📚 Eksplorasi & Komparasi Topik Dokumen
Pencarian topik
Hasil Dokumen
Ditemukan: 109 dokumenMENGOPTIMALKAN STRATEGI PEMASARAN DIGITAL BERBASIS INSTAGRAM UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN MEREK BETTER BLOOM
Industri florist telah lama dikaitkan dengan ekspresi budaya dan makna simbolis, di mana bunga tidak hanya berfungsi sebagai hiasan, tetapi juga sebagai pembawa emosi, apresiasi, dan perayaan. Di Indonesia, tradisi memberikan bunga tetap mendalam dalam praktik sosial dan pribadi, mulai dari upacara kelulusan dan ulang tahun hingga momen simpati dan perawatan diri. Industri ini juga dipengaruhi oleh perkembangan teknologi digital, dengan platform seperti Instagram memberikan florist peluang baru untuk menjangkau audiens yang lebih luas, menampilkan daya tarik visual produk mereka, dan membangun identitas merek. Meskipun demikian, banyak florist kecil masih menghadapi tantangan dalam beradaptasi dengan lingkungan digital, terutama dalam membangun kesadaran merek dan mempertahankan visibilitas di pasar yang kompetitif. Better Bloom, sebuah usaha florist kecil yang berbasis di Bandung, juga menghadapi tantangan serupa. Meskipun telah mencapai penjualan awal melalui rekomendasi mulut ke mulut dan eksposur organik di Instagram, sebagian besar pelanggannya masih berasal dari jaringan pribadi pendirinya. Ketergantungan pada koneksi pribadi ini menjadi hambatan dalam mengembangkan bisnis dan membangun merek yang dikenal. Analisis awal terhadap akun Instagram perusahaan menunjukkan frekuensi posting yang rendah (sekitar sekali sebulan), keragaman konten yang terbatas, dan interaktivitas yang minim, yang secara bersama-sama membatasi visibilitas merek dalam lingkungan algoritma Instagram yang cepat berubah. Gejala-gejala ini menyoroti pentingnya mengembangkan strategi pemasaran digital yang terstruktur dan berbasis data untuk memperkuat kesadaran merek dan mengurangi ketergantungan pada jaringan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang strategi pemasaran berbasis Instagram yang meningkatkan kesadaran merek Better Bloom dengan mengintegrasikan wawasan dari perilaku konsumen, perbandingan dengan pesaing, dan analisis kuantitatif. Secara spesifik, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aspek-aspek pemasaran media sosial yang paling kuat mempengaruhi kesadaran merek dalam konteks bisnis florist kecil. Untuk mencapai hal ini, desain penelitian kuantitatif diterapkan. Data dikumpulkan melalui survei online yang dibagikan kepada 292 responden yang mewakili pasar sasaran Better Bloom: dewasa muda berusia 18–35 tahun yang tinggal di Bandung, pengguna Instagram aktif, dan individu yang tertarik dengan pemberian buket bunga sebagai hadiah. Tanggapan responden dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linier berganda (MLR), dilengkapi dengan analisis konten akun Instagram Better Bloom dan perbandingan dengan florist pesaing di Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua dimensi pemasaran media sosial memiliki tingkat pengaruh yang sama terhadap kesadaran merek. Analisis regresi mengungkapkan bahwa hiburan, penyesuaian, dan mulut ke mulut elektronik (eWOM) secara signifikan berkontribusi dalam memperkuat kesadaran merek, dengan eWOM muncul sebagai prediktor paling berpengaruh. Di sisi lain, interaksi dan tren tidak menunjukkan efek yang signifikan. Hal ini menyarankan bahwa, bagi Better Bloom, membangun kesadaran merek memerlukan lebih dari sekadar mengikuti tren atau mendorong interaksi langsung; sebaliknya, perusahaan harus fokus pada konten yang secara emosional resonan, estetis menarik, dan dapat dibagikan, yang memotivasi pengguna untuk memperluas kesadaran merek melalui jaringan mereka sendiri. Analisis kluster tambahan lebih lanjut menyoroti perbedaan di antara responden: mereka yang memiliki kesadaran merek Better Bloom yang lebih tinggi cenderung menjadi pengguna Instagram yang lebih aktif dan konsumen perempuan, sejalan dengan pola perilaku pemberian hadiah yang lebih luas di industri florist. Kontribusi penelitian ini bersifat praktis dan akademis. Bagi Better Bloom, penelitian ini menyediakan peta jalan untuk beralih dari posting secara acak dan penjualan berbasis jaringan pribadi menuju strategi pemasaran yang terencana, skalabel, dan berorientasi pada konsumen. Bagi usaha kecil secara umum, studi ini menunjukkan bagaimana Instagram dapat dimanfaatkan secara strategis, bahkan dengan sumber daya terbatas, untuk meningkatkan kesadaran merek dan daya saing. Secara akademis, penelitian ini memperkaya literatur pemasaran media sosial dengan menguji pengaruh relatif hiburan, kustomisasi, interaksi, eWOM, dan tren dalam konteks usaha kecil florist di Indonesia, pasar di mana studi empiris masih terbatas. Penelitian ini menekankan bahwa membangun kesadaran merek di era digital memerlukan penyelarasan strategi pemasaran dengan pola perilaku konsumen serta memanfaatkan keunggulan unik platform media sosial. Dengan menerapkan perencanaan konten yang terstruktur, melibatkan pelanggan sebagai duta merek, dan mengadopsi praktik evaluasi berkelanjutan, Better Bloom dapat melampaui ketergantungannya pada jaringan pendiri. Hal ini akan memungkinkan bisnis untuk memperkuat identitasnya, menarik pelanggan baru, dan mengejar pertumbuhan berkelanjutan di pasar florist yang kompetitif di Bandung.
