uang dengan meningkatkan efisiensi rantai pasokan mereka dengan bantuan penelitian. Untuk menonjol di pasar, mereka juga dapat berkonsentrasi pada produksi varietas kopi yang unik, seperti kopi luwak. Ketiga, mereka dapat menemukan pasar baru untuk kopi mereka, baik di dalam negeri maupun internasional. Mereka juga dapat menemukan kelemahan rantai pasokan dan meningkatkan sistem rantai pasokan agar berkelanjutan dalam keberlangsungan sektor kopi.

2024
👤 Penulis: Jordan Numaru Nainggolan
🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi Pertanian 🏷️ Pariwisata

ANALISIS PENGEMBANGAN STRATEGI DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN DI KABUPATEN TORAJA UTARA

Pariwisata di Indonesia yang memiliki keunikan dan banyak ragam berbeda dari negara lain menjadikan banyak wisatawan, baik lokal maupun mancanegara tertarik mengunjungi untuk menikmati indahnya keanekaragaman wisata alam, wisata budaya, wisata kuliner hingga wisata buatan. Hal ini mengindikasikan bahwa pariwisata telah menjadi sektor yang berperan penting dalam menyumbang perkembangan perekonomian di Indonesia. Kabupaten Toraja Utara merupakan salah satu daerah dengan potensi wisata budaya dan alam yang sangat menarik. Pada tahun 2015 Toraja Utara telah menrumuskan Strategi dan Kebijakan dalam pembangunan Kepariwisataan di Kabupaten Toraja Utara. Namun dalam perkembangannya, pembangunan Kapariwisataan di Kabupaten Toraja Utara tidak mengalami perkembangan yang signifikan utamanya dalam hal kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana penerapan Kebijakan dan Strategi dalam pelaksanaan pembangunan kepariwisataan di Kabupaten Toraja Utara melalui 4 komponen pariwisata yaitu Attraction, Amenities, Ancillary dan Accesibility. Data yang dianalisis menggunakan data primer yang dioeroleh melaui wawancara dengan beberapa sumber yang terkait dengan perumusan kebijakan dalam pembangunan kepariwisataan di Kabupaten Toraja Utara dan data sekubder diperoleh dari dokumen dokumen yang memuat Kebijakan dan Strategi pembangunan kepariwisataan. Analisis data meggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini dibatasi pada 10 Daerah Tujuan Wisata unggulan dan menganalisis apa saja yang menjadi potensi dan hambatan dari DTW tersebut

2024
👤 Penulis: Raveni Olivia Christina
🏷️ Pariwisata 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Analisis Strategi Pembangunan

IDENTIFIKASI PERMASALAHAN CENTRA BATIK TRUSMI BERDASARKAN ASPEK LOKASI, PERSEPSI, DAN PREFERENSI PENGGUNA338

Centra Batik Trusmi merupakan pasar rakyat tematik batik yang menjadi salah satu daya tarik pariwisata di Kawasan Batik Trusmi. Namun keadaan Centra Batik Trusmi yang seringkali terlihat sepi sepanjang akhir periode Covid-19 dari tahun 2022 hingga saat ini sangat mengkhawatirkan. Berdasarkan situasi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis permasalahan yang dihadapi oleh Centra Batik Trusmi dari tiga aspek utama, yaitu lokasi, persepsi, dan preferensi pengguna, yaitu pedagang dan pengunjung. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran Centra Batik Trusmi sebagai salah satu daya tarik pariwisata di Kawasan Batik Trusmi, Kabupaten Cirebon yang mengalami berbagai tantangan dalam pengembangan dan keberlanjutannya. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode campuran dan pendekatan penelitian deduktif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pedagang, serta survei kepada pengunjung. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi permasalahan utama dan menyusun rekomendasi untuk perbaikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat permasalahan desain dan non desain yang terjadi dan perlu segera dilakukaan perbaikan infrastruktur dan fasilitas di dalam dan sekitar Centra Batik Trusmi untuk meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan pengunjung. Selain itu, diperlukan juga strategi promosi yang lebih efektif untuk meningkatkan daya tarik dan persaingan pusat batik ini dengan pasar/toko batik lainnya di Kawasan Batik Trusmi.

2024
👤 Penulis: Faiz Muhammad Prasetya
🏷️ Desain Dan Non-Desain 🏷️ Pariwisata 🏷️ Kawasan Batik

PERAN PEREMPUAN DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA DI KAWASAN PERKAMPUNGAN BUDAYA BETAWI SETU BABAKAN, KECAMATAN JAGAKARSA, JAKARTA SELATAN

Pariwisata merupakan salah satu sektor penting dalam pembangunan ekonomi nasional dan daerah, dengan potensi besar untuk menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Dalam sektor ini, peran perempuan menjadi aspek krusial dalam mendukung pertumbuhan inklusif, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat fondasi pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, keikutsertaan perempuan penting dalam pengembangan pariwisata. Salah satu jenis pariwisata budaya yang berkembang saat ini adalah Kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan yang berada di Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan. Kawasan ini dihuni oleh mayoritas masyarakat suku betawi dengan beragamnya keikutsertaan perempuan didalamnya, dimana peran perempuan perlu dipertimbangkan dalam pengembangan pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menemukenali sejauh mana peran perempuan dalam pengembangan kegiatan wisata di Kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan. Untuk mencapai tujuan penelitian, keikutsertaan perempuan eksisting dalam kegiatan wisata di Kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan dianalisis dengan menerapkan teori partisipasi masyarakat dengan metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil analisis ini kemudian digunakan untuk menemukenali sejauh mana keikutsertaan perempuan berdasarkan konsep partisipasi masyarakat pada setiap tahapan lalu dijelaskan pada bagian mana saja perempuan berperan dan kurang berperan dalam pelaksanaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keikutsertaan perempuan dapat dijumpai hampir di setiap aspek dalam kegiatan wisata di Kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan seperti dalam wisata kuliner, wisata budaya, wisata air, dan wisata agro. Dalam setiap tahapan partisipasi, terdapat keikutsertaan perempuan dengan bentuk peran yang beragam. Perempuan diberikan kesempatan untuk berkontribusi dan berperan dalam berbagai bidang sesuai dengan keahlian dan kebutuhannya. Perempuan berperan besar dalam bidang pelayanan tamu, pelayanan pengunjung museum Betawi, pelayanan toko cinderamata, kesenian tari daerah, penyediaan makanan dan minuman, workshop kuliner Betawi, serta homestay.

2024
👤 Penulis: Ayu Wanda Rifdah
🏷️ Pariwisata 🏷️ Partisipasi Masyarakat 🏷️ Kecerdasan Buatan

REDESAIN KAWASAN WISATA ALAM SITU PATENGAN, KECAMATAN RANCABALI, KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT

Tingginya minat wisatawan berwisata di Indonesia menjadikan pariwisata di Indonesia mengalami pertumbuhan yang cepat. Namun, jumlah wisatawan ini mengalami penurunan yang sangat signifikan akibat pandemi COVID-19 dan kembali mengalami pertumbuhan ditandai dengan peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata pasca pemulihan COVID-19. Kawasan Wisata Alam Situ Patengan merupakan salah satu yang merasakan dampak kenaikan jumlah kunjungan wisatawan. Peningkatan jumlah wisatawan ini memang pertanda yang baik jika dilihat dari sisi ekonomi, namun juga memiliki dampak yang negatif kepada lingkungan. Untuk mengatasi kerusakan lingkungan terjadi, pembangunan pariwisata harus berlandaskan prinsip berkelanjutan baik secara lingkungan, ekonomi, dan sosial. Salah satu prinsip pariwisata berkelanjutan adalah memperhitungkan daya dukung kawasan, yaitu jumlah maksimum wisatawan yang dapat ditampung di suatu area pada waktu tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan daya dukung Kawasan Wisata Alam Situ Patengan dengan mempertimbangkan aspek fisik, lingkungan, serta manajemennya. Daya dukung kawasan wisata dihitung menggunakan metode Cifuentes (1992), yakni menghitung daya dukung fisik yang ditentukan berdasarkan luasan area wisata, daya dukung riil yang ditentukan berdasarkan faktor koreksi, dan daya dukung efektif yang ditentukan berdasarkan kapasitas manajemen. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa nilai daya dukung fisik adalah sebesar 16.698 wisatawan per hari, nilai daya dukung riil sebesar 748 wisatawan per hari, dan daya dukung efektif sebesar 545 wisatawan per hari. Namun, jumlah aktual wisatawan pasca pandemi COVID-19 pada tahun 2022 mencapai 287.526 wisatawan dan telah melampaui nilai daya dukung riil dan daya dukung efektif.

2024
👤 Penulis: Marwan Hadid
🏷️ Pariwisata 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF PARIWISATA PADA KOMUNITAS DI BANDUNG