STRATEGI UNTUK MEMULIHKAN STABILITAS BISNIS PT. EDU
Perkembangan digitalisasi yang pesat secara signifikan mengubah sistem penyampaian pendidikan. Apa yang dulunya didominasi oleh pembelajaran tatap muka kini beralih ke platform pembelajaran online yang memfasilitasi pembelajaran jarak jauh dan berbasis teknologi. PT. Edu merupakan salah satu penyedia layanan pendidikan berbasis teknologi yang mengalami penurunan pendapatan meskipun sektor pendidikan digital di Indonesia mengalami transformasi yang cepat. Penelitian ini mengeksplorasi akar penyebab penurunan tersebut dan menganalisis kebutuhan mendesak untuk merumuskan strategi guna memulihkan stabilitas bisnis PT. Edu. Penelitian ini didorong oleh faktor-faktor strategis, operasional, dan pemasaran yang saling berinteraksi dan mempengaruhi penurunan kinerja perusahaan edtech. Tujuan studi ini adalah mengidentifikasi tantangan saat ini yang dihadapi PT. Edu, baik internal maupun eksternal. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, melakukan wawancara mendalam dengan beberapa pemangku kepentingan internal dan eksternal, penulis mengumpulkan data dan menganalisisnya menggunakan alat seperti Marketing Mix 7Ps, VRIO, PESTEL, Porter's Five Forces, SWOT, dan TOWS Matrix. Temuan menunjukkan bahwa tantangan utama PT. Edu adalah kemampuan internal, strategi promosi pemasaran yang tidak efektif, tekanan pasar eksternal, serta tekanan politik dan kendala ekonomi. Untuk mengatasi masalah-masalah ini, studi ini merumuskan solusi berdasarkan kekuatan dan kelemahan PT. Edu, sambil juga mempertimbangkan ancaman dan peluang eksternal yang memengaruhi bisnis PT. Edu. Solusi ini berfokus pada perbaikan cepat dan berdampak tinggi untuk menstabilkan kinerja, seperti merancang tingkatan harga yang lebih jelas, menawarkan perjanjian kemitraan multi-tahun dengan harga fleksibel, meningkatkan kemampuan pemasaran menggunakan alat otomatisasi, memisahkan promosi program gratis dan berbayar, dan lain-lain. Studi ini juga menyediakan matriks prioritas dari solusi yang ditawarkan agar PT. Edu dapat membandingkan dan menentukan mana yang perlu diprioritaskan, serta dilampirkan jadwal implementasi untuk melihat kapan setiap strategi harus dimulai.
MEMBANGUN STRATEGI PEMASARAN DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN PRODUK DAN KESADARAN MEREK: STUDI KASUS SENTRALOKA INDONESIA
Penelitian ini mengkaji tantangan strategis berupa stagnasi penjualan dan lemahnya kesadaran merek yang dihadapi oleh Sentraloka Indonesia, sebuah ritel digital yang memasarkan produk makanan ringan kemasan dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Beroperasi dalam ekosistem marketplace digital yang sangat kompetitif, Sentraloka menunjukkan ketergantungan tinggi pada iklan berbayar jangka pendek sebagai penggerak penjualan, yang berdampak pada volatilitas pendapatan serta rendahnya pertumbuhan permintaan organik. Selain itu, aktivitas komunikasi digital perusahaan masih terfragmentasi dan tidak konsisten, sehingga menghambat pembentukan identitas merek yang kuat. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan Sentraloka Indonesia sebagai unit analisis. Analisis internal dilakukan menggunakan Resource-Based View (RBV) dan kerangka VRIO, sementara analisis eksternal menggunakan Porter’s Five Forces. Temuan kedua analisis tersebut disintesiskan melalui analisis SWOT dan matriks TOWS untuk merumuskan alternatif strategi, yang selanjutnya diterjemahkan ke dalam strategi pemasaran digital berbasis Integrated Marketing Communication (IMC) dengan perspektif omnichannel. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dengan tiga informan internal dan sepuluh informan eksternal, serta didukung oleh data sekunder perusahaan dan pasar. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik refleksif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Sentraloka memiliki sumber daya intangible yang bernilai, kelemahan pada dimensi Organization (O) dalam kerangka VRIO membatasi pencapaian keunggulan bersaing berkelanjutan. Strategi IMC diposisikan sebagai mekanisme integrasi organisasi untuk mengurangi fragmentasi komunikasi, memperkuat kredibilitas merek, dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan berbasis relasi pelanggan.
PENGEMBANGAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK KOPIAH RESAM ID: INTEGRASI PRODUCT-MARKET FIT DAN WAWASAN KONSUMEN
Industri busana muslim (modest fashion) di Indonesia telah mengalami ekspansi yang signifikan selama satu dekade terakhir, didorong oleh meningkatnya kesadaran konsumen Muslim muda terhadap nilai-nilai yang mencerminkan identitas mereka. Produk kerajinan tradisional, seperti Peci Resam dari Bangka Belitung, menghadapi tantangan unik dalam bertransformasi dari ikon budaya lokal menjadi komoditas nasional yang kompetitif. Meskipun telah diakui sebagai warisan budaya takbenda sejak 2015, terdapat kesenjangan yang signifikan antara potensi pasar jutaan pengguna peci dengan penetrasi pasar merek Kopiah Resam ID yang masih di bawah satu persen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan pasar produk melalui integrasi Product-Market Fit (PMF) dan Wawasan Konsumen (Consumer Insights), serta merumuskan strategi pemasaran yang efektif untuk mendukung penskalaan bisnis. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan lima belas informan, yang terdiri dari pelanggan tetap dan calon pelanggan. Data dianalisis secara sistematis menggunakan analisis tematik dengan bantuan perangkat lunak NVivo 12 Pro untuk mengidentifikasi pola kebutuhan dan preferensi konsumen. Validasi pasar dan perilaku konsumen dianalisis menggunakan kerangka kerja Consumer Decision-Making (Solomon; Hoyer et al.), sementara strategi pemasaran dikembangkan berdasarkan kerangka kerja Marketing Mix (7Ps). Hasil analisis menunjukkan bahwa Kopiah Resam ID telah berhasil mencapai Product-Market Fit dengan mengatasi tahap "Problem Recognition" dalam perjalanan konsumen. Penelitian menemukan bahwa konsumen mengalami penurunan kondisi aktual (actual state) akibat rasa gerah dan lembap saat menggunakan penutup kepala pada umumnya. Kopiah Resam ID mendisrupsi hal ini dengan menawarkan atribut penentu (determinant attributes) seperti "Adem" (sirkulasi udara) dan "Otentik," yang selaras dengan kondisi ideal (ideal state) konsumen. Meskipun konsumen menerima proposisi nilai premium, evaluasi pascapembelian (postpurchase evaluation) menyoroti perlunya peningkatan konsistensi warna dan kerapian anyaman untuk menjaga loyalitas merek jangka panjang. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merumuskan solusi bisnis komprehensif yang diterjemahkan ke dalam strategi bauran pemasaran. Strategi produk berfokus pada penguatan Pengendalian Kualitas (Quality Control) dan pengembangan panduan ukuran digital untuk mengurangi risiko yang dirasakan konsumen (perceived risk). Model Harga Bertingkat (Tiered Pricing Model) diusulkan untuk mengelola keyakinan pasar (market beliefs) terkait harga dan kualitas, yang terdiri dari lini utama untuk volume penjualan dan lini eksklusif untuk koleksi terbatas. Strategi tempat menekankan penguasaan platform seperti Shopee dan TikTok, yang terintegrasi dengan model jaminan Online-to-Offline (O2O) untuk memfasilitasi pencarian informasi konsumen. Strategi promosi memanfaatkan konten yang mengutamakan visual (visual-first) dan kredibilitas sumber melalui influencer bertingkat untuk menyediakan isyarat pengambilan informasi (retrieval cues) bagi pasar. Studi ini menyimpulkan bahwa penskalaan bisnis kerajinan tradisional di era digital mengharuskan merek untuk menjaga keaslian budaya sambil memberikan solusi fungsional yang memenuhi proses pengambilan keputusan konsumen.