Tesis ini melihat berbagai hasil yang mempengaruhi komunitas Indonesia akibat adanya situs wisata di daerah tersebut. Penelitian ini menelaah dampak multifaset dari pariwisata pada komunitas lokal di Lembang, Indonesia, dengan fokus pada aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi baik konsekuensi positif maupun negatif dari pariwisata di daerah tersebut, terutama di situs-situs wisata terkenal seperti The Great Asia Afrika, The Farmhouse, dan Floating Market. Pendekatan kualitatif digunakan, melibatkan wawancara semi-terstruktur dengan penduduk setempat, pemilik usaha, dan karyawan, serta observasi partisipan di situs-situs wisata. Temuan menunjukkan bahwa pariwisata berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja, perbaikan pengelolaan sampah, dan pertukaran budaya. Bisnis lokal mendapat manfaat dari peningkatan pengeluaran wisatawan, yang mengarah pada diversifikasi sumber pendapatan dan pengembangan infrastruktur. Namun, pariwisata juga membawa dampak negatif yang signifikan, termasuk degradasi lingkungan, erosi budaya, peningkatan biaya hidup, dan kesenjangan ekonomi. Masuknya wisatawan menyebabkan polusi udara, hilangnya ruang hijau, dan gangguan terhadap norma dan privasi lokal. Studi ini menekankan perlunya praktik pariwisata berkelanjutan yang menyeimbangkan manfaat ekonomi dengan pelestarian lingkungan dan harmoni sosial. Rekomendasi diberikan untuk lembaga pemerintah, komunitas lokal, dan pengelola pariwisata untuk meningkatkan hasil positif dan mengurangi dampak negatif. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang dan strategi mitigasi yang efektif.

2024
👤 Penulis: Cho Jun Hyun
🏷️ Pariwisata 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

PENGARUH KEGIATAN PARIWISATA TERHADAP PENGGUNAAN LAHAN BERDASARKAN HUKUM FORMAL DAN HUKUM ADAT (PENELITIAN KASUS: DESA CANGGU, BALI)

Pulau Bali, ikon pariwisata Indonesia, terkenal dengan keindahan alam, seni, dan budayanya yang menarik wisatawan dari seluruh dunia. Perkembangan pariwisata di Bali Selatan, khususnya di Desa Canggu, telah berdampak signifikan pada penggunaan lahan. Desa Canggu, yang awalnya merupakan area pertanian hijau, kini beralih fungsi menjadi lokasi akomodasi pariwisata seperti villa dan hotel, didorong oleh meningkatnya permintaan wisatawan akan fasiilitas tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh pariwisata terhadap perubahan penggunaan lahan di Desa Canggu dan Kesesuaian perubahan ini dengan hukum formal dan adat. Data dikumpulkan melalui metode kualitatif- deskriptif, termasuk wawwancara, observasi, dan analisis dokumen menggunakan software NVIVO 14. Analisis mencakup identifikasi perkembangan pariwisata, proses perubahan lahan, serta kesesuaian penggunaan lahan menurut hukum formal dan adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pariwisata menyebabkan alih fungsi lahan dari pertanian ke akomodasi, mengurangi lahan pertanian produktif dan mengancam ketahanan pangan lokal. Berdasarkan hukum formal, perubahan lahan diatur oleh RTRW dan RDTR, namun implementasinya sering tidak sesuai. Hukum adat, melalui awig – awig Desa Adat, juga penting dalam mengendalikan pemanfaatan lahan, berdasarkan filosofi Tri Hita Karana yang menekankan keseimbangan antara manusia, Tuhan, dan lingkungan. Namun, hukum adat juga menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian budaya serta lingkungan. Penelitian mengidentifikasi faktor-faktor pendorong seperti perkembangan ekonomi, pembangunan infrastruktur, kebijakan pembangunan, dan investasi, serta faktor penghambat seperti regulasi lingkungan, konflik lahan, dan keterbatasan infrastruktur. Kesimpulannya, perkembangan pariwisata di Desa Canggu berdampak signifikan pada penggunaan lahan, yang tidak selalu sesuai dengan hukum formal maupun adat. Diperlukan kebijakan komprehensif dan integratif untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan pariwisata dan pelestarian lahan hijau serta budaya lokal.

2024
👤 Penulis: Titania Athaya Putri
🏷️ Pariwisata 🏷️ Kecerdasan Buatan 🏷️ Manajemen Rantai Pasok

PENGEMBANGAN KEPARIWISATAAN PASISIR KABUPATEN PANGANDARAN BERBASIS PENGURANGAN RESIKO BENCANA

Pengembangan kepariwisataan berbasis pengurangan risiko bencana di kawasan pesisir Kabupaten Pangandaran diharapkan mampu berperan dalam mendorong perkembangan pariwisata dengan mengurangi risiko bencana tsunami yang dapat ditimbulkan. Penelitian ini menggunakan mix method dengan penerapan analisis zonasi kepariwisataan dan pemodelan risiko tsunami. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan arahan pengembangan kepariwisataan yang berbasis pengurangan risiko bencana. Hasil analisis penelitian ini menyimpulkan bahwa dengan analisis zonasi kepariwisataan dapat ditentukan fungsi dari setiap zona wisata sehingga terbentuk struktur pelayanan pariwisata yang komperhensif. Selain itu, dari hasil risiko tsunami menunjukan adanya risiko tinggi pada zona utama/inti yang menjadi titik daya tarik wisata utama dan zona pendukung/penyangga. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan yang menerapkan upaya mitigasi untuk mengurangi risiko tersebut. Temuan ini dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam pengembangan kepariwistaan di Kawasan Pesisir Kabupaten Pangandaran yang berada dalam bayang-bayang bencana tsunami. Implikasi praktis dari penelitian ini menekankan pentingnya perhatian yang diberikan oleh pemerintah, pelaku usaha pariwisata termasuk wisatawan untuk berkolaborasi dalam membangun kepariwisataan yang berbasis pengurangan risiko bencana.