PERENCANAAN STRATEGI BISNIS UNTUK MENGELOLA EKSPEKTASI PELANGGAN DI PT. MEA DIGITAL MARKETING
Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang sangat pesat dan meningkatnya tingkat belanja daring menunjukkan kebutuhan akan dukungan pemasaran digital bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). PT. MEA Digital Marketing menyediakan layanan seperti pengelolaan iklan, pembuatan konten, live streaming, serta layanan optimasi untuk membantu perkembangan UMKM. Survei internal PT. MEA menunjukkan tingkat kepuasan pelanggan sebesar 85%, namun PT. MEA memiliki tingkat perpindahan pelanggan yang tinggi yaitu 47%, menunjukkan adanya perbedaan antara ekspektasi pelanggan dan kualitas layanan yang dirasakan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami ekspektasi penjual online terhadap agensi pemasaran digital dan mengusulkan perbaikan berbasis Manajemen Hubungan Pelanggan (CRM) untuk mengatasi permasalahan manajemen ekspektasi pelanggan di PT. MEA. Pendekatan kualitatif diaplikasikan melalui wawancara dengan sepuluh penjual online. Analisis tematik mengungkap empat ekspektasi utama: peningkatan penjualan, komunikasi dan transparansi, wawasan dan analisis, serta persepsi agensi sebagai alternatif dari rekrutmen. Data sekunder sebagai pendukung serta Analisis Lima Kekuatan Porter dan Lima C digunakan untuk menilai faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi ekspektasi pelanggan. Model Kualitas Jasa mengidentifikasi permasalahan pada penyesuaian ekspektasi, standardisasi, dan komunikasi. Berdasarkan temuan tersebut, beberapa perbaikan berbasis CRM diusulkan: segmentasi pelanggan, perbaikan proses pengenalan pelanggan, perbaikan sistem pelaporan, standarisasi proses dan komunikasi, integrasi edukasi pelanggan, serta perbaikan sistem umpan balik pelanggan. Perbaikan ini bertujuan untuk mengurangi kesenjangan kualitas layanan dan membantu PT. MEA mengelola ekspektasi pelanggan secara lebih efektif
PREFERENSI DAN PERILAKU PEMBELIAN KONSUMEN TERHADAP PRODUK PEMBERSIH RUMAH TANGGA UNTUK MENGOPTIMALKAN STRATEGI PEMILIHAN KANAL DISTRIBUSI DISSOP: PENDEKATAN CONJOINT
Sebuah studi pasar yang dilakukan oleh Dissop pada akhir tahun 2023 menunjukkan bahwa konsumen lebih menyukai pembelian produk pembersih rumah tangga melalui kanal offline. Berdasarkan temuan ini, perusahaan memperluas distribusi secara offline pada awal 2024 melalui sistem titip jual (konsinyasi). Namun, kinerja penjualan dari kanal offline tersebut tidak memenuhi ekspektasi, yang menunjukkan adanya kesenjangan antara preferensi yang dinyatakan dan perilaku pembelian aktual. Hal ini mendorong perusahaan untuk menelusuri lebih lanjut faktor-faktor yang sebenarnya dipertimbangkan konsumen dalam memilih kanal pembelian, guna menyelaraskan kembali strategi distribusinya secara lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor utama yang mempengaruhi preferensi kanal. Metode campuran eksploratori berurutan digunakan, dimulai dengan wawancara kualitatif untuk mengidentifikasi atribut dasar, kemudian dilanjutkan dengan survei Choice-Based Conjoint (CBC) terhadap 229 responden untuk mengkuantifikasi preferensi. Hasil menunjukkan bahwa kanal retail merupakan opsi yang paling disukai, diikuti oleh atribut penting lainnya seperti harga, ketersediaan produk, dan kenyamanan berbelanja. Penelitian ini merekomendasikan agar Dissop memperkuat kehadiran di kanal retail dan menyesuaikan strategi distribusi agar lebih selaras dengan perilaku konsumen yang sebenarnya.
PENGARUH ARTIFICIAL INTELLIGENCE TERHADAP KONTEN VISUAL DALAM PEMASARAN SERTA DAMPAKNYA PADA RESPONS KONSUMEN
Di era digital saat ini, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin banyak digunakan dalam pemasaran, termasuk dalam pembuatan konten visual. Salah satu inovasi yang berkembang adalah penggunaan AI untuk menciptakan latar belakang gambar produk sehingga dapat membantu bisnis menampilkan produknya dengan lebih menarik tanpa perlu sesi pemotretan yang mahal. Namun, masih sedikit penelitian yang mengeksplorasi bagaimana konsumen merespons visual yang dibuat oleh AI dibandingkan dengan visual yang dihasilkan secara manual oleh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana latar belakang produk yang dibuat oleh AI memengaruhi imajinasi mental (Mental imagery), penilaian produk (Product evaluation), dan emosi positif (Positive emotion) yang akhirnya berdampak pada niat beli (Purchase intention). Melalui eksperimen yang melibatkan responden pengguna media sosial, penelitian ini membandingkan dua jenis latar belakang produk: yang dibuat oleh AI dan yang dibuat secara manual. Data dikumpulkan melalui kuesioner online dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasilnya menunjukkan bahwa latar belakang yang dibuat oleh AI dapat memengaruhi persepsi konsumen secara signifikan, terutama dalam membangun imajinasi mental dan meningkatkan daya tarik produk. Ini menunjukkan bahwa teknologi AI bisa menjadi solusi praktis bagi bisnis, terutama Usaha Kecil dan Menengah (UMKM), untuk menciptakan konten visual yang lebih menarik dan efektif dalam meningkatkan niat beli konsumen.
PENGARUH ELEMEN PEMASARAN MEDIA SOSIAL TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA INDUSTRI DENIM LOKAL DI INDONESIA
Dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat di industri fesyen Indonesia, banyak merek lokal yang kesulitan untuk mengubah keterlibatan di media sosial menjadi penjualan yang nyata. Paduan Biru, sebuah merek denim yang menekankan pada produksi yang etis dan personalisasi, menghadapi tantangan dalam memperluas jangkauannya dan meningkatkan kinerja penjualan meskipun tetap aktif di platform media sosial. Penelitian ini mengkaji pengaruh elemen pemasaran media sosial (SMM) terhadap keputusan pembelian dalam konteks pasar denim Indonesia, dengan fokus pada merek Paduan Biru. Penelitian ini menyoroti peran yang semakin besar dari platform media sosial dalam membentuk perilaku konsumen, khususnya di kalangan konsumen Gen Z di sektor denim Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi elemen pemasaran media sosial (pembuatan konten, berbagi konten, keterhubungan, dan pembangunan komunitas) yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen terhadap produk denim. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling, yang menyasar pengguna Instagram dan TikTok berusia 18 hingga 27 tahun yang berdomisili di wilayah Jabodetabek dan Bandung, telah membeli produk denim lokal, serta mengikuti merek denim lokal di media sosial. Sebanyak 205 respons valid dikumpulkan melalui kuesioner daring. Data dianalisis menggunakan metode Regresi Linear Berganda dengan dukungan uji asumsi klasik. Temuan menunjukkan bahwa keempat dimensi pemasaran media sosial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, dengan content creation, community building, dan content sharing memiliki pengaruh paling kuat, sementara connecting menunjukkan pengaruh yang lebih kecil namun tetap signifikan. Di antara semua variabel, content creation merupakan faktor yang paling dominan, menegaskan pentingnya konten yang menarik secara visual dan bernilai dalam mendorong minat serta konversi konsumen. Hasil ini mendukung relevansi penerapan kerangka kerja elemen SMM dalam konteks denim. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan literatur pemasaran digital dengan menawarkan wawasan mengenai strategi keterlibatan yang paling berdampak bagi merek yang berorientasi pada keberlanjutan seperti Paduan Biru, terutama dalam lanskap pemasaran fesyen yang sangat visual dan interaktif di era digital saat ini.
PENGARUH IDOL GRUP ASAL INDONESIA “JKT48” SEBAGAI BRAND AMBASSADOR CHATIME TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN
Penelitian ini mengkaji pengaruh JKT48 sebagai duta merek terhadap keputusan pembelian konsumen Chatime, khususnya di kalangan Generasi Z dan Milenial di Bandung dan JABODETABEK. Penelitian ini membahas bagaimana dukungan selebriti memengaruhi perilaku pembelian melalui peran mediasi kesadaran merek dan citra merek. Dengan metode kuantitatif, data dikumpulkan dari 245 penggemar JKT48 berusia 15–25 tahun melalui survei online. Analisis dilakukan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan SmartPLS 4. Hasil menunjukkan bahwa JKT48 secara signifikan mempengaruhi kesadaran merek dan citra merek, yang pada gilirannya secara positif mempengaruhi keputusan pembelian. Namun, dampak langsung JKT48 sebagai duta merek terhadap keputusan pembelian ditemukan lemah, mengonfirmasi bahwa efeknya lebih bersifat tidak langsung. Temuan deskriptif juga menyoroti keterlibatan yang kuat dari penggemar JKT48, dengan 80% responden membeli produk kolaborasi Chatime x JKT48—utama karena koneksi emosional, barang eksklusif untuk penggemar, dan familiaritas merek. Meskipun kampanye ini sukses di kalangan penggemar, indikator digital eksternal seperti Google Trends dan Socialblade menunjukkan pertumbuhan kesadaran merek yang minimal di luar basis penggemar. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun kolaborasi dengan selebriti niche dapat meningkatkan loyalitas dan pembelian berulang, dampaknya terhadap pasar yang lebih luas mungkin terbatas tanpa strategi pelengkap. Studi ini menyimpulkan bahwa duta merek seperti JKT48 efektif dalam memperkuat branding emosional dan pembentukan citra merek, terutama ketika audiens mereka sejalan dengan pasar sasaran.