2024
👤 Penulis: Ricky Karya Pratama
🏷️ Pariwisata 🏷️ Manajemen Rantai Pasok 🏷️ Hidrologi

STRATEGI PENINGKATAN KESIAPSIAGAAN BENCANA PADA WISATAWAN DI KAWASAN BANDUNG UTARA TERHADAP BAHAYA BENCANA GEMPA BUMI SESAR LEMBANG (STUDI KASUS : KECAMATAN LEMBANG)

Berdasarkan sudut pandang sektor pariwisata, Kecamatan Lembang merupakan salah satu wilayah yang memiliki daya tarik wisata yang diminati oleh masyarakat baik lokal, nasional, hingga mancanegara. Keberadaan Kecamatan Lembang yang dilewati oleh garis Sesar Lembang menjadi perhatian peneliti terkait potensi gempa bumi dan bahaya yang ditimbulkan dari aktivitas gempa bumi Sesar Lembang. Potensi gempa bumi tersebut dapat mengancam wisatawan yang sedang berwisata di kawasan tersebut sehingga perlu di tinjau terkait strategi peningkatan kesiapsiagaan bagi wisatawan dalam menghadapi bencana gempa bumi Sesar Lembang. Penelitian-penelitian terdahulu seringkali membahas terkait strategi upaya peningkatan kesiapsiagaan bencana bagi masyarakat lokal. Penelitian ini mencoba mencari tahu strategi peningkatan kesiapsiagaan yang ditujukan pada wisatawan di Kawasan Bandung Utara dalam hal ini adalah Kecamatan Lembang. Hasil penelitian menunjukan bahwa unsur perangkat daerah dan swasta sebagai pengelola destinasi wisata belum mengupayakan peningkatan kesiapsiagaan bagi wisatawan yang berkunjung di Kecamatan Lembang. Upaya yang dilakukan oleh unsur perangkat daerah dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Barat baru dilaksanakan kepada para pengelola destinasi wisata melalui Bimbingan Teknis kepada para pekerja di Destinasi Wisata. Walaupun sebagian wisatawan telah mengetahui keberadaan Sesar Lembang serta potensi bahaya yang ditimbulkan, namun untuk mengurangi dampak yang dirasakan oleh wisatawan, maka perlu di buat strategi yang dapat meningkatkan kesiapsiagaan bagi para wisatawan. Strategi yang ditawarkan dalam penelitian ini berupa sosialisasi jenis dan fungsi data kebencanaan, Pemberian informasi kiat-kiat penyelamatan diri melalui media informasi interaktif untuk wisatawan pada destinasi wisata, serta optimalisasi pemberian sarana dan prasarana untuk evakuasi bencana. Penelitian diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi pengembangan kebijakan pada sektor pariwisata terutama pariwisata yang aman bencana.

2024
👤 Penulis: Abdur Rahman Pradana Iswara
🏷️ Geologi 🏷️ Pariwisata 🏷️ Manajemen Risiko

PERANCANGAN GAME TENTANG MAKNA SARANA BANTEN SEHARI-HARI UNTUK REMAJA AKHIR HINDU

Banten merupakan salah satu sarana terpenting yang digunakan oleh umat Hindu Bali di dalam proses persembahyangan serta memiliki peran sebagai salah satu faktor yang mendukung pariwisata yang berjalan di Bali. Namun sayangnya penekanan pendidikan mengenai Banten ini berakhir pada saat sekolah mengah atas dan kurang ditekankan saat perguruan tinggi termasuk di luar daerah Bali. Tugas akhir ini bertujuan untuk merancang game yang memperkenalkan ulang proses dan makna Banten untuk remaja akhir Hindu dengan pembelajaran yang informal dan intuitif. Perancangan ini didasarkan dengan analisa literatur, wawancara ahli, serta menyebarkan kuesioner untuk target sasaran. Hasil penelitian menunjukkan perancangan game yang nantinya dapat dipublikasikan sebagai salah satu sarana untuk mengenal kembali Banten untuk remaja akhir Hindu.

2024
👤 Penulis: Luh Made Dea Putri Yunita
🏷️ Pendidikan Digital 🏷️ Hidrologi 🏷️ Pariwisata
Halaman 2 dari 3
💬