PERANCANGAN SITUS WEB UNTUK MEMFASILITASI PROSES CO-DESIGN DALAM PEMESANAN BUSANA KARAWO
Provinsi Gorontalo memiliki industri kreatif kerajinan sulaman Karawo yang merupakan warisan budaya lokal dan telah menjadi komoditas unggulan dalam sektor ekonomi kreatif. Karawo, yang dikerjakan dengan tangan dan menggunakan alat tradisional, melibatkan banyak tenaga kerja, terutama perempuan, dan berkontribusi signifikan terhadap ekonomi lokal. Meskipun demikian, industri ini menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan dalam proses pemasaran dan proses pemesanan yang masih konvensional, serta akses konsumen terhadap produk yang seringkali belum memenuhi preferensinya. Hal ini menunjukkan perlunya pengembangan lebih lanjut untuk mendorong daya saing dan memenuhi kebutuhan konsumen dalam industri Karawo. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, penggunaan media seperti situs web dapat menjadi wadah yang efektif dalam memasarkan produk Karawo. Penerapan desain partisipatoris atau co-design juga dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen atas produk Karawo yang sesuai preferensi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang media situs web yang dapat mewadahi kebutuhan-kebutuhan tersebut. Penelitian ini menghasilkan perancangan situs web dengan nama MOKARAWO, yang dapat mewadahi konsumen dalam proses perancangan produk busana sesuai dengan keinginannya, serta membantu pemilik usaha dalam memasarkan produk Karawo ke pasar yang lebih luas. Melalui analisis terkait kebutuhan konsumen terhadap produk Karawo, serta fitur dan alur proses co-design untuk memudahkan pengguna dalam proses pemesanan produk busana pada situs web. Evaluasi dilakukan dalam empat aspek yang merupakan nilai konsumen terhadap situs web co-design, yaitu perceived usefulness, satisfaction, product involvement dan buying & loyalty intentions. Didapatkan hasil bahwa secara keseluruhan situs web ini dinilai memiliki kegunaan yang baik dalam memenuhi kebutuhan konsumen terhadap produk Karawo, khususnya sebagai alternatif pemesanan produk secara konvensional. Dari aspek kepuasan, terdapat masukan terkait kurangnya variasi warna produk, yang menunjukkan pentingnya pengembangan lanjutan terhadap pilihan warna yang lebih bervariasi. Keterlibatan pengguna terhadap produk juga dirasa cukup tinggi, terutama karena adanya fitur kustomisasi yang memberi kendali lebih besar kepada pengguna dalam proses pemesanan. Terakhir, dari aspek niat beli dan loyalitas, responden ingin menggunakan situs web ini seterusnya dan bahkan merekomendasikan kepada orang lain, menandakan potensi loyalitas yang kuat terhadap situs web ini.
ADVERTISING VALUE DALAM AFFILIATE MARKETING DI X: ANALISIS KOMPARATIF
Dalam beberapa tahun terakhir, perilaku belanja konsumen mengalami pergeseran signifikan ke arah platform daring, mendorong bisnis untuk mengadopsi strategi pemasaran digital guna menjangkau audiens secara lebih efektif. Salah satu strategi yang berkembang pesat adalah affiliate marketing, yang kini menyumbang sekitar 15% dari total pendapatan pemasaran digital. Namun, di platform X (sebelumnya Twitter), affiliate marketing menghadapi tingkat skeptisisme pengguna yang relatif tinggi dibandingkan media sosial lainnya, yang berdampak pada rendahnya angka click-through rate (CTR) dan conversion rate (CVR). Meskipun konten affiliate di X hadir dalam berbagai format, masih sedikit penelitian yang membahas pengaruh masing-masing format terhadap respons konsumen. Penelitian ini mengkaji efektivitas tiga format konten affiliate marketing di X—product review thread, recommendation thread, dan story-based thread—dalam memengaruhi keputusan pembelian konsumen Gen Z dan Milenial di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan Elaboration Likelihood Model (ELM), penelitian ini menganalisis bagaimana persepsi terhadap informativeness, entertainment, dan irritation dalam konten memengaruhi niat beli dan perilaku pembelian aktual, serta membandingkan efektivitas masing-masing format. Data diperoleh dari 213 pengguna X berusia 13–34 tahun dan dianalisis menggunakan metode PLS-SEM dan PLS-MGA. Hasil menunjukkan bahwa persepsi terhadap informativeness dan entertainment meningkatkan niat beli, sementara irritation menurunkannya. Product review thread dan story-based thread menghasilkan perilaku pembelian yang lebih kuat dibandingkan recommendation thread. Meskipun perbedaan antara keduanya tidak signifikan secara statistik, story-based thread menunjukkan effect size yang lebih besar, mengindikasikan potensi konversi yang lebih tinggi. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap literatur pemasaran digital dengan menekankan pentingnya format konten dalam memengaruhi perilaku konsumen di platform microblogging, serta menawarkan implikasi praktis bagi optimalisasi strategi affiliate marketing di X.
STRATEGI PEMASARAN MEDIA SOSIAL YANG DIUSULKAN UNTUK MENINGKATKAN KETERLIBATAN PELANGGAN DI INSTAGRAM (STUDI KASUS: THE HIDDEN HEAVEN)
Meningkatnya permintaan konsumen terhadap kopi spesialti serta berkembangnya budaya home-brewing di Indonesia telah menciptakan peluang pasar baru bagi para roastery di segmen B2C. Namun, The Hidden Heaven, sebuah roastery yang berbasis di Surakarta, masih sangat bergantung pada klien B2B, sehingga bisnis rentan terhadap ketidakstabilan penjualan. Untuk memanfaatkan peluang yang ada, The Hidden Heaven perlu memperkuat upaya di pasar B2C guna menarik dan mempertahankan konsumen individu. Secara khusus, penelitian ini membahas kesenjangan strategi dalam pemanfaatan Instagram perusahaan untuk meningkatkan engagement dengan pelanggan. Tujuan dari studi ini adalah mengembangkan strategi pemasaran media sosial yang lebih terarah untuk meningkatkan engagement pelanggan. Dengan pendekatan metode campuran, studi ini mengombinasikan wawancara kualitatif dengan manajemen perusahaan serta survei kuantitatif terhadap 354 konsumen aktif Instagram berusia 18–35 tahun. Data dianalisis menggunakan SEM-PLS untuk menguji pengaruh social media influencer (SMI), user-generated content (UGC), dan format posting carousel terhadap engagement pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya konten dengan format carousel yang memiliki pengaruh signifikan. Studi ini memberikan kontribusi bagi praktik pemasaran digital melalui pengembangan strategi Instagram berbasis bukti yang disesuaikan untuk industri kopi spesialti.
USULAN STRATEGI PEMASARAN DIGITAL: PENINGKATAN KESADARAN MEREK UNTUK PROGRAM DESIGN THINKING DALAM KEBIJAKAN PUBLIK
Penelitian ini mengidentifikasi inisiatif Design Thinking for Public Policy (DTPP) dari The Local Enablers melalui kajian strategi pemasaran digital dalam memengaruhi niat pembelian melalui mediasi sikap terhadap pemasaran digital, kesadaran merek, dan citra merek. Program ini menghadapi tantangan dalam memperluas pasar dan mempertahankan keunggulan kompetitifnya di antara pasar targetnya, yang mencakup profesional kebijakan publik, akademisi, penggiat kebijakan publik dan inovasi, serta aparatur sipil negara (ASN). Penelitian ini memberikan gambaran mengenai dinamika pemasaran digital yang semakin berkembang di sektor pendidikan dan pelatihan profesional, di mana persepsi dan niat perilaku dipengaruhi oleh inisiatif pemasaran strategis seperti aktivitas pemasaran media sosial (SMMAs), email dan media sosial, serta electronic word-of-mouth (e-WOM). Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi kinerja pasar DTPP, dengan penekanan khusus pada aspek-aspek yang terkait dengan kesadaran merek dan niat pembelian calon peserta. Penelitian ini menjelaskan mekanisme psikologis yang ada dalam psikologi konsumen yang kuat yang memotivasi konsumen untuk merespons rangsangan pemasaran digital dengan menggunakan paradigma Stimulus-Organism-Response (S-O-R). Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan structural equation modeling (SEM) pada partial least squares (PLS) yang melibatkan survei terhadap 187 individu dari pasar target untuk program DTPP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran merek, citra merek, dan sikap konsumen sangat dipengaruhi oleh inisiatif pemasaran digital, termasuk SMMAs, email marketing, dan eWOM. Faktor-faktor ini kemudian memberikan pengaruh positif terhadap niat pembelian. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi peluang bagi pendekatan pemasaran DTPP untuk ditingkatkan, khususnya dalam hal memperkuat citra merek melalui konten digital yang lebih konsisten dan terarah, menggunakan jaringan alumni untuk mengadvokasi perusahaan, sekaligus meningkatkan strategi lain untuk menjadikan produk lebih inklusif. Dengan menunjukkan efektivitas strategi digital yang terintegrasi dalam meningkatkan kesadaran merek dan mendorong perilaku konsumen dalam konteks pelatihan kebijakan publik, penelitian ini memberikan kontribusi pada bidang pemasaran digital di sektor pendidikan. Selain itu, penelitian ini juga menekankan pentingnya model psikologis seperti kerangka S-O-R dalam memahami proses pengambilan keputusan konsumen yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan inovasi strategi komunikasi dan pengembangan posisi program di pasar guna mencapai keberlanjutan jangka panjang dan mengoptimalkan strategi pemasaran digital.
STRATEGI PENGEMBANGAN PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN MEREK STUDIO YOGA: (STUDI KASUS RUMAH YOGA)
Yoga telah menjadi pilihan olahraga yang populer di Indonesia, tidak hanya untuk kebugaran fisik tetapi juga untuk kesehatan mental. Meningkatnya popularitas yoga telah berkontribusi pada semakin banyaknya studio yoga di seluruh negeri. Menanggapi tren ini, Rumah Yoga didirikan pada tahun 2017 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, untuk menyediakan akses bagi masyarakat setempat terhadap manfaat yoga. Meskipun hadir dan konsisten dalam memberikan layanan yoga, Rumah Yoga menghadapi beberapa tantangan. Kesadaran masyarakat terhadap yoga dan studionya sendiri masih rendah. Kurangnya strategi pemasaran digital yang terstruktur dan efektif semakin membatasi kemampuannya untuk menjangkau calon pelanggan. Selain itu, munculnya pesaing baru di Cianjur telah mengintensifkan persaingan pasar. Yoga juga masih dianggap oleh beberapa segmen masyarakat sebagai kegiatan yang eksklusif dan mahal, sehingga mengakibatkan rendahnya tingkat partisipasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor eksternal dan internal yang memengaruhi posisi Rumah Yoga, mengkaji pendorong utama kesadaran merek, dan mengembangkan strategi pemasaran yang efektif untuk meningkatkan kesadaran merek Rumah Yoga. Analisis eksternal dilakukan dengan menggunakan analisis Lima Kekuatan Porter, analisis PESTEL, analisis pesaing, dan analisis pelanggan. Sedangkan analisis internal menggunakan analisis Segmentation, Targeting, Positioning (STP), Marketing MIX 7P, dan analisis VRIO. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif sebagai data primer. Data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara dengan pemilik Rumah Yoga. Sedangkan data kuantitatif dilakukan dengan penelitian pendahuluan dan penyebaran kuesioner kepada 200 masyarakat Cianjur. Hasil kuesioner dianalisis menggunakan PLS-SEM dengan perangkat lunak SMART PLS4. Penelitian ini menguji tiga hipotesis, dan hasilnya menunjukkan bahwa social media marketing (? = 0.345, T = 5.323, p < 0.05), content marketing (? = 0.299, T = 4.386, p < 0.05), dan influencer marketing (? = 0.350, T = 5.407, p < 0.05) masing-masing memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap brand awareness. Sedangkan data sekunder berasal dari jurnal, e-book, dan data historis. Penelitian ini mengusulkan strategi pemasaran yang efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap Rumah Yoga di kalangan masyarakat Cianjur, termasuk memperkuat kehadiran digital melalui pembuatan konten, kolaborasi dengan influencer, menerapkan kelas uji coba dan kelas khusus "yoga with partner", dan membangun komunitas untuk pelanggan setia. Hasil penelitian ini diharapkan Rumah Yoga dapat mengatasi masalah bisnisnya, dan memperkuat posisinya di Industri Yoga. Diharapkan juga dapat membantu studio yoga lain yang memiliki permasalahan yang sama seperti Rumah Yoga. Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap ilmu pemasaran, khususnya terkait strategi pemasaran dalam industri yoga. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas pelanggan dalam konteks layanan kesehatan dan kebugaran di studio yoga dengan mengeksplorasi variabel-variabel seperti pengalaman pelanggan, dan kualitas layanan, mengevaluasi efektivitas strategi pemasaran berbasis komunitas, dan dampaknya terhadap pembelian.
EVALUASI EFEKTIVITAS PEMASARAN DIGITAL TERHADAP NIAT BELI: STUDI KASUS FITFUEL
Penelitian ini menyelidiki efektivitas Kegiatan Pemasaran Media Sosial (SMMA) terhadap niat beli, dengan menggunakan Fitfuel sebagai studi kasus. Penelitian ini meneliti dampak SMMA terhadap kesadaran merek dan kepercayaan pelanggan, dan bagaimana kedua variabel ini mempengaruhi niat beli. Pendekatan kuantitatif digunakan, dengan menggunakan kuesioner online yang didistribusikan kepada 200 responden, didukung oleh wawancara dengan manajemen Fitfuel. Lingkungan eksternal dan internal dianalisis melalui PESTEL, Porter's Five Forces, analisis pesaing, STP, Bauran Pemasaran, VRIO, dan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMMA memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kesadaran merek dan kepercayaan pelanggan. Pada gilirannya, baik kesadaran merek dan kepercayaan pelanggan secara positif mempengaruhi niat beli. Namun, komunikasi antara konsumen dan merek (sebagai bagian dari SMMA) ditemukan memiliki efek yang kurang signifikan dibandingkan dengan indikator lainnya. Penelitian ini menyajikan matriks TOWS dan rencana implementasi untuk menawarkan tindakan strategis bagi Fitfuel dalam mengoptimalkan pemasaran digitalnya, memperkuat persepsi merek, dan meningkatkan konversi. Penelitian ini berkontribusi dalam memahami bagaimana komponen pemasaran digital mempengaruhi perilaku pelanggan di sektor makanan kesehatan